February 25, 2009

Setumpuk Harapan untuk SMUI

Filed under: Warta UI — rani @ 8:48 am

Catatan: Institusi organisasi kemahasiswaan di UI sempat berganti-ganti nama sesuai dengan semangat jamannya. Tahun 1960-1970 an kita kenal Dewan Mahasiwa UI (DMUI). Kemudian berubah sesuai dengan selera sang Menteri Pendidikan & Kebudayaan. Terakhir kini kita mengenalnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Terbentuknya Senat Mahasiswa Universitas Indonesia (SMUI) mengakhiri masa kevakuman organisasi kemahasiswaan tingkat universitas. Sepuluh tahun berlalu sudah masa dimana kesatuan mahasiswa UI yang utuh hampir tidak ada. Kini dengan terbentuknya SMUI, mahasiswa UI sebagai satu kesatuan itu hampir menjadi sebuah kenyataan kembali.

Penting untuk dicatat, bahwa lahirnya SMUI memang akan mengkongkritkan konsep mahasiswa UI yang selama ini mengawang-awang dalam konsep yang abstrak. Bahkan selama sepuluh tahun ini konsep mahasiswa nyaris hilang. Yang ada adalah mahasiswa fakultas. Generasi mahasiswa sekarang tidak memiliki rasa ke-UI-an sebagai satu kelompok. Hal itu terjadi karena semua mahasiswa yang kini terdaftar secara administratif sebagai mahasiswa UI disosialisasi hanya di fakultas masing-masing. Hanya segelintir mahasiswa saja yang sadar bahwa dirinya adalah mahasiswa UI.

Tugas utama SMUI ini adalah membangkitkan semangat dan rasa persatuan mahasiswa UI. Kegiatan yang paling dini yang perlu disadarkan adalah kepedulian mereka akan kehadiran SMUI sendiri. Sampai kini kelihatannya masih banyak mahasiswa UI yang belum tahu bahwa kini sudah terbentuk SMUI. Bahkan kalau pun mereka tahu bahwa SMUI sudah ada, kehadiran SMUI tidak membuat mereka bergeming dari keasyikan masing-masing.

Pertanyaan yang patut dilontarkan kepada SMUI lagi adalah siapa sebenarnya mahasiswa UI itu? Apakah mereka itu mahasiswa yang berambut gondrong – yang kini sedang trendy, mahasiswa yang datang ke kampus hanya untuk belajar lalu pulang, mahasiswa yang aktif mengembangkan bakat di unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang sering lupa akan tugas kuliahnya? Ataukah mereka itu yang biasa nongkrong dan main kartu di kafetaria, atau yang aktif di SMUI?

Pertanyaan ini penting untuk dilontarkan agar SMUI representatif bagi mahasiswa UI. Mahasiswa UI yang diwakili oleh mahasiswa aktivis di SMUI jelas adalah semua golongan mahasiswa yang disebutkan di atas. Untuk itu aspirasi mereka semua harus terwakili dalam SMUI.

Kita berharap apa yang diperjuangkan para mahasiswa aktivis tentang konsep SMPT yang harus mengakar ke mahasiswa, harus benar-benar diterapkan secara konsisten. Paling tidak salah satu indikator untuk bisa melihat mengakarnya SMUI adalah pada program kerja yang kini sedang digodognya. Mudah-mudahan mereka bisa mewujudkan kegiatan-kegiatan yang dapat mewakili semua kelompok mahasiswa yang ada di UI.

Beberapa pengalaman bisa menjadi guru yang baik, bahwa pernah ada organisasi-organisasi mahasiswa akhirnya hanya menjadi elitis. Artinya ia hanya merupakan tempat berkumpulnya segelintir mahasiswa. Padahal sebetulnya konsep organisasi mereka itu mewakili mahasiswa kebanyakan. Hal itu terjadi karena program kerja yang dijalankan oleh aktivis organisasi itu tidak mengakar ke mahasiswa yang menjadi massanya.

Hal di atas penting dilontarkan, karena tuntutan yang diperjuangkan para aktivis mahasiswa dengan gigih tentang konsep SMUI harus mengakar ke mahasiswa. Kita kini bisa menagih janji pengurus SMUI yang baru. Tunjukkan apa yang dituntut dan diperjuangkan para aktivis itu benar-benar dilaksanakan secara konsekuen. Kini giliran massa mahasiswa UI yang menuntut agar SMUI benar-benar mengakar ke mahasiwa. (Tajuk Rencana SKK Warta UI Nomor 55 Tahun XIV, Desember 1991)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment