February 18, 2009

Sumbangan Untuk Almamater

Filed under: Uncategorized — rani @ 4:49 pm

Dalam suatu kesempatan tatkala akan makan siang di luar kampus, di halaman Gedung Rektorat bertemu dengan Imam Budidarmawan Prasodjo, teman seangkatan  di FISIP, bersama dengan Gitayana Budiardjo istri Imam serta ditemani sepupu Gita, akan menghadap Rektor untuk membicarakan sumbangan pembuatan satu ruangan yang berisikan informasi sejarah UI dari masa lalu hingga masa kini. Dia (Imam) juga meminta bantuan, apa yang bisa disumbangkan untuk merealisir gagasannya tersebut. Tapi pembicaraan terputus karena Imam menerima telpon.

 

Teman yang satu ini memang luar biasa prestasinya.. Masuk Departemen Sosiologi, lalu menjadi staf pengajar di FISIP. Menyelesaikan doktornya di salah satu universitas di  Amerika Serikat. Menikah dengan Gita, anak semata wayang almarhumah Prof.Miriam Budiardjo, mantan dekan FISIP, penulis buku Dasar-dasar Ilmu Politik yang telah mengalami cetak ulang ke-29. Dikaruniai 2 anak yang sudah memasuki usia remaja. Selain mengajar,  Imam juga mempunyai yayasan Nurani Dunia yang bergerak membantu kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dengan yayasan ini, namanya berkibar dan dikenal secara luas baik di kalangan elite tingkat nasional maupun internasional. Pergaulannya sangat luas dan sering dimintai komentarnya mengenai keadaan di masyarakat dari sudut pandang sebagai seorang sosiolog. Namanya dikenal luas tatkala dia bersama dengan Faisal Basri tahun 2002 menjadi moderator debat calon Rektor UI yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Indosiar. Di FISIP UI selain mengajar juga salah seorang pendiri dan pengurus CERIC.

 

Kembali ke soal sumbangan ruangan sejarah UI, tampaknya dia sangat merespon positif gagasan Rektor UI yang ingin membangkitkan jatidiri UI sebagai universitas yang terkemuka di kawasan regional. Baginya mudah saja untuk mencari dana merealisir gagasannya tersebut, tanpa harus mengeluarkan dari kocek sendiri, karena mempunyai sponsor dan relasi yang siap untuk membantu di bidang pendanaan.

 

Seperti juga yang selalu dikatakan Rektor UI dalam berbagai forum, banyak institusi yang ingin membantu secara finansial kepada UI, tetapi di pihak UI agak hati-hati untuk menerimanya, karena khawatir sumbangan yang diberikan mempunyai ikatan tertentu, ataupun akan merusak citra UI di kemudian hari. Ketua ILUNI Sofyan Djalil, dalam suatu kesempatan pernah mengemukakan mempunyai sumber-sumber pendanaan yang siap mengucurkan dananya bagi kepentingan pendidikan, baik secara kelembagaan maupun perorangan/pribadi. Dia memberikan contoh ada seseorang yang ingin mewakafkan hartanya sampai bernilai milyaran rupiah, tetapi tidak tahu harus diberikan kepada siapa. Di masyarakat orang-orang seperti ini banyak sekali. Tinggal dibutuhkan kejelian dan kepintaran  dalam menangkap peluang tersebut.

 

Tampaknya UI belum pintar untuk menangkap peluang menangkap dana tersebut. Sewaktu acara pemberian doktor honoris causa kepada Taufiq Ismail, sempat bertemu dengan Fadlizon, mantan mahasiswa teladan UI 1994, alumni Sastra Rusia FIB UI, yang dekat dengan keluarga Sumitro Djojohadikusumo. Menurutnya Universitas Gajah Mada (UGM) lebih sigap menangkap sumbangan dana dari Keluarga Sumitro Djojohahdikusumo dan telah memanfaatkannya untuk kepentingan kegiatan pendidikan.  Sementara UI, baru sampai dalam tahap menyelenggarakan sayembara disain gedung perpustakaan pusat yang dana  pembangunannya  dari  Yayasan keluarga Hasyim Djojohadikusumo. Keluarga ini juga sebetulnya memberikan beasiswa kepada beberapa dosen Sastra Jawa/Daeraha FIB untuk melanjutkan pendidikan doktor  di Belanda dengan biaya mencapai milyaran rupiah. Tetapi tampaknya ada sedikit masalah. Seharusnya para calon doktor tersebut sudah berada di Belanda, tetapi hingga pertengahan Februari masih terlihat di kampus Depok.  Fadlizon sangat menyayangkan keterlambatan UI dalam menangkap peluang sumbangan ini. Dia pantas merasa masygul dan sedikit kecewa, karena Fadlizon mempunyai andil mempersuasi keluarga Sumitro Djojohadikusumo untuk mengucurkan sumbangan bagi UI.

 

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment