February 8, 2009

Pengelolaan dan Pengembangan Kampus Secara Terpadu

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:02 pm

Secara garis besar rencana kerja pimpinan Universitas Indonesia masa jabatan 1994-1998 terdiri atas 5 pokok: 1. Peningkatan keterpaduan. 2. Pengembangan sumberdaya. 3. Pelembagaan institusi. 4. Peningkatan mutu akademik 5. Peningkatan produktivitas dan efisiensi.

Pokok-pokok tersebut merupakan sasaran antara untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam Kebijakan Dasar Jangka Panjang Universitas Indonesia 1990-2010 yang menetapkan sebagai sasaran, yaitu peningkatan keterpaduan, pemantapan ekonomi serta menjadikan Universitas Indonesia suatu universitas penelitian..

Untuk tahun 1995/1996 keterpaduan merupakan prioritas dan dalam rangka meningkatkan keterpaduan itu antara lain telah dilakukan upaya-upaya pendaftaran terpadu; pembentukan unit penunjang pendidikan matakuliah universitas; pengembangan sistem perpustakaan Universitas Indonesia Terpadu (SPUIT); pembentukan jaringan computer local JUITA ( Jaringan UI TerpAdu) dan pembangunan beberapa bangunan antara lain Fakultas Ilmu Komputer, Pusat Studi Jepang serta berbagai sarana dan prasarana. . Setelah dilakukan pendaftaran terpadu dan rekonsiliasi data yang diperoleh dengan data yang ada di fakultas, ternyata jumlah mahasiswa UI pada awal semester kedua tahun akademik 1994/1995 (S0,S1, S2 dan S3) ada 24,480 orang. Sementara pada semester ganjil tahun akademik 1995/1996 telah dimulai pendaftaran terpadu terkomputerisasi. Mahasiswa akan mendapat kartu mahasiswa yang dapat dipakai juga sebagai kartu ATM pada Bank BNI. Walaupun masih ada beberapa kesulitan, secara umum pendaftara berjalan lancar. Tahun yang akan datang pendaftaran terkomputerisasi dapat dilakukan pada semua cabang Bank BNI yang sudah on-line, sehingga pendaftaran dapat dilakukan seperti pembayaran rekening telepon.

Kendala yang dihadapi dalam bidang pendidikan yaitu produktivitas dan efisiensi internal yang belum memuaskan. Dalam proses pendidikan ada tiga unsure utama yaitu, mahasiswa sebagai masukan, proses belajar mengajar, dan lulusan sebagai hasil proses pendidikan. Jika kita tinjau , maka mahasiswa yang diterima di Universitas Indonesia merupakan crème de la crème dari calon mahasiswa Indonesia, sehingga seyogyanya mereka tidak akan mengalami kesulitan mengikuti pendidikan. Namun data menunjukkan produktivitas dan efisiensi internal belum memuaskan.

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, khususnya tenaga edukatif, terdapat kendala yang dapat menyebabkan perkembangan Universitas Indonesia di kemudian hari terhambat. Kebijakan zero Growth yang diterapkan pemerintah dalam bidang kepegawaian, maka pada tenaga edukatif terjadi negative growth dalam pengembangan sumber daya manusia di Universitas Indonesia.Mudah-mudahan kebijakan tersebut akan diubah seperti diberitakan di suratkabar. Sedangkan untuk tenaga admisnitrasi keadaan lebih baik. Jumlah tenaga administrasi golongan I dan II menurun, tetapi tenaga administrasi golongan III dan IV naik cukup baik. Hal ini terjadi karena rekrutmen sekarang lebih baik dan tenaga administrasi senior dapat naik pangkat ke golongan IV. Diharapkan dengan demikian kinerja pengelolaan administrasi menjadi lebih baik.

Dalam bidan anggaran, diadakan pengaturan pembagian dana yang diperoleh dari kegiatan pendidikan luar program S1 reguler, yaitu program diploma, program ekstension dan program pascasarjana. Sesuai peraturan universitas nomor 3 Tahun 1995, disebutkan bahwa 90 % dana yang diperoleh dari kegiatan tersebut dipakai untuk kegiatan operasional program itu sendiri dan 10 % digunakan untuk pengeluaran yang dikelola secara terpusat. (Prof.dr.M.K Tadjudin; Tajuk Rencana Suratkabar Kampus Warta UI N0.66/XVII/1995)