February 4, 2009

Kesakitan dan “Sakit”

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:47 pm

Gara-garanya ada peristiwa kerjasama UI dengan PT Kalbe Farma Tbk dimana penandatangannya dilakukan senin (02/02) di Kampus Depok. Dimana pada kesempatan itu hadir Dr.dr.Bunyamin Setiawan, salah seorang yang membidani kelahiran PT. Kalbe Farma Tbk 42 tahun lalu, untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang kesehatan.

Dalam upaya mendukung riset ilmu pengetahuan di Indonesia PT Kalbe Farma membentuk institusi Stem Cell & Cancer Institute (SCI) tahun 2006, yang bertujuan antara lain membantu pengembangkan penelitian sel punca (stem cell) dan kanker yang nanti akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kesehatan dan kualitas hidup manusia. Tentu saja institusi ini memerlukan SDM yang handal dan karena itulah maka dilakukan kerjasama dengan UI untuk bisa saling mengisi, terutama peneliti dari FMIPA dan FK.

Pada tulisan sebelumnya, telah dikutip pendapat Ketua PB IDI tentang sel punca dan juga sajak Taufik Ismail “Tuhan Sembilan senti”. Menurut Dr.dr. Bunyamin Setiawan, di Indonesia belanja untuk industri farmasi mencapai Rp 30 triyun. Dan tahukah berapa uang dihabiskan untuk belanja industri rokok? Seratus empatpuluh triyun rupiah.

Orang minum obat belum tentu bisa menyembuhkan sakit. Tetapi menghisap rokok, bukan saja perokok yang sakit tetapi juga perokok pasip. Jadi kalau dibanding-bandingkan, biaya membuat obat tidak akan bisa mengalahkan penyakit yang diakibatkan karena merokok. Pantaslah kalau Indonesia susah bangkit dan sembuh dari kesakitan karena penyakit, serta penderitaan “kesakitan” karena kebijakan/tindakan orang-orang yang “sakit”.