February 2, 2009

Profesor 3

Filed under: Uncategorized — rani @ 8:56 pm

Dalam suatu kesempatan, bertemu dengan dosen senior di salah satu fakultas.Sebagai suatu keramahtamahan saya tanya mengenai kapan akan dilakukan pengukuhan profesornya. Tanpa diduga-duga akhirnya dia cerita tentang pengukuhan profesor serta komentar teman-temannya yang juga telah mengantungi SK pengangkatan sebagai Guru Besar. Kendala utama, perlu dana tidak sedikit untuk upacara pengukuhan Guru Besar. Paling tidak dibutuhkan 35 juta rupiah untuk keperluan upacara pengukuhan.

Dana sebesar itu untuk kepentingan pembuatan undangan, pembuatan toga Guru Besar, sewa gedung, pencetakan buku pengukuhan, uang lelah petugas protokol dan penyediaan konsumsi. Kalau ditanggung sendiri, repot juga. Untunglah ada ketentuan dari Dewan Guru Besar, upacara pengukuhan dilaksanakan apabila paling sedikit ada dua Guru Besar yang akan dikukuhkan secara bersama-sama. Lebih dari dua orang lebih baik, karena beban pembiayaan akan semakin ringan. Tetapi tetap saja masih dirasakan pembiayaan terlalu berat. Sehingga ada Guru Besar yang tidak mau melakukan upacara pengukuhan.

Tempo hari, (alm) Prof. Sujudi, mantan rektor UI pernah bercerita mengenai upacara akademis pengukuhan Guru Besar. Dia mengatakan bahwa memang sejak dulu ada tradisi akademik pengukuhan Guru Besar, untuk menunjukkan kualitas keilmuan seorang Guru Besar. dengan cara membacakan orasi ilmiah mengenai bidang keahliannya, sehingga orang dapat mengetahui wawasan keilmuannya. Usai acara biasanya ada jamuan untuk menghormati tamu/undangan. Tidak ada aturan yang khusus harus seperti apa jamuan itu. Tetapi hanya diberikan batasan, cukup disediakan minuman ringan, kue/makanan yang manis dan asin. Tetapi rupanya sebagai tuan rumah yang ingin menjamu tamu dengan sebaik-baiknya, akhirnya ketentuan di atas ditafsirkan secara berlebihan. Maka disediakan makanan manis dan asin yang setengah berat hingga makanan yang berat (nasi dengan lauk pauknya). Ini tentu saja menyebabkan dana membengkak untuk penyediaan konsumsi.

Bagaimana memecahkan permasalahan dana pengukuhan ini? Ada pengalaman menarik ketika Rektor UI dijabat Prof. Usman Chatib Warsa. Waktu pengukuhan Guru Besarnya dilakukan bersamaan dengan upacara wisuda. Orasi ilmiah dilakukan sebelum upacara wisuda.Teknis pengukuhan Guru Besar bersamaan dengan upacara wisuda dapat dilakukan seperti berikut. Misalnya saja Rektor mengumumkan Guru Besar yang dikukuhkan siapa saja, kemudian dilakukan orasi ilmiah oleh salah seorang Guru Besar mewakili Guru Besar lainnya. Alternatif lainnya, pengukuhan dilakukan secara simultan para Guru Besar satu Fakultas, pembiayaan ditanggung pihak fakultas. Anggaran bisa dibuat setelah dapat diprediksi berapa banyak Guru Besar yang akan dikukuhkan dalam setahun. Dengan cara seperti ini, para Guru Besar tidak banyak mengeluarkan biaya. Syukur-syukur kalau semua pembiayaan ditanggulangi pihak fakultas.

UI dan Semangat Perubahan

Filed under: Uncategorized — rani @ 12:27 pm

Menyambut peringatan Sumpah Pemuda tahun 2008 yang akan genap berusia 100 tahun sejak dicetuskannya, maka ada baiknya pada momen sepenting itu diperingati dengan melakukan kegiatan yang akan dikenang bagi generasi mendatang. Bukan saja secara simbolis tetapi juga secara stratejik melalui perencanaan matang yang dapat direalisir dan dilaksanakan secara bertahap bagi masa depan bangsa.

Seperti kita tahu semua, Sumpah Pemuda yang mengusung persatuan dan kesatuan  bertanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia, merupakan inti dari semangat untuk berubah yang kemudian menjadi motor penggerak bagi kemerdekaan bangsa, terlepas dari belenggu penjajahan. Semangat perubahan yang merupakan inti dari sumpah pemuda ternyata juga mewarnai dan melandasi berdirinya Universitas Indonesia (UI), dimulai ketika mencetak para mantri cacar untuk mengatasi wabah penyakit yang kemudian berubah menjadi menjadi sekolah dokter Jawa dan akhirnya menjadi UI. Disinilah UI memegang peranan penting sebagai sokoguru pendidikan, mencetak tenaga-tenaga terdidik dan ahli di bidangnya yang diabdikan bagi kesejahteraan  bangsa.

Sudah menjadi bagian sejarah, keberadaan UI senantiasa menjadi agen perubahan,baik yang dilakukan oleh para mahasiswanya maupun para pimpinannya. Dan kini pun UI tengah mengalami perubahan yang akselerasinya semakin cepat, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Momen ini harus senantiasa dipompa dan disosialisasikan, baik bagi warga UI maupun bagi kalangan di luar UI, dengan maksud supaya senantiasa dapat memacu semangat untuk berubah.

Pada upacara Wisuda hari Sabtu lalu (31/01) Rektor UI dalam pidatonya mengingatkan kembali tentang sejarah UI  dan menekankan titik tolak berdirinya UI tanggal 2 Januari 1849, yaitu ketika Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan besluit nomor 22 tahun 1849, berisikan mengenai sejumlah 30 pemuda suku Jawa akan dididik secara cuma-cuma menjadi tenaga pembantu di bidang kesehatan dan mantri cacar (vaccinateur) di beberapa rumah sakit militer. Jika ini titik tolak berdirinya UI, maka implikasinya Dies Natalis yang selama ini diperingati setiap tanggal 2 Februari akan berubah dan kenyataannya memang pada hari ini ( 2 Februari 2009) di UI tidak ada acara peringatan ulang tahun UI. Seperti kita ketahui, 2 Februari 1950 terjadi peristiwa pergantian nama dari Universiteit van Indonesie menjadi Universitas Indonesia.

Pro dan kontra pasti akan terjadi dengan perubahan peringatan Hari Ulang Tahun UI. Tetapi ada satu hal yang mungkin orang belum mengetahui tentang makna perubahan  tersebut. Dari analisis beberapa pernyataan Rektor UI dalam berbagai kesempatan, ada satu keinginan  supaya UI berperan terhadap peradaban bangsa dan senantiasa berada di depan dalam hal memajukan ilmu pengetahuan, sesuai dengan nama universitas yang disandangnya yaitu nama negara dan bangsa. Rektor UI mempunyai suatu mimpi kalau suatu saat nanti orang Indonesia akan dapat  meraih hadiah Nobel. Dan kalau kita telusuri sejarah pendidikan Indonesia sampai ke hulu seperti yang disebutkan di atas, ternyata ada Prof.Dr. Christiaan Eijkman (1858-1930) Direktur sekolah dokter Djawaschool yang meraih hadiah Nobel tahun 1929 untuk bidang Fisiologi dan Kedokteran.

Mungkinkah semangat Eijkman akan bisa menulari para staf pengajar dan peneliti UI masa kini?

Wallahualam bisawab.

Pengembangan SDM Untuk Terwujudnya Transformasi Sosial-Ekonomi

Filed under: Uncategorized — rani @ 7:23 am

Catatan: Di bawah ini adalah teks pidato Rektor UI (alm) Prof.Dr. Sujudi yang dibacakan pada upacara memperingati Dies Natalis UI ke-41 tanggal 2 Februari 1991. Dalam teks pidato terungkap pencanangan universitas riset, inkubator teknologis dan transformasi sosial-ekonomi dalam menyongsong era tinggal landas, serta otonomi pengelolaan UI, yang kemudian menjadi inti dari PP tentang Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara/BHMN tahun 2000.

Pada pagi hari ini kita yang hadir rasanya tiada kata yang lebih tepat untuk diucapkan selain puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan pelbagai macam kebahagiaan, kenikmatan dan kesempatan termasuk kesempatan menuntut ilmu sehingga kita dapat hadir dalam acara peringatan HUT UI ke-41, sekaligus mendengarkan pidato ilmiah yang akan disampaikan oleh Dr. Amir Santoso.

Bagi saya selaku Rektor, sungguh suatu kehormatan untuk atas nama sivitas akademika dan keluarga Besar UI lainnya mengucapkan selamat datang di Kampus Baru UI di Depok, juga ucapan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran para undangan.

Rasanya belum lama di antara kita yang hadir untuk berada kembali di Gedung Balairung ini waktu kita bersama memperingati HUT UI ke-40 dengan semboyan “Catur Dasawarsa, Universitas Indonesia, Lebih dewasa.” Pada waktuitu saya kemukakan bahwa dengan makin dewasanya UI, maka UI merencanakan dalam program pengembangannya antara lain ialah menuju ke Research University dengan keterpaduan dalam kegiatannya serta pemantapan dalam pelaksanaan otonomi pengelolaan UI.

Juga saya kemukaan beberapa rencana usaha atau kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu antara lain usaha Industri Masuk Kampus atau UI sebagai incubating Technology untuk meningkatkan peran UI dalam usaha pemerintah atau dunia usaha dalam alih teknologi, yang akan membuat UI sebagai one stop shop sebagai toko serba ada untuk tenaga-tenaga ahli dalam pelbagai macam bidang ilmu dan kegiatan-kegiatan dalam pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi serta budaya.

Pada hari ini umur UI sudah bertambah satu tahun menjadi 41 tahun. Perkenankan saya melaporkan beberapa hasil atau kegiatan dalam tahun 1990 yang rasanya perlu kami sampaikan pada kesempatan ini.

Bidang Pendidikan dan Penelitian

Jumlah mahasiswa sudah mencapai 21.236 orang dengan perincian untuk program studi sarjana 14.539, program studi diploma 4.197 orang dan 2.500 orang ialah program studi pascasarjana, yang berarti terjadi kenaikan pada program studi pascasarjana. Jumlah lulusan doktor meningkat menjadi 33 orang, sedangkan pada tahun 1989 hanya 10 orang. Lulusan program studi magister dan spesialis 416 orang juga meningkat, sedangkan untuk program studi sarjana dan diploma sudah mantap.

Kegiatan penelitian baik yang dilakukan oleh para staf pengajar maupun mahasiswa juga sudah meningkat. Kegiatan penelitian dasar juga sudah mulai berjalan khususnya di bidang kedokteran.

Bidang Kerjasama dengan Dunia Usaha

Dalam usaha industri masuk kampus sebagai usaha kerjasama antara dunia usaha dengan universitas Indonesia yang akan mempunyai dampak positif bagi kedua belah pihak, UI akan terlibat dengan permasalahan yang ada di industri/masyarakat dengan melibatkan para staf pengajar dan mahasiswanya dengan segala perangkat kemampuan dan sarananya untuk membantu memecahkannya baik melalui penelitian maupun melalui pendidikan dan pelatihan. . Satu contoh yang ingin saya kemukakan yaitu kerjasama antara PT INDOSAT dengan PUSILKOM-UI, untuk meningkatkan pelayanan telegram yang manual ke sistem komputer. Dengan penambahan peralatan dan dana dari INDOSAT kepada PUSILKOM, maka pada tahun 1990 telah dapat dioperasikan di INDOSAT salah satu riset terapan terbesar dalam bidang komputer di UI, yang disebut Sistem Telegram Otomat Indonesia (STGOI). STGOI ini terdiri dari seperangkat computer, sebagian dirancangbangun oleh PUSILKOM dengan Fakultas Teknik dan seperangkat lunaknya berupa programnya, sehingga setiap pengiriman telegram yang semula memerlukan waktu 20 menit dapat dipercepat menjadi 2 menit saja.

Proyek STGOI telah melibatkan 16 orang staf peneliti dan menghasilkan produk akademis berupa 9 buah penelitian staf, sebuah penelitian Magister Ilmu Komputer, 6 buah penelitian Sarjana Teknik Komputer, 3 buah makalah yang dipresentasikan di berbagai forum internasional dan 2 buah chip yang diproduksi prototipenya di Australia. Dengan proyek semacam ini bukan saja membuahkan hasil profesional, tetapi juga berbagai produk akademis yang akan memutakhirkan pengetahuan staf dan kurikulum pengajaran di UI.

Bidang Kemahasiswaan

Kegiatan kemahasiswaan cukup padat dan beberapa di antaranya turut mengharumkan nama UI dan negara Indonesia di dunia internasional. Beberapa mahasiswa atau kelompok mahasiswa telah berhasil meraih prestasi pada forum lomba karya mahasiswa tingkat nasional seperti Lomba Karya Inovatif Produktif yang diselenggarakan oleh Departemen P & K.

Sejalan dengan pengembangan ilmu Pengetahuan dan teknologi, mahasiswa FTUI jurusan mesin telah berhasil merancang dan melaksanakan bendera raksasa di Tugu Monas dalam rangka perayaan 45 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI. Mereka juga berhasil merakit sendiri sebuah hovercraft dengan mesin bekas, yang mungkin akan berguna dalam gerakan atau pertolongan pada waktu terjadi banjir atau dapat digunakan di danau-danau di Indonesia.

Dalam bidang olahraga atlit renang putrid UI, mahasiswa Program Diploma Fakultas Sastra telah memecahkan rekor Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN pada bulan November yang lalu di Bandung. Kelompok mahasiswa Pencinta Alam UI (MAPALA UI) juga telah menaklukan puncak gunung El Brus di Uni Soviet. Sebagai puncak gunung ke-4 dari 7 puncak gunung tertinggi di dunia.

Program peningkatan prestasi olahraga mahasiswa UI akan ditingktkan dengan melengkapi sarana dan prasarana olahraga serta menyediakan pelatih untuk beberapa cabang olahraga tertentu. Diharapkan pada tahun 1991 fasilitas atletik, hockey dan soft-ball dapat diselesaikan dengan adanya bantuan dana dari PEMDA DKI Jakarta.

Dalam bidang seni, mahasiswa UI telah turut dalam mempromosikan visit Indonesia Year 1991 dengan mengikuti Folkmood Festival suatu festival tari tradisional internasional di North Carolina, USA.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat diselenggarakan oleh senat mahasiswa fakultas-fakultas maupun oleh unit kegiatan mahasiswa langsung kepada masyarakat. Pengabdian tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan penyuluhan, bantuan perpustakaan, pembinaan koperasi dan industri kecil, kesehatan, teknologi, pendidikan dan lainnya, sebagai bakti mahasiswa UI terhadap masyarakat.

Peranan mahasiswa UI dalam profesi tingkat nasional dan internasional juga menunjukkan peningkatan. Sekretaris Jenderal organisasi mahasiswa profesi tingkat nasional untuk bidang ilmu ekonomi, psikologi, kedokteran dan berbagai jurusan MIPA dijabat oleh mahasiswa UI. Demikian pula halnya untuk Ikatan Mahasiswa Hukum ASEAN (ALSA). Pada pertengahan tahun 1990 diadakan konperensi Asian Medical Student Association (AMSA), yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Kedokteran Indonesia yang berkedudukan di FKUI.

PP No.30 Tahun 1990 dan Statuta UI

Dengan dikeluarkan PP No.30, Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi, yang dikenal sebagai Peraturan Pemerintah yang mempunyai ciri keterbukaan dalam system pendidikan tinggi, fleksibel dan disentralisasi kewenangan atau otonomi pengeloaan prguruan tinggi, maka tahun 1990 merupakan tahun tantangan baru bagi semua perguruan tinggi di Indonesia untuk menyusun statutanya yang sesuai dengan kemampuan, kemajuan, serta tantangan dan lingkungannya masing-masing.

Statuta tersebut akan menjadi pedoman dasar yang akan dipakai sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan dan menyelenggarakan program kegiatan fungsionil sesuai dengan tujuan UI.

Syukur alhamdulillah konsep akhir statuta UI yang berisikan 16 bab dan 96 pasal telah selesai disusun oleh sebuah Tim dan konsep tersebut telah disampaikan pada rapat senat Universitas Indonesia. Saat ini kami menunggu tanggapan lebih lanjut dari para anggota Senat Universitas Indonesia maupun dari tingkat fakultas.

Dengan PP No.30 Tahun 1990 berarti Pemerintah akan mengembalikan fungsi, kewenangan serta tanggung jawab bagi perguruan tinggi di Indonesia sesuai dengan kehidupan akademiknya.

Bagi UI berarti membuka kesempatan dan izin untuk menyusun pentahapan program kerja dan pengembangannya seperti yang tercantum dalam Kebijakan Dasar Pengembangan Jangka Panjang UI 20 tahun mendatang dengan organisasi dan tata kerjanya seperti yang tercantum pada statuta UI.

Kehidupan kemahasiswaan termasuk organisasinya akan lebih terjamin dalam penyusunan dan pelaksanaan programnya yang sesuai dengan kehidupan almamater. Kehidupan masyarakat ilmiah bagi staf pengajar dan mahasiswa akan lebih terjamin pelaksanaannya sesuai dengan kemampuan universitas dan fakultasnya masing-masing. Para anggota Senat Universitas akan lebih terlibat dalam penyusunan kebijakan dan program kerja serta pertanggungan jawab pimpinan universitas.

Kesempatan mengembangkan diri dengan penyusunan serta pentahapan program kerja dan kesempatan memanfaatkan dana yang tersedia di masyarakat yang ternyata memang dibenarkan dengan adanya PP No.30 Tahun 1990, maka UI khususnya akan dapat lebih banyak berperan dalam menghadapi pembangunan nasional mendatang.

UI – Sumberdaya Manusia dan Transformasi Sosial-Ekonomi

Menjelang akhir tahun 1990 telah diadakan beberapa seminar oleh pelbagai jenis instansi dengan penekanan pada betapa pentingnya sumberdaya manusia.Mulai Repelita VI, 1994/1995 – 1998/1999 yang akan datang, kita akan memasuki periode pembangunan Jangka Panjang 25 tahun kedua dan periode ini dikenal sebagai era tinggal landas.

Di dalam era tinggal landas diperkirakan akan terjadi perubahan mendasar di pelbagai bidang pembangunan nasional, karena kemajuan di bidang ekonomi, tenaga kerja, kependudukan dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Di bidang ekonomi diperkirakan akan terjadi suatu pergeseran dari sektor pertanian ke sektor industri, juga dalam komposisi tenaga kerjanya. Di bidang kependudukan akan terjadi suatu transisi demografis yang mempengaruhi bentuk struktur usia penduduk.

Pembangunan nasional kita yang akan datang akan berada di tengah-tengah zaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang perkembangannya sangat pesat, khususnya yang menyangkut bidang bioteknologi, informatika dan teknologi material.

Menyadari akan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan nasional yang akan datang, maka UI sudah memasukkan dalam Kebijakan Dasar Pengembangan Jangka Panjangnya, kemudian dalam Statutanya bahwa tujuan Universitas Indonesia ialah mengembangkan sumberdaya manusia di dalam segala macam bidang ilmu dengan kemampuan serta disiplin nasional yang tinggi dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar alih teknologi yang diperlukan untuk pembangunan nasional dapat menunjang terwujudnya transformasi sosial-ekonomi.

UI juga merencanakan peranannya untuk secara aktif dapat terlibat dalam alih teknologi agar selain dapat mempercepat dan lebih murah dalam menyiapkan pengoperasiannya, pula dapat terlibat dalam pengkajian teknologi tersebut, sehingga keluarnya akan lebih sesuai dengan kebutuhan industri kita serta kehidupan sosial, budaya dan ekonomi. Dengan demikian akan terpenuhi terwujudnya transformasi sosial-ekonomi.

Saudara-saudara anggota Senat Guru Besar serta anggota Senat universitas lainnya. Saudara-saudara staf pengajar, para karyawan dan para mahasiswa Universitas Indonesia.

Tahun 1991 adalah tahun yang bermuka dua, karena kalau dibaca baik dari depan maupun dari belakang adalah sama. Bagi UI ini berarti bahwa ke dapan yaitu pembangunan nasional harus dinomorsatukan dan untuk melaksanakannya harus dengan seluruh kemampuan, kekuatan yang ada serta perencanaannya yang tepat pula. Gunanya ialah untuk yang ada di belakang yaitu rakyat Indonesia yang juga harus dinomorsatukan untuk ditarik guna mencapai kemajuan dan kemakmurannya dengan kesungguhan dan kekuatan serta upaya maksimal pula yaitu angka sembilan sebagai angka tertinggi.

Inilah usaha UI dengan seluruh sivitas akademikanya dan Keluarga Besar lainnya yang selalu berjuang sesuai dengan tantangan yang ada. Dengan cara ini maka UI akan berusaha mengurangi kesenjangan sosial yang akan timbul akibat pembangunan nasional kita yang tujuannya ialah guna mencerdaskan kehidupan bangsa yang akan meningkatkan kualitas bangsa kita, meningkatkan harkat dan martabat bangsa sesuai dengan amanat luhur yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Usaha UI untuk menuju ke Research University untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang akan mampu melakukan penyaringan dan pengkajian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi guna pembangunan nasional yang akan datang, serta rencana UI sebagai incubating technology, mempunyai 3 ketepatan yaitu, tepat pilihannya untuk mengembangkan sumberdaya manusia, tepat waktunya karena menghadapi era tinggal landas dan tepat sasarannya, ialah terwujudnya transformasi sosial-ekonomi guna kesejahteraan rakyat Indonesia.

Marilah kita manfaatkan UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No.30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi dengan UU Swadana yang masih akan datang untuk untuk memudahkan dan mendorong program UI dalam usahanya menyiapkan sumberdaya manusia guna menghadapi era tinggal landas.

Akhirnya perkenankan saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh sivitas akademika yang sampai sekarang tetap menjadi tulang punggung UI atas dedikasi dan pengorbanannya, juga kepada para karyawan lainnya yang membuat kemudahan kerja bagi sivitas akademika serta pimpinan universitas untuk terwujudnya masyarakat ilmiah UI. Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para alumni yang tergabung dalam ILUNI-UI yang terus membina kerjasama dan mempertahankan nama Universitas Indonesia. Juga kepada ibu-ibu Dharma Wanita UI yang terus memberikan dorongan dalam tugas para suami di Universitas Indonesia saya ucapkan terima kasih. Tidak lupa pula ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para anggota Dewan Penyantun yang terus turut membantu program dan membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi universitas Indonesia, juga kepada semua pihak yang telah menjalin kerjasama guna kemajuan kita bersama.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa terus memberikan petunjukNya ke jalan yang benar serta Taufik dan HidayahNya kepada kita semua. Amien.