October 10, 2016

Tekad Harus Kuat

Filed under: Uncategorized — rani @ 1:18 pm

ayaaSudah lama tidak menulis, karena disibukkan dengan kegiatan rekam merekam dan yang ada kaitannya dengan bidang audio visual. Taun 2014 di bulan oktober juga sempat menurunkan tulisan “Turun Gunung” dimana bertekad untuk aktif kembali menulis. Tetapi hanya satu dua tulisan saja yang dapat dihasilkan.

Kali ini di bulan Oktober pada tanggal 10 tahun 2016 tekad harus diperbaharui lagi, dengan beberapa alasan. Pertama berkaitan dengan memasuki tahun baru 1438 Hijriah. Penanggalan tahun baru Islam pada tanggal 2 Oktober 2016 Masehi. Kenapa harus tahun baru Islam (Hijriyah)? Untuk mengingatkan kembali era kebangkitan Islam dimulai dengan Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Dari situlah dimulainya Perkembangan peradaban Islam di dunia (Madaniah).

Kedua, pertengahan tahun ini dimulainya kehidupan baru bagi penulis, dimana banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk menuliskan kenang-kenangan dinamika kehidupan kampus. Satu hal yang jarang menjadi bahan tulisan. Mudah-mudahan bisa menjadi “pencerahan” bagi yang sempat membaca tulisan ini.

Ketiga, pada bulan Oktober ini ada peristiwa yang terjadi yang menjadi kesinambungan kehidupan UI Yaitu dimulainya pembangunan kampus UI di Depok. Satu peristiwa yang tidak banyak diketahui generasi muda UI, baik mahasiswa, staf pengajar maupun tenaga kependidikan. Kebetulan penulisa dalam beberapa kegiatan menjadi saksi sejarah dan pendokumentor beberapa peristiwa penting yang berkaitan dengan pembangunan Kampus UI Depok.

Dengan tiga alasan tersebut di atas, menjadi dorongan kuat untuk kembali aktif dalam bidang tulis menulis. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk merealisir niat itu. (10102016)

March 21, 2016

Rektor Jadi Khatib Jumat

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:29 am

Diantara segudang kegiatan di lingkungan UI, tidak semuanya bisa diambil dokumentasinya. Tapi kebetulan Jumat (18/03) kemarin di mesjid UI Kampus Depok, bisa mengambil beberapa cuplikan khutbah jumat, yang kebetulan bertindak sebagai khatib Rektor UI Prof.dr.Ir. M. Anis, M.Met dengan menggunakan HP.

Tidak siap untuk melakukan pengambilan gambar, dan datang ke masjid pun agak terlambat, posisi pengambilan gambar pun hanya dari samping dan agakjauh dari podium, dimana khotib membacakan khutbahnya. Tapi suara cukup bagus karena posisi pengambilan kamera dekat dengan salah satu speaker yang terletak di salah satu sudut ruangan mesjid.

Topik khutbah berjudul “Berfikir positif”. Ide atau pokok-pokok isinya mengambil dari buku karangan Ibrahim al Fikki, tentang berpikir positif. Setelah selesai jumatan segera saja dipindahkan ke hard disk komputer, kemudian dipilah kira-kira bagian mana yang bisa digabung dan ditampilkan menjadi sebuat dokumentasi unuk ditayangkan di facebook dan atau di WA HP.

Tidak semua Rektor UI bisa menjadi khatib. Beberapa rektor yang pernah menjadi khatib antara lain Prof.dr. MK Tadjudin, Prof. Gumilar dan Prof. M. Anis. Tidak setiap saat pula mereka bisa naik mimbar menjadi khatib karena 52 jumat dari awal trahun hingga akhir tahun terisi penuh. Dalam setahun paling tidak hanya sekali saja dapat giliran sebagai Khatib. Dua rektor sebelumnya, tidak sempat didokumentasikan. Maka dokumentasi Rektor yang menjadi khatib ini menjadi sangat penting bagi khasanah dokumentasi di UI. (200316)

March 18, 2016

UI Terima Rombongan Swiss State Secretary for Educational, Research and Innovation

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:59 am

Untuk pertama kalinya UI kedatangan tamu wakil beberapa perguruan tinggi di Swiss dipimpin Swiss State Secretary for Education, Research and Innovation H.E Mr. Mauro Dell “Ambrogio. Rombongan diterima Rektor UI, Wakil Rektor II dan Wakil Rektor IV, Direktur IO dan Direktur Riset serta Dekan FK dan Dekan FT.

Pada kesempatan itu, masing-masing wakil perguruan tinggi memperkenalkan diri dan mengusulkan bidang apa yang bisa dikerjasamakan dengan pihak UI. Setelah selesai, melakukan foto bersama dan kemudian menuju ke aula Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) untuk mendengarkan Kuliah umum yang disampaikan H.E. Mr. Mauro Dell’ Ambrogio.(180316)

Mualaf Bersyahadat

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:31 am

Jumat lalu (11/03) untuk pertama kalinya dalam bulan Maret ini berhasil melakukan 3 dokumentasi kegiatan yang terjadi di UI. Memang jarak dari 3 peristiwa itu berdekatan dan berada di lingkungan kampus UI Depok. Tetapi butuh persiapan yang baik sebagai seorang dokumenter. Karena bisa saja peristiwanya terjadi atau berlangsung tiba-tiba. kalau saja momen atau peristiwa yang terjadi dibiarkan, dalam waktu cepat akan hilang dan tidak bisa diulang kembali Karena itulah harus selalu siap setiap saat.

Peristiwa di bawah ini terjadi sehabis shalat jumat di mesjid UI Depok. Kalau pergi dahulu ke kantor untuk membawa peralaltan video, akan banyak memakan waktu. Padahal acara pembacaan syahadat akan berlangsung setelah selesai shalat jumat. Maka dengan peralatan HP, akhirnya peristiwa yang amat penting itu bisa direkam. dan bahkan sempat mewawancarai orang yang telah bersyahadat.

Maharani namanya, orang tuanya berasal dari etnis Batak dan Jawa. Menurut pengakuannya, sudah sejak lima tahun lalu berkeinginan membaca syahadat. Ini berkat karena pergaulannya dengan keluarga ibunya. Akhirnya calon suaminya, pegawai tenaga kependidikan FEB UI mengajaknya untuk menyatakan diri masuk Islam di Mesjid UI Kampus Depok. Semoga menjadi seorang muslimah yang sholehah. (180316)

Peristiwa dan Model Teori Komunikasi

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:39 am

Pada awal-awal kemunculannya disiplin ilmu komunikasi mengambil dari disiplin ilmu lain. Beberapa teori model komunikasi kalau ditelaah secara cermat berasal dari disiplin ilmu tertentu. Tetapi kemudian menjadi disiplin ilmu komunikasi tersendiri. Salah satunya adalah teori model komunikasi dalam menerima informasi. Intinya jika seseorang melihat suatu peristiwa ataupun mendapat suatu informasi, maka peristiwa/informasi itu akan ditangkap dan diproses sedemikian rupa oleh seseorang dan kemudian dimunculkan kembali yang bisa saja keluarannya itu akan berbeda dengan peristiwa/informasi awal yang didapat sebelumnya. Hal ini bisa terjadi, karena dalam proses pengolahan informasi dalam diri seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi pada orang tersebut. Misalnya saja faktor pengalaman dan pengetahuan dan interes dari orang tersebut. Begitulah model teori komunikasi Gerbner, sejauh yang bisa saya tangkap. Mungkin saja penafsiran ini keliru, tapi itulah yang bisa saya tangkap waktu kuliah tigapuluh tahun lalu.

Penjelasan singkat di atas sebetulnya untuk lebih memperjelas berbagai pemberitaan di media sosial yang ramai akhir-akhir ini. “hiruk-pikuk” informasi di medsos bisa dilihat dari “kacamata” teori model komunikasi yang telah dijelaskan di atas. Masalah utamanya adalah bagaimana suatu peristiwa/informasi ditangkap dan dipersepsi orang, kemudian dimunculkan kembali dalam bentuk tulisan di media sosial. Informasi yang tadinya A setelah ditangkap dan dipersepsi orang kemudian muncul di medsos, bisa jadi menjadi Aa atau aAa atau aaaaaAaaaa. Karena itu, maka sangat penting untuk mengetahui informasi awal yang asli sebelum kita memberikan komentar dan menuliskannya di medsos.

Sebagai contoh, penulis membaca di medsos pendapat seseorang terhadap pernyataan mantan jenderal TNI berbintang tiga. Pendapatnya itu sangat mengerikan sekali. Apa betul seorang mantan petinggi TNI mengeluarkan pernyataan seperti itu. Kemudian penulis mencoba untuk mencari secara utuh pernyataannya itu. Setelah dapat di mencermati dengan seksama, ternyata penulis menganggapnya sebagai sesuatu hal yang biasa saja, tidak ada kata-kata yang bisa membuat “kegaduhan”. Mungkin juga karena selama ini penulis berada di lingkungan akademis, dimana “kacamata” di lingkungan akademis sangat berbeda dengan pandangan orang awam.

Inti dari tulisan ini adalah jika kita membaca pendapat orang di medsos, hendaknya sedapat mungkin diterima dengan “kepala dingin”. Lebih baik lagi kalau kita mencari informasi aslinya, sebelum menuliskan pendapat kita di medsos. Mana mungkin dan mana sempet untuk mencari informasi yang “asli” dalam situasi yang serba cepat berubah dan serba instan. Pada akhirnya kita harus tetap memakai nalar yang benar menurut hati nurani. Tetapi kalau akhirnya juga tak bisa bernalar dengan benar, serahkan saja pada Yang Maha Kuasa. Kita harus berbaik sangka apa yang terjadi itulah yang terbaik. Dia pasti akan memberikan solusi yang terbaik untuk kita, walaupun mungkin tidak sesuai dengan yang kita inginkan. apakah hal ini menunjukkan kelemahan kita? wallahu alam bisawab. (180316)

March 8, 2016

Semua Peristiwa Tidak Kebetulan

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:31 am

Pernahkah mencoba untuk merenung sejenak mencermati satu saja peristiwa yang terjadi menimpa kita kemudian menelusuri secara cermat dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, adakah hubungan satu peristiwa dengan peristiwa tersebut. Atau lebih tepatnya lagi, bagaimana kita memaknai suatu peristiwa yang kita alami dan pengaruhnya terhadap perkembangan hidup kita selanjutnya.
Ada peristiwa/kejadian yang sesuai dengan yang kita rencanakan, ada pula kejadian yang sama sekali tidak kita duga. Kita pun meresponnya sesuai dengan yang kita rencanakan atau bahkan melakukan suatu suatu respon/tindakan yang tidak kita duga sama sekali.

Saya punya seorang teman yang sudah mendapatkan permanen residen di satu negara asing. Dia kirim sms meminta tolong untuk mencarikan nomor telpon seorang teman di NTB, karena ada keperluan kepada orang tersebut. Singkat kata saya menyanggupi akan membantu mencarikan nomor telpon teman tersebut. semalam saya bertaziah ke rumah saudara. Dilalah, ketemu dengan orang yang bisa memberikan nomor hp teman. padahal waktu berangkat dari rumah, tidak terpikirkan bisa bertemu dengan orang yang bisa memberikan nomor hp seperti yang diminta teman itu. Selain bisa mendapatkan nomor hp, ada peristiwa lain yang tidak terduga sebelumnya, yaitu jatuh dari motor karena melewati halaman rumah orang yang licin karena tanahnya berlumpur, sehingga menyebabkan kaki kanan saya sakit terkena goresan besi yang ada di motor.

Dari semua peristiwa yang telah dipaparkan di atas tadi, menunjukkan ada kaitan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Terkadang timbul satu peristwa yang tidak terduga sebelumnya yang harus direspon secara spontan dan tidak terencana. Ini sebetulnya menggambarkan salah satu model teori komunikasi yang dibuat seorang pakar komunikasi Amerika bernama Gerbner. Model Gerbner ini ini memang tidak begitu populer dibanding beberapa teori komunikasi lainnya. Di Indonesia, khususnya UI model teori komunikasi ini dipopulerkan oleh Djajusman Tanudikusumah, ketika dia membuat disertasi doktor dalam bidang Ilmu Komunikasi “Lambang Dasar Komunikasi” di FISIP UI pada tahun 1984. Model teori komunikasi ini kemudian dipakai juga oleh beberapa orang mahasiswa dalam pembuatan skripsinya.(080316).

March 7, 2016

Melancarkan Ketrampilan Menulis

Filed under: Uncategorized — rani @ 1:38 pm

Setelah sekian lama tidak melatih diri, baru kali ini mencoba untuk menulis mengeluarkan pikiran dan pengalaman yang dialami dan dilihat. Ini mungkin tulisan pertama setelah tulisan “turun gunung” dimuat di blog ini beberapa waktu yang lalu. Rupanya masih ada kekakuan dalam menulis, karena selama ini lebih banyak menulis di WA atas SMS di HP yang cukup satu dua kata, atau paling banyak satu alinea saja. Nah, ketika untuk menulis di blog yang cukup panjang terasa sekali kebingungannya, kira-kira apa yang mau ditulis. Paling tidak kaidah penulisan jurnalistik harus diikuti supaya “enak dibaca dan perlu”.

Selama ini, waktu dihabiskan untuk melakukan kegiatan pendokumentasian dalam bentuk audio visual. ada beda sekali menulis (shooting) gambar yang bersuara dan bergerak dengan tulisan dengan kata-kata. Seperti kata pepatah, gambar itu merupakan seribu kata, maka gambar bergerak bisa dianggap mencakup sejuta kata. Persiapannya juga berbeda. Dalam menulis gambar yang bersuara dan bergerak (Shooting video) harus memperhatikan pencahayaan, posisi sudut pengambilan dan suara yang akan direkam. ini rumit sekali. Misalnya saja apakah perlu wawancara khusus dengan narasumber yang bicara dalam acara tersebut. ataukah siapa saja yang harus diwawancarai untuk melengkapi dokumentasi itu. dan lain sebagainya. Tapi kalau sudah biasa sih, urusan yang serumit itu bisa mudah dilaksanakan.

Berbeda dengan membuat tulisan, dimana persiapannya tidak serumit “menulis gambar suara yang bergerak”. Tetapi memang harus ditetapkan dahulu ketika akan menulis itu apa yang akan dijadikan satu topik tulisan, kelengkapan apa yang bisa memperkaya tulisan, bagaimana penggunaan bahasa yang dipakai,bahasa ilmiah, subyektif, jurnalistik, atau sekedar menuangkan apa saja yang ada dalam pikiran. Dari sini akan dapat diketahui pola tulisan apa yang akan dibuat, berita singkat, feature, atau lainnya. Inilah barangkali pokok-pokok pikiran yang saya tangkap seketika dalam mempersiapkan suatu tulisan dan melancarkan ketrampilan menulis.(070316)

Pangsiunan

Filed under: Uncategorized — rani @ 1:09 pm

Sejak tanggal 3 Maret hingga 5 Maret 2016, mengikuti program Pra Purnabakti Pegawai Tenaga Kependidikan (tendik) Universitas Indonesia yang diikuti 38 pegawai tendik di lingkungan Pusat Administrasi Universitas (PAU). Kegiatan berlangsung di Bandung.

Keberangkatan rombongan dilepas Warek IV UI Dr. Hamid Chalid, SH., LLM di halaman gedung PAU, didampingi Direktur SDM UI Riani Rahmawati, Ph.D. Dalam sambutannya, Hamid mengatakan, dulu pegawai itu dianggap dan diperlakukan sebagai buruh. Tetapi dengan perkembangan waktu, tumbuh kesadaran untuk lebih memanusiawikannya. maka dibuatlah berbagai kegiatan untuk lebih “memanusiakan” para buruh/pegawai. kegiatan Pra Purnabakti ini merupakan salah satu perhatian pimpinan UI terhadap pegawai UI.

Kegiatan diisi dengan mendengarkan ceramah dari para wirausaha yang telah berhasil, dan menawarkannya, barangkali ada peserta ada yang berminat untuk berwirausaha dan menjadi mitra usaha. selain ceramah, juga dilakukan peninjauan langsung ke lapangan, seperti mengunjungi tempat pembuatan kue kering, melihat dari dekat pabrik bandrek dan budidaya lele Sangkuriang. Peninjauan diakhiri mengunjungi Kebun Rizal di Maribaya Bandung. Pada hari ketiga berkesempatan untuk menikmati suasana di Farm House Lembang Bandung.

Apa yang bisa ditarik manfaat dari kegiatan ini? Paling tidak, bisa mengakrabkan sesama anggota Pra Purnabakti, memperluas wawasan mengenai bidang usaha yang akan dijalani setelah pensiun. Dan yang paling utama adalah melupakan sejenak kejenuhan bekerja dan urusan di kantor. (070316)

October 1, 2015

Turun Gunung

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:17 pm

Setelah sekian lama tidak mengisi blog staf, kali ini mencoba kembali untuk menulis mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan keadaan sekeliling kampus. Tujuannya selain untuk meramaikan blog staf juga untuk “menumpahkan” berbagai pengalaman selama 35 tahun bergelut dan berkarya di Almamater. juga untuk mencoba mengejar dan meraih satu prestasi dengan banyak menulis.

Tahun ini pula genap 31 tahun berkiprah dalam bidang audio visual di lingkungan UI. boleh dikatakan merintis merekam berbagai kegiatan UI melalui audio visual. Suatu “kebetulan” yang barangkali sudah diatur dari “sononya” harus berkecimpung dalam dunia dokumentasi.

Sangat sedikit sekali para staf UI (baik dosen maupun tenaga kependidikan) yang mau untuk berbagi pengalamannya serta menuangkan dalam bentuk tulisan di blog staff ini. Inilah barangkali salah satu tujuan sampingan lainnya untuk mendorong dan menuangkan pengalaman para warga Ui dalam bentuk tulisan untuk saling berbagi dan menimba pengalaman.

Semoga saja tulisan-tulisan yang saya tuangkan di blog ini dapat menginspirasi warga UI lainnya untuk membuat tulisan. (011015)

December 9, 2014

Doni Munardo yang saya kenal

Filed under: Uncategorized,Warna Warni — rani @ 5:16 pm

Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal (TNI) Doni Munardo, terlambat datang pada acara penanaman pohon di Kampus UI Depok yang berlangsung hari Minggu (07/12). Acara penanaman pohon pun akhirnya diwakili Wadanjen Kopassus Brigjen (TNI) M. Herindra. Dari UI diwakili Wakil Rektor Prof.Dr. Bambang wibawarta MA. Setelah acara penanaman usai selang beberapa waktu kemudian barulah Doni Munardo tiba dan langsung menanam pohon Cerme yang telah disediakan. Cara menanam pohon pun unik. Tanah untuk menimbuni akar pohon ditaburkan memakai telapak tangan telanjang. Setelah dirasa cukup, diteruskan penimbunan dengan memakai cangkul. Ini mengingatkan kepada adanya zat-zat tertentu pada telapak tangan yang dapat menyuburkan tanah, seperti juga kalau kita makan dengan tangan menambah kelezatan pada makanan.

Perkenalan dengan Doni Munardi terjadi beberapa tahun lalu, ketika Kopassus melakukan penanaman pohon di hutan Wales Barat di dekat asrama mahasiswa di Kampus Depok. Waktu itu masih menjabat sebagai Wadanjen Kopassus. Karena ada keperluan yang mendesak penanaman pohon dimajukan mendahului penanaman pohon yang dilakukan Danjen Kopassus beberapa hari kemudian. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap penghijauan. Bahkan menurut anak buahnya, Doni Munardo tidak segan-segan belajar dan memperdalam tentang seluk beluk dan karakteristik berbagai pohon langka di nagri jiran.

Tidak lama setelah melakukan penanaman pohon di kampus UI Depok, Doni Munardo ditugaskan sebagai Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres). Pada masa ini, penulis bertemu lagi dalam satu acara peresmian pembukaan lembaga nirlaba internasional Latif Jamil Poverty Action Lab (J-PAL) cabang Indonesia yang bekerja sama dengan LPEM-FEUI di Hotel Indonesia. Acara yang diresmikan Presiden SBY dikawal oleh Paspampres.Pada acara itu Doni Munardo kelihatan akrab dengan para reporter. Bahkan sempat tukar-tukaran nomor telepon. Pada kesempatan itu penulis sempat memberikan rekaman video kegiatan mahasiswa UI yang melakukan demonstrasi pada awal reformasi 1998. Tak lupa menitipkan juga satu keping dvd untuk Presiden SBY dan memohon bantuannya minta waktu untuk wawancara dengan presiden seputar peristiwa reformasi. Waktu itu SBY menjabat Kepala Asisten Teritorial ABRI yang bertanggung jawab terhadap keamanan di ibukota. Selang beberapa hari kemudian ada kiriman sms dari Doni Munardo, yang menyatakan terima kasih atas kiriman dvdnya, sambil menyatakan sebaiknya permintaan untuk wawancara dengan Presiden SBY bisa menulis surat ke Sekretariat Negara.

Usai penanaman pohon di kampus UI depok, Doni Munardo masih sempat bincang-bincang dengan Pimpinan UI yang mengusulkan supaya di Kampus Depok disediakan lahan khusus untuk penanaman pohon-pohon langka khas Betawi. Misalnya buah kemang, gandaria, manggis, dan lain-lain. Setelah cukup lama, tiba tiba muncul seorang reporter yang meminta Doni Munardo untuk melakukan rekayasa ulang penanaman pohon. Dalam hati membatin, pasti ditolak, kurang ajar sekali menyuruh komandan jenderal Kopassus sesuai perintah sang reporter. Tidak disangka Doni Munardo menurut apa yang diperintahkan reporter. Bahkan tidak segan-segan Doni Munardo memberi usulan wawancara dilakukan di dekat pohon Mahoni, yang dua tahun lalu ditanam Kopassus. (091214)