0

Terjaring Dunia Jejaring

Posted in Opini at March 10th, 2014 / No Comments »

Di abad ini kata ‘jejaring’ menjadi begitu sangat populer, terutama karena lebih sering dikaitkan dengan internet. Inilah tempat dimana setiap orang yang terkoneksi di dalamnya akan menjadi bagian dari komunitas global. Ternyata memang benar kini dunia terasa semakin datar seperti kata Thomas L.Friedman dalam bukunya yang fenomenal “The World is Flat”. Kehidupan manusia seolah seperti terjadi di lapangan bermain yang sama. Tempat yang jauh pun terasa begitu dekat dan tak berbatas (borderless). Apa yang terjadi di belahan bumi lain dengan cepat menyebar tak terbendung ke seluruh penjuru dunia. Paradigma sebuah berita kini bukan lagi semata “sesuatu yang sudah terjadi” (something already happened), tapi “sesuatu yang sedang terjadi” (something being happening). Bukan sihir bukan pula sulap, kini kita bisa seolah hadir di tempat lain tanpa harus benar-benar hadir (you can be there without being there) karena semuanya terhubung begitu mudahnya melalui media live streaming di internet. Informasi hanya berada di ujung jari, tinggal ketikkan kata kunci yang diinginkan maka segudang jawaban akan tersaji di depan mata.

Kemunculan media jejaring sosial pun kini membuat kehidupan terasa berubah. Hubungan pertemanan dan persahabatan menjadi makin terasa. Berbagai ucapan selamat ulang tahun pun akan mengalir bertubi-tubi pada saat tanggal kelahiran tiba. Hari-hari aktifitas dilalui dengan selalu meng-update status atau tweet. Bahkan ada yang beranggapan bahwa eksistensi seseorang akan semakin dianggap tinggi seiring dengan jumlah pertemanan (friends atau follower) yang dihimpunnya. Makin besar jumlahnya makin diperhitungkan eksistensinya. Kini sudah muncul pula indeks yang mengukur tingkat keberpengaruhan seseorang (influence level index) di dalam media jejaring sosial, yaitu seberapa banyak kata-katanya berpengaruh, yang kemudian di quote, di share atau di re-tweet oleh orang banyak. Itulah sebabnya ada yang mengatakan bahwa era jejaring sosial adalah era nya mereka yang pandai merangkai kata. Para penulis, jurnalis dan bahkan blogger kini seolah sedang mendapati masa-masa keemasannya. Berapa banyak mereka yang pandai menulis kini menjadi begitu terkenal bak selebritis. Kumpulan tulisannya makin banyak dibaca orang dan bahkan diterbitkan menjadi buku. Sungguh fenomena yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Alangkah beruntungnya mereka yang memanfaatkan fenomena ini menjadi momentum yang bernilai, yang membuatnya menjadi lebih cerdas karena makin produktif menggali pengetahuan dan berbagi ilmu; membuat kehidupannya makin bermakna karena makin produktif dalam memberikan pencerahan dan menginspirasi orang banyak; membuat dirinya makin berarti karena makin produktif dalam membangun silaturahmi, serta membuat makin terbukanya ladang-ladang amal karena makin produktif dalam berkarya. Mudah-mudahan jangan sampai fenomena ini justru membuat kita sekedar ‘terjaring di dunia jejaring’ yang membuat energi dan waktu kita malah terkuras sia-sia. Bukannya mendatangkan manfaat, malah menuai mudharat…

“Be wise while you are online…”

@salman – 131110

Published in Opini

No Responses to “Terjaring Dunia Jejaring”

Leave a Reply