ACCOUNTING & FINANCE CORNER
Thursday February 21st 2019

Perpajakan – PPN

PPN adalah pajak yang dikenakan atas aktivitas yang seperti yang dijelaskan dalam UU berikut ini:

  1. penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha;
  2. impor Barang Kena Pajak;
  3. penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha;
  4. pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean;
  5. pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean;
  6. ekspor Barang Kena Pajak Berwujud oleh Pengusaha  Kena Pajak;
  7. ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud oleh Pengusaha Kena Pajak; dan
  8. ekspor Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.

PPN dikenakan pada tiap rantai perdagangan atau proses produksi. Jumlah pajak yang dibayarkan adalah nilai tambah yang ditambahkan terhadap produk/jasa tersebut. Hal ini yang membedakan dengan PPNBM Pajak Penjualan Barang Mewah. PPnBM dikenakan atas nilai jual dan tidak dapat dikreditkan (kecuali untuk barang mewah yang dieksport maka PPnBM dapat dikreditkan). Untuk menghindari pajak berganda maka PPnBM hanya dipungut di perusahaan manufaktur/penghasil dan importir barang mewah tersebut.

PPN diadministrasikan dengan faktur pajak. Pajak akan diadministrasikan setiap masa (bulan). Setiap ada penyerahan barang / jasa kena pajak terutang PPN sering disebut pajak keluaran. Pada saat membeli barang atau menggunakan jasa yang terutang PPN, maka pajak yang dibayarkan menjadi pajak masukan. Selisih pajak masukan dan keluaran akan dibayarkan oleh pengusaha kena pajak pada bulan berikutnya.

Pajak terutang pada saat:

  • Saat penyerahan barang/jasa kena pajak, tergantung cara penyerahannya.
  • Dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan Barang Kena Pajak atau sebelum penyerahan Jasa
    Kena Pajak atau dalam hal pembayaran dilakukan sebelum dimulainya pemanfaatan Barang Kena Pajak
    Tidak Berwujud atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean, saat terutangnya pajak adalah pada saat
    pembayaran.

Pajak terutang melalui faktur Pajak. Secara lebih detail UU mengatur bahwa faktur pajak dibuat pada saat:

  • saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak;
  • saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum
    penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak;
  • saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan; atau
  • saat lain yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
  • pada akhir masa pajak, dalam hal PKP membuat faktur pajak gabungan.

Pembayaran pajak atas PPN terutang dilakukan harus dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak dan
sebelum Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai disampaikan.

Untuk penyerahan kepada pemungut, faktur pajak dibuat pada saat tagihan diserahkan. Berdasarkan ketentuan umum maka faktur pajak ini akan dilaporkan pada SPT masa ketika faktur ini dibuat. Mengingat ini adalah PPN yang dibayar oleh pemungut, saat pembayaran tidak penting dari sisi perusahaan yang melakukan penjualan kepada pemungut.

Misalkan dalam masa Januari seorang pengusaha melakukan pembelian 1000 dengan PPN masukan 100. Dari jumlah pembelian tersebut dijual dengan harga 1.600 yagn terdiri dari 1000 diserahkan kepada pemungut dan 600 diserahkan kepada PKP biasa. Penyerahan kepada pemungut ditagihkan pada bulan Januari, namun baru dibayar oleh pemungut kepada perusahaan pada bulan Februari. PPN keluaran hanya sebesar 60 yang dari PKP biasa. Maka untuk masa Januari tersebut. Pajak keluaran 60 dan pajak masukan 100 sehingga pajak lebih bayar sebesar 40. Kelebihan pembayaran pajak tersebut disebabkan perusahaan seharusnya akan membayar kurang pajak 60  (160 – 100 = 60). Namun perusahaan sudah membayar ke kas negara karena penyerahan kepada pemungut sebesar 100, sehingga terjadi kelebihan pembayaran 100 – 60 = 40.

Hal yang perlu diperhatikan juga dalam PPN adalah PPN Masukan. Tidak semua PPN masukan dapat dikreditkan. Ada ketentuan khusus terkait dengan hal ini. UU juga mengatur mengenai PPN yang ditanggung pemerintah dengan ketentuan berikut:

  • Pajak terutang tidak dipungut sebagian atau seluruhnya atau dibebaskan dari pengenaan pajak, baik untuk sementara waktu maupun selamanya, PPN Masukannya dapat dikreditkan
  • Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan BarangKena Pajak dan/atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai tidak dapat dikreditkan.

Perlu mendapatkan catatan bahwa pengusaha yang menghitung penghasilannya dengan menggunakan norma dalam menghitung PPN berlaku ketentuan khusus. PPM masukannya sebesar 80% dari pajak keluaran.

salam

Dwi Martani

081318227080 / dwimartani@yahoo.com

4 Comments for “Perpajakan – PPN”

  • Dian says:

    Ibu Dwi, maaf.. saya mau tanya, UU PPN dan PPnBM untuk tahun 2012 ada perubahan tidak? khususnya untuk ketentuan faktur pajak tahun 2012 nya. Mohon bantuan nya, bu..
    Terima kasih sebelumnya.

  • ade says:

    slamat pagi. perusahaan saya bergerak dibidang jasa periklanan, saya mau tanya dengan kasus seperti ini : perusahaan saya mendapat proyek iklan sejumlah 10 juta. keseluruhan proyek itu dikerjakan perusahaan lain senilai 10 juta. Apakah ada PPn terhadap kasus ini?? tolong dijawab yah mas, terima kasih

  • mudrik a.m says:

    assalamu’alaikum… saya baru buka blog ibu.. saya juga pengajar di semarang, tertarik dengan prinsip bu martani yang suka menolong sesama dalam bidangnya.. wass

  • Danar Sugiantoro says:

    Siang Bu Dwi,

    Kami ada pembelian barang dan dapat invoice + FP Masukan.
    Ada perjanjian , apabila dibayar sebelum 10 hari dapat potongan refund /pototngan pembayaran. pakah potongan pembayaran ini terutang PPN??

    Salam,

    Danar


Leave a Comment to mudrik a.m

Latest Topics

Akuntansi Royalti

Royalti dalam sebuah perusahaan dapat dilihat dari beberapa aspek. Perusahaan yang menggunakan lisensi hak kekayaan [Read More]

Riset Akuntansi Sektor Publik

Berikut konsep sektor publik yang diajarkan dalam kuliah riset sektor publik. Konsep Sektor Publik 04022019 SRSP 2 [Read More]

Materi Perpajakan I Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019

Berikut materi pembelajaran perpajakan 1 untuk tahun akademik 2018/2019. Materi yang telah diupdate Pengantar [Read More]

OVERVIEW STANDAR DAN TOPIK SKRIPSI AKUNTANSI KEUANGAN

Berikut overview standar baru dan beberapa topik skripsi terkait dengan standar akuntansi. Overview Perkembangan [Read More]

Akuntansi Pendapatan dari Kontrak Pelanggan PSAK 72

Berikut bahan untuk memahami akuntansi pendapatan dari kontrak pelanggan dan beberapa sumber yang diambil dari beberapa [Read More]

Popular Topics

Dokumen Publikasi puisi

Pages

Insider

Archives