ACCOUNTING & FINANCE CORNER
Sunday March 24th 2019

Revaluasi Aset Tetap

Dwi Martani

Aset tetap menurut PSAK 16 revisi 2007 dapat dinilai dengan menggunakan nilai revaluasi sebagai salah satu alternatif pengukuran. Konsep ini lebih menekankan pada aspek relevansi laporan keuangan untuk pengambilan keputusan. Pengaturan revaluasi aset tetap sesuai standar akuntansi berbeda dengan konsep revaluasi menurut ketentuan perpajakan, sehingga penggunaan konsep ini harus dipertimbangkan secara hati-hari. Revaluasi aset yang selama ini sering dilakukan untuk memperbaiki posisi keuangan sebelum melakukan restrukturisasi modal maupun akuisisi perusahaan menjadi lebih sulit dilakukan berdasarkan ketentuan standar yang baru.

Ada pertanyaan soal revaluasi aset tetap. Daripada saya bingung dan dikejar rasa bersalah karena tidak membantu teman, lebih baik saya share soal dan jawabannya di sini. Semoga dapat digunakan teman-teman yang lain belajar. Silakan dikritisi kalau ada yang salah.

PT. Melati memiliki aset bangunan dengan harga perolehan 400jt, dibeli tanggal 2 Januari 2000. Aset ini didepresiasikan selama 20 tahun tanpa nilai sisa. Perusahaan menggunakan model revaluasi aset dalam menilai gedung terebut.

Data hasil revaluasi: pada 31 Desember 2001 dinilai kembali nilainya 420jt, 31 Desember 2003 sebesar 360 jt dan 31 Desember 2005 sebesar 400jt.

2 Januari (satuan juta)
Gedung 400
Kas 400

31 Desember 2000 depresiasi
Beban Depresiasi 20
Akumulasi Depresiasi 20

31 Desember 2001 depresiasi
Beban Depresiasi 20
Akumulasi Depresiasi 20

31 Desember 2001 Revaluasi
Akumulasi Depresiasi 40
Gedung 40
Gedung 60
Surplus Revaluasi 60
Nilai gedung baru 420 didepresiasi selama 18 tahun

31 Desember 2002 depresiasi
Beban Depresiasi 23,33
Akumulasi Depresiasi 23,3
Surplus Revaluasi 3,33
Saldo laba 3,33

31 Desember 2003 depresiasi
Beban Depresiasi 23,33
Akumulasi Depresiasi 23,3
Surplus Revaluasi 3,33
Saldo laba 3,33

31 Desember 2003 Revaluasi
Akumulasi Depresiasi 46,66
Gedung 46,66
Surplus Revaluasi 13,33
Gedung 13,33

Nilai gedung baru 360 didepresiasi selama 16 tahun
Surplus revaluasi 60-6.67-13.33 = 40 diamortiasi selama 16 tahun

31 Desember 2004 depresiasi
Beban Depresiasi 22,50
Akumulasi Depresiasi 22,50
Surplus Revaluasi 2,5
Saldo laba 2,5

dst

Dimuat dalam Majalah BUMN Track, No. 52 Tahun V, November 2011, ISSN 2088-8317. Penerbit: PT. Mediasuara Shakti, Hal. 106 – 107. Revaluasi Aset Tetap

 

 

Semoga bermanfaat

7 Comments for “Revaluasi Aset Tetap”

  • Yessy says:

    Saya ingin bertanya, jika Asset Revaluation dilakukan dan kemudian muncul di Net Worth, apakah jika asset tetap disusutkan kemudian pos Asset Revaluation di Net Worth juga disusutkan ? karena perusahaan sudah membayar pajak atas tindakan merevaluasi asetnya. sehingga kalau disusutkan merugikan perusahaan.

  • roro rizky says:

    Bu, maaf saya ingin bertanya.

    Apabila aset diketahui harga perolehannya 80jt di tahun 2002, dg umur manfaat ekonomis 20 tahun. Dan bulan januari 2014 dilakukan renovasi bangunan secara besar-besaran menghabiskan biaya Rp175jt dan baru siap digunakan 31 desember 2014. dan diketahui informasi nilai wajar bangunan tsb di akhir 2014 sebesar Rp250jt. Bagaimana ya bu perhitungannya jika asumsi menggunakan metode revaluasi?

    Saya menghitungnya dg cara mensusutkan dulu bangunan dr tahun 2002-2013, kemudian menambahkan nilai 175jt atas renovasi bangunannya sehingga saldo bangunan di neraca 250jt. Apa itu salah ya bu?

    terimakasih.

  • yulias caesar sihombing says:

    Bu, di slide PSAK 16 disebutkan bahwa akuntansi “aktiva lain-2” diatur di psak lain, nah diatur dipsak nomor berapa ya bu?

  • wulandari says:

    mau tanya tanggal 31 desember 2001 surplus revaluasinya 60 dapet darimana ya

  • sewa mobil semarang mulai 175 rb says:

    tujuan kongkretnya apa ya revaluasi aset, apa perusahaan sekaelas rumah tangga diperlukan ini. trimakasih

  • enda says:

    aslm.alkm. ibu, saya mau tanya, bagaimana dengan revaluasi aset di pemerintahan daerah.
    Menurut PSAP 07 tidak diperkenankan untuk melakukan revaluasi kecuali ada ketetapan pemerintah untuk itu. Namun, banyak daerah yang penerapan akuntansi aset belum optimal dan belum menerapkan penyusutan sebagaimana seharusnya. Sehingga, dengan keharusan menerapkan SAP sesuai PP 71/2010 berbassis akrual per LKPD 2015, maka daerah harus menyesuaikan assetnya agar benar-benar mencerminkan nilai wajarnya.
    pertanyaan saya lainnya, apakah bisa penilaian kembali dilakukan oleh penilai intern yang dalam pemda setempat (mengingat biaya untuk menggunakan penilai independent cukup besar)?
    Metode penilaian apa yang sebaiknya digunakan?


Leave a Comment

Latest Topics

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN SEKTOR PUBLIK

Pemerintah Indonesia menggunakan Standar Akuntansi Pemerintahan dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat, [Read More]

Overview PSAK

Belajar PSAK seperti never ending proses, setiap mengajar selalu ada hal baru yang menambah pengetahuan dan memperkuat [Read More]

Akuntansi dan Perpajakan di Era Revolusi Industri 4.0 – Universitas Pamulang

Universitas Pamulang menyelenggarakan seminar nasional terkait perpajakan. Walaupun sebagai dosen pajak saat bicara [Read More]

Sewa PSAK 73

Mulai tahun 2020 PSAK 73 Sewa berlaku menggantikan PSAK 30 Sewa. PSAK ini cukup banyak perubahan terutama dari sisi [Read More]

Akuntansi Royalti

Royalti dalam sebuah perusahaan dapat dilihat dari beberapa aspek. Perusahaan yang menggunakan lisensi hak kekayaan [Read More]

Popular Topics

Dokumen Publikasi puisi

Pages

Insider

Archives