ACCOUNTING & FINANCE CORNER
Sunday May 29th 2022

Bakar Ikan

Membakar ikan di penghujung tahun mungkin disering dilakukan beberapa teman, entah sebagai kebiasaan atau sekedar menciptakan momen beda di akhir tahun.

Akhir tahun 2021 merupakan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Hari itu adalah istimewa karena kelahiran cucu pertama Kia Mahira Farwaza, cucu lelaki yang akan menjadi penerus keluarga besar. Karena fokus pada cucu, akhirnya lupa menyiapkan bakar ikan.

Pagi-pagi biasanya sudah direpotkan dengan pergi ke pasar membeli beberapa ikan untuk dibakar, namun pagi itu tak juga bergerak untuk membeli ikan. Adik yang biasanya paling semangat makan ikan bersama teman-temannya hari itu sudah pasang tag, “tidak akan bakar ikan dll karena mau jalan-jalan”. Akhirnya ikan tidak jadi terbeli.

Pagi itu akhirnya pergilah kami ke RS tempat cucu pertama lahir, namun karena prokes kita tidak dapat masuk ke dalam ruangan dan hanya dapat bertemu putra sulung kami dan mengucapkan selamat untuknya, sekaligus membawa pulang placenta adik Kai untuk dikuburkan di rumah. Rencananya siang mau coba cari ikan ke Muara Angke tapi entahlah Kakak yang semangat bakar ikan, menggelengkan kepalanya saat diajak ke sana. Bahkan saat ditanya untuk ke supermarket membeli ikan pun Kakak kembali menggeleng. Mungkin Kakak sudah capek dan badannya tidak nyaman. Akhirnya tak seekorpun ikan terbeli dan ritual membakar ikan sama sekali tidak diadakan di akhir 2021.

Alih-alih menghibut diri, akhirnya dicarilah ikan bakar di menu gojek. Entahlah tiba-tiba ada pondok ikan yang lengkap ikannya mulai dari ikan kambing, kakap, kerapu, baronang. So bakar ikan diganti dengan acara makan ikan dari Gojek. Jadilah acara pergantian tahun diisi dengan makan ikan bersama dengan menu ikan yang sangat lengkap. Itulah kali terakhir kita makan ikan bakar bersama di rumah. Walaupun kondisimu sakit, namun kamu dengan semangat turun tangga untuk dapat makan bersama.

Dua hari berselang kamu ngomong “Mam khan aku sebenarnya kecewa bangeet karena tidak jadi bakar ikan”. Duuuh sediih rasanya, karena penyakit Kakak itu sangat rentan dengan kekecewaan dan kesedihan. Jadi ingat kalau dua hari sebelum akhir tahun Kakak telah membeli tungku pembakaran baru dan arang untuk bakar ikan pada akhir tahun 2021. Tungku itu masih terbungkus rapi dalam kardus dan arangnya juga masih rapi dalam kotak. Belum rejekimu Nak untuk makan ikan di akhir tahun.

Jika ingat hal itu tak terasa air mata ini menetes, maafkan Ummi yaaa Nak yang kurang paham maksud dan keinginanmu. Semua sudah menjadi takdir dan kehendakNya. Bakar ikan yang tidak jadi mungkin akan menjadi cerita di setiap akhir tahun saat ummi dan seluruh keluarga ini mengenangmu. Mengenang kakak Siina yang pintar memasak dan paling suka memasakkan kami bertiga dengan racikan-racikan khasnya. Kami sangat menyayangimu Nak….

Depok 30 Jan 2022

Previous Topic:

Leave a Comment

More from category

Saat Engkau Pergi….

Dua minggu sudah Engkau pergi meninggalkan Ummi, Nak. Sesuatu yang tidak pernah Ummi bayangkan akan secepat ini. [Read More]

Sustainability Reporting

Berikut materi terkait dengan sustainability reporting berdasarkan GRI 2021. Ini yang terbaru dan baru akan efektif dua [Read More]

Dampak PP 35 terhadap Kewajiban Imbalan Pasti

UU Ciptakerja kluster ketenagakerjaan merubah beberapa ketentuan dalam UU 13 tahun 2003 tentang Ketegakerjaan. Salah [Read More]

Standar Akuntansi Pemerintahan

Workshop Akuntansi Sektor Publik yang diselenggarakan oleh PKKM Prodi S1 Akuntansi FEB UNTAD dan IAI WIlayah Sulawesi [Read More]

Pages

Insider

Archives