ACCOUNTING & FINANCE CORNER
Saturday October 1st 2016

Memupuk Rasa Cinta dan Takut pada Allah

Pernahkah kita tersadar bahwa lancangnya kita melakukan hal-hal yang dilarang agama, meninggalkan perintah agama, dan meremehkan ajaran-ajaran agama itu semua karena betapa minimnya rasa takut kita kepada Allah. Bahkan kita terkadang lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah Ta’ala. Padahal Allah berfirman (yang artinya) : “..Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku” (QS. Al Ma’idah: 44).

Maka takut kepada Allah (al khauf minallah) adalah ibadah salah satu bentuk ibadah yang semestinya dicamkan oleh setiap mukmin.

Sifat Orang Yang Bertaqwa

Takut kepada Allah adalah sifat orang yang bertaqwa, dan ia juga merupakan bukti imannya kepada Allah. Lihatlah bagaimana Allah mensifati para Malaikat, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (QS. An Nahl: 50).

Lihat juga bagaimana Allah Ta’ala berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi ‘alahimus wassalam (artinya) : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90)

Semakin Berilmu Semakin Takut Kepada Allah

Oleh karenanya, seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28)

Ya, karena para ulama, yaitu memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan mengamalkannya, merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah. Sehingga betapa besar rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala.

Karena orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab-Nya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu’alahi Wasallam bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan akan kalian keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Demikian, sehingga tidaklah heran jika sahabat Umar bin Khattab radhiallahu’anhu, sahabat Nabi yang alim lagi mulia dan stempel surga sudah diraihnya, beliau tetap berkata: “Andai terdengar suara dari langit yang berkata: ‘Wahai manusia, kalian semua sudah dijamin pasti masuk surga kecuali satu orang saja’. Sungguh aku khawatir satu orang itu adalah aku” (HR. Abu Nu’aim dalam Al Hilyah, 138)

Yaitu karena rasa takut yang timbul dari ma’rifatullah yang mendalam.

Orang yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Shallallahu’alahi Wasallam, Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, beliau ulama di kalangan para sahabat, yang tidak perlu kita ragukan lagi keutamaannya, beliau pun menangis ketika sekarat menghadapi ajalnya dan berkata: “Aku tidak menangis karena urusan dunia kalian. Aku menangis karena telah jauh perjalananku, namun betapa sedikit bekalku. Sungguh kelak aku akan berakhir di surga atau neraka, dan aku tidak mengetahi mana yang diberikan padaku diantara keduanya” (HR Nu’aim bin Hammad dalam Az Zuhd, 159)

Maka orang-orang yang lancang berbuat maksiat, yang mereka tidak memiliki rasa takut kepada Allah, adalah karena kurangnya ilmu mereka terhadap agama Allah serta kurangnya ma’rifah mereka kepada Allah Ta’ala.

Memupuk Rasa Takut

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, adalah bagaimana kita memupuk rasa takut kepada Allah Ta’ala?

Mengingat betapa lemahnya kita, dan betapa Allah Maha Perkasa
Sadarlah betapa kita ini kecil, lemah, hina di hadapan Allah. Sedangkan Allah adalah Al Aziz (Maha Perkasa), Al Qawiy (Maha Besar Kekuatannya), Al Matiin (Maha Perkasa), Al Khaliq (Maha Pencipta), Al Ghaniy (Maha Kaya dan tidak butuh kepada hamba).

Betapa lemahnya hamba sehingga ketika hamba tertimpa keburukan tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Allah. Ia berfirman (yang artinya) : “Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri” (QS. Al An’am: 17)

Betapa Maha Besarnya Allah, hingga andai kita durhaka kepada Allah, sama sekali tidak berkurang kemuliaan Allah. “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. An Nisa: 131)

Dengan semua kenyataan ini masihkah kita tidak takut kepada Allah?

Memupuk rasa cinta kepada Allah
Dua orang yang saling mencintai, bersamaan dengan itu akan timbul rasa takut dan khawatir. Yaitu takut akan sirnanya cinta tersebut. Demikian pula rasa cinta hamba kepada Allah. Hamba yang mencintai Allah dengan tulus, berharap Allah pun mencintainya dan ridha kepadanya. Bersamaan dengan itu ia akan senantiasa berhati-hati untuk tidak melakukan hal yang dapat membuat Allah tidak ridha dan tidak cinta kepadanya.

Adzab Allah sangatlah pedih
Jika kedua hal di atas belum menyadarkan anda untuk takut kepada Allah, cukup ingat satu hal, bahwa adzab Allah itu sangatlah pedih yang disiapkan bagi orang-orang yang melanggar aturan agama Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nuur: 63)

Pedihnya adzab Allah sampai-sampai dikabarkan dalam Al Qur’an bahwa setan berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya” (QS. Al Anfal: 48)

Dan hendaknya kita takut pada neraka Allah yang tidak bisa terbayangkan kengeriannya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At Tahrim: 6)

Jangan Merasa Aman

Sebagian orang merasa sudah banyak beramal, sudah banyak berbuat baik, merasa sudah bertaqwa, merasa dirinya suci, sehingga ia pun merasa Allah tidak mungkin mengadzabnya. Hilang darinya rasa takut kepada Allah. Allah berfirman tentang manusia yang demikian (yang artinya) : “Apakah kalian merasa aman dari makar Allah? Tidaklah ada orang yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf: 99).

Bagaimana mungkin seorang yang beriman merasa percaya diri dengan amalnya, merasa apa yang telah ia lakukan pasti akan membuatnya aman dari adzab Allah? Sekali-kali bukanlah demikian sifat seorang mukmin. Adapun orang beriman, ia senantiasa khawatir atas dosa yang ia lakukan, tidak ada yang ia anggap kecil dan remeh. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu berkata: “Seorang yang beriman melihat dosa-dosanya bagai ia sedang duduk di bawah gunung yang akan runtuh, ia khawatir tertimpa. Sedangkan orang fajir (ahli maksiat), melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang melewati hidungnya” (HR. Bukhari 6308)

Tapi Jangan Putus Asa

Seorang mukmin senantiasa memiliki rasa takut kepada Allah. Namun bukan berarti rasa takut ini menyebabkan kita putus asa dari rahmat-Nya, sehingga kita merasa tidak akan diampuni, merasa amal kita sia-sia, merasa pasti akan masuk neraka dan bentuk-bentuk keputus-asaan lain. Ini tidak benar. Keimanan yang sempurna kepada Allah mengharusnya kita memiliki keduanya, rasa takut (khauf) dan rasa harap (raja’). Dengan berputus-asa terhadap rahmat Allah seakan-akan seseorang mengingkari bahwa Allah itu Ar Rahman (Maha Pemberi Rahmat), Ar Rahim (Maha Penyayang), dan Al Ghafur (Maha Pengampun). Ingatlah nasehat Nabi Yusuf ‘alahissalam kepada anak-anaknya: “dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf: 87).

Al Hasan Al Bashri berkata: “Raja’ dan khauf adalah kendaraan seorang mukmin”. Al Ghazali pun berujar: “Raja’ dan khauf adalah dua sayap yang dipakai oleh para muqarrabin untuk menempati kedudukan yang terpuji”.

Demikian sedikit yang dapat kami paparkan. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa takut kepada-Nya, sehingga dengan itu kita engga mengabaikan segala perintahnya dan enggan melanggar segala larangannya.

(Penulis mengambil banyak faidah dari tulisan Syaikh DR. Falih bin Muhammad As Shughayyir berjudul “Al Khauf Minallah”)

Penulis: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

Sumber: https://muslim.or.id/11168-memupuk-rasa-takut-kepada-allah.html

PSAK 70 Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

IAI mengeluarkan PSAK 70 sebagai kelengkapan ketentuan Tax Amnesty. PSAK ini mengatur bagaimana mencatat aset dan liabilitas dari hasil tax amnesty. Ada opsi yang diberikan

  1. Mengikuti standar akuntansi yang berlaku, mengakui aset atau liabilitas tax amnesty sesuai dengan ketentuan PSAK yang ada. Jika mengikuti standar akuntansi yang berlaku akan digunakan PSAK 25 koreksi kesalahan sebagai konsekuensinya, sehingga akan dilakukan koreksi atas saldo laba
  2. Mengikuti ketentuan khusus dalam PSAK 70, mengakui aset dan liabilitas sebesar jumlah aset yang dilaporkan dalam Surat Keterangan Pengampunan Pajak.

Untuk pengukuran berikutnya juga diberikan dua opsi yaitu mengikuti PSAK yang berlaku atau meneruskan penggunakan pengukuran yang telah dilakukan. Jika dilakukan pengukuran kembali maka perbedaan nilai akan dilaporkan dalam tambahan modal disetor.

Berikut Ed PSAK 70 dan ringkasan PSAK 70 yang dikeluarkan oleh PWC.

ed_psak-70-akuntansi-aset-dan-liabilitas-pengampunan-pajak

pwc-accounting-newsflash-2016-tax-amnesty

link PWC www.pwc.com/id/en/taxflash/assets/english/2016/taxflash-2016-09.pdf

DM

 

 

PSAK 69 Agrikultur

Ada sedikit kesalahan dalam slide PSAK 69 tentang berlakunya IAS 41.

PSAK 41 Revisi 2014 berlaku efektif 1 Januari 2016

psak-69-agrikultur-26092016

Materi Kuliah Umum STIESA Subang

Undangan yang paling saya suka adalah undangan untuk menghadiri kuliah umum mahasiswa baru. Bertemu dengan calon mahasiswa adalah sebuah kebanggan, karena merasa bisa berbagi dan memberikan pesan kepada anak-anak saya sendiri dan juga berpesan kepada pemimpin Indonesia di masa depan.

Tetaplah tekun belajar, karena Indonesia menantimu

Tetaplah rajin berkarya, karena Allah akan menilai setiap langkahmu

Manfaatkan setiap waktumu karena Allah akan meminta pertanggungjawabkan atas waktu yang diberikan

Jagalah selalu akhlakmu, karena sebaik-baik hamba adalah orang yang paling baik akhlaknya

Teruslah berbagi karena Allah tidak menanyakan berapa harta dan ilmumu tetapi menanyakan untuk apa ilmu dan hartamu

Teruslah berbuat baik karena hakekat kebahagiaan adalah membuat orang lain bahagia dengan kebaikan kira

 

kuliah-umum-stiesa-16092016

salam

Beberapa penelitian Akuntansi, Perpajakan dan Akuntansi Pemerintahan

Berikut beberapa penelitian tentang akuntansi yang mungkin bermanfaat untuk memberikan ide penelitian di bidang akuntansi khususnya perpajakan, akuntansi dan akuntansi sektor pemerintahan.

BF – B2c1 (11) The Effect of Large…-Dwi Martani

BF – B2c1 (10) Persistence of Effective…-Dwi Martani

BF – B2c1 (9) Book Tax Difference Tax Planning…-Dwi Martani

BF – B2c1 (8) Audit Opinion and Audit…-Dwi Martani

BF – B2c1 (7) The Impact of Corporate …-DWi Martani

BF – B2c1 (6) Do Mandatory Audit Firm…-Dwi Martani

BF – B2c1 (5) Analysis on Factors Affecting IPO…-Dwi Martani

BF – B2c1 (4) The Impact of Good Corporate…-Dwi Martani

BF – B2c1 (3) The Impact of Financial…-Dwi Martani Government Accounting Standard… BF – B2c1 (1) Disclosure of Local Government…-Dwi Martani

UPDATE PSAK

Mungkin sudah agak lama tidak upload PSAK terbaru, berikut saya sajikan semua PSAK dalam satu laman post, untuk beberapa PSAK sebenarnya pernah juga dipost beberapa waktu lalu.

Overview PSAK singkat & strategi 10082016

Overview PSAK ilustrasi 10082016 saja

PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan Revisi 2013 – 08082016

PSAK 2 Laporan Arus Kas (IAS 7) 08082016

PSAK 3 Laporan Interim (IAS 34) 08082016

PSAK 4 Laporan Keuangan Tersendiri revisi 2015 08082016

 

PSAK 5 Segmen Operasi (IFRS 8) 14042015

PSAK 7 Pengungkapan Pihak Berelasi 13072016 bali

PSAK 8 Peristiwa setelah tanggal pelaporan 14042015

PSAK 10 Pengaruh Perubahan Valuta Asing (IAS 21) 13072016 bali

 

 

 

 

PSAK 13 Properti Investasi – 15052016

 

 

 

 

 

PSAK 14 13072016 bali PSAK- 23 Pendapatan 13072016 bali

PSAK 15 Investasi pada Entitas Asosiasi rev 2013 – 19032015

PSAK 16 ASET TETAP 13072016 bali

PSAK 18 Dana Pensiun 10082016 Overview PSAK singkat 08082016

PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (IAS 38) 10052016

PSAK 22 Kombinasi Bisnis (IFRS 3) 16022015

PSAK- 23 Pendapatan 13072016 bali

PSAK 24 Imbalan Kerja (IAS 19 Employee Benefit) lengkap 11082016

PSAK- 25 Kebijakan Akuntansi Estimasi dan Kesalahan 25032015

 

 

PSAK 26 Biaya Pinjaman (IAS 23) 18052016

PSAK 30 Sewa lengkap 11052016

PSAK 34 Kontrak Konstruksi IAS 34) 13072016 bali

ED PSAK 36 – (revisi 2010) Akuntansi Asuransi Jiwa

PSAK 38 Resktrukturisasi Entitas Sepengendali 25032015

PSAK 44 Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat 14082015

PSAK- 46 Pajak penghasilan lengkap 13072016 bali

PSAK 48 Penurunan Nilai Aset (IAS 36 Impairment) 20052016

PSAK 50 Instrumen Keuangan Penyajian 26102015

PSAK 53 Imbalan Berbasis Saham 27052015

PSAK 55 Instrumen Keuangan Pengukuran 28102015

PSAK 56 Laba Per Lembar Saham 27052015

PSAK 57 Provisi Kontijensi 27052015

 

PSAK 58 Aset Tidak Lancar yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan (IFRS 5) 10052016

PSAK 60 Instrumen Keuangan Pengungkapan 28102015

PSAK 61 Bantuan Pemerintan 18022016

PSAK 62 Kontrak Asuransi 21042016

PSAK 63 Laporan Hiperinflasi IAS 29 FR Hiperinflation Economic 21042016

PSAK 64 Evaluasi SDM 10112015

 

PSAK 65 Laporan Keuangan Konsolidasian 28082015

PSAK 66 Pengaturan Bersama DJP 01022016

PSAK 67 Pengungkapan Investasi pada Entitas Lain 16022015

PSAK 68 Nilai Wajar 09122015

PSAK 69 Agrikultur 17082016

ISAK 8 Perjanjian yang mengandung Sewa 11052016

ISAK 9 Liabilitas Purna Operasi 09092015

ISAK 10 Program Loyalitas Pelanggan 11052016

ISAK 11 Distribusi non Kas kepada Pemilik 110502016

ISAK 12 Kontribusi non moneter kpd venturer 17022015

ISAK 13 Investasi Neto LN

ISAK 14 Biaya Situs Web 09092015

ISAK 15 Batas Aset Imbalan Pasti

ISAK 16 Perjanjian Konsesi Jasa 11052016

ED ISAK 17 – Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai

ED ISAK 18 – Bantuan Pemerintah-Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi

ISAK 19 Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali PSAK 63

ISAK 20 Perubahan Pajak Entitas 27052015

ISAK 21 Perjanjian Konstruksi Real Estate 12-02-2012

ISAK 22 Pengungkapan Perjanjian Konsesi Jasa 10112015

ISAK 23 Sewa Operasi 11052016

 

ISAK 24 Evaluasi Transaksi Sewa 11052016

 

 

 

ISAK 25 Hak Atas Tanah 11052016

ISAK 26 Penilaian Ulang Derivatif Melekat 13042015

ISAK 27 Pengalihan Aset dari Pelanggan 10112015

 

ISAK 29 Pengupasan Lapisan tanah dan PSAK 33 pajak 10112015 ISAK 29 Pengupasan Lapisan tanah dan PSAK 33 pajak 10112015

ISAK 30 LEVIES 13052016

ISAK 31 Ruang Lingkup Properti Investasi 14012016

 

 

 

Materi PPL IAI – PSAP BLU dan PSAK 68 & 69

Berikut adalah slide materi PPL di IAI Bengkulu yang berisikan PSAP 13 BLU. PSAP 13 telah disahkan dengan Peraturan Menteri Keuangan, namun dalam pelaksanaannya BLU masih tetap menyusun laporan keuangan berdasarkan PSAK karena PP yang menyatakan itu belum diganti dengan yang baru. PSAP 13 hanya memberikan pedoman BLU dalam menyusun laporan keuangan berdasarkan SAP, namun tidak meniadakan kewajiban BLU untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK.

PSAK 68 dan 69 adalah dua PSAK nomor terakhir dalam PSAK.

Akuntansi Rumah Sakit 19082016

PSAK 68 Nilai Wajar 09122015

PSAK 69 Agrikultur 17082016

Overview PSAK PSAK 1 65 24 69 10082016 Bengkulu

Overview PSAK ilustrasi 10082016 saja

PSAP BLU 18082016

Gambaran Umum dan Pengantar PSAP Daerah 21032016 Bengkulu

 

salam

 

Overview PSAK

Berikut materi overview PSAK dan khusus untuk PSAK 24 Imbalan Kerja dan PSAK 18 Dana Pensiun

Overview PSAK singkat & strategi 10082016

Overview PSAK ilustrasi 10082016 saja

PSAK 18 Dana Pensiun 10082016

PSAK 24 Imbalan Kerja (IAS 19 Employee Benefit) lengkap 11082016

 

salam

 

PSAK 1 Amandemen 2015

PSAK 1 telah direvisi tahun 2013 yang efektif tahun 2015, namun PSAK ini pada tahun 2015 telah diamandemen namun baru berlaku pada 1 Januari 2017

Overview PSAK singkat 08082016

Overview PSAK ilustrasi 10082016 saja

PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan Revisi 2013 – 08082016

 

 

PSAK 2 Laporan Arus Kas (IAS 7) 08082016

PSAK 3 Laporan Interim (IAS 34) 08082016

PSAK 4 Laporan Keuangan Tersendiri revisi 2015 08082016

PSAK 24 Imbalan Kerja (IAS 19 Employee Benefit) lengkap 11082016

Materi Review Ujian Akuntansi Dasar

Materi ini merupakan review materi pengantar akuntansi yang disertai dengan soal-soal latihan. Silakan dicoba untuk latihan soal terutama untuk mata kuliah pengantar akuntansi.

Review soal akuntansi dasar

Review soal akuntansi dasar – Asset

Review akuntansi dasar – ekuitas dan liabilitas

Review akuntansi dasar – Laporan Arus Kas dan Analisis Laporan Keuangan

Review akuntansi dasar – Akun Aset

Review akuntansi dasar – Siklus Akuntansi

 

salam

 Page 1 of 9  1  2  3  4  5 » ...  Last » 

Latest Topics

Memupuk Rasa Cinta dan Takut pada Allah

Pernahkah kita tersadar bahwa lancangnya kita melakukan hal-hal yang dilarang agama, meninggalkan perintah agama, dan [Read More]

PSAK 70 Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

IAI mengeluarkan PSAK 70 sebagai kelengkapan ketentuan Tax Amnesty. PSAK ini mengatur bagaimana mencatat aset dan [Read More]

PSAK 69 Agrikultur

Ada sedikit kesalahan dalam slide PSAK 69 tentang berlakunya IAS 41. PSAK 41 Revisi 2014 berlaku efektif 1 Januari 2016 [Read More]

Materi Kuliah Umum STIESA Subang

Undangan yang paling saya suka adalah undangan untuk menghadiri kuliah umum mahasiswa baru. Bertemu dengan calon [Read More]

Beberapa penelitian Akuntansi, Perpajakan dan Akuntansi Pemerintahan

Berikut beberapa penelitian tentang akuntansi yang mungkin bermanfaat untuk memberikan ide penelitian di bidang [Read More]

Popular Topics

Dokumen Publikasi puisi

Pages

Insider

Archives