ACCOUNTING & FINANCE CORNER
Wednesday December 7th 2016

Perkembangan PSAK Terbaru – Untirta

Mengisi kuliah umum mahasiswa adalah saat yang sangat menyenangkan. Melalui kegiatan itu dapat sharing dengan mahasiswa tentang perkembangan terkini standar akuntansi. Teriring doa dan pengharapan semoga apa yang dipelajari menjadi manfaat dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi perusahaan dan menjadikan kehidupan menjadi lebih baik.

Untuk mahasiswa Untirta, salam kenal dari ibu semoga pertemuan singkat kita dapat berkesan dan dapat memberikan inspirasi kalian untuk terus belajar dan tiada henti belajar di sepanjang kehidupan kita.

Silakan berselancar dan mempelajari materi lain di blog sederhana ini.

overview-psak-lengkap-2122016

Belajar ED PSAK 71 Instrumen Keuangan

SD PSAK 71  Instrumen Keuangan merupakan adopsi IFRS 9 Financial Instrumen. PSAK ini akan menjadi PSAK paling tebal. Dampak signifikan PSAK ini  akan dirasakan pada perusahaan yang memiliki aset keuangan dalam jumlah besar antara lain Perbankan.

Belajar dan mempelajari PSAK ini butuh waktu lama, namun ini salah satu hasil belajar saya yang tentunya belum sepenuhnya menangkap semua isi ED PSAK 71 tersebut.

ed-psak-71-perubahan-instrumen-keuangan-16112016

pengantar-ed-psak-71-instrumen-keuangan-17112016

ed-psak-71_instrumen-keuangan_a_standar

PSAK 70 – Seminar Medan

Akuntansi aset dan liabilitas pengampunan pajak, menarik untuk dianalsis. Banyak perusahaan yang tertarik untuk ikut melakukannya namun bingung bagaimana transaksi ini dicatat, disajikan dan diungkapkan dalam Laporan Keuangan. PSAK 70 memberikan pedoman untuk itu.

PSAK 69 tentang Agrikultur menarik untuk dikaji karena baru kali ini ada PSAK khusus tentang itu dan penggunaan konsep nilai wajar perlu diantisipasi penerapannya oleh praktisi.

psak-69-agrikultur-16112016

psak-70-aset-dan-liabilitas-tax-amnesty-17112016

salam

Seminar Kurikulum Perpajakan – Universitas Brawijaya

Kurikulum perpajakan pada Program Akuntansi pada Perguruan Tinggi berbeda satu dengan yang lain karena tujuan dan profil yang dihasilkan oleh masing-masing Perguruan Tinggi berbeda. Masing-masing perguruan tinggi memiliki tantangan yang berbeda, sumber daya dosen dan input yang berbeda.

Keberagaman tersebut dapat dipahami, namun ada materi-materi pokok yang harus dikuasai oleh mahasiswa akuntansi, walaupun tingkat kedalaman dari masing-masing Program akan berbeda.

Berikut slide dan beberapa contoh silabus perpajakan.

kurikulum-pajak-lokal-15112016

silabus-perpajakan-2-bapak-musri

silabus-perpajakan-1-bapak-musri

silabus-perpajakan-2-15112016

silabus-perpajakan-1-15112016

contoh-soal-uas-pajak-2

contoh-soal-uas-pajak-1

contoh-soal-uts-pajak-1

contoh-soal-uts-pajak-2

paduan-uskp

Seminar dan Workshop Universitas Jember

Berikut ini materi yang dapat didownload dari kegiatan seminar SAK ETAP dan workshop PSAK terbaru. Semoga bermanfaat untuk para mahasiswa untuk belajar memahami PSAK baru. Saya sisipkan materi overview PSAK sebagai tambahan materi untuk belajar.

overview-psak-lengkap-11112016

psak-70-aset-dan-liabilitas-tax-amnesty-17112016

psak-69-agrikultur-16112016

sak-etap-detil-03022015

Salam

PSAK baru 69 dan 70 serta ED PSAK 71

Berikut PSAK yang baru keluar pada akhir tahun 2015 yaitu PSAK 69 Agrikultur dan pertengahan 2016 yaitu PSAK 70 tentang Aset da Liabilitas Pengampunan Pajak.

Pada akhir bulan Oktober DSAK mengeluarkan ED PSAK 71 tentang Instrumen keuangan yang akan menggantikan PSAK 55.

Untuk para mahasiswa selamat belajar karena PSAK penuh dinamika sehingga harus kalian ikuti perkembangannya.

 

salam

 

seminar-psak-69-70-dan-71

psak-69-agrikultur-26092016

psak-55-instrumen-keuangan-31102016-5071

ed-psak-71-instrumen-keuangan-24102016

psak-70-aset-dan-liabilitas-tax-amnesty-18102016

ed-psak-71_instrumen-keuangan_a_standar

impairment-ifrs-9-kpmg-2016

ey-ifrs-9-financial-instruments-ey

Pentingnya Sertifikasi Profesi Akuntansi – Seminar UMY

Seorang dianggap profesional salah satunya dibuktikan dengan sertifikasi profesi. Profesi akuntansi memiliki beberapa sertifikasi antara lain CA Certified Accountant, CPA Certified Public Accounting, CPMA Certified Profesional Management Accountant dan QIA Qualifying Internal Auditor. Selain sertifikasi profesi tersebut juga ada sertifikasi profesi internasional terkait akuntansi misalnya ACCA, CPA Australia, CPMA, CMA, dll

Lulusan akuntansi juga dapat mengambil sertifikasi profesi lain yang relevan dan terkait dengan bidang akuntansi misalnya perpajakan, analis keuangan, penilai dan lainnya.

Sertifikasi penting dalam era persaingan bebas, karenya bersiaplah tidak untuk sekedar lulus namun memiliki kompetensi yang tinggi dan dibuktikan dengan memiliki sertifikasi profesi. Namun ingat bekerja tidak hanya perlu kompetensi namun juga perlu profesional value dan etik. Intinya menjadi insan yang paripurna dan senantiasa siap berkontribusi untuk kemajuan ummat dan kemanusiaan . Berikan yang terbaik untuk sesama selama masih ada nafas dalam diri kita…

Ada bonus perkembangan PSAK sampai dengan PSAK 71 yang paling terakhir….

Semoga bermanfaat

profesi-akuntansi-dan-peran-pt

Memupuk Rasa Cinta dan Takut pada Allah

Pernahkah kita tersadar bahwa lancangnya kita melakukan hal-hal yang dilarang agama, meninggalkan perintah agama, dan meremehkan ajaran-ajaran agama itu semua karena betapa minimnya rasa takut kita kepada Allah. Bahkan kita terkadang lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah Ta’ala. Padahal Allah berfirman (yang artinya) : “..Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku” (QS. Al Ma’idah: 44).

Maka takut kepada Allah (al khauf minallah) adalah ibadah salah satu bentuk ibadah yang semestinya dicamkan oleh setiap mukmin.

Sifat Orang Yang Bertaqwa

Takut kepada Allah adalah sifat orang yang bertaqwa, dan ia juga merupakan bukti imannya kepada Allah. Lihatlah bagaimana Allah mensifati para Malaikat, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (QS. An Nahl: 50).

Lihat juga bagaimana Allah Ta’ala berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi ‘alahimus wassalam (artinya) : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90)

Semakin Berilmu Semakin Takut Kepada Allah

Oleh karenanya, seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28)

Ya, karena para ulama, yaitu memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan mengamalkannya, merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah. Sehingga betapa besar rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala.

Karena orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab-Nya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu’alahi Wasallam bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan akan kalian keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Demikian, sehingga tidaklah heran jika sahabat Umar bin Khattab radhiallahu’anhu, sahabat Nabi yang alim lagi mulia dan stempel surga sudah diraihnya, beliau tetap berkata: “Andai terdengar suara dari langit yang berkata: ‘Wahai manusia, kalian semua sudah dijamin pasti masuk surga kecuali satu orang saja’. Sungguh aku khawatir satu orang itu adalah aku” (HR. Abu Nu’aim dalam Al Hilyah, 138)

Yaitu karena rasa takut yang timbul dari ma’rifatullah yang mendalam.

Orang yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Shallallahu’alahi Wasallam, Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, beliau ulama di kalangan para sahabat, yang tidak perlu kita ragukan lagi keutamaannya, beliau pun menangis ketika sekarat menghadapi ajalnya dan berkata: “Aku tidak menangis karena urusan dunia kalian. Aku menangis karena telah jauh perjalananku, namun betapa sedikit bekalku. Sungguh kelak aku akan berakhir di surga atau neraka, dan aku tidak mengetahi mana yang diberikan padaku diantara keduanya” (HR Nu’aim bin Hammad dalam Az Zuhd, 159)

Maka orang-orang yang lancang berbuat maksiat, yang mereka tidak memiliki rasa takut kepada Allah, adalah karena kurangnya ilmu mereka terhadap agama Allah serta kurangnya ma’rifah mereka kepada Allah Ta’ala.

Memupuk Rasa Takut

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, adalah bagaimana kita memupuk rasa takut kepada Allah Ta’ala?

Mengingat betapa lemahnya kita, dan betapa Allah Maha Perkasa
Sadarlah betapa kita ini kecil, lemah, hina di hadapan Allah. Sedangkan Allah adalah Al Aziz (Maha Perkasa), Al Qawiy (Maha Besar Kekuatannya), Al Matiin (Maha Perkasa), Al Khaliq (Maha Pencipta), Al Ghaniy (Maha Kaya dan tidak butuh kepada hamba).

Betapa lemahnya hamba sehingga ketika hamba tertimpa keburukan tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Allah. Ia berfirman (yang artinya) : “Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri” (QS. Al An’am: 17)

Betapa Maha Besarnya Allah, hingga andai kita durhaka kepada Allah, sama sekali tidak berkurang kemuliaan Allah. “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. An Nisa: 131)

Dengan semua kenyataan ini masihkah kita tidak takut kepada Allah?

Memupuk rasa cinta kepada Allah
Dua orang yang saling mencintai, bersamaan dengan itu akan timbul rasa takut dan khawatir. Yaitu takut akan sirnanya cinta tersebut. Demikian pula rasa cinta hamba kepada Allah. Hamba yang mencintai Allah dengan tulus, berharap Allah pun mencintainya dan ridha kepadanya. Bersamaan dengan itu ia akan senantiasa berhati-hati untuk tidak melakukan hal yang dapat membuat Allah tidak ridha dan tidak cinta kepadanya.

Adzab Allah sangatlah pedih
Jika kedua hal di atas belum menyadarkan anda untuk takut kepada Allah, cukup ingat satu hal, bahwa adzab Allah itu sangatlah pedih yang disiapkan bagi orang-orang yang melanggar aturan agama Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nuur: 63)

Pedihnya adzab Allah sampai-sampai dikabarkan dalam Al Qur’an bahwa setan berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya” (QS. Al Anfal: 48)

Dan hendaknya kita takut pada neraka Allah yang tidak bisa terbayangkan kengeriannya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At Tahrim: 6)

Jangan Merasa Aman

Sebagian orang merasa sudah banyak beramal, sudah banyak berbuat baik, merasa sudah bertaqwa, merasa dirinya suci, sehingga ia pun merasa Allah tidak mungkin mengadzabnya. Hilang darinya rasa takut kepada Allah. Allah berfirman tentang manusia yang demikian (yang artinya) : “Apakah kalian merasa aman dari makar Allah? Tidaklah ada orang yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf: 99).

Bagaimana mungkin seorang yang beriman merasa percaya diri dengan amalnya, merasa apa yang telah ia lakukan pasti akan membuatnya aman dari adzab Allah? Sekali-kali bukanlah demikian sifat seorang mukmin. Adapun orang beriman, ia senantiasa khawatir atas dosa yang ia lakukan, tidak ada yang ia anggap kecil dan remeh. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu berkata: “Seorang yang beriman melihat dosa-dosanya bagai ia sedang duduk di bawah gunung yang akan runtuh, ia khawatir tertimpa. Sedangkan orang fajir (ahli maksiat), melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang melewati hidungnya” (HR. Bukhari 6308)

Tapi Jangan Putus Asa

Seorang mukmin senantiasa memiliki rasa takut kepada Allah. Namun bukan berarti rasa takut ini menyebabkan kita putus asa dari rahmat-Nya, sehingga kita merasa tidak akan diampuni, merasa amal kita sia-sia, merasa pasti akan masuk neraka dan bentuk-bentuk keputus-asaan lain. Ini tidak benar. Keimanan yang sempurna kepada Allah mengharusnya kita memiliki keduanya, rasa takut (khauf) dan rasa harap (raja’). Dengan berputus-asa terhadap rahmat Allah seakan-akan seseorang mengingkari bahwa Allah itu Ar Rahman (Maha Pemberi Rahmat), Ar Rahim (Maha Penyayang), dan Al Ghafur (Maha Pengampun). Ingatlah nasehat Nabi Yusuf ‘alahissalam kepada anak-anaknya: “dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf: 87).

Al Hasan Al Bashri berkata: “Raja’ dan khauf adalah kendaraan seorang mukmin”. Al Ghazali pun berujar: “Raja’ dan khauf adalah dua sayap yang dipakai oleh para muqarrabin untuk menempati kedudukan yang terpuji”.

Demikian sedikit yang dapat kami paparkan. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa takut kepada-Nya, sehingga dengan itu kita engga mengabaikan segala perintahnya dan enggan melanggar segala larangannya.

(Penulis mengambil banyak faidah dari tulisan Syaikh DR. Falih bin Muhammad As Shughayyir berjudul “Al Khauf Minallah”)

Penulis: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

Sumber: https://muslim.or.id/11168-memupuk-rasa-takut-kepada-allah.html

PSAK 70 Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

IAI mengeluarkan PSAK 70 sebagai kelengkapan ketentuan Tax Amnesty. PSAK ini mengatur bagaimana mencatat aset dan liabilitas dari hasil tax amnesty. Ada opsi yang diberikan

  1. Mengikuti standar akuntansi yang berlaku, mengakui aset atau liabilitas tax amnesty sesuai dengan ketentuan PSAK yang ada. Jika mengikuti standar akuntansi yang berlaku akan digunakan PSAK 25 koreksi kesalahan sebagai konsekuensinya, sehingga akan dilakukan koreksi atas saldo laba
  2. Mengikuti ketentuan khusus dalam PSAK 70, mengakui aset dan liabilitas sebesar jumlah aset yang dilaporkan dalam Surat Keterangan Pengampunan Pajak.

Untuk pengukuran berikutnya juga diberikan dua opsi yaitu mengikuti PSAK yang berlaku atau meneruskan penggunakan pengukuran yang telah dilakukan. Jika dilakukan pengukuran kembali maka perbedaan nilai akan dilaporkan dalam tambahan modal disetor.

Berikut Ed PSAK 70 dan ringkasan PSAK 70 yang dikeluarkan oleh PWC.

ed_psak-70-akuntansi-aset-dan-liabilitas-pengampunan-pajak

pwc-accounting-newsflash-2016-tax-amnesty

link PWC www.pwc.com/id/en/taxflash/assets/english/2016/taxflash-2016-09.pdf

DM

 

 

PSAK 69 Agrikultur

Ada sedikit kesalahan dalam slide PSAK 69 tentang berlakunya IAS 41.

PSAK 41 Revisi 2014 berlaku efektif 1 Januari 2016

psak-69-agrikultur-26092016

 Page 1 of 9  1  2  3  4  5 » ...  Last » 

Latest Topics

Perkembangan PSAK Terbaru – Untirta

Mengisi kuliah umum mahasiswa adalah saat yang sangat menyenangkan. Melalui kegiatan itu dapat sharing dengan mahasiswa [Read More]

Belajar ED PSAK 71 Instrumen Keuangan

SD PSAK 71  Instrumen Keuangan merupakan adopsi IFRS 9 Financial Instrumen. PSAK ini akan menjadi PSAK paling tebal. [Read More]

PSAK 70 – Seminar Medan

Akuntansi aset dan liabilitas pengampunan pajak, menarik untuk dianalsis. Banyak perusahaan yang tertarik untuk ikut [Read More]

Seminar Kurikulum Perpajakan – Universitas Brawijaya

Kurikulum perpajakan pada Program Akuntansi pada Perguruan Tinggi berbeda satu dengan yang lain karena tujuan dan [Read More]

Seminar dan Workshop Universitas Jember

Berikut ini materi yang dapat didownload dari kegiatan seminar SAK ETAP dan workshop PSAK terbaru. Semoga bermanfaat [Read More]

Popular Topics

Dokumen Publikasi puisi

Pages

Insider

Archives