Mujahid & Mujahidah Kecilku Sayang

Selalu ada cerita menyenangkan kalau mengingat & membicarakan anak-anak kita… 

Tak terasa Mujahid & Mujahidah Kecilku telah menjelang 3 tahun & sudah 5,5 tahun. Setiap pulang kerja, rasa lelah dan penat terasa hilang begitu saja mendapat sambutan mereka yang tidak sabar ingin bercerita ttg aktivitas mereka selama ditinggal umi-abinya kerja. Tambah berbunga-bunga hati ini jika melihat perkembangan mereka setiap hari…

“Umi, umi… umi tadi naik keleta ekonomi apa ekonomi AC? Penuh ya, mi? Tadi Apis liat olang-olang pada naik di atas keleta ekonomi, mi? ntal jatuh aja ya mi?” cerita mujahid kecilku dengan semangat dan ekspresi wajah yang menggemaskan, Nafis.

Lain waktu…

“umi, umi… Apis udah pintel walnai mobil.” Dia cerita sudah bisa mewarnai gambar mobil dengan lebih rapi dan sedikit yang keluar garis.

“umi, kita belajal yang kaya’ semalem yu, mi?”

Mujahidah kecilku lain lagi,… dia memang tidak banyak omong & seceriwis ade-nya, tapi ternyata…

Akhir tahun lalu, aku ambil raport hasil belajarnyaMujahidah Kecilku- Nusa. Di TK-nya, bu gurunya bilang Nusa termasuk anak yang pendiam tetapi tetap aktif ketika belajar. Di TPA-nya, alhamdulillah dia dapat rangking I. Bu gurunya bilang kalau di kelas Nusa tidak banyak omong, tapi hasil tes semesteran kemarin, saat dites untuk ‘mengucapkan kembali’ hafalan surat-surat pendek AlQur’an & do’a-do’a yang telah diajarkan, Nusa bisa mengucapkannya kembali tanpa bantuan.

Kalau di rumah, dia termasuk agak susah kalau di ajak ‘belajar’, tapi paling seneng kalau di ajak ‘bermain’ sambil ‘belajar’. Biasanya aku tawarkan dia mau ‘bermain/belajar’ apa…

Kemarin malam, Nusa lagi asyik nulis di bukunya… aku lihat dia lagi nulis huruf-huruf Hijaiyah dari ‘alif’ sampai ‘ya’ tanpa mencontoh. Lalu aku coba minta dia menuliskan namanya dengan huruf hijaiyah. Subhanallah… dia bisa.  ” Wah, Nusa sudah pinter nulis nama sendiri pake huruf Arab, ya! Coba tulis lagi: umi…, abi…, nafis…, mama…  Alhamdulillah, walaupun kadang dia lupa menuliskan dari kiri ke kanan, tapi dia sudah bisa menuliskannya dengan benar.

Semoga Allah selalu melimpahkan kesabaran & kreativitas yang tinggi pada kami dalam mendidik anak-anak kami… Amiin..

  4 comments for “Mujahid & Mujahidah Kecilku Sayang

  1. April 11, 2010 at 7:58 am

    Amin.. Semangat ya Bu mendidik anak-anak.. Anak memang titipanTuhan yang sangat berharga untuk sang Orang Tua..

  2. May 1, 2010 at 7:09 pm

    semoga anak Ibu menjadi anak yang berbakti pada orang tua..

  3. May 11, 2010 at 8:42 am

    Amien….Semoga si kecil tambah cerdas…menjadi generasi penerus bangsa

  4. May 24, 2018 at 10:13 am

    Aamiin semoga menjadi anak yang soleh dan solehah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *