Hidup itu memilih… Apakah golput itu juga ‘pilihan’?

Dalam menjalani hidup, kita harus memilih… memilih menjadi orang baik atau orang jahat, memilih jadi orang bener atau tidak, memilih teman yang membawa kita pada kebaikan atau teman yang membawa kita pada keburukan, de..el..el… Dalam hidup bernegara pun, kita harus memilih… memilih pemimpin yang baik & peduli pada rakyat atau tidak, memilih untuk berubah atau tidak,… Tapi, kenapa ya pada pemilu kemarin, masih banyak yang secara sengaja tidak menggunakan haknya untuk memilih alias golput. (Terlepas dari ‘kekurangan’ atau ‘kelalaian’ KPU yang DPT-nya banyak yang bermasalah sehingga banyak juga yang tidak bisa memilih karena tidak terdaftar. Padahal ‘banyak’ yang sebenarnya sudah tidak ada tapi masih terdaftar). Apa bener golput itu ‘pilihan’ yang tepat?

  6 comments for “Hidup itu memilih… Apakah golput itu juga ‘pilihan’?

  1. July 7, 2009 at 2:24 pm

    Apakah rakyat tidak boleh mengemukakan ketidaksetujuannya? Golput adalah opsi yang dipilih untuk menyatakan mosi tidak percaya. Praktek mosi tidak percaya adalah bagian dari demokrasi. Justru dengan demikian, orang yang melakukan golput adalah orang-orang yang sedang menyatakan hak politiknya dengan menyampaikan mosi tidak percaya.

    Kalau “wakil rakyat” boleh melakukan _walk_ _out_, mengapa rakyat sebagai pemegang saham tertinggi tidak boleh?

  2. kuntarti
    July 7, 2009 at 3:22 pm

    Terima kasih atas commentnya, pak Jan 🙂
    Artinya… golput itu ‘pilihan’ juga ya, pak? (menjawab pertanyaan ‘judul’) tapi apakah ini adalah ‘pilihan’ yang tepat?
    Mosi tidak percaya ‘yang disampaikan’ dengan tepat, mungkin akan dapat diselesaikan… golput itu kan ‘tidak disampaikan’ tetapi ‘dipraktekkan’, artinya akan langsung membuahkan hasil. Kalau pada pemilihan legislatif, ‘pilihan golput’ menyebabkan ‘yang golput’ tidak terwakili di legislatif… artinya dengan mekanisme & sistem legislatif yang berlaku di negara kita, justru akan memberi kesempatan pada ‘pilihan yang salah’ menentukan nasib negara kita. Tapi, kalau ‘golput’ mau berkontribusi menyumbangkan suaranya kepada ‘pilihan yang tepat’, menurut saya itu lebih baik. Dengan kata lain, tentukan ‘pilihan yang tepat’ pada ‘pilihan yang ada’ melalui pertimbangan2 yang melibatkan indera-otak-hati kita. Setelah memilih, kita serahkan semuanya pada ‘Yang Maha Kuasa’ untuk menentukan hasil akhirnya. Apa pun hasilnya…mungkin itu yang TERBAIK menurut-NYA, tetapi kita harus bisa mengambil HIKMAH/ PELAJARAN dari semua yang telah terjadi…

  3. romi
    May 15, 2010 at 12:08 pm

    Golput memang bisa diartikan suatu pilihan politik dalam demokrasi yang saat ini sedang terjadi di Republik kita, namun hal itu kecenderungan orang memilih pilihan Golput di dasari pada suatu pemahaman yang dangkal dan tidak bertanggung jawab sebagai warga negara, kalau saya lebih sepakat mengatakan bahwa pilihan golput itu merupakan tindakan yang tidak peduli terhadap bangsa ini persoalan siapa yang memenangi pertarungan dalam pemilihan Kepala daerah maupun Presiden itu hal yang wajar.

  4. May 17, 2018 at 12:09 pm

    hahaha sangat realis ya

  5. May 24, 2018 at 10:07 am

    terimakasih telah berbagi artikel yang bermanfaat nih

  6. November 24, 2018 at 7:49 pm

    Golput jelas bagian dari pilihan karena dalam demokrasi diberikan ruang untuk sebuah pilihan. Sayangnya banyak yang berikan label orang yang golput itu ga peduli bangsa, apatis dan lain-lain. Padahal untuk membangun bangsa bisa dengan banyak cara. 90% orang golput tetap aja ada yg jadi pemimpinnya, begitu pula jika 10% orang yg golput tetap ada pemenangnya. Tapi 90% golput dengan 10% golput tentu berbeda maknanya… walau sama-sama menghadirkan pemenang

Leave a Reply to romi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *