Belajarlah menerima taqdir yang menimpa diri kita

Kalimat ini adalah tausiyah dan pesan dari seorang sahabat ketika saya akan pergi mengikuti short course di Adelaide. Satu kalimat yang cukup sederhana, namun bisa menjadi penguat dan penyemangat di kala saya merasa tidak mampu dan lelah untuk berusaha. Kalau bicara tentang taqdir, seakan-akan kita tidak kuasa untuk mengubahnya. BENAR kita tidak kuasa mengubah TAQDIR kita, namun TIDAK BENAR kalau kita tidak mampu mengubah HIDUP kita dengan USAHA kita. Hal ini yang sering disalah maknai oleh kebanyakan orang.

—————————————–

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Terkadang kita sulit menerima takdir yang menimpa diri kita, apalagi jika takdir itu berupa kesulitan atau kegagalan… sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi pada diri kita… sesuatu yang menurut pemahaman kita tidak baik buat kita. Pada saat itu, seringnya kita lupa…Allah Sang Pencipta takdir… Sang Pencipta kita… PASTI lebih tahu apa yang terbaik buat ciptaanNya. Kita lupa, Allah SWT telah berjanji …tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya…Laa yukalifuLLahu nafsan illa wus’aha….

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Ketika seseorang menerima takdir yang menimpa dirinya… menerima ketentuan Allah atas dirinya…ridho kepada qodho dan qodar Allah… ia akan ikhlas dan rela menerima apapun yang diputuskan Allah kepada dirinya tanpa syarat, dan menganggapnya sebagai sesuatu kebaikan atau cobaan yang perlu dihadapinya. Ridho merupakan buah dari cinta seorang mukmin kepada Allah. Seseorang yang mencintai seseorang akan menerima semua keinginan dan tuntutan dari yang dicintainya. Keinginan dan tuntutan Allah terdapat dalam Al Qur’an.

Kehendak Allah kepada kita merupakan kejadian yang telah berlangsung, tidak dapat dihindarkan, dan tidak diketahui sebelumnya. Semua kebaikan dan keburukan dari apa yang menimpa kita, semua dari sisi Allah.Tak ada seorangpun yang dapat menghindari dari rahmatNya dan kecelakaan yang ditimpakanNya kepada seseorang.

Setelah penciptaan fisik seorang manusia dalam rahim ibunya selama 120 hari, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan menyampaikan 4 perkara: rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan akan menjadi sengsara atau bahagia.Rasulullah mengingatkan bahwa amal perbuatan seseorang selama hidupnya tidak menjamin keadaannya di akhir hidupnya. Semua tergantung pada kehendak Allah. Ada seseorang yang selama hidupnya senantiasa beramal baik dengan amalan penghuni surga, hingga jaraknya tinggal sehasta, namun takdir Allah mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni neraka, hingga masuklah ia ke dalam neraka. Sebaliknya ada seseorang yang selama hidupnya senantiasa beramal dengan amalan neraka, hingga jaraknya tinggal sehasta, namun takdir Allah mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni surga, hingga ia pun masuk ke dalamnya….(Hadits arbain ke-4, HR Bukhari Muslim)

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita ….

Takdir merupakan pertemuan antara ikhtiar atau usaha manusia dengan kehendak Allah. Hidup merupakan rangkaian usaha demi usaha, sambungan ikhtiar demi ikhtiar. Namun ujung dari usaha dan puncak ikhtiar tidak selalu berhubungan langsung dengan kesuksesan dan keberhasilan. Ada simpul lain yang menghubungkan dengan keberhasilan, yaitu kehendak Allah. Simpul yang tidak diketahui oleh manusia, yang gelap bagi kita semua… Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahuinya (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok … (QS. Luqman:34)

Pada setiap usaha yang kita lakukan, kita harus melakukan segala sesuatu dengan baik, profesional, tertib, dan penuh semangat. Pada wilayah yang gelap, usaha kita adalah: berdoa, berharap, dan bertawakal kepada Allah. Dalam setiap ikhtiar yang kita usahakan, harus kita tutup kalkulasi optimisme dengan kata ’semoga’ atau ’mudah-mudahan.’

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Bagi seorang mukmin, kata ’semoga’ atau ’mudah-mudahan’ bukan hanya masalah kebergantungan, tapi juga merupakan buah dari pemahamannya terhadap prinsip aqidah Islam … tempat menyandarkan seluruh pengharapan kita. Dari sinilah tumbuh energi tawakal, kepasrahan yang tidak berakhir dengan putus asa, namun pengharapan atas kehendak Allah yang baik atas dirinya dengan senantiasa memilih jalan yang layak, menata segala upayanya, lalu memohon kesuksesan kepada Allah.

Kata ’semoga’ atau ’mudah-mudahah’ membuat kita menjadi lebih bijak menyikapi takdir yang menimpa diri kita. Kita akan lebih bisa memaknai setiap takdir yang menimpa kita dengan: dibalik semua ini, pasti ada hikmahnya. Tidak larut dalam penyesalan yang mendalam… tidak larut dalam perasaan bersalah atas setiap keputusan yang diambilnya… tidak larut menyalahkan takdir… dibalik semua ini pasti ada hikmahnya.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita …

Yakinlah bahwa setiap takdir Allah untuk kita selalu baik, apapun bentuk takdir itu. Takdir yang baik, tentu baik untuk kita. Takdir yang nampak tidak menguntungkan buat kita, ternyata ada kebaikan yang Allah ’paksakan’ untuk kita…yang tidak kita sadari saat itu.. Yakinlah bahwa Allah mengetahui yang terbaik untuk kita…

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita merupakan tangga untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di sisi Allah. Allah akan senantiasa menguji seorang hambaNya hingga terlihat siapa yang paling berhak mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya. Ujian diberikan untuk memilih yang terbaik untuk mendapatkan tempat yang terbaik. Perlu stamina yang kuat dan persiapan yang baik untuk dapat menyelesaikan segala bentuk ujian.

Allah telah menyampaikan dalam QS Al Mulk: 2 bahwa Allah menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian untuk melihat siapa yang terbaik amalannya. Dalam QS Al Insan: 2 juga disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia untuk diuji dengan segala perintah dan laranganNya. Namun, Allah tidak membiarkan begitu saja makhlukNya hidup tanpa bekal. Allah mengkaruniakan pendengaran dan penglihatan untuk digunakan manusia menjalani hidupnya… menemukan petunjukNya… menemukan jalan dan pemecahan atas segala permasalahan… menemukan kunci dan penerang untuk lolos dalam ujian hidupnya.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita adalah buah dari pohon-pohon dosa kita. Dosa-dosa kecil yang kita abaikan dari mohon ampunanNya… yang kita semai dan kita tumbuh suburkan… akan menghasilkan buah yang akan kita petik hasilnya. Jika musibah datang beruntun, kegagalan terus menghantui kita, sudah saatnya kita berkaca dan mengoreksi diri. Kotoran atau coreng-moreng apa yang telah menodai perjalanan hidup kita? Dosa apa yang telah kita lakukan sehingga menghalangi kita mencapai kesuksesan? Setelah itu hapuslah kotoran dan coreng-moreng itu dengan taubat dan istighfar.

Ada korelasi yang kuat antara taubat dan istighfar dengan kemudahan hidup. Nabi Nuh as mengajarkan kepada kaumnya:…”Mohon ampunlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai”… (QS. Nuh:10-12).

Ibnu Qoyyim menasihati:

…jika engkau dalam kenikmatan, peliharalah kenikmatan itu… sesungguhnya kemaksiatan bisa menghilangkan kenikmatan… dan ikatlah kenikmatan dengan taat kepada Tuhanmu, karena Tuhanmu Maha Cepat pembalasanNya…

Kenikmatan yang hilang dan berubah menjadi kegagalan merupakan ’buah karya’ kita sendiri. ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS Asy-syuro:30).

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita adalah cara terbaik untuk meringankan dosa di hari kiamat. Ketika Rasulullah Saw sakit menjelang wafatnya, beliau bersabda ”… Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu rasa sakit dengan duri atau apa saja, kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.”(HR Bukhari). Di antara rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada mukmin adalah dikuranginya dosa mereka di dunia. Musibah, bencana, dan kegagalan yang menimpa, bagaikan air yang menyiram dan mematikan api dosa. Hingga bisa jadi orang yang dosanya banyak, setelah diuji dengan musibah dia tetap beriman, ia akan menghadap Allah kelak dengan beban dosa yang ringan atau tanpa dosa. Sehingga selipkanlah rasa syukur dan tumbuhkan kesabaran atas setiap takdir yang menimpa diri kita, terutama yang berupa musibah. Semoga musibah itu adalah cara Allah untuk meringankan dosa kita yang sudah menumpuk dalam catatan amal hidup kita selama hidup.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita adalah harga wajib untuk mencapai kesuksesan lain. Ketika di awal usaha kita, kita tidak mendapatkan hasil yang kita inginkan, bahkan gagal mendapatkannya, bisa jadi Allah punya rencana bagi kita untuk memilih usaha lain yang akan mendatangkan hasil yang lebih baik. Kegagalan merupakan langkah untuk mencapai kesuksesan, jika kita terus berusaha dan berdoa. Ketika seorang wanita belum mendapatkan jodohnya karena berbagai hambatan, boleh jadi Allah telah menetapkan jodoh yang lebih baik untuk mendampinginya. Ketika seseorang terus ditolak ketika mencari lowongan pekerjaan, boleh jadi Allah telah memilihkan pekerjaan yang lebih baik untuk dia.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita merupakan lampu kuning pengingat, agar kita lebih banyak berkaca diri. Mungkin sebelum musibah menimpa kita, kita sedang lupa dengan cermin tempat hati mengoreksi diri. Apakah ada goresan-goresan atau titik-titik yang mengotori hati kita. Musibah, kegagalan, kesulitan hidup bisa menjadi pengingat bahwa kita harus banyak berkaca diri, mengoreksi diri bahwa dosa kita sudah cukup mengkhawatirkan sehingga Allah memberi peringatan dan teguran kepada kita. Sebelum Allah melanjutkan dengan siksa dan azabNya, segeralah bertaubat.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Sebelum kita melangkah… sebelum kita menentukan pilihan, mohonlah petunjuk kepadaNya:

Ya Allah, aku mohon pilihanMu menurut pengetahuanMu
dan aku mohon dengan kekuasaanMu, dan aku mohon karuniaMu yang Agung

Ssesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Kuasa dan aku tidak berkuasa

Engkau Yang Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui,

dan Engkau Maha Mengetahui yang ghaib

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusanku ini baik bagiku, di dalam agamaku dan hidupku, serta baik akibatnya bagiku (di masa sekarang atau masa yang akan datang), maka kuasakanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku; dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini tidak baik bagiku, di dalam agamaku dan hidupku, serta akibatnya bagiku (di masa sekarang dan masa yang akan datang), maka jauhkanlah urusan ini dariku dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan tentukanlah yang baik untukku di manapun aku berada, kemudian ridhoilah aku dengan kebaikan itu…

Wallahu ’alam bishshowab…al haqqu mirrobbikum falaa takunnana minal mumtarin… …Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu, maka janganlah kita ragu untuk menerimanya…

Jazakillah untuk Saudariku… Ardesia … atas tausiyahnya yang ’menghantui’ setiap langkahku … Aku mencintaimu karena Allah…

  90 comments for “Belajarlah menerima taqdir yang menimpa diri kita

  1. nurjanah
    November 20, 2008 at 12:55 pm

    ya allah, gemetar hatiku…sehabis shalat dzuhur, a lanjtin baca paragraf terakhir kamu…
    “apakah ini benar” ??????????? seribu tanya ada dlm hatiq..

  2. chandri
    November 12, 2009 at 10:38 am

    ass, mbak ana copy tausiyahnya,bleh kan. kalau g bleh hub ana y

  3. September 17, 2011 at 3:08 pm

    bismillahhirrohmaanirrohim.

    Manungso Narimo opo ing takdere./pestene..

    • lyn
      August 30, 2021 at 7:58 am

      Saya menemukan blog ini via google search.. saya seperti diarahkan untuk membaca artikel ini.. seperti cahaya yg saya cari dalam gelap ..
      Terima kasih banyak 🙏🏻🙏🏻

  4. aulia
    November 16, 2011 at 6:47 pm

    aslm,ana terharu..saat ini aku telah menikah,akan tetapi aku masih mengingati kekasihku..aku sangat terpuruk,aku merasa bersalah tak mempertahankan kekasihku aku lelah menunggunya dan begitu banyak terror dari ibu juga adeknya serta dia tetap memegang niat awalnya menikahiku ketika dia telah bekerja…tapi aku tak mampu bertahan lagi karena aku di musuhi habis oleh keluarga dan dia terus saja memintaku bersabar….sampai akhirnya aku jatuh sakit dan aku menjatuhkan pilihanku kepada suamiku kini…apa yang seperti ini juga takdir atau nasibku saja yang kurang beruntung?trimakasih

    • Atik knows
      August 31, 2020 at 6:36 am

      Kalau sudah nikah ya takdir jodohnya adalah suaminya. Cintai hanya suami saja.

    • Anita Kisworo
      September 24, 2020 at 11:02 am

      Sama seperti saya, q meninggalkan kekasih ku menjadi seorang istri ke dua, q bersikeras untuk kabur marah dan tidak terima, di kemudian hari q lelah merasa sakit semua karena telah melawan takdir, ternyata ini takdir ku seperti ini
      Dan aku hanya bisa berpasrah kepada Allah dengan apa yg telah di tetapkan sama Allah
      Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan mengangkat derajat kita semua ammmin

    • January 20, 2021 at 1:08 pm

      Saudara,jangan lah saudara menyesali dengan ke gagalan pilihan saudara,kita harus ingat jodo Pati Bagja cilaka itu sudah ada garis nya,teruslah memohon pada Alloh dengan ihklas dan sabar.

  5. ikun
    November 17, 2011 at 10:35 am

    @ Mba Aulia:
    Wa’alaikum salam wr wb.
    Setiap yang terjadi pada kita saat lalu dan sekarang (bahkan nanti) adalah TAKDIR Allah bagi kita… mungkin takdir itu terasa berat buat kita & kita merasa kurang beruntung karena tidak sesuai dengan yang kita harapkan, seperti yang mba Aulia rasakan. Akan tetapi, yakinlah… takdir yang kita alami adalah skenario ALLAH YANG TERBAIK buat kita… suatu saat kita akan merasakan “Indah pada Waktunya”… Hikmah dari takdir yang kita alami, baru akan kita sadari ‘nanti’ atau jika kita mau merenungnya dengan lapang hati… Ya…Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita :)…

  6. March 30, 2013 at 9:15 pm

    assalamu’alaikum, subhanallah, bagus sekali isinya. tadinya kesini mau mencari bahan kultum, tapi alhamdulillah diberi lebih sama Allah, menginspirasi sekali 🙂 jazakallah 🙂

  7. siti
    February 17, 2015 at 9:28 am

    Aku istri kedua.dan alkhmdllh sudah di karuniai 1 orng putra dan skrng aku lg hamul yg ke dua.dan beberapa hr yg lalu suamiku memutuskan hubunganz dgn ku.dan kembali se utuhz kpd istri pertama.sulit sekali aku menerima semua ini dgn ikhlas.mohon solusinya

    • siti
      February 17, 2015 at 9:29 am

      Aku istri kedua.dan alkhmdllh sudah di karuniai 1 orng putra dan skrng aku lg hamul yg ke dua.dan beberapa hr yg lalu suamiku memutuskan hubunganz dgn ku.dan kembali se utuhz kpd istri pertama.sulit sekali aku menerima semua ini dgn ikhlas.mohon solusinya

      • Tajul Amir.b.mstraat
        June 6, 2019 at 5:45 pm

        Terserah lah pada Allah dia menetukan

        • Malek Haji Tahib
          September 30, 2020 at 11:21 am

          Kita merancang Allah yang menetukan.segala perancangan kita buat.kita buat itu kita buat ini.kita buat baik dalam masa yang sama kita buat jahat.selepas itu kita menyesal.dalam peyesalan kita tidak tunduk kepada kepada ilahi.

    • Tajul Amir.b.mstraat
      June 6, 2019 at 5:40 pm

      Aamin..

  8. April 11, 2015 at 6:52 am

    Alhamdulillah… terimakasih. inspiratif. tersentuh.terharu. Ijin share ya. Jazakillah

  9. April 11, 2015 at 6:53 am

    Alhamdulillah. Inspiratif. Terharu. Tersentuh. Ijin Share ya. Jazakillah

  10. Ibrahim Yaacob (pakchu)
    October 7, 2015 at 7:08 pm

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Alhamdulillah syukur di saat2 saya menerima takdir dari Allah swt. dengan ujian Nya sehingga terasa benar kehilangan sesuatu yang disayangi, Allah Ta’ala telah menemukan tulisan saudara yang sungguh2 menyetuh hati dan membuatkan saya rasa lebih aman dan redho dengan Takdir yang telah ditentukan. Alhamdulillah, terima kasih.

  11. October 10, 2016 at 10:37 pm

    memang kita harus bersyukur atas apa yang telah ditakdirkan untuk kita.

    Sangat bermanfaat. terima kasih

  12. January 13, 2017 at 9:01 am

    iya harus bisa selalu menerima lah 🙂

  13. April 17, 2017 at 8:46 pm

    Syukuri apa yang ada hiduplah adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini melakukan yag terbaik. TUHAN pastikan menunjukkan kebesaran dan kuasaNYA. Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik …. lirik lagu dari Dmasiv

  14. rani
    May 21, 2017 at 8:50 am

    bermanfaat sekali.. izin share yaa mbak.. 😃

  15. Destiana Dwi Ramadhani
    July 22, 2017 at 4:40 am

    Alhamdulillah terima kasih tulisannya sangat inspiratif, saya seorang siswa yg baru lulus SMA dan ingin masuk kuliah namun jalan yg saya tempuh tidaklah semulus dugaan saya, saya berkali kali gagal masuk ke perguruan tinggi, sampai saat ini saya masih belum masuk ke perguruan tinggi manapun, awalnya untuk kegagalan saya yg pertama saya merasa kenapa tidak adil dengan saya, setelah itu saya sadar mungkin saya selama ini kurang bersyukur dan mendekatkan diri kepada-Nya dan banyak lalai atas perintah-Nya, dan kegagalan yg kedua saya lebih bisa menerima kegagalan yg saya alami dan berusaha lebih dekat dengan Allah swt. dan sekarang saya akan berusaha dan inshaallah selalu dekat kepada-Nya dan menerima apapun takdir yg diberi

  16. vika arde
    September 28, 2017 at 2:40 pm

    trmksih tulisannya sangat membantu, bln sept ini rncna pernikahan kami akan diselenggrakan tp ternyata Tuhan berkhndak lain. 2bln sblum acra prnkhan sya ptus dg calon suami sya, pdhal qt sudah pcran hmpir 8th. sulit memang mnerima takdir yg ditetapkan tpi sya tdk bsa memaksa org lain untuk mnikahi sya dan demi kbhagiaan sya. smoga dg kjadian ini, sya dan dia menjadi lbih dktat denganNya. amin

  17. intan
    November 2, 2017 at 1:01 pm

    Assalamualaikum…
    insyaAllah kita tetap istiqomah dijalan Allah… dan menerima takdir baik dan buruk.. aamin

  18. January 31, 2018 at 10:16 am

    ini sangat bagus, apakah ini ini benar benar terjadi pada pengalaman penulis?

    • Ikun
      January 31, 2018 at 5:37 pm

      Terima kasih sudah baca dan komen. Tulisan ini sbgn besar saya ambil dari Majalah Tarbawi, maaf sy lupa menuliskan sumbernya.Tapi, sangat mengena dengan pengalaman saya sepanjang hidup.. karena hidup ini ujian kan? 🙂

  19. February 1, 2018 at 11:31 am

    keep on writing, thanks for sharing..

  20. Ratie
    March 3, 2018 at 9:55 pm

    Subhanallah..
    Tulisan ini sangat menginspirasi..
    Aku adalah salah satu dari hamba Alloh yg kurang faham hukum islam. Hingga untuk Ikhlas menerima Takdir terasa sangat berat. Bahkan karena “ketidak” mengertianku itu.. Hampir setiap saat ada ronde pertengkaran dengan pasangan. Takdir itu milik Alloh.. Tidak seharusnya aku menyalahkan pasangan yg Adalah sesama manusia. (Meskipun ini sangat tidak mudah)
    Ya Alloh..
    Terimakasih sudah menuntun Hamba hingga kesini.. Semoga yg menulis artikel ini di berikah Berkah yg melimpah… Semoga esok hari bisa mulai belajar menerima Takdir-Mu. Tolong mampukan ya Alloh… Amiiiiin🙏

  21. April 5, 2018 at 8:51 pm

    assalamualikum, subahanallah bagus sekali tulisan ini dan menginspirasi 😉

  22. May 3, 2018 at 4:54 pm

    Terimakasih informasinya kak

  23. May 8, 2018 at 12:49 pm

    Its great article, thankyou

  24. Adit
    May 8, 2018 at 7:05 pm

    Allhamdullilah
    Ya rabb ya allah tuhan semesta alam
    Saya ridho dengan semua ini amin

  25. May 9, 2018 at 5:20 pm

    Terimakasih ilmunya

  26. May 17, 2018 at 1:56 am

    Rukun iman yg ke 6 ,mengimankan pd takdir baik buruk dr alloh.ini yg paling sulit dan paling berat ,beriman mempercayakan takdir apapun yg kita alami itu smua dr alloh.sy sering merasa tak kuat dan tak sanggup menerima takdir dr alloh,pdhl sy tahu takdir baik buruk itu dr alloh.sungguh smua manusia pasti mengalaminya hanya berbeda beda saja takdirnyya.

  27. May 17, 2018 at 11:47 am

    terima kasih sangat menginspirasi

  28. May 24, 2018 at 9:59 am

    karena dibalik takdir yang kita terima bakalan ada hikmahnya

  29. fauzi ali ambadar
    September 29, 2018 at 10:10 am

    izin copas ya

  30. October 23, 2018 at 2:06 pm

    Memang sudah seharusnya seperti itu, tapi itu semua butuh proses dan tidak instan

  31. November 9, 2018 at 10:19 am

    terima kasih banyak sangat menginspirasi dan sebagai renungan bagi kita semua

  32. athiw
    November 17, 2018 at 6:52 pm

    Alhamdulillah makasih tas tauziahx bisa meredakan hatiku yang keras sekali, tapi ada satu hal yg blm bisa sy penuhi sampai kpndoa qita terkabul, bljr ikhlas dan sabar sm org yg tlh menyakiti alhamdulillah sdh bisa tapi knp yg sy inginkan blm jg terpenuhi

  33. November 24, 2018 at 7:42 pm

    Dari zat yang Maha Suci tidak mungkin keluar ketetapan yang buruk, tugas kita bagaimana menyikapi setiap takdir agar hati tetap bahagia damai dan tentram, walau takdir berlawanan dengan yang kita mau…^^

    • Triasih
      September 21, 2020 at 9:04 pm

      Saya suka banget dengan komennya

    • Mee
      August 8, 2021 at 8:39 pm

      Ijin share komen nya ka

  34. December 7, 2018 at 4:31 pm

    Terimakasih
    Izin copas kak

  35. Yuniar
    December 29, 2018 at 12:56 am

    Terima kasih atas tulisannya yg sangat mbantu, saat ini sy juga menyesali takdir yg tengah saya jalani, menikah… Bercerai… Dan saat ini sy menjalani pernikahan ke 3, tapi ternyata sangat menyiksa batin…… Tapi ini adalah takdir yg harus saya jalani… Mungkin ini buah dosa dosa sy yg dulu……. #Maafkanlah HambaMu yang pendosa ini… Ya Allah

    • Ikun
      December 29, 2018 at 4:50 am

      Terima kasih mba Yuniar. Takdir tidak untuk disesali, tapi untuk diterima dan diambil hikmahnya. Yang perlu kita sesali adalah sikap dan perbuatan kita yang tidak sesuai dengan perintah dan laranganNya, yang tidak disengaja apalagi yang disengaja. Tapi penyesalan tidak akan berbuah baik kalau tidak diiringi dengan tobat dan perubahan perilaku, dan mengulang kembali kesalahan yang sama. Yuk merenung dan muhasabah atas apa yamg sudah kita lakukan,kemudian belajat dari pengalaman lalu & pengalaman orang lain, kita berubah menjadi lebih baik. Semangat mba Yuniar.

  36. Lizha
    January 11, 2019 at 11:36 am

    Izin copy kak

    • Ikun
      April 18, 2019 at 8:28 am

      Silakan mba Lizha

  37. Murni viur
    February 10, 2019 at 3:58 am

    Pencerahan yg bagus setelah membaca aku sadar bahwa takdir yg buruk afalah buah dosa dan kedahan kita. Moga kita dapat instropeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi.

  38. nurul hidayati
    February 25, 2019 at 9:02 am

    Alhamdulillah….. dari sini aq dapat penguat yang benar…. barokalloh…. Amiin yra

  39. March 17, 2019 at 10:50 pm

    Terima kasih atas tulisannya yg sangat bermanfaat..

  40. Deni
    March 18, 2019 at 1:11 am

    Trima kasih saudaraqu.smoga artikel ini bisa menguatkan sya.yg skrg lg d uji oleh alloh swt.yg kdang putus asa dan ada rasa mrasa diri d campakan oleh alloh d saat udh meminta kpadaNya tp ttap msih blum mnemukn jln keluarnya..skli trima ksih artikelnya.yg trasa menampar sya brtubi”,maafkn sya ya Alloh..

  41. Cha
    March 20, 2019 at 12:35 pm

    Menangis baca nya :”
    Sangat menyentuh
    Terimakasih

  42. April 2, 2019 at 8:58 pm

    Yup… nggak semua takdir buruk itu buruk… siapa yang tau bahwa di balik itu akan ada hal yang mengagumkan?… saya seringkali mengalami hal mengejutkan tentang takdir… so, apapun yang terjadi pada kita… bersyukurlah… insyaallah ada hikmah dibaliknya…

  43. Maya
    April 7, 2019 at 3:46 pm

    Subhanallah…Terima kasih atas tulisannya, sangat membantu mbak.

  44. June 25, 2019 at 1:59 pm

    alhamdullilah , article yang sangat membantu ketika kita lagi dapat musibah , harus ikhlas.

  45. Surya
    August 13, 2019 at 10:22 am

    Terimkasih pencerahannya…terharu sekali membacanya. sering sering menulis begini ya.

  46. Adis
    November 4, 2019 at 11:59 pm

    Terima kasih kak, karena membaca postingan kakak ini rasanya putus asanya yang tadi hilang. Izin share yah kak

  47. an
    December 24, 2019 at 11:38 am

    terima kasih atas tulisannya. sangat menyentuh dan segera ingin bertaubat. tulisan yang sangat bermanfaat

  48. Rahmahtika
    February 8, 2020 at 5:34 am

    Tak terasa airmata ini menetes saat membaca. Begitu masuk ke hati tulisan ini hingga saya pun jadi mengerti bahwa apa yang menimpa saya minggu ini, ujian terberat dalam hidup, adalah bagian dari skenario Allah. Semoga saya diberi kesabaran dan kesanggupan dalam menghadapi takdirNya. Terima kasih sangat inspiratif sekali.

  49. Han
    February 16, 2020 at 7:54 pm

    Ijin mengutip beberapa kata didalam tulisan ini :))

  50. qq
    April 9, 2020 at 6:49 pm

    dulu hidup saya begitu berada,
    kami memulai usaha dari nol..sampaj akhirnya sukses…setelah 9 bln bln belkangan ini semua nya jadi kembali seperti semula,dan saya terus menyalahkan diri saya sendiri,entah apa itu…saya tidak tau….dan terus menyalahkan allah kenapa baru dikasih senang sudah jatuh lagi..saya ga tau….setiap saya ingin bersujud…meminta…menangis atas kesalahan saya,hati saya selalu memberontak..seakan ada yg membisikan ke saya,kalau ini bukan salah sya….saya jadi bingung😭😭…saya ingin keluar dari fase yg begini…saya ingin menjadi sahaleha,wanita yg baik..santun…tapi ….selalu menolak…

  51. Adella
    April 11, 2020 at 2:38 pm

    Assalamualaikum saya mau bercerita sdikit,,, saat ini saya sedang menjalani hubungan dgn seseorang yg menurut saya sangat amat baik dan saya yakin dgn dia bakal berjodoh, tetapi keluarga saya malah bertolak belakang dgn dia, keluarga saya malah menyuruh saya menyudahi hubungan ini karena tidak baik buat saya nanti nya,,, nah lalu apa yg harus saya lakukan disaat saya sdh begitu yakin dgn pasangan saya ini??

    • Ikun
      July 24, 2020 at 6:25 am

      Wa’alaikumussalam wr wb. Selalu ada hikmah dibalik apa yang terjadi sama kita. Mungkin Allah SWT sedang beri kesempatan kpd mba Adella untuk berhenti dan merenung sejenak ttg hubungan Mba dengan dia, kenapa keluarga tidak mengijinkan? Dekatkan diri kepada Allah SWT Yang MAha Mengetahui apa yang tidak kita keahui. Minta petunjukNya jalan terbaik buat permasalahan mba Adella dengan istikhoroh. Jika Allah menghendaki mba berjodoh dengan dia, Allah akan mudahkan dan dekatkan. Tapi jika memang tidak, Allah akan jauhkan dan Allah akan mengganti dengan pilihan yang terbaik.

    • Suaib Kaplale
      April 5, 2021 at 6:58 pm

      Sholat hajat 4 rakaat di sepertiga malam ,minta kepada “Allah” jalan keluar untuk kasusmu Insyah “Allah” ada jawaban,itu yang terbaik daripada stress,hidup ini ada yang atur “Allah” kunci nya .

  52. Iwan
    July 23, 2020 at 11:05 pm

    Ijin share mbak

    • Ikun
      July 24, 2020 at 6:13 am

      Silakan

  53. July 26, 2020 at 8:41 am

    Saya punya tunangan dan merencanakan menikah, saya domisili Kalimantan dan lelaki itu domisili Jawa. Karena saya sering membuat dia kecewa, dia dan keluarganya ingin saya mengurus surat pindah ke jawa ikut KK bude saya dan menikah di Jawa. Sedangkan kedua orang tua saya ada di Kalimantan. Orang tua saya tidak setuju karena seharusnya akad di lakukan di Kalimantan. Saya sudah sangat yakin dengan lelaki itu karena saya tau dia dan keluarga nya sangat baik. Hanya saja mereka bersikeras untuk di lakukan akad di Jawa.
    Apakah saya salah jika berusaha mempertahankan hubungan ini dengan mengalah pindah ke Jawa? Tetapi disisi lain saya juga ingin seperti wanita pada umumnya yang di perjuangkan. Jika saya tidak pindah ke Jawa maka hubungan ini berakhir.

    • Ikun
      July 26, 2020 at 11:34 pm

      Mba Afifah, alangkah baiknya kalau restu orangtua didahulukan. Laki-laki yang baik tentunya juga ingin menikah dengan restu orangtua dari pihak wanita. Coba dibicarakan lagi dengan tenang dgn calonnya mba Afifah. Untuk akad gak ada salahnya ikut orangtua mba Afifah, tp kalau sudah menikah, maka sudah menjadi tanggung jawab suami, shg mba Afifah harus ikut suami. Tapi itu semua sebaiknya dibicarakan baik2. Insya Allah akan ada jalan keluarnya. Jangan lupa istikhoroh, minta petunjuk kepada Yang Maha Mengetahui yang terbaik buat hambaNya. Semoga mendapatkan jalan keluar terbaik ya mba Afifah.

  54. September 8, 2020 at 11:43 am

    Terimakasih infonya sangat bermanfaat sekali
    Visit Us

  55. Dony
    September 20, 2020 at 4:24 pm

    Aku sekarg dalam ketepurukan kehilangan seseorang yg tahun depan kita akan menikah, kalian pasti tahu bagaimana rasanya,, sedih, kecewa, benci, rindu semua campur aduk,,dan jangan lah kalian menyalakan pasangan yg mninggalkan kalian bahwa sesungguhnya itu adalah kehendak allah swt. tpi di balik itu semua saya terkejut ,, trnyta allah lebih merindukanku,, dengan kejadian itu aku sering terbangun subuh dan sholat subuh biasanya sholat subuh aku sering bolong,, dan aku emg sering berdoa meminta jadinkanlah hatiku hanya milik allah, dan dstu aku bfikir lagi,, aku emg sedang d uji pantaskah hati ku berhak menjadi milik allah,dgn di berikanya cobaan ini,, kadang apapun cobaan kita yakinlah kita terpilih dari sekian banyak orang pantaskah derajat kita di naiki,, dri cobaan itu la allah mnguji kita,, dan yakinlah rencana allah lebih indah dari keinginan kita,, yang penting kita tetap berusaha menjadi yg terbaik,, dan sllu intropeksi diri,,

  56. diean
    September 25, 2020 at 5:56 am

    ada rasa tenang setelah baca ini..aq yang baru saja gagal di tes cpns kali ini..benar2 syook….smoga ada hikmah dan jalan yangblebih indah dr semua ini Aamiin

  57. Atean
    September 29, 2020 at 6:22 pm

    Izin copas & share

  58. Abu 'Abdillah
    November 22, 2020 at 5:16 am

    Dengan adanya dosa kecil, anda bisa berbuat baik. Semakin anda banyak berbuat dosa kecil, semakin anda di tuntut untuk banyak berbuat baik (beramal penghapus dosa).

    Manusia yang rusak hatinya akan menentang kalau dirinya itu pasti berbuat dosa, yang akhirnya menentang apa-apa yang di larang oleh Alloh dan Rosul-Nya.

  59. Ghozali
    December 13, 2020 at 5:57 am

    Artikelnya bagus sekali mbak.Oh iya sekedar berbagi pengalaman saja saya pun bukan orang yang hidupnya senang permasalahan saya banyak sekali dan saya yakin saya sendiri ngak akan sanggup untuk menyelesaikannya. Tetapi saya selalu beristighfar di manapun saya berada di sela2 kesibukan saya saya selalu beristighfar dalam hati dan saya tanamkan dalam hati bahwa Allah itu maha baik dan tidak akan membiarkan kita dalam kesulitan tanpa ada jalan keluarnya..Alhamdulillah setiap permasalahan saya dapat saya lalui dengan baik.Ingatlah bahwa Allah itu bagaimana prasangka hambanya itu saja.

  60. Icha
    December 23, 2020 at 3:20 am

    Bismillah..
    Saya di fase yang benar benar ikhlas. Belum berhasil dalam pernikahan untuk ke 2 x, tahun inj luar biasa banyak pelajaran yang saya dapat. Semoga Allah kasih hadiah di awal tahun depan hadiah indah atas semua air mata ini. Ternyata mencintai manusia itu lelaaah…. Fokus allah allah allah saja.

    • Ikun
      December 28, 2020 at 10:21 am

      aamiin ya Rabbal ‘aalamiin… Tetap semangat Mba Icha, Tetap positive thinking!!

  61. Muhammad Farhan Abdul Rahman
    December 28, 2020 at 7:15 am

    Ramai commentnya ya bund 🙂
    masyaallah tabarakallah, semoga jadi amal jariah untuk penulisnya

    • Ikun
      December 28, 2020 at 10:20 am

      Aaamiin ya Rabbal ‘aalamiin.. Terima kasih Pak

  62. Hamba Allah
    January 26, 2021 at 10:45 pm

    Ass bun,, trm ksih atas wejanganx sangt terispirasi,, bun minta masukanx,, bun sy menikah dgn orang yg statusx su beristri tapi saat ini mreka su cerai,, kecewa sm Allah kenapa sy diberi ujian sprti ini?? Sdangkan sy berusaha jd orang yg baek, rajin sholat, suka beramal dll.. ini ti sesuai dgn yg sy harapkan dr Allah,, apa kh ini takdir Allah?? Sy sll mengarkan tauziah ustad klo yg merebut suami orang tdk bahagia dunia n akhirat?? Coba mrk di posisi sy,, trus terang sy ju tdk mau diberi ujian sprt ini,, apkah yg hrs sy lkukan bun,, trm ksh

  63. Hamba Allah
    January 26, 2021 at 10:56 pm

    Assallamualaikum

  64. Pretty Ghassani
    February 15, 2021 at 7:38 am

    MasyaAllah menyentuh sekali tulisan ..
    Ijin save dan share ya ukhi..?

  65. March 23, 2021 at 11:34 pm

    Bismillah saya seorang wanita yang terlahir dari keluarga yang broken home dan dari kecil saya tidak pernah bahagia karena ayah saya tidk perduli kepada saya dn saya tidak tamat sekolah dan tidak punya masa depan dan waktu usia 17 tahun saya rusak kadang saya berfikir mengapa hidup saya begini mengapa allah jahat kepada saya saya bingung mohon pencerahanya

  66. Rahmat reza
    April 3, 2021 at 10:40 am

    Saya menemukan artikel ini karena saya sedang kena musibah dan mencari cara supaya saya menerima dengan ihlas qada dan Qadar dari Allah SWT yg diberikan ke saya. Saat ini saya sedang terpuruk dan sedang membutuhkan bimbingan rohani.
    Kisahnya di pertengahan september 2020 saya diajak teman sekampung katakanlah namanya A untuk bisnis alat kesehatan, dia mengajak temennya yg bernama S.
    Akhirnya kami bertiga mengadakan kerjasma, saya sebagi investor, A dan S sebagai pelaksana. 1bulan pertama bisnis tersebut dibuat lancar, menginjak bulan ke 2 udah mulai macet dan puncaknya di bulan ke 3 ketahuan ternyata semua ini adalah fiktif. Saya tertipu dengan angka yg sangat besar bagi saya yaitu 5.040,350.000. Hal ini membuat saya shock selama sebulan dan hampir hampir jatuh sakit.
    Akhirnya saya ingat akan qada dan qadar, yg membuat saya harus ihlas dengan ketentuan Allah.
    Saya mohon ampun kepada Allah karena mungkin ini akibat kesalahan dan dosa saya.
    Saat ini saya berusaha bangkit kembali untuk melanjutkan takdir Allah.
    Mohon doa dari saudara seiman…

  67. April 25, 2021 at 8:52 pm

    Aminnn, Terima kasih pak

  68. Nita Hartini
    May 3, 2021 at 2:40 am

    Ijin copas Kk 🙏🙏

  69. Baim
    August 5, 2021 at 6:01 am

    Bicara ttg takdir/kehendak/ketetapan Allah sy msh blm paham. Mhn mgkn lewat pertanyaan ini utk bantu jwb dan jelaskan.

    Apakah benar kisah Firaun yg telah dikisahkan dlm Al-Quran dinyatakan bhw ia akan masuk neraka, boleh disebut merupakan kehendak Allah, bkn kehendak Firaun?

  70. Anonymous
    August 11, 2021 at 11:24 am

    Qodarullah.. kata yang mudah diucapkan namun sangat tidak mudah untuk diterapkan.. Khususnya bagi saya yang baru saja ditinggalkan oleh 3 orang anggota keluarga secara berturut2 karena covid19..
    Saya sangat ingin percaya bahwa semua yg telah terjadi adalah yang terbaik yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.. tetapi.. hati ini masih terasa sakit, dada ini masih sesak.. masih berharap ini semua hanya mimpi..
    Tolong.. dengan segenap kerendahan hati, tolonh bimbing saya untuk percaya bahwa takdir Allah yang menimpa saya dan keluarga adalah yang terbaik untuk semuanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *