blognya komarudin bin sayuti

blognya komarudin bin sayuti header image 2

Sunnahnya hubungan intim suami istri pada hari jum’at dan malamnya

January 23rd, 2016 · 3 Comments

Copy dari blog saya yg lain:

 

Disunnahkan berhubungan suami-istri pada malam dan hari jum’at didasarkan penafsiran para ulama tentang hadits berikut:

Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Pada hadits tersebut disebutkan kata اغْتَسَلَ dan غَسَّلَ. Sebagian ulama berpendapat berpendapat bahwa kata mandi itu diulang, yakni bermakna penekanan akan anjuran mandi sebelum shalat Jum’at. Ada juga para ulama yang mengartikan dengan اغْتَسَلَ (mandi) dan غَسَّلَ(membuat mandi). Dari sini para ulama mengeluarkan hukum disunnahkan membuat istri mandi, yakni dengan cara jima’ (hubungan suami istri).

Imam At-Tirmidziy menambahkan penjelasan ketika menyebutkan hadits tersebut

قَالَ مَحْمُودٌ: قَالَ وَكِيعٌ: اغْتَسَلَ هُوَ وَغَسَّلَ امْرَأَتَهُ، وَيُرْوَى عَنِ ابْنِ المُبَارَكِ: أَنَّهُ قَالَ فِي هَذَا الحَدِيثِ: ” مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ: يَعْنِي غَسَلَ رَأْسَهُ وَاغْتَسَلَ ”

Berkata Mahmud (yakni gurunya Imam Tirmidziy -sebagaimana- dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadziy): Berkata Waki’: “Dia mandi dan membuat mandi istrinya”, dan diriwayatkan dari Ibnu Mubarak: sesungguhnya ia telah berkata tentang hadits ini: ” مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ ” yakni dia mencuci kepalanya dan mandi.

Sebagian Ustadz ada yang menafikan sunnahnya berhubungan suami-istri pada malam Jum’at dan mengkhususkannya hanya pada pagi hari Jum’at. Maka saya berpendapat demikian:

  • Orang yang mengkhususkan sunnah ini hanya pada hari Jum’at menukil pendapat para ulama yang menjelaskan sunnah ini berlaku pada hari Jum’at. Akan tetapi sebenarnya, saya belum menemukan penjelasan para ulama yang membatasi hari Jum’at pada siang-harinya saja. Padahal sudah tetap bahwa ketika disebut hari jum’at maka malam jum’at juga termasuk di dalamnya. Sehingga yang saya pahami, pembatasan pada siang (pagi) hari Jum’at ini berasal dari penukil, bukan dari para ulama.
  • Orang yang berhubungan suami-istri pada malam Jum’at juga termasuk ke dalam keumuman hadits tersebut karena termasuk “membuat istri mandi”.
  • Ada ulama yang secara tegas menyebutkan bahwa sunnah ini berlaku baik hari Jum’at dan malamnya. Berkata Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘ulumuddin (Maktabah Syamilah 2/50): ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة وليلته تحقيقاً لأحد التأويلين من قوله صلى الله عليه وسلم رحم الله من غسل واغتسل الحديث, “Sebagian ulama ada yang mensunnahkan berjima’ (hubungan suami-istri) pada hari Jum’at dan malamnya, yang berdasar dari salah satu penafsiran dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam “Allah merahmati siapa yang membuat mandi dan ia juga mandi…”
Print Friendly, PDF & Email

Tags: my life · Others

3 responses so far ↓

  • 1 Alfian // Jan 23, 2016 at 8:51 pm

    Ini salah satu sunnah yang masyhur di kalangan kaum muslimin tanah air baik awam maupun thalibul ilmi. Baik sudah menikah maupun belum.

  • 2 Wadiyo // Jun 23, 2016 at 9:59 am

    cari sunah kok yang enak-enak saja.
    benarkah ini sunah?

  • 3 Tchalla // Nov 13, 2019 at 5:59 pm

    Itu haditsnya apa kurang jelas, Pak Wadiyo? Kenapa bertanya lagi itu sunah apa bukan. Lagipula ini hanya sharing saja. Yang jelas sunah yang lainnya insya Allah dikerjakan juga. Kalimat “cari sunah kok yang enak enak saja” tidak masuk akal. Selama itu nikmat dikerjakan, dan mendapat pahala, kenapa tidak?

Leave a Comment