blognya komarudin bin sayuti

blognya komarudin bin sayuti header image 2

Mengenal Persoalan Optimasi

June 22nd, 2014 · 4 Comments

disalin ulang dari KIPMI

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita memiliki keinginan-keinginan yang disertai keterbatasan. Sebagai contoh, keinginan untuk melahap semua hidangan pada sebuah resepsi pernikahan. Namun, keinginan ini dibatasi oleh keterbatasan perut masing-masing. Jika semua hidangan dilahap tanpa pertimbangan, bisa jadi bukan nikmat yang kita dapat, melainkan kelesuan dan penyesalan.

Keinginan dan keterbatasan yang dinyatakan dalam kuantitas tertentu akan membawa kita pada suatu persoalan optimasi (optimization problem). Persoalan optimasi dapat didefinisikan sebagai suatu tugas untuk menentukan nilai-nilai variabel keputusan demi mendapatkan nilai tujuan yang paling bagus dengan tetap memenuhi kendala-kendala yang ada. Dengan kata lain, ada tiga komponen dalam sebuah persoalan optimasi, yaitu fungsi tujuan, variabel keputusan, dan kendala.

Mari kita modelkan permasalahan hidangan resepsi di atas menjadi sebuah persoalan optimasi. Asumsikan perut kita hanya bisa menampung maksimum 1,2 liter makanan dan ada 6 buah pilihan hidangan yang dapat dinikmati seperti diuraikan di bawah.

  1. Nasi rames, dengan volume 0,8 liter dan tingkat kepuasan 85 poin.
  2. Bakso, dengan volume 0,6 liter dan tingkat kepuasan 70 poin.
  3. Siomay, dengan volume 0,4 liter dan tingkat kepuasan 45 poin.
  4. Sate Padang, dengan volume 0,3 liter dan tingkat kepuasan 55 poin.
  5. Kambing bakar, dengan volume 0,4 liter dan tingkat kepuasan 60 poin.
  6. Gado-gado dengan volume 0,5 liter dan tingkat kepuasan 65 poin.

illustrasai

Selain itu, kita tidak diperbolehkan mengambil dua porsi hidangan yang sama dan setiap hidangan yang dipilih pun harus dihabiskan (tidak boleh dimakan sebagian saja).Untuk permasalahan ini, kita bisa identifikasi tiga komponen persoalan optimasi:

  1. Fungsi tujuan: memaksimumkan tingkat kepuasan.
  2. Variabel keputusan: jenis-jenis hidangan yang dipilih.
  3. Kendala: batasan volume penampungan perut.

Menariknya, permasalahan diatas memiliki bentuk permasalahan umum, yang disebut dengan knapsack problem. Jika kita pecahkan persoalan tersebut, solusi terbaik adalah dengan memilih sate padang, kambing bakar, dan gado-gado dengan nilai kepuasan 180 poin. Pembaca yang penasaran bisa mencari bahan bacaan lebih lanjut untuk memecahkan persoalan optimasi dari kasus resepsi ini.

Persoalan optimasi selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Di dunia medis, seorang dokter dituntut untuk memilih paduan obat yang paling berkhasiat bagi pasien sambil meminimalkan efek samping dan biaya obat. Orang yang bepergian berusaha mencari rute yang bisa meminimalkan waktu, biaya, dan tingkat stres. Seorang ibu rumah tangga berusaha menyeimbangkan nutrisi dengan anggaran yang terbatas.

Selain dalam keseharian, persoalan optimasi banyak dihadapi perusahaan-perusahaan di dunia industri. Sistem produksi, penjadwalan karyawan, rute kendaraan adalah beberapa contoh permasalahan optimasi yang ditemui di dunia industri. Penyelesaian persoalan optimasi dengan efektif dan efisien dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dan kesejahteraan karyawan.

Sayangnya, tidak semua persoalan optimasi mudah dipecahkan. Kebanyakan persoalan optimasi yang ditemui di dunia industri justru sangat sulit diselesaikan. Hal ini dikarenakan jumlah variabel keputusan yang sangat banyak disertai dengan ratusan bahkan ribuan kendala.

Penyelesaian persoalan optimasi harus diserahkan kepada ahlinya masing-masing. Misalnya, persoalan optimasi di bidang teknik sipil sebaiknya diserahkan kepada ahli teknik sipil. Akan tetapi, terkadang ada pula permasalahan optimasi yang sangat rumit yang membutuhkan keterampilan ahli-ahli optimasi secara khusus.

Pada tataran akademis, keterampilan optimasi setidaknya dipelajari dalam tiga bidang ilmu, yaitu: matematika terapan, ilmu komputer, dan teknik industri (operations research). Lulusan bidang ini mempelajari model-model umum beserta teknik-teknik penyelesaiannya yang dapat membantu penyelesaian permasalahan optimasi di bidang lainnya.

Pengetahuan dalam penyelesaian permasalahan optimasi telah membantu meningkatkan kesejahteraan manusia. Tentu kita harus sadari pula, kemajuan ini bukan semata-mata hasil jerih payah manusia, melainkan anugerah Yang Mahakuasa. Jika kita merasakan kenyamanan ketika suatu permasalahan optimasi terselesaikan, selayaknya bertambahlah rasa syukur dan ibadah kita kepada Tuhan semesta alam.

Print Friendly, PDF & Email

Tags: Optimization

4 responses so far ↓

  • 1 Wegit // Jun 25, 2014 at 9:47 am

    Bagus pak untuk penalaran awal tentang optimasi, lebih mudah dipahami dan dapat ‘feel’nya untuk tidak takut dulu menghadapi studi kasus yang lebih kompleks dengan bahasa literatur yang terkadang sulit dipahami.

    Wegit, Teknik Industri 2011

  • 2 Yuli Andriansyah // Jul 14, 2014 at 8:41 am

    Menarik sekali artikelnya. Dalam ekonomika, masalah optimasi juga dibahas misal untuk penentuan jumlah produksi dari sejumlah produk untuk memaksimalkan laba atau jumlah inputnya yang ditentukan untuk meminimalkan biaya produksi.

    Terima kasih postingannya.

    Salam
    Yuli Andriansyah
    Universitas Islam Indonesia
    Fakultas Ilmu Agama Islam
    Program Studi
    Hukum Islam (Syariah)
    Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah)
    Ekonomi Islam

  • 3 rafiqa // Jul 22, 2016 at 2:01 pm

    Bermanfaat sekali tulisannya Pak, membantu dalam memahami ilmu optimasi dengan bahasa sederhana, seakan2 memang ilmu optimasi tersebut dekat dengan kehidupan kita, selain itu juga mengulas hikmah dari ilmu tersebut.

    fiqa, s2 teknik industri, 2014
    yogyakarta

  • 4 Raka Budi Satrio Utomo // Apr 11, 2019 at 10:09 am

    Artikelnya menarik dan membantu saya lebih memahami persoalan optimasi, bahasanya juga ringan bagi pemula.

    Raka, S2 Teknik Industri 2018

Leave a Comment