blognya komarudin bin sayuti

blognya komarudin bin sayuti header image 2

Job shop scheduling with setup time

February 5th, 2012 · 5 Comments

Beberapa komentar pada posting flow shop menanyakan tentang penjadwalan batch dan dependent setup time. Untuk mengakomodasi rekan-rekan yang menghadapi masalah yang sama, akhirnya saya berketetapan hati untuk membuat posting baru. Posting ini utamanya adalah hasil kolaborasi penelitian antara saya, Pak Dzulqornain dan dosen lainnya. Posting ini terutama membahas alat bantu penjadwalan job shop (tentu bisa juga digunakan untuk flow shop) yang memiliki karakteristik waktu setup time (changeover time) dan keterbatasan jumlah jig.

Setup time merupakan salah satu hal yang lumrah terjadi pada penjadwalan make to order. Hal ini dikarenakan fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan dapat bersifat umum sehingga satu mesin dapat memproses beberapa proses pekerjaan. Akan tetapi, untuk memulai jenis job yang baru, biasanya diperlukan penyesuaian mesin. Penyesuaian mesin ini bisa berupa penggantian jig, pengesetan ukuran, dsb. Waktu setup antara dua job yang berbeda jenis biasanya lebih besar daripada watu setup antara dua job dengan jenis yang sama. Sehingga, terkadang kita perlu mencari urutan pekerjaan (job) yang memiliki jumlah pergantian antar-job berbeda yang rendah. Contoh sederhana pengaruh setup time terhadap penjadwalan dapat digambarkan sebagai berikut:

Salah satu jawaban dari penjadwalan make-to-order dengan setup time adalah penjadwalan batch. Penjadwalan batch mengumpulkan pekerjaan-pekerjaan (jobs) menjadi satu kelompok tak terpisah kemudian menjadwalkan kelompok2 tersebut. Karena penjadwalan job mengumpulkan pekerjaan yang sama dalam satu kelompok, maka waktu setup (changeover) hanya terjadi ketika pergantian kelompok (batch) berbeda. Dengan demikian, penjadwalan batch jelas dapat meminimumkan makespan. 

Akan tetapi, kita juga perlu memperhatikan batasan due-date tiap-tiap job. Jika batasan due-date terlalu ketat, maka penjadwalan batch beresiko mengakibatkan keterlambatan job semakin banyak. Hal ini dikarenakan job-job dengan jenis yang sama walaupun memiliki due-date yang berbeda diproduksi pada satu bagian yang sama. Hal ini mengakibatkan perusahaan memproses pekerjaan yang seharusnya bisa diundurkan karena due date masih lama atau perusahaan belum memproses pekerjaan yang urgen karena due-datenya sudah dekat. Hal yang dapat kita lakukan adalah memperkecil ukuran batch dengan hanya menggabungkan job-job yang memiliki due-date yang berdekatan.

Selain cara diatas, kita juga bisa memperlakukan penjadwalan job-shop seperti biasa tetapi tetap dengan memperhatikan setup time. Penjadwalan harus dilakukan dengan menyeimbangkan penghematan yang didapat karena memproses job jenis yg sama secara berdampingan serta kerugian yang diakibatkan keterlambatan penyelesaian job-job.

Untuk itu, kami menyediakan alat bantu yang bisa rekan-rekan gunakan sebagai berikut:

TS JobShopScheduling minimize cost multi product changeover time

Manual Penggunaan Algoritma Tabu Search untuk mengoptimasikan Penjadwalan Job Shop

catatan tambahan 

Tool ini bisa digunakan pada tiga keadaan yg kami sebutkan di atas:

  1. Penjadwalan batch secara menyeluruh (job didefinisikan sebagai total dari job-job yg sama)
  2. Penjadwalan batch dengan ukuran kecil (pengguna perlu mendefinisikan sendiri ukuran batch masing2 kelompok)
  3. Penjadwalan otomatis (algoritma akan mengatur sendiri penggabungan job-job)

Perlu dicatat, waktu komputasi untuk ketiga keadaan di atas akan berbeda. Keadaan pertama akan memerlukan waktu komputasi paling sedikit sedangkan keadaan ketiga akan memerlukan waktu komputasi paling banyak. Hal ini bisa terjadi karena perbedaan jumlah job yang harus ditangani pada setiap keadaan.

Selain itu, tool ini juga menyediakan fasilitas kendala jumlah jig/mold/cetakan. Karena keterbatasan cetakan, maka jumlah pemrosessan job secara  bersamaan juga terbatas. Jika fasilitas ini tidak ingin digunakan, maka data tersebut bisa diassign dengan nilai yang cukup besar (misal, sejumlah jumlah job).

@Bruxelles bersama kerinduan mendalam kpd oki, aisyah dan hasna

Print Friendly, PDF & Email

Tags: Manufacturing system · Scheduling

5 responses so far ↓

  • 1 nasrul // Feb 23, 2012 at 7:18 pm

    pak, saia mau tanya

    salah satu metode yang bisa digunakan untuk masalah penjadwalan adalah dengan Genetic Algorithm..
    nah, apakah yang di hasilkan dari metode GA tersebut bagi penjadwalan?
    kemudian kok bisa GA di hubungkan dengan penjadwalan? apa kaitannya

    terima kasih, semoga bapak berkenan untuk menjawab

  • 2 danang // Jul 13, 2014 at 6:27 am

    siang pak, apabila bapak berkenan, apakah saya boleh melihat codingan dari programnya? karena saya sedang menyusun tugas akhir, harus membuat program vba sederhana namun tidak mengerti sama sekali tentang bahasa visual basic. terimakasih banyak pak.

  • 3 Komarudin // Jul 13, 2014 at 12:51 pm

    Maaf Pak Danang. Saat ini saya tidak berniat untuk men-share kode sumbernya.

  • 4 Gisti // Apr 13, 2019 at 10:48 am

    Selamat Pagi Pak Komar,

    Saya Gisti, mahasiswi S2TIUI 2018 bersama Pak Zul.

    Saya bekeeja di sebuah perusahaan otomotif yang menerapkan konsep batch system dalam proses produksi. Terdapat 2 line produksi yg memproduksi 7 varian model.
    Sering sekali yang menjadi permasalahan adalah tingginya changeovertime, sehingga adanya gap waktu antar varian yang berjalan dalam satu line produksi.
    Dari hal ini, bagaimana pendapat bapak dan suggestion terkait masalah changeovertime tsb?karena set up time yg ditentukan tidak berjalan sesuai rencana

  • 5 Komarudin // Apr 22, 2019 at 4:49 pm

    Perlu dibuang waste dalam setup time. Metodologi yg cocok di antaranya SMED (single minute exchange die).
    Selain itu bisa juga penjadwalan dan perubahan ukuran batch.