blognya komarudin bin sayuti

blognya komarudin bin sayuti header image 2

Flow Shop Scheduling (Penjadwalan Flow Shop)

December 9th, 2010 · 24 Comments

Penjadwalan produksi merupakan aktivitas yang tak terpisahkan dengan aktivitas-aktivitas lain lantai produksi. Penjadwalan merupakan pengaturan jumlah dan tipe produksi yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, penjadwalan juga berhubungan dengan waktu peggunaan fasilitas dan bahan material untuk pelaksanaan produksi.

Penjadwalan produksi makin bertambah penting untuk pabrik yang menggunakan sistem made-to-order, yakni sistem produksi yang menggunakan acuan bahwa produk/barang baru dibuat jika ada order masuk. Sistem ini biasanya untuk produk/barang yang sangat unik (highly customized), yang jika perusahaan menyimpannya dalam inventory, tidak ada yg mau membelinya.

Dalam sistem produksi made-to-order, selain ukuran kualitas, ukuran tenggat jadwal pengiriman (delivery due date) juga sangat penting bagi pelanggan (customer). Selain itu, tingkat efisiensi (utilitas) fasilitas-fasilitas produksi seperti mesin, ruangan juga harus diperhatikan dalam analisis biaya.

Salah satu model yg dapat diterapkan dalam keadaan made-to-order ini adalah model penjadwalan flow-shop. Dalam penjadwalan flow-shop, ada sejumlah pekerjaan (job) yang tiap-tiap job memiliki urutan pekerjaan mesin yg sama. Terkadang, suatu penjadwalan bisa dimodelkan seabgai permasalahan penjadwalan flow shop apabila urutan pekerjaannya selaras. Urutan pekerjaan dikatakan selaras apabila urutan-urutan pekerjaan mesin tersebut dari satu job dengan job lainnya tidak ada yang memiliki urutan yang terbalik. Dalam problem ini, ada beberapa tujuan yang dapat dipertimbangkan, misalnya meminimumkan makespan (waktu terlama penyelesaian job-job tersebut), meminimumkan total waktu keterlambatan, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, berikut adalah persoalan penjadwalan flow-shop dengan 16 job dan 11 mesin:

Kemudian diselesaikan dengan alat bantu berikut yg bertujuan meminimumkan makespan:

FSSP

Hasilnya dapat dibuat Gantt Chart di excel sebagai berikut:

Update November 2012:

Salah seorang pembaca menanyakan tentang cara menerjemahkan bagian solution dan solution detail dalam software di atas.

Bagian ‘solution’ memiliki 5 kolom, yakni:

  1. No, nomor.
  2. Solution, kolom ini menampilkan hasil urutan solusi yg ditemukan oleh software. Ini merupakan urutan pengerjaan job. Dari contoh skrinsut di atas, kita mendapatkan solution terakhir (no 4): ’14 5 14 1 3 7 …’. Berarti, job 14 akan dikerjakan pertama kali, kemudian menyusul job 5, kemudian job 14, dst… Bagian ini akan diterjemahkan menjadi jadwal pengerjaan job dalam ‘solution detail’.
  3. OFV, objective function value. yakni nilai makespan yg dihasilkan dari masing-masing solution.
  4. Iteration, yakni iterasi (pengulangan) ketika didapatkan solusi tsb.
  5. Time, yakni waktu komputasi ketika didapatkan solusi tsb.

Bagian ‘Solution Detail’ menampilkan penerjemahan solution terakhir (terbaik) menjadi jadwal pengerjaan job. Baris mewakili job sedangkan kolom mewakili mesin. Sedangkan entri pada tabel mewakili waktu dimulainya pengerjaan kombinasi job-mesin yg bersesuaian. Sebagai contoh, pada job 1 (baris 1), kita mendapatkan solusi sbb:

Job M-1 M-2 M-3 M4 M5….

1 43.58 80.17 81.33 81.33 107.82 ..

Artinya:

  • mulai waktu = 43.58, job 1 dikerjakan pada M-1 (mesin 1)
  • mulai waktu = 80.17, job 1 dikerjakan pada M-2 (mesin 2)
  • mulai waktu = 81.33, job 1 dikerjakan pada M-3 (mesin 3), ingat job 1 tidak diproses pada M-3 (lihat operation time specification)
  • mulai waktu = 81.33, job 1 dikerjakan pada M-4 (mesin 4), ingat job 1 tidak diproses pada M-4 (lihat operation time specification)
  • mulai waktu = 107.82, job 1 dikerjakan pada M-5 (mesin 5)
  • dst

Update 28 January 2013:

Beberapa pemirsa masih kurang ‘engeh’ tentang bedanya antara permasalahan flow-shop dan job-shop. Saya tambahkan keterangan dan contoh untuk membantu pemirsa lebih ‘engeh’.

Pada permasalahan flow-shop, sebuah job akan memiliki urutan process yg sama. Pada permasalahan job-shop, persyaratan ini tidak berlaku. Sebuah permasalahan job-shop bisa memiliki perbedaan dalam urutan process. Contoh permasalahan flow-shop (perhatikan semua job memiliki urutan process yg sama):

  • Process pada job 1: B – C – D – F – A – E
  • Process pada job 2: B – C – D – F – A – E
  • Process pada job 3: B – C – D – F – A – E

Contoh permasalahan job-shop (perhatikan tidak semua job memiliki urutan process yg sama):

  • Process pada job 1: B – C – D – F – B – E
  • Process pada job 2: C – B – D – B – F – E
  • Process pada job 3: B – C – D – F – B – E
Print Friendly, PDF & Email

Tags: Scheduling

24 responses so far ↓

  • 1 faizal // Jan 23, 2011 at 9:41 pm

    salam kenal pa komar, saya faizal mahasiswa S2 TIUI 2009, mau tanya itu angka angka di tabel diatas, 2,94,  5,14,  15,33 dst … artinya apa ya pak ? maklum baru mengenal TI, dulu S1 nya Manajemen Transport Laut

  • 2 Komarudin // Jan 23, 2011 at 10:45 pm

    Salam kenal juga Pak Faizal, kapan2 kita boleh ngobrol2 di kampus. Angka-angka di tabel tersebut menunjukkan waktu operasi (operation time). Sebagai contoh, pada baris satu kolom dua tertera angka 1.16. Artinya, Job (pekerjaan) nomor satu akan diproses di mesin nomor dua selama 1.16 satuan waktu.

  • 3 Imam // Apr 27, 2011 at 8:09 pm

    Pak, Jazakallahukhaer. Semoga jadi Amal Jariyah di Sisi Allah. Usul saya sebaiknya blog ini ada link untuk donasi dan advertisement, agar dapat membantu pengembangan aplikasi keilmuan TI dalam bentuk free download program.
    Untuk tutorial2 gratisnya mungkin bisa di link ke sini juga : http://people.revoledu.com/kardi/tutorial/AHP/AHP.htm

  • 4 Saras_setta // Oct 24, 2011 at 4:40 pm

    Selamat sore, Pak Komar. Saya mahasiswi TI yg sedang mengambil Skripsi.
    Saya ingin bertanya tentang penjadwalan job shop pda suatu usaha yg menggunakan multi outsourcing? karna saya belum menemukan metode yg dpat diterapkan dgn baik pda usaha tsbt.

    Terima kasih

  • 5 Komarudin // Oct 24, 2011 at 11:12 pm

    Halo Mbak Saraswati, untuk permasalahan jobshop, coba dilihat di sini:
    http://staff.blog.ui.ac.id/komarudin74/2011/02/12/job-shop-scheduling-penjadwalan-job-shop/

    Saya sebenarnya tidak begitu paham korelasi antara penjadwalan job shop dan multi outsourcing. Apakah pekerja berasal dari outsource? Ataukah sebagian pekerjaan di-outsource? Kalau permasalahannya makin rumit, bisa dicoba dahulu pengurutan heuristik seperti longest processing time, shortest due date, dll. Baru setelah anda berhasil memodelkannya dengan benar, bisa mencoba teknik yang lebih rumit seperti metaheuristik.

  • 6 Tika // Nov 28, 2011 at 4:07 am

    Selamat pagi pak Komar, saya Tika mahasiswi TI smt 5. Saya ada tugas besar tentang scheduling flowshop. Yang mau saya tanyakan, untuk memilih metode penyelesaian flowshop apakah harus disesuaikan dengan karakteristik aliran proses produksi perusahaan ataukah semua metode dapat dipakai?
    kemudian alat bantu FSSP di atas, bapak menggunakan metode apa ya?
    terima kasih atas bantuan bapak, software FSSP di atas membantu saya dalam membuat tugas besar….

  • 7 Komarudin // Nov 28, 2011 at 6:00 am

    Halo Tika,

    Saya sebenarnya kurang paham tentang apa yang anda maksud untuk bagian “karakteristik aliran proses produksi perusahaan”. Mungkin anda sebelumnya perlu memeriksa apakah persoalan penjadwalan perusahaan tsb apakah termasuk flow-shop, job-shop, atau mass production. Tentunya masing-masing persoalan akan memiliki model permasalahan yang berbeda dan pendekatan penyelesaian yang berbeda.

    Adapun metode untuk penyelesaian FSSP ada banyak sekali. Kita bisa mengklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar, yakni metode eksak (Integer Programming), metode heuristik, dan metode metaheuristik. Masing-masing metode ada kelebihan dan kekurangannya.

    Jika persoalan FSSP-nya relatif kecil (misal 3 buah job dengan masing2 jumlah operasi 3 buah), maka sebaiknya metode eksaklah yang dipakai. Akan tetapi, metode eksak akan sangat membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan problem medium (misal 5 job, 5 operation). Bahkan waktu komputasi bisa mencapai harian bahkan bulanan. Disinilah kemudian para ahli banyak yang menggunakan metode heuristik dan metaheuristik untuk persoalan yang agak besar. Loosely speaking, metaheuristik itu adalah pengembangan dari metode heuristik. Metaheuristik mencoba memperbaiki solusi yg ada (mencari solusi yang lebih baik). Sehingga, waktu komputasi metaheuristik akan lebih besar dari waktu komputasi heuristik. Akan tetapi, hasil metaheuristik umumnya lebih baik dari metode heuristik.

    Untuk software di atas, software tersebut menggunakan metode algoritma Differential Evolution (salah satu metode metaheuristik). Ini bisa anda cek juga pada Menu > About pada softwarenya.

  • 8 Tika // Nov 28, 2011 at 8:56 am

    Terima kasih pak buat penjelasannya, jadi lebih mudeng tentang pemilihan metode penjadwalan. Boleh minta referensi perhitungan manual tentang algoritma Differential Evolution?

  • 9 siska // Dec 5, 2011 at 11:02 pm

    selamat malam pak komar…
    saya siska mahasiswi TI semester akhir..kebetulan tema TA saya ttg penjadwalan..
    karakteristik lantai produksi di tempat yg saya teliti ini adalah flowshop..
    alasan kenapa tema yg saya angkat ini adalah penjadwalan,karena awalnya beranjak dari masalah yg ada yaitu jumlah cacat produksi yg dihasilkan…

    setelah wawancara dgn pihak perusahaan,,cacat yg terjadi disebabkan oleh seringnya dilakukan proses setting mesin untuk pergantian tipe produk yg berbeda ukuran (mis; dari ukuran 40 kg ke 50 kg dan sebaliknya) ,namun cacat yg disebabkan oleh pergantian tipe produk yg seukuran tapi beda jenisnya (mis: ukuran 40 kg: tipe a, tipe b, tipe c), tidak terlalu banyak..

    Untuk setting mesin saja diperlukan waktu selama kurang lebih 1 jam dan pada waktu set up tersebut kantong yang rusak bisa mencapai ratusan lembar..dalam 1 hari frekuensi set up bisa mencapai lebih dari 5 kali tergantung berapa banyak pergantian tipe produk karena pada saat itu tidak ada penetapan penjadwalan produksi yang pasti untuk satu hari asalkan target produksi per bulan bisa terpenuhi..saat ini perusahaan melakukan penjadwalannya hanya berdasarkan keadaan (situasional) karena belum ada jadwal produksi yang jelas..

    hal ini dibuktikan dg adanya permintaan mendadak dari atasan untuk membuat produk lain ketika proses produksi sedang jalan..

    nah,,dari sana muncul ide untuk melakukan penjadwalan produksi agar frekuensi set up bisa diminimasi dan jumlah cacat bisa dikurangi..

    tapi,,setelah saya cari2,,tidak ada penjadwalan yang tujuannya untuk meminimasi frekuensi set up, apalagi mengurangi cacat..

    tapi dosen saya mengusulkan untuk menggunakan metode EPQ agar jumlah lot bisa diketahui dan dari lot tsb frekuensi set up bs diatur..sedangkan utk penjadwalannya,,beliau menyarankan utk menentukan tujuan penjadwalan itu sendiri,,apakah utk meminimasi makespan atau minimasi keterlambatan order,,supaya bs pake metode SPT,EDD atau CR..

    kalo menurut bapak komar,,bagaimana pak ?

  • 10 Komarudin // Dec 6, 2011 at 3:17 am

    Halo Siska, salam kenal

    Kalau saya lihat, pokok permasalahan anda adalah tentang cacat produksi terutama karena pergantian tipe produk. Menurut saya, ada banyak hal yang bisa anda evaluasi dan analisa. Anda bisa menggunakan metodologi PDCA (termasuk di dalamnya 7-tools of quality) untuk meningkatkan performa maupun mencari akar permasalahan dari cacat ini. Selain itu, saya juga merekomendasikan anda untuk mengeksplorasi metode ‘Single-Minute Exchange of Die’ (SMED). Metode ini efektif untuk mengurangi waktu set-up dan mengurangi waste (termasuk cacat).

    Adapun untuk penjadwalan flowshop yang melibatkan change-over, memang baru-baru ini saya pernah mengadakan penelitian tentang tema ini. Penelitian tersebut adalah kolaborasi saya dengan rekan-rekan di TI-UI. Mungkin anda coba hubungi Pak Zulkarnain (zulkarnain[AT]ie.ui.ac.id) untuk berdiskusi lebih lanjut. Coba juga rayu pak Zulkarnain untuk mendapatkan program/software yang bisa digunakan untuk penjadwalan flowshop yang melibatkan change-over.

  • 11 siska // Dec 6, 2011 at 11:00 pm

    makasih ya pak..

    awalnya saya juga berpikiran kalo tema saya ini nantinya akan berhubungan dg quality control…tapi pihak perusahaan menginginkan adanya perbaikan dalam hal penjadwalan produksi…

    output yang diiniginkan berupa penjadwalan (mis : utk 2 mggu );
    ______________________________________________
    tgl __ lini produksi 1 __ lini produksi 2 __ lini produksi 3 __
    1 __ tipe A 50 kg __ tipe B 40 kg __ tipe C 40 kg
    2 __ tipe A 50 kg __ tipe B 40 kg __ tipe C 40 kg
    3 __ tipe A 50 kg __ tipe B 40 kg __ tipe C 40 kg
    4 __ tipe A 50 kg __ tipe B 40 kg __ tipe C 40 kg
    5 __ tipe A 50 kg __ tipe B 40 kg __ tipe C 40 kg
    6 __ tipe A 50 kg __ tipe B 40 kg __ tipe C 40 kg
    7 __ tipe A 50 kg __ tipe B 40 kg __ tipe D 50 kg
    8 __ tipe A 40 kg __ tipe C 50 kg __ tipe D 50 kg
    9 __ tipe A 40 kg __ tipe C 50 kg __ tipe D 50 kg
    10 __ tipe A 40 kg __ tipe C 50 kg __ tipe D 50 kg
    11 __ tipe A 40 kg __ tipe C 50 kg __ tipe D 50 kg
    12 __ tipe A 40 kg __ tipe C 50 kg __ tipe D 50 kg
    13 __ tipe A 40 kg __ tipe C 50 kg __ tipe D 50 kg
    14 __ tipe A 40 kg __ tipe C 50 kg __ tipe D 50 kg

    penjadwalan ini hanya memperhatikan demand per bulan dan kapasitas mesin,,safety stock blm diperhatikan..

    jadi,,dalam 1 hari hanya ada 1 tipe produk yg diproduksi (sesuaikan dg kapasitas mesin 1 hr) sampai jumlah produk tsb mencapai banyak demand..
    dalam hal ini pada lini 1,,tipe A 50 kg selesai dikerjakan slma 1 mggu,hr ke-7 tsb mesin tdk bkerja full krna itu disambung dg tipe A 40 kg…

    nah di hari ke 7 inilah dilakukan pergantian tipe produk melalui set up mesin..
    dari penjadwalan tsb otomatis frekuensi set up bisa terorganisir dgn baik,,sehingga jumlah cacat akibat seringnya dilakukan setting mesin utk pergantian tipe produk bisa dikurangi..

    apakah menurut bapak hal ini bisa dilakukan??
    mohon pendapatnya ya pak…

    ^,^

    menurut bapak,,apakah tema penjadwalan bisa dilakukan utk menangani masalah saya??
    atau,,

  • 12 Komarudin // Dec 7, 2011 at 3:49 am

    Halo Siska, saya rasa penjadwalan untuk meminimasi change over tersebut sangat mungkin dijadikan topik skripsi kamu.

  • 13 siska // Dec 6, 2011 at 11:32 pm

    tambahan pak,,

    kemaren ini saya jg sempat baca TA senior yg tamat th 2008…
    kebetulan judul TA nya tttg penjadwalan produksi dengan program aplikasi penjadwalan berbasis java…tempat penelitiannya pun jg sama dg saya…

    tapi latar belakangnya bukan karena adanya cacat yg disebabkn frekuensi set up,,tp karena perusahaan belum memiliki penjadwalan yang jelas terhadap jenis produk yang akan di produksi serta jumlah yang akan di produksi kurun waktu tertentu…

    selain itu, hasil produksi lebih besar dari pada target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini jelas akan memperbesar biaya penyimpanan untuk kelebihan hasil produksi tersebut…oleh karena itulah,,peneliti mengkaji penjadwalan dgn mempertimbangkan safety stock..

    nah,,ini kan berarti bahwasannya sampai sekarang pun perusahaan tsb msh belum punya penjadwalan produksi yang jelas..mungkin alasan kenapa tidak ada perbaikan :
    1. masalah software,,pembuatan aplikasi pejadwalan tentu membutuhkan investasi yg mahal..
    2. penggunaan suatu software membutuhkan waktu belajar yg tidak sebentar sehingga user dapat familiar
    3. proses bisnis yg dibuat suatu software adalah standar..artinya suatu software scheduling mengembangkan aplikasi berdasarkan kondisi ideal..dan sering kali proses bisnis dari sitem produksi menyimpang dari proses bisnis software..

    pada penelitian tsb,,peneliti menyarankan utk membuat sistem informasi penjadwalan batch dengan menggunakan program yang telah dibuat pada penelitian tsb dengan menambah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjadwalan produksi..

    tanggapan bapak mengenai hal tersebut bagaimana pak??

  • 14 venda // Feb 4, 2012 at 9:13 am

    selamat pagi pak Komar. perkenalkan saya Venda, mahasiswi TI tingkat akhir. Saat ini saya sedang mengerjakan TA mengenai penjadwalan batch flowshop. Situasi perusahaan saat ini dapat dimisalkan/digambarkan sebagai berikut :

    – Job A memiliki 10 batch, job B =15 batch, job C = 6 batch, job D=5 batch, job E=11

    – Saat pergantian antar job maupun batch antar job, membutuhkan waktu set up yang sangat besar, hal ini dikarenakan punch dan dies untuk memproduksi masing-masing job berbeda dan dibutuhkan waktu penggantian sparepart yang lama. namun pergantian antar batch sesama job membutuhkan waktu setup sedikit.

    – saat ini perusahaan menggunakan metode penjadwalan batch terbesar diproduksi terlebih dahulu dan tidak membagi masing-masing job menjadi beberapa bagian batch. Alasan perusahaan tidak membagi job ke dalam beberapa batch adalah memperkecil frekuensi waktu setup yang besar tersebut.

    Misal urutan jadwal : job B – job E – job A – job C – job D (15 batch – 11 batch – 10 batch – 6 batch – 5 batch)

    hal ini mengakibatkan jumlah produk yang terlambat semakin banyak karena waktu yang diberikan dari awal sampai due date sudah terpakai untuk job dengan ukuran batch besar, sedangkan job dengan batch terkecil tidak mampu diproduksi sesuai due date.

    tujuan saya ialah membagi job tersebut kedalam beberapa batch sehingga semua job dapat masuk ke dalam jadwal dan dapat meminimumkan jumlah keterlambatan namun juga memperhatikan frekuensi setup antar job, mengingat semakin banyak frekuensi setup, semakin panjang waktu prosesnya.
    yang ingin saya tanyakan adalah apakah model optimasi dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah tersebut? kalau menurut pak Komar sendiri, saran metode apakah yang dapat saya gunakan dalam penyelesaian masalah tersebut?
    terima kasih pak

  • 15 Job shop scheduling with setup time // Feb 5, 2012 at 7:17 am

    […] komentar pada posting flow shop menanyakan tentang penjadwalan batch dan dependent setup time. Untuk mengakomodasi rekan-rekan yang […]

  • 16 Komarudin // Feb 5, 2012 at 7:20 am

    @siska dan @venda, silahkan cermati posting baru saya:
    http://staff.blog.ui.ac.id/komarudin74/2012/02/05/job-shop-scheduling-with-setup-time/

  • 17 Cya // Nov 17, 2012 at 2:58 pm

    selamat siang pak komar
    setelah mencoba program bapak, saya kurang paham untuk bagian solution dan solution detailnya pak
    bagaimana membacanya? terima kasih. maaf pertanyaan sangat awam.

  • 18 Komarudin // Nov 17, 2012 at 4:15 pm

    Halo Cya. Silahkan lihat update dari posting saya di atas.

  • 19 Cya // Nov 18, 2012 at 3:36 pm

    terima kasih banyak pak komar 🙂
    saya coba pelajari pelan2. barangkali nanti saya jadikan studi kasus, dengan teknik penyelesaian yang berbeda.

  • 20 Cya // Nov 18, 2012 at 3:44 pm

    oh ya komar, maaf bertanya lagi
    kalau bagian solution, itu solusi2 sementara pak? ada 4 row? row ke-4 adalah solusi yang paling bagus (best solution)?

    best solution = 133.31 ini merepresentasikan waktu proses total seluruh job?

    saya run beberapa kali aplikasi bapak, solusi2 yang dikemukakan berbeda-beda ya pak. artinya memang ada beberapa solusi terbaik ya pak. tp running terakhir di saya, best solutionnya 130.82. ini lebih kecil = lebih bagus krn lebih cepat?

    sangat menarik, maaf jika banyak bertanya 🙂

  • 21 Komarudin // Nov 18, 2012 at 10:42 pm

    Prinsipnya, ketika iterasi berlangsung dan ditemukan solusi baru yg lebih bagus, solusi itu akan ditempatkan di baris yg baru.

    algoritma yg saya gunakan memang mengandung komponen stokastik. Sehingga, solusi yg didapat bisa berbeda-beda untuk tiap run. Untuk melihat performa algoritma secara utuh, ia biasanya di-run dg beberapa replikasi.

    Selain itu, anda juga mungkin perlu mengotak-atik max time jika dirasa kualitas solusi masih belum bagus.

  • 22 Sara // Jan 27, 2013 at 4:29 pm

    Selamat Malam Pak,
    Perkenalkan saya sara mahasiswi TI Tingkat akhir. Saat ini saya sedang mengerjakan TA mengenai penjadwalan produksi di suatu perusahaan clothing.

    Perusahaan ini berjalan dengan metode make to order dengan variasi produk yang cukup banyak seperti kemeja, celana, sweater, jacket, topi kaos sablon, kaos bordir, dll. untuk desain ditentukan oleh konsumen itu sendiri.

    untuk layout dan penempatan mesin di lantai produksi, perusahaan memisahkan mesin dalm ruangan masing-masing sesuai dengan jenisnya (mesin jahit, mesin sablon, mesin bordir ).

    Saya mengalami kebingungan menentukan jenis penjadwalan yang sesuai, apakah kasus seperti ini termasuk flowshop ataukah job shop scheduling?Mohon penjelasan dari bapak,

    Terima Kasih

  • 23 Dendi // Jan 19, 2017 at 7:01 pm

    Assalamu’alaikum pak,
    perkenalkan saya Dendi mahasiswa TI tingkat akhir, sedang melakukan penelitian tugas akhir mengenai penjadwalan produksi.

    Saya mengambil kasus di industri perbengkelan, kegiatan produksinya make to sock dengan type alur produksi flowshop. Pabrik menghasilkan Produk A dan Produk B, kegiatan produksinya terdiri dari 2 tahap: Tahap Produksi komponen dan Tahap Perakitan, Tahap produksi komponen A dan B berada pada lini yang sama dilakukan bersamaan, sementara tahap perakitan dilakukan terpisah pada lini masing2.

    Alasan saya mengambil topik penjadwalan dikarenakan produksi komponennya masih dilakukan secara random, padahal terdapat banyak opsi untuk komponen mana yang diproses terlebih dahulu,selain itu ketersediaan mesin terbatas tak sebanding dengan banyaknya komponen yang perlu diproses. Saya berencana untuk melakukan studi waktu untuk setiap produksi komponenya, kemudian melakukan sequencing untuk mendapatkan urutan proses yang menghasilkan makespan lebih baik. sehingga jumlah produksi dapat meningkat.

    apakah dg sistem make to stock(MTS) bisa menjadi bahan kajian saya pak? mengingat pada banyak penelitian, kasus penjadwalan produksi pada umumnya bersifat make to order (MTO).
    Berdasarkan kasus tersebut, apakah pendekatan yang saya lakukan sudah baik pak?
    Atau adakah pendekatan yang lebih baik dengan algoritma tertentu?
    Mohon Tanggapanya Pak..
    Terimakasih..
    adakah metode yang lebih relevan

  • 24 Nurul Istikhomah // Sep 27, 2020 at 1:52 pm

    Assalamu’alaikum Pak
    Pak maaf mau bertanya, untuk perbedaan antara Flowshop Scheduling Problem dengan Permutation Flowshop Scheduling Problem apa ya pak?
    Karen untuk tugas akhir saya, saya mengambil topik tentang PFSP, tapi sata belum mengetahui perbedaan antara keduanya.
    Terima kasih pak
    Mohon bantuannya🙏