Tag Archives

14 Articles
Memainkan Shadowverse di GNU/Linux
Shadowverse

Memainkan Shadowverse di GNU/Linux

Sebenarnya tulisan ini bisa terbagi menjadi dua artikel; artikel tentang memasang Steam dan artikel tentang memasang Shadowverse. Mengingat Shadowverse tidak butuh apa-apa, tulisan ini malah hanya terfokus untuk memasang Steam dengan menggunakan WINE versi terbaru. Saya menggunakan KDE Neon, sebuah sistem operasi berbasis Ubuntu 16.04.

Pengaktifan Repositori WINE Terbaru

Untuk WINE versi terbaru, tambahkan PPA WINE dari Ubuntu.

sudo add-apt-repository ppa:wine/wine-builds

Jangan jalankan pembaharuan repositori dulu. Nanti saja di saat penambahan arsitektur 32-bit.

Pengaktifan Arsitektur 32-bit

Hasil terbaik untuk menjalankan aplikasi Steam dengan WINE didapatkan dengan menjalankannya di arsitektur 32-bit.

Konfigurasi WINE Mode 32-bit

Tetapkan WINE untuk menggunakan arsitektur 32-bit:

export WINEARCH=win32

Supaya Hayati tidak lelah, taruh baris tersebut pada berkas konfigurasi mula:

echo "export WINEARCH=win32" >> ~/.bashrc

Berkas ini akan selalu dijalankan setiap kali BASH/login memulai sesi baru.

Penambahan Arsitektur 32-bit

Tambahkan arsitektur 32-bit sistem operasi Anda bila Anda menggunakan arsitektur 64-bit.

sudo dpkg --add-architecture i386
sudo apt-get update

Langkah penambahan arsitektur dilakukan kalau Anda masih memasang arsitektur 64-bit murni. Tidak ada salahnya dijalankan. Jangan lupa juga menjalankan pembaharuan daftar repositori.

Pemasangan S3 Texture Compression

Puji Tuhan negara kita tercinta tidak memiliki hukum paten perangkat lunak seperti beberapa (Uhuk AS uhuk) negara pencilan. Untuk berjaga-jaga siapa tahu sudah terpasang, buang pustaka kompresi tekstur yang lama:

sudo apt-get remove --purge libtxc-dxtn-s2tc0 libtxc-dxtn-s2tc0

Ini hanya berjaga-jaga saja. Takutnya sudah pernah terpasang untuk aplikasi lain.

Selanjutnya, pasang pustaka tekstur yang tanpa embel-embel.

wget https://launchpad.net/~xorg-edgers/+archive/ubuntu/ppa/+files/libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_amd64.deb
wget https://launchpad.net/~xorg-edgers/+archive/ubuntu/ppa/+files/libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_i386.deb
sudo dpkg -i libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_amd64.deb 
sudo dpkg libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_i386.deb

Sebenarnya Shadowverse tidak S3TC yang aneh-aneh. Satu bagian ini bisa dilewati. Namun, saya pikir mungkin nanti ini dibutuh untuk aplikasi Steam yang lainnya.

Pemasangan WINE

Pasang WINE.

sudo apt-get install --install-recommends wine-staging

Aplikasi WINE secara aneh terpasang di direktori /opt/wine-staging. Terpaksa harus ditambahkan ke PATH agar bisa dieksekusi.

export PATH=/opt/wine-staging/bin:$PATH

Jangan lupa menyimpan baris ini agar nanti selalu dijalankan.

echo "export PATH=/opt/wine-staging/bin:\$PATH" >> ~/.bashrc

Selanjutnya winetricks.

Pemasangan winetricks

Untuk pemasangan Steam yang baik, digunakan perkakas winetricks. Perkakas ini sebenarnya tersedia di repositori Ubuntu. Sayangnya, untuk memasang Steam diperlukan versi terbaru perkakas ini. Mari pasang versi terbaru winetricks:

wget -q0 -  https://raw.githubusercontent.com/Winetricks/winetricks/master/src/winetricks | sudo tee /usr/local/bin/winetricks
sudo chmod +x /usr/local/bin/winetricks

Saya sengaja menjalankan wget tanpa sudo. Siapa tahu di antara pembaca ada yang menggunakan proksi dengan menggunakan variabel lingkungan.

Pemasangan Steam

Sebelum memasang Steam, pastikan bahwa aplikasi Steam dijalankan oleh WINE dengan mode WinXP. Pada WINE versi terbaru, WINE dijalankan dengan mode Windows 7. Hal ini wajar, sih, mengingat banyak permainan yang membutuhkan minimal sistem operasinya Windows 7.

Mari tandai Steam.

wine reg.exe ADD "HKEY_CURRENT_USER\Software\Wine\AppDefaults\Steam.exe" /v "Version" /t "REG_SZ" /d "winxp" /f
wine reg.exe ADD "HKEY_CURRENT_USER\Software\Wine\AppDefaults\steamwebhelper.exe" /v "Version" /t "REG_SZ" /d "winxp" /f

Pasang Steam, namun jangan dijalankan dulu. Pastikan tanda centang untuk menjalankan Steam pada langkah pemasangan terakhir dihilangkan. Steam belum dapat dijalankan karena ada galat pada implementasi WINE. WINE masih belum bisa menjalankan CEF, pustaka Chrome yang menjalankan langsung web di sistem dasar.

winetricks steam

Untuk memperbaiki hal tersebut, harus ditambahkan “-no-cef-sandbox” pada saat menjalankan Steam. WINE memasang dua berkas peluncur untuk menjalankan WINE. Satu untuk ditaruh di menu dan satu ditaruh di destop.

sed -i '/^Exec/ s/$/ "-no-cef-sandbox"/'  ~/.local/share/applications/wine/Programs/Steam/Steam.desktop
sed -i '/^Exec/ s/$/ "-no-cef-sandbox"/'  ~/Desktop/Steam.desktop

Nah, selesai sudah. Jalankan Steam dengan klik ikon Steam di destop/menu. Atau jalankan langsung di terminal:

env WINEPREFIX="/home/jp/.wine" /opt/wine-staging/bin/wine C:\\\\windows\\\\command\\\\start.exe /Unix /home/jp/.wine/dosdevices/c:/users/Public/Desktop/Steam.lnk "-no-cef-sandbox"

Selanjutnya tinggal memasang Shadowverse seperti biasa.

Pemasangan Shadowverse

Bisa saja membuka Steam lalu menjelajah Steam Store dan memasang Shadowverse. Atau, jalankan Steam untuk memasang Shadowverse.

env WINEPREFIX="/home/jp/.wine" /opt/wine-staging/bin/wine C:\\\\windows\\\\command\\\\start.exe /Unix /home/jp/.wine/dosdevices/c:/users/Public/Desktop/Steam.lnk "-no-cef-sandbox" "steam://install/453480"

Selesai.

Bacaan Lebih Lanjut

King of Fighters XIII Steam Edition pada GNU/Linux Wine
WINE Is Not Emulator

King of Fighters XIII Steam Edition pada GNU/Linux Wine

Valve telah berhasil membuat Steam, sebuah platform yang berhasil menciptakan ekonomi mayanya sendiri. Di saat yang lain sedang berjuang menciptakan ekosistem, Yang Dipermuliakan Gaben mengundang seorang ekonom, Yanis Varoufakis, untuk membuat sebuah ekonomi maya di Steam. Yanis Varoufakis inilah yang saban hari menolong Yunani melewati masa-masa kelamnya ketika negara tersebut tengah terancam bangkrut.

[Jadi, jangan bilang saya tidak riset. Saya membuka Steam dalam rangka mempelajari ekonomi maya itu. uhuk ;-P]

Salah satu riset saya waktu itu adalah membeli beberapa permainan. Salah satu permainan itu adalah King of Fighters XIII edisi Steam. Ada sedikit pergumulan untuk memasang permainan ini di GNU/Linux karena dia harus menggunakan Wine.

Oh, iya, saya menggunakan KDE Neon, turunan Ubuntu 16.04 Xenial. Saya juga normalnya menggunakan Wine 1.9 yang memiliki Gallium Nine (DirectX 9 dengan Gallium Mesa 3D). Saya juga memilih untuk menjalankan Wine 32-bit.

export WINEARCH=wine32

Supaya kita satu visi, pastikan bahwa winetricks sudah terpasang. Saya lebih suka versi GIT. Tetapi, kalau tidak mau pusing, Anda bisa menggunakan yang versi paket Ubuntu.

wget https://raw.githubusercontent.com/Winetricks/winetricks/master/src/winetricks
chmod +x winetricks
sudo mv winetricks /usr/local/sbin

Pasang Wine 1.6. Wine versi ini sangat diperlukan untuk memasang pustaka WMP9. Wine versi terbaru tidak bisa dipakai untuk memasang pustaka-pustaka.

sudo apt-get install wine1.6

Selanjutnya, pasang beberapa pustaka yang perlu.

WINEARCH=win32 winetricks wmp9
WINEARCH=win32 winetricks devenum
WINEARCH=win32 winetricks vcrun6

Sudah. Selanjutnya, kembali pasang Wine versi terbaru yang keren.

sudo apt-get install wine1.9

Selanjutnya, pada detik ini silakan langsung memasang Steam seperti biasa; unduh dari situsnya, pasang Steam, login, dan pasang KoF XIII. Kalau tidak ada apa-apa, KoF XIII bisa berjalan seperti biasa.

KoF XIII for Steam

King of Fighters XIII Steam edition, Mai Shiranui winning pose.

 

Bacaan Lebih Lanjut

Memasang PlayOnLinux di GNU/Linux

Memasang PlayOnLinux di GNU/Linux

PlayOnLinux front page

PlayOnLinux front page

Cara paling gampang adalah dengan memasang dari repositori:

$ sudo apt-get install playonlinux

atau

$ sudo emerge -aq playonlinux

Selesai.

Versi Terbaru

Untuk versi terbaru, dapat menggunakan yang dari GIT. Saya sarankan untuk sudah memasang PlayOnLinux yang sudah ada di distro terlebih dahulu. Hal ini agar paket-paket ketergantungannya dipasang.

Jika sudah, langsung saja kloning repo GIT-nya:

$ git clone https://github.com/PlayOnLinux/POL-POM-4 playonlinux
Cloning into 'playonlinux'...
remote: Counting objects: 43849, done.
remote: Compressing objects: 100% (110/110), done.
remote: Total 43849 (delta 58), reused 0 (delta 0)
Receiving objects: 100% (43849/43849), 62.93 MiB | 982.00 KiB/s, done.
Resolving deltas: 100% (23122/23122), done.
Checking connectivity... done.

Nanti kalau mau memainkannya tinggal:

$ ./playonlinux/playonlinux

Atau sesuaikan dengan tempat Anda berada. Selesai!

Yak, sudah. Kok, bengong? Kurang panjang? 😛

TweetDeck dengan WINE pada GNU/Linux [Revisited]
TweetDeck revisited

TweetDeck dengan WINE pada GNU/Linux [Revisited]

Terakhir kali saya menulis cara memasang TweetDeck dengan berbagai pintasan. Ternyata ada cara yang lebih gampang dari itu. Yang diperlukan hanya berikut:

Winetricks
Sebuah skrip pembantu untuk mengatur pemasangan WINE. Pasang paket Zenity jika ingin menggunakan versi GUI.
WINE
Aplikasi yang digunakan saat penulisan adalah versi stabil terbaru, 1.7.4.

Saya asumsikan Winetricks dan WINE sudah terpasang. Keduanya sudah ada di distro kesayangan Anda masing-masing (kecuali Anda suka Tiny Core atau sejenisnya yang eksentrik).

Membuat Lingkungan WINE untuk TweetDeck

TweetDeck revisited

TweetDeck revisited

TL;DR

Buat lingkungan baru.

$ winetricks prefix=tweetdeck

Pasang huruf CJK (Chinese, Japanese, Korean) untuk dukungan bahasa Asia Timur.

$ winetricks prefix=tweetdeck cjkfonts

Aktifkan anti-aliasing untuk huruf agar huruf terlihat lebih bagus dan jelas.

$ winetricks prefix=tweetdeck fontsmooth=rgb

Pasang TweetDeck

$ env WINEPREFIX=$HOME/.local/share/wineprefixes/tweetdeck wine msiexec /i TweetDeck.msi

Anda sudah bisa mengakses TweetDeck dari menu.

—::: SELESAI :::—

Penjelasan

Berikut penjelasan yang saya lakukan karena situs ini situs pembelajaran. Kebetulan hari penulisan adalah hari Sabtu sehingga banyak waktu senggang.

Lingkungan WINE

winetricks prefix=tweetdeck

Proses ini akan membuat sebuah direktori WINE baru “$HOME/.local/share/wineprefixes/tweetdeck/”. Prosesnya mirip persis dengan debootstrap. Ia mengonfigurasi sebuah lingkungan terisolasi terpisah dari induk. Lingkungan WINE yang utama sendiri ada di direktori “$HOME/.wine”.

Yang menarik adalah kedua lingkungan terpisah secara pustaka dan eksekusinya. Aplikasi yang berjalan di lingkungan utama takkan mempengaruhi lingkungan yang terpisah ini. Ini cocok misalnya untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kebutuhan berbeda. Misalnya, ada yang perlu memasang DirectX atau menggunakan pustaka asli.

Contoh perbedaan:

Membunuh aplikasi.

  • Untuk membunuh aplikasi yang berjalan di tempat terpisah harus menyertakan WINEPREFIX.
    $ env WINEPREFIX="$HOME/.local/share/wineprefixes/tweetdeck/" wineserver -k
  • Untuk membunuh aplikasi yang berjalan di direkfori utama.
    $ wineserver -k

Mengakses pengaturan

  • Untuk mengakses pengaturan aplikasi yang berjalan di tempat terpisah harus menyertakan WINEPREFIX.
    $ env WINEPREFIX="$HOME/.local/share/wineprefixes/tweetdeck/" winecfg
  • Untuk mengakses pengaturan yang berjalan di direkfori utama.
    $ winecfg

Yak, kira-kira begitulah cara kerjanya.

Pemasangan Huruf CJK

winetricks prefix=tweetdeck cjkfonts

Budaya Asia Timur sudah merasuk ke Indonesia. Awalnya dimulai dengan tradisi Cina dengan film-film vampir di Sabtu pagi dan laga Kung Fu dengan koreografi indah. Jangan lupa budaya kartun, gaya Harajuku, dan JAV dari Jepang. Bahkan sekarang, budaya operasi plastik, sinetron dari komik, dan musik tarian yang membuat epilepsi dari Korea. Semua budaya Asia Timur mampu mengalahkan budaya Indonesia. Saya bahkan lebih tahu bagaimana menghadapi vampir Cina (Jiang Shi) dari pada Begu Ganjang.

Tentunya, untuk dapat stalking meneliti keberadaan artis-artis populer dari Asia Timur memerlukan trik tersendiri. Mereka cinta dengan budaya mereka sehingga kebanyakan dari mereka menulis dengan tulisan dan bahasa asli dari negara sendiri. Untuk itu, perlu memasang huruf-huruf Asia Timur. Dengan demikian, kita bisa membaca Hiragana/Katakana, berbahasa Mandarin, atau membaca Hangul lebih baik.

Beberapa huruf yang dipasang:

Ketiga jenis huruf tersebut cukup dipasang dan sepertinya WINE sudah bisa mendeteksi huruf. Tidak perlu lagi menjalankan aplikasi dengan menyetel variabel lingkungan $LC_ALL dan $LANG. Berikut hasilnya.

Kalau dilihat, hasilnya kurang bagus ketika digabungkan dengan penghalus huruf. Anda bisa berburu jenis huruf sendiri. Menurut (UTUMI Hiroshi, 2012), penghalus huruf lebih baik dimatikan.

Pengonfigurasian Penghalus Huruf

winetricks prefix=tweetdeck fontsmooth=rgb

Secara baku, WINE menggambar huruf-huruf dalam tulisan langsung. Hal ini membuat tulisan terlihat retak-retak. Untungnya, seperti Windoze XP dengan teknologi ClearType™-nya, WINE dapat memanfaatkan FreeType untuk menggambar huruf dengan dihaluskan.

Saya masih belum tahu konfigurasi untuk mematikan penghalus huruf untuk jenis-jenis huruf tertentu. Ini mungkin riset saya berikutnya. (Bila tidak malas atau sibuk bermain DoTA dan berburu game-game Steam) Rekan-rekan mungkin sudah ada yang tahu caranya?

Yak, demikian pembahasan kali ini.

 

Daftar Pustaka

UTUMI Hiroshi (2012, Sept. 29). Japanese fonts. Retrieved Oct. 19, 2013 from http://www.geocities.jp/ep3797/japanese_fonts.html.^
Disciple II berjalan di WINE
Disciple II main menu running at 1024x768

Disciple II berjalan di WINE

Disciple II main menu

Disciple II main menu running at 1024×768

Disciple II adalah permainan yang sangat lama. Kebetulan saya baru membelinya saat Steam sedang cuci gudang. Saya suka permainan yang lama-lama. Cara mainnya lebih kaya dan menegangkan. Yah, hitung-hitung menebus dosa telah memainkannya versi bajakan sewaktu belum tahu dan mampu dahulu.

Pemasangan berjalan seperti biasa. Tidak ada masalah dengan permainan ini. Dia permainan lama yang masih menggunakan pustaka non DirectX (mendukung juga, sih, DirectX 7.x).

TL;DR

Saya sedang malas menulis, ini dikerjakan dengan WINE versi 1.7.4. Terbitan WINE stabil terbaru saat tulisan ini ditulis. Intinya, saya menjalankan Disciple II pada modus emulasi destop.

Pustaka asli yang digunakan

Ini hanya sekedar menunjukkan apa saja yang digunakan versi asli.

Disciple 2 winecfg, nothing special, really...

Disciple II winecfg, nothing special, really…

Tidak ada yang aneh. Ini hanya konfigurasi bawaan dari zaman dahulu memasang Steam.

Konfigurasi Emulasi Destop

WINE harus dikonfigurasi agar menjalankan aplikasi Steam pada modus emulasi destop. Jangan lupa menjalankan ulang Steam kalau sudah mengubah ini.

Disciple 2 Emulate desktop

Disciple 2 Emulate desktop

Pada aplikasi konfigurasi WINE, saya membuat emulasi destop dengan resolusi 1024×768. Mengapa tanggung? Karena monitor saya hanya sanggung pada mode 1600×900. Jadi, kalau saya ubah jadi yang tertinggi, 1280×1024, ada sebagian yang tidak muat di layar.

Konfigurasi Disciple II

Di versi Steam, disediakan fungsi untuk mengonfigurasi aplikasi permainan.

Disciple 2 configuration

Disciple II configuration

Tidak ada yang istimewa, hanya mengaktifkan DirectX dan modus kompabilitas.

— SELESAI —

Cara Curang

Sebenarnya saya tidak melakukan emulasi destop. Saya malas mengubah-ubah konfigurasi Wine. Lebih baik saya ubah pintasan untuk menjalankan Disciple II. Saya menambahkan emulasi destop sebagai parameter. Sehingga, berkas pintasan jadi seperti ini:

$ cat ~/.local/share/applications/wine/Programs/Steam/Disciples\ II\ Gallean\'s\ Return.desktop
[Desktop Entry]
Name=Disciples II Gallean's Return
Exec=env WINEPREFIX="$HOME/.wine" wine explorer /desktop=disciple2,1024x768 C:\\\\windows\\\\command\\\\start.exe steam://rungameid/1640
Type=Application
StartupNotify=true
Icon=A0AD_07e2c19a4468db3ab5f2f4b7181da8ad819b2f1f.0

Saya menyensor WINEPREFIX dan mengganti direktori rumah saya dengan $HOME. Sesuaikan dengan Anda. Ganti $HOME dengan direktori rumah Anda.

Berkas ini sebenarnya diciptakan oleh WINE sewaktu memasang aplikasi. Jadi, saya hanya menambahkan modus destop (seperti yang tercetak tebal). Tidak ada yang berubah selain itu.

Prime World di GNU/Linux dengan WINE
Prime World launcher

Prime World di GNU/Linux dengan WINE

Prime World launcher

Prime World launcher

Prime World adalah “yet another Three Corridors” game yang dibuat oleh pembuat yang sama dengan Heroes Might and Magic V, Nival. Varian Three Corridors yang terkenal saat ini adalah DoTA, DoTA 2, dan HoN. Prime World termasuk dalam kategori Free to Play alias gratis dan saat ini masih versi Beta.

Prime World bukan hanya sekedar varian Three Corridors. Ia juga menyediakan misi seperti permainan RPG. Ia juga menyediakan perluasan bangunan seperti Heroes Might and Magic. Sedikit lebih kompleks tapi masih belum seberapa dibandingkan Civilization.

Konfigurasi WINE

Berikut konfigurasi WINE yang berhasil menjalankan Prime World.

Versi 1.7.3
Pustaka yang diubah
winecfg 1.7.3

winecfg 1.7,3

Beberapa Ganjalan

Ada beberapa ganjalan yang saya alami dengan permainan ini.

Gagal tersambung ke peladen

PeladenPrime World mungkin terbatas. Saya mengalami kesulitan untuk mengaksesnya. Kegagalan ini disebabkan oleh karena aplikasi gagal menemukan pembaharuan terbaru yang ada di peladen.

Gagal memasang Prime World

Terus terang, memasang Prime World di Steam itu bikin stres dan gila. Sudah seminggu saya gagal memasangnya. Sepertinya peladen Prime World masih perlu ditingkatkan. Untungnya, di halaman unduh, Naval versi Torrent. Saya menggunakan versi Torrent.

Saat penulisan besar berkas yang diunduh sebesar 1,2GB dalam bentuk berkas Zip. Saya mengekstraksi isi berkas tersebut ke direktori Prime World yang di Steam ($STEAMAPPS/common/PrimeWorld). Perhatikan kalau versi unduhan ini nama direktorinya “Prime World” atau terpisah spasi.

Saat permainan tiba-tiba tidak terjadi apa-apa dan semuanya berhenti

Saya mengalami ini saat saya sudah menang atau mencapai suatu capaian tertentu. Secara tak sengaja saya menemukan aplikasi yang memblokir. Sepertinya ada aplikasi khusus yang berjalan di belakang saat terjadi kemenangan.

Saya membuka terminal dan melakukan ini:

$  killall PW_Game.exe

Ini saya lakukan di setiap penghujung misi. Sebab, biasanya di saat itu aplikasi menjadi tidak responsif.

Diseminasi Prime World

Saya mendapati beberapa komponen yang menarik:

  • Halaman depan menggunakan Qt4 sehingga dapat menggunakan HTML sebagai perias (yah, mirip-mirip Manokwari).
  • Permainan menggunakan FMOD Ex sebagai speech engine.
  • Aplikasi menggunakan ACE dan Terabit sebuah framework pemrograman. Jangan-jangan dia menggunakan pustaka knetwork untuk menyediakan koneksi Internet.
  • Aplikasi menggunakan DirectX 9. Tapi, kalau dari komponen, seharusnya bisa dibuat dengan OpenGL sehingga bisa dibawa ke Sistem Operasi lain (GNU/Linux misalnya).
  • Beberapa pustaka FOSS seperti OpenSSL, TIFF, libjpeg, dan lain-lain pun terlihat.

Ini makanya saya tertarik membahas penuh Prime World. Kebanyakan komponennya menggunakan pustaka FOSS. Bahkan, bisa saja dibuat dengan menggunakan Torque 3D. Tentu saja, tidak ada yang dapat mengalahkan inovasi. Pembuatan permainan bukan soal grafis atau lainnya, tetapi keasyikan bermain itu sendiri (gameplay experience). Penggunaan engine pihak ketiga hanya mengurangi waktu teknis dan memberi waktu lebih untuk mengembangkan isi permainan itu sendiri.

Naver LINE di GNU/Linux dengan Menggunakan WINE
Naver LINE Chatbox and Friendlist

Naver LINE di GNU/Linux dengan Menggunakan WINE

Naver LINE Chatbox and FriendlistNaver LINE Chatbox and Friendlist

Naver LINE Chatbox and Friendlist

Saya mendapatkan cara pemasangan dari (shured, 2013). Berbeda dengan Beliau yang menggunakan Fedora Core 18, saya menjalankannya di Gentoo. Ternyata keduanya berjalan dengan baik sehingga saya berkesimpulan distro Anda pun bisa.

Aplikasi winetricks menggunakan Zenity untuk GUI. Kebetulan saya menggunakan E17 sehingga saya tidak memasang Zenity.  Itu sebabnya, saya tidak menggunakan winetricks dengan GUI. Yah, lebih kelihatan seperti heker saja. Anda bisa, kok, menggunakan GUI saja. 🙂

Memasang Winetricks

Saya menggunakan winetricks sebagai pembantu. Aplikasi winetricks digunakan untuk membuat lingkungan WINE yang terpisah dengan aplikasi WINE yang lain. Saya sudah mencoba untuk menggabungkan semua, namun DoTA 2 saya jadi tidak mau jalan. Konfigurasi WINE untuk kedua aplikasi ini nampaknya berbeda.

Langsung saja:

$ sudo apt-get install winetricks

Atau kalau di Gentoo:

$ sudo emerge -av winetricks

Atau unduh langsung:

$ wget http://winetricks.org/winetricks 
$ chmod +x winetricks
$ mv winetricks /usr/local/sbin

Ganti “/usr/local/sbin” dengan “/usr/local/bin” kalau  direktori itu tidak ada di PATH Anda.

Cara mengecek:
$ echo $PATH

Selanjutnya adalah pemasangan Aplikasi.

Buat Lingkungan WINE Baru

Saatnya membuat lingkungan WINE baru yang terisolasi dari lingkungan WINE yang sudah ada. Saya menggunakan “naver” sebagai direktori.

$ winetricks prefix=naver

Perintah tersebut akan membuat direktori “/home/USER/.local/share/wineprefixes/naver” sebagai dasar. Ganti kata “USER” dengan login Anda.

Pasang vcrun2008

LINE membutuhkan vcrun2008, pasang ini:

$ winetricks prefix=naver vcrun2008

Sekali lagi, ganti naver dengan prefiks yang Anda inginkan.

Gunakan mscvrt dari vcrun2008

Konfigurasi lingkungan WINE ini agar menggunakan mscvrt yang asli dari vcrun2008, bukan dari WINE.

$ winetricks prefix=naver winecfg

Lalu ubah dari “native, builtin” menjadi “native” seperti ini:

winecfg

winecfg

Mengilik Sedikit

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar aplikasi berjalan dengan baik dan fonta digambar dengan baik.

Ubah fonta agar menggunakan anti-aliasing:

$ winetricks prefix=naver settings fontsmooth=rgb

Ubah penggambar DirectDraw agar menggunakan OpenGL:

$ winetricks prefix=naver settings ddr=opengl

Yang terakhir sepertinya tidak berpengaruh apa-apa, tapi tidak ada salahnya mencoba.

Unduh Naver LINE dan Pasang

Unduh Naver LINE:

$ wget http://dl.desktop.line.naver.jp/naver/LINE/win/LineInst.exe

Jalankan:

$ WINEPREFIX=$HOME/.local/share/wineprefixes/naver wine LineInst.exe

Ganti WINEPREFIX seperti yang Anda mau. Variabel WINEPREFIX menyebutkan lingkungan WINE yang mana yang hendak dipakai.

Jalankan Naver LINE

Setelah dipasang, aplikasi LINE akan jalan sendiri. Namun, misalnya kita mau menjalankan ulang, perintah yang bisa dijalankan:

$ WINEPREFIX=$HOME/.local/share/wineprefixes/naver wine  "$HOME/.local/share/wineprefixes/naver/drive_c/Program Files (x86)/Naver/LINE/Line.exe"

Sebenarnya membuka terminal dan mengetik perintah ini menyusahkan karena biasanya LINE sudah membuat pintasan di destop. Yah, ‘kan, biar terlihat seperti heker. Kami anti kemapanan! 🙂

Catatan: Sebenarnya untuk memulai Naver LINE tinggal langsung akses dari menu Aplikasi. 🙂

Yak, demikianlah cara memasang Naver LINE kali ini.

ERRATA

  • Menggantikan /home/USER dengan variabel $HOME.
  • Menambahkan kutip yang lupa diakhiri.
  • Memberikan warna untuk menekankan perintah dan argumen.

Daftar Pustaka

shured (2013, June 7). Running Naver Line on Fedora Core 18. Retrieved Oct. 2, 2013 from UmasK: http://www.umask.nl/?p=358.^
TweetDeck on GNU/Linux using WINE
TweetDeck on GNU/Linux Gentoo

TweetDeck on GNU/Linux using WINE

TweetDeck on GNU/Linux Gentoo

TweetDeck on GNU/Linux Gentoo

Prerequisite: I don’t know any. All I know, I am using GNU/Linux Gentoo and I can play Steam well with WINE.

On random surf, I stumble upon TweetDeck’s site and got this:

TweetDeck by Twitter

I have a strict rule of not using third party application. With Big Data on business, I don’t want my data get mined freely. I know I am paranoid, but, hey, that’s me.

Anyway, the site suggests that TweetDeck is a part of Twitter now. Sweet! Now I can install this Twitter client without worry. (I hope)

Do it already!

Download the file:

$ wget https://downloads.tweetdeck.com/windows/TweetDeck.msi

Install the file:

$ wine msiexec /i TweetDeck.msi

In my time of writing, TweetDeck doesn’t make any shortcut. Maybe because of my exotic desktop manager (E17). You could create it yourself. Here’s the TweetDeck.desktop example:

[Desktop Entry]
Name=TweetDeck
Exec=env WINEPREFIX="/home/USER/.wine" wine C:\\\\windows\\\\command\\\\start.exe
/Unix /home/USER/.wine/dosdevices/c:/users/USER/Start\\ Menu/Programs/TweetDeck/TweetDeck.lnk
Type=Application
StartupNotify=true
Path=/home/USER/.wine/dosdevices/c:/Program Files (x86)/Twitter/TweetDeck/
Icon=0C58_TweetDeck.0

Change USER with your real username.

Gentoo, Wine, dan DoTA 2
DoTA 2 with Wine

Gentoo, Wine, dan DoTA 2

DoTA 2 with Wine

DoTA 2 with Wine

Spesifikasi Komputer

Spesifikasi Xorg Komputer

X.Org X Server 1.13.2
Release Date: 2013-01-24
X Protocol Version 11, Revision 0
Build Operating System: Linux 3.7.4-gentoo x86_64 Gentoo
Current Operating System: Linux rajagukguk 3.7.4-gentoo #1 SMP PREEMPT Tue Feb
5 11:07:06 WIT 2013 x86_64
Kernel command line: BOOT_IMAGE=/boot/kernel-genkernel-x86_64-3.7.4-gentoo
root=UUID=70003eb6-dc6b-4d34-b61f-e7bcdb167dd3 ro real_init=/bin/systemd
nomodesetting
Build Date: 05 February 2013  07:35:49AM

Current version of pixman: 0.29.2
        Before reporting problems, check http://wiki.x.org
        to make sure that you have the latest version.

Untuk informasi Kartu Grafis: (dicuplik dari Xorg.log)

[    30.722] (II) NVIDIA(0): NVIDIA GPU GeForce 8800 GT (G92) at PCI:1:0:0 (GPU-0)
[    30.722] (--) NVIDIA(0): Memory: 524288 kBytes
[    30.722] (--) NVIDIA(0): VideoBIOS: 62.92.12.00.04
[    30.722] (II) NVIDIA(0): Detected PCI Express Link width: 16X
[    30.730] (--) NVIDIA(0): Valid display device(s) on GeForce 8800 GT at PCI:1:0:0

Monitor ACER X203H mendukung resolusi 1600×900.

Perangkat Lunak GNU/Linux

Wine

Buat konfigurasi aplikasi yang hendak dipasang oleh Gentoo:

cat > /etc/portage/package.use/wine << EOF
>=dev-libs/elfutils-0.155 static-libs
sys-fs/udisks systemd
app-emmulation/wine opencl samba fontconfig gstreamer gnutls
EOF

Setelah itu pasang seperti biasa:

emerge -av wine

Sesuaikan dengan distro Anda. Kalau saya menggunakan Gentoo. Versi yang saya pasang adalah Wine 1.5.23.

Winetricks

Saya menggunakan versi SVN dari Google Code agar lebih terbaru. Sebab, checksum dari versi winetricks yang lama tidak kompatibel dengan klien Steam terbaru.

wget http://winetricks.googlecode.com/svn/trunk/src/winetricks
chmod +x winetricks && sudo cp winetricks /usr/local/bin

Setelah itu, saatnya memasang Steam.

Perangkat Lunak Winedoze

Semua ini saya pelajari dari panduan yang tertulis dari halaman Youtube Ubuntugeeks.

Mono

Mono dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi .NET.

winetricks mono210

Gecko

Gecko untuk menjalankan peramban.

wget http://downloads.sourceforge.net/wine/wine_gecko-1.4-x86.msi
sudo mkdir -p /usr/share/wine/gecko
sudo mv wine_gecko-1.4-x86.msi /usr/share/wine/gecko/

Visual C++ Redistributable

Pustaka Visual C++ yang disediakan untuk menjalankan aplikasi yang dibangun dengan Visual Studio.

winetricks vcrun2010

Steam

Aplikasi utama yang digunakan untuk mengunduh DoTA 2.

winetricks steam --no-isolate

Parameter “–no-isolate” menandakan Steam dipasang ke direktori standar WINE. Biasanya, winetricks memasang Steam atau aplikasi lainnya ke lingkungan direktori yang berbeda. Hal ini dilakukan karena setiap aplikasi konfigurasi yang berbeda. Berhubung semua aplikasi saya didistribusikan dari Steam, maka saya menggunakan Steam di direktori standar.

Optimasi Sistem

Memasang huruf Lucida.

winetricks lucida

Menggunakan OpenGL sebagai penggambar DirectX dan memberitahu besar memori kartu grafis:

winetricks settings ddr=opengl
winetricks settings videomemorysize=512

DoTA 2

UPDATE: setelah WINE versi 1.5.24, tidak perlu menggunakan metode Desktop. Langsung saja gunakan Wine untuk DoTA 2.

Jalankan Steam dan pasang DoTA 2. DoTA 2 Early Access disediakan gratis dengan sistem undangan. Kebetulan rekan saya ada yang punya undangannya. Dia memberi saya DoTA 2. Agar tidak rusak, aplikasi Steam dipasang dengan menggunakan metode Desktop:

wine explorer /desktop=dota2,1600x900 "C:\Program Files (x86)\Steam\Steam.exe"

Entah mengapa, dengan menjalankan modus ini, DoTA 2 jadi bisa dimainkan.

Setelah DoTA 2 selesai diunduh, Anda bisa menonaktifkan video Valve yang biasa diputar di awal. Caranya:

  1. Pada bagian Library klik kanan pada Dota 2 dan pilih Properties
  2. Klik tombol SET LAUNCH OPTIONS…
  3. Ketik: -no-vid
  4. Lalu, klik OK dan kemudian CLOSE

DoTA 2 telah siap dijalankan.

Tips untuk Menjalankan

Saya menggunakan Enlightenment 17 dan sepertinya ada sebuah galat yang diketahui bersama bahwa aplikasi layar penuh akan kehilangan fokus papan ketik. Untuk itu, saya menyarankan untuk menyiapkan DoTA 2 pada modus Jendela, bukan Layar Penuh. Saya biasanya melakukan ini:

  1. Bila pertama kali saya menjalankan DoTA 2 pada modus Layar Penuh (Fullscreen), saya akan mengubah ke modus Jendela (Window) dengan resolusi layar 1152×864 (4:3). Lalu, saya jalankan ulang DoTA 2.
  2. Ketika DoTA 2 sudah dijalankan pada Jendela, saya mengubah ke modus Layar Penuh dengan resolusi 1600×900 (16:9). Ini merupakan resolusi layar saya. Bisa jadi Anda menggunakan resolusi yang berbeda.
  3. Ketika saya selesai bermain dan sebelum saya keluar, saya kembali mengubah konfigurasi menjadi modus Jendela dengan layar 1152×864 (4:3).

Lain kali kalau Anda mau menjalankan aplikasi DoTA 2 langsung, bisa dengan mengetik (atau membuat pintasan/skrip sederhana):

wine explorer /desktop=dota2,1600x900 "C:\Program Files (x86)\Steam\Steam.exe" -applaunch 570

Semoga berhasil.

Pelipur Lara: Torchlight 2
Torchlight 2 dari Steam, Tidak Perlu Daring

Pelipur Lara: Torchlight 2

Torchlight 2 dari Steam

Torchlight 2 dari Steam, Tidak Perlu Daring

Setelah kecewa dengan Diablo 3 yang harus selalu daring, saya menghentikan proyek membangun komputer Bermain. Seperti yang kita ketahui bersama, lebar pita jaringan di Indonesia itu tulisannya up to, yang artinya: “Sampeyan dapat primbon kali, ye, baru bisa benar-benar segitu kecepatannya.” Ya, sampai Ksatria Piningit datang, permainan yang selalu membutuhkan dedikasi pita jaringan itu tidak bisa diharapkan.

Untungnya, sudah ada Torchlight 2 buatan Runic. Permainan ini mirip dengan Diablo 2, satu-satunya permainan RPG yang saya mainkan dengan intensif dahulu. Kata teman saya, permainan ini dibuat oleh mantan pengembang Diablo. Hmmm… seingat saya, mereka bikin perusahaan dan mengembangkan Sacred.

Harga permainan ini di Steam saat ini US$19,99 atau sekitar Rp200.000,00. Mungkin nanti bisa lebih murah lagi ketika libur Natal. Tapi, ini sudah cukup terjangkau buat saya. Enak juga kalau membeli asli, saya jadi harus menjaga diri untuk tidak membeli banyak permainan dan terasa amat berharga permainan yang dibeli.

Torchlight 2 menggunakan mesin Ogre3D, sebuah pustaka kode sumber terbuka. Ogre3D sendiri dapat dijalankan di GNU/Linux, saya ingat dahulu InfoLINUX pernah membahas. Yang seru dari seri permainan ini adalah Torchlight yang pertama sudah ada di Ubuntu Apps. Saya merasa positif untuk versi asli Torchlight 2 untuk GNU/Linux.

Untuk memainkan Torchlight 2, saya tinggal menggunakan Wine:

$ wine Steam.exe -opengl -no-dwrite

Nah, perhatikan “-no-dwrite”. Itu parameter yang digunakan untuk Wine 1.5 (wine-unstable kalau di BlankOn). Kalau tidak, tulisan di Steam tak terbaca. Sepertinya dwrite.dll versi Wine 1.5 bermasalah.

Saya sudah memasang semuanya dan untuk komputer saya yang masih pakai Pentium D, VGA on-board GeForce 9200, dan memori 4G aplikasi berjalan lancar. Saya harus mengonfigurasi grafis menjadi medium dan mematikan FSAA.

Waduh, sudah terlalu banyak saya tulis. Saatnya bermain. Jangan lupa mandi.

Steam Pada Blankon 8
Steam pada BlankOn 8

Steam Pada Blankon 8

Steam pada BlankOn 8

Steam pada BlankOn 8

Saya bukannya tim PR-nya Valve. Tapi, niat mereka untuk serius masuk ke GNU/Linux membuat saya membuka akun di Steam. Saya bahkan membeli satu pak permainan.

Sambil menunggu Steam versi GNU/Linux, saya pun memasang versi Windoze di laptop. Baiknya Valve, mereka menyediakan sebuah halaman Wiki tentang cara memasang Steam di GNU/Linux.

Berikut perjalanan saya memasang Steam.

Memasang WINE

Sejujurnya, Steam saya sudah terpasang di GNU/Linux melalui 12.04 saya. Dia terpasang pada direktori “

~/.local/share/wineprefixes/steam

“. Saya belum sempat memasang ulang Steam.

Di Blankon 8 ada dua buah versi Wine, Wine 1.4.1-2 sebagai versi stabil dan versi 1.5.6-2 sebagai versi tidak stabil. Untuk kasus kali ini, saya lebih menyukai versi terbaru. Dengan versi ini, seharusnya banyak trik yang telah dipasang agar aplikasi dapat berjalan. Intinya, saya memasang:

$ sudo apt-get install wine-unstable

Aplikasi Pembantu

Ada dua aplikasi pembantu yang memasang paket-paket yang dibutuhkan agar Wine dapat menjalankan aplikasi dengan baik. Ada dua yang saya tahu:

PlayOnLinux menggunakan GUI sebagai latar. Ia memasang Wine versi tersendiri. Sedangkan winetricks merupakan sekumpulan skrip untuk memasang aplikasi-aplikasi populer. Rasanya menjadi peretas itu tidak enak bila memakai GUI. Jadi, saya memilihwinetricks.Cara pasang:

$ sudo apt-get install winetricks

Yak, begitu saja. Selanjutnya, mari kita memasang Steam

Pasang Steam

Yang membuat saya terkejut adalah ternyata cara pasangnya sangat gampang. Begitu gampangnya sehingga saya memanjangkan paragraf ini supaya tulisan ini tidak terlalu sedikit. Maaf, sebenarnya Anda tidak perlu membaca paragraf ini. 🙂

Cara pasang:

$ winetricks steam

Yak, cuma segitu saja dan nantinya Wine akan memasang tautan di laman depan.

Memindahkan Steamapps ke Partisi Terbesar

Jujur saja, masalah saya sebagai berikut:

$ df -h
Sistem Berkas                       Besar   Isi  Sisa Isi% Dipasang di
rootfs                               5,0G  4,6G  485M  91% /
udev                                  10M     0   10M   0% /dev
tmpfs                                202M  700K  201M   1% /run
/dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid    5,0G  4,6G  485M  91% /
tmpfs                                5,0M  4,0K  5,0M   1% /run/lock
tmpfs                                404M  5,0M  399M   2% /run/shm
/dev/mapper/Linux_LVM-Linux_Dokumen   43G   42G  276M 100% /home
/dev/sda5                             40G   37G  3,0G  93% /media/doCum3nt

Ruang partisi rumah saya sudah penuh. Untungnya, menurut WIKI, aplikasi-aplikasi Steam dapat dipindah ke partisi lain dan di GNU/Linux tinggal membuat sebuah tautan dari instalasi Steam ke partisi tersebut.

Singkat cerita, saya memindahkan “steamapps” ke partisi lain. Namanya memang agak 4lay, karena laptop ini pernah dipakai seseorang. Intinya, 1) buat direktori; 2) pindahkan steamapps ke sana; dan 3) profit! 🙂

Saya asumsikan bahwa partisi yang memiliki ruang cukup besar dipasang di “/media/doCum3nt”. Lalu, saya menggunakan winetricks memasang Steam di direktori rumah saya, “/home/jp”. Berikut caranya:

$ export STEAMAPPS_DIR="/media/doCum3nt/steamapps"
$ export STEAMAPPS_WINE_DIR="/home/jp/.local/share/wineprefixes/steam/drive_c/Program Files/Steam/steamapps"
$ mkdir $STEAMAPPS_DIR
$ mv $STEAMAPPS_WINE_DIR/* $STEAMAPPS_DIR
$ sudo mount -o bind $STEAMAPPS_DIR $STEAMAPPS_WINE_DIR

Ganti “$STEAMAPPS_DIR” dan “$STEAMAPPS_WINE_DIR” dengan lokasi yang ada pada komputer Anda. Saya menggunakan tautan keras, tapi bisa juga membuat tautan simbolik (tautan lunak/symlink).

Pengalaman Bermain

Steam mendeteksi kartu grafik yang dipakai. Namun, berhubung driver-nya versi GNU/Linux, dia memberikan peringatan.

Steam Peringatkan Driver tidak Dikenali

Steam Peringatkan Driver tidak Dikenali

Seperti Anda lihat, kartu grafis saya ternyata cuma bisa memainkan Half Life, Counter Strike, dan beberapa permainan kecil lainnya. Weleh, perlu segera memberi komputer baru. Yang pasti,driverBlankOn dapat memainkan permainan saya dengan baik.

Kudos buat pengembang BlankOn!

Read More