Tag Archives

6 Articles
Memperbaharui LG G2 ke Kit Kat

Memperbaharui LG G2 ke Kit Kat

LG G2 with new official Kit Kat ROM.

LG G2 with new official Kit Kat ROM.

Sayangnya, LG Mobile Support Tool hanya berjalan di Windoze. Saya terpaksa menjalankan ini semua di komputer teman. Perangkat lunak ini juga gagal saya jalankan di Windoze 8.1 saya di VirtualBox. Nasib… nasib….

Cara Pasang

Diterjemahkan bebas dari ("LG G2 D801 SOFTWARE UPDATE", 2014) dengan penambahan opini saya. Cara pasangnya:

Persiapan Fisik

  1. Pastikan telepon telah penuh terisi. Ini amannya saja. Biasanya cukup lebih dari 50%. Hal ini memastikan bahwa telepon tak mati saat Firmware-nya ditulisi.
  2. Data-data sudah diselamatkan. Saya menggunakan LG PC Suite untuk ini.
  3. Setelah selesai, matikan PC Suite.

Persiapan Perangkat Lunak

  1. Pastikan sudah memasang LG United Mobile Driver. Ini adalah penggerak Android USB untuk telepon-telepon LG. Silakan unduh dan pasang.
  2. Nyalakan ulang kembali PC. Pada sistem saya, Windows 8.1 64 bit, ini tak perlu dilakukan. Soalnya, kalau dinyalakan ulang malah penggerak asli Windows yang mengambil alih.
  3. Pasang LG Mobile Support Tool. Perkakas ini yang akan digunakan untuk memasang perangkat lunak terbaru.

Pemasangan lewat LG Mobile Support Tool

  1. Nyalakan LG Mobile Support Tool.
  2. Sambungkan telepon G2 ke PC dan pilih modusnya “LG Software”.
  3. Kalau sudah terbaca, bakal muncul pilihan “Start Upgrade“. Silakan itu dipilih.
  4. Silakan tunggu, berkas yang hendak diunduh dan dipasang itu besarnya sekitar 1,5GB!
  5. Nanti otomatis telepon akan menyalaulang sendiri.

Akhir Kata

Telepon genggam saya LG G2. Sebagai telepon teranyar LG, ia hanya dilengkapi oleh Jelly Beans (4.2.2). Maklum, Kit Kat baru diterbitkan setelah G2 diluncurkan.

Menurut berita, LG G2 Korea telah lama menikmati Kit Kat semenjak Desember kemarin. Entah mengapa, sepertinya untuk versi internasional menunggu agak lama. Akhirnya, muncul juga berita tentang pembaharuan ini.

Namun, apakah pembaharuan ke Kit Kat ini sepadan?

Unduhan sekitar 1,5GB untuk Kit Kat bukan ukuran yang kecil untuk negara miskin jaringan macam Indonesia. Tapi, telepon saya jauh lebih responsif dengan versi Android ini.

Sejujurnya, saya menunggu garansi selesai dan ROM-ROM di XDA stabil untuk mengubah ROM di dalam G2 ini.

Daftar Pustaka

LG G2 D801 SOFTWARE UPDATE (2014, 6 March). Retrieved March 18, 2014 from LG Electronics: http://www.lg.com/us/support/product-help/CT10000003-CT10000027-1387489633167.^
BlankOn 9 Jahitan 1: Menambah yang Penting

BlankOn 9 Jahitan 1: Menambah yang Penting

Sekali lagi saya ingatkan bahwa BlankOn 9 Jahitan 1 belum mencapai tahap final. Saya pikir mereka masih akan terus berkembang. Tapi, sebagai seorang yang antusias menyambut BlankOn baru ini, saya akan mengoprek-oprek terus sampai BlankOn 9 rilis.

Oh, iya, supaya terlihat heker, saya sengaja menulis instruksi di terminal. Sebenarnya, saya memasang beberapa paket dalam tulisan ini menggunakan Synaptic Package Manager. Saya tidak bermaksud berbohong, makanya saya jujur terbuka apa adanya. Ha… ha… ha….

Memperbaiki Chromium

Saya mengalami kesulitan mengakses blog saya ini. Setelah saya telaah, hal ini juga terjadi di situs-situs yang menggunakan banyak Javascript. Blog saya dan situ-situs lainnya menyebabkan peramban tak berkutik. Mengakses Chrome Store juga tidak responsif. Solusinya adalah memasang paket chromium-10n.

sudo apt-get install chromium-10n

Dengan itu, blog ini dapat diakses. Mengapa ini terjadi? Saya kurang paham, saya hanya melihat-lihat paket di Synaptic.

Memasang Bahasa Indonesia

BlankOn 9 Jahitan 1 sudah secara baku memasang Bahasa Indonesia. Namun, menu-menunya masih menggunakan bahasa Inggris. Setelah saya temui, ternyata locales masih belum ditetapkan ke Bahasa Indonesia. Cara memilih Bahasa Indonesia:

sudo dpkg-reconfigure locales

Lalu pilih Bahasa Indonesia, seperti pada Gambar 1. Saya hanya memilih UTF-8, enkoding huruf ISO-8859-1 sudah terlalu lama dan seharusnya sudah terkandung dalam UTF-8.

locales

Gambar 1: Menu pemilih bahasa pada locales.

Setelah itu, komputer harus dinyalakan ulang. Menu-menu pun berubah menjadi Bahasa Indonesia.

menu

Gambar 2: Menu Manokwari dalam Bahasa Indonesia

Fakta membuktikan, bangsa yang menganggap tinggi bahasanya sendiri adalah bangsa yang maju. Hal ini karena bahasa adalah identitas negara. Namun, saya takkan memaksakan kepada Anda untuk tetap menggunakan bahasa Inggris. Saya bukan seorang chauvinis, tapi saya hanya sayang sama negara sendiri. 🙂

Mengubah Jam

Gambar 5: Menu tzdata

Gambar 5: Menu tzdata

Zona waktu yang diset oleh BlankOn adalah Eropa/London, namun saya tinggal di Asia/Jakarta. Seperti Galat #1310, panel Jam tidak bisa mengubah zona waktu. Cara barbar (atau elegan, sih, menurut saya — lebih heker, gitu, deh…) untuk mengubahnya:

sudo dpkg-reconfigure tzdata

Lalu di menu seperti Gambar 5:

  • Pilih Asia
  • Pilih Jakarta (atau kota lainnya tempat Anda tinggal)

Maka akan jam akan berubah menjadi UTC+7 (WIT/Western Indonesia Time — WIB). Nah, mungkin buat yang masih pakai Windoze, jamnya akan terbalik-balik. Hal ini karena BlankOn menyimpan jam UTC ke perangkat keras, sedangkan sistem operasi cabul itu menyimpan dengan waktu lokal. Jadinya, bakal berbeda 7 jam. Saran saya adalah Anda dapat membaca tulisan ini untuk set sendiri jalan keluarnya. Ada juga tulisan di Debian WIKI yang lebih heker.

Mengubah Avatar

Ah, saya lupa memberitahukan bahwa ikon avatar pengguna ketika baru dipasang adalah gambar rusak. Kebetulan, BlankOn 9 menggunakan GNOME 3, jadi saya harus mengubah Avatar. Caranya:

Menu BlankOn (blankon⇒ Pengaturan

Lalu pilih Pengguna

Pilih Pengaturan Pengguna

Gambar 3: Pilih Pengaturan Pengguna

Nah, di pengaturan Pengguna ini, ada beberapa hal yang bisa dipakai. Yang saya lakukan:

  • Mengganti ikon dengan gambar pinguin. Caranya dengan klik pada ikon seperti ditunjukkan pada Gambar 4.
  • Mengganti nama dari username nama saya. Caranya dengan klik pada nama seperti ditunjukkan pada Gambar 4.

Anda dapat bisa menetapkan untuk langsung login dan bahkan bisa lihat riwayat Anda. Fitur ini sangat berguna untuk bukti bila ada orang yang menggunakan laptop Anda dan menggunakannya untuk menulis twit aneh-aneh seperti “aku cinta kamu” kepada seorang korban yang tak berdosa. Tapi, sepertinya ada yang harus diset kalau mau lihat riwayat.

Gambar 4: Ikon dan Nama pengguna yang bisa diganti.

Gambar 4: Ikon dan Nama pengguna yang bisa diganti.

Ada banyak personalisasi yang perlu ditelaah lebih lanjut, tapi ini cukuplah mengingat waktu saya yang terbatas.

Menetapkan Peluncur

Semenjak Rote, BlankOn kehilangan peluncur. Tombol Meta (yang lambangnya Windoze) pun sudah tidak berfungsi. Tapi, saya masih ingat peluncur yang keren dulu sempat diperkenalkan. Langsung saja:

sudo apt-get install synapse

Maka peluncur itu akan dipasang.

Gambar 6: Mengakses preferensi pada Synapse.

Gambar 6: Mengakses preferensi pada Synapse.

 

Untuk mengakses Pengaturan, aktifkan Synapse. Pintasan bakunya adalah menggunakan kombinasi CTRL+SPASI. Lalu, klik tombol bulat pada pojok kanan atas seperti pada Gambar 6.

Fix KMOD vs module-init-tools Gentoo Upgrade

Fix KMOD vs module-init-tools Gentoo Upgrade

Recently Gentoo refused to upgrade, it said:

[blocks B      ] sys-apps/kmod ("sys-apps/kmod" is blocking sys-apps/module-init-tools-3.16-r1)
[blocks B      ] sys-apps/module-init-tools ("sys-apps/module-init-tools" is blocking sys-apps/kmod-7)

Total: 161 packages (143 upgrades, 1 downgrade, 6 new, 11 reinstalls), Size of downloads: 899,585 kB
Conflict: 32 blocks (2 unsatisfied)

I let it slip this few weeks because I don’t have enough time to resolve it and I thought that Gentoo would someday resolve it. Unfortunately, until this time of writing, it has not resolved. So, I have to figure out what was the problem.

It seems that module-init-tools is being obsoleted by its upstream maintainer in favor of KMOD. According to MikeTBob in Linux Forum and toralf in Gentoo forum, the fix is to remove module-init-tools and to install KMOD:

$ emerge -C module-init-tools && emerge -avU kmod

Still, this doesn’t worked out for me. But a post from ssuominen in the same thread suggested that the problem might from Bug #409017. According to this bug, many current profile is still linked to old profile in

/usr/portage/profiles/default/linux/amd64/10.0

After investigating a bit, I found out that my make.conf was altered with this line:

PORTDIR_OVERLAY=/usr/local/portage

I don’t know who put that there, but after investigating a bit, I found out that “/usr/portage” was last time synced in 6 July 2011. Whoa… kind of old. And all this time I was using “/usr/local/portage”. I’m still investigating why this would happens. But, now I have found my solution. I have to select current profile. The list are:

$ eselect profile list
Available profile symlink targets:
  [1]   default/linux/amd64/10.0
  [2]   default/linux/amd64/10.0/selinux
  [3]   default/linux/amd64/10.0/desktop
  [4]   default/linux/amd64/10.0/desktop/gnome
  [5]   default/linux/amd64/10.0/desktop/kde
  [6]   default/linux/amd64/10.0/developer
  [7]   default/linux/amd64/10.0/no-multilib
  [8]   default/linux/amd64/10.0/server
  [9]   hardened/linux/amd64
  [10]  hardened/linux/amd64/selinux
  [11]  hardened/linux/amd64/no-multilib
  [12]  hardened/linux/amd64/no-multilib/selinux

Look, nothing is selected. We should select one. Yours may vary. But, I choose KDE Desktop profile:

$ eselect profile set 5

Voila, now I can carry on life.

BONUS: Fix This Mess

I don’t satisfied with “just work” solution. I need to have consistent portage directory. At this point, I would like to have only one legitimate portage directory. These later methods might not be the best method and I am not encouraging you to do the same as I. But, in case you too want to have the consistent portage dir, let’s do this.

First, remove the line

PORT_DIR=/usr/local/portage

from “make.conf”. I think this was added by layman in some point in 6 July 2011, or not…. Anyway, that’s that.

Next, update the portage tree again.

$ eix-sync

I’m using EIX and you should too. But if not, use the traditional one

$ emerge --sync

In my case, it took quite a while for the tree to be synced completed.

If anything goes right, none of the profile is selected, just like the above. Then, reselect the profile:

$ eselect profile set 5

Let’s double check that it lead to “/usr/portage” and not “/usr/local/portage”:

$ ls -al /etc/make.profile
lrwxrwxrwx 1 root root 60 Apr  3 07:48 /etc/make.profile -> ../usr/portage/profiles/default/linux/amd64/10.0/desktop/kde

Yup, it’s there. Now, make a leap of faith:

$ rm -rf /usr/local/portage

Considering that “distfiles” is in “/usr/portage”, I think the “/usr/local/portage” is no longer needed.

Just a bonus, emerge have new parameter “–autounmask-write” to add certain packages USE parameters automatically in “/etc/portage/package.use” in order to upgrade. Add that parameter to write changes needed.

Now, I can really carry on with my life.

Gentoo Screw Up After Python2.6 Removed

Gentoo Screw Up After Python2.6 Removed

Call me hardcore, but yes I ran a crazy command:

emerge --depclean

The effect was I lost my python2.6  and all applications that depend on that, including emerge. After a careful examination, I found out that I had 2 Python versions installed: python2.7 and python3.1.

Here’s what I do to fix this:

  1. Rename the
    /usr/bin/python
    and
    /usr/bin/python2
    into
    /usr/bin/python.old
    and
    /usr/bin/python2.old
    . This is because both of them is actually a symlink to
    /usr/bin/python-wrapper
    that select non-existent python2.6.
    mv /usr/bin/python /usr/bin/python.old
    mv /usr/bin/python2 /usr/bin/python2.old
    
  2. Make a symlink from python2.7 to python and python2.
    ln -s /usr/bin/python2.7 /usr/bin/python
    ln -s /usr/bin/python2.7 /usr/bin/python2
    
  3. Then, do eselect to select one of the available python. I’m a hardcore, I select the pyhon3.1: (you may choose python2.7 for the safest bet)
    eselect python set python2.7
    
  4. Build your packages accordingly.

When I said Python3 is hardcore, it IS a hardcore choice. Many packages failed to build using this thing. So, please, don’t use it if you don’t want to run into deep trouble.

Many sane solutions other than this solution can be read from this thread: http://forums.gentoo.org/viewtopic-t-786104-postdays-0-postorder-asc-start-25.html

Berita IT UI Tertatar

Berita IT UI Tertatar

Kepada rekan-rekan, terutama sivitas UI, Sabtu kemarin UI baru saja memindahkan sebagian besar infrastrukturnya ke sebuah UPS baru. Jadi, kalau ada layanan yang belum menyala, silahkan komentar di blog ini atau kirim ke admin at ui dot ac dot id. Seperti yang diketahui, infrastruktur UI baru saja pulih dari sebuah bencana.

Minggu kemarin saya iseng-iseng telah mengubah tema Gluttony menjadi logo UI, seperti tema yang saya pakai saat ini. Jika rekan-rekan memiliki tema baru, silakan berkomentar. Mungkin, dan itu sangat, rekan-rekan ada yang punya kemampuan mendisain tema sesuai cita rasa UI. Saya sudah lama tidak pegang PHP dan pekerjaan saya menjaga server sehingga kemampuan disain tidak terasah. 😀

Terus terang, saya bukan pengembang, tapi seorang admin. Jadi, bagi saya konservatif itu penting. Makanya, selain penataran keamanan di blog ini, fasilitas yang lainnya kurang diperhatikan. Selain itu, saya mau bertanya kepada Bapak/Ibu pengguna Blog Staff UI, setujukah Anda bila situs ini ditatar ke WPMU terbaru?

WPMU terbaru menyediakan fasilitas-fasilitas baru, tetapi terjadi perubahan radikal dalam antarmuka (interface). Selain itu, kebutuhan peramban juga meningkat.

NB: Jangan lupa aktifkan Peter’s Custom Anti-Spam.

Journey Log 3: A Glitched Upgrade

Journey Log 3: A Glitched Upgrade

This morning I upgraded my workstation which runs Lucid. I have found that there are 2 failed upgrades. The solution to those packages are trivial.

INITRAMFS fails

The first problem  encountered is

initramfs-tools

that failed to found “

./lib/udev/firmware.sh

“.  After a quick check on “

/lib/udev

” directory, I found out that the given file was named “

firmware

“. Thus, solution should be an alias:

$ sudo ln -s /lib/udev/firmware /lib/udev/firmware.sh

After  that, I ran the Debian’s configuration:

$ sudo dpkg --configure -a

It then hits the second configuration

Virtuoso Server fails

If you are using Kubuntu, which using Virtuoso for her semantic things, most likely you would encounter this error. The Virtuoso was 5.x version, but the one that would be installed is 6.x version. So, there are some new packages that need to be installed. Fortunately, it is easy enough to do so:

$ sudo apt-get install virtuoso-opensource-6.0-common
$ sudo apt-get install virtuoso-opensource-6.0

In Debian, *

-common

is a virtual package to install the given software. But, here I must install the

virtuoso-opensource-6.0

virtual package manually. Well, after that two installs, the upgrade went smooth.

UPDATE

fix from :

Ubuntu/Lucid: recovering from yesterday’s messy update

Yesterday a silly oversight in the packaging of udev in Ubuntu/Lucid produced a breakage that consistently makes dpkg barf. Here’s a simple command line recipe to recover from it. In your terminal application, type: sudo sed -i ‘s#copy_exec /lib/udev/firmware.sh#copy_exec /lib/udev/firmware#’ /usr/share/initramfs-tools/hooks/udev && sudo dpkg -a –configure && sudo aptitude update && sudo aptitude safe-upgrade …then press enter.

$ wget http://launchpadlibrarian.net/39011493/udev-firmware.patch && sudo patch -p0 < udev-firmware.patch && sudo dpkg -a --configure && sudo aptitude update && sudo aptitude safe-upgrade