Tag Archives

4 Articles
Pembangunan Tim yang Menyenangkan

Pembangunan Tim yang Menyenangkan

[DISCLAIMER: A guilty pleasure is an act that you would normally won’t do but in your heart you want to do it. This is a story of a fun guilty pleasure experience.]

Kalau dirasa beberapa hari ini Kambing terasa lambat, mohon maklum; penjaganya lagi pada ikut pembangunan tim oleh Universitas Indonesia. Bertempat di Sari Ater, Ciater, para penjaga merasakan sakau selama dua hari tanpa menyentuh komputer. Walau pun demikian, suasana akrab terasa di atmosfir dan kami bisa bersenang-senang bersama para pegawai Pusat Administrasi UI (PAU) lainnya. Hanya, ada satu berita tak menyenangkan: Jerman tak lolos….

Acara dimulai dengan meluncur dari gedung rektorat menggunakan Bis Big Bird. Di dalam bis berpenyejuk tersebut ternyata tersedia TV dan dua buah mikrofon untuk berkaraoke. Pada mulanya, kami memasang lagu Koes Ploes. Lalu, berhubung saya ada di generasi ini, saya coba untuk minta lagu kontemporer. Ternyata, lagu kontemporernya benar-benar terkini. Saya bengong dan tidak tahu mau nyanyi apa. Siapa, sih, grup musik Salju? Lagu-lagu ST12 saya tidak tahu. Saya pikir lagu-lagu terkini itu semacam Gigi, Slank, Dewa 19, Padi, dan sejenisnya. Ah, akhirnya kembali ke lagu lawas dari Broery Marantika.

Hmmm… sepertinya cerita ini tidak ingin saya tuliskan secara detail. Banyak guilty pleasure, kegilaan-kegilaan, yang dilakukan di sana. Malu kalau semua diceritakan, ha… ha… ha….

Kegiatan Resmi

Hari pertama dimulai dengan perlombaan. Untungnya Sayangnya, hujan turun sehingga kegiatan berlangsung di dalam ruang serba guna. Bayangkan kalau di luar, pasti tim komputer yang hanya berotot di jari bisa kalah total. Kegiatan di dalam ruangan ini juga menyenangkan. Menurunkan bambu yang dipegang bersama-sama ternyata sulit juga, yah. Untungnya, tim kami bisa membalas ronde fisik itu dengan permainan penjumlahan angka. Ya ampun, sejenis sudoku mau diberikan kepada kami yang sudah bisa Tower of Hanoi? Ck… ck… ck… 😀

Saya salut dengan pembawa acaranya. Walau pun dia merencanakan untuk membuat acara di luar, tetapi dia mampu berimprovisasi dengan keterbatasan sehingga kami bisa tetap bersenang-senang. Omong-omong, apakah kami dinilai?

Hari kedua kami melakukan tea walk. Sejujurnya, saya tidak begitu menyukai kegiatan ini. Mengapa tidak ada LAN party? Install party Ubuntu misalnya; ataupun acara pimp my Ubuntu? Mengapa hanya ada kegiatan fisik berjalan kaki? Oh, tidaaaaakk…. komputer, sudah lebih dari 4 jam aku belum menyentuhmu. Ha… ha… ha….

Tentu saja saya senang berjalan di sana. Selain menawarkan wallpaper 3D,  berjalan di tengah-tengah kebun teh juga mencuci paru-paru yang selama ini selalu dipenuhi dengan silikon dan bau plastik baru. Tanpa menggunakan VGA high end,  kita bisa menikmati pemandangan stereo. Layarnya pun lebih dari 19″ dan pastinya kualitas HD. Bisa disentuh pula.

Ketika diakhir perjalanan tea walk, kami disuguhi teh asli. Hal yang disayangkan adalah teh tersebut disuguhkan dengan menggunakan bekas air mineral plastik. Ugh, panas-panas dituangkan ke dalam plastik. Saya sedikit ngeri minumnya. Lain kali, mungkin kalau ada perjalanan lagi, saya harus membawa gelas logam sendiri. Tetapi, memang sesuai dengan aslinya, teh itu pahit. 😀

Kegiatan Bebas

Nah, ini yang paling sip. Dimulai dengan karaoke di bis, kami lalu melanjutkan kegilaan di dalam ruangan. Hal ini terjadi setelah kami selesai melakukan aktivitas bebas. Semua orang dikumpulkan di ruang serba guna dan acara musik dimulai. Beberapa orang menyumbangkan suara mereka. Itu belum seberapa, tetapi berikut inilah kegilaan yang menyenangkan terjadi.

Pertama-tama, kami melakukan yang belum pernah dilakukan sebelumnya: menari dangdut! Yahoo…!

Kami pada mulanya gengsi maju. Hal ini karena tidak ada yang pernah coba dan rasanya agak sungkan menari dangdut dilihat pimpinan. Tapi, akibat gerakan tantang menantang dan rasa penasaran yang mendalam, kami akhirnya turun satu persatu — Tabe untuk staf PLK yang memberi kami keberanian untuk maju. Gerakan kami dibandingkan yang lain terlihat kaku karena  baru pertama kali ikut tarian Dangdut. Ah, peduli amat! Yang penting seru dan lagi tidak ada juri. Semua orang tampak bersenang-senang, termasuk para atasan yang juga terlihat turun. Lagu yang paling seru adalah “Kopi Dangdut”!

Terus terang, saya baru mengerti enaknya tarian dangdut. Setiap orang bebas bergerak dan tidak dibatasi seperti tari lainnya. Tetapi, saya secara amatiran mencoba mengklasifikasinya menjadi dua bagian. Yang pertama adalah klasifikasi berdasarkan gerakan kaki:

  1. Kaki maju mundur. Gerakan ini dilakukan bersama dengan pasangan.
  2. Gerakan mengitar. Gerakan ini biasanya dilakukan oleh orang-orang penyawer yang mengelilingi penyanyi. Mereka mengitari penyanyi dengan perlahan.
  3. Gerakan di tempat. Gerakan ini untuk penari dangdut yang sendirian tanpa pasangan.

Yang kedua, saya berusaha mengklasifikasi berdasarkan gerakan tangan:

  1. Jempol terangkat. Gerakan ini ditandai dengan tangan yang mengepal dan jempol yang terbuka. Ada banyak variasi gerakan ini: gerakan sejajar jidat,  gerakan sejajar dada, dan lain sebagainya. Gerakan ini merupakan gerakan stereotipe gerakan dangdut yang saya sering lihat.
  2. Gerakan silat. Dangdut dengan perpaduan tari Jaipong. Saya pertama kali melihatnya di Ancol sehingga saya mencobanya malam itu. Menarik sekali!
  3. Acak. Kadang ada tari yang terlihat acak, tetapi setelah dilihat dari kejauhan, mereka juga menyatu. Sulit untuk menggambarkannya, tapi gerakannya memang acak.

Sayangnya ketika lagu berikutnya, semua kembali ke bangku masing-masing. Lagu “Cindai” dengan irama Cha Cha membuat hanya beberapa yang turun. Maklum, tak banyak yang bisa menari ballroom. Alih-alih, kami hanya bisa melihat. Lagi pula, tari dangdut menghabiskan stamina juga. Kami turun lagi setelah kemudian dimainkan lagu Poco-poco. Dulu waktu zaman EBTA, senam poco-poco adalah salah satu materi yang diujikan. Tetapi, ternyata dulu itu sudah sangat lama sehingga saya juga sudah lupa gerakannya, ha… ha… ha…. Untungnya, ada satu gadis yang menarikannya dengan baik.

Setelah lagu Poco-Poco, orang-orang dipersilakan kembali. Setelah itulah kegilaan terjadi. Kami membajak panggung dan merebut mik dari penyanyi yang disewa untuk menyanyi. Kami bergantian bernyanyi sampai malam ditemani oleh pengiring musik. Awalnya, salah satu penggembala ragu. Tapi, seperti pepatah bilang: When in Rome, do as Romans do! Kalau sedang berlibur, jadilah pelancong yang baik: buang rasa malu dan bersenang-senang. Saya dan rekan maju duluan baru dengan menarik dia. Dia akhirnya coba satu lagu dan jadi ketagihan. Rencananya malah kami ingin sambung Karaoke di Jakarta minggu depan. 😀

Menginap di Sari Ater tentunya tidak lengkap tanpa mandi air panas. Pada malam hari, kami berendam di air panas. Berhubung kami tamu hotel, kami leluasa masuk. Malam itu sepi sekali, kami berendam di air terjun air panas. Lalu, bule-bule melihat kami berendam dan ikutan. Dari aksennya, mereka sepertinya dari Australia. Ah, pemandangan menarik tambah cewek blonde. Ha… ha… ha….

Hmm… tampaknya saya sudah lelah menulis. Hal lain yang kami lakukan adalah melakukan perang Paint Ball melawan PPSP. Tampak sekali kami salah strategi memilih tempat. Ternyata ruang untuk berlindung di tempat kami kurang. Kami pun sempat sesumbar ketika mau 5 vs. 7 orang karena 2 orang wanita. Ternyata 2 orang wanita itu jago, ha… ha… ha….

Akibat kesesumbaran kami, kami sukses dibantai. Walau pun demikian, saya bisa membuat 1 head shot.  Saya hanya tertembak sekali di kaki dan keserempet lengan baju sekali. Rekan yang lain ada yang lebih parah karena baru pertama kali bermain. Semangat tim PPSP berjuang demi merebut bandwith dari kami membuat kami kalah lebih telak lagi. 😀

Wahai tim PPSP, kami minta rematch di Bumi Wiyata! 😛

Setelah itu, saya ikutan adu panah dan baru tahu ternyata memanah itu susah. Cuma 12 panah tapi pegalnya terasa, untung langsung berendam lagi. Dan panah zaman sekarang itu ternyata tidak menyentuh anak panah, melainkan cukup menarik tali panah; persis seperti seorang miko di Inuyasha. Setelah mencoba memanah, saya berpikir kalau Robin Hood dulu memakai steroid supaya bisa memanah cepat. 😛

Selain Jerman kalah, liburan bersama pegawai PAU kali ini sangat menyenangkan. Orang-orang yang selama ini cuma kenal lewat surel dan obrolan dapat saya jumpai langsung. Saya menemukan bahwa semua orang UI itu pada dasarnya ramah dan memiliki sifat iseng yang baik. Menyenangkan sekali bisa bekerja dan mengenal dengan rekan-rekan semua. Saya cuma bilang: sayang Adji keluar bukan bulan depan. 😀

Laporan Pandangan Mata Blog Staff UI

Laporan Pandangan Mata Blog Staff UI

Jujur, ketika membuka peramban, ada 4 situs yang saya wajib kunjungi:

  • Planet Debian (http://planet.debian.net/)
  • Planet Ubuntu (http://planet.ubuntu.com/)
  • Planet KDE (http://planetkde.org)
  • Blog Staff UI (http://staff.blog.ui.ac.id/admin/)

Ada juga 2 situs yang saya sering kunjungi:

  • Planet CSUI02 (http://planet.csui02.net/)
  • Planet Ubuntu ID (http://planet.ubuntu-id.org/)

Saya suka sekali dengan Blog Staff UI. Mereka memang benar-benar staf UI! Isinya beragam dan kaya, berbeda dengan Blog Mahasiswa yang masih….  Yah, namanya mahasiswa. Tapi, ada juga, sih, satu atau dua blog mahasiswa yang bagus. Memang, secara keseluruhan konten-konten Blog Staff UI jauh lebih unggul dari mahasiswa kita. Ayo, mahasiswa, jangan mau kalah!   🙂

Blog-blog yang saya sukai:

  1. RANI-GRACIAS (Gerakan Cinta Almamater Semesta). Isinya sangat menantang, sayang tidak bisa dikomentari. Tapi, saya sangat menantikan tulisan-tulisan Beliau. Tulisan Beliau yang menarik adalah tentang perjuangan mahasiswa UI di masa lalu yang terus terang saya juga baru tahu dari tulisan Beliau. Beberapa artikel seperti Malari dan sejarah alternatif tentang komunisme juga membuka pikiran saya. Salut buat Beliau!
  2. The Microbiology Teacher (All about Microbiology teaching at the Department of Biology FMIPA UI). Ibu kita ini suka menyertakan video-video YouTube tentang Microbiologi. Saya yang bukan orang MIPA pun senang melihatnya. Coba waktu saya masih SMU dulu juga diajar seperti demikian, mungkin jalan saya beda. Tapi, semua ada takdirnya, hahaha….
  3. ParkirKata. Informasi mengenai SIMAK UI sangat membantu. Saya baru tahu kalau mendaftar di penerimaan UI (SIMAK) sudah dapat mengunduh berkas-berkas soal tahun lalu. Kebetulan adik saya ada yang sudah kelas 3. Saya suruh daftar saja.
  4. Dan lain-lain.  😀

Nah, segitu dulu saja. Silahkan eksplorasi lebih lanjut. Oh, iya, sedikit catatan, mungkin Anda menemui Recent Post jauh lebih banyak dibandingkan tulisan yang ada. Hal ini karena kami menerapkan kebijakan privasi untuk publikasi blog di Blog Staff UI. Untuk setiap staf UI yang hendak memunculkan tulisan blog-nya harus melakukan berikut ini:

  1. Klik Options, maka akan muncul submenu di bawahnya.
  2. Pilih submenu Privacy.
  3. Lalu nanti akan ada dua pilihan:
    • I would like my blog to be visible to anyone who visits, including search engines, archivers and in public listings around this site.
    • I would like to block search engines, but allow normal visitors
  4. Secara default yang terpilih adalah pilihan yang kedua. Nah, agar terlihat di halaman depan, pilihlah pilihan yang pertama.

Tidak secara otomatis ditaruh di halaman depan adalah sebuah pilihan demi penghargaan terhadap privasi. Tapi, apakah itu perlu, tergantung permintaan. Kami, sih, menghargai sekali privasi.