Tag Archives

12 Articles
Memainkan Shadowverse di GNU/Linux
Shadowverse

Memainkan Shadowverse di GNU/Linux

Sebenarnya tulisan ini bisa terbagi menjadi dua artikel; artikel tentang memasang Steam dan artikel tentang memasang Shadowverse. Mengingat Shadowverse tidak butuh apa-apa, tulisan ini malah hanya terfokus untuk memasang Steam dengan menggunakan WINE versi terbaru. Saya menggunakan KDE Neon, sebuah sistem operasi berbasis Ubuntu 16.04.

Pengaktifan Repositori WINE Terbaru

Untuk WINE versi terbaru, tambahkan PPA WINE dari Ubuntu.

sudo add-apt-repository ppa:wine/wine-builds

Jangan jalankan pembaharuan repositori dulu. Nanti saja di saat penambahan arsitektur 32-bit.

Pengaktifan Arsitektur 32-bit

Hasil terbaik untuk menjalankan aplikasi Steam dengan WINE didapatkan dengan menjalankannya di arsitektur 32-bit.

Konfigurasi WINE Mode 32-bit

Tetapkan WINE untuk menggunakan arsitektur 32-bit:

export WINEARCH=win32

Supaya Hayati tidak lelah, taruh baris tersebut pada berkas konfigurasi mula:

echo "export WINEARCH=win32" >> ~/.bashrc

Berkas ini akan selalu dijalankan setiap kali BASH/login memulai sesi baru.

Penambahan Arsitektur 32-bit

Tambahkan arsitektur 32-bit sistem operasi Anda bila Anda menggunakan arsitektur 64-bit.

sudo dpkg --add-architecture i386
sudo apt-get update

Langkah penambahan arsitektur dilakukan kalau Anda masih memasang arsitektur 64-bit murni. Tidak ada salahnya dijalankan. Jangan lupa juga menjalankan pembaharuan daftar repositori.

Pemasangan S3 Texture Compression

Puji Tuhan negara kita tercinta tidak memiliki hukum paten perangkat lunak seperti beberapa (Uhuk AS uhuk) negara pencilan. Untuk berjaga-jaga siapa tahu sudah terpasang, buang pustaka kompresi tekstur yang lama:

sudo apt-get remove --purge libtxc-dxtn-s2tc0 libtxc-dxtn-s2tc0

Ini hanya berjaga-jaga saja. Takutnya sudah pernah terpasang untuk aplikasi lain.

Selanjutnya, pasang pustaka tekstur yang tanpa embel-embel.

wget https://launchpad.net/~xorg-edgers/+archive/ubuntu/ppa/+files/libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_amd64.deb
wget https://launchpad.net/~xorg-edgers/+archive/ubuntu/ppa/+files/libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_i386.deb
sudo dpkg -i libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_amd64.deb 
sudo dpkg libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_i386.deb

Sebenarnya Shadowverse tidak S3TC yang aneh-aneh. Satu bagian ini bisa dilewati. Namun, saya pikir mungkin nanti ini dibutuh untuk aplikasi Steam yang lainnya.

Pemasangan WINE

Pasang WINE.

sudo apt-get install --install-recommends wine-staging

Aplikasi WINE secara aneh terpasang di direktori /opt/wine-staging. Terpaksa harus ditambahkan ke PATH agar bisa dieksekusi.

export PATH=/opt/wine-staging/bin:$PATH

Jangan lupa menyimpan baris ini agar nanti selalu dijalankan.

echo "export PATH=/opt/wine-staging/bin:\$PATH" >> ~/.bashrc

Selanjutnya winetricks.

Pemasangan winetricks

Untuk pemasangan Steam yang baik, digunakan perkakas winetricks. Perkakas ini sebenarnya tersedia di repositori Ubuntu. Sayangnya, untuk memasang Steam diperlukan versi terbaru perkakas ini. Mari pasang versi terbaru winetricks:

wget -q0 -  https://raw.githubusercontent.com/Winetricks/winetricks/master/src/winetricks | sudo tee /usr/local/bin/winetricks
sudo chmod +x /usr/local/bin/winetricks

Saya sengaja menjalankan wget tanpa sudo. Siapa tahu di antara pembaca ada yang menggunakan proksi dengan menggunakan variabel lingkungan.

Pemasangan Steam

Sebelum memasang Steam, pastikan bahwa aplikasi Steam dijalankan oleh WINE dengan mode WinXP. Pada WINE versi terbaru, WINE dijalankan dengan mode Windows 7. Hal ini wajar, sih, mengingat banyak permainan yang membutuhkan minimal sistem operasinya Windows 7.

Mari tandai Steam.

wine reg.exe ADD "HKEY_CURRENT_USER\Software\Wine\AppDefaults\Steam.exe" /v "Version" /t "REG_SZ" /d "winxp" /f
wine reg.exe ADD "HKEY_CURRENT_USER\Software\Wine\AppDefaults\steamwebhelper.exe" /v "Version" /t "REG_SZ" /d "winxp" /f

Pasang Steam, namun jangan dijalankan dulu. Pastikan tanda centang untuk menjalankan Steam pada langkah pemasangan terakhir dihilangkan. Steam belum dapat dijalankan karena ada galat pada implementasi WINE. WINE masih belum bisa menjalankan CEF, pustaka Chrome yang menjalankan langsung web di sistem dasar.

winetricks steam

Untuk memperbaiki hal tersebut, harus ditambahkan “-no-cef-sandbox” pada saat menjalankan Steam. WINE memasang dua berkas peluncur untuk menjalankan WINE. Satu untuk ditaruh di menu dan satu ditaruh di destop.

sed -i '/^Exec/ s/$/ "-no-cef-sandbox"/'  ~/.local/share/applications/wine/Programs/Steam/Steam.desktop
sed -i '/^Exec/ s/$/ "-no-cef-sandbox"/'  ~/Desktop/Steam.desktop

Nah, selesai sudah. Jalankan Steam dengan klik ikon Steam di destop/menu. Atau jalankan langsung di terminal:

env WINEPREFIX="/home/jp/.wine" /opt/wine-staging/bin/wine C:\\\\windows\\\\command\\\\start.exe /Unix /home/jp/.wine/dosdevices/c:/users/Public/Desktop/Steam.lnk "-no-cef-sandbox"

Selanjutnya tinggal memasang Shadowverse seperti biasa.

Pemasangan Shadowverse

Bisa saja membuka Steam lalu menjelajah Steam Store dan memasang Shadowverse. Atau, jalankan Steam untuk memasang Shadowverse.

env WINEPREFIX="/home/jp/.wine" /opt/wine-staging/bin/wine C:\\\\windows\\\\command\\\\start.exe /Unix /home/jp/.wine/dosdevices/c:/users/Public/Desktop/Steam.lnk "-no-cef-sandbox" "steam://install/453480"

Selesai.

Bacaan Lebih Lanjut

King of Fighters XIII Steam Edition pada GNU/Linux Wine
WINE Is Not Emulator

King of Fighters XIII Steam Edition pada GNU/Linux Wine

Valve telah berhasil membuat Steam, sebuah platform yang berhasil menciptakan ekonomi mayanya sendiri. Di saat yang lain sedang berjuang menciptakan ekosistem, Yang Dipermuliakan Gaben mengundang seorang ekonom, Yanis Varoufakis, untuk membuat sebuah ekonomi maya di Steam. Yanis Varoufakis inilah yang saban hari menolong Yunani melewati masa-masa kelamnya ketika negara tersebut tengah terancam bangkrut.

[Jadi, jangan bilang saya tidak riset. Saya membuka Steam dalam rangka mempelajari ekonomi maya itu. uhuk ;-P]

Salah satu riset saya waktu itu adalah membeli beberapa permainan. Salah satu permainan itu adalah King of Fighters XIII edisi Steam. Ada sedikit pergumulan untuk memasang permainan ini di GNU/Linux karena dia harus menggunakan Wine.

Oh, iya, saya menggunakan KDE Neon, turunan Ubuntu 16.04 Xenial. Saya juga normalnya menggunakan Wine 1.9 yang memiliki Gallium Nine (DirectX 9 dengan Gallium Mesa 3D). Saya juga memilih untuk menjalankan Wine 32-bit.

export WINEARCH=wine32

Supaya kita satu visi, pastikan bahwa winetricks sudah terpasang. Saya lebih suka versi GIT. Tetapi, kalau tidak mau pusing, Anda bisa menggunakan yang versi paket Ubuntu.

wget https://raw.githubusercontent.com/Winetricks/winetricks/master/src/winetricks
chmod +x winetricks
sudo mv winetricks /usr/local/sbin

Pasang Wine 1.6. Wine versi ini sangat diperlukan untuk memasang pustaka WMP9. Wine versi terbaru tidak bisa dipakai untuk memasang pustaka-pustaka.

sudo apt-get install wine1.6

Selanjutnya, pasang beberapa pustaka yang perlu.

WINEARCH=win32 winetricks wmp9
WINEARCH=win32 winetricks devenum
WINEARCH=win32 winetricks vcrun6

Sudah. Selanjutnya, kembali pasang Wine versi terbaru yang keren.

sudo apt-get install wine1.9

Selanjutnya, pada detik ini silakan langsung memasang Steam seperti biasa; unduh dari situsnya, pasang Steam, login, dan pasang KoF XIII. Kalau tidak ada apa-apa, KoF XIII bisa berjalan seperti biasa.

KoF XIII for Steam

King of Fighters XIII Steam edition, Mai Shiranui winning pose.

 

Bacaan Lebih Lanjut

Memasang Steam pada Ubuntu Xenial 16.04 dan Turunannya
Steam

Memasang Steam pada Ubuntu Xenial 16.04 dan Turunannya

Ubuntu akhirnya memasukkan Steam ke repositori Multiverse-nya. Hal ini yang menyebabkan paket Debian Steam dari situs Steam Valve tidak lagi kompatibel dengan Ubuntu teranyar ini. Paket Steam pada repositori Ubuntu disebut steam. Sedangkan versi Valve nama yang dipakai adalah steam-launcher.

Kalau Anda menggunakan turunan Ubuntu, bukan Ubuntu asli — saya sendiri KDE Neon 5.6 — Anda mungkin harus memasang software-properties-common agar ada perintah add-apt-repository yang akan dipakai untuk memasang repositori. Supaya kita ada di satu halaman yang sama, maka mari pasang perkakas itu.

sudo apt-get install software-properties-common ppa-purge

Sekarang kita bisa lanjut.

Pemasangan Mula-mula

Seperti biasa, aktifkan arsitektur 32-bita.

sudo dpkg --add-architecture i386
sudo apt-get update

Buang pustaka S3 Texture Compression baku. INGAT! Ini mungkin ilegal di negara lain, terutama negara dengan paten perangkat lunak, uhuk AS uhuk.

sudo apt-get remove --purge libtxc-dxtn-s2tc0

Unduh libtxc-dxtn0 dari repositori xorg-edger. INGAT! Bukan dari Debian Multimedia seperti pada Tambora.

wget https://launchpad.net/~xorg-edgers/+archive/ubuntu/ppa/+files/libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_amd64.deb
wget https://launchpad.net/~xorg-edgers/+archive/ubuntu/ppa/+files/libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_i386.deb
sudo gdebi libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_amd64.deb 
sudo gdebi libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_i386.deb

Anehnya, Steam akan menjadi cerewet kalau versi 64-bita tidak dipasang. Makanya, kedua paket dipasang bersamaan.

Selanjutnya, aktifkan repositori Multiverse.

sudo add-apt-repository multiverse
sudo apt-get update

Pasang Steam!

sudo apt-get install steam
steam # RUNNING THIS SHOULD BE ERROR!

Kalau Anda jalankan perintah steam, kemungkinan Steam akan gagal dijalankan. Hal ini karena Steam memaketkan pustaka C++ dan versi GCC-nya sendiri!

Matikan Steam yang gagal berjalan sempurna itu. Lalu, hapus semua pustaka C++ dan GCC bawaan Steam.

find .steam/ -name *stdc++* -exec rm -rf {} \;
find .steam/ -name *gcc* -exec rm -rf {} \;

Beberapa orang, termasuk tadinya saya, menyarankan untuk menghapus pustaka dinamis saja. Namun, setelah berjibaku, saya menemukan bahwa Steam menggunakan pustaka statik juga untuk pustaka C++ dan GCC.

Selesai.

Akhir Kata

Mengapa saya menyarankan untuk menggunakan Steam versi Ubuntu, bukan yang dari Valve? Sebenarnya, sih, bisa saja. Asalkan Anda mau menerima pesan kesalahan bahwa paket Steam usang. Saya, sih, tidak mau.

false alarm about outdated version

Steam warns us that our version is outdated

Bacaan Lebih Lanjut

Memasang Steam Linux pada Tambora

Seperti janji saya, saya akan memaparkan cara saya memasang Steam Linux. Sebenarnya, cara yang saya ikuti sama seperti artikel Wiki Debian. Hanya saja, msohon maaf, kali ini akan ada penjelasan politis yang membuat permainan OpenGL (DoTA 2 misalnya) di Steam Linux dapat dimainkan dengan menggunakan penggerak terbuka (radeon) dari MESA.

Langkah Seperti pada Wiki Debian

Pastikan bahwa pengguna yang hendak memainkan DoTA 2 memilki akses ke akselerasi video dan audio:

sudo usermod -aG audio,video user

Kalau mengikuti cara pemasangan sebelumnya, pasti user sudah tergabung ke kedua grup ini sehingga perintah ini tidak perlu dilakukan. Saya menulis ini hanya demi kelengkapan saja.

Kalau mengikuti cara pemasangan sebelumnya, paket-paket yang tidak bebas juga sudah terpasang. Demi kelengkapan, berikut isi /etc/apt/sources.list BlankOn Tambora saya:

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon tambora main extras restricted extras-extricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon tambora main extras 

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon tambora-updates main extras restricted extras-extricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon tambora-updates main extras 

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon tambora-security main extras restricted extras-extricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon tambora-security main extras

Seharusnya sudah seperti ini bila Anda mengikuti cara pemasangan UEFI saya terdahulu.

Aktifkan repositori untuk arsitektur i386: (Intel 32-bita)

sudo dpkg --add-architecture i386
sudo apt-get update

Nah, berikut ini penjelasan agak politis, supaya Anda tahu apa itu kebebasan.

Memasang Pustaka S3TC

Pustaka S3TC adalah sebuah pustaka yang mengimplementasi algoritma kompresi tekstur S3. Penggunaan algoritma ini secara de facto memasukkan algoritma ini sebagai salah satu standar OpenGL. Sayangnya, MESA secara baku menonaktifkan pustaka ini dan membuat algoritma kompresi dengan jalan memutar sehingga tidak melanggar paten bila digunakan di negara yang mematenkan algoritma ini. Namun, MESA juga menyediakan pustaka kompresi tekstur S3TC untuk negara-negara yang secara legal tidak memperbolehkan paten algoritma.

Bagaimana dengan Indonesia?

Untungnya, sebelum Indonesia mengikuti Trans-Pacific Partnership (TPP), Indonesia belum mengakui adanya paten algoritma. Sepengetahuan saya, Indonesia masih termasuk  negara-negara non-TPP seperti negara-negara di Eropa yang dapat menggunakan pustaka ini. Mudah-mudahan Pak Jokowi atau siapa pun yang berkuasa tidak secara cepat memutuskan untuk masuk ke dalam TPP kendati kaum tekstil mengatakan adanya insentif penghapusan tarif bagi peserta TPP. Hal ini mengingat anggota-anggota TPP yang lain juga penghasil tekstil.

Ada sisi lain yang dikorbankan apabila Indonesia masuk ke TPP. Yang paling penting buat saya adalah potensi hilangnya klausul pengecualian dari paten obat untuk penyakit-penyakit penting yang diatur oleh hukum Indonesia dan bermain DoTA 2 akan terasa lambat dengan penggerak bebas terbuka MESA. Sebelum TPP disahkan, mari bermain DoTA 2 lebih cepat dengan implementasi algoritma yang benar.

Ada dua cara untuk mencapainya, entah langsung memasukkan repositori Deb-Multimedia atau memasang paket-paket yang diperlukan saja. Cara yang baik dan benar adalah yang pertama. Namun, saya lebih memilih cara yang kedua karena algoritma itu tetap dan perubahan paket-paket pustaka S3TC hanya berisi cara pemaketan saja. Mari unduh:

wget http://kambing.ui.ac.id/debian-multimedia/pool/main/libt/libtxc-dxtn/libtxc-dxtn0_1.0.1-dmo2_amd64.deb
wget http://kambing.ui.ac.id/debian-multimedia/pool/main/libt/libtxc-dxtn/libtxc-dxtn0_1.0.1-dmo2_i386.deb

Untuk lebih jelas, buang saja dahulu paket-paket kompresi tekstur yang memutar: (S2TC)

sudo apt-get remove --purge libtxc-*

Pasang pustaka S3TC yang sebenarnya.

sudo gdebi libtxc-dxtn0_1.0.1-dmo2_amd64.deb libtxc-dxtn0_1.0.1-dmo2_i386.deb

Saya membiasakan diri menggunakan gdebi daripada dpkg untuk memasang paket lepas Debian.

Terakhir, pasang langsung Steam Linux:

sudo apt-get install steam

Selesai sampai sini. Anda bisa langsung menjalankan Steam Linux dan mengunduh DoTA 2.

Bonus

Saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan MESA semenjak PC saya berubah dari Gentoo menjadi Kubuntu. Saya tidak tahu apakah beberapa variabel berikut secara baku sudah aktif di MESA. Namun, tidak ada salahnya saya mencantumkan tambahan parameter saya untuk aplikasi OpenGL. Saya taruh ini di /home/user/.bashrc (sesuaikan dengan home Anda).

export R600_STREAMOUT=1
export R600_HYPERZ=1
export R600_TILING=1
export R600_SURF=1
export R600_GLSL130=1

Keluar dari sesi destop dan masuk kembali supaya sesi Anda mengaktifkan kelima baris ini.

Kali ini benar-benar selesai.

Steam Gagal Pada Ubuntu Vivid

Saat tulisan ini ditulis, Steam tidak dapat berjalan pada Ubuntu Vivid dengan menggunakan penggerak MESA. Penyebabnya:

$ env LIBGL_DEBUG=verbose steam
Running Steam on ubuntu 15.04 64-bit
STEAM_RUNTIME is enabled automatically
Installing breakpad exception handler for appid(steam)/version(1424305157)
libGL: screen 0 does not appear to be DRI3 capable
libGL: pci id for fd 7: 1002:68b8, driver r600
libGL: OpenDriver: trying /usr/lib/i386-linux-gnu/dri/tls/r600_dri.so
libGL: OpenDriver: trying /usr/lib/i386-linux-gnu/dri/r600_dri.so
libGL: dlopen /usr/lib/i386-linux-gnu/dri/r600_dri.so failed (/home/user/.local/share/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/usr/lib/i386-linux-gnu/libstdc++.so.6: version `GLIBCXX_3.4.20' not found (required by /usr/lib/i386-linux-gnu/dri/r600_dri.so))

Itu artinya versi pustaka C yang dipakai sistem lebih tinggi dari versi yang terpaket dalam Steam. Solusinya adalah dengan menghapus pustaka C. Oh, iya, sekalian juga menghapus pustaka GCC.

rm ~/.local/share/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/usr/lib/i386-linux-gnu/libstdc++.so.6*
rm ~/.local/share/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/lib/i386-linux-gnu/libgcc_s.so.1

Beres!

Steam Market Sebagai Model Ekonomi Maya (Digital)
Steam

Steam Market Sebagai Model Ekonomi Maya (Digital)

Yanis Varoufakis baru saja dilantik menjadi Menteri Keuangan Yunani yang baru. Dia dikenal sebagai seorang ekonom yang menentang bail-out Yunani. Yang menarik, dia sebelumnya adalah ekonom yang disewa Valve untuk pengembangan sistem ekonomi Steam.

Dia mendeskripsikan dirinya sebagai Marxist Libertarian. Pantas saja Steam dibuat menjadi lebih sebagai ekosistem yang dibangun secara bebas untuk para pengembang dan pemain. Valve sebagai penyedia ekosistem memastikan partisipasi aktif setiap orang yang tergabung dalam ekonomi digital yang dibangunnya.

Sebagai seorang ekonom, tentunya dia lebih berpengalaman dibandingkan yang lain. Dengan menggunakan Steam, dia dapat menerapkan berbagai model ekonomi. Ditambah lagi, Valve punya kendali khusus untuk menambah/mengurangi jumlah parameter atau menetapkan konstanta-konstanta dalam menjadikan Steam sebagai pasar yang unik.

Pandangan dia yang lain yang menarik adalah mengenai ekonometrik. Bahwa ekonomi sering kali dipandang sebagai sebuah peristiwa yang dapat dicocokkan dengan berbagai teori yang mana teori-teori tersebut bisa jadi saling berkompetisi/bertentangan. Sehingga, apabila ada dua atau lebih teori yang bertentangan, setiap ekonom harus memilih salah satu dari teori yang bertentangan dan mengabaikan teori yang lainnya. Itulah sebabnya, teori-teori tersebut hanya mampu menjelaskan secara empiris fenomena-fenomena ekonomi dengan asumsi ceteris paribus.[1]

Yang menarik dari Steam adalah perubahan paradigma bahwa nilai ekonomis tidak saja dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, dan kekuatan menawar. Adanya sistem barter yang diterapkan oleh Valve di dalam Steam membuat perhitungan ekonomis menjadi kacau. Ada faktor sosial, terutama persepsi pengguna tentang barter sebagai sarana memberikan hadiah dan barter sebagai alat tukar.

Hal ini dijelaskan lebih lanjut dengan adanya salah tafsir dalam fondasi ekonomi barter dan mengapa ada suatu nilai tukar. Setidaknya, dari penemuan-penemuan arkeologis, diketemukan bahwa uang awalnya bukan sebagai murni alat tukar semata, tetapi sebagai penanda utang. Uang baru menjadi penting ketika ada pemaksaan sosial dalam mengatur produksi dan distribusi. Pemaksaan sosial melalui strata sosial (hierarki, kasta),  kewajiban, dan kekerasan terorganisasi membentuk konvensi sosial tersebut. Hal inilah yang melahirkan nilai-nilai sosial dalam masyarakat modern saat ini, termasuk penggunaan uang sebagai nilai tukar.

Ada faktor filosofis yang membentuk pertukaran ekonomi. Saya jadi teringat mengenai perbedaan antara pasar (in-game market) dalam  permainan-permainan Asia Timur dengan pasar permainan Masyarakat Barat. Nanti saya tulis, deh. Tapi, syaratnya jangan tertawakan saya bila ilmu saya masih kurang.

Aduh, saya perlu berhenti sebelum tulisan ini jauh dari ranah pengetahuan saya. Saya cuma mau bilang bahwa ekonom dibalik Steam sekarang menjadi Menteri Keuangan Yunani yang baru. Intinya, ya, itulah alasan mengapa saya memakai Steam setiap malam.

Ahem, maksud saya, penelitian Steam sebagai pasar permainan membuktikan bahwa suatu ekosistem ekonomi dibangun dengan multi-dimensi yang mana TIK salah satu pemeran di dalamnya. Saya berharap rekan-rekan dengan ranah sosial bisa menjelaskan beberapa faktor dalam Steam.


  1. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan empirical regularities dengan bahasa manusia. Tulisan ini jauh di luar ranah saya. ^

Bacaan Lebih Lanjut

Steam Linux Error
DoTA 2 with Wine

Steam Linux Error

Got this error when running Steam Linux:

$ steam 
Running Steam on gentoo  64-bit
STEAM_RUNTIME is enabled automatically
Installing breakpad exception handler for appid(steam)/version(1399686825_client)
libGL error: dlopen /usr/lib32/dri/r600_dri.so failed (/home/$USER/.local/share/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/lib/i386-linux-gnu/libgcc_s.so.1: version `GCC_4.7.0' not found (required by /usr/lib32/dri/r600_dri.so))
libGL error: unable to load driver: r600_dri.so
libGL error: driver pointer missing
libGL error: failed to load driver: r600
libGL error: dlopen /usr/lib32/dri/swrast_dri.so failed (/home/$USER/.local/share/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/lib/i386-linux-gnu/libgcc_s.so.1: version `GCC_4.7.0' not found (required by /usr/lib32/dri/swrast_dri.so))
libGL error: unable to load driver: swrast_dri.so
libGL error: failed to load driver: swrast
Installing breakpad exception handler for appid(steam)/version(1399686825_client)
Installing breakpad exception handler for appid(steam)/version(1399686825_client)
Fontconfig error: "/etc/fonts/conf.d/10-scale-bitmap-fonts.conf", line 70: non-double matrix element
Fontconfig error: "/etc/fonts/conf.d/10-scale-bitmap-fonts.conf", line 70: non-double matrix element
Fontconfig warning: "/etc/fonts/conf.d/10-scale-bitmap-fonts.conf", line 78: saw unknown, expected number
libGL error: dlopen /usr/lib32/dri/r600_dri.so failed (/home/$USER/.local/share/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/lib/i386-linux-gnu/libgcc_s.so.1: version `GCC_4.7.0' not found (required by /usr/lib32/dri/r600_dri.so))
libGL error: unable to load driver: r600_dri.so
libGL error: driver pointer missing
libGL error: failed to load driver: r600
libGL error: dlopen /usr/lib32/dri/swrast_dri.so failed (/home/$USER/.local/share/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/lib/i386-linux-gnu/libgcc_s.so.1: version `GCC_4.7.0' not found (required by /usr/lib32/dri/swrast_dri.so))
libGL error: unable to load driver: swrast_dri.so
libGL error: failed to load driver: swrast
[0512/152146:ERROR:object_proxy.cc(239)] Failed to call method: org.freedesktop.DBus.Error.ServiceUnknown: The name org.freedesktop.NetworkManager was not provided by any .service files
[0512/152146:WARNING:proxy_service.cc(958)] PAC support disabled because there is no system implementation
Error: OpenGL GLX context is not using direct rendering, which may cause performance problems.

For more information visit https://support.steampowered.com/kb_article.php?ref=9938-EYZB-7457.
Installing breakpad exception handler for appid(steam)/version(1399686825_client)
Installing breakpad exception handler for appid(steam)/version(1399686825_client)
[HTTP Remote Control] HTTP server listening on port 59758.

It seems Steam Linux runs with its own GCC library. While it’s nice, I am on GNU/Linux Gentoo with bleeding edge stuffs. I can stop using internal Steam Linux library and start using system library with setting:

$ STEAM_RUNTIME=0

But I have to install Pulseaudio on my system, which is sucks!

Thankfully, Bug #78242 gives an alternative by deleting the GCC library. Thus:

$ rm /home/$USER/.local/share/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/lib/i386-linux-gnu/libgcc_s.so.1

solved the problem.

UPDATE

Gentoo installing into new directory:

$ rm /home/$USER/.local/Steam/ubuntu12_32/steam-runtime/i386/lib/i386-linux-gnu/libgcc_s.so.1
Memasang Sacred 2 Gold edisi Steam dengan WINE
WINE Is Not Emulator

Memasang Sacred 2 Gold edisi Steam dengan WINE

Sebelum Memasang

Silakan beli dahulu permainannya di Steam. Bisa tunggu Steam Sale atau langsung saja. Memang, harga US$19,9 agak mahal. Kebetulan waktu itu saya dapat beli dari Steam Sale.

Jangan lupa bahwa Sacred 2 Gold harus mengunduh 13,6 GB (!) dari Steam. Pastikan kuota Internet Anda cukup. Atau, pastikan langganan Internet Anda cukup mumpuni untuk mengunduh permainan ini.

Pastikan juga Anda sudah memasang Wine.

sudo apt-get install wine

atau

sudo emerge wine

atau menurut kepercayaan dan distro masing-masing.

Mari Memasang

Untuk memudahkan, saya menggunakan Winetricks.

Pasang Winetricks

Winetricks biasanya sudah dipaketkan oleh distro-distro GNU/Linux. Contohnya pada Debian dan turunannya (BlankOn termasuk):

sudo apt-get install winetricks

Pada Gentoo:

sudo emerge winetricks

atau perintah yang lainnya sesuai distro masing-masing. Atau kalau manual:

rm -f winetricks
wget http://winetricks.googlecode.com/svn/trunk/src/winetricks
sudo cp winetricks /usr/bin
sudo chmod +x /usr/bin/winetricks

Saya lebih suka menggunakan versi SVN karena lebih terbaru.

Pasang Steam

Steam yang dipasang oleh Winetricks tidak berfungsi. Untuk itu, kita harus mengunduh Steam secara manual.

wget http://media.steampowered.com/client/installer/SteamSetup.exe -O /tmp/SteamSetup.exe

Baru setelah itu lanjutkan pasang Steam dengan winetricks. Ingat! Steam pasti gagal dipasang. Namun, kita butuh konfigurasi lingkungan Wine yang cukup.

winetricks steam

Winetricks selalu memasang pada “$HOME/.local/share/wineprefixes/steam”. Variabel $HOME berisi direktori rumah Anda, misalnya “/home/blankon”. Kebetulan permainan saya di Steam bukan cuma Sacred 2 Gold. Untuk itu, Saya pindahkan saja ke lingkungan yang berbeda nama, misalnya “sacred”.

mv $HOME/.local/share/wineprefixes/steam $HOME/.local/share/wineprefixes/sacred

Untuk membuat perintah lebih sederhana, pindahkan direktori kerja WINE ke direktori Sacred.

export WINEPREFIX=$HOME/.local/share/wineprefixes/sacred

Lalu, pasang Steam seperti biasa:

wine /tmp/SteamSetup.exe

Seperti memasang Steam seperti biasa, tinggal klik saja. Lalu verifikasi dengan surel Anda. Saya rasa kalau Anda sudah bisa beli permainan di Steam, Anda sudah bisa melakukannya. Setelah itu, Anda tinggal mengunduh Sacred 2 Gold. Kalau saya butuh sekitar sejam lebih, Anda mungkin butuh waktu setengah hari.

Downloading Sacred 2 Gold Edition

Downloading Sacred 2 Gold Edition

Yang ini bisa Anda tinggal pergi.

Memasang Pustaka yang Diperlukan

Sacred 2 bergantung pada pustaka PhysX dari nVIDIA. Untungnya, pustaka tersebut sudah disertakan pada versi Steam.

wine "$WINEPREFIX/drive_c/Program Files (x86)/Steam/SteamApps/common/Sacred 2 Gold/redist/PhysX/PhysX_9.10.0513_SystemSoftware.exe"

Setelah itu, Anda tinggal langsung klik-klik pasang seperti biasa.

Installing PhysX engine

Installing PhysX engine

Setelah ini, Anda bisa langsung bermain.

Tentang Sacred 2 Gold

Sacred 2 adalah sebuah permainan yang berisi Sacred 2 Fallen Angel dan ekspansinya Sacred 2: Ice and Blood. Sacred 2 merupakan lanjutan dari Sacred. Namun, karakter-karakter yang diberikan berbeda dengan Sacred.

Sacred dan Sacred 2 adalah permainan yang diciptakan oleh Ascaron Entertainment. Ini satu-satunya permainan bacok-tebas (hack-and-slash) yang memiliki dunia terbuka dan misi-misi aneh bin lucu. Anda takkan pernah bosan untuk menjelajahi dunia Ancaria tempat Sacred berlangsung.

Saya mengenal Sacred dahulu ketika menunggu Diablo 3 yang tak kunjung datang. Saat itu beredar kabar bahwa para pengembang Diablo keluar dan sebagian bergabung dengan Ascaron untuk mengembangkan Sacred. Lalu saya pun mengikuti perkembangan Sacred.

Sacred pada mulanya adalah permainan penuh cacat. Namun, permainan ini semakin stabil seiring dengan tambalan-tambalan yang diluncurkan untuk memperbaiki banyak aspek. Seingat saya baru pada tambalan versi 1.62 permainan sudah stabil dan asyik untuk dijelajahi.

Pada beberapa waktu yang lalu, Sacred Gold (kumpulan Sacred dan ekspansinya) dikonversi ke GNU/Linux oleh Linux Game Publishing.  Namun, Sacred 2 Gold belum sempat dikonversi. Ascaron terlanjur bangkrut akibat berusaha mengembangkan Sacred 2 Fallen Angel.

Mengapa saya tidak menyebutkan Sacred 3 dan Sacred Citadel? Karena mereka bukan Sacred yang kita ketahui bersama. Sacred 3 tidak mengenal open world dan Sacred Citadel cuma permainan tidak jelas yang cara bermainnya sama sekali berbeda dengan Sacred yang kita ketahui bersama.

Cara bermain (gameplay) adalah roh dari sebuah permainan. Kohan memiliki cara bermain dengan satu pasukan. Cossacks memilih permainan dengan memperhitungkan sumber daya alam dan kemungkinan untuk makar. Sacred adalah tentang sebuah dunia besar yang terbuka untuk dijelajahi dengan berbagai macam kemungkinan misi. Itu sebabnya, saya masih belum bisa menganggap Sacred Citadel dan Sacred 3.

Prime World di GNU/Linux dengan WINE
Prime World launcher

Prime World di GNU/Linux dengan WINE

Prime World launcher

Prime World launcher

Prime World adalah “yet another Three Corridors” game yang dibuat oleh pembuat yang sama dengan Heroes Might and Magic V, Nival. Varian Three Corridors yang terkenal saat ini adalah DoTA, DoTA 2, dan HoN. Prime World termasuk dalam kategori Free to Play alias gratis dan saat ini masih versi Beta.

Prime World bukan hanya sekedar varian Three Corridors. Ia juga menyediakan misi seperti permainan RPG. Ia juga menyediakan perluasan bangunan seperti Heroes Might and Magic. Sedikit lebih kompleks tapi masih belum seberapa dibandingkan Civilization.

Konfigurasi WINE

Berikut konfigurasi WINE yang berhasil menjalankan Prime World.

Versi 1.7.3
Pustaka yang diubah
winecfg 1.7.3

winecfg 1.7,3

Beberapa Ganjalan

Ada beberapa ganjalan yang saya alami dengan permainan ini.

Gagal tersambung ke peladen

PeladenPrime World mungkin terbatas. Saya mengalami kesulitan untuk mengaksesnya. Kegagalan ini disebabkan oleh karena aplikasi gagal menemukan pembaharuan terbaru yang ada di peladen.

Gagal memasang Prime World

Terus terang, memasang Prime World di Steam itu bikin stres dan gila. Sudah seminggu saya gagal memasangnya. Sepertinya peladen Prime World masih perlu ditingkatkan. Untungnya, di halaman unduh, Naval versi Torrent. Saya menggunakan versi Torrent.

Saat penulisan besar berkas yang diunduh sebesar 1,2GB dalam bentuk berkas Zip. Saya mengekstraksi isi berkas tersebut ke direktori Prime World yang di Steam ($STEAMAPPS/common/PrimeWorld). Perhatikan kalau versi unduhan ini nama direktorinya “Prime World” atau terpisah spasi.

Saat permainan tiba-tiba tidak terjadi apa-apa dan semuanya berhenti

Saya mengalami ini saat saya sudah menang atau mencapai suatu capaian tertentu. Secara tak sengaja saya menemukan aplikasi yang memblokir. Sepertinya ada aplikasi khusus yang berjalan di belakang saat terjadi kemenangan.

Saya membuka terminal dan melakukan ini:

$  killall PW_Game.exe

Ini saya lakukan di setiap penghujung misi. Sebab, biasanya di saat itu aplikasi menjadi tidak responsif.

Diseminasi Prime World

Saya mendapati beberapa komponen yang menarik:

  • Halaman depan menggunakan Qt4 sehingga dapat menggunakan HTML sebagai perias (yah, mirip-mirip Manokwari).
  • Permainan menggunakan FMOD Ex sebagai speech engine.
  • Aplikasi menggunakan ACE dan Terabit sebuah framework pemrograman. Jangan-jangan dia menggunakan pustaka knetwork untuk menyediakan koneksi Internet.
  • Aplikasi menggunakan DirectX 9. Tapi, kalau dari komponen, seharusnya bisa dibuat dengan OpenGL sehingga bisa dibawa ke Sistem Operasi lain (GNU/Linux misalnya).
  • Beberapa pustaka FOSS seperti OpenSSL, TIFF, libjpeg, dan lain-lain pun terlihat.

Ini makanya saya tertarik membahas penuh Prime World. Kebanyakan komponennya menggunakan pustaka FOSS. Bahkan, bisa saja dibuat dengan menggunakan Torque 3D. Tentu saja, tidak ada yang dapat mengalahkan inovasi. Pembuatan permainan bukan soal grafis atau lainnya, tetapi keasyikan bermain itu sendiri (gameplay experience). Penggunaan engine pihak ketiga hanya mengurangi waktu teknis dan memberi waktu lebih untuk mengembangkan isi permainan itu sendiri.

Steam Linux Beta
Klien Steam Beta

Steam Linux Beta

Steam Linux Beta

Steam Linux Beta

Adanya klien Steam Linux tidak menambah apa pun kepada gerakan perangkat lunak bebas. Namun, saya senang untuk usaha Gabe dan kawan-kawan untuk menerjemahkan Steam ke dalam GNU/Linux. Usaha ini menambal kelemahan sistem operasi GNU/Linux, yakni kurangnya permainan. Ini juga sebagai ajang pembuktian bahwa GNU/Linux merupakan ekosistem potensial.

Tiga hari yang lalu saya mendapatkan surel dari Steam Beta. Hari ini saya sudah selesai mengunduh berkas-berkas pemasangan. Saya baru memasangnya kepada komputer kerja saya (Gentoo), jadi saya belum bisa menulis untuk laptop saya (BlankOn).  Saya juga tidak yakin untuk menulis tutorial, sebab ini masih Beta tertutup (ataukah sudah bisa diunduh?).

Untuk bisa masuk ke dalam program beta, Anda harus mengisi borang pada blog Valve Linux. Saya sudah lupa di mana, jadi silakan cari tulisan tentang itu di sana.

Steam Linux

Ada beberapa proses yang dilakukan oleh Steam Linux begitu selesai dipasang:

  • Memasang versi terbaru, alias mengunduh lagi untuk versi Steam Linux terbaru.
  • Memasukkan ulang kode verifikasi, kita dianggap sebagai komputer baru walau pun sudah ada klien Steam.
  • Memasukkan ulang login.
Saya lupa membuatkan cuplikan. Saya pikir ini proses yang trivial karena kalau Anda menggunakan Steam versi Windows, Anda sudah familiar dengan proses tersebut.
Steam Beta

Klien Steam Beta

Saya sulit membuat komparasi selain mengatakan bahwa baru ada beberapa permainan saja di dalam klien Steam Linux. Tampaknya, permainan Team Fortress 2 disediakan dengan status Free to Play, alias tersedia gratis khusus untuk Steam Linux. Saya sendiri, sih, sudah membeli permainan ini dari dulu. Tapi, yang lainnya perlu gesek-gesek kartu. Ah, saya masih banyak kebutuhan. 🙂

 

Steam System Information

Omong-omong, saya belum mencoba menjalankan Team Fortress. Proses ini butuh waktu lama karena di Indonesia belum tersedia koneksi murah nan cukup cepat. Mungkin saya bisa membandingkan Steam Linux dengan Steam yang dijalankan dengan Wine.

Berikut poin-poin yang saya dapati:

  • Fitur identik, kecuali pada permainan yang ditawarkan.
  • Sama-sama menggunakan emulasi, hal ini karena Steam Linux masih menggunakan pustaka 32-bit. Mungkin mereka mengingat bahwa sebagian besar permainan ditulis untuk mesin 32-bit (Windoze). Jadi, untuk menerjemahkan ke GNU/Linux juga perlu ke pustaka yang sama.
  • Tulisan lebih alami karena menggunakan fonta sistem. Tulisan pun sudah anti-alias sehingga tidak patah-patah seperti versi Wine.
  • Steam Big Picture (SBP) hanya dapat dijalankan pada Steam Linux. SBP ini adalah sebuah moda pusat media pada Steam. Sayangnya, suara yang ada pada saya terpotong-potong. Mungkin ada konfigurasi tambahan yang harus dilakukan.
Steam Big Screen

Steam Big Screen

Penutup

Untuk Gentoo, dapat menggunakan Layman untuk memasangnya. Saya tidak jabarkan di sini karena saya belum ada waktu. Saya menggunakan penggerak dari nVIDIA. Seandainya ada yang menggunakan penggerak terbuka (radeon/nouveau) harus menjalankan ini sebelum memulai steam:

export force_s3tc_enable=true

Mengapa hal tersebut diperlukan? Karena S3TC merupakan standarisasi OpenGL yang dipatenkan. (Yeah, fsck to those that so lamely put software patents into standards)

Saya rasa, mungkin laptop saya lebih kompatibel mengingat dia BlankOn 32-bit. Proses ini mungkin butuh tiga hari lagi. Sementara itu, demikian laporan pandangan mata saya.

Pelipur Lara: Torchlight 2
Torchlight 2 dari Steam, Tidak Perlu Daring

Pelipur Lara: Torchlight 2

Torchlight 2 dari Steam

Torchlight 2 dari Steam, Tidak Perlu Daring

Setelah kecewa dengan Diablo 3 yang harus selalu daring, saya menghentikan proyek membangun komputer Bermain. Seperti yang kita ketahui bersama, lebar pita jaringan di Indonesia itu tulisannya up to, yang artinya: “Sampeyan dapat primbon kali, ye, baru bisa benar-benar segitu kecepatannya.” Ya, sampai Ksatria Piningit datang, permainan yang selalu membutuhkan dedikasi pita jaringan itu tidak bisa diharapkan.

Untungnya, sudah ada Torchlight 2 buatan Runic. Permainan ini mirip dengan Diablo 2, satu-satunya permainan RPG yang saya mainkan dengan intensif dahulu. Kata teman saya, permainan ini dibuat oleh mantan pengembang Diablo. Hmmm… seingat saya, mereka bikin perusahaan dan mengembangkan Sacred.

Harga permainan ini di Steam saat ini US$19,99 atau sekitar Rp200.000,00. Mungkin nanti bisa lebih murah lagi ketika libur Natal. Tapi, ini sudah cukup terjangkau buat saya. Enak juga kalau membeli asli, saya jadi harus menjaga diri untuk tidak membeli banyak permainan dan terasa amat berharga permainan yang dibeli.

Torchlight 2 menggunakan mesin Ogre3D, sebuah pustaka kode sumber terbuka. Ogre3D sendiri dapat dijalankan di GNU/Linux, saya ingat dahulu InfoLINUX pernah membahas. Yang seru dari seri permainan ini adalah Torchlight yang pertama sudah ada di Ubuntu Apps. Saya merasa positif untuk versi asli Torchlight 2 untuk GNU/Linux.

Untuk memainkan Torchlight 2, saya tinggal menggunakan Wine:

$ wine Steam.exe -opengl -no-dwrite

Nah, perhatikan “-no-dwrite”. Itu parameter yang digunakan untuk Wine 1.5 (wine-unstable kalau di BlankOn). Kalau tidak, tulisan di Steam tak terbaca. Sepertinya dwrite.dll versi Wine 1.5 bermasalah.

Saya sudah memasang semuanya dan untuk komputer saya yang masih pakai Pentium D, VGA on-board GeForce 9200, dan memori 4G aplikasi berjalan lancar. Saya harus mengonfigurasi grafis menjadi medium dan mematikan FSAA.

Waduh, sudah terlalu banyak saya tulis. Saatnya bermain. Jangan lupa mandi.

Steam Pada Blankon 8
Steam pada BlankOn 8

Steam Pada Blankon 8

Steam pada BlankOn 8

Steam pada BlankOn 8

Saya bukannya tim PR-nya Valve. Tapi, niat mereka untuk serius masuk ke GNU/Linux membuat saya membuka akun di Steam. Saya bahkan membeli satu pak permainan.

Sambil menunggu Steam versi GNU/Linux, saya pun memasang versi Windoze di laptop. Baiknya Valve, mereka menyediakan sebuah halaman Wiki tentang cara memasang Steam di GNU/Linux.

Berikut perjalanan saya memasang Steam.

Memasang WINE

Sejujurnya, Steam saya sudah terpasang di GNU/Linux melalui 12.04 saya. Dia terpasang pada direktori “

~/.local/share/wineprefixes/steam

“. Saya belum sempat memasang ulang Steam.

Di Blankon 8 ada dua buah versi Wine, Wine 1.4.1-2 sebagai versi stabil dan versi 1.5.6-2 sebagai versi tidak stabil. Untuk kasus kali ini, saya lebih menyukai versi terbaru. Dengan versi ini, seharusnya banyak trik yang telah dipasang agar aplikasi dapat berjalan. Intinya, saya memasang:

$ sudo apt-get install wine-unstable

Aplikasi Pembantu

Ada dua aplikasi pembantu yang memasang paket-paket yang dibutuhkan agar Wine dapat menjalankan aplikasi dengan baik. Ada dua yang saya tahu:

PlayOnLinux menggunakan GUI sebagai latar. Ia memasang Wine versi tersendiri. Sedangkan winetricks merupakan sekumpulan skrip untuk memasang aplikasi-aplikasi populer. Rasanya menjadi peretas itu tidak enak bila memakai GUI. Jadi, saya memilihwinetricks.Cara pasang:

$ sudo apt-get install winetricks

Yak, begitu saja. Selanjutnya, mari kita memasang Steam

Pasang Steam

Yang membuat saya terkejut adalah ternyata cara pasangnya sangat gampang. Begitu gampangnya sehingga saya memanjangkan paragraf ini supaya tulisan ini tidak terlalu sedikit. Maaf, sebenarnya Anda tidak perlu membaca paragraf ini. 🙂

Cara pasang:

$ winetricks steam

Yak, cuma segitu saja dan nantinya Wine akan memasang tautan di laman depan.

Memindahkan Steamapps ke Partisi Terbesar

Jujur saja, masalah saya sebagai berikut:

$ df -h
Sistem Berkas                       Besar   Isi  Sisa Isi% Dipasang di
rootfs                               5,0G  4,6G  485M  91% /
udev                                  10M     0   10M   0% /dev
tmpfs                                202M  700K  201M   1% /run
/dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid    5,0G  4,6G  485M  91% /
tmpfs                                5,0M  4,0K  5,0M   1% /run/lock
tmpfs                                404M  5,0M  399M   2% /run/shm
/dev/mapper/Linux_LVM-Linux_Dokumen   43G   42G  276M 100% /home
/dev/sda5                             40G   37G  3,0G  93% /media/doCum3nt

Ruang partisi rumah saya sudah penuh. Untungnya, menurut WIKI, aplikasi-aplikasi Steam dapat dipindah ke partisi lain dan di GNU/Linux tinggal membuat sebuah tautan dari instalasi Steam ke partisi tersebut.

Singkat cerita, saya memindahkan “steamapps” ke partisi lain. Namanya memang agak 4lay, karena laptop ini pernah dipakai seseorang. Intinya, 1) buat direktori; 2) pindahkan steamapps ke sana; dan 3) profit! 🙂

Saya asumsikan bahwa partisi yang memiliki ruang cukup besar dipasang di “/media/doCum3nt”. Lalu, saya menggunakan winetricks memasang Steam di direktori rumah saya, “/home/jp”. Berikut caranya:

$ export STEAMAPPS_DIR="/media/doCum3nt/steamapps"
$ export STEAMAPPS_WINE_DIR="/home/jp/.local/share/wineprefixes/steam/drive_c/Program Files/Steam/steamapps"
$ mkdir $STEAMAPPS_DIR
$ mv $STEAMAPPS_WINE_DIR/* $STEAMAPPS_DIR
$ sudo mount -o bind $STEAMAPPS_DIR $STEAMAPPS_WINE_DIR

Ganti “$STEAMAPPS_DIR” dan “$STEAMAPPS_WINE_DIR” dengan lokasi yang ada pada komputer Anda. Saya menggunakan tautan keras, tapi bisa juga membuat tautan simbolik (tautan lunak/symlink).

Pengalaman Bermain

Steam mendeteksi kartu grafik yang dipakai. Namun, berhubung driver-nya versi GNU/Linux, dia memberikan peringatan.

Steam Peringatkan Driver tidak Dikenali

Steam Peringatkan Driver tidak Dikenali

Seperti Anda lihat, kartu grafis saya ternyata cuma bisa memainkan Half Life, Counter Strike, dan beberapa permainan kecil lainnya. Weleh, perlu segera memberi komputer baru. Yang pasti,driverBlankOn dapat memainkan permainan saya dengan baik.

Kudos buat pengembang BlankOn!

Read More