Tag Archives

2 Articles
Memasang KOHA, Sebuah Perangkat Lunak Perpustakaan Terintegrasi
KOHA Logo is a copyright of KOHA community

Memasang KOHA, Sebuah Perangkat Lunak Perpustakaan Terintegrasi

Dari diskusi artikel yang lalu, didapati bahwa ternyata Senayan SLiMS masih memilih galat atau belum memenuhi. Menurut saya, wajar saja mengingat SLiMS baru dikembangkan bila dibandingkan solusi yang lain. Saya pun mencoba mencari perangkat lunak perpustakaan terintegrasi (Integrated Library Software/ILS) yang lebih matang. Tujuan dari pencarian ini adalah untuk menyediakan alternatif lain selain SLiMS.

Menurut (Tristan Müller, 2011, pp. 57-78), ada tiga ILS yang memenuhi kriteria tersebut: Koha, Evergreen, dan PMB. Pemilihan ini berdasarkan kriteria komunitas yang hidup, lisensi yang benar-benar FOSS, dan fungsionalitas yang matang. Tentunya, artikel tahun 2011 ini tidak begitu valid lagi mengingat sekarang sudah tahun 2014 dan ada banyak yang sudah berkembang. Namun, artikel ini cukup menyediakan sebuah rujukan untuk menyediakan sistem ILS yang baik.

Pertama-tama, saya bingung untuk memilih versi Koha yang benar. Saya menemukan ada Koha dan LLC Koha. Ternyata, telah terjadi perpecahan sehingga menyebabkan LLC Koha terpisah dan berkelahi dengan komunitas Koha. Memang ini sering terjadi pada proyek FOSS yang sudah matang ketika hendak dikomersialisasi oleh sebagian pengembangnya.

Terlepas dari konflik, versi yang digunakan oleh LLC Koha mengadaptasi penggunaan Zebra, sebuah pengindeks koleksi data. Ini sebenarnya sebuah fitur yang sangat bagus. Selain itu, LLC Koha menyediakan banyak tambahan yang tidak mereka kontribusikan kembali kepada komunitas Koha. Oleh sebab itu, mengingat semangat FOSS dan komunitas, saya memilih menggunakan Koha versi komunitas.

Pemasangan Koha

Sebenarnya artikel pemasangan mulai dari sini. Saya menggunakan Debian Wheezy yang dibangun dari debootstrap. Terjadi kegalatan pada BlankOn Suroboyo tidak dapat memasang apache2-mpm-itk dan libapache2-mpm-itk. Artikel di situs Koha sebenarnya sudah cukup lengkap. Saya hanya mengulangi dari awal saja artikel tersebut.

Masukkan repositori Koha ke dalam sources.list BlankOn. Saya menggunakan sebuah berkas tersendiri di /etc/apt/sources.list.d/koha agar lebih bagus. Caranya:

$ echo "deb http://debian.koha-community.org/koha squeeze main" | sudo tee -a /etc/apt/sources.list.d/koha.list

Tambahkan kunci repositori Koha agar tidak muncul peringatan dari APT.

$ wget -O- http://debian.koha-community.org/koha/gpg.asc | sudo apt-key add -

Setelah itu lakukan seperti biasa.

$ sudo apt-get update

Pasang Koha:

$ sudo apt-get install koha-common mysql-server

Jangan lupa menyalakan modul rewrite.

$ sudo a2enmod rewrite
$ sudo invoke-rc.d apache2 restart

Menurut artikel pemasangan, paket koha berbeda dengan paket koha-common! Paket koha hanya menyediakan satu instans saja. Paket koha-common berisi skrip-skrip pemasangan. Ini cocok mungkin bila ada satu penyedia layanan yang hendak beramal menyediakan layanan Koha kepada banyak instansi pendidikan. #kode

Membuat Sebuah Instans KOHA

Sekarang saatnya membuat sebuah instans KOHA.

$ sudo koha-create --create-db perpus-jp

Iya, saya tahu, nama yang saya gunakan tidak kreatif. Silakan ganti dengan yang Anda mau. Pastikan namanya jangan lebih dari 16 karakter karena akan menyebabkan galat pada MySQL.

Perintah tersebut akan membuat sebuah instans di /etc/koha/sites/perpus-jp, basisdata MySQL koha_perpus-jp, dan sebuah entri Apache di /etc/apache/sites-enabled/perpus-jp.

Nama pengguna untuk masuk adalah koha_perpus-jp. Ganti perpus-jp dengan nama yang Anda sudah pilih. Untuk mengetahui sandi masuk, Anda dapat melihatnya dengan menjalankan perintah sebagai berikut:

$ sudo xmlstarlet sel -t -v 'yazgfs/config/pass' /etc/koha/sites/perpus-jp/koha-conf.xml

Setelah ini, tambahkan port 8080 ke dalam /etc/apache2/ports.conf dan hapus situs default yang diberikan oleh Debian. Berikut cara cepatnya:

$ echo "Listen 8080" | sudo tee -a /etc/apache2/ports.conf
$ sudo a2dissite default
$ sudo invoke-rc.d apache2 restart

Konfigurasi KOHA

Kalau benar, maka pergi ke port 8080 untuk masuk ke situs administratornya.

Koha Setup

Koha Setup for the very first time

Masukkan login administrator dan sandi yang sudah disebutkan tadi, dalam hal ini saya menggunakan koha_perpus-jp sebagai nama pengguna.

Koha Setup: Select Language

Koha Setup: Select Language

Ini secara baku hanya menyediakan bahasa Inggris. Untuk dapat menyediakan Bahasa Indonesia, jalankan perintah berikut:

$ cd /usr/share/koha/misc/translator
$ sudo env PERL5LIB=/usr/share/koha/lib KOHA_CONF=/etc/koha/sites/perpus-jp/koha-conf.xml perl translate install id-ID

Kalau sudah, silakan perbaharui tampilan peramban Anda (biasanya tekan tombol F5) dan Anda akan menemukan id-ID sebagai pilihan. Kalau Anda mau berkontribusi atau menyediakan penerjemahan yang lebih baik, Anda dapat melihat direktori /usr/share/koha/misc/translator/po ada beberapa berkas penerjemahan Bahasa Indonesia.

$ ls -al /usr/share/koha/misc/translator/po/id-ID-*
-rw-r--r-- 1 root root  618906 Jan 14 07:50 /usr/share/koha/misc/translator/po/id-ID-i-opac-t-prog-v-3006000.po
-rw-r--r-- 1 root root 4152287 Jan 14 07:50 /usr/share/koha/misc/translator/po/id-ID-i-staff-t-prog-v-3006000.po
-rw-r--r-- 1 root root  662882 Jan 14 07:50 /usr/share/koha/misc/translator/po/id-ID-opac-bootstrap.po
-rw-r--r-- 1 root root   24121 Jan 14 07:50 /usr/share/koha/misc/translator/po/id-ID-opac-ccsr.po
-rw-r--r-- 1 root root  196255 Jan 14 07:50 /usr/share/koha/misc/translator/po/id-ID-pref.po

Silakan ubah dan kirimkan kepada komunitas KOHA kemungkinan nama Anda akan tercatat harum pada Koha.

Selanjutnya adalah halaman pemeriksaan ketergantungan. Kebetulan pemasangan dengan menggunakan paket Debian. Jadi, seharusnya tidak ada yang bermasalah di sini.

KOHA Setup: Dependency Checking

KOHA Setup: Dependency Checking

Kemudian halaman konfigurasi Basisdata.

KOHA Setup: Database configuration

KOHA Setup: Database configuration

Oh, iya, hampir lupa, untuk maju ke halaman selanjutnya tinggal tekan “Next”.

KOHA Setup: finishing all.

KOHA Setup: After all that clicking so many “Next” button we are here.

Skrinsut selanjutnya:

KOHA Setup: Another screenshot of finishing up.

KOHA Setup: Another screenshot of finishing up.

Setelah selesai, selanjutnya akan ditampilkan pilihan untuk memasang konfigurasi dasar.

 

KOHA Setup: Finishing up.

KOHA Setup: Finishing up

Pilih “install basic configuration settings” dan kemudian Anda akan diminta pilihan untuk memilih standar baku. Kebetulan saya bukan seorang pustakawan, jadi saya memilih Marc21 saja.

KOHA Setup: Selecting MARC standard

KOHA Setup: Selecting MARC standard

Selanjutnya adalah tambahan data untuk MARC21 dan contoh-contoh data. Saya pilih semua sampel data dan saya gulung ke bawah untuk pilih “Import“.

KOHA Setup: data sample, this is the bottom view of it.

KOHA Setup: data sample, this is the bottom view of it.

Apabila tidak ada apa-apa, maka akan dibawa ke laman selanjutnya: laporan hasil pemasangan. Pilih tombol “Finish” dan selesai.

KOHA Setup: finished, FINALLY!

KOHA Setup: finished

Akhirnya, setelah semuanya ini kita dihadapkan kepada halaman login KOHA.

KOHA login page

KOHA login page

Setelah masuk ke dalam, akan diberikan dasbor.

KOHA Admin page

KOHA Admin page

Seperti yang Anda lihat, login koha_perpus-jp adalah seperti root pada GNU/Linux. Silakan konfigurasi lebih lanjut dengan menciptakan pengguna lainnya dan membuat sebuah perpustakaan selanjutnya.

Jangan lupa, halaman utama (OPAC) ada di port 80 dan admin ada di port 8080. Ini tampilan OPAC yang baru dikonfigurasi. Selamat mengubah-ubah lebih lanjut.

KOHA Frontpage

KOHA Frontpage

Masih kosong? Silakan diisi sendiri karena saya seorang admin sistem, bukan pustakawan. Saya tidak mengerti terminologi di dalam keperpustakaan. (Alasan lain untuk kemalasan)

TAMAT

 

Daftar Pustaka

Tristan Müller (2011). How to choose a free and open source integrated library system OCLC Systems & Services, 27(1), pp. 57-78. doi: http://dx.doi.org/10.1108/10650751111106573.^