Tag Archives

6 Articles
Nokia X: Android Nokia
Nokia X Dual SIM, image used as-is.

Nokia X: Android Nokia

Akhirnya, setelah rumor beberapa bulan belakangan ini, Nokia resmi meluncurkan Nokia X. Kalau dilihat dari fiturnya, sepertinya pasarnya untuk kelas menengah. Dan, yang menarik adalah dia menggunakan Android.

Nokia X Dual SIMNokia X Dual SIM Overview
via Nokia

Menurut prediksi The Verge, kemungkinan Nokia X hanya akan menjadi proyek yang “sudah lama dibuat, sayang kalau tidak diproduksi” seperti N9 Meego. Android yang digunakan adalah Jelly Beans AOSP, alias Android versi komunitas yang tak ber-Google. Ia akan seperti produk Android Amazon yang memiliki pasar sendiri (Google Market).

Tapi, saya tidak kuatir. Pertama, menurut saya, Nokia masih memiliki peta terbaik yang berkompetisi dengan Google Maps. Kedua, aplikasi yang sudah dibuat untuk Android hanya perlu perubahan sedikit (kemungkinan dengan membuang semua Layanan Google) untuk bisa kompatibel. Artinya lagi, kemungkinan besar pun akan ada orang keren di XDA Developers yang akan membuat versi Google Android-nya. :)

This is Nokia X: Android and Windows Phone collideIt’s official: the Nokia X Android phone is here. Microsoft might be buying Nokia’s phone business shortly, but the Finnish smartphone maker is still pushing ahead with the launch of three Android-powered handsets today. The Verge first revealed details about Nokia’s plans in December, and the company is now ready to talk specifics about the X, the X+, and the XL.

Apakah ia akan laku di tengah perangkat-perangkat Android yang canggih? Ya. Saat ini pasar untuk kelas menengah ke bawah sedang menjamur. Pasar dunia ketiga seperti India, Brazil, dan Indonesia memiliki jumlah penjualan yang besar. Itu sebabnya, Firefox OS ditargetkan untuk mereka juga.

Tapi, apakah ia dapat bertahan? Kemungkinan tidak. Microsoft menggadang-gadang Lumia 520-nya sebagai kisah sukses Windows Phone. Pasar mereka jelas sekali negara-negara dunia ketiga dan pada pasar menengah ke bawah.

Meet the most important Windows Phone in the worldOutside of the Apple ecosystem, affordability reigns supreme. According to the latest data from AdDuplex , the budget-priced Lumia 520 has now taken more than 30% of the Windows Phone market share, and when combined with the Lumia 521, the two phones make up more than one-third of all Windows Phone sales worldwide.
via BGR

Jelas sekali, Nokia X hanya produk selingan yang bertentangan dengan pasar Microsoft. Kemungkinan besar ketika proses transaksi pembelian Nokia oleh Microsoft selesai, produk ini akan dihapus juga. Saat itu, kita tetap bisa berpaling kepada XDA Developers dan para pengembangnya.

Kalau boleh saya meminjam bahasa koran kuning. Produk Nokia X jangan-jangan hanya produk sakit hati Stephen Elop yang secara sistematis dibuang dari daftar pengganti Ballmer tempo lalu. Karma memang menyakitkan. :)

Nokia Menjual Lisensi Komersial Qt

Nokia Menjual Lisensi Komersial Qt

Nokia menjual lisensi komersialnya kepada Digia. Digia adalah sebuah perusahaan Finlandia yang bergerak di bidang solusi perangkat bergerak. Menurut koran Finlandia yang dikutip di dalam forum Phoronix, 19 pekerja Nokia Qt di Oslo dan Kalifornia dipindahkan ke Digia. Kesembilan belas pekerja tersebut bekerja di bagian komersialisasi Qt. Sisanya tetap di Nokia Qt.

Karena ini bukan blog berita, maka saya sampaikan opini saya.

Tindakan ini merupakan tindakan yang baik dari Nokia kepada dunia Qt dan perangkat lunak terbuka. Saat ini Nokia tengah berbenah. Mereka sudah kecolongan jauh akibat Android buatan Google dan iOS buatan Apple. Di tengah kekisruhan itu, Elop CEO Nokia memberikan solusi untuk menggandeng Windows Phone 7 buatan Microsoft. Sehingga, Meego dan Symbian dikesampingkan.

Tentunya, berbeda dengan perusahaan Amerika yang menghitung per kuartal, sebagai perusahaan Eropa Nokia menghitung efek jangka panjang dari Qt. Oleh sebab itu, perusahaan ini berusaha untuk mempertahankan Qt dan Meego. Tetapi, mereka semakin mengurangi beban yang dibutuhkan dan rasa ketidakpercayaan komunitas mereka kepada puncak kekuasaan. Jadi, saya masih berpikir bahwa setelah gagal dengan WP7 nanti, Nokia akan meluncurkan perangkat genggam berbasis Meego. Sampai saat itu tiba, mari berharap mereka tidak bangkrut.

Drama Sabun Nokia 2

Drama Sabun Nokia 2

Menurut analisis dari Tomi T. Ahonen, Nokia sudah mengalami kekalahan banyak semester kemarin. Itu sebabnya, siapa pun CEO baru Nokia, akan ada kehilangan dari pihak Nokia. Harus ada yang diamputasi.

Lalu mengapa N9 diamputasi ditahan setahun peluncurannya? N9 seharusnya menjadi telepon genggam pertama Nokia yang mengangkat harkat Meego. Isu yang berkembang adalah karena adanya tablet yang akan diluncurkan oleh Nokia.

Sayangnya baik Tomi maupun para spekulan itu tidak tahu, Stephen Elop memiliki saham di Microsoft. Tentu saja, ia sebagai salah satu mantan eksekutif Microsoft, akan membela Microsoft yang telah kehilangan bagian pasar (1,5% saja) di pasar perangkat bergerak. Ini bisa jadi sabotase dari Microsoft.

Mari kita ikuti drama sabun Nokia. Mari kita berharap agar Nokia tidak masuk daftar rekan strategis yang mati akibat kelakuan Microsoft.


NB: Saya bukan pengguna Nokia. Tetapi, Nokia adalah contoh nyata untuk membuktikan apakah meninggalkan FOSS adalah benar atau salah. Nokia bisa menjadi tumbal untuk pembenaran dua paham yang sedang berkembang. Menarik untuk diikuti.

Drama Sabun Nokia

Drama Sabun Nokia

Seperti dugaan saya, kerja sama Nokia – Microsoft menuai kritik dari banyak pihak. Kendati demikian, pihak KDE banyak yang memasang sikap lihat dan tunggu, termasuk Aaron Seigo.

Nah, gosip tak akan sip kalau begitu. Beruntung, ada salah seorang dari komunitas KDE yang membuat tajuk ini menarik.

Salah satu yang menarik adalah kebijakan yang diambil Elop menikam banyak pihak di Nokia dari belakang. Salah satunya adalah pemerintah Finlandia Uni Eropa yang baru saja mengucurkan dana untuk mengembangkan Symbian untuk program padat karya.

Jangan salah sangka, dibandingkan Android yang menidurkan aplikasi di latar; atau pun WP7 yang tidak bisa sama sekali, Symbian memiliki paralelisasi dengan thread. Hanya sayang, OVI terlambat.

Hal yang menarik adalah pertanyaan mengapa Nokia mau memilih WP7 yang  jauh inferior dari apapun?

Ternyata Elop adalah salah satu dari 10 besar individu pemegang saham Microsoft. Cukup menambah kecurigaan.

Saat ini di tubuh Nokia cukup berkecamuk. Kita lihat saja, apakah Elop keluar atau revolusi di tubuh Nokia.

Saya bukan ekstrimis. Saya juga bukan pengguna Nokia. Saya hanya pengguna KDE. Tapi, drama ini cocok untuk bahan penelitian korporasi dan perangkat lunak terbuka.

Omong-omong ini dari telepon genggam jadi kurang nyaman. Detail dan tautan menyusul.

Bacaan lebih lanjut: http://piacentini.blog.br/2011/02/elop-is-after-me/

Drama Yang Bagus

Drama Yang Bagus

Akhirnya, seperti yang diduga sebelumnya, ketahuan juga belang pembocoran memo internal CEO Nokia Elop.  Nokia yang dinakhodainya telah menandatangani perjanjian tak terikat dengan Microsoft. Akhirnya Nokia memutuskan untuk menggunakan produk-produk Microsoft.

Saya bukan anti Microsoft. Nokia telah mengusung banyak kawan dari dunia perangkat lunak terbuka. Ketika Nokia mengusung Microsoft, bagaimana dengan Meego? Bagaimana reaksi komunitas KDE? Menarik sekali.

Semoga….

Galangan Yang Terbakar dan Minyak yang Keluar

Galangan Yang Terbakar dan Minyak yang Keluar

Seorang rekan memberikan sebuah tautan mengenai Apple di Engadget yang terdapat juga di blog internal Nokia. Intinya tentang nota internal CEO Nokia, Stephen Elop, yang mengeluhkan Nokia kurang kompetitif. Dia mengeluhkan bahwa Nokia telah dikalahkan di berbagai lini. Pada pasar kelas tinggi, Apple menyelak Nokia dengan iPhone dan ekosistemnya. Lalu pada pasar inovasi, Google mengalahkan Symbian dengan Androidnya. Yang paling telak, perusahaan-perusahaan kecil di Shenzen mengalahkan mereka dengan telepon-telepon genggam murah meriah. Nokia tak ada perubahan apa pun dan hanya melihat dan kehilangan banyak kesempatan.

Baguslah, semoga nota ini tidak terlambat seperti SUN Microsystem. SUN Microsystem sering kali diberikan sebagai contoh tragis sebagai perusahaan pendukung perangkat lunak bebas dan terbuka. Itu pernyataan salah kaprah! Asal tahu saja, kesalahan SUN Microsystem adalah mereka terlambat membuka teknologi mereka untuk perangkat lunak bebas dan terbuka. OpenSolaris terlambat keluar setelah orang-orang telah menggunakan GNU/Linux dan sistem BSD pada server-server mereka. Java terlambat menjadi terbuka setelah ada .NET, Python, dan berbagai bahasa inovatif lainnya. Mereka terlambat untuk mengambil keputusan dan lebih dikarenakan dorongan pasar.

Nokia, Anda telah membuat keputusan benar dengan mengakuisisi Trolltech, perusahaan pengembang utama Qt (inti dari KDE). Anda telah membuat keputusan baik dengan membuat Qt berlisensi terbuka namun bisa digunakan untuk komersial. Anda juga telah membuat keputusan bagus dengan mengadopsi Maemo dan menggabungkannya dengan Intel menjadi Meego. Seperti yang dibilang oleh Ari Jaaksi beberapa tahun lalu, Anda telah belajar untuk menjadi bagian dalam ekosistem perangkat lunak terbuka.

Masalahnya, semenjak Nokia Internet Tablet tahun 2005 lalu dan N900 yang tidak pernah diumbar ke publik, Anda tidak pernah lagi membuat perangkat lunak terbuka. Pasar OVI Anda juga tidak menarik karena para pengembang tidak tahu bagaimana cara masuk ke sana. Lagi pula, sudah beberapa kali Anda mengubah fundamental OVI sehingga orang bingung menggunakannya. Cepat sekali perangkat yang Anda produksi tidak didukung oleh OVI. Padahal, bisa jadi produk-produk yang Anda produksi tahun ini beberapa tahun lagi baru ada di negara-negara ketiga. Kendati Anda telah membuka Symbian OS, tetap saja itu karena GNU/Linux telah lebih dahulu masuk.

Mari ambil contoh Android. Kendati sekarang sudah versi 2.3 (Gingerbread), masih banyak perangkat-perangkat yang menggunakan versi 1.6 (Donut). Hal ini dikarenakan ada perusahaan brengsek yang tidak taat GPL yang tidak menyertakan kode sumbernya sehingga komunitas dan bahkan produsen pengguna chipset-nya terpaksa menggunakan versi 1.6. Tetapi, karena keterbukaan dari Android, banyak pemodifikasi yang berusaha mengoptimalkan perangkat ini. Karena bebas, produsen Android di Cina menciptakan sendiri pasar aplikasinya. Sehingga, bagi produsen yang tidak mampu menekan perjanjian dengan Google untuk menyertakan Google Market, mereka bisa membuat sendiri. Bahkan, dengan bahasa mereka sendiri sehingga pasar Cina dengan mudah dipenetrasi karena memakai bahasa ibu.

CEO Anda benar dengan menyatakan bahwa Meego bisa jadi sebuah fenomena baru. Dengan Qt sebagai dasarnya, Meego dapat menerjemahkan banyak aplikasi PC ke dalam perangkat-perangkatnya yang berbasis Meego. Tapi, ini bukan masalah teknologi, Anda punya teknologi superior. Ini bukan soal pasar, Anda punya banyak pengikut yang mau membeli. Ini tentang sikap Anda.

Sikap Anda terhadap komunitas dan para pengembang menentukan apakah Meego bisa menjadi pengembangan idaman. Apple telah menemukan momentumnya, tetapi saya rasa dalam beberapa tahun tak lama lagi mereka akan jatuh. Atau setidaknya mereka akan tetap di pasar yang itu saja.  Telah banyak pengembang mengeluhkan tentang proses masuk ke dalam pasar Apple. Pengembangan yang hanya dapat dilakukan di atas produk-produk Apple mengalienasi kemungkinan mahasiswa-mahasiswa kreatif dalam berinovasi.

Inovasi mereka semakin lama semakin terkejar oleh Android. Dengan dukungan perusahaan-perusahaan Cina yang mempekerjakan buruh murah, Android dapat masuk ke pasar mana saja dengan harga murah meriah. Dengan dukungan komunitas seperti Slatedroid dan CyannogenMod, mereka bisa membuat inovasi yang tak terbayangkan. Aplikasi-aplikasi dapat dengan mudah dibuat dan banyak orang yang dengan waktu luangnya bisa belajar SDK Android yang bisa didapatkan secara bebas.

Mari ambil contoh telepon genggam milik saya, Nexian Journey. Telepon murah meriah ini adalah sebuah perangkat murah Cina yang dibundel dengan merek Nexian Journey. Ada merek seperti Commtiva Z71, Boston, atau merek lainnya dari telepon ini menyatakan bahwa telepon ini ada di mana-mana. Akibatnya, banyak modifikasi yang dibuat oleh pemodifikasi yang bertebaran di Internet. Salah satu yang menjadi kesukaan saya adalah CyannogenMod versi 7 (CM7).

Aslinya, Nexian Journey ini lambat, bahkan versi Eclair (Android versi 2.1) suka hang. Pemodifikasi CM7 telah membuat telepon saya menjadi lebih kencang dari Galaxy S. [1]  Bayangkan, telepon seharga satu jutaan bisa membalap telepon kelas atas.

Saya suka dengan Google yang menutup mata terhadap komunitas yang menyertakan tautan kepada Google Market. Kendati secara hukum itu adalah ilegal, tetapi secara etika seharusnya hal tersebut diperbolehkan. Maksud saya, bukankah Google membuat aplikasi Google Market berjalan di perangkat-perangkat yang dia dukung saja? Pastinya, hanya orang-orang yang memiliki perangkat yang sebelumnya memiliki Google Market yang bisa menggunakan perangkat lunak tersebut. Seandainya pun ada perangkat ilegal, Google bisa menuntutnya. Buat apa membuat teknologi gagal seperti DRM yang hanya menyusahkan para pengguna aslinya?

Anda lihat, Nokia, komunitas bukanlah sosok yang saklek. Komunitas cenderung pemaaf. Kendati Google tidak sepenuhnya terbuka, mereka sebisa mungkin menjelaskan kepada komunitas mengapa mereka tidak bisa terbuka. Seperti AMD sewaktu mengakuisisi ATi, agak lama janjinya untuk terbuka kepada komunitas bisa terpenuhi. Itu pun tidak semua bisa dilakukan. Mereka memberitahukan tentang adanya perjanjian tertutup terhadap teknologi ATi yang tidak bisa dibuka untuk umum. Komunitas pun mahfum. Bagusnya lagi, AMD berusaha mengejar ketertinggalan penggerak (driver) terbuka mereka terhadap Catalyst dengan mempublikasikan spesifikasi produk terbaru mereka. Akibatnya, mereka punya kompetisi dan penggerak terbuka menjadi jauh lebih cepat.

Sekarang bukanlah masa komunitas stereotip Amerika yang memperlakukan konsumen sekedar pemakai bodoh. Sekarang adalah masanya okultisme teknologi. Orang mengaitkan pribadi mereka terhadap sebuah merek. Bukan sekedar keren atau gaya, tetapi soal eksistensi dia di dalam merek tersebut. Bukan sekedar copy cat tetapi sebuah personalisasi yang membuat setiap individu berbeda. Apalagi, generasi masa ini dan akan datang tidak memerlukan gelar sarjana teknik untuk dapat mengerti teknologi. Orang tidak lagi alergi terhadap jargon-jargon teknis. Jargon teknis pun banyak berubah sehingga lebih alami. Anda tahu, seperti jargon “Web 2.0” dan bagaimana jargon ini menjadi bagian keren dalam masyarakat. Teknologi sudah menjadi bagian tren.[2]

Ketika Nokia membuat komunitas Nokia beberapa waktu lalu dan aplikasi narsistiknya, saya sempat bertanya dalam hati. Hendak di bawa ke mana komunitas ini? Ternyata hanya seperti komunitas promo. Maaf, konsumen tidak sebodoh itu. Komunitas promo hanya akan bertahan ketika tidak ada komunitas promo tandingan lainnya. Tetapi ketika Nokia sudah menyertakan pengguna dalam pengembangan, seperti komunitas Ubuntu dan Ubuntu Brainstorm-nya, orang-orang akan merasa bahagia bisa berpartisipasi. Ketika Nokia sudah siap dengan menghadapi dinamika dan gesekan-gesekan dalam komunitas seperti komunitas Ubuntu dan Code of Conduct-nya, Nokia sudah bisa aman berinovasi.

Komunikasi viral adalah alat pemasaran paling jitu saat ini. Bermodalkan Twitter, Facebook, 4chan, dan media sosial lainnya, Anda bisa mempromosikan banyak hal. Anda bisa lihat contoh berbagai meme atau tren di Youtube. Bagaimana seorang anak kecil bernama Justin Bieber menjadi bintang setelah penampilannya di Youtube. Tetapi, berhati-hatilah terhadap komunitas. Anda tidak mau menjadi dell hell selanjutnya, kan?

Sudah bukan zamannya lagi memasarkan brand atau solusi. Ini zamannya komunitas digital. Perangkat teknologi adalah sebuah gerbang, infrastruktur. Seberapa jauh Anda mau jadi gerbang, wahai Nokia? Apa maksud Anda dengan “connecting people”?


  1. Berdasarkan hasil uji Quadrant Standard nilai saya 854, sedikit di atas Galaxy S. Uji terakhir saya menggunakan CM7 Build 33. ^
  2. Saya bahkan menemukan jargon-jargon non-teknologi yang terinspirasi seperti, Edukasi 2.0, tweeps, tweet, blog, dan lain sebagainya. ^