Tag Archives

6 Articles
Pemasangan Oneplus 5: Bagian 2
Super Android, recharge!

Pemasangan Oneplus 5: Bagian 2

Pada bagian ini saya hendak menceritakan beberapa perkakas yang saya pasang untuk membantu saya.

Komponen Google

Ingat bahwa saya menghapus banyak aplikasi standar OOS? (Debloated)

Nampaknya, ada beberapa komponen Google yang harus ada supaya aplikasi dan penggunaan Oneplus maksimal.

  • Google. Nampaknya peluncur Oneplus dan komponen lainnya mengambil data dari API Google. Jadi, aplikasi ini terpasang secara baku.
  • GBoard. Saya suka dengan susunan tombol dari Google Keyboard.
  • GMail. Untuk mengakses surel yang diperlukan untuk spamming daftar ke banyak situs.
  • Google Calendar. Pengingat ulang tahun nomor wahid. Bisa rusak hubungan tanpa ini.
  • Google Drive. Setidaknya bisa melihat dokumen dengan ini.
  • Google Play Games. Mobile Legends menggunakan ini untuk menyimpan data. Apa? Anda pikir saya terlalu serius?
  • Google Text-to-speech (TTS). Penyedia NLP de facto di Android. Saya malas memasang yang alternatif. Teknologi TTS dibutuhkan untuk aplikasi yang menyebutkan sesuatu seperti nama jalan. Aplikasi Here MAPS yang saya gunakan butuh ini.
  • Snapseed. Untuk menjadi (mengemulasi diri seperti) anak gaul perlu banyak efek kamera yang komprehensif. Didukung dengan kamera yang prima, Snapseed menjadi perkakas utama untuk tampil prima di media sosial.

Komponen Magisk

Magisk adalah sebuah proyek baru yang mengimplementasi supersu, fungsi rooting di Android. Berikut adalah modul tambahan yang saya masukkan untuk membuat Oneplus 5 saya lebih berwarna:

  • Busybox for Android NDK. Seperti Google, aplikasi wajib.
  • F-Droid Privileged Extension. Aplikasi market yang memasang aplikasi FOSS.
  • Sony Music app Magisk Module. Saya pecinta Sony Ericsson dari zaman Z600 sampai terakhir Xperia Mini Pro. Berhubung tidak ada aplikasi musik pada ROM yang saya pasang, saya memilih aplikasi ini. Keunggulan dia adalah bisa memilih dari direktori atau pustaka. Plus, bisa mencari gambar album. Terakhir, menaruh lagu/album ke playlist.

Demikian.

 

 

Motorola Ara is the new Phonebloks

Motorola Ara is the new Phonebloks

Beberapa waktu lalu ada cerita tentang telepon genggam yang bisa dibongkar pasang, Phonebloks. Sekarang Motorola mengeluarkan versi mereka, Motorola Ara. Menurut MKBHD, telepon ini akan sukses besar karena mengubah paradigma orang atau gagal total karena orang belum siap. Menurut saya, ini akan sukses karena beberapa alasan berikut:

  1. Ada tag “greener” alias “lebih ramah lingkungan” yang bisa dijual. Orang sekarang suka yang ramah lingkungan.
  2. Tren geek, hipster, dan steampunk yang mengedepankan budaya DIY (Do-It-Yourself) yang suka mengoprek-oprek barang akan mendukung banyak orang untuk menerima konsep telepon ini.
  3. Google Motorola sebagai pendukung utama akan mudah mendapatkan rekanan yang dapat mengembangkan modul pihak ketiga. Telepon ini bisa menjadi sebuah platform, bukan hanya produk! Sudah jamak pada masa ini produk-produk demikian diubah menjadi sesuatu yang luar biasa.

Wow, tinggal tunggu tanggal mainnya. 🙂

The Official Motorola Blog: Goodbye Sticky. Hello Ara.Over the last six months, our MAKEwithMOTO team took Sticky, a truck wrapped entirely in velcro and filled with rooted, hackable Motorola smartphones and high-end 3D printing equipment, across the country for a series of make-a-thons.
Embedly Powered
Google, “don’t be evil”?

Google, “don’t be evil”?

Ini mengingatkan saya bahwa Stallman benar dengan terus tak bergeming dari tuntutannya. Benarkah slogan Google “jangan jadi jahat” masih berlaku? Ataukah sisi bisnis mulai mengubah sikap? Saya melihat bukan hanya Google, bahkan pengembang CyanogenMod pun demikian. #sad

Google’s iron grip on Android: Controlling open source by any means necessarySix years ago, in November 2007, the Android Open Source Project (AOSP) was announced. The original iPhone came out just a few months earlier, capturing people’s imaginations and ushering in the modern smartphone era. While Google was an app partner for the original iPhone, it could see what a future of unchecked iPhone competition would be like.
Embedly Powered
Just A Recall of Memory

Just A Recall of Memory

Hello, just want you to know that I'm still alive. I just want to talk about random stuff that popped over this week. Enjoy! 😛

Anyway, interestingly, this week there is a lawsuit encounter between Oracle and Google. The holy father of Java, James Gosling, whom leaved Sun after the acquisition, already predicted that Oracle will sue Google. SUN, whom play fair and square, never used their patent offensively. Even when Google makes Darvik, the Java JIT JVM for Android, SUN just let it slipped away. SUN had to put their relationship with developers in good terms. Well, Oracle surely not need to. They sue Google for Darvik.

This, according to Google spokesmen, is an attack not just to Google, but also to all of open source Java implementor. That's may be true, we can imagine all the enterprise Java goodies from IBM and other implementor becomes a good attacking target. Well, so far I only reading on one side of the story. So, Oracle, what's your reason for that?

Another great story is KDE SC 4.5.0 finally launched. Sadly, I've read that it would not be in Gentoo before 4.5.1. Sad indeed, I'm using Gentoo. FYI, I'm interested in two DE right now: Enlightenment (E17) and KDE 4.5. Both have strong connection with embedded devices. Since its early days of development, E17 had been known compiled to Zaurus (Yes, THE archaic smart phone). Meanwhile, Trolltech, the company behind Qt, the base of KDE SC, had been bought by Nokia.

I wish I can buy Beagleboard. Can someone from Indonesia without credit card buy that stuff? Dear lazy webm help.

How about GNOME?

Well, we'll wait for 3.0. From my personal opinion, I have two things about GNOME that should be changed: 1) The dumbed down version; 2) trying to be conservative. I like being conservative, but, I don't think less feature is "less is more". The most reason I would stuck to GTK+ is because of existing application rocks. Applications like Pidgin can't be replaced with Kopete, yet. I wish KDE SC could make a better solution for proxy environment. Firefox still uses GTK+ and many sites are doing well on that. Webkit just a new player being adopted worldwide Firefox still de facto.

Btw, happy feasting for you that do that.