Tag Archives

3 Articles
Alternatif Mengubah cue/bin Menjadi FLAC

Alternatif Mengubah cue/bin Menjadi FLAC

Saya terkejut ketika saya membandingkan FLAC yang saya hasilkan dengan teknik sebelumnya ternyata sedikit berbeda dengan WAV dan data mentah CD. Hal ini dikonfirmasi juga oleh beberapa tulisan. Awalnya, banyak yang mengira ini efek plasebo karena sampai saat ini belum terbukti. Tapi, telinga berkata lain.

Kendati demikian, saya tetap memilih FLAC karena FLAC adalah format terbuka yang didukung oleh banyak perangkat. Saya, sih, mau coba menggunakan Wavpack, APAC, atau ALAC. Tapi, berhubung format-format tersebut eksotis, ya, saya urungkan niat.

Saya pun sekarang mengubah teknik saya dan benar-benar menggunakan bchunk. Untuk kesederhanaan, saya menggunakan contoh CD 2 dari Ultimate Worship 2014 yang saya miliki seperti artikel sebelumnya. Persiapan pun sama seperti artikel sebelumnya. Hanya langkah intinya yang berubah sedikit.

Inti Tulisan Ini

Pertama-tama, gunakan bchunk untuk memisahkan PCM mentah menjadi WAV:

bchunk -v -w "Various - Ultimate Worship 2014 [Disc 2].bin" tmp.cue out

Setelah itu, gunakan FLAC untuk mengubah WAV menjadi FLAC. Saya menggunakan konfigurasi baku saja tanpa embel-embel.

flac *.wav

Sisipkan tag ke dalam semua berkas FLAC.

cuetag.sh tmp.cue *.flac

Tambahkan tag-tag lainnya:

metaflac --set-tag='DISCTOTAL=2' --set-tag='DISC=2' --set-tag='album_artist=Various Artists' --import-picture-from=front.jpg out*.flac

Ganti nama berkas FLAC dengan yang lain:

lltag --yes --no-tagging --rename '%n. %a - %t' `ls out*.flac`

Selesai sudah!

Kata Terakhir

Anda sudah dapat memindahkan berkas-berkas FLAC tersebut. Hapus saja berkas-berkas WAV yang telah terbuat. Hasil FLAC ini jauh lebih baik dari sebelumnya.

Oh, iya, catatan terakhir. Komputer yang saya gunakan telah saya set ALSA-nya untuk menggunakan 44,1KHz bukan 48KHz seperti umumnya. Ini karena saya selalu mendengarkan lagu dari CD yang saya beli.

 

Mengubah cue/bin Menjadi Berkas-berkas FLAC

Mengubah cue/bin Menjadi Berkas-berkas FLAC

Saya lupa memasang penggerak CD pada komputer saya. Celakanya lagi, penggerak CD portabel yang biasa saya gunakan rusak. Saya pun terpaksa menggunakan komputer teman yang menggunakan Windoze.

Untungnya, komputer ini kurang mumpuni untuk mengekstrasi CD dengan menggunakan Exact Audio Grabber. Saya pun cari akal untuk membuat ISO dengan aplikasi gratis. Alhasil, saya pun memasang ImgBurn.

Sayangnya, ImgBurn dan aplikasi-aplikasi gratisan lainnya yang saya coba menghasilkan dua berkas CUE dan BIN (cue/bin). Saya pun terpaksa mentransfer dua berkas per CD ke komputer saya.

Memasang Peralatan yang Diperlukan

Ada 4 sekumpulan aplikasi yang dibutuhkan:

  • bchunk
  • shntool
  • cuetools
  • lltag

Untuk Debian/Ubuntu/BlankOn:

sudo apt-get install bchunk shntool cuetools lltag

Untuk Gentoo:

sudo USE="alac flac mac shorten wavpack sox extras" emerge app-cdr/bchunk media-sound/shntool app-cdr/cuetools media-sound/lltag

Jangan lupa pengonversi berkas FLAC (dan WAVPACK bila perlu).

Cara Debian/Ubuntu/BlankOn:

sudo apt-get install flac wavpack

Cara Gentoo:

sudo emerge media-libs/flac media-sound/wavpack

Seharusnya cara Gentoo tidak perlu karena sudah diset untuk dipasang pada pemasangan 4 aplikasi sebelumnya. Sekarang saatnya beraksi!

Ubah Cue/Bin Menjadi Berkas-berkas FLAC yang Terpisah

Sebagai contoh, saya menggunakan CD 2 dari album 2014 Ultimate Worship Edition. CD ini belum ada di FreeDB, tetapi memiliki CD TEXT yang lengkap! Jauh berbeda dengan CD Audio produksi lokal yang kadang suka asal saja membuatnya. Berikut berkas yang saya miliki:

  • Various – Ultimate Worship 2014 [Disc 2].bin
  • Various – Ultimate Worship 2014 [Disc 2].cue
  • Various – Ultimate Worship 2014 [Disc 2].cdt

Proses awal sebelum memulai konversi adalah proses penyuntingan.

Menyunting Berkas CUE

 

CD TEXT tidak sempurna. Dia terkadang tidak berisi informasi yang benar. Sebagai contoh, dalam kasus CD kompilasi, biasanya berisi berikut:

  TRACK 01 AUDIO
    TITLE "The Flood"
    PERFORMER "Various"
    ISRC US25L1300817
    INDEX 01 00:00:00

Saya pun mengubah isi PERFORMER menjadi penyanyi yang sebenarnya sehingga isi berkas CUE menjadi:

  TRACK 01 AUDIO
    TITLE "The Flood"
    PERFORMER "Soul Survivor"
    ISRC US25L1300817
    INDEX 01 00:00:00

Salah satu bagian yang sulit dari menyunting berkas ini adalah ketika ada lebih dari satu penyanyi (featuring). Sepertinya tidak ada konsensus untuk penulisan tag. Beberapa menyarankan untuk mengikuti tulisan di iTunes atau Amazon. Namun, banyak pula yang membuat tagnya sendiri. Saya, sih, sebisa mungkin mengikuti CD TEXT.

Agar lebih mudah, saya mengganti berkas nama CUE menjadi lebih pendek:

cp "Various - Ultimate Worship 2014 [Disc 2].cue" tmp.cue

Mari masuk ke intinya.

Inti Tulisan Ini

Pertama-tama, konversi CD Audio menjadi satu berkas FLAC:

flac --endian=little --channels=2 --bps=16 --sample-rate=44100 --sign=signed --force-raw-format Various\ -\ Ultimate\ Worship\ 2014\ \[Disc\ 2\].bin -o 2014uw-cd2.flac

Pecah-pecah berkas FLAC menjadi berkas-berkas terpisah:

shnsplit -f tmp.cue -o "flac flac -s -8 -o %f -" 2014uw-cd2.flac

Isi berkas-berkas FLAC tersebut dengan tag-tag yang tersedia di dalam CUE.

cuetag.sh tmp.cue split-track*.flac

Tambahkan beberapa tag yang belum ada. Contohnya, saya menambahkan nomor cakram, jumlah cakram, dan artis album diset sebagai “Various Artists”.

metaflac --set-tag='DISCTOTAL=2' --set-tag='DISC=2' --set-tag='album_artist=Various Artists' split-track*.flac

Oh, iya, lupa. Sekalian taruh juga gambar albumnya kalau punya.

metaflac --import-picture-from=front.jpg split-track*.flac

Terakhir, ubah nama berkas menjadi sesuatu yang lebih bermakna. Saya lebih suka namanya “[Nomor Trek]. [Penyanyi] – [Judul Lagu]”. Anda mungkin bisa berbeda dengan saya. Berikut cara yang saya lakukan:

lltag --yes --no-tagging --rename '%n. %a - %t' `ls split-track*.flac`

Yak, terakhir tinggal pindahkan lagu-lagu tersebut ke tempat yang sebenarnya.

Demikian.

Bacaan Lebih Lanjut

ALSA untuk Audiofilia (Atau Yang Berpikir Punya Telinga Sensitif)

ALSA untuk Audiofilia (Atau Yang Berpikir Punya Telinga Sensitif)

Tips ini hanya berlaku apabila Anda memiliki keluaran audio yang memadai. Kebetulan saya memiliki:

  1. CD asli yang saya ambil menjadi FLAC untuk konsumsi pribadi.
  2. Pendengar AudioTechnica ATH-M50
  3. Waktu sebelum absen pulang kantor menunggu lembur dan tidak tahu mau kerja apa lagi.

Kebetulan faktor nomor tigalah yang membuat saya melakukan ini.

Konfigurasi ALSA

ALSA haruslah dikonfigurasi menjadi standar CD seperti yang dikemukakan di sini.

$ cat >>  ~/.asoundrc < .
defaults.pcm.!rate_converter "samplerate_best"  
defaults.pcm.dmix.!rate 96000   
defaults.pcm.dmix.!format S24_LE
.

Setelah menambahkan 3 baris ke berkas .asoundrc, saatnya memainkan musik. Saya asumsikan ingin memainkan satu album.

Memainkan Setiap Format

Saya mendefinisikan beberapa format berkas yang bisa dimainkan.

FLAC

Cara memainkan berkas-berkas FLAC satu per satu dalam sebuah direktori:

$ find *.flac -exec sh -c "flac -d \"{}\" | aplay -" \;

Ini artinya:

Cari semua yang belakangnya ".flac" lalu eksekusi shell yang menjalankan perintah: dekompresi berkas FLAC (yang berkasnya adalah \"{}\")  menjadi PCM. Karakter \" supaya tidak diinterpretasikan sebagai karakter khusus, namun karakter ". Lalu, berkas tersebut dibuang ke konsol yang kemudian ditangkap oleh aplay.

Musepack

Cara memainkan Musepack:

$ find *.mpc -exec sh -c "mpcdec \"{}\" - | aplay -" \;

Kira-kira sama dengan FLAC.

OGG

Cara memainkan OGG:

$ find *.ogg -exec ogg123 -d alsa {}  \;

Ya, untuk OGG, dia memiliki sebuah pemutar langsung.

MP3

Ya, kadang-kadang permainan seperti Dear Esther dan Bastion menyediakan lagu-lagu tema dengan format MP3 32oKbps. Ya, kalau seperti ini, mau tak mau terpaksa memainkan berkas MP3 juga.

$ find *.mp3 -exec mpg123 {} \;

Volume Suara

Sebaiknya, untuk ALSA volume MASTER dan FRONT dibuat 100% alias penuh. Untuk mengatur seandainya perangkat Anda tidak mampu memainkan sebuah lagu dengan bersih (atau Anda masih sayang telinga karena berkas asli sangat kuat), gunakan knob pada PCM. Saya sendiri menggunakan PCM dengan kadar 56%.

Yak, waktu habis, saatnya pulang kantor!

Bacaan Lebih Lanjut