Tag Archives

7 Articles
RipperX
Asunder extracting my CD

RipperX

RipperX extracting my CD

RipperX extracting my CD

Ceritanya saya baru ingat bahwa saya pernah membeli sebuah boks CD/DVD rohani yang keren. Akhirnya saya menggunakan Asunder untuk mengekstraksi audio dari CD. Seperti biasa, ketika saya memeriksa kualitas FLAC yang dihasilkan, saya mendapati di sebuah lagu rusak.

Akhirnya, saya mencari pengekstraksi CD yang lain yang lebih mumpuni. Saya pun menemukan RipperX. RipperX sudah mendukung CDParanoia III secara alami, sehingga pengujian integritas CD pasti dilakukan. Memang, sih, ini CD masih baru belum pernah dibuka, tapi untuk berjaga-jaga perlu juga.

RipperX sendiri sederhana dan tidak neko-neko. Dia membutuhkan untuk CD sudah dimasukkan sebelum ia berjalan. Konfigurasi yang diperlukan hanya mengganti tab MP3 — seharusnya namanya lain. Tab tersebut untuk memilih enkoder misalnya MP3, FLAC, MPC, dll. — dan tempat untuk menaruh berkas. Ya, sudah, sisanya tinggal memberi nama setiap lagu. Hal ini karena kebanyakan musisi Indonesia tidak ada di CDDB atau tidak tahu apa itu CDDB.

Akhir dari cerita ini ternyata VLC yang salah. Setelah saya bandingkan hasil ekstraksi dari Asunder, CDEX (Windows), dan RipperX ternyata hasilnya tetap jitter di VLC. Namun, ketika saya coba di MPlayer2 dan Foobar2000 (WINE), lagu yang bersangkutan baik-baik saja.

Ah, admin UI, jepe, deh…. :))

Turut Berdukacita

Turut Berdukacita

Saya mendedikasikan entri kali ini untuk 3 orang pegawai CommuterLine (PT KAI) yang telah menginspirasi bahwa di Indonesia masih banyak hati pahlawan.

  1. Darman Prasetyo, masinis.
  2. Agus Suroto, asisten masinis.
  3. Sofyan Hadi, petugas pelayanan KRL.

Kepada ketiga almarhum yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, sebagai pengguna CommuterLine, saya mengucapkan selamat jalan. Semoga diberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ya, musibah boleh terjadi, tetapi saya semakin mantap bahwa CommuterLine memiliki pegawai-pegawai yang bisa dipercaya.

Alasan saya untuk entri ini:

Masinis yang Tewas Pilih Lindungi Penumpang Ketimbang Selamatkan Diri – USMasinis yang Tewas Pilih Lindungi Penumpang Ketimbang Selamatkan Diri Mestinya masinis itu bisa lompat. Mereka pilih selamatkan penumpang. VIVAnews – Darman Prasetyo pulang tinggal nama di usia mudanya yang ke-26 tahun. Masinis kereta itu tewas dalam kecelakaan kereta rel listrik yang menabrak tangki truk Pertamina di pintu lintasan kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Senin 9 Desember 2013.
via Viva
Kisah Heroik Teknisi Kereta Sebelum Tewas Terbakar – USKisah Heroik Teknisi Kereta Sebelum Tewas Terbakar Dia sudah masuk gerbong penumpang tapi balik lagi ke ruang masinis. VIVAnews – Soryan Hadi. Pria muda berusia 21 tahun ini hanya orang biasa. Namun keberaniannya menyelamatkan penumpang dan merelakan nyawa sendiri melayang dalam kecelakaan kereta tragis di Bintaro, Jakarta Selatan, mengharumkan namanya, meski tanah basah menutupi jenazahnya, Selasa malam 10 Desember 2013.
via Viva
Akulturasi Budaya Pop dan Tradisional

Akulturasi Budaya Pop dan Tradisional

Lagu Touhou – Bad Apple! dimainkan dengan menggunakan peralatan musik tradisional dari Jepang dengan set panggung .

Shamisen1: Nami Kineie [http://www.kineienami.jp]
Shamisen2: Sakurako Satoh
Koto: Nahoko Ohata [http://music.geocities.jp/mizukawatos…]
Shakuhachi1: Makoto Takei [http://www.takeimakoto.com]
Shakuhachi2: Toshiya Mizukawa [http://music.geocities.jp/mizukawatos…]
Drums: Keiko Tada [http://blog.livedoor.jp/tara8/]
 
Arrangement:Yorihide Fukushima [http://www.fukushima-yorihide.com]
Recorded and mixed by: Toshiya Mizukawa [http://music.geocities.jp /mizukawatoshiya]
Calligraphy: Jiro Shirosuzu [http://siroisuzu.web.fc2.com/]
Photography, Editing:Ikiro P [http://www.voiceblog.jp/johson/]
Head: Kohtaro Fujiyama [http://www.wazuma.jp]
Original:BadApple!! [ZUN ~Team Shanghai Alice~] [Toho Gensokyo ~Stage 3]

Salah satu wacana untuk melestarikan budaya adalah dengan menginfusikannya dengan budaya populer (pop). Bukan sekedar budaya pop, namun budaya pop yang masih eksperimental seperti Tohou. Tohou adalah sebuah permainan pesawat tempur yang menampilkan karakter pilotnya sebagai wanita-wanita jejadian. Bad Apple! adalah sebuah BGM (musik latar) di tingkat 3 permainan tersebut. Dengan sentuhan berbagai orang, Bad Apple! menjadi sebuah mim yang ternama bahkan sampai masuk CNN.

Akulturasi budaya seperti ini pun terjadi pula pada orkestra yang menggunakan karakter-karakter K-On sebagai maskot. Ada juga musisi Jazz yang melagukan musik-musik Anime dalam Platina Jazz.

Bagaimana dengan musisi Indonesia?

Saya, sih, seringnya melihat mereka menampilkan elegan musik-musik eksperimental. Masalahnya, tidak banyak penikmat lagu seperti itu. Kalau saya lihat, kebanyakan masih menggunakan pakem alat tradisional difusikan dengan birama modern. Itu sebabnya, kesulitan beberapa komposer adalah membuat pemusiknya paham akan not-not modern.

Saya belum lihat ada yang melagukan Buka Sitik Jozz dengan mengintegrasikan lagu tersebut dengan birama pentatonik musik daerah. Seperti lagu Bad Apple! ini yang dibuat demikian; lagu ini dibuat dengan birama-birama tradisi (dengan sedikit penyesuaian komposisi modern) sehingga bisa dimainkan dengan alat musik tradisional. Adakah yang demikian? Saya penasaran.

Bagaimana Memperbaiki Konfigurasi Privasi di Ubuntu

Bagaimana Memperbaiki Konfigurasi Privasi di Ubuntu

Fix UbuntuDisclaimer: In case you are either 1) a complete idiot; or 2) a lawyer; or 3) both, please be aware that this site is not affiliated with or approved by Canonical Limited. This site criticizes Canonical for certain privacy-invading features of Ubuntu and teaches users how to fix them.

Fix Ubuntu adalah situs yang berusaha memberitahukan bagaimana cara memperbaiki konfigurasi privasi di Ubuntu. Seperti yang kita tahu bersama, Canonical juga menaruh komponen survei yang terhubung dengan Internet. Hal ini membahayakan privasi.

Mengapa privasi penting?

Ada argumen yang mengatakan: “saya tidak berbuat jahat dan tidak ada yang disembunyikan, mengapa harus takut?”

Privasi adalah salah satu komponen penting dari demokrasi. Bangsa kita sudah diajari prinsip ini dengan istilah LUBER: Langsung, Umum, BEbas, Rahasia!

Data seanonim mungkin tetap akan bisa dilacak ke sumbernya dengan teknologi big data (heyho, what’s the Indonesian word for this?). Artinya, walau pun Anda disurvei tanpa menyertakan data pribadi, data tersebut kemungkinan besar dapat dilacak kepada Anda.

Informasi berhubungan dengan studi perilaku manusia. Data yang menyediakan informasi dapat digunakan untuk menentukan arah (forecasting). Dengan tahu arah (forecasting), sebuah entitas berkuasa dapat mendikte kehidupan manusia.