Tag Archives

4 Articles
Enlightenment Theme Japan 2007
My E17 Desktop

Enlightenment Theme Japan 2007

My E17 Desktop

My E17 Desktop

Sudah lama tidak pamer Destop, saya jadi tertarik untuk berbagi. Siapa tahu terinspirasi.

Saya menggunakan Enlightenment 17 (E17) semenjak ia sudah rilis. Selain enteng, dia juga sangat baik menyediakan kompabilitas dengan pengatur jendela lainnya. Kompabilitas dengan GTK+ menyebabkan tematik yang saya gunakan kompatibel dengan aplikasi non-EFL lain yang menggunakan Qt/GTK+.

Tematik untuk Enlightenment 17 (DR17): Japan 2010.

Tematik untuk GTK+: Japanuma v2.

Gambar latar: Steampunk Clock dari kumpulan 73 latar belakang animasi.

Destop tanpa embel-embel:

Destop tanpa embel-embel.

Destop tanpa embel-embel.

Untuk kompositor, saya tidak menggunakan kompositor dari Enlightenment, tetapi menggunakan Compton, sebuah fork dari XCompmgr. Compton selain mewarisi sifat  stabil dari XCompmgmr, dia mendukung operasi langsung GLX tanpa melewati XRender.

Compton yang saya jalankan:

compton -c -b -e 0.8 -i 0.7

Saya suka hasilnya karena saya dapat menjalankan banyak aplikasi dengan kompabilitas tinggi. Aplikasi terpenting saya, DoTA 2, dapat dijalankan tanpa bentrok. Padahal, DoTA 2 mengakses GLX juga.

Wow, memang falsafah UNIX keren: satu aplikasi untuk satu keperluan dan pastikan terbaik di situ. Compton tidak berusaha menjadi pengatur jendela. Ia hanya sebuah kompositor. Pengatur jendela E17 mendukung standarisasi NetWM, ICCCM, XDG, dan lainnya sehingga bisa dipadukan.

Di tengah gerakan satu destop untuk semua, GNOME3 dan Unity misalnya, senang sekali dengan adanya satu pengatur jendela yang masih taat dengan falsafah UNIX. Bahkan, dia sangat ringan sehingga dapat dijalankan di Zaurus.

[Apa itu Zaurus? Dia berada pada zaman alat pintar disebut PDA, bukan smart phone.]

Tentang E17

Saya menggunakan E17 sejak zaman masih CVS. Banyak ide bertebaran, termasuk Shelf yang sekarang ditiru banyak penyedia destop.

Untuk menjalankan Pelari, kebanyakan menggunakan ALT+F2 atau META+R. Namun, untuk E17, dijalankan dengan ALT+ESC. Untuk mematikan jendela bukan dengan ALT+F4, tetapi dengan CTRL+W (di destop lain juga sama, sih). ALT+Fn digunakan untuk pindah ke Destop maya ke-4.

Enlightenment 17 biasanya menggunakan Focus on Mouse over, tetapi saya menetapkan seperti destop lain: Click to Focus. Artinya, kursor tetikus saya tidak menyebabkan aplikasi yang di bawahnya aktif, kecuali bila diklik. Siapa tahu ada teman yang mau pakai destop saya. 🙂 Yang paling keren dari Enlightenment adalah menu Aplikasinya — itu, loh, yang diklik pada ikon aplikasi — bisa mengambil cuplikan jendela, menambahkan aplikasi ke favorit, lengket ke semua destop, dan semua operasi jendela (maksimalkan, minimalkan, tergulung, pindah destop maya, dsb.). Saya bisa menulis ini tanpa menggunakan GIMP atau pengambil cuplikan lainnya.TerminologyUntuk terminal, saya menggunakan Terminology, terminal yang dibuat dari EFL.

Terminology

Terminology

Terminology ini cantik sekali bila digunakan, kalau ada teks tautan, bisa diklik dan dibuka langsung di peramban. Lalu, saya suka perilaku klik ganda dia. Dia cukup pintar untuk memilih teks yang diperlukan. Klik kanan pada Terminology digunakan untuk mengakses menu.

Terminlogy menu activated with right click.

Terminlogy menu activated with right click.

Dia juga mendukung komposit. Kalau Compton tidak berjalan, dia akan biasa saja. Namun, bila Compton dijalankan, dia langsung berubah. Oh,iya, dia juga mendukung tematik dan cukup mudah mengaksesnya dari menu.

Modifying terminology

Menu for modifying Terminology’s font, theme, etc.

Yak, demikian destop saya. Masih banyak lagi, tapi ini sudah jam pulang kantor, saatnya pulang dulu. Ciao!

Gentoo Bootstrapping (Untuk Kalangan Sendiri)

Gentoo Bootstrapping (Untuk Kalangan Sendiri)

Catatan

Tulisan ini ditulis untuk saya sendiri. Mungkin ada penjelasan, mungkin juga tidak. Inti dari tulisan ini adalah bagaimana memasang sebuah sistem Gentoo cita rasa sebagai berikut:

  • GCC 4.7.2 (utamanya 4.6.3)
  • SystemD (utamanya sysvinit)
  • Enlightenment 17 (DR17)

Mereka masih eksperimental, itu sebabnya CFLAGS dan CXXFLAGS diset untuk tidak terlalu agresif. Bahkan, systemd tidak disarankan oleh Gentoo karena Gentoo sudah ada OpenRC. Sistem yang dibuat ini belum tentu jalan. Berhubung komputer saya cukup cepat untuk membuat saya tidak malas, maka biar saja.

Sejujurnya, saya malas memasang systemd. Secara filosofis, ia menentang falsafah GNU/Linux: “semua tentang pilihan pengguna”.

Sistem Dasar

Persiapan dengan memasang stage3:

mkfs.reiserfs /dev/sdb1 -l "Pusat Pemerintahan"
mkdir /mnt/gentoo && mount /dev/sdb1 /mnt/gentoo -o noatime,nodiratime,notail
wget http://kambing.ui.ac.id/gentoo/releases/amd64/current-stage3/stage3-amd64-20130130.tar.bz2 -O- | sudo tar xj -C /mnt/gentoo

Mengubah beberapa berkas:

sudo cp /etc/resolv.conf /mnt/gentoo/etc/
sudo rm /mnt/gentoo/etc/fstab
sudo mkdir /mnt/gentoo/usr/portage

Memasang sistemberkas utama:

sudo mount -t proc none /mnt/gentoo/proc
sudo mount -t sysfs none /mnt/gentoo/sys
sudo mount -o bind /dev /mnt/gentoo/dev
sudo mount -t devpts none /mnt/gentoo/dev/pts

Dan pindah:

sudo chroot /mnt/gentoo /bin/bash
emerge-webrsync

Pilih profil yang diinginkan yang diinginkan:

eselect profile set 12 # ganti 13 (GNOME) atau 14 (KDE).
eselect locale set 413 # id_ID.utf-8

Aktifkan GCC 4.7.2:

mkdir /etc/portage/package.unmask && echo ">=sys-devel/gcc-4.7" >> /etc/portage/package.unmask/gcc

Ubah make.conf sesuai selera:

cat > /etc/portage/make.conf << EOF
CFLAGS="-march=native -mtune=native -O2 -pipe -fomit-frame-pointer"
CXXFLAGS="${CFLAGS}"
CHOST="x86_64-pc-linux-gnu"
USE="bindist mmx sse sse2 avx threads sse3 sse4_1 ssse3"

MAKEOPTS="-j9"

INPUT_DEVICES="keyboard mouse evdev"
VIDEO_CARDS="radeon nvidia"
LINGUAS="id"

SYNC="rsync://kambing.ui.ac.id/gentoo-portage"
GENTOO_MIRRORS="http://kambing.ui.ac.id/gentoo"
ACCEPT_LICENSE="*"
ACCEPT_KEYWORDS="amd64 ~amd64"
EOF

Duh, memori ada 16GB sayang kalau tak dipakai. Pinjam, ah…

mkdir /var/tmp/portage && mount -t tmpfs -o size=6g,noatime,nodiratime none /var/tmp/portage/

Mari pasang gcc:

env-update && source /etc/profile && emerge --oneshot --nodeps gcc-config
emerge -av gcc

Lanjut untuk melakukan bootstrapping:

USE="-* build bootstrap" emerge linux-headers && emerge --nodeps gdbm libperl perl
/usr/portage/scripts/bootstrap.sh
emerge -O libperl && emerge -O python
emerge -qv shadow && emerge --deep -qv system

Duh, kadang gagal, ya, sudah. Langsung saja mencari masalah:

emerge -qv systemd

Tambahkan “systemd” ke dalam variabel USE di “/etc/portage/make.conf”. Lalu buat ulang sistem:

emerge -eqv @system
emerge --depclean

Lakukan hal yang biasa dilakukan:

cp /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
echo "Asia/Jakarta" > /etc/timezone
echo "hostname=\"rajagukguk\"" > /etc/conf.d/hostname

Optimasi aplikasi emerge:

mkdir -p /etc/portage/package.use
echo "dev-lang/python sqlite" >> /etc/portage/package.use/python
emerge -atv pysqlite
python-updater
emerge -auDNtv @world
echo "portdbapi.auxdbmodule = cache.sqlite.database" > /etc/portage/modules
echo "FEATURES=\"metadata-transfer\"">> /etc/portage/make.conf
rm -rf /var/cache/edb/dep && emerge --metadata

Pasang eix dan layman:

echo "app-portage/eix sqlite" >> /etc/portage/package.use/eix
emerge -qv eix layman
cat >> /etc/eixrc << EOF
> 
> PORTDIR_CACHE_METHOD='sqlite'
> OVERLAY_CACHE_METHOD='parse'
> EOF
eix-update

Berkas /etc/fstab biasanya diubah. Mari ubah kembali menjadi yang kita miliki:

echo "/dev/ROOT               /               reiserfs        noatime,notail  0 1" > /etc/fstab

Setelah itu, pemasangan kernel yang tidak begitu menarik karena sudah biasa.

emerge -qv genkernel gentoo-sources grub

Kebetulan saya sudah pernah membuat kernel yang sama. Jadi, saya menggunakan konfigurasi yang sudah ada. Dari terminal yang berbeda, salin konfigurasi kernel yang sudah ada ke sistem yang baru:

cp /usr/src/linux/.config /mnt/gentoo/tmp/config.txt

Setelah itu, kembali ke terminal kerja. Berhubung 6GB memori sudah terpasang di /var/tmp/portage, ya, sekalian saja digunakan untuk kompilasi kernel. Genkernel menggunakan konfigurasi yang berbeda dengan emerge. Kita harus secara eksplisit menyebutkan lokasi kerja:

time genkernel --kernel-config=/tmp/config.txt  --bootloader=grub2 --tempdir=/var/tmp/portage/ --cachedir=/var/tmp/portage/ --makeopts=-j9  all

Penggunaan time merupakan hal iseng yang saya lakukan untuk menunjukkan waktu kompilasi yang dibutuhkan:

real    5m2.110s
user    29m36.263s
sys     3m55.639s

Yah, lumayan, butuh sekitar 5 menit untuk mengompilasi kernel dan modul-modulnya. Sistem ini baru pertama kali dibuat, sehingga kita harus membuat konfigurasi GRUB yang pertama kali secara manual. Selain itu, tambahkan konfigurasi systemd:

sed '/GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT=\"\"/c GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT=\"real_init=/bin/systemd nomodesetting\"' /etc/default/grub > /tmp/grub && mv /tmp/grub /etc/default/grub
mkdir /boot/grub2
grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg
grub2-install /dev/sdb

Selanjutnya memasang Enlightenment 17 (DR17) dan Xorg. Saya menggunakan penggerak dari NVidia karena Nouveau belum stabil. Lagipula, saya bermain Steam.

echo "x11-wm/enlightenment ukit emotion" > /etc/portage/package.use/enlightenment
emerge -av "enlightenment:0.17" --autounmask-write
emerge -av x11-base/xorg-server x11-drivers/nvidia-drivers
eselect opengl set nvidia
eselect opencl set nvidia

Penambahan Pengguna

Saya lupa membuat pengguna.

emerge -qv sudo vim

Buat pengguna:

useradd -m -G users,wheel,audio,cdrom,disk,video -s /bin/bash jp
passwd jp
echo "%wheel ALL=(ALL) ALL" >> /etc/sudoers

Selesai. Sekarang saya mau menyalakan ulang komputer saya ke sistem yang baru.

Sumber Bacaan

PPA untuk Tampilan Alternatif

PPA untuk Tampilan Alternatif

Agak bosan dengan Unity? Punya koneksi Internet yang cukup? Ingin melihat paradigma HCI (istilah populernya sekarang UX) yang berbeda? Atau Anda kurang kerjaan seperti saya? Silakan ikuti.

Enlightenment DR-17 (E17)

Saya mengikuti dari semenjak zaman mahasiswa dan sudah hampir sepuluh tahun (atau jangan-jangan sudah lebih?) masih versi SVN saja. Yang keren dari lingkungan ini adalah dia bisa jalan di lingkungan PDA Zaurus. Zaurus adalah perangkat masa lalu yang keren jauh sebelum BB berkuasa. Saat ini, saya menggunakan versi SVN dan cukup baik penggunaannya.

Kelemahan: systray tidak ada (systray bisa diaktifkan, ternyata modulnya secara baku dimatikan) dan wallpaper belum bisa diganti dengan gambar biasa. Tapi, sekarang E17 sudah punya composite sendiri dan sepertinya dia berjalan di atas OpenGL ES. Wajar, sih, mengingat beliau digunakan untuk telepon pintar.

deb http://ppa.launchpad.net/hannes-janetzek/enlightenment-svn/ubuntu precise main
deb-src http://ppa.launchpad.net/hannes-janetzek/enlightenment-svn/ubuntu precise main

Saya pakai ini sekarang. Katanya, sih, sudah ada modul systray, saya sedang berusaha mencarinya di PPA. Yah, kalau tak ada, saya akan kompilasi sendiri.

Cinnamon

Sudah banyak yang membahas desktop turunan GNOME3 ini. Dibuat oleh pengembang Linux Mint dan tersedia untuk banyak distro. Cinnamon, sebuah GNOME3 dengan kelakuan mirip GNOME2.

deb http://ppa.launchpad.net/bimsebasse/cinnamonextras/ubuntu precise main
deb-src http://ppa.launchpad.net/bimsebasse/cinnamonextras/ubuntu precise main
deb http://ppa.launchpad.net/gwendal-lebihan-dev/cinnamon-stable/ubuntu precise main
deb-src http://ppa.launchpad.net/gwendal-lebihan-dev/cinnamon-stable/ubuntu precise main

Saya pasang ini tapi cuma sebentar memakainya. Not trying to be a hipster but this isn’t an alternative anymore and too mainstream… 🙂

Elementary

Elementary merupakan sebuah desktop untuk ElementaryOS, sebuah distro GNU/Linux yang mengambil falsafah kesederhanaan. Mereka ingin membuat semuanya sederhana tanpa keribetan antarmuka. Bukan antarmuka untuk saya yang pasti. Bagi saya, banyaknya pilihan itu mengasyikkan untuk menghasilkan sebuah desktop yang terpersonalisasi.

Oh, omong-omong dia butuh beberapa paket tambahan.

deb http://ppa.launchpad.net/elementary-os/daily/ubuntu precise main
deb-src http://ppa.launchpad.net/elementary-os/daily/ubuntu precise main

# SQLHeavy Stable
deb http://ppa.launchpad.net/nemequ/sqlheavy/ubuntu precise main
deb-src http://ppa.launchpad.net/nemequ/sqlheavy/ubuntu precise main

# Midori development version (needed for some modules)
deb http://ppa.launchpad.net/midori/midori-dev/ubuntu precise main
deb-src http://ppa.launchpad.net/midori/midori-dev/ubuntu precise main

##  Webkit needed by Midori
deb http://ppa.launchpad.net/webkit-team/ppa/ubuntu precise main
deb-src http://ppa.launchpad.net/webkit-team/ppa/ubuntu precise main

Yak, sekian. Ada lagi, ‘kah, tambahan desktop yang eksotik lainnya?

Bonus: Unity Lens

Unity Lens adalah sebuah penyaring bagi Dash, sebuah komponen Unity desktop baku Ubuntu. Contoh Lens yang terpasang misalnya Music Lens yang berisi lagu-lagu yang ada di komputer atau lagu yang terakhir dimainkan. Ada banyak Lens lainnya yang menarik.

deb http://ppa.launchpad.net/scopes-packagers/ppa/ubuntu precise main
deb-src http://ppa.launchpad.net/scopes-packagers/ppa/ubuntu precise main

Silakan cari-cari Lens yang keren dan pasang.

Free/Open Software is The Future!

Free/Open Software is The Future!

Rasterman, the leader of Enlightenment project just announce a great news on the e-devel, here’s a snippet of it:

We are working with a top-5 electronics producer (one of the largest in the world, who produces millions of mobile phones, televisions, sound systems and more per year) to bring Enlightenment and especially it’s deep technology to their products. In fact not just working with this manufacturer, but they are actively sponsoring development on Enlightenment and EFL to ensure it does what is needed for their products (beyond what it already does).

A great question comes to figure who is the producer in question? Let’s play.  😆

Nokia doesn’t produce TV and it already bought Trolltech. Trolltech was the company that produce Qt, the core component of KDE as GTK+ in Gnome. In the past, Qt was dual licensing (commercial license and GPL2 license). FYI, because of the dual licensing issue, many vendor choose to write its component using GTK2. Fortunately, Nokia added LGPL license.

It was an interesting story when we looked back how Nokia, a closed vendor choose to go into new approach. It had a stumble when its lead developer Ari made a shocking statement. Yet, thanks to the humble apology made by the man himself, the problem already overlooked. Ah, it was just about 1~2 years ago and Nokia had set the pace right. One of the respectable statement was Nokia as any other enterprise company just learning to deal with FOSS software. Yes, they were 2 years ago learning and now have a steady ground.

The result?

Nokia movement to embrace FOSS was right decision. It embrace the Open MAEMO (now Maemo)  project and the fruit is very significant. The awaited N900 product line and the decision of changing Maemo platform from GTK into Qt in Maemo 6, the next Maemo platform. So, I guess it isn’t Nokia. Oh, btw, now SymbianOS is open source.

How about Sony Ericsson?

Well, Sony and Sony Ericsson is two different division, so does that count? Besides, SE have already set its eXperia phone with Google Android.

Speaking of Android, there is HTC Hero that said to be launched in Jakarta in August. Don’t know if it’s available. Another interesting phone is Motorola (Verizon) Droid which proclaim itself as a strong opponent of iPhone. Unfortunately, it is only available in US.

Oh, btw, how about Motorola?

Well, it has its own GNU/Linux phone: Motorola Rokr E6 using  MonteVista Linux distribution. FYI, the dual screen screenshot was captured and sent via Bluetooth into my laptop using the phone. Motorola was the first phone producer that jump into Linux for its products. So, I guess the company have a mature roadmap. Besides, it doesn’t produce TV.

One of the commenter said about Samsung. That’s quite interesting. I haven’t heard of Samsung jumped into FOSS world. It has its motivation now: since SymbianOS open sourced, many company that revolved around it should take a slap in the face and woke to realize that FOSS no longer a kid’s toy. Samsung also produce TV and many household appliance.

My other guess is Sharp.

Since the beginning, E17 was developed and ran smoothly on Zaurus smart phone. Yes, this is why I think E17 is the future. Its low footprint will makes every cool device has a cool GUI in a decent computing power consumption. May be Sharp wants to have the E core developer a big hug, just like Nokia hugging the Maemo community.

But then again, where is Sharp in the mobile phone market?

LG also have the possibility to obtain the dream. It has Android phone recently. It has the motivation to have a leading against Nokia. I think this one also have the ability to turns against.

Phillips, ZTE, Huawei, and many arising vendor also have the chance to be the candidate, yet I haven’t see them in action.  Enterprise often uses various things to test its readiness. Because I haven’t found those various things, I can’t conclude nor include them.

Hence, my guess is Samsung. What would be yours?

PS: This post is a post to kill time while waiting my Fedora ISO download finished. Sorry for not having reference.