Tag Archives

2 Articles
TweetDeck dengan WINE pada GNU/Linux [Revisited]
TweetDeck revisited

TweetDeck dengan WINE pada GNU/Linux [Revisited]

Terakhir kali saya menulis cara memasang TweetDeck dengan berbagai pintasan. Ternyata ada cara yang lebih gampang dari itu. Yang diperlukan hanya berikut:

Winetricks
Sebuah skrip pembantu untuk mengatur pemasangan WINE. Pasang paket Zenity jika ingin menggunakan versi GUI.
WINE
Aplikasi yang digunakan saat penulisan adalah versi stabil terbaru, 1.7.4.

Saya asumsikan Winetricks dan WINE sudah terpasang. Keduanya sudah ada di distro kesayangan Anda masing-masing (kecuali Anda suka Tiny Core atau sejenisnya yang eksentrik).

Membuat Lingkungan WINE untuk TweetDeck

TweetDeck revisited

TweetDeck revisited

TL;DR

Buat lingkungan baru.

$ winetricks prefix=tweetdeck

Pasang huruf CJK (Chinese, Japanese, Korean) untuk dukungan bahasa Asia Timur.

$ winetricks prefix=tweetdeck cjkfonts

Aktifkan anti-aliasing untuk huruf agar huruf terlihat lebih bagus dan jelas.

$ winetricks prefix=tweetdeck fontsmooth=rgb

Pasang TweetDeck

$ env WINEPREFIX=$HOME/.local/share/wineprefixes/tweetdeck wine msiexec /i TweetDeck.msi

Anda sudah bisa mengakses TweetDeck dari menu.

—::: SELESAI :::—

Penjelasan

Berikut penjelasan yang saya lakukan karena situs ini situs pembelajaran. Kebetulan hari penulisan adalah hari Sabtu sehingga banyak waktu senggang.

Lingkungan WINE

winetricks prefix=tweetdeck

Proses ini akan membuat sebuah direktori WINE baru “$HOME/.local/share/wineprefixes/tweetdeck/”. Prosesnya mirip persis dengan debootstrap. Ia mengonfigurasi sebuah lingkungan terisolasi terpisah dari induk. Lingkungan WINE yang utama sendiri ada di direktori “$HOME/.wine”.

Yang menarik adalah kedua lingkungan terpisah secara pustaka dan eksekusinya. Aplikasi yang berjalan di lingkungan utama takkan mempengaruhi lingkungan yang terpisah ini. Ini cocok misalnya untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kebutuhan berbeda. Misalnya, ada yang perlu memasang DirectX atau menggunakan pustaka asli.

Contoh perbedaan:

Membunuh aplikasi.

  • Untuk membunuh aplikasi yang berjalan di tempat terpisah harus menyertakan WINEPREFIX.
    $ env WINEPREFIX="$HOME/.local/share/wineprefixes/tweetdeck/" wineserver -k
  • Untuk membunuh aplikasi yang berjalan di direkfori utama.
    $ wineserver -k

Mengakses pengaturan

  • Untuk mengakses pengaturan aplikasi yang berjalan di tempat terpisah harus menyertakan WINEPREFIX.
    $ env WINEPREFIX="$HOME/.local/share/wineprefixes/tweetdeck/" winecfg
  • Untuk mengakses pengaturan yang berjalan di direkfori utama.
    $ winecfg

Yak, kira-kira begitulah cara kerjanya.

Pemasangan Huruf CJK

winetricks prefix=tweetdeck cjkfonts

Budaya Asia Timur sudah merasuk ke Indonesia. Awalnya dimulai dengan tradisi Cina dengan film-film vampir di Sabtu pagi dan laga Kung Fu dengan koreografi indah. Jangan lupa budaya kartun, gaya Harajuku, dan JAV dari Jepang. Bahkan sekarang, budaya operasi plastik, sinetron dari komik, dan musik tarian yang membuat epilepsi dari Korea. Semua budaya Asia Timur mampu mengalahkan budaya Indonesia. Saya bahkan lebih tahu bagaimana menghadapi vampir Cina (Jiang Shi) dari pada Begu Ganjang.

Tentunya, untuk dapat stalking meneliti keberadaan artis-artis populer dari Asia Timur memerlukan trik tersendiri. Mereka cinta dengan budaya mereka sehingga kebanyakan dari mereka menulis dengan tulisan dan bahasa asli dari negara sendiri. Untuk itu, perlu memasang huruf-huruf Asia Timur. Dengan demikian, kita bisa membaca Hiragana/Katakana, berbahasa Mandarin, atau membaca Hangul lebih baik.

Beberapa huruf yang dipasang:

Ketiga jenis huruf tersebut cukup dipasang dan sepertinya WINE sudah bisa mendeteksi huruf. Tidak perlu lagi menjalankan aplikasi dengan menyetel variabel lingkungan $LC_ALL dan $LANG. Berikut hasilnya.

Kalau dilihat, hasilnya kurang bagus ketika digabungkan dengan penghalus huruf. Anda bisa berburu jenis huruf sendiri. Menurut (UTUMI Hiroshi, 2012), penghalus huruf lebih baik dimatikan.

Pengonfigurasian Penghalus Huruf

winetricks prefix=tweetdeck fontsmooth=rgb

Secara baku, WINE menggambar huruf-huruf dalam tulisan langsung. Hal ini membuat tulisan terlihat retak-retak. Untungnya, seperti Windoze XP dengan teknologi ClearType™-nya, WINE dapat memanfaatkan FreeType untuk menggambar huruf dengan dihaluskan.

Saya masih belum tahu konfigurasi untuk mematikan penghalus huruf untuk jenis-jenis huruf tertentu. Ini mungkin riset saya berikutnya. (Bila tidak malas atau sibuk bermain DoTA dan berburu game-game Steam) Rekan-rekan mungkin sudah ada yang tahu caranya?

Yak, demikian pembahasan kali ini.

 

Daftar Pustaka

UTUMI Hiroshi (2012, Sept. 29). Japanese fonts. Retrieved Oct. 19, 2013 from http://www.geocities.jp/ep3797/japanese_fonts.html.^