Tag Archives

5 Articles
Perjalanan Menuju Keterbukaan Informasi (Bagian 1)
Monster Pengetahuan hidup dengan menelan buku. Ia monster yang baik dan tulus. Namun, jangan main-main dengannya karena ia punya kekuatan.

Perjalanan Menuju Keterbukaan Informasi (Bagian 1)

Monster Pengetahuan hidup dengan menelan buku. Ia monster yang baik dan tulus. Namun, jangan main-main dengannya karena ia punya kekuatan dahsyat.

Judul tulisan saya mungkin sedikit lebay. Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya hendak membagi tulisan-tulisan saya berupa tugas-tugas kuliah dan kalau bisa, karya-karya akhir saya. Daripada usang tersimpan di perpustakaan atau di suatu direktori PC, lebih baik dibagikan.

Mungkin tulisan itu berguna bagi orang lain. Mungkin juga, beberapa menganggapnya sampah. Tapi, saya percaya Internet adalah pengarsip yang baik. Ia bukan hanya mengarsipkan tapi juga menyempurnakan. Orang-orang yang terbantu dengan tulisan itu, menyempurnakannya dan membagikannya kembali. Keberadaban manusia pun meningkat walau tak cukup signifikan untuk diakui.

Setelah mengamat-amati, saya menemukan tiga langkah untuk menerbitkan sesuatu:

  1. Menentukan syarat dan ketentuan.
  2. Membuat sarana publikasi yang baik.
  3. Menyesuaikan karya yang hendak diterbitkan.

Selain alasan pribadi, saya ingin menjadikan blog-blog di UI (Blog Staff UI dan Blog Mahasiswa UI) sebagai sarana blog yang baik. Apalagi, mulai banyak sivitas akademika yang menulis hal-hal yang luar biasa di blog mereka. Saya ingin membuat blog ini menjadi sarana mereka dalam menerbitkan pengetahuan mereka ke dunia.

Saya berharap penemuan saya dalam memperkaya fasilitas blog UI bisa menjadi inspirasi kita bersama. Saya akan membahas dalam beberapa tulisan.

Menentukan Syarat dan Ketentuan

Ini bukan iklan pulsa yang menipu, tetapi ada beberapa hal yang membuat kekuatiran mengenai publikasi sebuah tulisan, misalnya:

  • Plagiarisme
  • Komersialisasi
  • Pengasosiasian tulisan

Plagiarisme dan komersialisasi merupakan isu yang paling utama dalam ketakutan menerbitkan tulisan. Dari pengalaman saya, ketakutan sivitas dalam menerbitkan karyanya merupakan entri utama dalam plagiarisme. Rekan-rekan saya ada yang mengeluhkan bahwa ternyata skripsinya dipakai oleh mahasiswa universitas lain.

Tidak hanya bagi penulis, plagiarisme juga ketakutan dari orang-orang yang hendak memanfaatkan tulisan. Mereka takut bagaimana tulisan itu hendak dibagikan. Jangan-jangan mereka bisa dituntut oleh penulis awal.  Apalagi, bila mereka juga memanfaatkan tulisan tersebut untuk tujuan komersial.

Lisensi Creative Commons

Dari semuanya itu, saya menemukan bahwa kita harus menentukan di awal aturan main untuk menggunakan tulisan tersebut. Jawabannya pun adalah menyematkan lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi (CC BY-NC-SA 3.0).

Inti dari lisensi tersebut adalah:

  1. Saya setuju untuk karya saya digunakan oleh orang lain dengan menyebutkan kredit yang tepat.
  2. Saya tidak setuju untuk karya saya digunakan oleh orang lain untuk tujuan komersial tanpa seizin saya. [1]
  3. Saya ingin karya orang yang berdasarkan karya saya tidak menjadi eksklusif. [2]
  4. Intinya, silakan hubungi saya langsung untuk mendapatkan izin lain untuk tujuan lainnya.

Ini sebenarnya bisa jadi amunisi kita untuk menuntut orang-orang yang menyalin tanpa izin dan menaruhnya kepada blog-blog adsense (blog yang cuma digunakan untuk menghasilkan uang dari Adsense). Tetapi, karena kita menyetujui orang lain untuk mengutip tulisan kita dengan menyebutkan kredit yang tepat, orang-orang lain tidak perlu takut menggunakan tulisan kita untuk mengutipnya dalam pekerjaan mereka masing-masing.

Saya juga menginginkan orang yang menggunakan tulisan saya berbagi dengan lisensi yang sejenis. Jadi, saya tak perlu takut untuk karya turunan (derivasi) dari tulisan saya menambah syarat yang aneh-aneh. Ini menghapus ketakutan saya untuk pengetahuan yang telah saya berikan menjadi pengetahuan yang eksklusif.

Saya bukan ahli hukum dan belum tentu juga lisensi Creative Commons diakui di Indonesia. [3] Kalau itu, permasalahannya mengenai infrastruktur hukum di Indonesia. Saya percaya bahwa hukum Indonesia cukup untuk melindungi karya-karya bangsa. [Lirik tukang hukum: benar, gak?]

Penyangkalan (Disclaimer)

Sebuah karya yang dibaca umum tentunya memiliki resiko asosiasi. Kadang, orang berpikir seperti yang tidak kita duga. Pikiran tersebut kemudian menghasilkan asumsi-asumsi yang membahayakan. Nama baik seseorang/institusi bisa rusak atau bahkan terjadi kerusakan kolateral karena penggunaan yang tidak sesuai

Ada beberapa contoh alasan yang saya dapati mengapa itu terjadi:

  1. Tulisan ditulis untuk kalangan tertentu, misalnya dibuat dengan asumsi pembaca seprofesi atau memiliki pengetahuan dasar yang cukup untuk mengerti pekerjaan yang ada di dalam tulisan tersebut.
  2. Pengutip mengira bahwa tulisan tersebut merupakan pengumuman resmi dari institusi tempat penulis bekerja atau perkumpulan lain yang penulis menjadi pengurus/anggota.
  3. Pengutip sengaja mencari sensasi.

Untuk melindungi penulis dari tuntutan hukum atau pun bahaya lainnya, diperlukan menulis sebuah Sangkalan (Disclaimer). Dengan menulis penyangkalan atas apa yang tidak menjadi maksud penulis, diharapkan pembaca mengerti maksud-maksud penulisan dibuat. Tidak ada alasan bagi pembaca untuk menyalahgunakan informasi dalam tulisan.

Saya sendiri dalam blog ini menyebutkan dengan jelas bahwa tulisan saya merupakan tulisan pribadi. Saya menulis di blog ini atas nama pribadi sebagai catatan. Universitas Indonesia hanya sebagai penyedia layanan saja.  Dengan demikian, orang tidak bisa menjadikan sarana blog saya sebagai konsultasi profesional, walau pun saya juga suka membantu. Institusi saya, Universitas Indonesia, juga takkan tercemar nama baiknya apa bila suatu saat saya menulis topik kontroversial dari sisi pandangan pribadi.

Selain tulisan penulis, blog juga rentan terhadap tulisan orang lain yang ada dalam bagian komentar. Penulis tidak dapat mengendalikan komentar. Bahkan, ada kasus ketika penulis berusaha mengendalikan komentar, komentator merasa dirugikan.

Beberapa orang mematikan komentar pada blog mereka. Sebagian lagi menghendaki agar dikirim surel untuk berkomentar. Ada juga yang memoderasi komentar yang masuk. Apa pun batasan yang dipasang, menurut saya sayang sekali bila sistem komentar pada blog dimatikan.

Beruntungnya bangsa Amerika Serikat yang memiliki First Amandment, memiliki fondasi yang cukup untuk melindungi hak bersuara mereka. Berdasarkan amandemen UUD mereka tersebut, hukum di Amerika Serikat cenderung lebih lengkap dalam melindungi hak bersuara dan termasuk penyediaan konten yang dibuat oleh pengguna (user generated content).  [4] Biasanya ada tiga aspek penulisan penyangkalan, yakni Hak Cipta, anak di bawah umur, dan Pornografi yang mungkin ada. [5]

Bila kita terinspirasi untuk menuliskan semuanya itu, ada kemungkinan dokumen Penyangkalan menjadi panjang dan terdiri dari banyak paragraf seperti dokumen-dokumen legal. Beruntung, Dave Taylor memberikan beberapa poin berikut untuk menaruh Penyangkalan komentar: [6]

  1. Setiap komentar tanggung jawab dari penulis komentar.
  2. Penulis berhak menghapus komentar yang dirasa tak perlu.
  3. Penulis berhak menyunting komentar bila dirasa perlu.

Tiga hal ini yang dituliskan dalam penyangkalan dapat memberikan bagi setiap orang yang membaca ketentuan tersebut.

Kesimpulan

Dengan menggunakan lisensi dan penyangkalan, penulis blog dapat menghilangkan keambiguan dalam menggunakan karya tulis tersebut. Selain melindungi penulis, ia juga menjadi payung yang melindungi pembaca yang hendak berkontribusi atau pun yang hendak membuat sebuah pekerjaan karya tulis tersebut.

Terakhir, sebagai penyangkalan:

Saya bukan ahli hukum dan tulisan ini berdasarkan hasil pengamatan pribadi. Untuk kejelasan aspek-aspek yang tertulis dalam tulisan ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan pengacara Anda.

Selanjutnya poin kedua akan saya bahas dalam bagian menyiapkan infrastruktur.


  1. Creative Commons. Non-Commercial. http://wiki.creativecommons.org/NC [terakses tanggal 10-11-2012]  ^
  2. Creative Commons. Share Alike. http://wiki.creativecommons.org/Share_Alike [terakses tanggal 10-11-2012] ^
  3. Indonesia Law Report (ILR). Is Creative Commons license applicable in Indonesia? http://indolaw.alafghani.info/2007/05/is-creative-commons-license-applicable.html [terakses tanggal 10-11-2012] ^
  4. Lawrence G. Walters. User Generated Content Sites – Formula for Profit, or Recipe for Disaster?  http://www.firstamendment.com/site-articles/tube-sites/ [terakses tanggal 10-11-2012] ^
  5. http://www.asaecenter.org/Resources/ANowDetail.cfm?ItemNumber=35092 [terakses tanggal 10-11-2012] ^
  6. Dave Taylor. Crafting the Perfect Blog Comment Disclaimer. http://www.intuitive.com/blog/crafting_the_perfect_blog_comment_disclaimer.html [terakses tanggal 10-11-2012] ^

 

Bacaan Lebih Lanjut

Berita IT UI Tertatar

Berita IT UI Tertatar

Kepada rekan-rekan, terutama sivitas UI, Sabtu kemarin UI baru saja memindahkan sebagian besar infrastrukturnya ke sebuah UPS baru. Jadi, kalau ada layanan yang belum menyala, silahkan komentar di blog ini atau kirim ke admin at ui dot ac dot id. Seperti yang diketahui, infrastruktur UI baru saja pulih dari sebuah bencana.

Minggu kemarin saya iseng-iseng telah mengubah tema Gluttony menjadi logo UI, seperti tema yang saya pakai saat ini. Jika rekan-rekan memiliki tema baru, silakan berkomentar. Mungkin, dan itu sangat, rekan-rekan ada yang punya kemampuan mendisain tema sesuai cita rasa UI. Saya sudah lama tidak pegang PHP dan pekerjaan saya menjaga server sehingga kemampuan disain tidak terasah. 😀

Terus terang, saya bukan pengembang, tapi seorang admin. Jadi, bagi saya konservatif itu penting. Makanya, selain penataran keamanan di blog ini, fasilitas yang lainnya kurang diperhatikan. Selain itu, saya mau bertanya kepada Bapak/Ibu pengguna Blog Staff UI, setujukah Anda bila situs ini ditatar ke WPMU terbaru?

WPMU terbaru menyediakan fasilitas-fasilitas baru, tetapi terjadi perubahan radikal dalam antarmuka (interface). Selain itu, kebutuhan peramban juga meningkat.

NB: Jangan lupa aktifkan Peter’s Custom Anti-Spam.

Laporan Pandangan Mata Blog Staff UI

Laporan Pandangan Mata Blog Staff UI

Jujur, ketika membuka peramban, ada 4 situs yang saya wajib kunjungi:

  • Planet Debian (http://planet.debian.net/)
  • Planet Ubuntu (http://planet.ubuntu.com/)
  • Planet KDE (http://planetkde.org)
  • Blog Staff UI (http://staff.blog.ui.ac.id/admin/)

Ada juga 2 situs yang saya sering kunjungi:

  • Planet CSUI02 (http://planet.csui02.net/)
  • Planet Ubuntu ID (http://planet.ubuntu-id.org/)

Saya suka sekali dengan Blog Staff UI. Mereka memang benar-benar staf UI! Isinya beragam dan kaya, berbeda dengan Blog Mahasiswa yang masih….  Yah, namanya mahasiswa. Tapi, ada juga, sih, satu atau dua blog mahasiswa yang bagus. Memang, secara keseluruhan konten-konten Blog Staff UI jauh lebih unggul dari mahasiswa kita. Ayo, mahasiswa, jangan mau kalah!   🙂

Blog-blog yang saya sukai:

  1. RANI-GRACIAS (Gerakan Cinta Almamater Semesta). Isinya sangat menantang, sayang tidak bisa dikomentari. Tapi, saya sangat menantikan tulisan-tulisan Beliau. Tulisan Beliau yang menarik adalah tentang perjuangan mahasiswa UI di masa lalu yang terus terang saya juga baru tahu dari tulisan Beliau. Beberapa artikel seperti Malari dan sejarah alternatif tentang komunisme juga membuka pikiran saya. Salut buat Beliau!
  2. The Microbiology Teacher (All about Microbiology teaching at the Department of Biology FMIPA UI). Ibu kita ini suka menyertakan video-video YouTube tentang Microbiologi. Saya yang bukan orang MIPA pun senang melihatnya. Coba waktu saya masih SMU dulu juga diajar seperti demikian, mungkin jalan saya beda. Tapi, semua ada takdirnya, hahaha….
  3. ParkirKata. Informasi mengenai SIMAK UI sangat membantu. Saya baru tahu kalau mendaftar di penerimaan UI (SIMAK) sudah dapat mengunduh berkas-berkas soal tahun lalu. Kebetulan adik saya ada yang sudah kelas 3. Saya suruh daftar saja.
  4. Dan lain-lain.  😀

Nah, segitu dulu saja. Silahkan eksplorasi lebih lanjut. Oh, iya, sedikit catatan, mungkin Anda menemui Recent Post jauh lebih banyak dibandingkan tulisan yang ada. Hal ini karena kami menerapkan kebijakan privasi untuk publikasi blog di Blog Staff UI. Untuk setiap staf UI yang hendak memunculkan tulisan blog-nya harus melakukan berikut ini:

  1. Klik Options, maka akan muncul submenu di bawahnya.
  2. Pilih submenu Privacy.
  3. Lalu nanti akan ada dua pilihan:
    • I would like my blog to be visible to anyone who visits, including search engines, archivers and in public listings around this site.
    • I would like to block search engines, but allow normal visitors
  4. Secara default yang terpilih adalah pilihan yang kedua. Nah, agar terlihat di halaman depan, pilihlah pilihan yang pertama.

Tidak secara otomatis ditaruh di halaman depan adalah sebuah pilihan demi penghargaan terhadap privasi. Tapi, apakah itu perlu, tergantung permintaan. Kami, sih, menghargai sekali privasi.

Just Updating

Just Updating

My Ubuntu Lucid now running well. I use KDE plasma-netbook and looking great and stable. KRunner occasionally crashed, but it’s acceptable because of Alpha version. But, all-in-all, my computer is rocking solid:

$ uptime
12:15:10 up 2 days, 22:48,  2 users,  load average: 0.38, 0.51, 0.36

FYI, last quarter of 2009 is  a bad year for ATi cards because of the migration from DRM to DRM2 (MESA) which introduce the new architecture: Gallium3D. My poor Debian is not in the right state right now because of the legal issue that made Debian stripped away all the (working) firmware. Fortunately, kernel 2.6.33 would be the comeback of ATi cards and hopefully will be able to get my Debian workstation well. In the meantime, hello Ubuntu! 😀

An interesting note about Debian is that GRUB 2 had given some love and now using graphical menu selector. It was something from GSOC 2008, but it wasn’t implemented because of the font legal issue. Now it’s on Debian Experimental, given that Lucid still synchronizing from Debian, it is a matter of time before Ubuntu got that one too. If you want more, you could give BURG, a GRUB pretified version, a try.

== Next is a human side of me, just stop here if you don’t like it 😀 ==

Read More