Tag Archives

35 Articles
Memasang pf-kernel untuk BlankOn Rote

Memasang pf-kernel untuk BlankOn Rote

Kernel pf-kernel merupakan kernel yang telah ditambal dengan hal-hal berikut:

  • Penjadwal CPU BFS yang dibuat oleh Con Kolivas. Penjadwal CPU ini dioptimasi untuk pengguna Desktop.
  • Penjadwal I/O BFQ. Penjadwal I/O ini dioptimasi seperti BFS sehingga memberikan optimasi kepada respon yang lebih interaktif.
  • TuxOnIce, sebuah infrastruktur  suspensi sistem yang cocok digunakan untuk laptop.
  • UKSM (Ultra KSM), sebuah perkakas kernel yang menyatukan setiap page di memori yang identik sehingga hanya satu saja. Cocok untuk aplikasi virtualisasi atau aplikasi yang menggunakan proses berbeda tetapi isinya sama (Google Chrome).

Seperti biasa, tambahan ini belum tentu untuk Anda. Jadi, berhati-hatilah dalam memasang kernel baru.

Untuk memasangnya:

$ wget http://pf.natalenko.name/binaries/debian/3.7.4/linux-{image,headers}-3.7.4-pf_1_i386.deb
$ sudo dpkg -i *.deb

Ganti i386 dengan amd64 untuk arsitektur 64bita. Saat ini yang terbaru adalah versi 3.7.4-pf.  Anda bisa cek versi yang lebih baru di situs utama.

Memasang Mutter untuk BlankOn

Memasang Mutter untuk BlankOn

BlankOn baku menggunakan Metacity sebagai pengatur jendela. Sayangnya, Metacity kurang memiliki efek grafis. Untungnya ada Mutter, sebuah pengatur jendela sederhana dari Clutter yang menggunakan akselerasi 3D (OpenGL).

Pasang:

$ sudo apt-get install mutter

Karena Mutter dipasangkan untuk Gnome Shell, ia membaca akselerasi tombol Meta (tombol Windoze) kiri untuk melihat Aktivitas. Hal ini menyebalkan kalau Anda seperti saya menggunakan tombol Meta+R untuk membuka peluncur aplikasi. Harus tekan tombol R dua kali.

Untuk mengatasi hal tersebut, matikan tombol akselerasi:

$ gconftool -s /apps/mutter/general/overlay_key -t string ""

Kini Anda bebas menggunakan tombol Meta untuk menjadi tombol pintas dengan yang lainnya.

Untuk langsung menjalankan Mutter:

$ mutter --replace

Lupa kasih tahu. 🙂

Meretas Manokwari (True Hacking)

Meretas Manokwari (True Hacking)

Mari saya beri contoh mengenai penggunaan yang benar kata hacking. Bukan merebut hape teman lalu memasang status aneh. Bukan juga menjebol situs-situs dengan menggunakan skrip yang diunduh dari Internet. Melainkan, mempelajari sebuah sistem dan mengubah/memperbagusnya sesuai dengan kemauan kita. Contoh kasus desktop kita tercinta, BlankOn.

Anda mungkin narsis menghargai keberagaman yang sudah Tuhan berikan bagi kita dan terinspirasi untuk membuat komputer Anda berbeda. Tetapi, bagaimana mungkin, BlankOn tidak menyediakan konfigurasi tematik yang diberikan.

Sesuai FHS, biasanya aplikasi menaruh pustaka ke dalam direktori “/usr/lib”.  Setelah ditelaah lebih lanjut diketemukan sebagai berikut:

$ ls -al /usr/lib/manokwari/system/
total 963
drwxr-xr-x 2 root root    312 Nov 26 14:43 .
drwxr-xr-x 3 root root     72 Agu 29 22:52 ..
-rw-r--r-- 1 root root   2865 Nov 22 15:09 desktop.css
-rw-r--r-- 1 root root    586 Nov 22 15:09 desktop.html
-rw-r--r-- 1 root root   5252 Nov 22 15:09 desktop.js
-rw-r--r-- 1 root root 248235 Nov 22 15:09 jq.js
-rw-r--r-- 1 root root   2321 Nov 22 15:09 menu.html
-rw-r--r-- 1 root root  29523 Nov 22 15:09 menu.js
-rw-r--r-- 1 root root   5618 Nov 22 15:09 style.css
-rw-r--r-- 1 root root 661141 Nov 22 15:09 texture.jpg

Wow, ternyata mereka menggunakan HTML, Javascript, dan CSS. Dari hasil penelaahan diketemukan:

desktop.html
Blok-blok tampilan desktop
desktop.css
Konfigurasi tampilan.
menu.html
Blok-blok untuk menu.
menu.js
Skrip Javascript untuk animasi dan penempatan.
style.css
Tempat untuk mengubah-ubah tampilan.
jq.js
Pustaka JQuery.

Setelah dilihat lebih lanjut, Manokwari menggunakan CSS Animation dari Webkit. Dan memang kalau dilihat dari paket-paket yang dibutuhkan oleh Manokwari, Manokwari menggunakan Webkit. Jadi, kita bisa menggunakan CSS3 khusus untuk Webkit dalam mewarnai Manokwari.

Hei, am I talking to a noob or a real hacker? Sorry, I’m spoiling things up for you.

Demi menghargai kalian, saya tidak membahas lebih lanjut. Tetapi maaf, saya hendak memberi contoh untuk perubahan yang dapat dilakukan.

Mengganti Latar Menu

Saya mengunduh sebuah latar belakang dari bgrepeat.com. Lalu saya taruh di direktori Manokwari.

$ sudo mv /tmp/128-129.jpg /usr/lib/manokwari/system/texture.jpg

Ya, saya memang jantan, langsung tindih saja. No turning back, u scared?

Buka berkas style.css, lalu tambah pada elemen “.ui-page” kalimat ini:

background-repeat: repeat;

Setelah “background: url(texture.jpg);” juga tak apa. Nyalakan ulang manokwari:

$ killall manokwari

Tunggu beberapa saat sampai Manokwari berubah menjadi:

Menu Manokwari Berubah

Menu Manokwari Berubah

Kesimpulan

Maaf bila saya sudah spoiler satu hal yang bisa dilakukan, ha… ha… ha….

Masih banyak, kok, yang bisa Anda lakukan. Silakan gunakan kekuatan kreatif Anda. Kalau sudah, ayo coba berbagi dengan mengompres isi direktori “/usr/lib/manokwari/system” ke sebuah tempat dan tinggalkan pesan di bawah sini. Contohnya manokwari-jp.tar.bz2 yang telah saya ubah sedikit.

Baru saja saya memperbaharui BlankOn saya dan ternyata ada Manokwari versi baru. Gagal untuk membuat tutorial yang lain, ha… ha… ha….

So, if you are real hacker, go and start hack Manokwari theme. Do it before BlankOn devs making things dull and uninteresting with a theme manager nor Manokwari IDE. 🙂

NB:

Ayolah, gunakan pengetahuanmu untuk hal yang positif. Jangan cuma menghancurkan saja.

Debootstrap BlankBerry pada Gentoo

Debootstrap BlankBerry pada Gentoo

Halaman membangun BlankBerry hanya memberikan asumsi bahwa kita menggunakan BlankOn atau sistem berbasis Debian lainnya. Untuk sistem Gentoo, ada caranya. Terinspirasi dari halaman ini. Saya mengasumsikan bahwa:

  1. Debootstrap telah terpasang.
  2. Direktori yang akan dipasangi BlankBerry sudah siap (maksudnya drive-nya sudah di-mountpada direktori tersebut, dsb.).
    export rootfs=/mnt/sysroot
  3. Akses Internet mumpuni atau Anda sudah menyiapkan repo lokal.

Persiapan dari sisi Gentoo

USE="static" emerge -b1 qemu-user

Ini akan memasang “/usr/bin/qemu-static-arm” dan “qemu-static-arm-binfmt” dan seabrek-abrek arsitektur lainnya.

Sekarang saatnya berpesta! Debootstrap seperti biasa.

debootstrap --verbose --arch armhf --no-check-gpg --foreign rote $rootfs http://arsip-dev.blankonlinux.or.id/raspbian /usr/share/deboostrap/scripts/wheezy

Pasang sistem-sistemberkas yang perlu.

mount -t proc none $rootfs/proc
mount -t sysfs none $rootfs/sys
mount -o bind /dev $rootfs/dev
mount -t devpts none $rootfs/dev/pts

Mari persiapkan “binfmt_misc”.  Modul “binfmt_misc” adalah sebuah fasilitas kernel Linux untuk menjalankan sebuah binari kepada sebuah aplikasi, misalnya emulator. Mari pasang modul ini untuk menjalankan ARM.

modprobe binfmt_misc
mount binfmt_misc -t binfmt_misc /proc/sys/fs/binfmt_misc

Beritahu emulator untuk ARM.

echo ':arm:M::\x7fELF\x01\x01\x01\x00\x00\x00\x00\x00\x00\x00\x00\x00\x02\x00\x28\x00:\xff\xff\xff\xff\xff\xff\xff\x00\xff\xff\xff\xff\xff\xff\xff\xff\xfe\xff\xff\xff:/usr/bin/qemu-static-arm:' > /proc/sys/fs/binfmt_misc/register

Salin kedua berkas emulator ARM.

cp /usr/bin/qemu-static-arm $rootfs/usr/bin/qemu-static-arm-binfmt
cp /usr/bin/qemu-static-arm-binfmt $rootfs/usr/bin/qemu-static-arm-binfm

Yak, sudah selesai.

Lanjutkan Debootstrap:

LC_ALL=C chroot $rootfs /debootstrap/debootstrap --second-stage

Yak, ini semua untuk menggantikan satu baris berikut yang ada pada halaman WIKI BlankOn:

qemu-debootstrap --arch armhf rote $rootfs http://arsip-dev.blankonlinux.or.id/raspbian /usr/share/debootstrap/scripts/wheezy

Selanjutnya terserah Anda.

Jurnal Debootstrap BlankBerry

Jurnal Debootstrap BlankBerry

Prakata

Uh, nampaknya tulisan ini sudah terpublikasi di Planet. Sepertinya saya salah memencet tombol. Ya, sudah, berhubung tulisan ini ditujukan bagi pemakai lanjut yang beruntung memiliki Raspberry Pi. Sebelumnya, saya menggunakan repositori BlankOn dan harus memakai cara yang hancur-hancuran. Beruntung, @aftian memberikan tautan yang benar mengenai repositori BlankOn yang sebenarnya.

 

Uh, seandainya kamu adalah wanita cantik akan kukecup mesra. Ha… ha… ha….

kabur takut kena gaplok

Sekilas Raspberry

Raspberry menggunakan ARM dengan tambahan prosesor untuk menghitung floating point. Firmware yang ia gunakan mengasumsikan bahwa SDCard memiliki setidaknya hal berikut:

  • Partisi pertama harus FAT32 (VFAT) dan berisi firmware yang akan dijalankan pertama kali.
  • Partisi kedua biasanya berisi sistem berkas utama. Biasanya formatnya EXT4.

Di dalam BlankOn, SDCard terpasang sebagai mmcblk0. Dengan demikian, partisi pertama disebut /dev/mmcblk0p1 dan partisi kedua bernama /dev/mmcblk0p2.

Saya mengasumsikan kartu memori (SDCard) sudah terpartisi dan terformat dengan baik. Gampang, tinggal menggunakan gparted.

Saya membagi beberapa pekerjaan ini menjadi beberapa bagian:

  • Awalan: mempersiapkan partisi yang hendak ditulisi dan variabel rootfs agar memudahkan.
  • Pasang Awal: proses debootstrap. Dilakukan dua kali karena kita menggunakan arsitektur yang berbeda
  • Konfigurasi: pasang sandi, jaringan, waktu, lokalisasi, dsb.
  • Pasang kernel: memasang kernel yang telah disertakan oleh Hexxeh.
  • Bersih-bersih: menghapus paket-paket dan melepaskan partisi.

Ada beberapa proses yang terlewat, seperti membuat pengguna biasa baru. Nanti saya perbaiki lagi tulisan ini, saya hendak mengulang apa yang saya kerjakan.

Tulisan ini sudah berhasil dan diujicobakan pada dapur Fem*na… hahaha…. 🙂

Awalan

export rootfs=/mnt
mount /dev/mmcblk0p2 $rootfs

Pasang Awal

debootstrap --verbose --arch armhf --variant=minbase --no-check-gpg --foreign rote $rootfs http://arsip-dev.blankonlinux.or.id/raspbian
cp $(which qemu-arm-static) $rootfs/usr/bin
mkdir $rootfs/dev/pts
mount -t devpts none $rootfs/dev/pts
mount -t proc none $rootfs/proc
LC_ALL=C chroot $rootfs /debootstrap/debootstrap --second-stage

Konfigurasi

echo "deb http://arsip-dev.blankonlinux.or.id/raspbian rote main" > $rootfs/etc/apt/sources.list
echo "blankjp" > $rootfs/etc/hostname
cat > $rootfs/etc/hosts << EOF
127.0.0.1    localhost.localdomain    localhost blankjp
::1     localhost6.localdomain6    localhost6 blankjp
EOF

cat > $rootfs/etc/network/interfaces << EOF
auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet dhcp
EOF

cat >> $rootfs/etc/modules << EOF
echo vchiq
snd_bcm2835
EOF

LC_ALL=C chroot $rootfs /usr/bin/apt-get update
LC_ALL=C chroot $rootfs /usr/bin/apt-get -y --force-yes install binutils kmod
LC_ALL=C chroot $rootfs 
/usr/bin/apt-get -y --force-yes install apt-utils dialog locales
&& dpkg-reconfigure locales && dpkg-reconfigure tzdata
LC_ALL=C chroot $rootfs 
/usr/bin/apt-get -y --force-yes install
dhcp3-client udev netbase ifupdown iproute ssh iputils-ping wget net-tools ntpdate vim less LC_ALL=C chroot $rootfs su -c "echo \"root:blankon\" | chpasswd" LC_ALL=C chroot $rootfs su -c "sed -i -e 's/KERNEL\!=\"eth\*|/KERNEL\!=\"/' /lib/udev/rules.d/75-persistent-net-generator.rules"
LC_ALL=C chroot $rootfs dpkg-reconfigure locales
LC_ALL=C chroot $rootfs dpkg-reconfigure tzdata

cat > $rootfs/etc/fstab << EOF
/dev/mmcblk0p2 / ext4 noatime,nodiratime  0  0
/dev/mmcblk0p1 /boot vfat defaults  0   0
EOF

Pasang Kernel

mount /dev/mmcblk0p1 $rootfs/boot
touch $rootfs/boot/start.elf
mkdir $rootfs/lib/modules
ROOT_PATH=$rootfs BOOT_PATH=$rootfs/boot rpi-update
echo "dwc_otg.lpm_enable=0 console=ttyAMA0,115200 kgdboc=ttyAMA0,115200 console=tty1 root=/dev/mmcblk0p2 rootfstype=ext4 rootwait" > $rootfs/boot/cmdline.txt

Bonus: Menambah Satu Pengguna

LC_ALL=C chroot $rootfs 
/usr/bin/apt-get -y --force-yes install
sudo LC_ALL=C chroot $rootfs addgroup blankon LC_ALL=C chroot $rootfs chroot $rootfs useradd blankon -g blankon -G adm,disk,sudo,audio,video,plugdev -m LC_ALL=C chroot $rootfs su -c "echo \"blankon:blankon\" | chpasswd"

Bersih-bersih

LC_ALL=C chroot $rootfs /usr/bin/apt-get clean
umount $rootfs/boot
umount $rootfs/dev/pts
umount $rootfs/proc
umount $rootfs
sync

Beres

Colok ke Raspberry Pi dan berharap tidak ada masalah.

BlankOn dan Raspberry Pi

BlankOn dan Raspberry Pi

Tulisan ini ditulis sambil menunggu kompilasi. Kalau seperti tidak niat menulis, mohon maaf karena saya juga hendak menulis sekenanya saja. Mungkin nanti saya tambahkan tautan dan tulisan lebih sempurna.

Pertama-tama, ingatkan saya untuk tidak menggunakan SD Card di bawah kelas 10. Lama sekali memasang sistem. Setelah dipasang, belum tentu jalan. Saya salah satu korbannya.

Setelah stres mengganti-ganti SD Card,  tetap saja Raspberry gagal dijalankan. Saya sudah suntuk. Maklum, nampaknya repositori BlankOn belum lengkap dan skrip debootstrap yang saya miliki tidak memasang sistem dengan sempurna. Hal ini mengakibatkan saya harus secara langsung menyunting sistem.

Berhubung rumit dan harus kasus per kasus, saya tidak jadi menulis pengalaman saya menggunakan repositori murni BlankOn. Namun, tadi malam setelah saya jalan-jalan sebentar, saya baru menyadari kesalahan saya. Saya terlalu bernafsu untuk membuat sistem dengan:

  • Partisi utama menggunakan NILFS2. Hal ini karena NILFS2 lebih efisien dibandingkan dengan ext4. (noatime dan nodiratime tentunya)
  • Arsitektur yang dipakai adalah ARMHF, sebuah arsitektur yang telah memanfaatkan prosesor floating point terpisah. Selama ini, prosesor ARM dipakai juga untuk operasi floating point (soft floating point/ARMEL). Padahal, di dalam perangkat keras sudah tersedia sebuah instruksi tambahan untuk menghitungnya.

Nah, dari hasil perenungan saya, saya baru sadar bahwa saya menggunakan kernel yang dibangun dengan arsitektur ARMEL. Aih, pantas saja selalu gagal! Bikin tidak bisa tidur… 🙁

Karena itu, sekarang saya hendak membangun infrastruktur ARMHF yang bisa dipakai untuk membangun paket-paket yang terhilang. Saya kali ini membangunnya dari Raspbian. Saya lihat BlankBerry Rote pun dibangun dari Raspbian.

Ih, curang… 🙂

Saya kira dibangun dari repositori BlankOn. Ternyata dibangun dari repositori Raspberry dan repositori lokal (192.168.x.x) yang sepertinya berisi paket-paket BlankOn yang masih dalam pengembangan dan tidak tersedia di dalam repositori BlankOn.

Ya, begitulah. Setelah gagal seharian membangun sistem sendiri dengan debootstrap, saya pun memasang BlankBerry yang sudah jadi. Dari situ baru saya menemukan kesalahan saya.

Nampaknya pula, BlankBerry yang sudah jadi tidak kompatibel dengan repostori BlankOn yang ARMHF. Saya memasang openssh-server dan mengalami kerusakan segmentasi. Nampaknya saya harus kembali memasang.

Yak, semoga saya tidak malas untuk mendokumentasikan perjalanan saya. Kembali mengoprek… 🙂

Bonus: Cicip BlankBerry Bagi yang Punya Raspberry Pi

Saat ini tutorial di wiki BlankOn hanya bagi yang menggunakan QEmu. Buat yang beruntung telah mendapatkan Raspberry Pi, saya memiliki cara untuk memasang BlankBerry.

Alat-alat yang dibutuhkan

  • XZ Utils
    sudo apt-get install xz-utils
  • gparted
    sudo apt-get install gparted

Caranya

Unduh: (pilih versi terbaru)

$ wget http://kambing.ui.ac.id/pub/blankon/blankberry/rote/blankberry-rote-armhf-20120827-01.img.xz

Taruh ke dalam SD Card:

$ xzcat blankberry-rote-armhf-20120827-01.img.xz > /dev/mmcblk0

Saya asumsikan bahwa itu nama driver ruang penyimpan Anda. Ingat! Taruhnya di ruang utama Anda, bukan di sebuah partisi.

Anda sudah salam orang tua, cuci piring, atau menyapu rumah?

Setelah melakukan hal-hal trivial dan transfer image ke dalam SD Card, Anda dapat memodifikasi partisi SD Card Anda. Secara baku, BlankBerry mengandung dua partisi: 64MB partisi dan sebuah partisi ext4 berisi 1,6 GB Blankon.

Jika Anda memiliki SD Card berukuran lebih dari 2 GB, terdapat banyak ruang mubazir. Untuk itu, Anda dapat mengubah partisi dengan GUI:

$ sudo gparted /dev/mmcblk0

Tinggal digeser-geser sesuai selera. Saya sendiri menambahkan partisi ketiga, yakni partisi swap. Lumayan, jargon ruang swap dua kali besar memori kembali terngiang.

Yak, setelah itu selesai, tinggal ditaruh ke BlankBerry.

Selanjutnya: Proses instalasi dengan menggunakan repositori BlankOn.  (Mungkin) 🙂

Java 8 Early Access Pada BlankOn 8
Blankon dan JDK8.

Java 8 Early Access Pada BlankOn 8

Blankon dan JDK8.

Beberapa alasan yang saya pikirkan untuk mencoba Java8:

  • Tulisan Milisdad yang memasang JDK8 pada Linux Mint.
  • Project Jigsaw akhirnya diterapkan! Proyek ini adalah sebuah usaha untuk memodularisasi Java sehingga JVM hanya menjalankan modul-modul yang diperlukan.
  • Operasi Lambda diterapkan. (Functional programming, anyone?)
  • Saya bosan karena ternyata Raspberry butuh monitor HDMI. Padahal, saya sudah berhasrat untuk begadang.

Yah, sebenarnya karena saya bosan. 🙂

Langsung Saja!

Ternyata caranya ada di sini pada bagian Debian. Yaaaa…. ternyata segampang itu. sedih

su - 
echo "deb http://ppa.launchpad.net/webupd8team/java/ubuntu precise main" > /etc/apt/sources.list.d/webupd8team-java.list 
echo "deb-src http://ppa.launchpad.net/webupd8team/java/ubuntu precise main" >> /etc/apt/sources.list.d/webupd8team-java.list 
apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys EEA14886 
apt-get update 
apt-get install oracle-java8-installer  
exit
Bertahan Hidup Tanpa Network Manager

Bertahan Hidup Tanpa Network Manager

TL;DR

$ sudo iwlist wlan0 scan
$ sudo iwconfig wlan0 essid "Hotspot - UI, Balairung Selatan"
$ sudo dhclient wlan0

Versi Lengkap (Bonus RFKILL)

Tadi malam saya melakukan kesilapan dengan membuang paket Network Manager. Saya baru sadar setelah menjalankan ulang laptop. Akibatnya, laptop BlankOn Rote saya tidak dapat terhubung ke dalam  jaringan bergerak.

Tapi, tunggu dulu! Ternyata bisa dilakukan dengan sekumpulan perintah sederhana.

Kartu Jaringan (Opsional)

Ini tidak perlu dilakukan. Tetapi,  terkadang kita suka menonaktifkan tombol Wireless di laptop sehingga perangkat nonaktif. Cara paling cepat, sih, biasanya saya menjalankan ulang laptop dengan tombol Wireless menyala.

Mengetahui kartu jaringan mana yang buat jaringan bergerak

$ sudo iwconfig

Melihat status fisik kartu jaringan yang ada:

$ sudo rfkill list

Contoh punya saya:

$ sudo rfkill list
0: ideapad_wlan: Wireless LAN
    Soft blocked: no
    Hard blocked: no
1: ideapad_bluetooth: Bluetooth
    Soft blocked: yes
    Hard blocked: no
2: phy0: Wireless LAN
    Soft blocked: no
    Hard blocked: no

Mengaktifkan kartu jaringan:

$ rfkill unblock 2

Ganti 2 dengan kartu jaringan bergerak Anda (Kalau saya phy0, Intel Wireless).

Jaringan Bergerak

Mencari jaringan bergerak

$ sudo iwlist wlan0 scan

Kalau wlan0 tidak disebutkan, semua antarmuka jaringan akan dicari satu persatu oleh iwlist. Kebetulan kartu jaringan saya wlan0, jadi saya tak perlu mencari antarmuka yang lain.

Biar lebih sederhana, kita cukup mencari ESSID yang mau kita cari. Informasi yang lainnya tak perlu disertakan. Contohnya:

$ sudo iwlist wlan0 scan | grep ESSID
                    ESSID:"Hotspot - UI, Balairung Selatan"
                    ESSID:"CISCO-DLTT-8"
                    ESSID:"HotSpot - UI"
                    ESSID:"HotSpot-UI, Area Perpus-Lt.2-2"
                    ESSID:"HotSpot - UI"
                    ESSID:"EnGenius8B4A00"

Terhubung ke Titik Akses/ESSID/Router Jaringan Bergerak

Saya berada di Balairung UI. Untuk itu, saya memilih titik akses terdekat.

$ sudo iwconfig wlan0 essid "Hotspot - UI, Balairung Selatan"

Dapatkan IP

Setelah terhubung, saatnya mendapatkan informasi IP, DNS, dan segala macam. Gunakan klien DHCP.

$ sudo dhclient wlan0

Selesai

Buka peramban atau buka terminal dan pasang Network Manager. Ha… ha… ha….

Steam Pada Blankon 8
Steam pada BlankOn 8

Steam Pada Blankon 8

Steam pada BlankOn 8

Steam pada BlankOn 8

Saya bukannya tim PR-nya Valve. Tapi, niat mereka untuk serius masuk ke GNU/Linux membuat saya membuka akun di Steam. Saya bahkan membeli satu pak permainan.

Sambil menunggu Steam versi GNU/Linux, saya pun memasang versi Windoze di laptop. Baiknya Valve, mereka menyediakan sebuah halaman Wiki tentang cara memasang Steam di GNU/Linux.

Berikut perjalanan saya memasang Steam.

Memasang WINE

Sejujurnya, Steam saya sudah terpasang di GNU/Linux melalui 12.04 saya. Dia terpasang pada direktori “

~/.local/share/wineprefixes/steam

“. Saya belum sempat memasang ulang Steam.

Di Blankon 8 ada dua buah versi Wine, Wine 1.4.1-2 sebagai versi stabil dan versi 1.5.6-2 sebagai versi tidak stabil. Untuk kasus kali ini, saya lebih menyukai versi terbaru. Dengan versi ini, seharusnya banyak trik yang telah dipasang agar aplikasi dapat berjalan. Intinya, saya memasang:

$ sudo apt-get install wine-unstable

Aplikasi Pembantu

Ada dua aplikasi pembantu yang memasang paket-paket yang dibutuhkan agar Wine dapat menjalankan aplikasi dengan baik. Ada dua yang saya tahu:

PlayOnLinux menggunakan GUI sebagai latar. Ia memasang Wine versi tersendiri. Sedangkan winetricks merupakan sekumpulan skrip untuk memasang aplikasi-aplikasi populer. Rasanya menjadi peretas itu tidak enak bila memakai GUI. Jadi, saya memilihwinetricks.Cara pasang:

$ sudo apt-get install winetricks

Yak, begitu saja. Selanjutnya, mari kita memasang Steam

Pasang Steam

Yang membuat saya terkejut adalah ternyata cara pasangnya sangat gampang. Begitu gampangnya sehingga saya memanjangkan paragraf ini supaya tulisan ini tidak terlalu sedikit. Maaf, sebenarnya Anda tidak perlu membaca paragraf ini. 🙂

Cara pasang:

$ winetricks steam

Yak, cuma segitu saja dan nantinya Wine akan memasang tautan di laman depan.

Memindahkan Steamapps ke Partisi Terbesar

Jujur saja, masalah saya sebagai berikut:

$ df -h
Sistem Berkas                       Besar   Isi  Sisa Isi% Dipasang di
rootfs                               5,0G  4,6G  485M  91% /
udev                                  10M     0   10M   0% /dev
tmpfs                                202M  700K  201M   1% /run
/dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid    5,0G  4,6G  485M  91% /
tmpfs                                5,0M  4,0K  5,0M   1% /run/lock
tmpfs                                404M  5,0M  399M   2% /run/shm
/dev/mapper/Linux_LVM-Linux_Dokumen   43G   42G  276M 100% /home
/dev/sda5                             40G   37G  3,0G  93% /media/doCum3nt

Ruang partisi rumah saya sudah penuh. Untungnya, menurut WIKI, aplikasi-aplikasi Steam dapat dipindah ke partisi lain dan di GNU/Linux tinggal membuat sebuah tautan dari instalasi Steam ke partisi tersebut.

Singkat cerita, saya memindahkan “steamapps” ke partisi lain. Namanya memang agak 4lay, karena laptop ini pernah dipakai seseorang. Intinya, 1) buat direktori; 2) pindahkan steamapps ke sana; dan 3) profit! 🙂

Saya asumsikan bahwa partisi yang memiliki ruang cukup besar dipasang di “/media/doCum3nt”. Lalu, saya menggunakan winetricks memasang Steam di direktori rumah saya, “/home/jp”. Berikut caranya:

$ export STEAMAPPS_DIR="/media/doCum3nt/steamapps"
$ export STEAMAPPS_WINE_DIR="/home/jp/.local/share/wineprefixes/steam/drive_c/Program Files/Steam/steamapps"
$ mkdir $STEAMAPPS_DIR
$ mv $STEAMAPPS_WINE_DIR/* $STEAMAPPS_DIR
$ sudo mount -o bind $STEAMAPPS_DIR $STEAMAPPS_WINE_DIR

Ganti “$STEAMAPPS_DIR” dan “$STEAMAPPS_WINE_DIR” dengan lokasi yang ada pada komputer Anda. Saya menggunakan tautan keras, tapi bisa juga membuat tautan simbolik (tautan lunak/symlink).

Pengalaman Bermain

Steam mendeteksi kartu grafik yang dipakai. Namun, berhubung driver-nya versi GNU/Linux, dia memberikan peringatan.

Steam Peringatkan Driver tidak Dikenali

Steam Peringatkan Driver tidak Dikenali

Seperti Anda lihat, kartu grafis saya ternyata cuma bisa memainkan Half Life, Counter Strike, dan beberapa permainan kecil lainnya. Weleh, perlu segera memberi komputer baru. Yang pasti,driverBlankOn dapat memainkan permainan saya dengan baik.

Kudos buat pengembang BlankOn!

Read More

BlankOn 8 Pasca Debootstrap
Menu Manokwari berubah! :)

BlankOn 8 Pasca Debootstrap

Yak, setelah selesai memasang BlankOn 8 pada laptop saya, saya pertama-tama kagum. Namun, seperti saya bilang, ternyata ada beberapa hal yang perlu dipermak agar memenuhi kebutuhan saya.

Manokwari Tanpa

Entah mungkin paket “blankon-desktop” tidak lengkap, atau ada paket meta lain yang seharusnya dipasang, BlankOn saya ada beberapa kekurangan.

Manokwari Tanpa Konfigurator Dasar

Saya bingung dengan BlankOn Tweak. Saya cuma ingin mengubah tematik, huruf, dan jumlah Ruang kerja Metacity. Ya, sudah, saya coba untuk memasang perkakas yang sudah saya ketahui.

Untuk konfigurator Gnome3, Gnome Tweak Tool jawaban. Untuk konfigurator tematik yang agak baik, gunakan “lxappearance”. Untuk semacam Regedit, saya menggunakan GConf Editor.

$ sudo apt-get install gnome-tweak-tool lxappearance gconf-editor

Yak, itu sudah cukup.

Manokwari Tanpa Peluncur Aplikasi

Saya mendapati bahwa Manokwari tidak memiliki peluncur aplikasi (ALT+F2 atau META+R). Ya, ampun, mana pintasan global (global binding) tidak berfungsi pula. Saya terbiasa memakai papan ketik dan absennya pintasan global amat mengganggu.

Untungnya, Pattimura telah membuat saya tergila-gila dengan Synapse. Itu, loh, peluncur aplikasi yang kontekstual yang bikin tambah malas pindah ke Windoze. Ya, sudah, saya pun memasang itu:

$ sudo apt-get install synapse

Jadi, deh:

Synapse terpasang di Manokwari

Synapse terpasang di Manokwari. Tematik Virgillio

Gatal Ganti Tematik Menu Manokwari

Saya gatal mendengar bahwa Manokwari terdiri dari HTML5. Dan ternyata, benar! Menu itu disusun berdasarkan CSS. Serunya, seperti kecurigaan saya, Manokwari memasang sebuah gambar sebagai latar.

Berkas-berkas Manokwari ada di direktori

 /usr/lib/manokwari/system/

Yeah! Berkasnya cukup sederhana. Namun, sayang seribu sayang, saya sedang mencetak kartu mahasiswa baru, jadi saya belum bisa berbuat macam-macam. Jangankan ngoprek, tidur pun kurang.

Ahem, kembali dari curcol tidak jelas. Saya pun sekedar iseng dapat gambar bagus dari blog Kepak Garuda. Bermodalkan GIMP dan perkakas cap yang dimilikinya, beserta beberapa hal yang lain, jadilah gambar ini:

texture.jpg

texture.jpg silakan ikuti tautan untuk mengunduh yang asli.

Gambar itu kemudian ditimpa ke gambar asli menu Manokwari. Anggap bahwa gambar hasil suntingan ditaruh di “/tmp”. Maka caranya:

$ cd /usr/lib/manokwari/system/
$ sudo mv texture.jpg texture.jpg.orig
$ sudo mv /tmp/texture.jpg .

Setelah ditaruh gambarnya, muat ulang Manokwari. Dari referensi di Internet, sepertinya kita harus keluar lalu masuk kembali. Saya termasuk orang yang malas menunggu, jadi saya coba ingat dari kepala dan menemukan dalam ingatan bahwa desktop manager dijalankan oleh gnome-session. Jadi, kalau proses Manokwari dibunuh, dia pasti dibangkitkan kembali.

$ killall manokwari

Dan, menu pun berubah menjadi:

Menu Manokwari

Menu Manokwari berubah! 🙂

Memasang dan Membuang Aplikasi

Menurut saya, Totem itu aplikasi paling menyusahkan. Kodek banyak yang tidak terpasang dan sulit sekali untuk mengonfigurasi karena pengembang GNOME menganggap bahwa kita orang idiot yang tidak perlu opsi-opsi yang lengkap.

Yang kedua, saya sebenarnya menyukai Audacious. Namun, entah sejak versi berapa, Audacious tidak lagi bisa memainkan Musepack. Galat di FFAudio bla… bla… bla…. Dengan berat hati, saya berpindah ke lain hati.

Untuk menggantikan Totem, saya memilih VLC. Untuk menggantikan Audacious, saya menggunakan Clementine.

$ sudo apt-get remove totem audacious
$ sudo apt-get install vlc clementine

Untuk acara bakar-bakar CD, saya memasang “sound-juicer”. Lalu, untuk menjalankan Steam, seperti biasa saya memasang Wine. Saya masih menunggu versi GNU/Linux yang katanya akan segera keluar. Berhubung saya sudah beli beberapa permainan.

$ sudo apt-get install wine sound-juicer

Kesimpulan

Aduh sudah malam dan saya sudah tidak kuat. Nanti lagi saya coba ubek-ubek lagi Manokwari. Aplikasi ini sangat menarik.

Bangsa ini membanggakan karena memiliki pengembang-pengembang BlankOn dan Manokwari. Merdeka!

Debootstrap Blankon 8.0

Debootstrap Blankon 8.0

BlankOn Glow On The Dark

Saya mengunduh dan memasang berkas paket debian debootstrap dari repositori BlankOn di Kambing (versi 1.0.42 saat penulisan). Sayangnya, paket deboostrap tersebut tidak mengandung BlankOn. Tidak terima dengan keadaan itu, saya pun mencari berkas konfigurasi Rote. Saya sudah menghapus satu partisi penting dengan iman teguh bahwa  Rote sudah tersedia. Harus!

Dari daftar perubahan, nampak bahwa skrip Rote merupakan sebuah symlink dari Ombilin. Yak, saya pun berbinar-binar. Berikut cara pasang Rote ala saya.

Lengkapi Skrip Debootstrap Rote

Pertama, pasang deboostrap:

$ sudo apt-get install debootstrap

Kedua, unduh skrip Ombilin dan buat symlink Rote ke berkas Ombilin tersebut.

$ wget http://dev.blankonlinux.or.id/export/rote%2Cdebootstrap%2C29/rote/debootstrap/scripts/ombilin
$ sudo mv ombilin /usr/share/debootstrap/scripts
$ sudo ln -s /usr/share/debootstrap/scripts/ombilin /usr/share/debootstrap/scripts/rote

Ya, begitu, deh. Dengan ini, kita sudah siap memasang Rote dengan skrip baru. Asumsi saya, sebuah partisi kosong telah dikaitkan ke “/mnt”.

Debootstrap Seperti Biasa (Tidak Juga, Sih)

Saat penulisan, menggunakan repositori Kambing terjadi kegagalan dengan pesan sebagai berikut:

E: Couldn't download packages: libdb5.1

Malas juga mensinkron ulang Kambing. Apalagi ini sudah malam, Kambing biasanya lagi sinkron dengan banyak repositori. Ya, sudah, saya menggunakan repositori utama BlankOn:

$ sudo debootstrap rote /mnt http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon/

Setelah selesai, seperti biasa kaitkan beberapa direktori khusus:

$ sudo mount -o bind /dev /mnt/dev
$ sudo mount -t proc none /mnt/proc
$ sudo mount -t sysfs none /mnt/sys
$ sudo mount -t devpts none /mnt/dev/pts

Yak, selanjutnya tinggal pasang-pasang.

Pasang-pasang

Eh, iya, lupa… masuk dulu:

$ sudo chroot /mnt /bin/bash

Pada saat penulisan ini, paket “blankon-desktop” tidak dapat terpasang karena membutuhkan paket-paket di luar repositori “main”. Ini wajar, karena berbeda dengan Ubuntu, Debian memutuskan untuk tidak memasukkan paket-paket firmware perangkat keras yang tidak bebas ke repositori utama. Mungkin karena Rote baru saja transisi dari Ubuntu ke Debian, maka berkas-berkas demikian tidak disunting terlebih dahulu.

Hey, sebuah desktop yang keren bukan berarti sudah sempurna. Mungkin di rilis berikutnya akan lebih sempurna. Sekarang saja sudah keren, apa lagi nanti? 🙂

Ya, sudah, saya tambahkan saja beberapa repositori sekaligus. Saya menggunakan Kambing baru kalau tak ada mencari ke Arsip Blankon. Itu sebabnya, Kambing di urutan pertama. Ini isi “sources.list” saya:

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon rote main restricted extras extras-restricted
deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon rote main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon rote-security main restricted extras extras-restricted
deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon rote-security main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon rote-updates main restricted extras extras-restricted
deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon rote-updates main restricted extras extras-restricted

Yak, perbaharui daftar paket:

# apt-get update

Pasang BlankOn:

# apt-get install blankon-desktop

Yak, pada tahap ini saatnya menyapa anak, kekasih, atau orang tua Anda. Sudahkah Anda bersosialisasi hari ini?

Pasang Paket-paket Penting

Kernel

Ada “linux-image-generic” atau “linux-image-686”. Kalau yang pertama bakal memasang kernel versi 3.0 dan terakhir memasang 3.2. Saya lebih suka kernel terbaru, apalagi ada regresi pengaturan daya di kernel-kernel terdahulu.

# apt-get install linux-image-686

Ada 24,8 MB paket yang hendak diunduh. Santai lagi….

Perkakas Sistemberkas

Yak, saya menggunakan LVM2 dan ReiserFS. Jadi, saya perlu menambahkan keduanya:

# sudo apt-get install reiserfsprogs lvm2

Saya tidak yakin apa perlu memasang “ntfs-3g” untuk membaca partisi NTFS. Nanti saja. Saya memiliki skema partisi LVM, jadi agak ribet. Mungkin Anda memiliki satu partisi khusus yang berdedikasi sehingga proses ini tidak perlu dilakukan.

Persiapan Untuk Menyalakan Ulang Komputer

Keluar dari CHROOT

Keluar dari “chroot” dan lepas semua kaitan.

# exit
$ sudo umount /mnt/proc
$ sudo umount /mnt/sys
$ sudo umount /mnt/dev/pts
$ sudo umount /mnt/dev
$ sudo umount /mnt

Saya tetap memilih GNU/Linux Ubuntu 12.04 saya sebagai sistem operasi utama. Jadi, saya perlu mengonfigurasi ulang GRUB2 saya:

$ sudo dpkg-reconfigure grup-pc

Yak, tinggal “next”-“next” saja.  Nanti pengonfigurasi akan menemukan partisi BlankOn dan entri GRUB-nya.

Dunia Tak Seindah Itu Tapi Bersyukurlah

Yak, ternyata ada konfigurasi-konfigurasi tambahan yang harus digunakan. Beberapa paket sepertinya harus dipasang. Yang pasti, shortcut tidak berfungsi di Manokwari. Namun, saya terkagum-kagum betapa cepatnya BlankOn dari posisi mati ke DM. Wow!

Kudos buat pengembang. Saya masih ingin eksplorasi lagi, tapi mata sudah berat. Ini sudah jam setengah tiga pagi. Caw!

Skrinsut BlankOn

Skrinsut BlankOn minimalis belum diperlakukan. 🙂

:%s/pattimura/rote/g

:%s/pattimura/rote/g

Berhubung Jahitan 5 sudah keluar, saya memutuskan untuk memperbaharui sistem ke Rote. Saya belum mencoba 12.04 karena saya pikir semua orang punya waktu untuk itu. Lagipula, saya lebih suka BlankOn.

Omong-omong, saya tidak menyarankan metode saya karena ini memerlukan pengetahuan apt-get dan cari-mencari paket.

Catatan:

  1. Perubahan merek Blankon menjadi BlankOn, dari blangkon hijau menjadi lambang 01 agar lebih universal.
  2. Penggunaan Manokwari.
  3. Kernel dan semua versi lebih baru. [Captain Obvious]

Catatan Kekurangan:

  1. Tidak tersedia skrip debootstrap sehingga agak sulit diuji di sistem baru (virtual atau partisi lain).
  2. Tidak jelas ini berdasarkan Ubuntu versi berapa akibatnya PPA saya masih Lucid. Bahkan, ada yang saya matikan agar tidak bentrok. Informasi tidak tersedia di situs Blankon. Saya tidak tahu harus memanfaatkan PPA yang mana.

Catatan Tambahan:

  1. Tambahkan arsip.blankonlinux.or.id karena suka ada berkas yang belum tersinkron.

Setelah memperbaharui:

  1. GNOME kosong dengan panel BlankOn.
  2. GDM pindah ke versi 3.
  3. Paket “blankon-desktop” tidak dapat terpasang.
  4. Paket “blankon-desktop-desktop” membutuhkan paket dari Pattimura.
  5. GNOME sepertinya kehilangan tematik BlankOn.
Mengapa ini terjadi?
  1. Sistem ini sudah dari Blankon versi 4/5, sudah banyak konfigurasi.
  2. Paket virtual untuk memasang BlankOn belum lengkap.
  3. SIstem tercampur PPA, do-release-upgrade tidak berjalan.
  4. Modal nekat…. 🙂
Ya, sudah. Berhubung sistem hancur, saya pindah ke Kubuntu 12.04 sambil menunggu Rote rilis. Toh, hanya sejauh pindah repo dan pasang-memasang. Berhubung KAMBING hanya tinggal ngesot ke sebelah. Ha… ha… ha….
Omong-omong, BlankOn Pattimura memang solid. Rasanya kalau tidak gatal, sebaiknya tetap di versi itu. Kudos buat pengembang BlankOn.
Memasang Ubuntu Precise dari BlankOn Pattimura

Memasang Ubuntu Precise dari BlankOn Pattimura

TL;DR

Inti dari tulisan ini adalah memasang menggunakan debootstrap. Ada beberapa alasan yang menyebabkan memasang Ubuntu Precise dengan menggunakan metode ini. Kalau saya:

  1. Saya menggunakan LVM dan CD pemasang Ubuntu tidak mendukung LVM.
  2. Saya suka menggunakan debootstrap.
  3. Beberapa konfigurasi dasar di BlankOn disalin oleh debootstrap sehingga saya terbantu.
  4. Saya ingin mencoba yang baru dan proses ini mengedukasi saya.
  5. Saya kurang kerjaan dan pengen iseng-iseng.

Persiapan Sebelum Debootstrap

Ada beberapa langkah persiapan:

  1. Memasang paket debootstrap dari Ubuntu Precise.
  2. Mempersiapkan partisi yang dibutuhkan.

Memasang Paket Debootstrap dari Ubuntu Precise

Paket debootstrap dari Pattimura belum memuat Precise. Untuk itu, kita perlu memasangnya dari repositori Precise. Hal ini bisa dilakukan karena debootstrap dapat dipasang di semua arsitektur (arch=All). Anda dapat mengunduh sendiri lalu menggunakan dpkg atau cukup klik tautan ini di peramban Anda agar otomatis terpasang. Kalau saya, sih, memilih cara yang kedua. 🙂

Mempersiapkan Partisi

Saya asumsikan partisi telah tersedia. Dalam contoh saya, saya memberi partisi sebagai “/dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid”. Biasalah, sebelumnya saya coba-coba Ubuntu Lucid. Biar afdol, format dengan sistemberkas kesukaan: [Hati-hati, perintah ini menghapus isi partisi. PASTIKAN TIDAK ADA DATA PENTING]

$ sudo mkfs.reiserfs /dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid -l "Ubuntu 12.04"

Saya suka sekali memberi label pada setiap partisi. Praktik ini sangat berguna bila Anda bekerja di Pusat Data dan melibatkan banyak partisi. Kali ini saya memberi label “Ubuntu 12.04” untuk membedakan Pattimura dengan Precise.

Lanjut Debootstrap

Lakukan langkah-langkah yang biasa dilakukan saat debootstrap, yakni:

  1. Mengaitkan (mount) partisi yang mau dipakai ke sebuah direktori.
  2. Melakukan debootstrap ke direktori tersebut.
  3. Mengaitkan sistemberkas khusus ke sub-sub direktori yang diperlukan.

Mengaitkan Partisi

Kaitkan partisi yang telah dipersiapkan ke sebuah direktori kosong; saya menggunakan “/mnt”:

$ sudo mount /dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid /mnt/

Pasang Paket Dasar Ubuntu

Memasang paket-paket dasar Ubuntu Precise dengan debootstrap.

sudo debootstrap precise /mnt/ http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/

Kaitkan Sistemberkas Khusus

Sebelum melakukan modifikasi lebih lanjut, pasang sistemberkas khusus. Hal ini diperlukan karena ada beberapa paket yang membutuhkan informasi kernel yang berjalan. Mereka memerlukan akses ke perangkat keras agar dapat terpasang dengan baik. Untuk itu, ada tiga buah sistemberkas khusus yang diperlukan:

dev
Dulu ada sistemberkas devfs yang mengonfigurasi direktori dev. Lalu ada juga skrip MAKEDEV yang mengisi direktori tersebut dengan berkas-berkas khusus. Sekarang, kita hanya perlu menautkan /dev saja karena sistem modern sudah menggunakan udev.
devpts
Sistem berkas ini digunakan untuk mengemulasi lingkungan terminal. Biasanya digunakan oleh XTerm, SSHd, dan bahkan aplikasi pemaket Debian untuk membaca terminal.
proc
Sistemberkas ini berisi informasi kernel. Informasi itu misalnya proses yang berjalan dan propertinya, sistemberkas yang terpasang, dan lain sebagainya.
sysfs
Sysfs adalah sebuah sistem berkas yang disediakan untuk aplikasi-aplikasi dapat mengakses perangkat-perangkat keras yang ada.

Mari pasang keempat sistemberkas tersebut:

$ sudo mount /dev/ /mnt/dev -o bind
$ sudo mount none /mnt/dev/pts -t devpts
$ sudo mount none /mnt/proc -t proc
$ sudo mount none /mnt/sys -t sysfs

Partisi “/mnt” sampai saat ini telah siap untuk digunakan sebagai partisi utama (root partition).

Masuk Ke Direktori Tersebut

Mari masuk ke direktori tersebut untuk konfigurasi lebih lanjut. Untuk masuk, digunakan chroot yang mengemulasi lingkungan konsol dengan menjadikan sebuah direktori menjadi lingkungan tersendiri. Lingkungan yang berjalan tergantung direktori tersebut. Banyak sistem operasi baru (termasuk Ubuntu) menggunakan Dash dari pada BASH sebagai program konsolnya. Kebetulan saya lebih suka BASH.

Mari masuk ke lingkungan sistem baru kita dengan menggunakan BASH yang terpasang di sana.

$ sudo chroot /mnt /bin/bash

Pemasangan Lingkungan Dasar

Ada beberapa langkah untuk memasang Precise:

  1. Mempersiapkan repositori (opsional karena yang utama ditambahkan otomatis oleh debootstrap).
  2. Memasang dukungan Bahasa Indonesia
  3. Mengonfigurasi waktu sistem.
  4. Memasang perkakas sistem berkas.
  5. Memasang desktop.
  6. Menambah pengguna baru.
  7. Memasang kernel Linux.

Memasang Repositori Cadangan (Opsional)

Ubuntu Precise saat ini masih versi alfa. Artinya, banyak sekali perubahan yang terjadi sehingga repositori masih belum stabil. Perubahan-perubahan ini menyebabkan pencerminan lokal seperti Kambing dan Indika membutuhkan waktu lebih lama untuk sinkronisasi dengan repositori utama.

Kalau Anda memiliki akses Internet lumayan, silakan kunjungi daftar pencerminan Ubuntu dan periksa situs-situs yang Up-to-date. Saya memilih menggunakan situs dari Jepang, JAIST sebagai situs cermin tambahan.

Setelah memutuskan, saya menambahkan situs pencerminan tersebut ke berkas sources.list saya. Di dalam informasi tentang JAIST, saya ubah “Display sources.list entries for: ” menjadi “Precise (12.04)”.Lalu setelah itu saya menyalin dua baris di bawahnya yang berubah menjadi konfigurasi sources.list untuk Precise.

Langkah selanjutnya menambahkan dua baris tersebut ke sources.list. Saya tetap menggunakan Kambing sebagai situs utama, sehingga saya menambahkannya dua baris tersebut di akhir baris.

BONUS: Karena ViM belum terpasang, saya memberikan dua opsi untuk memasang repositori cadangan.

Cara L33t

Lakukan langkah berikut di dalam lingkungan chroot.

# cat >> /etc/apt/sources.list << PUTUS

deb http://ftp.jaist.ac.jp/pub/Linux/ubuntu/ precise main
deb-src http://ftp.jaist.ac.jp/pub/Linux/ubuntu/ precise main
PUTUS

Cara Biasa

Buka terminal satu lagi dan tambahkan dua baris entri deb dan deb-src tersebut.

$ sudo gedit /mnt/etc/apt/sources.list

Tambahkan dua entri setelah entri repositori utama dan simpan berkas tersebut.

Perbaharui Daftar Paket

Setelah masuk ke dalam lingkungan chroot, entah Anda memutuskan untuk menambah repositori atau tidak, jangan lupa memperbaharui daftar paket.

# apt-get update

Pasang Bahasa Indonesia

Sebagai seorang Indonesia, saya cinta Bahasa Indonesia. Saya lebih suka melihat kata “Sedang memproses pemicu untuk gnome-menus … ” dari pada versi bahasa Inggrisnya. Itu sebabnya, saya tidak ingin langkah ini opsional.

# apt-get install language-pack-id

Konfigurasi Waktu

Untuk mengonfigurasi waktu, lakukan langkah berikut:

# dpkg-reconfigure tzdata

Lalu pilih Asia.

Memilih Asia

Pilih Asia

kemudian Jakarta.

Memllih Jakarta.

Memilih Jakarta.

Untuk Anda yang berada di zona waktu selain Indonesia Barat (WIB), pilih Jayapura untuk Indonesia Timur (WIT) atau Makassar untuk Indonesia Tengah (WITA).

Memasang Perkakas Sistemberkas

Secara baku Ubuntu hanya memasang perkakas untuk EXT3, EXT4, NFS, CRAMFS, dan FAT32. Padahal, saya menggunakan LVM dan di atasnya terpasang ReiserFS. Agar sistem dapat digunakan saat nanti di-boot, saya harus memasang perkakas untuk LVM dan ReiserFS.

# apt-get install lvm2 reiserfsprogs

Mungkin jika Anda menggunakan XFS:

# apt-get install xfsprogs

Atau ada partisi NTFS:

# apt-get install ntfs-3g

Memasang Desktop

Sekarang saatnya memasang desktop Ubuntu. Anda bisa memasang Kubuntu, Lubuntu, Xubuntu, atau bahkan megonfigurasi sendiri. Tetapi, untuk kesederhanaan saya memilih untuk memasang yang baku dari Ubuntu.

# apt-get install ubuntu-desktop

Saat proses pemasangan ini berlangsung Anda jangan lupa ngopi, salam ke tetangga, ajak main anak Anda, atau lihat-lihat status gebetan di media sosial. Oh, sudah makan, belum?

Menambahkan Pengguna Baru

Tambahkan satu atau dua pengguna baru. Misalnya saya menambahkan satu pengguna baru:

# adduser jp
Menambhakan pengguna 'jp' ...
MEnambah grup baru /etc/skel' ...
Masukkan sandi lewat UNIX baru:
Masukkan ulang sandi lewar UNIX baru:
passwd: password updated successfully
Changing the user information for jp
Enter the new value, or press ENTER for the default
        Full Name []: Jan Peter Alexander Rajagukguk
        Room Number []:
        Work Phone []:
        Home Phone []:
        Other []:
Apakah informasi ini benar? [y/N] y

Tambahkan hak administrator kepada pengguna yang berhak. Misalnya akun saya.

# adduser jp sudo

Ubuntu Desktop sudah memasang sudo dan grup “sudo” otomatis ditambahkan sebagai grup administrator. Silakan cek dengan perintah “visudo” untuk mengetahui grup apa saja yang dikonfigurasi demikian.

Memasang Kernel

Langkah selanjutnya adalah memasang kernel. Saya pilih yang generik saja.

# apt-get install linux-image-generic

Proses pemasangan ini juga memasang GRUB PC (alias GRUB2). GRUB PC akan menanyakan partisi khusus yang hendak Anda pasang. Pilihkan cakram utama Anda, biasanya sih “/dev/sda”. Gunakan tombol panah atas dan bawah untuk navigasi. Tekan tombol spasi untuk memilih.

Pilih /dev/sda

Pilih /dev/sda (cakram keras utama)

Sampai tahap ini sistem sudah siap untuk digunakan. Selanjutnya kita akan bersih-bersih.

Bonus: Beberapa Langkah Tambahan

Saya menyertakan bonus untuk beberapa langkah tambahan untuk menyempurnakan pemasangan Precise ini, yakni:

  1. Memasang aplikasi-aplikasi dasar favorit.
  2. Memasang SSH.
  3. Mengonfigurasi direktori rumah (home) dan direktori lainnya.

Memasang Aplikasi Favorit

Saya suka memakai ViM.

# apt-get install vim

Memasang SSH

SSH server seringkali tidak dipasang, tetapi, saya suka mengakses laptop saya untuk menyalin berkas-berkas penting (misalnya anime, dokumen kantor, dll.) dari komputer lain.

# apt-get install ssh

Langkah berikut opsional, tetapi saya ingin agar konfigurasi SSH saya di BlankOn dan di Ubuntu ini sama. Untuk itu, buka jendela terminal lain dan salin berkas-berkas konfigurasi SSH.

$ sudo cp /etc/ssh/* /mnt/etc/ssh/

Saya lakukan ini supaya kunci SSH di BlankOn dan Ubuntu sama. Dengan ini kalau mau masuk dari mesin lain, klien tidak mencurigai kunci yang berbeda setiap kali berganti sistem operasi.

Mengonfigurasi Partisi Lain

Untuk lebih gampang, silakan gunakan GEdit untuk memodifikasi fstab. Misalnya, di terminal lain Anda gunakan perintah:

$ sudo gedit /etc/fstab /mnt/etc/fstab

Lihat baris mana saja yang perlu ditambahkan. Kecuali partisi dasar, yang lainnya tambahkan saja. Saya menambahkan partisi rumah ke dalam fstab. Kebetulan saya memisahkan partisi rumah “/home” ke dalam partisi yang berbeda.

Pembenahan Sebelum Masuk Ke Ubuntu

Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum komputer dinyalaulangkan untuk masuk ke dalam sistem baru.

Cara Malas

Langsung nyalaulangkan komputer Anda.

Cara Aang Anak Baik

Berikut langkah-langkah yang baik:

  1. Keluar dari lingkungan chroot dengan menekan tombol CTRL-D.
  2. Lepaskan kaitan sistemberkas yang telah kita pakai.oun
    $ umount /mnt/dev/pts /mnt/proc /mnt/sys /mnt/dev
  3. Baru nyalaulangkan komputer Anda.

Perbaikan Di Dalam Ubuntu Precise

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki:

  1. Dukungan Bahasa
  2. Entri GRUB untuk Opera

Dukungan Bahasa

Terus terang saya tidak tahu apa yang saya lakukan, karena Ubuntu ini versi masih alfa.

Saya masuk ke dalam Language Support dan memasang dukungan Bahasa Indonesia. Entah mengapa, Ubuntu malah memasang bahasa Inggris. Akhirnya, saya pancing dengan mengaktifkan bahasa Inggris dan memilih “Apply System-wide”. Kemudian, saya pilih Bahasa Indonesia dan Apply System-wide. Terakhir, saya membuang dukungan bahasa Inggris. Lalu saya menyalaulangkan Ubuntu saya.

Membetulkan GRUB

Saya ketika memasang Ubuntu Precise hanya menjumpai Ubuntu dan Windows XP saja pada entri GRUB. Untuk mendapatkan entri BlankOn, saya melakukan ini:

$ sudo dpkg-reconfigure grub-pc

Dan lanjutkan saja terus, nanti di akhir konfigurasi GRUB PC akan mencari kembali partisi-partisi yang ada sistem operasinya.

Sekian

Demikian adanya.

Ubuntu Baru

Ubuntu Baru Saya

Memasang LibreOffice 3.5 di BlankOn Pattimura

Memasang LibreOffice 3.5 di BlankOn Pattimura

LibreOffice 3.5 telah diluncurkan kemarin di hari Valentin! Beberapa fitur yang ditunggu-tunggu:

  • Impor dokumen Visio.
  • Diagram-diagram yang kompatibel dengan M$ Office.
  • Pemilihan huruf.
  • Semakin konsisten dengan perbaikan impor berkas RTF dan DOCX.

Untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi situsnya. Saya sendiri telah mengunduh dan mencobanya untuk membuka berkas presentasi Microsoft untuk DirectX 11 dari GameFest 2010 (tautan sengaja tak diberi). Saya adu dengan Microsoft Powerpoint Viewer dan menemukan bahwa keduanya cukup identik. Hanya beberapa animasi lebih bagus di MPV. Tetapi, keduanya memiliki penempatan yang sama. Saya jadi yakin untuk mengganti M$ Office di laptop ayah saya dengan LibreOffice. (Doakan saya biar adik saya tidak protes :P)

Mendapatkan LibreOffice

Untuk dapat memasang LibreOffice, kunjungi laman unduhan LibreOffice. Laman ini mendeteksi sistem operasi dan menyarankan berkas yang kita perlu. Saya ditawarkan 6 berkas instalasi, tetapi saya hanya mengambil 3 saja, yakni:

Untungnya KAMBING.ui.ac.id merupakan salah satu situs cermin LibreOffice, jadi mereka secara otomatis mengarahkan saya ke KAMBING.

Membuang yang lama

Supaya tidak bentrok, buang paket-paket yang lama

$ sudo apt-get remove openoffice-* libreoffice-*

Hati-hati, perintah ini membuang semua produk LibreOffice yang lama. Mohon diperiksa kalau-kalau ada paket aplikasi lain yang juga ikut terbuang akibat membuang LibreOffice. Hal ini dapat terjadi bila aplikasi tersebut membutuhkan LibreOffice/OpenOffice.org untuk berjalan.

Memasang LibreOffice

Buka berkas LibreOffice yang telah diunduh:

$ tar xvfz LibO_3.5.0_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz

Pasang semua berkas Debian:

$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_install-deb_en-US/DEBS/*.deb

Setelah itu pasang integrasi dengan desktop agar tercipta pintasan-pintasan di menu BlankOn:

$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_install-deb_en-US/DEBS/desktop-integration/libreoffice3.5-debian-menus_3.5-13_all.deb

Selanjutnya memasang dukungan Bahasa Indonesia.

Memasang dukungan Bahasa Indonesia

Buka berkas dukungan Bahasa Indonesia:

$ tar xvfz LibO_3.5.0_Linux_x86_langpack-deb_id.tar.gz

Pasang semua paket Debian:

$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_langpack-deb_id/DEBS/*.deb

Memasang berkas pertolongan edisi Bahasa Indonesia

Buka berkas pertolongan:

$ tar xvfz ~/Unduhan/LibreOffice/LibO_3.5.0_Linux_x86_helppack-deb_id.tar.gz

Pasang paket Debian:

$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_helppack-deb_id/DEBS/libobasis3.5-id-help_3.5.0-13_i386.deb

Selesai.

Terakhir

Berhubung ini baru saya pakai, saya belum dapat memberi tahu kesan apa yang timbul setelah menggunakan produk ini. Yang pasti, LibreOffice 3.3 besutan tim BlankOn sudah sangat membantu. Mungkin ini paket lebih dahsyat lagi.

Oh, iya, berhubung paket ini dipasang di “/opt/libreoffice3.5/”, Anda bisa saja tak perlu membuang paket yang ada. Tetapi, supaya tidak bingung, lebih baik dibuang salah satu.

Terakhir, berhubung LibreOffice merupakan aplikasi kritikal untuk banyak orang, bagi Anda yang bergantung penuh lebih baik menunggu tim pemaket BlankOn memaketkan aplikasi ini.

Selamat mencoba.

Koneksi ke WebPAM PROe

Koneksi ke WebPAM PROe

XServe memiliki aksesori JBOD (Just a Bunch Of Disks, sebuah server penyimpan besar) Promise VTrek E610F. Ia terhubung ke XServe dengan menggunakan dua koneksi fibre channel. VTrek menyediakan RAID 0, 1, 5, 6, 10, 15.

Nah, masalah muncul ketika kita butuh untuk mengonfigurasi VTrek. Hal ini terjadi misalnya karena iseng melepas salah satu cakram penyimpan lalu memasang lagi. Atau misalnya karena kita tidak suka dengan konfigurasi RAID yang ada. Atau kombinasi keduanya.

Untungnya VTrek menyediakan konsol manajemen berbasis web, WebPAM PROe. Untuk bisa terhubung ke sana, disarankan oleh manual bahwa konsol tersebut dan komputer harus terhubung ke switch. Artinya, kalau mau laptop kita terhubung langsung ke VTrek harus menggunakan kabel RJ45 silang (cross).

Setelah terhubung, ternyata DHCP tidak berjalan. Penasaran dengan itu, saya pun melihat XServe yang masih belum terkonfigurasi. Ia bisa menggunakan DHCP untuk terhubung ke WebPAM.

Dari hasil konsultasi  Mbah Gugel dan keberuntungan orang ganteng, saya akhirnya menemukan bahwa DHCP di OSX tidak standar. Ia menggunakan protokol Bonjour. Atau bahasa standarnya sekarang: Zeroconf.

Weleh, baru kali ini saya bersyukur AVAHI secara baku terpasang dan menyala di Debian/Ubuntu/Blankon. Tadinya saya bingung bagaimana cara mengonfigurasinya. Tetapi, ternyata di Blankon sudah gampang.

Koneksi ke VTrek

Klik kanan pada ikon Network Manager dan pilih Edit Connections.

Membuka Network Manager

Selanjutnya, buat profil koneksi baru dengan menekan tombol “Add” pada bagian “Wired”. Nanti muncul dialog profil baru. Di bagian “IPv4 Settings”,  ubah “Method” menjadi “Link-Local Only”. Biasakan untuk memberi nama profil koneksi. Saya menamakan “OSX Network”. Setelah selesai, simpan.

Profil Koneksi

Profil Koneksi

Setelah itu, kita bisa klik kanan dan mengaktifkan koneksi “OSX Network”. Sebagai informasi, ternyata mereka menggunakan IP lokal dengan netmask 255.255.0.0. Pertanyaannya adalah berapa alamat IP Trek?

Kata web, dia menggunakan alamat 10.0.0.1. Tetapi, itu Trek yang versi biasa sedangkan ini adalah Trek yang sudah dipaketkan khusus untuk XServe.

Untungnya, salah satu protokol Zeroconf adalah mDNS/DNS-SD. Yay! Ini lebih gampang dari yang dikira. Saya pun pergi ke konsol dan ketik:

$ avahi-browse -a
+   eth0 IPv6 rajagukguk-laptop [00:1b:38:9e:e2:1c]         Workstation          local
+   eth0 IPv4 rajagukguk-laptop [00:1b:38:9e:e2:1c]         Workstation          local
+   eth0 IPv6 rajagukguk-laptop                             Remote Disk Management local
+   eth0 IPv4 rajagukguk-laptop                             Remote Disk Management local
+   eth0 IPv4 Promise-VTrak-E610f-2000-0001-5561-0c04 [00:01:55:61:0c:04] Workstation          local
+   eth0 IPv4 Promise VTrak E610f 2000-0001-5561-0c04       Web Site             local
^CGot SIGINT, quitting.
Perintah Avahi untuk mendapatkan layanan yang ada di dalam jaringan ini mencari layanan dengan melakukan multicastke jaringan. Nah, perhatikan keluaran yang saya garis merah. Alamat VTrek adalah "Promise-VTrak-E610f-2000-0001-5561-0c04.local". Oh, iya, di akhir pencarian saya menekan CRTL+C untuk menghentikan pencarian.

Setelah itu, tinggal nyalakan Firefox dan pergi ke halaman WebPAM.

WebPAM PROe

WebPAM PROe