Category Archives

339 Articles
Pemasangan Oneplus 5: Bagian 2
Super Android, recharge!

Pemasangan Oneplus 5: Bagian 2

Pada bagian ini saya hendak menceritakan beberapa perkakas yang saya pasang untuk membantu saya.

Komponen Google

Ingat bahwa saya menghapus banyak aplikasi standar OOS? (Debloated)

Nampaknya, ada beberapa komponen Google yang harus ada supaya aplikasi dan penggunaan Oneplus maksimal.

  • Google. Nampaknya peluncur Oneplus dan komponen lainnya mengambil data dari API Google. Jadi, aplikasi ini terpasang secara baku.
  • GBoard. Saya suka dengan susunan tombol dari Google Keyboard.
  • GMail. Untuk mengakses surel yang diperlukan untuk spamming daftar ke banyak situs.
  • Google Calendar. Pengingat ulang tahun nomor wahid. Bisa rusak hubungan tanpa ini.
  • Google Drive. Setidaknya bisa melihat dokumen dengan ini.
  • Google Play Games. Mobile Legends menggunakan ini untuk menyimpan data. Apa? Anda pikir saya terlalu serius?
  • Google Text-to-speech (TTS). Penyedia NLP de facto di Android. Saya malas memasang yang alternatif. Teknologi TTS dibutuhkan untuk aplikasi yang menyebutkan sesuatu seperti nama jalan. Aplikasi Here MAPS yang saya gunakan butuh ini.
  • Snapseed. Untuk menjadi (mengemulasi diri seperti) anak gaul perlu banyak efek kamera yang komprehensif. Didukung dengan kamera yang prima, Snapseed menjadi perkakas utama untuk tampil prima di media sosial.

Komponen Magisk

Magisk adalah sebuah proyek baru yang mengimplementasi supersu, fungsi rooting di Android. Berikut adalah modul tambahan yang saya masukkan untuk membuat Oneplus 5 saya lebih berwarna:

  • Busybox for Android NDK. Seperti Google, aplikasi wajib.
  • F-Droid Privileged Extension. Aplikasi market yang memasang aplikasi FOSS.
  • Sony Music app Magisk Module. Saya pecinta Sony Ericsson dari zaman Z600 sampai terakhir Xperia Mini Pro. Berhubung tidak ada aplikasi musik pada ROM yang saya pasang, saya memilih aplikasi ini. Keunggulan dia adalah bisa memilih dari direktori atau pustaka. Plus, bisa mencari gambar album. Terakhir, menaruh lagu/album ke playlist.

Demikian.

 

 

Repositori Suri untuk PHP 7.1+

Repositori Suri untuk PHP 7.1+

Plessis mengumumkan bahwa dia sudah tidak mau lagi mengelola pemaketan PHP terbaru di Dotdeb. Dia kemudian menyarankan untuk menggunakan repositori dari Sury, seorang pengelola resmi pemaketan PHP dari Debian.

Karena Sury menggunakan HTTPS, jangan lupa pasang dulu transportasi HTTPS untuk APT:

Cara menambahkan:

Selesai. Secara baku, paket PHP yang dipilih adalah 7.1. Namun, Sury menyediakan juga untuk paket PHP 7.0.

Create A Database and Its Owner on PostgreSQL
PostgreSQL database

Create A Database and Its Owner on PostgreSQL

In MySQL, these are the chants:

On PostgreSQL, the chants are:

Very simple actually and Debian by default listen at localhost. Users can connect to its database via port 5432.

Of course, these chants are useful for developing apps. In Production, you should supply a user that can only Read/Write/Update a database. In fact, several frameworks like Laravel could setup another user just to Read the database.

Memasang Laravel dengan SQLite3

Memasang Laravel dengan SQLite3

Saya lupa untuk memasang contoh kalau sudah benar di artikel sebelum ini. Ya, sudah, kalau begitu kita coba saja Laravel dengan SQLite3 sebagai basisdatanya.

Buat Situs Baru

Jalankan perintah berikut:

Tergantung kecepatan koneksi Anda, Anda bisa mandi dulu. Sudah mandi, ‘kan?

Modifikasi Konfigurasi untuk SQLite3

Ubah berkas .env membuat semua variabel dengan awalan DB_ dan tambahkan variabel untuk SQLite.

Buat sebuah basis data baru.

Jalankan migrasi.

Jalankan peladen Laravel. Untuk kesenangan semata, saya menjalankan pada port yang berbeda.

Ya, IP yang aneh itu adalah IP lokal VirtualBox. Saya menggunakan itu agar port-nya dapat diteruskan ke inang. Sehingga, saya bisa mengakses dari peramban saya sendiri.

Kalau benar tampilannya akan seperti berikut:

Laravel first-app.

Memasang Laravel pada Debian Jessie

Memasang Laravel pada Debian Jessie

Laravel bisa dengan PHP 5.6, tetapi lebih baik gunakan versi 7 saja. Versi 7 ada di DotDeb.

Persiapan

Pemasangan repo DotDeb dengan membuat /etc/apt/sources.list.d/dotdeb.list

Daftarkan kunci  repositori DotDeb dan kemudian perbaharui daftar paket.

Pasang Perkakas

Pasang hal-hal remeh.

Pasang PHP7.

Pasang Composer.

Tambahkan PATH untuk Composer.

Tak perlu keluar:

Pasang Laravel.

Selesai.

Memasang Golang Terbaru

Memasang Golang Terbaru

Debian Jessie memiliki Go versi lawas di repositorinya. Hal ini membuat beberapa aplikasi Go seperti Hydra SSO tidak bisa berjalan. Untuk itu, harus dipasang Go versi manual.

Pertama-tama, pergi ke laman unduh di situs resmi Go. Saat penulisan versi Go yang terbaru adalah 1.8.3. Lalu, salin tautan unduhan untuk dipakai.

Unduh dan taruh Go ke direktori tertentu. Kalau saya, lebih suka di /opt

Go memerlukan direktori Go untuk pengguna dan direktori Go sendiri untuk bisa dieksekusi. Maka, buatlah berkas /etc/profiles.d/golang.sh yang berisi:

Selesai.

Oh, iya, supaya tidak usah keluar, langsung saja eksekusi:

 

Galera dengan Galera Arbitrator (GARB)

Galera dengan Galera Arbitrator (GARB)

Galera with Galera Arbitrator for conflict resolution.

Pada implementasi terdahulu, digunakan tiga basisdata agar tercapai kuorum. Kuorum ditujukan agar tidak tercapai konflik penulisan (split brain). Namun, sebenarnya untuk dua basisdata saja sudah cukup. Pasang saja Galera Arbritator (GARB) pada kepala kluster dan matikan saja salah satu node supaya terjadi kuorum.

GARB adalah sebuah layanan khusus untuk memilih (voting) di Galera. Dia tidak ada ada data di dalamnya.

Pasang GARB

Supaya sama, saya asumsikan kita memasang repositori resmi dari MariaDB.

Mari memasang GARB:

Selesai.

Konfigurasi GARB

Ubah berkas /etc/default/garb sebelum memulai GARB.

Jangan lupa untuk menyertakan port! Ada galat dikonfigurasi GARB bila kita tidak secara spesifik menyebutkan port Galera.

Jalankan GARB

Bila sudah benar, seharusnya saat menguji jumlah node dalam kluster tetap tiga.

Selesai.

Mount Windows Share on KDE Neon
Wily Broke The Window

Mount Windows Share on KDE Neon

Because of WCry 2.0, people turned off SMBv1 protocol. So, to mount that Windows Share folder, we need to adjust by defining the protocol version. Thus, mounting:

e.g.

Change uid with your own UID. We could use protocol 3. But, in this example, I used SMB version 2.1.

Wily Broke The Window

Read more about ..

Kalau KMail mengambek dengan pesan:

Itu berarti Akonadi perlu dinyalakan ulang.

 

Memasang React Native
Super Android, recharge!

Memasang React Native

WordPress semenjak versi 4.7 telah menambahkan fitur WP REST API v2. Dengan adanya fasilitas tersebut, WordPress bisa dibuat sebagai peladen API yang berisi artikel. Namun, yang paling penting dari semuanya itu, WordPress dapat menjadi peladen untuk aplikasi-aplikasi web modern macam React/Redux dan lain sebagainya.

Cara Pasang

Pastikan bahwa Android SDK sudah terpasang. Paling gampang, kita bisa langsung memasang Android Studio yang juga akan memasang Android SDK. Silakan ikuti tautan. Saya takkan menulis apa pun karena tutorial dari Google sudah ada yang menggunakan Bahasa Indonesia.

Jalankan ketiga baris ini dan tambahkan ketiga baris tersebut ke dalam ~/.bashrc agar selalu otomatis terjalankan setiap kali Anda menjalankan sesi terminal baru.

Lalu, jalankan Android SDK Manager:

Dalam Android SDK Manager, pilih dua paket berikut:

  • Android SDK Build-tools versi 23.0.1
  • Android 6.0 (API 23) SDK Platform (Rev 3).

Silakan lihat gambar untuk lebih jelasnya.

SDK Android Platform Manager

Android SDK Manager, showing what to install to run React Native

Setelah ini, pasang React Native:

Ambil kopi atau sapa sanak saudara dari pada bengong lama menunggu proses pemasangan React Native.

Buat AVD Dulu

Buat terlebih dahulu sebuah emulasi mesin Android:

AVD Manager

AVD Manager, click Create to create new emulated Android device.

Pilih tombol Create.

Saya mengubah beberapa parameter berikut:

  • AVD Name: ReactNativeOS [Saya memang kurang kreatif :P]
  • Device: Nexus 5 [Terserah, sih]
  • Target: Android 5.1.1 – API Level 22
  • CPU/ABI: Intel Atom (x86_64)
  • Skin: Skin with dynamic hardware control
  • Front Camera, Back Camera: Emulated
  • SD Card: 200 MB
  • Emulation Options: Use Host GPU
Create Android Emulator

Create new Android Emulator based on Nexus 5 and API Level 21

Sisanya saya biarkan pilihan baku. Setelah itu, klik OK.

Jalankan Android yang baru dibuatkan:

Cara Pakai

Jalankan terlebih dahulu emulator AVD

Untuk membuat proyek baru:

Setelah pemasangan berhasil, masuk ke direktori dan jalankan peladen NodeJS:

Setelah itu, buka terminal baru lagi dan masuk ke direktori tersebut. Kalau mau di terminal yang sama, tambahkan tanda ampersand (“&”) setelah “start” agar Nodejs dijalankan di latar belakang.

Untuk melihat aplikasi Android yang sudah dibuat, jalankan:

Selamat mencoba. Sebenarnya, React Native bisa dijalankan di iOS, tapi saya tak mampu membeli SDK Apple. 😛

Membuat Sertifikat Let’s Encrypt Menggunakan certbot Di Debian Wheezy
By The people from the Tango! project, derived RRZEicons (The Tango! Desktop Project) [Public domain], via Wikimedia Commons, color modified by JP

Membuat Sertifikat Let’s Encrypt Menggunakan certbot Di Debian Wheezy

Maaf, ya, saya suka khilaf lupa menulis tulisan lanjutan. Ha… ha… ha….

Berikut ini adalah cara memasang sertifikat SSL yang ditandatangani oleh Let’s Encrypt dengan menggunakan certbot pada Debian Wheezy. Silakan lihat cara pasang di Wheezy untuk keterangan lebih lanjut.

Aktifkan Repo Debian Wheezy Backports

Anda bisa langsung mengaktifkan repo Debian Wheezy Backports:

Atau nanti tunggu ditanyakan pada saat menjalankan certbot.

Pasang certbot

Unduh dengan pengunduh favorit Anda.

Sebelum Memasang Let’s Encrypt

Siapa tahu Anda malas tidak punya waktu untuk membaca artikel sebelumnya, perhatikanlah:

  1. Pastikan semua domain yang didaftarkan sudah terdaftar di DNS publik.
  2. Pastikan bahwa direktori yang memuat URL untuk sertifikasi dapat diakses.

Penulisan DNS di luar cakupan tulisan ini. Berikut contoh direktori .well-known

Mari memasang certbot.

Sertifikasi

Seperti biasa:

Seandainya tadi Anda melewati bagian pemasangan repositori Debian Backports, maka Anda akan ditanyakan:

Lalu beberapa pesan pemasangan paket Python virtualenv. Kemudian, ditanyakan alamat info:

Lalu, ditanyakan apakah menyetujui syarat dan ketentuan yang diberikan, jawab A untuk setuju.

Setelah itu, tunggu beberapa saat.

Kalau sudah sampai sini, Anda sudah selesai mendapatkan sertifikasi dari Let’s Encrypt.

Konfigurasi NGINX

Kalau mau penjelasan, lihat artikel terdahulu.

Berikut blok SSL:

Nah, untuk Debian Wheezy, ada tambahan yang harus dilakukan.

Penambahan Penjadwalan CRON

Pada paket Debian Jessie, jadwal CRON untuk certbot sudah dipasang pada /etc/cron.d/certbot. Mari tambahkan secara manual untuk Debian Wheezy.

Pertama-tama, coba jalankan apakah sukses.

Kalau sudah berhasil, maka pasang pada CRON.

Masukkan entri:

Let’s Encrypt memandatkan untuk pengecekan sehari dua kali.

Terakhir

Selesai.

 

Bacaan Lebih Lanjut

Membuat Sertifikat Let’s Encrypt Menggunakan certbot Di Debian Jessie
By The people from the Tango! project, derived RRZEicons (The Tango! Desktop Project) [Public domain], via Wikimedia Commons, color modified by JP

Membuat Sertifikat Let’s Encrypt Menggunakan certbot Di Debian Jessie

Untuk mendukung web yang aman dan dalam rangka HTTP/2 yang sudah menggunakan SSL sebagai dasar koneksi, diperlukan sertifikat digital yang ditandatangani oleh pihak yang terpercaya. Situs yang memiliki sertifikat digital yang ditandatangani sendiri bahkan sudah ditandai oleh beberapa peramban sebagai situs tak aman. Tak ayal lagi, diperlukan tanda tangan digital yang terpercaya.

Kali ini kita menggunakan sebuah sertifikat gratis yang bernama Let’s Encrypt. Penyedia sertifikat ini (CA) didukung oleh EFF (Electronic Frontier Foundation), sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam aktivitas digital. Bahkan, organisasi nirlaba ini menyediakan perkakas untuk sertifikasi tanda tangan digital, certbot.

Mungkin Anda bertanya, bagaimana dengan Sivion? Sivion adalah salah satu usaha dari Indonesia untuk itu. CA (penyedia sertifikat) dari Indonesia ini saat ini menyediakan tanda tangan gratis bagi kita. Namun, sayangnya mereka belum menyediakan perkakas sertifikasi seperti Let’s Encrypt.

Artikel kali ini membahas bagaimana memasang sertifikat Let’s Encrypt dengan certbot. Artikel ditulis untuk Debian Jessie.

Aktifkan Repo Debian Jessie Backports

Tambahkan ke daftar repo dan perbaharui daftar paket.

Saya tidak arahkan ke Kambing karena saya sedang malas membetulkan Kambing. Mungkin nanti setelah betul, saya arahkan ke Kambing. ;-P

Pasang certbot

Perkakas certbot ada di repo Jessie Backports.

Sebelum Memasang Let’s Encrypt

Ada dua hal yang menjadi kewajiban kita:

  1. Pastikan semua domain yang didaftarkan sudah terdaftar di DNS publik.
  2. Pastikan bahwa direktori yang memuat URL untuk sertifikasi dapat diakses.

Untuk pembuatan entri DNS di luar cakupan tulisan ini.

Halaman HTTP (tanpa SSL) untuk lokasi .well-known/ (http://example.com/.well-known/) harus dapat diakses. Bila Anda seperti saya yang mematikan non-SSL, harus ditambahkan dahulu pengecualian tersebut di peladen. Omong-omong saya menggunakan peladen NGINX. Contoh pengecualian:

Berikutnya, pasang.

Sertifikasi

Jalankan sertifikasi

Ikuti prosesnya, biasanya pertama-tama ditanyakan alamat surel yang bisa dihubungi bila ada apa-apa.

Enter our email address

Enter our email address

Setelah itu, biasanya ditanyakan kesediaan mengikuti syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Let’s Encrypt. Pencet tombol [ENTER] saja.

Saya lupa menyuplikkan saat sudah berhasil. Ya, coba saja cek direktori /etc/letsencrypt/live yang seharusnya berisi satu direktori bernama domain pertama yang kita daftarkan.

Konfigurasi NGINX

Sebelum saya kasih konfigurasi penuh, saya coba berikan potongan.

SSL Baku

Untuk konfigurasi SSL baku gunakan sertifikat-sertifikat ini:

OCSP Stapling

Untuk memanfaatkan OCSP Stapling gunakan sertifikat ini:

Contoh Penuh

Ini contoh penuh blok SSL saya.

Terakhir

Untungnya menggunakan paket Debian Jessie adalah pembaharuan SSL berlangsung otomatis. Setelah ini saya akan buat tulisan untuk Debian Wheezy. Sayangnya, pemasangan Debian Wheezy lebih rumit dari Debian Jessie.

Selamat mencoba dan tinggalkan komentar bila ingin bertanya.

Bacaan Lebih Lanjut

SVN Export on Github

SVN Export on Github

We sometimes just need to download one branch of GIT without its history. Kind of like svn export thingie. A feature of SVN that would export a branch without any SVN metadata.

Suppose we have a Github repository:

Lo, we could do this:

And this to see what GIT versions available:

And this to see what version had been released in the past:

Cool hidden stuff from Github.

Bacaan Lebih Lanjut

Pasang ZFS Terbaru pada Ubuntu Xenial 16.04

Pasang ZFS Terbaru pada Ubuntu Xenial 16.04

Ubuntu Xenial secara baku memasang ZFS. Sayangnya, saya sering pindah-pindah sistem operasi sehingga versi ZFS yang dimiliki oleh Ubuntu Xenial tidak memadai. Ada fitur yang tidak kompatibel dengan versi ZFS Ubuntu.

Untungnya, perkakas ZFS yang sudah ada di Xenial sudah mumpuni. Yang perlu diperbaiki hanya versi kernelnya. Jadi, itulah yang hendak kita lakukan: memasang kernel ZFS terbaru pada Ubuntu Xenial sehingga fitur-fitur terbaru didukung.

Saya belum tahu efeknya, tetapi mohon berhati-hati bila menggunakan perkakas berbeda dengan kernel. Kalau saya, saya punya cadangan. Lagipula, saya biasa melakukan ini dari CD Pemasangan KDE Neon, distro GNU/Linux berdasarkan Ubuntu Xenial.

Mohon berhati-hati.  Saya tidak bertanggung jawab atas risiko yang Anda lakukan.

Teknis Setelah Mukadimah

Untuk kernel dari Ubuntu, hapus kernel ZFS yang sudah ada:

Pasang ketergantungan:

Unduh SPL:

Buat:

Unduh ZFS:

Buat:

Selesai.

Memasang Darktable di Ubuntu Xenial 16.04
Darktable logo

Memasang Darktable di Ubuntu Xenial 16.04

Darktable adalah sebuah perangkat lunak untuk memroses gambar secara profesional. Aplikasi ini bisa memroses format RAW. Sistem proses kerja yang digunakan adalah dia mencatat perubahan apa saja yang dilakukan terhadap gambar sehingga efek-efek tersebut disusun dan diaplikasikan terhadap gambar asli. Dengan demikian, gambar asli dapat terjaga.

Aplikasi ini mendukung OpenCL. OpenCL adalah teknologi yang menggunakan GPU sebagai prosesor tambahan. Laptop saya AMD A10 7300 Kaveri mendukung OpenCL yang memanfaatkan tambahan 6 Compute Unit yang ada di GPU.

Use OpenCL option

Use OpenCL option

Cara pasangnya mudah.

Omong-omong, saya baru mencoba saja. Dari tampilan antarmuka yang cukup banyak, sepertinya memang perkakas ini untuk profesional. Banyak yang bisa dilakukan dengan Darktable ini. Mudah-mudahan buat yang hobi fotografi bisa membagikan pengalaman menggunakan aplikasi Darktable ini.

Darktable application

Darktable application

Pasang ZFS GIT di Ubuntu 16.04 Xenial

Pasang ZFS GIT di Ubuntu 16.04 Xenial

Set:

Cuma memastikan versi yang lama tidak ada:

Pasang ketergantungan:

INI IMPLEMENTASI YANG RUSAK UNTUK XENIAL. SAYA TIDAK MENGHAPUS KARENA UNTUK KEPERLUAN RISET DI VERSI OS YANG LAIN. MOHON IKUTI CARA DI TULISAN INI.

 

Bacaan Lebih Lanjut

Resep: Jemalloc

Resep: Jemalloc

Pastikan bahwa:

terpasang. Perkakas autoconf diperlukan untuk membuat makro-makro yang dibutuhkan. Hal ini karena versi VCS biasanya perlu menjalankan autogen.sh untuk membuat skrip configure.

Ambil dari GIT:

Lakukan tiga langkah sulap seperti biasa:

Eh, empat, deh. Lupa. Kalau memasang dari repositori langsung, bukan versi terbit, harus dibuatkan makronya terlebih dahulu. Baris configure saya tambahkan parameter GCC untuk menggunakan kode-kode ke prosesor saya berhubung jemalloc untuk laptop. Baris make dijalankan sebanyak jumlah prosesor. Baris instalasi secara spesifik dijabarkan untuk hanya memasang pustaka dan binari jemalloc. Ada galat kompilasi dokumentasi di jemalloc yang menyebabkan pemasangan menyeluruh (sudo make install) menjadi gagal.

Memasang RVM

Memasang RVM

RVM adalah sebuah pengatur lingkungan Ruby. Dengan menggunakan RVM, kita bisa memiliki beberapa versi Ruby yang tidak saling bertabrakan. Cocok untuk pengembangan aplikasi Ruby yang versinya sering kali tidak bisa stabil mengikuti distro.

Impor kunci GPG:

Pasang RVM seperti biasa:

Selesai.

Catatan Pribadi: Pemasangan ZFS Pada Ubuntu 16.04 Xenial

Catatan Pribadi: Pemasangan ZFS Pada Ubuntu 16.04 Xenial

Versi kernel disesuaikan dengan kebutuhan, namun untuk kesederhanaan anggap saja versi yang sama dengan kernel yang sedang berjalan.

Pasang hal-hal yang dibutuhkan sesuai panduan pada ZFSOnLinux. Saya menambahkan GIT dan GNU Autoconf karena hendak memasang versi GIT.

Setelah ini, mari bangun komponen-komponen ZFS, yakni: SPL dan ZFS itu sendiri.

Memasang SPL

Unduh:

Sebenarnya tidak perlu dengan –with-linux. Sebagai pengingat saja kalau misalnya mau memasang untuk kernel versi lainnya. Misalnya, ada versi kernel terbaru dan sebelum masuk dengan kernel tersebut, kita pasang terlebih dahulu modul kernel. Jalankan skrip konfigurasi untuk mendapatkan skrip configure yang lazim dipakai untuk mengompilasi. Biasanya kalau unduh dari SCM (CVS, SVN, Mercurial, GIT, dan sebagainya), skrip tersebut belum ada. Lalu, lakukan stanza yang seperti biasanya.

Tentu saja, biasakan untuk mengompilasi dengan pengguna biasa. Baru setelah mau dipasang, dieskalasi jadi administrator.

Memasang ZFS

Unduh:

Lakukan empat stanza standar.

Selesai. Bagaimana menjalankan ZFS sudah ada di tulisan yang lain.

King of Fighters XIII Steam Edition pada GNU/Linux Wine
WINE Is Not Emulator

King of Fighters XIII Steam Edition pada GNU/Linux Wine

Valve telah berhasil membuat Steam, sebuah platform yang berhasil menciptakan ekonomi mayanya sendiri. Di saat yang lain sedang berjuang menciptakan ekosistem, Yang Dipermuliakan Gaben mengundang seorang ekonom, Yanis Varoufakis, untuk membuat sebuah ekonomi maya di Steam. Yanis Varoufakis inilah yang saban hari menolong Yunani melewati masa-masa kelamnya ketika negara tersebut tengah terancam bangkrut.

[Jadi, jangan bilang saya tidak riset. Saya membuka Steam dalam rangka mempelajari ekonomi maya itu. uhuk ;-P]

Salah satu riset saya waktu itu adalah membeli beberapa permainan. Salah satu permainan itu adalah King of Fighters XIII edisi Steam. Ada sedikit pergumulan untuk memasang permainan ini di GNU/Linux karena dia harus menggunakan Wine.

Oh, iya, saya menggunakan KDE Neon, turunan Ubuntu 16.04 Xenial. Saya juga normalnya menggunakan Wine 1.9 yang memiliki Gallium Nine (DirectX 9 dengan Gallium Mesa 3D). Saya juga memilih untuk menjalankan Wine 32-bit.

Supaya kita satu visi, pastikan bahwa winetricks sudah terpasang. Saya lebih suka versi GIT. Tetapi, kalau tidak mau pusing, Anda bisa menggunakan yang versi paket Ubuntu.

Pasang Wine 1.6. Wine versi ini sangat diperlukan untuk memasang pustaka WMP9. Wine versi terbaru tidak bisa dipakai untuk memasang pustaka-pustaka.

Selanjutnya, pasang beberapa pustaka yang perlu.

Sudah. Selanjutnya, kembali pasang Wine versi terbaru yang keren.

Selanjutnya, pada detik ini silakan langsung memasang Steam seperti biasa; unduh dari situsnya, pasang Steam, login, dan pasang KoF XIII. Kalau tidak ada apa-apa, KoF XIII bisa berjalan seperti biasa.

KoF XIII for Steam

King of Fighters XIII Steam edition, Mai Shiranui winning pose.

 

Bacaan Lebih Lanjut