Category Archives

88 Articles
Komentar: FBI vs Apple

Komentar: FBI vs Apple

Saat ini sedang ada sebuah kasus di Amerika Serikat yang menginginkan Apple menyediakan perkakas untuk FBI dapat masuk ke iPhone untuk mendapatkan data. Dasar kasusnya adalah peristiwa terorisme tempo hari. Apple menolak. Namun, seperti yang diberitakan oleh ArsTechnica, FBI memberikan argumen bahwa Apple mendua; memberikan iData kepada pemerintah Cina sementara menolak FBI dalam melawan terorisme.

Ada dua perbedaan mendasar. Pemerintah Cina meminta Apple menaruh data khusus pengguna iPhone di Cina. Yang diminta oleh FBI adalah perkakas untuk mengakses iPhone mana pun.

Mengenai pemerintah Cina yang meminta data khusus pengguna iPhone di Cina, hal ini sebenarnya apa yang dahulu diminta untuk RIM lakukan terhadap data Blackberry di Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan:

  1. Pemerintah dapat melakukan sensor dan pengaturan terhadap semua yang ada di dalam negara.
  2. Pemerintah dapat melakukan perlindungan karena data yang terlibat masih dalam yuridiksi negara.
  3. Hukum yang berlaku di negara tersebut dapat diterapkan kepada entitas teknologi.

Poin (1) (2) dan (3) intinya kepada penjangkauan data dan perlindungan negara kepada warganya. Hal ini bisa berakibat buruk, dengan memakai kekuatan ini untuk membungkam lawan politik dan whistleblower. Bisa juga berakibat baik karena pemerintah dapat menindak sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tersebut.

Ada hal yang baik dan buruk yang dilakukan oleh pemerintah Cina, yang diminta FBI adalah jelas kebutuhan spionase. Selama ini seperti yang sudah-sudah, FBI dengan izin pengadilan sudah dapat mengakses data-data tertentu. Dengan dibukanya algoritma pengacakan seperti yang diminta FBI, FBI dapat menjangkau semua pengguna iPhone! Masalahnya, tak semua pengguna iPhone merupakan warga negara Amerika Serikat.

Jelas sekali, bila Apple mengabulkan permintaan ini, maka dunia akan meninggalkan iPhone. Banyak negara yang akan mulai mengampanyekannya. Siapa juga yang mau warga negaranya diawasi asing? Apalagi warga negara tersebut memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Memang, tidak ada yang aman di dunia ini. Seperti konferensi enkripsi, mereka mengumumkan adanya algoritma baru, lalu sorenya sudah ada yang bisa membobol. Enkripsi Apple tidak sebegitu amannya. Dia bisa saja dibobol. Namun, perlu usaha ekstra dan insentif untuk itu.

Ibarat pintu yang terkunci yang bisa dibor untuk bisa masuk paksa. Tetap saja tidak ada maling yang menggunakan cara itu. Hal ini karena bor dapat menimbulkan suara keras sehingga membangunkan tetangga. Namun, yang diminta FBI adalah kunci serep sehingga dia dapat masuk tanpa perlu menimbulkan suara.

Bagaimana perasaan Anda untuk menitipkan kunci duplikat rumah Anda pada polisi? Saya, sih, sebagai seorang minoritas lebih suka kalau pemerintah tidak punya akses terlalu banyak. Jangan sampai sekelompok orang dari golongan mayoritas menggunakan fasilitas negara untuk bisa menindas minoritas. Sudah banyak kasus negara menutup mata ketika ada akses tak diinginkan. Bahkan, korporasi dapat menggunakan negara untuk membungkam banyak orang. Hal inilah juga yang ditakutkan banyak aktivis.

Apple sedang berada di persimpangan antara ditinggalkan banyak orang. Itu sebabnya, dia akan berjuang melawan FBI yang secara terang-terangan meminta itu. Siapa juga yang mau jadi dell hell berikutnya?

Memperbaharui Infinix X600 (Note 2) ke Android M (6.0)

Saya menulis ini karena banyak tulisan serupa yang berisi iklan. Masakkan banyak situs yang menulis versi yang sebenarnya hanya menyalin dari forum Infinix dan menautkan tautan unduhan ke Internet Archive. Sama sekali tidak modal! Karena saya pun tidak modal, saya tidak menggunakan tautan beriklan.

Saya memiliki masalah dengan Infinix Note 2 saya. Pada aplikasi Pembaharuan, saya menemukan ada versi terbaru X600-H533-B1-M-20160131 yang selalu gagal diunduh. Saya mengunduh lewat jaringan WiFi UI dan bahkan nekat menggunakan jaringan LTE langsung. Namun, proses pembaharuan selalu gagal.

Untungnya CardNeverEnds pada Kaskus yang memberi petuah agar menggunakan versi T-Card. Berikut cara saya:

  1. Versi X600-H533-B1-M-20160131 ternyata identik dengan H533-B1-Tcard_update_20160224.zip. Saya mengunduh itu dari Internet Archive.
  2. Taruh direktori download pada SD Card telepon. Ini direktori baku saat Anda mengunduh langsung dari telepon. Saya kebetulan mengunduh dari laptop jadi saya perlu menulis langkah ini untuk mengingat.
  3. Masuk ke dalam Pembaharuan ⇒ … ⇒ Update From Local ⇒ Pilih berkas ZIP pembaharuan dan pasang.
  4. Tunggu dan beres.

XUI versi Marsmallow dari Infinix ini jauh terasa enteng. Saya belum bisa bilang tentang ketahanan daya. Saya sedang melakukan uji stres dengan memasang aplikasi Path.

Tentang Pengembangan Laman Situs

Tentang Pengembangan Laman Situs

Laman Depan

Saat ini, ada konsep yang bernama landing page. Inti dari landing page adalah konsep Call To Action (CTA). Ada sebuah tombol atau borang yang mengajak langsung pengunjung untuk beraksi. Aksi yang dimaksud misalnya mengajak untuk mendaftar atau membeli.

Kebetulan situs ini tidak untuk kepentingan komersial. Bahkan, Anda bisa saja menolak semua cookies yang ada di situs ini karena itu dari pihak ketiga. Ya, saya menggunakan tombol CTA untuk ke halaman daftar tulisan blog.

Saya menggunakan LayerSliderWP yang telah dibeli oleh Humas UI untuk membuat tampilan. Tematik yang saya gunakan (Limitless) sudah mendukung langsung. Tinggal saya mempelajari tulisan yang ada.

Poster

Saya iseng-iseng membuat sebuah poster dengan cara yang benar karena sayang melihat poster web hanya sebuah satu gambar JPEG. Kerap kali kita senang membuat poster/infografis daring bermodalkan sebuah gambar besar. Sayangnya, mesin-mesin pencari tidak dapat menangkap isi data poster/infografis tersebut. Sehingga, informasi yang sebenarnya ingin disebarkan ke web menjadi terbatas saja. Selain itu, ukuran menjadi sangat besar.

Untuk itu, perlu dibuatkan sebuah poster/infografis ala web. Saya menggunakan RevSlider yang telah dibeli Humas UI sebagai perkakas.

Konsepnya sama seperti menggunakan penyunting grafis seperti GIMP/Photoshop. Gambar dijadikan beberapa lapisan (layer). Beberapa lapisan yang berisi info berupa tulisan biasa. Untuk ikon dan gambar orang, misalnya, baru digunakan lapisan grafis.

Basi, ‘dong?

Tentu tidak! Dengan adanya fonta daring (web font) yang dapat diakses dari Google Fonts, dapat dibuat tulisan dengan jenis huruf yang nyeleneh seperti yang dijumpai pada komputer pribadi.

Tentunya, pembuatan poster ICACSIS 2015 yang saya buat jauh dari sempurna. Ada beberapa perbaikan yang saya pikir perlu:

  1. Menggunakan flat design dengan menghindari latar belakang gambar. Selain lebih sederhana, ukuran total menjadi lebih kecil.
  2. Menghitung piksel yang benar sehingga konsisten pada semua tampilan.
  3. Belajar desain yang lebih menarik. 🙂

Demikianlah, saya masih dalam taraf belajar.

Gambar Latar

Dari studi kasus situs IBM, ada dua hal yang saya dapat pelajari, yakni gambar yang digunakan untuk latar blok CTA dan gambar yang digunakan untuk efek paralaks. Selain itu, permainan warna yang digunakan oleh IBM cenderung warna-warna kalem dan komposisi foto yang warnanya terbatas sehingga dapat dikompresi dengan ukuran yang kecil.

Gambar untuk CTA

Yang menjadi misteri adalah ketika menghitung berapa dimensi gambar latar, kalau pun seharusnya menggunakan gambar latar. Kalau saya lihat dari IBM.com pada laman MobileFirst-nya, mereka menggunakan dimensi 1600×400px dan 1600×520px. Di beberapa laman lainnya ada yang 1600×450px.

Gambar untuk Parallax

Untuk tipe gambar parallax, dimensi yang digunakan oleh IBM pada laman cloud computing adalah 1480×987px.

Terakhir

Saya masih penasaran untuk membuat landing page yang bagus. Saya lihat, situs-situs seperti IBM minim animasi. Mungkin untuk mengurangi distraksi dan membuat berat sistem.

Ah, saya jadi ingin mengoprek lebih lanjut.

Penelusuran Peretasan Laman Pencarian Google Indonesia

Penelusuran Peretasan Laman Pencarian Google Indonesia

Pada hari Sabtu saya menemukan sebuah twit menarik mengenai laman pencarian Google Indonesia teretas.

Wisnu Hendro W on Twitter

engineer spidi lagi keringetan. yg item spidi, yg normal non spidi pic.twitter.com/ffKVi4kU1s

Saya agak kesulitan mereproduksinya waktu itu karena saya tidak menggunakan jaringan Telkom. Lagipula, hari Sabtu dan Minggu saya gunakan untuk bersosialisasi dengan dunia nyata. Ya, sudah, saya memanfaatkan media untuk mencari tahu ada apa.

Dari cuplikan laman teretas, nampaknya peretasan dilakukan oleh sekelompok peretas. Kelompok ini menamakan dirinya Madleets. Kelompok peretas ini berasal dari Pakistan.

Tidak jelas apa maksud dan tujuan mereka melakukan peretasan kali ini. Kalau dari kasus peretasan Google Malaysia tahun lalu, seperti dikutip oleh TechCrunch, mereka nampaknya hanya ingin membuat pernyataan bahwa keamanan hanyalah ilusi.

Cara Kerja Peretasan

Yang pasti, bukan peladen Google yang teretas! Peladen yang super ketat itu sampai saat ini belum dilaporkan pernah ditembus. Mereka memanfaatkan kelemahan pihak ketiga untuk membelokkan lalu lintas Google Indonesia/Malaysia ke ke peladen mereka. Sehingga, setiap orang yang mengakses situs Google tersebut mengakses laman lain yang bukan disediakan oleh peladen Google.

Ada dua versi yang beredar di Internet mengenai kasus ini:

  1. Mereka melakukan pembajakan terhadap sebuah peladen iklan intrusif.
  2. Mereka melakukan pembajakan terhadap layanan DNS Indonesia.

Versi pertama ceritanya mulai tahun lalu perusahaan telko (telekomunikasi) melakukan praktik tidak etis dengan membelokkan pengguna ke situs iklan atau menginjeksi sebuah Javascript ke dalam laman situs-situs tertentu. Praktik ini dinamakan pengiklanan intrusif. Praktik tak etis ini dilakukan semenjak tahun lalu (2013). Selain tak etis, praktik ini rawan terkena jerat UU ITE.

Menurut versi ini, peladen yang bertugas untuk membelokkan pengguna ke laman iklan diretas. Hal ini mengakibatkan peladen tersebut mengarahkan pengguna ke tempat yang baru. Namun, Telkom membantah hal tersebut.

Menurut konfirmasi perusahaan ini, tidak ada sistem mereka yang dijebol. Justru situs lain yang menyediakan layanan DNS yang dijebol. Hal ini dibuktikan dengan adanya ISP-ISP lain yang turut merasakan hal yang sama. Maka kemungkinan kedua adalah memang terjadi pembajakan DNS.

Laman Registrar yang diretas menurut pengakuan Madleets. Sumber: https://www.facebook.com/Madleets/photos/a.444824632244577.103826.395549750505399/767009650026072/?type=1&theater

Laman Registrar yang diretas menurut pengakuan Madleets. Sumber: Facebook.

Menurut laman resmi Madleets di Facebook, mereka berhasil masuk ke panel kontrol DNS untuk Google Indonesia. Perlu dipahami, tidak jelas apakah klaim ini benar atau tidak. Namun, jika memang benar, apakah PANDI melakukan blunder?

Cuplikan Penjelasan PANDI mengenai rekanan Registrar.

Cuplikan Penjelasan PANDI mengenai rekanan Registrar.

Ternyata, PANDI telah membuat pernyataan bahwa semenjak 19 Oktober 2012 PANDI sudah tidak memegang domain ID. Mereka hanya mengurus domain GO.ID, MIL.ID, dan NET.ID. Untuk domain ID yang lain menggunakan rekanan:

  • Digital Registra Indonesia
  • Reseller.co.id
  • D-NET
  • INDOREG
  • JRI Registrindo
  • Nama Name Management
  • BeliDomain.co.id
  • CBN Registrar
  • Domainku.co.id
  • Merekmu
  • Radnet
  • IndosatM2

Bisa jadi, salah satu dari rekanan registrar tersebut telah terjebol. Dari klaim Madleets, nampaknya situs yang terjebol adalah panel kontrol domain yang menggunakan aplikasi panel kontrol domain SRS-X. Mereka memanfaatkan celah keamanan pada situs tersebut.

Ah, ini sudah menjurus kepada perusahaan tertentu. Saya berhenti di sini saja. Toh, saya cuma ingin kejelasan saja karena ini menyangkut integritas domain negara saya.

Nampaknya, inilah salah satu dampak dari perpindahan konsep ccTLD ke gTLD. Pengelola domain swasta diperbolehkan untuk ikut serta. Pengelolaan bertambah mudah. Namun, di satu sisi titik celah keamanan domain .ID bertambah lemah.

Tenang saja, Indonesia tidaklah sendirian. Semua lembaga resmi yang memiliki rekanan registrar mengalaminya. Bahkan ICANN sekalipun mesti menggantungkan nasibnya kepada keahlian masing-masing rekanan dalam melindungi sistem mereka masing-masing.

Pertanyaan Yang Timbul

Dari kasus peretasan ini ada beberapa pertanyaan yang timbul. Hal yang pertama mengenai diketemukannya praktik pengiklanan paksa. Timbul pertanyaan sebagai berikut:

Bolehkah perusahaan penyedia jaringan (Telko) membelokkan/menginjeksi skrip (membajak) laman situs yang hendak diakses?

Apakah status Negara Indonesia sebagai negara berdaulat melindungi Netralitas Jaringan (Net Neutrality)? Ini baru contoh kecil saja dari praktik kediktatoran perusahaan Telko. Bisa jadi, di masa mendatang Indonesia akan mencontoh negara Paman Sam yang mulai membeda-bedakan akses situs tertentu. Alias, bisa jadi, di masa mendatang perusahaan Telko akan meminta jatah preman agar situs tertentu bisa dialirkan dengan normal/mendapatkan prioritas lebih dibandingkan situs saingannya.

Munculnya rekanan-rekanan registrar mulai membuat saya mempertanyakan, apakah domain .ID masih domain Indonesia? Bagaimana komposisi kepemilikan asing dalam perusahaan-perusahaan tersebut? Apakah kini kita harus mengutip Romeo dalam bentuk digital, “apalah arti sebuah nama?” Entahlah, saya pun masih berkontemplasi untuk itu.

Pertanyaan yang lebih penting dari itu semua:

Seberapa siap Negara Kesatuan Republik Indonesia mengatur Internet-nya agar menyejahterakan rakyat banyak dan melindungi warga negaranya.

Untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya menyerahkan kepada mereka yang lebih ahli. Saya untuk saat ini hanya tertarik kepada hal-hal teknis.

Akhir Kata

Semua informasi dalam artikel ini belum tentu benar. Anda perlu mengonfirmasinya lebih lanjut. Hal ini karena tidak ada pernyataan resmi yang autoritatif yang membenarkan hal-hal ini.

Yang saya lakukan hanya mengumpulkan artikel-artikel di Internet yang menjelaskan mengapa peretasan itu dapat terjadi. Mereka membuat klaim-klaim tersebut dan saya menuliskannya sebagai bahan pertimbangan. Silakan Anda cari sendiri dan simpulkan sendiri.

Bacaan Lebih Lanjut

Sederhana dan Transparan (KISS)

Al Yankovic dalam album terbarunya, “Mandatory Fun”, membuat sebuah lagu terbaru, “Mission Statement”. Lagu “Mission Statement” berbicara mengenai jargon-jargon kosong korporasi untuk menjelaskan arah yang hendak dicapai oleh sebuah perusahaan (korporasi).

Video klip ini dibuat oleh Truescribe dalam waktu 10 bulan. Menariknya, mereka pun merasa beruntung dengan adanya parodi olok ini. Mereka melakukan kontemplasi mengenai hal-hal yang sering terjadi ketika mempresentasikan ide di dalam korporasi.

Bekerja dengan Al mengajari mereka mengenai pentingnya keaslian dalam sebuah ide. Sering kali, kita menggembor-gemborkan fitur dan capaian tetapi sebenarnya itu hanyalah istilah-istilah pinjaman dari orang lain. Hal ini yang membuat sebuah pesan tak dapat tersampaikan dan kredibilitas pun dipertanyakan.

Sebagai seorang artis dan bukan pengamen, Al Yankovic jelas sekali membuat sebuah karya yang jenius dan dalam. Bahkan kaum profesional yang dioloknya pun mendapatkan pesan dan terinspirasi. Bukankah itulah tujuan seorang artis?

Mengurangi Jalan Tidak Serta-merta Menambah Kemacetan

Secara umum kita tahu bahwa menambah jalan tidak memecahkan solusi kemacetan. Ternyata, yang sebaliknya pun juga: mengurangi jalan pun tidak menambah kemacetan. Malah, ada tambahan lain dengan menggunakan ruang yang terbebas akibat itu. Misalnya, di Seoul tingkat polusi berkurang karena ada jalur hijau yang dibuat.

Tentu saja, peran peningkatan Angkutan Umum bermain. Walau nampak trivial di negara lain, di Indonesia hal ini masih sulit. Apalagi banyak yang bermain di sana. Mudah-mudahan Menteri Perhubungan yang baru bisa keras menekan sehingga terjadi peningkatan ketersediaan angkutan umum dan kualitasnya.

Firefox menggunakan PepperFlash

Firefox menggunakan PepperFlash

Adobe Flash yang dipasang untuk Mozilla Firefox dan seluruh peramban yang mendukung NPAPI hanya versi 11.2. Untuk versi 14+ hanya dirilis dalam PepperFlash yang hanya didistribusikan di Google Chrome. PepperFlash menggunakan Pepper Plugins API (PPAPI), API yang dikembangkan oleh Google.

Untungnya ada Fresh Player Plugin. Fresh Player Plugin merupakan sebuah ekstensi NPAPI yang menjembatani penggunaan PepperFlash. Pengguna Mozilla jadi bisa menggunakan Adobe Flash terbaru.

Mari kita pasang!

Memasang Fresh Player Plugin

Saya menggunakan cara yang disebutkan oleh (Rinat Ibragimov, 2014). Namun ada beberapa yang saya tambahkan setelah saya melihat isi kode sumber Fresh Player Plugin.

Persiapan

Untuk Debian, Ubuntu, dan turunannya, jangan lupa memasang berkas-berkas pengembangan:

sudo apt-get install cmake pkg-config libasound2-dev liburiparser-dev \
     libglib2.0-dev libconfig-dev libpango1.0-dev libxinerama-dev \
     libegl1-mesa-dev libevent-dev libgtk+2.0-dev libgles2-mesa-dev

Untuk Gentoo, (B)LFS, dan yang lainnya, pastikan saja Mesa dikompilasi dengan OpenGL, EGL, dan GLES2.

Unduh Kode Sumber

Unduh berkas-berkas yang ada di GIT:

git clone https://github.com/i-rinat/freshplayerplugin.git
cd freshplayerplugin

Atau kalau tidak punya GIT bisa unduh langsung.

wget https://github.com/i-rinat/freshplayerplugin/archive/master.zip
unzip master.zip
cd freshplayerplugin-master

Saya asumsikan berikutnya Anda sudah masuk ke direktori kode sumber.

Mari Kompilasi

Konfigurasikan dan buat:

mkdir bangun && cd bangun
cmake -DCMAKE_BUILD_TYPE=RelWithDebInfo ..
make -j3

Sesuaikan “-j3” dengan 2n+1 jumlah prosesormu atau tidak usah pakai parameter tersebut. Parameter “-DCMAKE_BUILD_TYPE=RelWithDebInfo” akan mengompilasi ekstensi ini dengan informasi debug. Saya, sih, tidak pakai. Toh, saya tidak ingin menelusuri penggunaan ekstensi ini.

Pasang

Ekstensi ini cukup dipasang seperti memasang ekstensi Firefox lainnya. Ada dua berkas yang harus dipasang. Kalau mau dipasang di sistem sehingga pengguna lain juga bisa menggunakannya,

cara Debian:

sudo cp libfreshwrapper-nacl.so libfreshwrapper-nacl.so /usr/lib/firefox/plugins

cara Gentoo

sudo cp libfreshwrapper-nacl.so libfreshwrapper-nacl.so /usr/lib/nsplugins/plugins

Atau kalau untuk dipakai kalangan sendiri:

cp libfreshwrapper-nacl.so libfreshwrapper-nacl.so ~/.mozilla/plugins

Konfigurasi

Sebelum bisa menggunakan Pepper Flash, Fresh Player Plugin harus diarahkan ke tempat Pepper Flash berada. Berikut konfigurasi yang dibuat. Gunakan penyunting teks kesukaan Anda, kalau saya langsung di terminal.

cat > freshwrapper.conf << EOF
# Configuration options for FreshPlayerPlugin

# This configuration file is optional. Wrapper will search for it first
# in ~/.config/freshwrapper.conf, then in /etc/freshwrapper.conf.
# If wrapper fails to find configuration, it will use default values

# Audio buffer is used to continuously provide sound adapter with data.
# Values too low may lead to buffer underruns and stuttering. Values
# too high will lead to noticeable latency. Usually plugin selects size
# on its own, but you may override bounds here

# lower bound for audio buffer size, in milliseconds
audio_buffer_min_ms = 20

# higher bound of audio buffer size, in milliseconds
audio_buffer_max_ms = 500

# Xinerama screen used to acquire fullscreen window geometry
xinerama_screen = 0

# Path to the Pepper Flash plugin
pepperflash_path = "/opt/google/chrome/PepperFlash/libpepflashplayer.so"

# "Command-line" arguments for Flash
flash_command_line = "enable_hw_video_decode=1,enable_stagevideo_auto=1"

# experimental: enable 3d and stage 3d
exp_enable_3d = 0
EOF

Isi berkas ada di baris 2 s.d. 29. Berkas ini dapat dipasang,

global:

sudo cp freshwrapper.conf /etc

lokal:

cp freshwrapper.conf ~/.config

Jangan lupa mengganti “pepperflash_path” bila Anda menggunakan plugin yang berbeda. Misalnya pada Gentoo, Anda memasang “chrome-binary-plugins” yang ada di direktori berikut:

pepperflash_path = /usr/lib64/chromium-browser/PepperFlash/libpepflashplayer.so

Atau kalau Anda seperti saya mengambil langsung PepperFlash secara manual, Anda dapat mengubah jadi:

pepperflash_path = /usr/local/lib/PepperFlash/libpepflashplayer.so

Terakhir

Matikan Flash Player yang disediakan untuk Mozilla (11.2). Cukup gunakan versi yang dari Fresh Player Plugin (14.0). Muat ulang Firefox dan silakan bersenang-senang! 🙂

Latar Belakang Masalah Adobe Flash

Salah satu motto saya untuk membuat sistem tidak hancur adalah dengan meniadakan Adobe Flash dari komputer. Bayangkan, masakkan memori 16GB tidaklah cukup dan sering kali sistem berhenti berespons. Namun, ada beberapa alasan untuk mengapa harus menggunakan Flash:

  1. Beberapa situs gagal berfungsi, misalnya Albino Black Sheep.
  2. Banyak video Youtube yang tidak menawarkan resolusi di atas 360p, terutama yutuber Indonesia. Mereka mengunggah tanpa mempersiapkan video HTML5 dengan resolusi tinggi. Padahal, saya menggunakan monitor 44″. Saya harus menggunakan Flash untuk melihat resolusi tinggi.
  3. Kalau saya mau, memang tidak boleh?

Hal ini diperparah dengan Adobe hanya merilis versi 11.2 untuk GNU/Linux. Adobe bilang versi ini hanya akan ditambal bila ada celah keamanan. Jadi, tidak ada tambahan performa atau fitur baru. Kalau mau, harus menggunakan Adobe Pepper Flash. Sayangnya, Pepper Plugins API (PPAPI) yang dipakai Adobe Pepper Flash hanya ada di Chromium dan turunannya.

Mozilla menolak untuk menggunakan PPAPI. Menurut (Robert O'Callahan, 2010), PPAPI adalah sebuah duplikasi API yang sudah ada dalam Web API. Web API adalah standar terbuka yang seharusnya diimplementasi oleh seluruh peramban.

Terkesan seperti NIH Syndrome. Tapi ada alasan bagus mengapa Mozilla masih menolak PPAPI. Salah satunya adalah karena API yang ditawarkan masih berubah-ubah. API yang volatil ini mengakibatkan peramban alternatif harus berusaha mengejar implementasi terbaru.

Bukan Sekedar Firefox

Mungkin untuk gampangnya, saya bisa saja menggunakan Chromium dan turunannya seperti Google Chrome dan Opera Developer saja. Mereka yang didukung oleh Adobe secara resmi. Namun, ada alasan teknis selain filosofis mengapa tetap Firefox.

Kalau secara filosofis, Mozilla sebagai pemegang Firefox berkomitmen terhadap jejaring yang terbuka (open web). Kita tentunya tidak ingin di masa depan konten dan bagaimana konten dapat diakses dimonopoli oleh sekelompok korporasi. Hal ini akan menurunkan derajat kemanusiaan.

Tentu bagi Anda yang pragmatis tentu tidak begitu memperhatikan filosofi ini. Namun, salah satu keunggulan Mozilla Firefox adalah keterbukaan. Dengan keunggulan ini, ia dikompilasi untuk menggunakan pustaka sistem. Dengan demikian, pustakanya akan selalu terjaga dan bagus, tidak menggunakan versi yang lawas.

Saya menggunakan GNU/Linux Gentoo yang selalu terbaharui. Beberapa situs favorit saya menggunakan karakter huruf Asia Timur. Situs seperti Daum Naver dan Nico-nico Douga juga salah satunya. Dan percaya atau tidak, blog-blog berbahasa Mandarin menyediakan informasi jauh lebih lengkap mengenai kompilasi optimal sistem berprosesor MSM7230 misalnya.

Saya juga kebetulan anak baik, saya takkan mengunjungi situs Rusia mengenai Haxx0r. Tapi, Cyrillic sangat dibutuhkan juga untuk mengerti di mana tombol mengunduh plugin OSS4 misalnya. Ya, intinya dukungan Internasionalisasi jauh lebih bagus di Firefox daripada peramban-peramban Chromium.

Seperti yang Anda lihat pada gambar, Google Chrome saya dapat menampilkan Hangul setelah saya:

  1. Memasang fonta Baemuk.
  2. Memasang ekstensi Chrome Advanced Font Settings.
  3. Menyalakan kembali peramban.

Opera Developer belum mendukung internasionalisasi sama sekali. Di gambar ini terlihat Firefox langsung bisa mendukung karakter Hangul. Ini makanya saya lebih memilih menggunakan Firefox.

Daftar Pustaka

Rinat Ibragimov (2014, July 30). ppapi2npapi compatibility layer. GitHub. Retrieved July 08, 2014 from GitHub: https://github.com/i-rinat/freshplayerplugin.^
Robert O'Callahan (2010, April 30). Thoughts on Pepper. mailman at mozilla. Retrieved July 08, 2014 from mailman at mozilla: https://mail.mozilla.org/pipermail/plugin-futures/2010-April/000088.html.^
Tentang Akun PATH yang Menyela Ibu Hamil

Tentang Akun PATH yang Menyela Ibu Hamil

Sekarang sedang ramai dalam pembicaraan tentang seorang dara yang mengomel di PATH karena kehadiran ibu-ibu hamil yang seenaknya saja minta jatah kursi duduk. Beliau menuduh wanita hamil itu malas karena tidak berangkat pagi jam lima seperti ibu-ibu hamil yang lainnya. Akibat perkataan tersebut, ia dicela oleh banyak orang di Internet.

Yang pertama, saya juga mau bilang bahwa yang menyebarkan tulisan dara tersebut sama bersalahnya. Mereka tidak tahu bahwa efek menyebarkan tulisan tersebut secara daring akan berakibat fatal bagi sang dara. Apalagi, apa yang dipasang di Internet takkan pernah bisa dihapus. Aib ini akan melekat seumur hidup dara ini.

Seandainya pun memang dia bersalah, apakah dara tersebut tidak layak untuk mendapatkan pengampunan?

Yang kedua, selaku pengguna KRL, saya juga sering menjumpai tingkah ini bukan hanya sang dara. Saya menjumpai bahkan kaum lelaki pun ada yang tidak punya kemaluan dengan berbalik mengejek ibu-ibu hamil sampai menyuruh dengan kasar ibu tersebut untuk ke gerbong wanita. Jadi, perilaku sang gadis bisa jadi merupakan bentuk empati dari sekelilingnya yang juga kesal dengan kelakuan ibu hamil.

Menurut UndangUndang yang berlaku, perusahaan wajib memberikan cuti dibayar selama tiga bulan kepada ibu hamil. Sisanya tergantung negosiasi dengan perusahaan, alias bisa jadi cuti yang dibayar. Saya tidak tahu bagaimana perusahaan di Indonesia mengaturnya, namun menurut UU Pasal 154 huruf b No. 13/2003 jelas mengatur bahwa ibu hamil yang dipaksa berhenti bekerja dapat membela diri.

Yang ketiga, seberapa tahu ibu-ibu hamil dengan haknya? Jangan-jangan dia tidak tahu dengan UU ini sehingga ia terintimidasi dengan kontrak yang mengharuskan dia bekerja. Seberapa, sih, peraturan perundang-undangan mengatur gaji seseorang? Jangan-jangan dengan mengambil cuti hamil tersebut, seseorang kehilangan sejumlah besar penghasilannya.

Yang keempat, transportasi yang tidak manusiawi, jalan yang berlubang, dan rambu-rambu yang tidak efektif membuat perilaku sebagian kita, terutama yang berkendara (umum/pribadi) di DKI Jakarta, berubah menjadi lebih beringas. Ini dikarenakan fungsi kontrol pemerintah yang tidak benar. Bagaimana cara memecat anggota Dewan yang tidak bekerja? Bagaimana masyarakat memiliki kontrol terhadap anggaran dan hasil kerja? Adakah pihak media massa yang secara aktif meliput penggunaan kas negara terutama tentang transportasi umum ini?

Yang kelima, hal ini justru sebuah indikasi untuk mempertanyakan bagaimana pendidikan moral berlangsung saat ini. Apakah nilai-nilai Pancasila seperti Budi Pekerti, Tenggang Rasa, dan Hormat-menghormati sudah tak lagi diajarkan di sekolah? Ataukah jangan-jangan sudah tidak lagi relevan. Ini buat semua orang, bukan hanya sang “tertuduh”.

Yang keenam, tahukah kita bahwa dara tersebut pun berhak karena dia pincang? Tahukah kita kondisi KRL pada jam sibuk? Yap, terkadang kita suka menghakimi tanpa tahu kondisi orang tersebut. Tahukah kita beban hidupnya sehingga dia berusaha mengeluarkan kekesalan dalam pikirannya yang menumpuk? Hal tersebut menyebabkan kita marah kepada orang lain.

Saya sebenarnya mau membahas tentang cyber-bullying dan efeknya bagi orang Indonesia. Itu sebabnya, saya sedang memantau kalau-kalau terjadi sesuatu dengan dara ini. Kalau itu terjadi, saya rasa memang perlu bangsa ini dibukakan tentang bahayanya cyber-bullying.

Ada yang lebih mengerti permasalahannya? Saya juga mau tanya pengalaman teman-teman di negeri orang tentang ibu hamil dan transportasi umum. Siapa tahu ada yang lebih berpengalaman.

Itu makanya, saya minta supaya pejabat publik supaya sekali seminggu menggunakan transportasi umum. Biar dia tahu bagaimana laknatnya kondisi di sana pada jam sibuk. Jangan cuma naik mobil ditemani voorrijder.

Suara Kresek-kresek pada LG G2 D802 Kit Kat 4.4.2

Suara Kresek-kresek pada LG G2 D802 Kit Kat 4.4.2

Semenjak saya memperbaharui sistem operasi dari Jellybeans (4.2.2) ke  Kit Kat (4.4.2), terjadi gangguan saat memainkan musik dengan menggunakan pendengar (headphone).

Saya pikir yang rusak konektor di telepon. Saya sudah mau berpikir untuk menggunakan garansi. Apalagi, pendengar yang saya gunakan Audio Technica ATH-M50 berjalan dengan baik di komputer dan perangkat lainnya.

Ternyata, saya tidak sendirian:

THAT Kitkat Audio Bug – Hissing/Crackling. – xda-developersTHAT Kitkat Audio Bug – Hissing/Crackling. G2 General

Banyak juga yang mengalami apa yang saya alami. Nampaknya ini terjadi kepada perangkat pendengar kelas atas. Pendengar bawaan dari LG dan pendengar-pendengar biasa tidak mendengar sama sekali gangguan tersebut.

Apa, sih, gangguan tersebut? Kalau memainkan musik, ada bunyi kresek-kresek yang menemani. Ini contoh video gangguan yang terekam:

Solusinya?

Pertama, kalau Anda tidak ingin garansi resmi hilang, lebih baik jangan pindah ke Kit Kat dulu. Atau, kalau terlanjur, kembali saja ke Jelly Beans.

Kedua, solusi parsial, akan hilang bila telepon dinyalakan ulang. Caranya adalah dengan melakukan kalibrasi loopback, mik 1, mik 2, dan mik 3. Cara ini parsial karena masalah akan datang kembali ketika telepon dinyalakan ulang.

xda-developers – View Single Post – THAT Kitkat Audio Bug – Hissing/Crackling.Senior Member Thanks Meter 234 Ok so unplug your headphones. Click reboot on your device. When your device will reboot plug the headphones. Go to dial keypad. Look about what sound keypad keys like 2,5,0,#. Delete all what you typed. Type in dial 3845#*802#, it will show Hidden Menu.

Cara ketiga, bila menggunakan pendengar yang dilengkapi dengan mik, dapat dilakukan Hook Key Test. Cara ini juga parsial karena akan hilang ketika pendengar dicopot dari telepon.

Cara terakhir, cara yang menghilangkan garansi. Anda perlu root telepon Anda, pasang Xposed 2.5+ dan modul G2 Tweaks Box 2. Ubah mixer_path.xml pada telepon Anda. Lalu, pada G2 Tweaks Box aktifkan tambalan:

Sound Tweaks—————>Fix Hissing Headset issues

Setelah itu, silakan nyalakan ulang telepon. Maka, masalah ini akan selesai.

Berhubung G2 saya masih garansi, saya tidak menggunakan cara terakhir. Saya melaporkan hal tersebut pada LG. Nasib.

 

Aliran Silat Harimau Singgalang

Separuh lebih penerusnya adalah orang Bule. Seperti aliran Tae Kwon Do, ini silat yang bisa Go International. Ya, kalau tidak ada orang Indonesia yang mereservasi, lebih baik relakan saja ke orang asing. Sama seperti tempe dan batik, mereka melihat keindahan yang sudah tak lagi dilihat oleh orang Indonesia.

Kalau saya memandangnya seperti ini:

Orang Bule ingin mencokelatkan diri agar eksotis, orang Asia ingin putih agar Kebarat-baratan.
ALIRAN SILEK HARIMAU SINGGALANGBIOGRAFI PAK HAJI SOFYAN NADAR Bapak Haji Syofyan Nadar dilahirkan pada tahun 1958 di sebuah desa di kabupaten Kerinci Jambi. Beliau adalah merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya bernama Nadar dan Ibu berasal dari Pariaman yang bernama Nani dari Pesisir Selatan bersuku Bendang, yaitu dari desa Asam Kumbang Bayang.
Lisensi Resmi Saya

Lisensi Resmi Saya

Seringkali orang salah kaprah dalam memperkenalkan Perangkat Lunak Bebas/Terbuka (PLBT atau FOSS, Free/Open Source Software). Mereka selalu memperkenalkannya sebagai produk gratis. Akibatnya, orang menganggap remeh produk-produk PLBT sebagai produk untuk kaum proletar.

Saya punya lisensi Windows XP Professional asli. Saya juga punya lisensi Microsoft Office 2007. Saya pun punya lisensi Microsoft Visio 2010. Tetapi, mengapa saya masih memilih GNU/Linux.

Iya, seperti yang Anda lihat saya bertahap memiliki perangkat-perangkat lunak tersebut seiring dengan kebutuhan. Kebutuhan membuka berkas-berkas tersebut dari orang lain. Dan, dari waktu ke waktu saya pasti mengeluhkan hal tersebut di media sosial. 🙂

Berapa, sih, fitur yang diinginkan kebanyakan kita dari sebuah pengolah kata? Saya rasa tak banyak dan fitur-fitur populer kebanyakan sudah diimplementasi dengan baik di produk-produk PLBT.

Kebanyakan dari kita hanya terperangkap oleh euforia produk. Padahal, ada pembelajaran yang diperlukan ketika sebuah versi baru diluncurkan. Namun, kita menganggap itu wajar dan menerimanya dengan lapang dada. Berbeda bila itu sesuatu dengan merek lain. Alergi ini yang menyebabkan kita masih ketergantungan dengan produk-produk asing dan vendor.

Kalau orang bertanya kepada saya, mengapa saya membela PLBT? Jawaban saya adalah karena PLBT memberikan kebebasan, kreativitas, dan integritas untuk berkembang. Saya percaya dengan PLBT kita bisa mandiri dan menciptakan lingkungan kerja yang terhubung satu sama lain.

Era Monolitik

Era Monolitik

Sejujurnya, saya sedih melihat perkembangan GNU/Linux saat ini. SABDL mengumumkan bahwa Ubuntu akan pindah dari Upstart ke SystemD. Hal ini mengingat keputusan Debian yang memutuskan untuk pindah dari SystemV ke SystemD.

Bug#727708: init system other points, and conclusionWe seem to be at the point of the process where at least those of us who did early investigation are stating conclusions. I think I have enough information to state mine, so will attempt to do so here.
via Debian

Tulisan Russ Allbery memberikan pemaparan jelas mengenai alasan pemilihan ini. Dari tiga kandidat pengganti SystemV (OpenRC, Upstart, Systemd), SystemD menang di atas segalanya. Integrasi yang ketat dengan kernel Linux adalah salah satu alasannya.

Gentoo Forums :: View topic – The Politics of systemdepisode #299) was giving some of his reasons why having Debian choose to go with systemd was a good thing for Linux. Personally, I felt that all of the reasons he gave were pretty weak and did not require systemd (they included mainly cgroups & socket activation).
via Gentoo

Sebagai pengguna Gentoo dan pengguna sistem GNU/Linux yang lama, saya juga merasakan sentimen yang sama dengan pengguna Gentoo yang lain. SystemD memaksakan kehendak untuk menggantikan semua hal. Dalam beberapa tahun ini, akan ada banyak sistem yang takkan jalan tanpa SystemD.

Ini lebih kecenderungan politik dan sungguh bertentangan dengan falsafah UNIX. UNIX memperkenalkan disain yang modular. Ada lapisan-lapisan yang bekerja dengan lapisannya sendiri. Satu aplikasi berjalan untuk menunaikan tugas spesifik saja dan ia mengerjakan tugas tersebut dengan sangat baik.

Untuk mengerti falsafah ini, kita mesti mengerti politik divide et impera yang dianut VOC dulu. Saya dulu mengerti tentang falsafah ini ketika belajar Pemrograman Fungsional dengan matematika Lambda-nya. Waktu itu saya belajar Haskell.

Inti dari falsafah ini sebagai berikut: sebuah masalah dipecah-pecah menjadi banyak permasalahan yang kecil. Masalah yang kecil tersebut kemudian dipecah kembali. Hal ini dilakukan hingga unit terkecil masalah tersebut sudah mencapai titik yang dapat diselesaikan langsung.

Itu sebabnya, di dalam UNIX (dan sistem-sistem yang menirunya), ada banyak aplikasi perkakas kecil yang bisa membaca pipa aplikasi dan meneruskan keluarannya ke pipa perintah selanjutnya. Jadi, setiap aplikasi kecil tersebut saling terisolasi.

Fungsionalitas yang terisolasi ini membuat uji unit lebih mudah. Faktor ketergantungan pihak eksternal pun minim. Untuk mencari tahu kesalahan ada di mana, isolasi ini membuat kita bisa mendeteksi di mana letak kesalahan yang menyebabkan proses terhenti.

Tentu, zaman sudah berganti. Mungkin banyak orang yang sudah tak paham lagi tentang isolasi masalah. Mereka pikir sebuah aplikasi pada suatu lapisan harus tahu lapisan di atasnya atau di bawahnya.

Contohnya, saya melihat banyak orang yang melakukan optimasi jaringan bahkan sampai berusaha menggabungkan lapisan 3 dan 4, misalnya. Ini demi pengaplikasian jaringan paket berbasis konten. Kompleksitas pun bertambah.

Disain yang seperti ini akan rawan galat. Galat ini tak dapat ditelusuri dengan mudah karena banyak faktor yang mempengaruhi. Akhirnya, galat ini yang mungkin mendekatkan kita kepada Tuhan YME.

SystemD pun nampaknya akan menggantikan banyak hal. Ia telah menggantikan UDEV dan beberapa skrip non-init. BlankOn 9 Suroboyo pun sudah terkena dampaknya. Sudah lama terindikasi memang bahwa mau tak mau dunia harus mengadopsi SystemD!

Saya hanya memprediksi, seperti halnya Linus yang menyesali keputusannya membuat kernel monolitik, suatu saat perancang sistem GNU/Linux akan menyesali keputusan saat ini. SystemD akan berkembang menjadi bloated seperti Windows.

Disainnya yang monolitik hendak menggantikan banyak fungsi membuat ia menjadi kompleks. Separasi yang tidak jelas menjadikan disain menjadi amburadul. Sistem yang kompleks sungguh rawan ketergantungan antar komponen-komponennya sendiri.

Bila saatnya itu tiba, maka akan sulit rasanya mematikan sebuah fitur yang tak perlu. Bisa jadi fitur tersebut menjadi sebuah ketergantungan siklik dengan fungsi yang lain. Ah, malam ini panjang dan menyedihkan. 🙁

Met Valentin bagi yang merayakan.

Sebentar Lagi Metode Hitung Kancing
Troll living on basement of his parent house want legendary items.

Sebentar Lagi Metode Hitung Kancing

Aduh, sebenarnya saya tidak begitu suka menulis tentang Politik. Apa daya, beberapa tulisan akhir-akhir ini terlalu teknis. Semoga tulisan ringan kali ini bisa menyelip di antara tulisan-tulisan teknis.

Biasanya saya pilih calon DPR dan DPRD berdasarkan tampang yang cakep. Ya, habisnya, mereka, toh, tak pernah terlihat batang hidungnya selama menjabat. Lagipula, tak satupun menyertakan apa yang mereka perjuangkan.

Coba saja lihat di situs KPU. Tak satu pun berisi tujuan mereka dipilih. Paling banter mungkin hanya berisi penghargaan. Untuk apa saya harus memilih mereka? Entahlah, mereka pun tak tahu.

Dasar mereka mungkin karena rakyat Indonesia terlalu bodoh untuk berani memperjuangkan hak mereka sendiri. Ya, buktinya, tak ada mekanisme untuk menurunkan tokoh-tokoh yang kurang ajar. Makanya, mereka berkata seenak jidat pun tak pernah ada yang bisa menurunkan mereka.

Entahlah, bilamana memang terpilih pemimpin yang baik, sebagai seorang praktisi TIK saya rindu:

  • Presiden yang membentuk tim untuk menghasilkan Cetak Biru TIK dan menjalankannya.
  • Menteri Kominfo yang mengerti TIK. Bukti bahwa dia memang orang yang mendukung TIK demi kemajuan negera, bukan sekedar titipan:
    1. Memperjuangkan keberadaan PALAPA RING.
    2. Memperjuangkan keberadaan INHERENT.
    3. Melindungi PRIVASI pengguna telekomunikasi dari penyebar SPAM, penipuan, dan para penjual profil.
  • Anggota DPR/DPRD yang berjuang untuk Internet murah dan menurunkan biaya investasi TIK di Indonesia. Bagus lagi kalau mau menelurkan UU yang melindungi usaha-usaha swadaya semacam Internet Sehat dan OpenBTS.

Firasat saya, sih, ini cuma mimpi di siang bolong. Tapi, boleh, ‘kan, bermimpi mempunyai pemimpin yang tidak mau disuap dan disetir kepentingan tertentu? Namanya juga berangan-angan.

Sotoy Programming

Sotoy Programming

Sotoy Programming is a programming paradigm in which the developer makes an application based on sample codes and shipped it as an end application without ever know what happened.
Sotoy Programming adalah sebuah paradigma pemrograman yang pemrogramnya membuat aplikasi berdasarkan kode contoh dan mempublikasikan aplikasi tersebut tanpa tahu apa-apa isi aplikasi tersebut.