Category Archives

176 Articles
Hello Narwhal

Hello Narwhal

Narwhal Is Coming

Narwhal and mankind

Once upon a time, there was a place where knowledge were bound to people that have. No man ever had the knowledge. It was leased and taken without man knew what’s what. Until one day in the year of Unity, Narwhal, the descendant of the sea of knowledge came.

She with the gentle knowledge greeted the saints of man and gave them love of knowledge. To share, to study, and to have new one. Those saints adopted the knowledge and spread it around. The knowledge brought many new possibilities of inventions to enhance the way people lives. It gave people abilities and teared down walls.

Get it, share it, spread it. Hello, Ubuntu, GNU/Linux for human beings.

Mengalirkan Lagu Dalam Direktori Lewat HTTP Menggunakan VLC

Mengalirkan Lagu Dalam Direktori Lewat HTTP Menggunakan VLC

$ vlc -I dummy -Z --playlist-tree ~/Musik/Duniawi/ --sout "#standard{access=http,mux=ogg,dst=:20000}"
Keterangan:
  • -I dummy, Antarmuka yang digunakan dummy alias headless.
  • -Z, lagunya diputar acak dan diulang.
  • –playlist-tree ~/Musik/Duniawi, direktori akar yang hendak dimainkan. VLC akan memainkan sub direktorinya juga.
  • –sout, streamout.
  • #standard, cukup menjelaskan.
  • access=http, dialirkan menggunakan protokol http.
  • mux=ogg, format lagu yang dialirkan adalah OGG Audio.
  • dst=:20000, http ditautkan ke port 20000. Formatnya [IP:PORT], jadinya :20000 sama seperti 0.0.0.0:20000.

 

Get Juicy Sound Out of OpenSound System 4 (OSS4)

Get Juicy Sound Out of OpenSound System 4 (OSS4)

Well, they said that 90% of the population would not notice the difference. But, since I have the right equipment, a good headset and a handful of ripped songs from original CD that I own, I think this could make the difference. To make it that nobody asking foolish question, I have set the requirement so that you could do this on your own:

  1. Know how to ask politely.
  2. Know how to compile.
  3. Can open a terminal.

If you can do that, then proceed.

Prerequisites

The new kernel configuration take OSS names as ALSA’s. This makes people can’t load OSS4 on vanilla kernel. If you compile your kernel, please make sure that OSS preclaimed is disabled. In menuconfig the option is in:

Device Drivers -> Sound card support -> Preclaim OSS device numbers

Make sure to uncheck there and you can have ‘alternative’ OSS implementation, i.e. OSS4.

Fortunately, the stock kernel from Debian and Ubuntu don’t implement that, cmiiw.

Compile the kernel, install it and you’re set. Oh, btw, don’t forget to install Mercurial, the DVCS. Opensound uses it instead of GIT (no flamewars intended).

Get the OSS4

The opensound source have moved to Sourceforge for some times now. So, the command:

$ hg --verbose clone http://opensound.hg.sourceforge.net/hgweb/opensound/opensound/

Wait and you are done.

Configure OSS4

Go to the source directory and creates an empty directory to build the source. It is a new, and a good, convention to seperate build directory and source directory.

$ cd opensound && mkdir bangun-gentoo64 && cd bangun-gentoo64

Let’s configure it:

$ ../configure --config-vmix=FLOAT --config-midi=YES --enable-timings

There is a bug in installing OSS4 to my work machine (Gentoo 64bit). It failed to install because it failed to copy libraries into “/usr/lib”. Apperantly, the path is a symlink to “/usr/lib64”. So, if you are in the 64bit and having trouble, you could edit Makefile in your build directory (mine is “opensound/bangun-gentoo64”). Change

OSSLIBDIR="/usr/lib/oss"

into

OSSLIBDIR="/usr/lib64/oss"

There is also a bug in the configure script that define the wrong value of maximum GRC  quality. Open “kernel/framework/include/local_config.h” and change

#define CONFIG_OSS_GRC_MAX_QUALITY 3

into

#define CONFIG_OSS_GRC_MAX_QUALITY 7

As I found out, there is a bug that makes me can’t install OSS4 because it failed to find “ubuntu_version_hack.inc”. The problem is because it doesn’t get copied. According to cesium, edit the  “setup/Linux/make.local” file and change

cp -R prototype/* /

into

(cd prototype; find -L . -type f | cpio -pud /)

That’s on line 6, in my case.

Compile and Install

Now, compile it and install it:

$ make -j4 && sudo make install

I edited the “/etc/oss.conf” and change the “/usr/lib/oss” into “/usr/lib64/oss”.

Reboot and enjoy. To enable OSS4, just do:

$ sudo soundon

Fin.

Reference:

Cesium. OSS4 Forum. http://www.4front-tech.com/forum/viewtopic.php?f=3&t=3543#p14102

Hubungan Aman Lewat SSH

Hubungan Aman Lewat SSH

Debian secara baku biasanya memasang layanan servernya, VNC, X11, MySQL, dsb. ke localhost. Artinya, sambungan dari jaringan tidak dapat dilakukan. Hal ini untuk mencegah orang ketiga menguping data yang lewat.

Bagaimana jika hendak mengakses layanan tersebut lewat jaringan?

Gampang, silakan gunakan Port Forwarding di GNU/Linux Anda.

$ ssh -L$PORT_SERVER:$IP_SERVER:$PORT_KITA $USERNAME@$IP_SERVER -p$PORT_SSH -N &

Contohnya mengakses VNC:

$ ssh -L5900:192.168.0.4:5900 akyu@192.168.0.4 -p8080 -N &
[1] 5795

Artinya:

ssh
perintah ssh.
-L5900:192.168.0.4:5900
Port 5900 server (IP-nya 192.168.0.4 diarahkan ke 5900 lokal.
akyu@192.168.0.4
Login SSH yang dipakai untuk menghubungi server.
-N
Artinya hanya lakukan Port Forwarding tanpa membuka terminal di sana.
-p8080
Biasanya ini Anda tidak perlu pakai, karena secara baku SSH berjalan di port 22. Namun, beberapa orang paranoid (baca:admin) suka menjalankan layanan-layanan pada port yang tidak baku.
&
Jalankan perintah ini di latar belakang.
[1] 5795
Ini tidak diketikkan, melainkan keluaran dari perintah tersebut.

Perhatikan bahwa saya menyertakan “[1] 5795”. Itu adalah PID aplikasi ssh yang kita jalankan di latar. PID ini dibutuhkan untuk menghentikan program ssh bila sudah selesai digunakan.

Nah, setelah ssh dijalankan, klien bisa segera menghubungi lokal saja, contohnya:

$ vncviewer localhost

Apabila sudah selesai, bunuh proses tersebut dengan menyebut PID-nya. Contoh membunuh perintah di atas:

$ kill 5795

TERBARU:

Iang memberikan alternatif untuk menggunakan parameter “-f” dan bukan “&”. Dari manual yang saya baca, “-f” cara yang lebih elegan karena ia akan menanyakan sandi Anda terlebih dahulu sebelum ssh ke latar. Hanya, cara ini tidak memberitahukan PID berapa proses ssh tersebut. Untuk menghentikan ssh, kita harus terlebih dahulu melihat PID ssh:

$ps ax | grep ssh 
9449 ?        Ss     0:00 ssh -L5900:192.168.0.4:5900 akyu@192.168.0.4 -p8080 -N -f
15237 ?        Ss     0:00 /usr/sbin/sshd

Pada perintah di atas, PID ssh adalah 9449.

Ship It Diberhentikan

Ship It Diberhentikan

Layanan ShipIt diberhentikan, demikian ujar Jono Bacon. ShipIt adalah layanan pemesanan CD gratis dari Canonical untuk memperkenalkan Ubuntu kepada seluruh dunia. Sebagai gantinya, Canonical akan menyediakan LoCo Team, sebutan untuk komunitas lokal Ubuntu, dengan CD. Jadi, yang bisa mesan hanya atas nama komunitas Ubuntu Indonesia.

Saya masih ingat, dulu Iang sempat memesan CD dalam jumlah besar dan menyangkut di Bea Cukai. Mungkin cara ini tidak seefektif yang dulu. Tetapi, seperti yang diujarkan Jono dalam tulisannya tersebut, Internet sudah tak selambat dulu dan mereka hendak berkonsentrasi untuk membantu setiap komunitas Ubuntu dalam berkontribusi.

Untuk komunitas Ubuntu, silakan ke sini untuk memesan CD.

Android AP dan Kubuntu

Android AP dan Kubuntu

tl;dr

Pilih Modus Ad Hoc.

Caranya

Saya memakai Barnacle Wifi Tether. Untuk dapat digunakan oleh Kubuntu, caranya berikut:

  1. Klik ikon Network Management dan pilih Manage Connections
  2. Pilih koneksi yang ada atau tambah. Pokoknya pilih AP Android. Lalu pilih Sunting (Edit).
  3. Pada tab Wireless, di bagian Mode pilih “Ad hoc” (bakunya infrastruktur)
  4. Pilih OK dan suah siap digunakan.
Firefox 4.0 Di Sini

Firefox 4.0 Di Sini

Sebenarnya di Kambing telah ada semenjak 22 Maret. Tetapi tulisannya masih stay tuned.

Stay tuned

Tunggu terbit.

Ya, sudah. Saya diam saja. Baru hari ini dan tadi malam Firefox 4.0 resmi diterbitkan. Untuk para pengguna Ubuntu dan punya cukup lebar pita, silakan gunakan PPA resmi Mozilla. Caranya:

$ sudo add-apt-repository ppa:mozillateam/firefox-stable
$ sudo aptitude update
$ sudo aptitude safe-upgrade

Kebetulan saya juga pakai Gentoo 64bit. Saya mencoba untuk mengunduh Firefox 4.0 dari situs resmi dan mendapati bahwa versi yang terunduh untuk GNU/Linux masih 32 bit. Yah, kita harus nunggu besok baru KAMBING sudah tersinkron.

Atau… klik di sini. ;-P

Yang menarik dari penerbitan Firefox 4.0 ini adalah penggunaan teknologi Grid untuk menghitung langsung (realtime counter) dari seluruh dunia di sini. Hmm… saya tak perlu bahas ini, nanti jadi teknis.

Kembali ke topik, saya akan menggunakan Firefox 4.0 sepanjang hari ini sebagai penghormatan atas terbitnya Firefox.

Getting Posiflex or Any USB-Serial Printer To Work On Ubuntu

Getting Posiflex or Any USB-Serial Printer To Work On Ubuntu

Recent printers are using USB port as their connection to PC. This may be because of the parallel port is being deprecated. Many mainboards nowadays even doesn’t have parallel port. Using well-known “lp” driver couldn’t detect the USB printer. I was trying also to use “usblp”, a variant of “lp” driver, but it also failed.

The printer is Posiflex AURA 8000. This is a thermal printer. Luckily, my friend Idur, have discovered that it just needed module “pl2303”. The module depends on “usbserial”. So we edited the

/etc/modules

and added:

usbserial
pl2303

Rebooted and we found that the driver linked the device into “/dev/ttyUSB0”. This is undesirable because the old code would be “/dev/lp0”. So, we extract some information from the device:

# udevadm info -a -p $(udevadm info -q path -n /dev/ttyUSB0)

The snippet of the command: (may differ on your system a little bit)

looking at parent device '/devices/pci0000:00/0000:00:1d.1/usb3/3-2/3-2:1.1/ttyUSB0':
    KERNELS=="ttyUSB0"
    SUBSYSTEMS=="usb-serial"
    DRIVERS=="pl2303"
    ATTRS{port_number}=="0"

From the finding, we add new UDEV rule. I named the file as

/etc/udev/rules.d/70-posiflex-printer-usbserial.rules

. It contains:

SUBSYSTEMS=="usb-serial", DRIVERS=="pl2303", NAME="lp%n"

Save it and reboot. Now, we would have the USB Serial printer at /dev/lp0 just like its Parallel port printer. If you have different printer, please comment and let me know that the trick also applicable to other USB Serial printer as well.

RSYNC

RSYNC

Pembaharuan Berkala

$ rsync -au /home /mnt/backup

Iterasi Per Hari

$ rsync -a /home /mnt/backup/`date +%Y%m%d`

Jalankan Dengan Crontab

$ crontab -e
0 2 * * * /usr/bin/rsync -a /home /mnt/backup/`date%Y%m%d`

Simpan dan berdoa ini jalan.

Referensi

http://adminschoice.com/crontab-quick-reference

http://www.thegeekstuff.com/2010/09/rsync-command-examples/

Back up like an expert with rsync

What’s so great about rsync? First, it’s designed to speed up file transfer by copying the differences between two files rather than copying an entire file every time. For example, when I’m writing this article, I can make a copy via rsync now and then another copy later.

date(1): print/set system date/time – Linux man page

Display the current time in the given FORMAT, or set the system date. -d, –date=STRING display time described by STRING, not ‘now’ -f, –file=DATEFILE …

Once Upon A Time: A MyPaint Showcase

Once Upon A Time: A MyPaint Showcase

Knight In The Shinny Armor

The Knight

Everyone is like a princess.

Waiting for her knight in a shinny armor comes with his glory. He would break the silence. He would bleed and get dirty. He will not falter no matter what. All that sketches in his mind is a princess waiting for him at the end of the darkness.

Dragon, witches, castle

Obstacles

With his glory, he fights the odds. He fights the fiercing dragon. He fights the witches and break the spells that cast upon. He crosses the river. He breaks down the centuries unmoved gate. Climb to the tallest tower and save the princess.

Then, that prince would tell the princess how much he loves her. The prince would bow down and asks her to marry him. He takes the princess to his kingdom and makes her his queen for life.

Broken Heart

The Prince's Heart

Little did the princess know…

that the prince’s heart was broken in the process.

–:: F I N ::–

Read More

Driver for U.r.U 4500 in Kernel 2.6.36

Driver for U.r.U 4500 in Kernel 2.6.36

It seems the Linux kernel getting another ABI change for USB in 2.6.36. function

ioctl

is being deprecated for a while and now being removed. It is changed with function 

unlocked_ioctl

. The parameter also changed.

Here’s the chunk of changes that would gives you idea of what changed:

<2.6.36 2.6.36+
ioctl   = usbdpfp_ioctl
.unlocked_ioctl   = usbdpfp_ioctl
usbdpfp_ioctl(struct inode *inode, struct file *file, unsigned int cmd, usbdpfp_ioctl(struct file *file, unsigned int cmd,
static int usbdpfp_ioctl( static long usbdpfp_ioctl(

That’s not all of the code, but you get the idea. The

ioctl

is changed. Every

ioctl

calling is having one less parameter. The return is no longer

int

but

long

.

According to Alex comment in my previous post, the UDEV rule also changing. Every USB device is default installed in /dev/usb directory. That’s why we have to make an adjustment in udev rule. As usual, I’m uploading the whole code here. As usual, remove the .pdf extension.

Modus Paranoia

Modus Paranoia

Apakah Anda seperti saya ingin memiliki CD asli dan ingin mempertahankan kualitas rekaman? Sering kali CD yang kita beli sudah termakan usia. Atau, terkadang pemutar CD tidak bersahabat dan meninggalkan goresan seperti laiknya anak 4lay di tempat-tempat umum. Ini seringkali menimbulkan suara yang terputus pada hasil rip saya. Rasanya tidak enak mendengarkan musik berkualitas dengan ada patah-patah.

Bagaimana Cara Mereka Melakukan RIP?

Biasanya, sebuah enkoder melewatkan data dari CDDA ke PCM WAV dulu baru diubah ke format yang kita kehendaki. Masalahnya, ketika CD telah dipenuhi oleh bekas luka, proses tersebut menimbulkan gap yang menyebabkan adanya titik-titik kosong (glitches) .

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, gunakanlah CDDA Paranoia. CDDA Paranoia membaca langsung data di dalam CD dan melakukan deteksi galat. Dia membaca mentah kemudian mengonversikannya ke format WAV. Di K3B, itu ada pilihannya dan saya memilih level 3, level tertinggi yang ditawarkan oleh K3B. Prosesnya jadi jauh lebih lama, tetapi sepadan dengan harga CD asli yang di atas 50.ooo rupiah.

Bersahabatlah dengan back up! 😛

Penataran Kubuntu Natty Hari Ini

Penataran Kubuntu Natty Hari Ini

Beberapa hari yang lalu Natty sempat tidak stabil dan berbahaya. Hari ini Natty lebih stabil. Berikut paket yang menjadi masukan:

  • Masuknya gtk2-engines-oxygen, sebuah GTK style khusus yang dirancang untuk berperilaku seperti Qt Oxygen. Selamat tinggal qtcurve.
  • Masuknya cryptsetup, perkakas untuk membuat ecryptfs, sebuah partisi aman untuk menyimpan data bokep, eh, sensitif. 😛

Sampai saat ini, Kubuntu belum ada yang spesial.

Memasang Patchset Con Kolivas di Maverick

Memasang Patchset Con Kolivas di Maverick

Versi terakhir saat tulisan ini ditulis adalah patchset 2.6.36-ck2. Sedangkan, berdasarkan blog Kolivas, dia sudah merilis versi BFS versi .360. Unduh semua kebutuhan:

$ wget http://kambing.ui.ac.id/linux/v2.6/linux-2.6.36.tar.bz2

$ wget http://kambing.ui.ac.id/linux/people/ck/patches/2.6/2.6.36/2.6.36-ck2/patch-2.6.36-ck2.bz2

$ wget http://ck.kolivas.org/patches/bfs/2.6.36/2.6.36-ck2-bfs-360.patch

Kernel Linux yang terbaru adalah versi 2.6.36.2, tetapi saya lebih nyaman menggunakan versi 2.6.36 sesuai dengan rekomendasi. Tidak salah, sih, kalau Anda mengunduh dan menggunakan yang terbaru. Saya sudah coba dan bisa ditambal.

Langkah berikutnya ekstraksi dan tambal kernel yang sudah di unduh:

$ tar xvfj linux-2.6.36.tar.bz2 && cd linux-2.6.36

$ bzcat ../patch-2.6.36-ck2.bz2 | patch -Np1

$ cat 2.6.36-ck2-bfs-360.patch | patch -Np1

Konfigurasikan kernel Anda:

$ make mrproper

$ make oldconfig

$ make menuconfig

Pada saat oldconfig, jawab saja sekenanya (tekan tombol ENTER saja). Baru saat masuk ke dalam menuconfig, Anda bisa memodifikasi. Biasanya saya membuang semua perangkat keras yang tidak mungkin ada pada komputer saya. Kemudian, saya mengubah jenis prosesor dari generik menjadi Core2/newer processor dan membuang opsi generic x86.

Setelah selesai, kompilasi:

$ fakeroot make-kpkg -j3 –initrd kernel_image kernel_headers

Parameter -j3 itu membuat kompilasi berjalan paralel dalam 3 jalinan. Konon, ada yang bilang konkurensi itu jumlah inti dikali dua atau ditambah satu. Saya pilih ditambah satu. Silakan ambil waktu sejenak, mengopi dulu, atau coba sapa rekan kerja Anda. Nanti bila selesai sudah tinggal memasang berkas Debian.

Android Terutak-atik

Android Terutak-atik

Setelah berhasil membangkitkan kembali touchbook Android saya pun bergegas mencoba mengoprek-oprek. Pengetahuan yang berhasil didapatkan:

  1. Model Android
  2. ROM yang telah dicoba.
  3. Cara Instalasi

Model Android

Model Android abal ini mirip dengan ePad,  Flytouch M001, mereka sama-sama menggunakan Android 1.6. Prosesor yang digunakan adalah WM8505 yang punya detak 300MHz dan maksimal 400MHz. Memori yang digunakan pun hanya 128MB. Jadi, jangan harap bisa menggunakan Froyo apalagi Gingerbread.

ROM yang telah dicoba

Untuk yang suka mengoprek-oprek, forum Slatedroid adalah tempat yang baik untuk menapatkan ROM dan pengetahuan. Saya menggunakan beberapa ROM dari sana. ROM yang berhasil saya gunakan adalah versi 1.9.88-3k  buatan HidePerso. Ada juga buatan Tipstir yang tertatar dengan Android Market versi 0.3, versi 1.9.88-4. Cuma, setelah saya gunakan, yang versi terbaru ini kurang responsif dibandingkan yang pertama.

Oh, ya, saya lupa beritahu; kedua ROM tersebut menukar fungsi tombol-tombol volume saya menjadi fungsi HOME. Bagi saya ini bukan masalah sebab suara dapat diatur dengan widget yang tersedia. Untuk layar Rumah, saya menggunakan Home++. ADW Launcher terlalu berat di tempat saya dan layar Rumah bawaan Android terlalu biasa. Adakah layar Rumah favorit Anda?

Saya juga senang membaca blog Project Gus. Dia menyediakan Froyo versi alfa untuk M001. Seperti yang saya bilang, M001 kompatibel dengan Android saya. Tetapi setelah saya coba, versi alfa ini kurang bermanfaat selain memberi gambaran betapa indahnya Froyo. Sabar! 😛

Selanjutnya, saya  akan mencoba mengoprek-oprek Open Eclair dan Cyanogen. Tentunya, dengan tugas akhir dan ujian menanti sebagai prioritas. [mengingatkan diri untuk menyelesaikan kuliah dan mengurangi jam ngoprek :D]

Cara Instalasi

Beli saja MicroSD yang 2GB atau 4GB. Saya membeli yang 4GB, yang 8GB kosong. Pastikan bahwa kabel adaptor selalu terhubung ke Android, seperti ini: Kabel Adaptor jangan dilepas.

MicroSD diformat dengan format FAT32 sehingga semua ini dapat dilakukan di Windoze. Hal ini sangat tidak disarankan karena mengurangi tingkat intelejensia. Untuk GNU/Linux, cukup diformat dengan:

$ sudo mkfs.vfat /dev/sdc1 -n "JPKEREN" 

Ganti

/dev/sdc1

dengan partisi MicroSD Anda.

Ekstraksi salah satu ROM, dan salin direktori

script

di dalam MicroSD. Ingat, cukup direktori

script

saja.

Ugh, saya sudah diajak main bulu tangkis. Saya persingkat.

Matikan Android dan pasang MicroSD tersebut.

Nyalakan kembali Android dan tunggu. (Skrinsut menyusul)

Copot MicroSD setelah selesai pembaharuan seperti yang diminta oleh Android. Android akan otomatis mati setelah itu.

Nyalakan kembali Android maka ia akan dengan tampilan baru. (Skinsut menyusul)

Install GlobalPlatform 6.0 and GPShell 1.4.4 on Maverick

Install GlobalPlatform 6.0 and GPShell 1.4.4 on Maverick

Prerequisite for this post:

  • Knows about GlobalPlatform and Javacard development (or else this post is unuseful).
  • Already install pcscd, libpcsclite1-dev, and pcsc-tools.
  • Already install
    built-essential.

The build sequence so far I did was:

  1. Install development headers.
  2. Install GlobalPlatform 6.0.
  3. Install
  4. Install GPShell

Install development headers.

GlobalPlatform 6.0 needs OpenSSL and ZLIB:

$ sudo apt-get install libssl-dev zlib1g-dev

Install GlobalPlatform 6.0

  1. GlobalPlatform 6.0 downloaded from sourceforge, extract it.
    $ tar xvfz globalplatform-6.0.0.tar.gz
    $ cd globalplatform-6.0.0/
  2. Enable debug and no static built is optional, I kind of like those.
    $ ./configure --prefix=/usr --enable-debug --disable-static
  3. Make them (-j4 is making four threads of compilling. Faster if you have multicores CPU, which nowadays not so strange)
    $ make -j4
  4. Install
    $ sudo make install

Install GP <–> PCSC connection plugin

  1. Download from sourceforge and extract it.
    $ tar xvfz gppcscconnectionplugin-1.1.0.tar.gz && cd gppcscconnectionplugin-1.1.0
  2. Enable debug and no static built is optional, I kind of like those.
    $ ./configure --prefix=/usr --enable-debug --disable-static
  3. Make them (-j4 is making four threads of compilling. Faster if you have multicores CPU, which nowadays not so strange)
    $ make -j4
  4. Install
    $ sudo make install

Install GPShell

  1. You know the drill.
    $ tar xvfz gpshell-1.4.4.tar.gz && cd gpshell-1.4.4
  2. And the rest:
    $ ./configure --prefix=/usr --enable-debug --disable-static && make -j4 && sudo make install

Done.

Instalasi Oracle (SUN) Java dan Netbeans pada Ubuntu

Instalasi Oracle (SUN) Java dan Netbeans pada Ubuntu

Ubuntu menyediakan Oracle (SUN) Java pada repository Canonical Partner. Beruntung KAMBING.ui.ac.id sudah membuat cerminnya. Anda tinggal aktifkan reponya dengan membuat berkas baru

/etc/apt/sources.list.d/canonical-partner.list

yang berisi:

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu-partner maverick partner

Gunakan penyunting kesukaan Anda. Sebagai contoh dengan menggunakan penyunting sederhana:

$ echo "deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu-partner maverick partner" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/canonical-partner.list

Ubuntu menyediakan Netbeans pada repo universe. Oleh sebab itu, aktifkan repo universe. Biasanya ada di /etc/sources.list dinonaktifkan sebagai komentar. Contoh konfigurasi repo saya yang mengaktifkan repo main, restricted, universe, dan multiverse:

$ cat /etc/apt/sources.list
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse

Ingat untuk mengganti maverick dengan versi ubuntu Anda (lucid misalnya)! 😛

Setelah itu, jangan lupa data APT dimutakhirkan:

$ sudo apt-get update 

Pasang kedua perangkat lunak tersebut:

$ sudo apt-get install sun-java6-jdk netbeans 

Selesai.

Agar peramban Anda dapat menggunakan Java, jangan lupa memasang sun-java6-plugin:

$ sudo apt-get install sun-java6-plugin
Getting Omnikey 5321 To Work On Maverick

Getting Omnikey 5321 To Work On Maverick

It didn’t work with the

pcsc-omnikey

package. I have reinstalled the

pcscd

package with compiling from source. I’ve configured with

"--enable-libusb --disable-libhal"

to use libusb instead of HAL. Those failed.

Then it turned out I have to install the driver from HID Global (the producer of the said card reader) and installed it. The way:

  1. Download driver from: http://www.hidglobal.com/driverDownloads.php?techCat=19&prod_id=171#
  2. Untar the driver to a directory and cd to it.
  3. $ sudo ./install -d /usr/lib/pcsc/drivers/
  4. Restart pcscd:
    $ sudo invoke-rc.d pcscd restart
  5. Done.

Then we have the Omnikey back.