Category Archives

348 Articles
Konfigurasi CAS 5.1.2
Arsitektur SSO dasar.

Konfigurasi CAS 5.1.2

Apereo CAS (sebelumnya Jasig CAS) banyak dipakai untuk SSO. Cara pemasangannya agak ribet dan sulit. Kebetulan, versi CAS 5.1.2 sekarang sudah menggunakan Spring Boot sebagai dasarnya.

Keuntungan penggunaan Spring Boot adalah Jasig CAS menggunakan banyak keunggulan framework Spring. Misalnya, teknologi Spring Cloud untuk teknologi devops, Spring Web Flow untuk arsitektur layanan mikro (micro service), service discovery, dan konfigurasi melalui YAML. Sehingga, kita bisa memasang infrastruktur SSO melalui CAS tanpa harus mengoding seperti dahulu. Atau, kita bisa mengembangkan layanan yang terpisah dari SSO ala layanan mikro.

Sebelum infrastruktur bertambah rumit, saya ingin memberikan jembatan keledai. Sebab, saya pikir SSO ini agak sulit pada awalnya kalau tidak tahu caranya. Saya harap ketika selesai membaca artikel ini, pembaca ada gambaran bagaimana SSO bisa dikembangkan.

Arsitektur yang dipilih

Arsitektur SSO

Arsitektur SSO dasar.

Ada banyak pilihan, tetapi saya memilih kapabilitas komponen yang bisa diskalakan secara horizontal dan modern. Misalnya, ada banyak pilihan untuk ruang penyimpan tiket (Ticket Storage), tetapi saya memilih Redis karena dia implementasi modern yang banyak dipakai untuk teknologi dewasa ini.

Setiap komponen yang saya pilih ini dapat dikluster. Saya memilih untuk mengembangkan satu layanan per mesin. Nanti kalau sudah mengerti teknologi perawanan, [uhuk colek Utian Ayuba] Anda bisa mengubah setiap ini menjadi konfigurasi devops macam Ansible, Puppet, Chef, Vagrant,  atau apa pun agama Anda.

CAS IdP

CAS IdP adalah mesin utama yang menyediakan profil, otentikasi, dan otorisasi. Semua klien terhubung ke sana.

Cara buat:

CAS IdP Server

CAS Ticket Storage

Secara baku CAS IdP menyimpan tiket sesi pada memori. Namun, untuk arsitektur kluster dan skalabilitas, lebih baik menggunakan Redis. Mengapa Redis? Karena Redis utamanya menggunakan memori.

Untuk peladen Redis tidak perlu dikluster. Lebih baik satu instans Redis yang memakan memori 24 GB dari pada membuat kluster.

Cara buat:

Redis Ticket Storage

CAS Service Storage

Satu situs/sistem/aplikasi yang menggunakan CAS untuk SSO disebut satu layanan (service). Setiap layanan dapat didefinisikan logo, URL, ACL pengguna, dan sebagainya secara granular. Itu semua secara baku disimpan oleh CAS IdP di berkas JSON.

Untuk pengelolaan yang lebih baik, saya memilih PostgreSQL sebagai ruang penyimpan. Pengalaman saya membandingkan PostgreSQL dengan MySQL mengatakan bahwa PostgreSQL rajanya basisdata untuk basisdata perangkat lunak bebas terbuka. Waktu itu saya membandingkan layanan Roundcube Webmail dengan MySQL dan PostgreSQL. Anda sebagai pengguna Webmail UI pasti merasakan bagaimana Webmail UI itu seperti mengakses sistem HTML statik.

Saya, sih, tidak apa kalau ada yang mau menggunakan MongoDB atau yang lainnya. Tetapi saya memilih karena daftar layanan ini tidak perlu kecepatan khusus. Selain itu, daftar layanan butuh untuk tahan banting, saya lebih memilih PostgreSQL. Tentu saja, saya takkan memilih Redis.

Cara buat:

CAS Service Registry

CAS Authentication Provider

Normalnya CAS menggunakan Spring Security dengan login casuser dan sandi Mellon. Tentunya, ini buat yang main-main. Untuk yang lebih serius, gunakan LDAP, basis data, atau bahkan layanan REST.

Penyedia otentikasi CAS dapat lebih dari satu (komposit). Tetapi, untuk kali ini, gunakan saja LDAP.

Cara buat:

CAS Auth LDAP

CAS Service Management Webapp

Aduh, lupa menulis dokumentasi. Silakan simpan URL ini, nanti saya coba tulis. Untuk sementara, langsung saja buat di basisdata. He… he… he….

Studi Kasus: WordPress

Penasaran dengan hasilnya? Langsung saja, buat aplikasi WordPress. Mengapa WordPress? Karena gampang memasangnya. Tinggal pakai plugin WP Cassify, daftarkan URL WP sebagai satu layanan, dan beres!

Cara buat:

WordPress Cassify

TODO:

  • Personalisasi halaman login.
  • Membuat CAS IdP terkluster (lebih dari satu instans)
  • Entahlah….
Akses Dolphin (Manajer Berkas KDE) ke SMBv2 atau SMBv3
About KDE

Akses Dolphin (Manajer Berkas KDE) ke SMBv2 atau SMBv3

Karena WCry 2.0, protokol SMBv1 sudah tidak berlaku lagi. Kebanyakan peladen berkas sudah berjalan di versi 2 ke atas. Masalahnya, banyak penjelajah berkas masih menggunakan SMBv1 secara baku. Untuk itu, perlu diaktifkan klien versi 2 ke atas.

Saya pernah membuat sebuah retasan dengan memasang berkas tersebut menggunakan CIFS. Ternyata ada cara yang lebih baik, yakni dengan mengonfigurasi pustaka klien SMB untuk mengaktifkan sampai versi 3.

Caranya:

Selesai.

Bacaan Lebih Lanjut

Tutorial Lengkap Patroni PostgreSQL
PostgreSQL database

Tutorial Lengkap Patroni PostgreSQL

Masih ingat tutorial saya tentang Patroni dahulu? Saya akan membuat tulisan lengkap dari nol sampai berjalan. Di akhir tutorial ini Anda bisa membuat kluster Patroni secara manual. Kalau Anda devops dan tertarik menulis resep untuk Ansible, Puppet, dan sejenisnya, saya harap artikel ini bisa menjadi acuan untuk mengerti Patroni.

Mesin-mesin yang Ada

Saya membagi setiap mesin yang digunakan dengan dua IP. Satu subnet IP internal yang digunakan untuk setiap mesin dalam kluster berkomunikasi dan satu subnet IP yang digunakan untuk akses luar. Implementasi fisik dengan menggunakan dua kartu jaringan (atau dua bonding fisik)  yang berbeda. Perbedaan jaringan untuk komunikasi internal dan komunikasi dengan klien ini selain menyediakan keamanan dalam isolasi, juga membuat koneksi internal atau pun eksternal tidak saling mengganggu.

Untuk mengurangi kompleksitas tutorial ini, saya hanya menyediakan satu mesin HAProxy dan satu mesin etcd. Fokus tulisan ini adalah untuk ketersediaan PostgreSQL. Untuk membuat ketersediaan HAProxy dan etcd akan dibahas lain kali bila ada waktu [baca: kalau tidak malas].

Agar tidak membingungkan, saya selalu mempraktikkan penamaan kluster ditambah dengan prefiks nama aplikasi. Hal ini penting karena di perawanan yang sudah semakin terotomatisasi, kadang kita suka bingung kalau konfigurasi sudah tidak ada lagi.

konfigurasi

Konfigurasi server yang dipakai

Yak, intinya ada 5 mesin untuk tutorial kali ini. Saya menggunakan GNU/Linux Debian 9 karena itu standar sistem operasi UI. Untuk sistem operasi lain saya rasa tidak ada yang berbeda karena kali ini saya tidak menggunakan paket repositori.

Untuk memudahkan, pastikan kelima mesin ini memiliki berkas /etc/hosts yang berisi kelima host.

Selanjutnya, akan dibuatkan etcd terlebih dahulu sebagai inti yang mengatur kluster.

ETCD

Aplikasi etcd adalah sebuah basisdata konfigurasi yang digunakan status. Aplikasi etcd tidak ada di repositori Debian 9. Saya mengunduh versi terbaru dari CoreOS dan memasang manual.

Konfigurasi

Aplikasi etcd berisi satu binari. Untuk konfigurasi, buat manual.

Layanan

Agar dapat dijalankan secara sistem, perlu dibuatkan layanan systemd secara manual.

Pengaktifan Layanan etcd

Perhatikan bahwa untuk contoh kali ini saya menggunakan akun etcd dan grup etcd. Praktik aman selalu jalankan layanan sebagai pengguna biasa, bukan root. Buat pengguna baru ini.

Bagian terakhir dari etcd adalah mengaktifkan dan menjalankan layanan etcd.

Baris daemon-reload adalah agar systemd membaca konfigurasi yang baru saja dibuat. Baris enable untuk mendaftarkan etcd sebagai layanan yang dijalankan otomatis saat mesin baru mulai. Baris terakhir untuk menjalankan layanan etcd.

PostgreSQL

Berbeda dengan tutorial yang lalu, saya akan membuat konfigurasi per mesin agar lebih menggambarkan apa yang terjadi. Sebelum memulai, saya asumsikan bahwa setiap mesin PostgreSQL pengguna root memiliki kunci SSH sehingga antar mesin bisa masuk tanpa kunci.

Cara paling gampang, di salah satu mesin buat kunci.

Lalu, taruh kunci publik dan privat ke root. Saya asumsikan bahwa kita bekerja di mesin pg1-nyata.

Ini saya pasang secara manual. Biasanya untuk Vagrant, Proxmox, dan sejenisnya sudah menyediakan opsi pemasangan kunci SSH di konfigurasi/plugin mereka. Namun, untuk kelengkapan tutorial ini saya tuliskan saja manual. Saya sendiri sebenarnya hanya memasang satu mesin; memasang PostgreSQL; dan baru diklon menjadi dua mesin lainnya.

Pemasangan PostgreSQL

Saya kali ini menggunakan PostgreSQL yang saya kompilasi sendiri. Mengapa? Karena hasil kompilasi lebih irit dan saya mau ada variasi tulisan. Di blog saya ada kok cara-caranya untuk memasang versi repo.

Pemasangan PostgreSQL setiap mesin sama. Untuk memasang paket ketergantungan di setiap mesin jalankan:

Unduh PostgreSQL. Saya memakai versi stabil terbaru, 10.2. Kebetulan juga, saya ada peladen cermin di samping ruangan:

Saya melakukan optimasi CFLAGS untuk kompilasi. Hal ini karena saya tahu bahwa peladen di tempat saya itu homogen. Tapi, kalau misalnya Anda memasang di penyedia awan, sebaiknya  CFLAGS jangan disertakan.

Selanjutnya pemasangan Patroni.

Patroni

Patroni merupakan skrip Python. Untuk memasang Patroni, pastikan Python PIP dipasang. Saya memilih Python3. Namun, biasanya yang digunakan Python2. Saya memakai Python3 karena saya keren.

Pasang Patroni dan plugin etcd-nya.

Buat pengguna postgres

Buatkan layanan sistem.

Selanjutnya, buat konfigurasi per mesin.

Konfigurasi Per Mesin

Buat konfigurasi per mesin /etc/patroni.yml

Contoh konfigurasi yang tertulis untuk mesin pg1-nyata. Untuk pg2-nyata dan pg3-nyata ubah baris ke-3 name dengan nama mesin, dan setiap baris listen dan connect_address dengan IP per mesin.

Contoh perbedaan pg1-nyata dan pg2-nyata.

Semoga dengan ini tidak ada salah ganti atau terlewat.

Pengaktifan Layanan Patroni

Setelah konfigurasi dan unit layanan Patroni terpasang, layanan Patroni sudah bisa dijalankan. Untuk setiap mesin, jalankan:

Satu langkah lagi.

HAProxy

Bagian yang paling mudah saya salin saja, ya, perintahnya.

Konfigurasi:

Lalu,

Selesai.

Bacaan Lebih Lanjut

Optimasi MySQL: Mematikan Query Cache

Optimasi MySQL: Mematikan Query Cache

Universitas Indonesia banyak menggunakan WordPress sebagai backend situs. Sayangnya, WordPress hanya mendukung basisdata MySQL. Untuk itu, kami memilih menggunakan MariaDB. Ada juga, sih, ingin menggunakan Percona, tetapi itu untuk kisah yang lain.

Saya mendapati bahwa akses WordPress agak lama 1 sampai beberapa detik. Dari hasil baca sana-sini, saya menemukan sepertinya masalahnya ada pada konfigurasi query cache (QCache). Oracle menyarankan QCache dimatikan saja karena tidak mendukung paralelisasi pada mesin multi-core. Bahkan, untuk Oracle versi MySQL 5.6 secara baku mematikan fasilitas ini.

Lalu bagaimana?

Menurut saya, berhubung MariaDB berada di atas ZFS yang sudah ada ZIL dan ARC/L2ARC, mengapa tidak langsung saja pertembolokan diurus oleh sistemberkas?

Akhirnya, saya pun mematikan QCache:

Sehingga:

Indikator kesuksesan saya adalah tabel yang terbuka di MariaDB tidak bertambah atau bertambah dalam jumlah yang sedikit. Hasilnya, situs berjalan dengan baik dan lebih cepat.

Saya tertarik dengan mematikan double buffer pada MariaDB. Fungsi ini dapat digantikan oleh ZFS dengan mekanisme ZIL. Untuk berkas selain ZFS (EXT4) sangat tidak disarankan karena bila MySQL OOM atau mati tiba-tiba, InnoDB bisa langsung rusak. Ya, tapi, berhubung itu untuk situs yang banyak menulis ke basisdata, saya rasa belum perlu.

Bacaan Lebih Lanjut

Perkakas untuk Perangkat Keras Peladen HP

Perkakas untuk Perangkat Keras Peladen HP

Sanggahan

Universitas Indonesia memiliki banyak penyedia (vendor) untuk menyediakan perangkat keras peladen. Ada IBM, HP, dan (Alm.) SUN Microsystem. Kebetulan salah satunya adalah HP. Saya tidak sedang mengiklankan merek tertentu, namun berbagi pengalaman saja.

Penambahan Repo

Perkakas HP yang lama bernama hpacucli. Sekarang berganti nama menjadi ssacli.

Pertama-tama, pasang repo HP MCP:

Tambahkan kunci publik.

Perbaharui daftar aplikasi.

Pemasangan Perkakas

Ada banyak perkakas yang disediakan oleh HP, termasuk juga SNMP. Namun, saya hanya tertarik perkakas untuk saya.

Uji Coba

Kalau berhasil, maka perintah berikut akan bisa dijalankan.

Saya sengaja tidak mengurangi spasi pada parameter untuk membuktikan saya hanya menyalin perintah dari daftar perintah hpacucli.

Sepatah Kata Terakhir

Sejauh saya mencoba, parameter ssacli sepertinya identik dengan hpacucli. HP juga menyediakan SNMP untuk dapat mengakses kesehatan dan akses peramban. Namun, saya tidak membahasnya di sini karena ada di buku manual.

Repositori juga menyediakan untuk distro GNU/Linux lainnya seperti Ubuntu, Redhat, dan sejenisnya. Silakan lihat di daftar repositori. Saya mengubah URL menjadi HTTPS karena blog ini sensitif terhadap konten tidak aman (HTTP).

Bacaan Lebih Lanjut

Sesi PHP dengan Redis pada PHP 7.2

Sesi PHP dengan Redis pada PHP 7.2

Saya menggunakan pwgen untuk membuat sandi:

Pemasangan

Pasang modul PHP Redis dan peladen Redis.

Karena Anda sering bandel dan main salin saja, maka saya tunjukkan pembuatan sandi yang benar:

Saya asumsikan ada sebuah variabel $REDIS_PASSWORD yang berisi sandi yang benar. Untuk contoh saya, saya gunakan perkakas pwgen untuk menghasilkan sandi 32 karakter. Silakan gunakan sandi sendiri.

Selanjutnya, tambahkan sandi pada Redis:

dan PHP 7.2:

Untuk penambahan konfigurasi sebaiknya jangan di berkas php.ini. Gunakan berkas terpisah supaya ketika terjadi pembaharuan Debian tidak menimpa konfigurasi yang sudah dimodifikasi.

Muat ulang Redis dan PHP-FPM:

Selesai.

TIPS #1

Untuk menguji apakah Redis berjalan dengan baik, jalankan:

 

Bacaan Lebih Lanjut

Pemasangan Docker pada Debian Stretch
Docker

Pemasangan Docker pada Debian Stretch

Pasang fitur HTTPS untuk APT:

Impor kunci repo:

Tambahkan repo docker.io:

Perbaharui daftar paket repo dan pasang Docker:

Muat ulang mesin biar aman:

Selesai.

Tips #1 Eskalasi Izin Akun Pengguna Biasa

Supaya tidak perlu menjalankan Docker sebagai root, tambahkan izin untuk mengakses Docker dari login Anda. Caranya dengan menambahkan login Anda ke grup docker.

Tips #2 Pengujian Pemasangan Docker

Uji bila ini semua berhasil:

 

Solusi PostgreSQL dengan Patroni
PostgreSQL database

Solusi PostgreSQL dengan Patroni

Tahun baru dan Universitas Indonesia kedatangan peladen baru. Berhubung tim pengembang DSTI UI membuat pengembangan berbasis pelayan-mikro (microservice) dan ada pengembang yang iseng menantang saya menuju Kubernetes, saya pun tertantang membuat tutorial yang mendukung arsitektur tersebut. Kubernetes menyediakan fasilitas skalabilitas untuk menambah dan mengurangi peladen suatu layanan secara otomatis atau bisa diprogram manual.

Cara yang paling mudah untuk menyiapkan infrastruktur adalah dengan mengambil resep dari Ansible Playbook, menggunakan Juju, menggunakan helm, atau pemaket awan menurut keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Namun, sebelum itu, saya tertarik untuk membahas bagaimana seandainya bila semua itu dibuat secara manual. Hal ini agar setiap kita dapat memahami bagaimana cara kerja masing-masing komponen yang nantinya diterbitkan dengan satu baris kode.

Tulisan ini sebenarnya mengikuti tutorial dari Linode. Hanya saja, saya menyesuaikan dengan lingkungan UI, Debian Stretch. Sehingga, ada yang saya modifikasi untuk keperluan dan keyakinan saya.

Arsitektur

PostgreSQL HA

PostgreSQL HA dengan 3 node dibalik haproxy

Untuk lingkungan ujicoba, saya membuat 5 mesin VM di VirtualBox dengan menggunakan 2 kartu jaringan (NIC). Satu NIC tipe NAT untuk keluar (standar VirtualBox) dengan DHCP. Satu lagi NIC tipe Jaringan Internal yang digunakan untuk setiap VM berkomunikasi satu sama lain.

pg1:

  • hostname: pg1
  • NIC: 192.0.2.11
  • Memori: 1GB

pg2:

  • hostname: pg2
  • NIC: 192.0.2.12
  • Memori: 1GB

pg3:

  • hostname: pg3
  • NIC: 192.0.2.13
  • Memori: 1GB

haproxy0:

  • hostname: haproxy0
  • NIC: 192.0.2.22
  • Memori: 512MB

etcd0:

  • hostname: etcd0
  • NIC: 192.0.2.21
  • Memori: 1GB

Berhubung komputer saya memiliki memori 32GB, saya agak royal mengalokasikan memori. Untuk keperluan pembelajaran, bisa, kok, dikurangi menjadi 512MB. Tapi, saya belum mencoba.

Sekedar tips untuk pengerjaan pg1 s.d. pg3. Sebaiknya kerjakan saja dulu pg1 lalu setelah rampung, klon dan ubah konfigurasi IP dan hostname sesuai dengan masing-masing mesin.

Konfigurasi Jaringan

Ada dua hal yang perlu dikerjakan:

  1. Konfigurasi IP pada NIC yang digunakan untuk berkomunikasi
  2. Tambahkan daftar hostname.

Konfigurasi IP

Pertama-tama kita perlu tahu NIC yang perlu dikonfigurasi. Debian Stretch sudah tidak lagi menyediakan ifconfig. Cara yang sahih sekarang untuk mengetahui ada antarmuka NIC apa saja yang tersedia:

Pada konfigurasi VM saya, yang NIC yang perlu dikonfigurasi adalah enp0s8 — punya Anda bisa beda. Untuk menambahkan konfigurasi IP statik umpanya untuk mesin pg1:

Gunakan penyunting teks favorit Anda, tapi saya menggunakan cara heker. 😛

Lakukan ini untuk pg2, pg3, haproxy0, dan etcd0 dengan IP mereka masing-masing.

Untuk langsung mengaktifkan konfigurasi jaringan:

Lakukan ini di semua mesin.

Konfigurasi Hostname

Untuk VM, sebaiknya untuk setiap VM yang berhubungan dimasukkan namanya ke daftar /etc/hosts. Lakukan ini di semua mesin:

Ganti nama hostname, umpanya untuk mesin pg1:

Keluar dari SSH lalu masuk kembali. Kalau tidak, nama sudah berganti tetapi shell Anda masih bernama yang lama.

Pemasangan etcd

TIPS: Pengerjaan yang saya lakukan adalah saya mematikan pg1. Lalu, saya klon dan saya ubah IP dan hostname.

Aplikasi etcd adalah sebuah repositori konfigurasi yang bisa diakses dari jaringan. Dia bisa dibuat kluster, tetapi untuk contoh kali ini dibuatkan satu saja. Saya asumsikan jaringan dan nama sudah terbuat.

Cara terbaik saat ini untuk lingkungan awan adalah menggunakan pemaket snapcraft untuk mendapatkan perangkat lunak terbaru yang stabil. Debian Stretch tidak memasang pemaket ini secara baku. Pasang dulu:

Lalu, pasang etcd menggunakan snapcraft:

Konfigurasi aplikasi berbasis snapcraft ada di /var/snap. Berhubung konfigurasinya panjang, saya sudah sediakan unduhan. Saya jelaskan properti yang penting saja nanti. Cara pasang:

Beberapa properti yang penting:

  • name: ‘etcd0’ — memberi nama mesin ini. Kalau ada lebih dari satu mesin etcd, pastikan masing-masing unik.
  • data-dir: /var/lib/etcd/data — tempat data etcd. Saya sesuaikan dengan FHS.
  • wal-dir: /var/lib/etcd/wal — tempat penampungan untuk jurnal etcd.
  • listen-peer-urls: http://192.0.2.21:2380 — Alamat TCP/IP untuk mendengarkan permintaan bergabung.
  • listen-client-urls: http://localhost:2379,http://192.0.2.21:2379 — Alamat TCP/IP untuk aplikasi ini beroperasi.
  • initial-advertise-peer-urls: http://192.0.2.21:2380 — Alamat TCP/IP untuk mengiklankan diri sendiri ke etcd yang lain. Saat ini tidak terpakai karena hanya ada satu saja.
  • advertise-client-urls: http://192.0.2.21:2379 — Alamat TCP/IP yang diberitahukan kepada yang lainnya.
  • initial-cluster: etcd0=http://192.0.2.21:2380, — Sejumlah alamat TCP/IP peladen etcd yang tergabung dalam kluster. Kali ini hanya satu.
  • initial-cluster-token: ‘etcd-cluster’ — Nama kluster etcd kita. Maaf kalau kurang kreatif.
  • initial-cluster-state: ‘new’ — Kondisi awal saat pertama kali etcd nanti dijalankan.

Kalau tutorial Linode memuat semua ini dalam variabel lingkungan. Sayangnya, Debian Stretch tidak ada etcd sehingga kita terpaksa memasangnya dari snapcraft.

Sebelum menjalankan etcd, jangan lupa membuat direktori yang dibutuhkan.

TIPS #1: Kalau mau mencoba dulu, sebelum menggunakan snap start, gunakan snap run untuk menjalankan etcd langsung. Apabila sudah selesai diagnosis, tekan CTRL+C untuk selesai.

Bila sudah benar, maka akan terlihat:

Bila statusnya sudah aktif, sekarang saatnya memasang PostgreSQL beserta Patroni.

Pemasangan PostgreSQL (pg1, pg2, dan pg3)

Kecuali hostname dan IP, semua pemasangan PostgreSQL identik. Selain itu, saya menggunakan pwgen untuk membuat sandi. Mohon sandi Anda berbeda dengan tutorial ini!

Pasang PostgreSQL

Pasang seperti biasa.

Saya sengaja memilih versi 10. Lebih baru dan keren.

Matikan layanan PostgreSQL karena kita mau menjalankannya dari Patroni:

Pasang Patroni

Patroni tersedia di Python PIP. Pasang PIP:

Baru pasang Patroni dan Python-etcd:

Selanjutnya, buat konfigurasi Patroni:

Jangan lupa mengganti IP pada setiap baris listen dan connect_address pada mesin pg2 dan pg3 dengan IP masing-masing. Jangan lupa mengganti sandi (password) agar tidak sama dengan tutorial ini!

Siapkan direktori data untuk PostgreSQL versi Patroni:

Terakhir, pasang unit pelayan systemd Patroni:

Daftarkan dan jalankan Patroni:

Kalau sudah benar, maka Patroni akan menjalankan PostgreSQL versinya.

Lakukan ini di pg2 dan pg3. Jangan lupa mengganti IP pada berkas /etc/patroni.yml.

Oh, iya, kalau menggunakan klon, jangan lupa /etc/network/interfaces.d/enp0s8 diubah sesuai dengan IP mesin. Jangan lupa juga ganti hostname.

Terus, kalau misalnya pg2 dan pg3 diklon dari pg1 saat Patroni sudah terkonfigurasi, jangan lupa kosongkan terlebih dahulu direktori data Patroni.

Kalau tidak, bisa aneh nanti.

Pemasangan HAProxy

Komponen terakhir yang hendak kita pasang adalah HAProxy. Untungnya, sudah ada paket Debian untuk HAProxy. Pasang seperti biasa:

Konfigurasi HAProxy untuk menjadi proksi ketiga mesin  PostgreSQL kita.

Setelah itu, muat ulang HAProxy untuk memuat konfigurasi baru.

Saya mengikuti Tutorial Linode untuk membuat port PostgreSQL pada port 5000. Anda bisa saja membuat port 5432. Kebetulan PC saya ada layanan PostgreSQL lain yang jalan pada port itu.

Untuk memonitor, silakan buka peramban Anda pada port 7000.

HAProxy interfacing Patriani's PostgreSQL nodes

HAProxy interfacing Patriani’s PostgreSQL nodes

Hanya ada satu yang hijau/aktif. Kalau tiga-tiganya, kemungkinan Anda mengklon tanpa mengubah konfigurasi dan mengosongkan direktori data PostgreSQL terlebih dahulu.

Selesai.

(Kulshekhar Kabra, 2017)

Daftar Pustaka

Kulshekhar Kabra (2017, September 19). Create a Highly Available PostgreSQL Cluster Using Patroni and HAProxy. Retrieved January 26, 2018 from https://linode.com/docs/databases/postgresql/create-a-highly-available-postgresql-cluster-using-patroni-and-haproxy/.^
Memasang Python 3.6.4 pada Debian dan Turunannya
ID Python

Memasang Python 3.6.4 pada Debian dan Turunannya

Cara sebelumnya menggunakan pyenv, sebuah perkakas yang membantu untuk memasang Python 3. Python 3.6 menyatakan bahwa paket pyenv sudah kedaluwarsa, alias sudah tidak akan dipakai lagi. Ya, sudah, dari pada ada masalah, mari memasang dengan mengompilasi dari kode sumber. Sekalian saja, mengoptimasi pemasangan.

Seperti yang lain, pasang paket yang dibutuhkan:

Unduh kode sumber, ekstraksi, dan masuk ke direktori:

Konfigurasi dengan optimasi menyeluruh:

Kompilasi:

Ada sekitar 406 tes yang harus dilewati. Untuk itu, sebaiknya saat kompilasi Anda menyapa keluarga Anda, gebetan Anda, atau pun rekan di sebelah Anda. Ingat! Anda tidak sendirian di dunia ini.

Pasang dengan nama alternatif agar tidak bentrok dengan Python yang telah terpasang di sistem:

Konfigurasi Sebuah Lingkungan Python versi 3.6.4

Cara untuk membuat sebuah lingkungan terisolasi yang didukung oleh Python adalah dengan menggunakan perkakas venv. Perkakas pyenv sudah kedaluwarsa dan tidak disarankan pengembang Python.

Pasang sebuah lingkungan baru:

Masukan direktori lingkungan lokal tersebut ke PATH dan simpan di ~/.bashrc agar tersimpan PATH baru tersebut.

Jalankan Python versi 3.6.4

Untuk menjalankan Python yang sudah terpasang:

Untuk mematikan — mengembalikan ke Python versi sistem:

Selesai.

Memasang Python 3 Terbaru di Debian dan Turunannya
ID Python

Memasang Python 3 Terbaru di Debian dan Turunannya

Debian menyertakan Python 3 versi 3.5 yang sebenarnya cukup untuk digunakan. Namun, untuk menambah khasanah dan tulisan di blog ini, saya berusaha menulis cara memasang Python versi terbaru. Siapa tahu ada yang berminat. Apalagi, Python menjadi seksi semenjak banyak pustaka seperti Numpy dan Pandas untuk pengolahan data besar.

Paket yang Diperlukan

Pasang pengembangan paket yang diperlukan:

Pasang paket GIT karena perkakas untuk memasang memerlukan akses GIT:

Perkakas pyenv

Perkakas pyenv adalah sebuah perkakas yang bisa memasang berbagai versi Python dan mengaktifkannya sesuai selera.

Perkakas pyenv akan memasang skrip yang dibutuhkan untuk memasang Python. Setelah memasang pyenv, tambahkan tiga baris berikut ke ~/.bashrc dengan penyunting teks favorit Anda.

Untuk bisa langsung mengaktifkan, langsung jalankan:

Pemasangan Python

Setelah perkakas pemasang selesai dipasang, langsung saja pasang Python 3 terbaru:

Setelah selesai pemasangan, kasih nama lingkungan Python versi 3.6.4 itu agar nanti kalau butuh versi ini gampang diaktifkan.

Versi Global

Sampai baris ini, bila kita mengetik:

akan terlihat versi baku untuk pengguna yang aktif adalah Python 2.7.13 (Debian Stretch). Agar versi yang telah dikompilasi menjadi versi yang baku, jalankan:

Selesai.

Bacaan Lebih Lanjut

WordPress 4.9.1 dengan PHP 7.2

WordPress 4.9.1 dengan PHP 7.2

Saya biasanya kalau mau memperbaharui WordPress selalu menunggu versi minor .1 atau lebih. Soalnya, suka ada perilaku tak terduga kalau versi mayor baru terbit. Kali ini, WordPress 4.9.1 sudah terbit.

Menurut situsnya, WordPress merekomendasikan penggunaan PHP 7.2. Saya sendiri baru tahu kalau sudah ada PHP 7.2. Pantas saja WordPress berhenti di versi 4.8.4 pada beberapa peladen.

Saatnya memasang PHP 7.2!

Pemasangan PHP 7.2

Saya pernah membahas tentang PHP 7.1+ di artikel terdahulu. Jadi, ini sekedar mengulang saja.

Aktifkan modul APT untuk mengakses repo berbasis HTTPS dan beberapa paket lainnya.

Aktifkan repo Suri.

Lalu, pasang PHP 7.2 untuk menggantikan PHP 5.

Kalau hanya sekedar php-fpm, yang terpasang bakal versi 7.1. Harus secara eksplisit disebutkan versi 7.2.

Selanjutnya, menyalin konfigurasi fpm dari /etc/php5/fpm/pool.d ke /etc/php/7.2/fpm/pool.d untuk setiap pool.

Saya sejauh ini tidak ada masalah.

Fungsi Yang Mulai Ditinggalkan

Nampaknya PHP7 dan terbaru hendak dibuat menjadi domain yang ketat (strict typecast). Mungkin pengembang PHP ingin menjadikan PHP sebagai bahasa yang lebih aman. Kalau saya melihat log, biasanya akan diprotes bentuk akses senarai (array). Saya mendapati fungsi count() terutama yang paling sering dicatat.

Ada orang-orang yang memutuskan untuk kembali ke PHP 7.1. Tapi saya tidak! Agar sesuai dengan PHP7.2 dan terbaru, misalnya ada variabel:

count($elements[‘#value’])

Diubah dengan menambahkan uji tipe senarai :

Atau, saat diubah menjadi tipe senarai:

Penyebab ini semua kalau saya lihat di kode sumber WordPress adalah biasanya karena penggunaan variabel global.

Untung saja, untuk yang lain pun WordPress dan plugin-nya sudah cukup bersahabat.

Bacaan Lebih Lanjut

Tadinya Tentang Doki-doki Literature Club, Sekarang Tentang Ren’Py
doki-doki literature club, coded with Ren'Py

Tadinya Tentang Doki-doki Literature Club, Sekarang Tentang Ren’Py

Ada sebuah novel interaktif (visual novel) terbaru yang sedang populer saat ini di Internet. Nama novel tersebut adalah Doki-doki Literature Club (DDLC). DDLC merupakan sebuah novel interaktif horor yang menyajikan elemen penembus sekat (breaking 4th wall). Novel ini membuat cerita normal seperti novel pacaran lainnya; sampai satu titik pemain tanpa sadar membuat keputusan yang membuat depresi pemain. Itu sebabnya, permainan ini tidak dianjurkan untuk dimainkan oleh jomblo akut yang memiliki tendensi bunuh diri, dalam depresi, atau dalam masa terapi.

Anda mungkin bertanya, “menembus sekat pada bagian mana?” Saya tidak ingin membuka tabir misteri novel ini. Untuk menikmati novel ini, menurut saya, Anda harus mulai dari situs permainan dan membaca deskripsi perkenalan permainan ini di sana. Lalu, unduh dan mainkan. Anda akan mengerti mengapa deskripsi situsnya membuat permainan ini lebih mengerikan.

Permainan ini dapat diunduh gratis langsung dari situsnya. Anda bisa menyumbang di sana atau langsung ke laman unduhan. Permainan ini menyediakan berbagai tambalan terjemahan yang nampaknya disediakan oleh berbagai orang. Mungkin Anda tertarik untuk menerjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia?

Yang menarik, saya menemukan bahwa berkas unduhan untuk GNU/Linux dan Windows menjadi satu. Besar berkas ZIP tersebut sekitar 240MB. Di dalam ZIP terdapat berkas DDLC.exe untuk Windows dan DDLC.sh untuk dijalankan di GNU/Linux.

Untuk menjalankan DDLC di GNU/Linux:

Tentunya cara yang lebih gampang adalah membuka penjelajah berkas Anda; klik kanan untuk ekstraksi; dan klik DDLC.sh untuk menjalankan aplikasi. GNU/Linux tidak seheker zaman dulu.

Ingat! Jangan mainkan bila Anda jomblo akut!

Ren’Py

Saya bukan pengamat permainan. Saya lebih tertarik kepada teknologi yang ada di dalamnya. Ternyata, DDLC menggunakan pustaka Ren’Py sebagai tulang punggung. Ren’Py dikembangkan menggunakan bahasa Python. Pantas saja berkas DDLC untuk Windows dan GNU/Linux digabung. Berkas eksekusi ternyata hanya pembungkus untuk menjalankan skrip Python.

Ren’Py adalah sebuah perkakas pengembangan untuk membuat novel interaktif. Dia diterbitkan sebagai perangkat lunak bebas. Anda bisa memodifikasi sesuai kebutuhan Anda.

Pemasangan Renpy

Ada dua cara pemasangan: melalui berkas unduhan dan melalui distribusi. Karena suatu galat, Ren’Py membutuhkan pemasangan paket Python Tk. Paket ini diperlukan untuk membuat proyek baru. Jadi, untuk kedua metode tersebut, pastikan sudah dipasang:

Setelah itu, aplikasi bisa dijalankan/dipasang seperti biasa.

Unduhan Situs

Anda dapat mengunduh di situsnya. Dengan cara normal, menggunakan penjelajah berkas favorit Anda, Anda dapat mengekstraksi dan menjalankan skrip renpy.sh tanpa perlu membuka terminal.

Ren'Py site's version

Ren’Py interface running from its site distribution.

Tetapi, saya beda! Berikut cara menjalankan:

Atau gunakan cara yang lebih normal.

Paket Distribusi

Pada distribusi Debian 9 (Stretch), Ubuntu 16.04 atau terbaru, dan segala turunannya:

Saya lebih menyarankan cara ini karena semua paket pustaka yang dibutuhkan akan ikut dipasang.

Vanilla Ren'Py installed from Ubuntu.

Vanilla Ren’Py installed from Ubuntu repository.

Versi distribusi menyediakan layar yang lebih bersih karena pemelihara paket membagi Ren’Py menjadi beberapa bagian:

  • python-renpy, paket modul Python Ren’Py.

  • renpy, paket utama untuk memasang Ren’Py

  • renpy-demo, demo-demo yang bisa dijadikan acuan untuk mempelajari Ren’Py.

  • renpy-doc, dokumentasi penggunaan Ren’Py.

  • renpy-thequestion, contoh satu novel interaktif sederhana yang telah dikembang dengan Ren’Py.

Saya hanya memasang renpy dan tidak yang lain. Silakan pasang saja yang lain bila ingin.

Memasang dari Github

Cara lain yang lebih abnormal adalah Anda mengunduh sendiri dari Github dan mengompilasi aplikasi Ren’Py dari kode sumber. Silakan baca sendiri caranya di sana. Saya tidak membahas karena takut tulisan ini jadi kepanjangan.

Sekilas Penggunaan Ren’Py

Saya tertarik membuat aplikasi interaktif sederhana. Ada sedikit kekurangan saat membuat proyek baru. Saya harus membuat sebuah direktori kosong. Sepertinya Ren’Py tidak bisa membuat direktori baru untuk wisaya proyek baru.

Ya, sudah. Toh, membuat direktori baru hanya sejauh klik kanan atau mkdir:

Catatan: tanda ~ artinya direktori rumah (/home/test pada contoh)

Setelah itu, klik + Create New Project

Khusus untuk penggunaan Ren’Py yang pertama kali, kita akan ditanyakan direktori dasar untuk setiap proyek nantinya disimpan.

Project's root directory

First time using Ren’Py we will be asked about its project’s root directory.

Masukkan nama proyek:

New Project name

New Project name. Yeah, I don’t have a naming sense.

Setelah memasukkan nama proyek, tekan tombol ENTER untuk ke layar berikutnya.

Layar berikutnya untuk pemilihan templat bahasa. Sayangnya, templat Bahasa Indonesia saat ini tidak tersedia. Ya, sudah, langsung saja klik Continue.

Select primary language for your new project.

Select primary language for your new project.

Layar berikutnya untuk pemilihan tema awal. Pilih sesuai selera lalu  klik Continue.

Theme selection

Theme selection

Setelah itu, proyek Entah Apa Ini sudah termasuk dalam daftar proyek yang bisa diakses.

Our new project now appeared on the project list.

Our new project now appeared on the project list.

Kalau mau menjalankan aplikasi yang dibuat, klik Launch Project. Menu di sebelah kanan menyediakan apa saja yang bisa dikerjakan pada aplikasi.

Sekilas Utak-atik Proyek Ren’Py

Untuk proyek Entah Apa Ini, saya membuat beberapa perubahan berikut:

  • Mengubah resolusi dari 800×600 menjadi 720p (1280×720). Ada di game/options.rpy dengan opsi config.screen_width dan config.screen_width
  • Membuat direktori gambar dan menaruh semua gambar di sana: game/images
  • Skenario/alur permainan dibuat di game/script.rpy

Saya sudah membuat repositori GIT kalau hendak iseng-iseng mencoba.

Untuk mengunduh:

Untuk menjalankan:

Distribusi

Sayangnya, versi pemaketan Ubuntu 16.04 yang saya gunakan tidak dapat membuat berkas distribusi. Anda harus menjalankan aplikasi Ren’Py yang diunduh dari situsnya. Berikut caranya setelah memuat proyek tersebut.

Hasilnya nanti berupa berkas ZIP yang bisa dijalankan langsung.

Terakhir

Untuk apakah aplikasi ini? Saya melihat potensi selain untuk membuat permainan, Anda bisa membuat semacam kuis interaktif untuk anak kecil sebagai bahan mata ajar. Anda bisa mengubah tata letak sehingga bisa membuat aplikasi ini menjadi ujian langsung.

Selamat berkarya!

Bacaan Lebih Lanjut

Memainkan Shadowverse di GNU/Linux
Shadowverse

Memainkan Shadowverse di GNU/Linux

Sebenarnya tulisan ini bisa terbagi menjadi dua artikel; artikel tentang memasang Steam dan artikel tentang memasang Shadowverse. Mengingat Shadowverse tidak butuh apa-apa, tulisan ini malah hanya terfokus untuk memasang Steam dengan menggunakan WINE versi terbaru. Saya menggunakan KDE Neon, sebuah sistem operasi berbasis Ubuntu 16.04.

Pengaktifan Repositori WINE Terbaru

Untuk WINE versi terbaru, tambahkan PPA WINE dari Ubuntu.

Jangan jalankan pembaharuan repositori dulu. Nanti saja di saat penambahan arsitektur 32-bit.

Pengaktifan Arsitektur 32-bit

Hasil terbaik untuk menjalankan aplikasi Steam dengan WINE didapatkan dengan menjalankannya di arsitektur 32-bit.

Konfigurasi WINE Mode 32-bit

Tetapkan WINE untuk menggunakan arsitektur 32-bit:

Supaya Hayati tidak lelah, taruh baris tersebut pada berkas konfigurasi mula:

Berkas ini akan selalu dijalankan setiap kali BASH/login memulai sesi baru.

Penambahan Arsitektur 32-bit

Tambahkan arsitektur 32-bit sistem operasi Anda bila Anda menggunakan arsitektur 64-bit.

Langkah penambahan arsitektur dilakukan kalau Anda masih memasang arsitektur 64-bit murni. Tidak ada salahnya dijalankan. Jangan lupa juga menjalankan pembaharuan daftar repositori.

Pemasangan S3 Texture Compression

Puji Tuhan negara kita tercinta tidak memiliki hukum paten perangkat lunak seperti beberapa (Uhuk AS uhuk) negara pencilan. Untuk berjaga-jaga siapa tahu sudah terpasang, buang pustaka kompresi tekstur yang lama:

Ini hanya berjaga-jaga saja. Takutnya sudah pernah terpasang untuk aplikasi lain.

Selanjutnya, pasang pustaka tekstur yang tanpa embel-embel.

Sebenarnya Shadowverse tidak S3TC yang aneh-aneh. Satu bagian ini bisa dilewati. Namun, saya pikir mungkin nanti ini dibutuh untuk aplikasi Steam yang lainnya.

Pemasangan WINE

Pasang WINE.

Aplikasi WINE secara aneh terpasang di direktori /opt/wine-staging. Terpaksa harus ditambahkan ke PATH agar bisa dieksekusi.

Jangan lupa menyimpan baris ini agar nanti selalu dijalankan.

Selanjutnya winetricks.

Pemasangan winetricks

Untuk pemasangan Steam yang baik, digunakan perkakas winetricks. Perkakas ini sebenarnya tersedia di repositori Ubuntu. Sayangnya, untuk memasang Steam diperlukan versi terbaru perkakas ini. Mari pasang versi terbaru winetricks:

Saya sengaja menjalankan wget tanpa sudo. Siapa tahu di antara pembaca ada yang menggunakan proksi dengan menggunakan variabel lingkungan.

Pemasangan Steam

Sebelum memasang Steam, pastikan bahwa aplikasi Steam dijalankan oleh WINE dengan mode WinXP. Pada WINE versi terbaru, WINE dijalankan dengan mode Windows 7. Hal ini wajar, sih, mengingat banyak permainan yang membutuhkan minimal sistem operasinya Windows 7.

Mari tandai Steam.

Pasang Steam, namun jangan dijalankan dulu. Pastikan tanda centang untuk menjalankan Steam pada langkah pemasangan terakhir dihilangkan. Steam belum dapat dijalankan karena ada galat pada implementasi WINE. WINE masih belum bisa menjalankan CEF, pustaka Chrome yang menjalankan langsung web di sistem dasar.

Untuk memperbaiki hal tersebut, harus ditambahkan “-no-cef-sandbox” pada saat menjalankan Steam. WINE memasang dua berkas peluncur untuk menjalankan WINE. Satu untuk ditaruh di menu dan satu ditaruh di destop.

Nah, selesai sudah. Jalankan Steam dengan klik ikon Steam di destop/menu. Atau jalankan langsung di terminal:

Selanjutnya tinggal memasang Shadowverse seperti biasa.

Pemasangan Shadowverse

Bisa saja membuka Steam lalu menjelajah Steam Store dan memasang Shadowverse. Atau, jalankan Steam untuk memasang Shadowverse.

Selesai.

Bacaan Lebih Lanjut

Membuat VLOG dengan Perangkat Lunak Bebas dan Terbuka

Saat ini di Indonesia sedang keranjingan membuat VLOG. VLOG adalah jurnal berbentuk video yang diunggah ke Youtube. Bahkan, Pakde Jokowi, Presiden RI, juga memiliki kanal Youtube resmi.

Mengapa saya spesifik menyebutkan hanya Youtube? Mengapa saya tidak menyebut media sosial lainnya? Karena vidio.com jarang yang menonton dan Vimeo masih saja ada yang memblokir. Selain itu, proses komersialisasi video atau lazim yang disebut sebagai monetisasi, hanya disediakan dengan mantap oleh Youtube.

Ahem! Saya sebenarnya mau menyinyir yang lainnya, bukan itu. Saya sedih bahwa banyak artis-artis media sosial yang menyarankan menggunakan perangkat berbayar semisalnya Adobe Premiere Pro. Banyak yang memberikan tutorial menggunakan perkakas ini. Sepertinya mereka banyak yang sanggup membayar Rp269.800,00 per bulan atau Rp3.237.600,00 per tahun.

Hmm…

Menurut saya, ada banyak peralatan yang lebih murah untuk membuat itu.

Perkakas yang Digunakan

Saya menggunakan kamera telepon pintar saya, Xiaomi Mi 6. Berikut spesifikasi saya:

  • Sistem operasi saya Lineage OS 14.1 bentukan 1024 oleh Xiaobai yang didapatkan dari XDA Developer.
  • Aplikasi Legend untuk membuat logo yang menarik. Saya dapatkan dari Playstore.
  • Aplikasi Audio Recorder untuk merekam suara. Saya dapatkan dari F-Droid.
  • Aplikasi kamera Snapdragon PRO M 4.4.0. Saya dapatkan zip pemasangan dari XDA.

Semua aplikasi yang saya sebutkan bisa diganti dengan yang lain. Intinya, semua kebutuhan (OS, kamera, dan aplikasi) sudah bisa dipenuhi dan banyak alternatif yang gratis dan bebas.

Saya memiliki PC dengan memori 32GB dan AMD FX-8350 seperti yang sudah pernah saya bahas sebelum ini. PC ini masih mumpuni. Berikut spesifikasi saya:

  • Sistem operasi saya GNU/Linux KDE Neon 5.11, sebuah distribusi KDE berdasarkan Ubuntu 16.04.
  • Aplikasi Kdenlive untuk menyunting video.
  • Aplikasi Audacity untuk menyunting suara. Aplikasi ini sangat penting untuk memperbaiki bising yang timbul.

Sekarang saatnya membuat video.

Bahan-bahan

Saya menggunakan bahan-bahan sebagai berikut:

  • Berkas intro tanpa suara yang dibuat dari Legend.
  • Berkas ketukan untuk suara intro yang saya rekam sendiri menggunakan Audio Recorder. Saya buat dengan mengetukkan meja.
  • Berkas “Take_You _Home_Tonight.mp3” yang disediakan oleh Youtube untuk bebas diunduh. Kalau penasaran, sumbernya “Take You Home Tonight – Vibe Tracks”.
  • Berkas saya berbicara singkat.
  • Berkas suara saya berbicara singkat.

Membuat Intro (dan Outro Karena Saya Terlalu Malas)

Create logo

Dari Legend, ketik kata yang mau dijadikan logo. Lalu, tekan tanda centang.

Edit Logo

Edit Logo

Sunting animasi logo dan tekan tanda panah ke bawah (ekspor/unduh) untuk memilih mengunduh sebagai video.

Video yang dibuat masih tidak ada suara. Anda dapat membuat suara apa pun, namun perhatikan lisensi lagu/suara yang hendak dijadikan suara latar. Untuk menghindari kerumitan, kali ini saya menggunakan suara yang saya buat sendiri. Selain unik, suara ini pun bebas lisensi dari orang lain. Benar-benar 100% karya sendiri.

Pada Kdenlive, klik Project → Add Clip untuk menambah video animasi dan suara ketukan animasi. Nanti pada Project Bin, video animasi dan suara akan muncul sebagai aset proyek (sebutan untuk mereka klip suara dan klip video). Untuk menggunakan keduanya, drag saja masing-masing ke linimasa (timeline) Video 1 dan Suara 1.

Inilah demarkasi yang membedakan orang jago dan bodoh. Proses membuat suara dan video menjadi sesuai/sinkronisasi. Anda harus pintar untuk menyesuaikan suara dan video (timing). Saya, sih, membuat klip video animasi pada menit 0 dan klip suara mulai dari menit ke-15. Saya juga menambahkan efek Phaser ke klip suara.

Setiap kita punya selera berbeda. Namun, saya sudah memberikan prinsip bagi Anda.

Video Isi

Pada video isi, saya seperti biasa menambahkan aset klip video pembicaraan saya.

Lalu, pada Project Bin, saya klik kanan → Extract Audio → Wav 48000Hz untuk menghasilkan klip suara pembicaraan saya. Pada video asli, suara saya berdesis (noise).

Modifikasi Desis

Buka Audacity dan buka berkas mentahan klip suara. Pada Audacity, drag pada bagian kosong yang biasanya cuma berisi desis.

Drag to get noise sample

Drag to get noise sample

Lalu, pilih Efek → Noise Reduction → Get Noise Profile.

Setelah itu, pilih semua bagian klip suara yang mau dibuang kebisingannya. Saya pilih CTRL + A untuk memilih semua.

Setelah terpilih, klik Efek → Noise Reduction → Get Noise Profile → OK. Ya, silakan ubah-ubah parameter sebelum OK. Saya sendiri hanya mengubah Noise reduction menjadi 15dB.

Buat Diam

Oh, iya, terkadang kita tidak bisa menghindari suara-suara aneh, misalnya di awal ada suara kamera. Drag saja area klip suara yang mau dibuang. Lalu, pilih Buat → Diam… → OK.

Simpan perubahan dengan Berkas → Export Audio.

Sinkronisasi Pembicaraan

Nah, ini yang paling ribet sedunia. Bahkan dunia rekaman profesional pun suka salah. Masukkan klip suara yang sudah dibuat di Audacity sebagai aset proyek.

Saya biasanya membagi klip video menjadi kanal video dan kanal suara. Caranya, dengan klik kanan pada klip di linimasa dan pilih Split Audio.

Buat kanal Audio baru dengan cara klik kanan pada panel label linimasa dan pilih Insert Track.

Drag klip suara ke trek yang baru dibuat. Sesuaikan gambarnya dengan trek audio asli.

Sound edit

Sound edit. Sorry BGM got in the way because recreate for the tutorial.

Seperti pada gambar, saya berusaha menyesuakan suara hasil sunting dengan suara asli. Saya perhatikan gunung-gunung suara. Mohon maaf bila pada gambar tersempil kanal BGM. Cuplikan saya buat setelah produksi untuk keperluan blog ini. Biasanya di atas BGM.

Setelah dirasa sesuai, klik kanan pada kanal Suara Asli dan hapus kanal tersebut. Hal ini agar suara yang digunakan adalah suara yang sudah dibersihkan sebelumnya.

Suara Latar (BGM/Background Music)

Beda jenis isi, beda pula penggunaan BGM. Ada yang sama sekali tak perlu misalnya, bila itu isinya adalah lagu, khotbah, atau diskusi bersama. Namun, suara jangkrik akan terdengar bila saya sendirian berbicara tanpa ada suara apa pun. Biasanya, untuk format santai, gunakan suara latar untuk menambah isi.

Prinsipnya sama seperti waktu kita makan di restoran atau belanja di Mall. Lagu yang dipasang menambah suasana kondusif. Ingat, ya, penambah, bukan untuk mengacaukan. Jadi, pilihlah suara yang sesuai dengan tema isi blog.

Youtube menyediakan aset suara yang bisa diunduh dan digunakan secara bebas. Perhatikan lisensi suara yang hendak digunakan. Biasanya ada lisensi yang memerlukan atribusi (penyantuman nama lagu yang digunakan) dan sebagainya. Saya menggunakan suara yang berlisensi Domain Publik/bebas.

Seperti biasa, masukkan berkas suara tersebut menjadi klip suara di Project → Add Clip. Drag seperti biasa untuk sejajar dengan konten. Atau, bisa agak geser sedikit kalau mau agak nyeni dan sedikit pro.

Ada dua cara untuk menyesuaikan durasi klip suara latar dengan klip konten. Yang pertama, ke ujung klip lalu kecilkan bingkai klip lagu sehingga pas dengan durasi yang dibutuhkan. Cara kedua, klik dua kali pada  klip suara dan klip bisa disesuaikan parameter durasi, mulai muncul pada menit ke berapa, dan berakhir pada menit ke berapa. Saya menggunakan cara pertama, lalu menggunakan cara kedua untuk lebih presisi lagi.

Ingat! Kita mau mendengar suara saya yang lembut dan bersahaja, bukan suara musik. Untuk itu, suara BGM harus dipelankan. Caranya: pilih klip suara, lalu pilih Add Effect → Audio correction → Volume (keyframable). Pada bagian Effects for Take_You_Home_Tonight.mp3, di bagian Volume, saya menurunkan Gain menjadi -17dB. Cara menurunkannya adalah dengan drag di batang Gain.

Setiap klip baik suara mau pun video dapat dibuat efek-efek yang ditumpuk menjadi satu. Namun, untuk saat ini, cukup gunakan efek dasar saja.

Terakhir

Saya pun menambahkan klip video Intro di bagian akhir. Saya memperpanjang durasi klip suara BGM sampai ke bagian akhir klip ini.

Semua proses ini saya kerjakan sekitar sejam lebih. Hal ini karena saya harus mencari-cari aplikasi yang diperlukan dan iseng-iseng mencoba. Menurut saya, kalau memang niat, kumpulkan saja klip-klip yang diperlukan. Dan, apabila sudah terbiasa, paling proses ini hanya 15 menit saja. Apalagi, saya belum menggunakan preset (konfigurasi yang sudah tersimpan dan siap digunakan).

Saya justru menghabiskan waktu untuk mengetik entri blog ini. Ah, saya sudah ditunggu untuk minum kopi bersama. Masih banyak perkakas lain yang bisa dipakai untuk membuat video. Namun, untuk saat ini saya rasa cukuplah untuk membuat video Youtube yang sederhana dan mumpuni. Yang bikin canggih itu  kreativitas, bukan perkakas yang mahal.

May the source be with you.

Memasang Enterprise Single Sign-On – CAS  (Sebelumnya Jasig CAS)

Memasang Enterprise Single Sign-On – CAS (Sebelumnya Jasig CAS)

SSO merupakan sebuah konsep yang sebenarnya digunakan di portal korporasi. Namun, pada perkembangannya, justru organisasi pendidikan tinggi mengadopsinya juga untuk login yang terfederasi. Contoh pengguna SSO yang terfederasi untuk perguruan tinggi adalah eduroam.

Saya mau membuat sebuah solusi SSO menggunakan Jasig CAS. Ada, sih, versi lain seperti SUN CAS, Google Accounts, atau WSO2 Identity Provider. Tapi, saya memilih CAS karena sudah lama digunakan di UI dan saya malas mencari yang lain.

Berhubung tulisan ini panjang, langsung saja saya berikan asumsi berikut:

  • Debian Strecth masih kosong.
  • CAS berdiri sendiri (standalone) dengan Jetty.
  • Sertifikat SSL sudah ditandatangani oleh pihak ketiga.
  • Iman yang teguh.

Langsung saja persiapan sistem.

Persiapan Sistem

Sebelum memasang CAS, persiapkan sistem terlebih dahulu.

Memasang JDK 8

Saya percaya isi lisensi, lebih baik dilewati saja:

Agar dapat memasang sertifikat dari Webupd8, pastikan untuk memasang dirmgr (khusus Stretch):

Tambahkan repo Pemasang Oracle Java.

Pasang Oracle JDK8 dan paket unlimited JCE. Paket JCE berfungsi untuk mengaktifkan fungsi enkripsi yang lebih tinggi dari standar enkripsi yang disediakan oleh Oracle Java.

Selesai untuk Java.

Menyiapkan Direktori yang Perlu

Sayangnya, sebelum CAS terpasang, ada yang harus dipersiapkan. Hal ini karena konfigurasi CAS masih terkode langsung dan tersebar di konfigurasi sehingga lebih baik untuk pemula mengikuti direktori konfigurasi standar.

Yang saya maksud adalah membuat direktori /etc/cas yang dimiliki oleh pengguna. Bisa saja dijalankan sebagai root langsung. Namun, lebih baik Anda berhenti membaca tulisan ini dan cari pekerjaan yang lebih cocok daripada sysadmin.

Penambahan ekstra keamanan sehingga hanya bisa diakses oleh pengguna yang menjalankan CAS.

Memasang Sertifikat SSL

Untuk sertifikat yang ditandatangani sendiri, silakan baca panduan yang sudah disediakan pada Daftar Bacaan. Serius, deh. Pelit sekali Anda untuk bahkan  tidak mau menyediakan waktu untuk membuat sertifikat SSL Let’s Encrypt dengan certbot.

Hal yang perlu dilakukan adalah mengonversi PEM menjadi PKCS12 yang siap untuk diimpor ke dalam format keystore Java.

Ubah format PEM ke format PKCS12. Buat sembarang sandi karena keytool Java (JKS) tidak bisa mengimpor kunci tanpa sandi.

Terakhir, ubah dari PKCS12 ke JKS. Lihat, berkas dan kunci masing-masing saya buat dengan sandi yang berbeda. Jangan lupa disesuaikan pada berkas konfigurasi.

Ubah perizinan berkas thekeystore dan pindahkan ke direktori /etc/cas.

Selanjutnya memasang CAS.

Memasang Overlay CAS

CAS versi terbaru (5.1.x) memecah paket-paket modulnya dalam banyak modul. CAS menggunakan perkakas pembangun Java untuk membungkus dan memaket modul sesuai dengan kebutuh pengguna. Jenis pemaketan tersebut dinamakan overlays. Ada dua jenis yang didukung yakni Maven dan Gradle. Saya memilih Gradle karena Maven lebih gampang dipasang.

Mengunduh Overlay CAS

Unduh dan ekstraksi overlay untuk Gradle:

Mengonfigurasi Overlay CAS

Pada gradle.properties saya mengubah versi Spring Boot ke yang terbaru:

Pada etc/cas/config/application.yml tambahkan:

Pada baris ke-5 etc/cas/config/log4j2.xml ubah direktori log ke standar FHS (/var/log):

Pada cas/build.gradle ubah tomcat menjadi jetty:

Selanjutnya, jalankan perintah berikut untuk membangun paket yang dibutuhkan.

Menjalankan CAS

Berkas yang dihasilkan dari hasil konfigurasi ada di cas/build/libs/cas.war. Berkas ini merupakan sebuah paket aplikasi Web Java yang bisa dijalankan oleh kontainer Servlet apa pun. Namun, untuk keperluan kali ini, jalankan perintah:

Kalau sukses akan muncul di port 8443. Gunakan login casuser dan sandi Mellon untuk masuk.

Berhubung hari sudah subuh, saya berhenti di sini. Nanti selanjutnya tutorial akan lanjut kepada konfigurasi CAS.

Bacaan Lebih Lanjut

Mengaktifkan Camera2 API

MIUI 9 dibuat dari rangka Android 7.1.1 seharusnya memiliki Camera2 API di dalamnya. Sayangnya, MIUI mengaktifkan pustaka HAL 1 bukannya HAL 3 sehingga fungsionalitas Camera2 API dimatikan oleh sistem.

Untuk mengatasi hal tersebut, /system/build.prop harus diubah dan ditambahkan:

Dari pada secara manual dan berisiko merusak sistem, gunakan saja modul Magisk yang dibuat orang.

Memasang Modul Magisk

Karena sebagian dari kalian kemungkinan ada provider malas yang belum membuka akses Reddit, maka saya terpaksa memberikan akses langsung ke berkas.

  1. Unduh magisk-Camera2-API.zip.
  2. Masuk ke Magisk Manager. Klik tombol 3 garis → Modules  → (+) → pilih modul Magisk Camera2 API yang sudah terunduh.
  3. Reboot.

Selesai.

Aplikasi Kamera yang Memanfaatkan

Aplikasi standar MIUI masih berjalan seperti biasa, kecuali modus slow-mo. Namun, sayang rasanya bila Camera2 API tidak dimanfaatkan secara maksimal.

  • Kamera OP5. Saya suka kamera ini simpel. Secara mengejutkan, dia mendukung dual-camera yang ada di MIUI juga! Untuk foto-foto sederhana kamera ini cukup baik. Aplikasi ini ada di XDA Developer.
  • Kamera Google Pixel XL. Format HDR+ yang dihasilkan aplikasi ini luar biasa. Saya anjurkan menggunakan aplikasi ini untuk membuat foto-foto panorama.  Untuk bisa memfoto dengan baik, kamera diubah menjadi mode video terlebih dahulu, baru ubah kembali ke mode kamera. Aplikasi ini ada di XDA Developer.
  • Open Camera. Tampilannya rumit, namun semuanya sangat detail. Saya sejujurnya lebih suka aplikasi ini. Bisa dibuat untuk menyimpan dalam format RAW selain JPEG. Aplikasi ini ada di F-Droid.

Tentu penilaian saya ini masih jauh dari sempurna mengingat saya memasang dan menguji sekilas (first impression).

Bacaan Lebih Lanjut

Memasang TWRP 3.1.1-1 dan Magisk SU
Super Android, recharge!

Memasang TWRP 3.1.1-1 dan Magisk SU

Setelah saya membuka kunci Mi6 dan memasang MIUI 9, saya butuh TWRP dan Magisk. Sayangnya, saya selalu bootloop saat memasang TWRP dan Magisk. Sebelum itu, pada ROM MIUI 8 Global Stable, saya bisa dengan melakukan pemasangan berulang-ulang Magisk. Benar-benar magis pemasangan perkakas ini.

Menurut TheStrix, pengelola TWRP resmi untuk Mi6, ada skrip pada MIUI versi 8+ yang bertugas untuk menulis kembali partisi recovery. Untuk itu, perlu dinonaktifkan. Berikut adalah perjalanan saya memasang TWRP dan Magisk SU.

Persiapan

Unduh:

  1. twrp-3.1.1-1-sagit.img
  2. Magisk-v13.5(1350).zip

sebagai persiapan di PC.

Oh, iya, jangan lupa aktifkan USB Debugging di Mode Pengembang.

Memasang TWRP

Masuk ke Fastboot:

Pasang TWRP:

Masuk ke TWRP:

Masukkan sandi Anda untuk membuka partisi data. Normalnya, partisi data dikunci dengan pola.

Setelah di menu utama, kaitkan (mount) partisi /system:

Non-aktifkan skrip rusuh yang membuat berhari-hari tak bisa tidur memikirkan apa yang salah dengan langkah yang telah dilakukan dahulu.

Sampai langkah ini TWRP selesai dipasang. Selanjutnya, mari memasang Magisk SU.

Memasang Magisk

Versi yang saya pasang saat penulisan adalah versi 13.5 Beta. Versi 13.3 yang terpasang pada MIUI 8 dahulu tidak dapat melewati Safety Net. Safety Net adalah mekanisme Google untuk menguji apakah sistem Android yang ada cukup aman untuk dapat mengaktifkan Google Payment dan fasilitas lainnya yang membutuhkan keamanan.

Taruh ZIP Magisk ke Mi6:

Dari TWRP, pilih Install  lalu pilih berkas Magisk-v13.5(1350).zip yang baru saja ditaruh di /sdcard.

Setelah melakukan pemasangan, jangan lupa hapus Cache/Dalvik Cache.

Mi6 telah di-root dan melewati Safety Net.

Magisk 13.5 Beta passing Safety Net.

Magisk 13.5 Beta passing Safety Net.

Tambahan

Berikut modul-modul Magisk yang saya pasang:

  1. Enable Camera2 API.  Google Camera memiliki kemampuan HDR+ yang memerlukan API Camera2. Mamun sayangnya, MIUI 9 secara baku menggunakan HAL1, bukan HAL3. Modul ini diperlukan untuk mengaktifkan HAL3.
  2. F-Droid Privileged Extension. Saya pengguna F-Droid.
  3. Terminal Emulator Debloater. Saya tidak suka banyak aplikasi bawaan MIUI 9.
  4. Universal SafetyNet Fix. Modul ini membetulkan Mi6 untuk dapat melewati SafetyNet.

Sekian.

Bacaan Lebih Lanjut

Pengalaman Memasang MIUI 9 dari Xiaomi Mi6 Global ROM (unlocked)
Super Android, recharge!

Pengalaman Memasang MIUI 9 dari Xiaomi Mi6 Global ROM (unlocked)

ISI ARTIKEL INI DAPAT MEMBUAT XIAOMI MI6 ANDA RUSAK!

SAYA TIDAK MENGANJURKAN UNTUK MELAKUKAN INI 

DAN SEBAGAI PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

ATAS APA YANG ANDA LAKUKAN.

Ini sekedar pengalaman saya saja, tolong jangan jadikan tutorial resmi. Untuk bisa melakukan ini, hal-hal yang telah saya persiapkan:

  • Memiliki GNU/Linux KDE Neon (Ubuntu 16.04) yang sudah terpasang fastboot dan adb dengan benar. Artinya, keduanya sudah bisa membaca Android.
  • Xiaomi Mi6 sudah di-unlock secara resmi.
  • USB Debug sudah diaktifkan di mode pengembang.
  • Sudah memasang TWRP 3.1.1-0. Namun, ini tidak penting, karena pemasangan tidak dari recovery, tapi dari fastboot.
  • ROM versi Fastboot dari forum MIUI untuk Mi6. Besar berkas sekitar 2GB (2020MB), jadi silakan ditunggu saja unduhannya. Sengaja tidak saya kasih hotlink, tidak sopan.

Hal yang mau saya capai adalah memasang MIUI 9 tanpa menghapus aplikasi lama.

MASUK KE FASTBOOT

MIUI menyediakan dua versi, Recovery dan Fastboot. Untuk Mi6 yang dari MIUI 8 Global Stable (V8.2.2.0.NCAMIEC), tidak bisa melakukan dari recovery.

  1. Matikan perangkat Mi6.
  2. Setelah mati, tekan tombol Volume Turun + Power. Tahan sampai muncul tampilan Fastboot.
  3. Terakhir, hubungkan perangkat Mi6 ke PC/Laptop. Saya sarankan dengan laptop, sih. Supaya catu daya stabil dan gangguan listrik padam minim. Takut gagal di tengah jalan dan perangkat jadi bata.

Pasang MIUI 9

Paket MIUI yang kita unduh itu sebenarnya berkas TAR yang membungkus semua berkas IMG dan skrip pasang. Bongkar dan masuk ke direktori:

Jalankan skrip flash_all_except_storage.sh. Saya pilih skrip ini karena saya tidak mau konfigurasi dan aplikasi yang telah saya pasang hilang.

Proses ini memakan waktu sekitar 50 detik. Setelah selesai dengan sempurna, skrip akan memulai ulang perangkat Mi6.

Selesai.

MIUI 9 Global Beta

MIUI 9 Global Beta

Aplikasi saya tidak terhapus, namun saya tidak lagi ter-root. Perangkat jauh lebih enteng dan cair. Ya, berhubung setelah memasang saya langsung menulis ini, saya belum menjelajahi lebih lanjut. Namun, sejauh ini, sih, saya senang.

Bacaan Lebih Lanjut

Pemasangan Oneplus 5: Bagian 1
Super Android, recharge!

Pemasangan Oneplus 5: Bagian 1

Oneplus 5

Oneplus 5 package

Sebegitu rindunya saya memiliki Oneplus 5 sehingga saya pun terpaksa menelan harga diri dan menerima paket Oneplus 5 dengan bonus Beats. Ingat! Saya tidak menggunakan Beats, jadi jangan hakimi saya!

Paket yang saya beli memberikan saya satu karet pelindung, satu pelindung layar, dan satu Beats. Sayangnya, dari ketiganya hanya karet pelindung yang saya pakai sementara. Sisanya akan teronggok di gudang.

Langkah yang pertama ketika membuka Oneplus 5, seperti versi sebelumnya, saya mengganti ROM pabrikan. Hal ini penting karena ada beberapa fitur yang perlu:

  • AdAway untuk DNS anti iklan.
  • F-Droid untuk penyedia aplikasi GPL v3.
  • Membuang aplikasi yang tak perlu.
  • Deodexed, penjadwal kernel, dan beberapa fitur lainnya.
  • Dan beberapa aplikasi yang tak baik untuk disebut di sini.

Saya sebenarnya lebih suka ROM non-OOS (non-Oxygen OS). Namun, apa daya karena masih baru, ada galat seperti dukungan Bluetooth dan beberapa galat lainnya membuat saya masih berpaling ke ROM berbasis OOS.

Setelah riset beberapa saat, saya memutuskan untuk memilih berikut:

Aktifkan Debug

Dari Settings → About phone, ketuk beberapa kali pada baris Build number untuk mengaktifkan Developer options. Keluar dari About phone akan ada menu baru Developer options.

Aktifkan OEM unlocking untuk memasang ROM pemulihan terkustomisasi, TWRP.

Aktifkan USB Debugging agar dapat dikenali di komputer.

Setelah ini, sambungkan ke komputer. Telepon akan menanyakan apakah komputer dapat dipercaya. Silakan dicentang dan setujui. Bila benar, maka Oneplus akan dikenali:

Selanjutnya memasang BOOT.

Memasang Boot

Nyalakan ulang Oneplus ke mode Fastboot:

Buka segel Oneplus:

Saya asumsikan Anda sudah mengunduh twrp-3.1.1-1-cheeseburger.img di komputer Anda.

Nyalakan ulang dan masuk ke Recovery:

Salah satu kekurangan ketika dibuka kunci, perangkat Oneplus pasti mengaktifkan fungsi semacam menu GRUB sebelum masuk. Ya, tinggal pencet tombol Power, sih, untuk Start kalau tidak sabar menunggu beberapa detik.

Memasang ROM

Ketika di dalam mode Recovery, Anda dapat menggunakan menu-menu TWRP untuk memasang sistem. Tetapi, apa serunya? Saya menggunakan terminal dan TWRP.

Format Partisi Lama

Pada menu TWRP, pilih Wipe → Advanced Wipe

Pilih partisi-partisi berikut untuk dihapus:

  • Dalvik/ART Cache
  • Cache
  • System
  • Data

Sisakan Internal Storage dan USB-OTG. Lalu, Swipe to Wipe

Wipe before install

Tekan tombol kembali tiga kali untuk kembali ke menu utama.

Menaruh Berkas-berkas

Taruh berkas-berkas yang diperlukan ke Oneplus.

ROM

Kernel

Pemasang ROM xXx akan mengenali kernel Adin bila ditaruh pada direktori yang tepat:

Pasang ROM

Untuk memasang, di menu utama ketuk menu Install.

Pilih ZIP ROM xXx yang telah diunggah tadi.

Swipe to confirm Flash

Perhatikan bahwa kita tidak perlu memilih kernel Adin karena akan dideteksi nanti.

xXx Aroma Installer

Pilih Make your individual Selections karena saya suka kebebasan!

Pastikan pilihan berikut tercentang:

Reboot Options:

  • Reboot after Flashing

Root Access:

  • Magisk v13 by topjohnwu

xXx Tweaks:

  • xXx Tweaks Framework
  • Windows Animation Scales

Kernel:

  • Kernel Selection Menu

SDcard Fix:

  • Fix SDcard permissions

Update Radio and Firmware

  • Flash Radio and Firmware

Reset Magisk Repository Image

  • Reset Magisk Image (pastikan ini dipilih supaya bersih)

Ketuk Next untuk ke halaman selanjutnya.

Laman ini laman preferensi. Jadi, silakan saja pilih sesuka hati. Namun, berikut pilihan saya.

Launcher Selection:

  • OnePlus Launcher (saya pilih ini biar terasa rasa Oneplus-nya)

Sound Mods saya tidak pilih satu pun karena semua musik yang saya taruh saya rip dari CD yang saya beli sendiri.  Silakan pilih kedua pilihan yang ada kalau Anda mau.

Debloating:

  • Extreme Debloating

Emojis:

  • Oneplus Stock Emojis 

Ketuk Next untuk ke halaman selanjutnya.

Windows Animation Speeds:

  • Fast Animations (tergantung selera)

Ketuk Next untuk ke halaman selanjutnya.

Kernel Selections:

  • STOCK KERNEL
  • Adin Kernel – by adinkwok

Ketuk Next untuk ke halaman selanjutnya.

Ketuk Next untuk untuk memulai pemasangan sistem.

Bila benar, maka setelah selesai pemasangan, sistem akan dinyalakan ulang dan masuk ke sistem yang baru. Selanjutnya, pemasangan Oneplus seperti biasa.

Repositori Suri untuk PHP 7.1+

Repositori Suri untuk PHP 7.1+

Plessis mengumumkan bahwa dia sudah tidak mau lagi mengelola pemaketan PHP terbaru di Dotdeb. Dia kemudian menyarankan untuk menggunakan repositori dari Sury, seorang pengelola resmi pemaketan PHP dari Debian.

Karena Sury menggunakan HTTPS, jangan lupa pasang dulu transportasi HTTPS untuk APT:

Cara menambahkan:

Selesai. Secara baku, paket PHP yang dipilih adalah 7.1. Namun, Sury menyediakan juga untuk paket PHP 7.0.