Category Archives

32 Articles
Menggunakan BurnBit untuk Membuat Torrent

Menggunakan BurnBit untuk Membuat Torrent

Setelah jungkir balik mencari cara untuk membuat seeder, saya pun menggunakan situs pihak ketiga untuk menciptakan seeder BitTorrent. Saya ambil kasus BlankOn 10.0 Jahitan 1 yang baru saja rilis. Karena yang AMD64 sudah saya lakukan, maka contoh kali ini untuk DVD i386.

BurnBit DVD ISO BlankOn Jahitan 1 i386

BurnBit DVD ISO BlankOn Jahitan 1 i386

Pertama, pergi ke BurnBit.com. Lalu, masukkan tautan ISO yang hendak dibuatkan Torrent-nya. Lalu, klik Burn.

BurnBit DVD ISO BlankOn Jahitan 1 i386 being dowloaded web status.

BurnBit DVD ISO BlankOn Jahitan 1 i386 being dowloaded web status.

Setelah itu, tunggu beberapa saat dan ISO akan segera diunduh ke server Burn Bit. Kira-kira butuh setengah jam untuk mengunduh dari Kambing. Namun, mungkin peladen Anda lebih kencang.

Nanti apa bila sudah selesai, akan muncul tombol unduhan berkas .torrent. Silakan bagikan itu untuk orang-orang lain juga.

Mari gunakan Torrent sebagaimana mestinya yakni mendistribusikan unduhan legal yang besar kepada para fakir pita jaringan. Umpanya, distro GNU/Linux kita tercinta. Oh, iya, sebagai bonus, berikut berkas-berkas Torrent yang telah saya buat:

BlankOn 10.0-jahitan1-desktop-amd64-iso[Burnbit].torrent
BlankOn 10.0-jahitan1-desktop-i386-iso[Burnbit].torrent
Meetup Bulanan ID Python Feburari 2014
ID Python

Meetup Bulanan ID Python Feburari 2014

Halo teman-teman semua,

Akan dilaksanakan Meetup Bulanan ID Python Feburari 2014. ID Python adalah Grup Penggiat Python Programming Language di Indonesia.

Untuk bulan ini kebetulan rekan – rekan admin Kambing UI (POSS) menjadi host, yakni rekan Adin, Tonny Adhi Sabastian, dan JP. Acaranya sendiri akan dilangsungkan pada tanggal 22 Februari 2013 di ITTC UI.

Acara ini terbuka untuk umum dan mengingat pembicaranya sakti-sakti, sayang kalau tidak banyak yang tahu. Ya, memang, sih, ruangan terbatas cuma muat 30.

Rundown selengkapnya dapat diakses di : http://www.python.or.id/2014/02/kopi-darat-python-indonesia-februari.html

Abstrak Materi dan Profil Pembicara

Raspberry Pi dan alat parkir UI oleh Gladhi Guarddin, M.Kom

Penggunaan Raspberry Pi sebagai pengendali proses pengambilan data kendaraan pada gerbatama UI.

Gladhi Guarddin, M.Kom, adalah dosen Fakultas Ilmu Komputer UI, mengajar mata kuliah pemrograman sistem, sistem terdistribusi, dan mata kuliah yang berhubungan dengan infrastruktur TI. Dan juga admin Kambing-UI.

Analisis Data di Python dengan Pandas oleh Sigit Nurseto

Analisis data dapat memberi kita informasi yang berguna tentang pattern, relationship atau tren dari suatu kumpulan data. Python yang saat ini sudah memiliki operasi data yang mudah, menjadi lebih powerful dengan adanya library Pandas. Dengan menggunakan Pandas kita dapat melakukan data analisis dari suatu database atau bentuk data lainnya dengan fleksibel, cepat, dan ekspresif.

Pada kopdar kali ini, saya akan memperkenalkan Pandas dan memperlihatkan bagaimana library ini dapat dipakai secara mudah dan menyenangkan untuk menganalisa data. Supaya mudah dipahami, saya akan menampilkan langsung bagaimana Pandas membuat kumpulan raw data menjadi Graph yang menarik dan berguna.

Sigit Nurseto. Sejak melihat source code Python pertama kali beberapa tahun lalu, saya langsung tertarik dengan Python karena kecantikan sintaknya. Sampai saat ini saya adalah Freelance Programmer yang selalu menggunakan Python selama client tidak terlalu peduli dengan bahasa yang dipakai

OpenStreetMap Resources for Developers by Kate Chapman

OpenStreetMap is an Internet project with the goal of creating a free map of the entire world. The reason OpenStreetMap exists is most maps you think of as free actually have legal or technical restrictions. The OpenStreetMap community creates many tools of use to developers. This includes a variety of web and mobile APIs, custom maps, and a variety of data formats. As a developer what resources should you use to develop your app? How can you get help if you get suck? What ways can you contribute to existing projects? This talk will help get developers started with OpenStreetMap.

Kate Chapman is the Executive Director of the Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT), a non-governmental organization dedicated to helping support communities, governments and humanitarian responders in their utilization of OpenStreetMap in crisis response and contingency planning. As the Executive Director, Kate both oversees the overall goals of the organization, and participates in its programs. Currently, Kate is based in Jakarta, Indonesia, leading a multiyear program to collect critical infrastructure information, which proved especially useful to the municipal government in the aftermath of the 2013 and 2014 Jakarta floods. Additionally, the Indonesia project inspired an OpenStreetMap mapping competition and assisted community facilitators in upgrading from hand-drawn to more accurate digital maps. Kate is also active in the wider OpenStreetMap community, including serving on the board of the OpenStreetMap Foundation. Prior to her work at HOT, Kate was involved in web-mapping applications engineering, including GeoCommons and iMapData.

Diskusi Panel: Python di Startup

Burufly

Burufly aims to help travelers find great places to visit whether it be for a long journey or short holiday and even random nights out in their own city. We are currently the only platform that has every destination in Indonesia covered (and soon South East Asia), with a diverse array of photos, videos, reviews, articles and local experts from every corner of Indonesia, meaning you will have your own personal guide, no matter where you choose to go.

Burufly.com was developed using Django. During our releases, we try to figure out which areas of the platform can be bottlenecks. During our 14 months of being released we have made a lot of adjustments to our codes to provide better access for our users. Hopefully some of the tricks and tips we use can be beneficial to other people who develop using Django as well.

Reza Muhammad is a sysadmin turned developer as well as an open source enthusiast. He Went to school to learn about Unix and came out as a developer instead. Having experiences in multiple startups and clients in Indonesia and abroad, Reza joined Burufly in 2012 to lead the engineering team to build a scalable platform for travelers.

Stamps

Zocko

Zocko is a web tool to help social influencer people to monetize its social networks audience by promoting cool & trendy products from an all-in-one platform. The company has recently been funded to launch the product in Indonesia (as the main market) and the USA (as secondary).

We are a young, talented and motivated team of two founders from Barcelona, Spain, have the support of top-level advisors/mentors and have been incubated/accelerated of Creative HotHouse Barcelona during 8 months.

Daniel Clemente Laboreo, Zocko CTO. My working material is knowledge. My goals are to promote usability and excellence and to avoid technical or ethical barriers in computing. I value doing things well. I like anything which has theory on it, as well as the technical inner workings. I want to work in challenging and useful projects, learn from others and teach what I learnt.

Jadwal Acara

09.00 – 09.25 Perkenalan
09.25 – 09.30 Pembukaan oleh Zaki Akhmad
09.30 – 09.45 Sambutan dari Universitas Indonesia
09.45 – 10.30 Penggunaan Raspberry Pi sebagai Pengendali Proses Pengambilan Data Kendaraan pada Gerbatama UI oleh Gladhi Guarddin, M.Kom
10.30 – 11.15 Analisis Data di Python dengan Pandas oleh Sigit Nurseto
11.15 – 12.00 OpenStreetMap Resources for Developers by Kate Chapman
12.00 – 13.00 Diskusi Panel: Python di Startup: Burufly, Stamps, Zocko.
13.00 – 13.15 Foto Bersama dan Penutupan

Tempat

Gedung ITTC Universitas Indonesia – Depok
Gedung ITTC menempati Gedung Perpustakaan Lama UI
(setelah FIB UI dan setelah perpustakaan baru)

Koordinat gmaps

View Larger Map

Transportasi

Transportasi Umum

Kereta Commuter Line. Turun di Stasiun UI atau di Pondok Cina. Lalu dilanjutkan jalan kaki atau bisa juga naik ojek (jarak dari kedua stasiun ini ke lokasi, kurang-lebih sama).

Rute jalan kaki dari Stasiun Pondok Cina

View Larger Map

Transportasi Pribadi

Tersedia area parkir untuk mobil dan motor di dalam kampus UI.

Registrasi

Sama dengan kopdar sebelum-sebelumnya, untuk menghadiri ini tidak diperlukan registrasi dan tidak dipungut biaya. Acara ini bersifat publik. Kapasitas ruangan terbatas untuk 30 orang.

Repositori Ubuntu Raring Akhirnya Dirilis

Repositori Ubuntu Raring Akhirnya Dirilis

Raring

Om Tonny Sabastian, salah satu penggembala Kambing, telah selesai bertapa membuat repositori Ubuntu Raring. Ada 13 DVD yang siap untuk diunduh. Silakan sedot dan bagikan, Gan!

Anda fakir benwit? Saya juga! (Maksudnya kalau dari rumah koneksi modem 3G)

Menurut Juragan Apri, Anda dapat menggunakan jasa pihak ketiga yang sudah siap membakar DVD untuk Anda. Ada Juragan Kambing, Gudang Linux, Baliwae, dan toko-toko lainnya. Anda juga bisa berpartisipasi dengan menggandakan dan membagikan secara gratis ke tetangga Anda.

Sebenarnya, DVD ini sudah dibuat sejak hari pertama rilis Ubuntu. Namun, negara api menyerang! Eh, maksudnya, ada masalah teknis dengan Ubuntu 13.04 yang pindah ke udisk2. Skema udisk2 menautkan CD/DVD atau pun ruang penyimpan lainnya ke skema /media/$USER/$mountpoint. Hal ini membuat apt-cdrom tidak kompatibel dengan skema yang baru.

Menurut Om Tonny, ada dua cara yang dapat dilakukan, yakni:

  1. Menetap aturan udev agar titik kait di /media seperti pada Ubuntu Asks.
  2. Menambahkan secara manual di terminal:
    $ sudo apt-cdrom -m -d=/media/$USER/$MOUNT_POINT add

Ya, kira-kira demikian adanya. Ada juga tips dari orang yang lengkap dan menarik untuk mempermak Ubuntu Raring.

Selamat menjadi pintar!

Blankon ke BlankOn
Pendekar Blankon berubah menjadi BlankOn!

Blankon ke BlankOn

Blankon Transform

Pendekar Blankon berubah menjadi BlankOn!

Suatu hari, perserikatan Ubuntu tempat Blankon bernaung memutuskan untuk menyeragamkan tampilan mereka kepada Unity. Pendekar Blankon kemudian keluar dari perserikatan itu dan masuk kepada perguruan Debian, tempat asal semua ilmu. Untuk itu, pendekar Blankon melepas seluruh persenjataan beratnya dan berubah menjadi pendekar BlankOn. Hal ini dilakukannya semenjak versi 8.0 (Rote).

Pendekar BlankOn lebih mengutamakan menggunakan ilmu kanuragan sehingga lebih ringan. Jurus Manokwari yang menjadi andalan mampu dirapalkan pada setiap kondisi.

Kendati terlihat lemah, tetapi seperti laiknya ninja, BlankOn menyusup di kegelapan bangsa. Siap membela kebenaran dan melepaskan negara ini dari kebutaan pengetahuan. Bagi pengguna BlankOn (rilis Rote dan yang terbaru), hikayat konfigurasi memanfaatkan cermin KAMBING.ui.ac.id telah tertulis di sini.

Bagi pengikut BlankOn 7.0 dan yang lebih lawas, para punggawa BlankOn telah memindahkan repositori ke blankon-legacy. Jikalau kisanak hendak memanfaatkan repositori untuk versi-versi tersebut, kisanak dapat menulis berikut di “sources.list”:

deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon-legacy pattimura main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon-legacy pattimura-security main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon-legacy pattimura-updates main restricted extras extras-restricted

Bilamana kisanak mempergunakan versi yang lain, kisanak dapat mengubah kata “pattimura” menjadi yang lain, misalnya “ombilin”. Selamat berjuang pendekar! Majulah bangsaku, majulah Indonesia!

Debootstrap Blankon 8.0

Debootstrap Blankon 8.0

BlankOn Glow On The Dark

Saya mengunduh dan memasang berkas paket debian debootstrap dari repositori BlankOn di Kambing (versi 1.0.42 saat penulisan). Sayangnya, paket deboostrap tersebut tidak mengandung BlankOn. Tidak terima dengan keadaan itu, saya pun mencari berkas konfigurasi Rote. Saya sudah menghapus satu partisi penting dengan iman teguh bahwa  Rote sudah tersedia. Harus!

Dari daftar perubahan, nampak bahwa skrip Rote merupakan sebuah symlink dari Ombilin. Yak, saya pun berbinar-binar. Berikut cara pasang Rote ala saya.

Lengkapi Skrip Debootstrap Rote

Pertama, pasang deboostrap:

$ sudo apt-get install debootstrap

Kedua, unduh skrip Ombilin dan buat symlink Rote ke berkas Ombilin tersebut.

$ wget http://dev.blankonlinux.or.id/export/rote%2Cdebootstrap%2C29/rote/debootstrap/scripts/ombilin
$ sudo mv ombilin /usr/share/debootstrap/scripts
$ sudo ln -s /usr/share/debootstrap/scripts/ombilin /usr/share/debootstrap/scripts/rote

Ya, begitu, deh. Dengan ini, kita sudah siap memasang Rote dengan skrip baru. Asumsi saya, sebuah partisi kosong telah dikaitkan ke “/mnt”.

Debootstrap Seperti Biasa (Tidak Juga, Sih)

Saat penulisan, menggunakan repositori Kambing terjadi kegagalan dengan pesan sebagai berikut:

E: Couldn't download packages: libdb5.1

Malas juga mensinkron ulang Kambing. Apalagi ini sudah malam, Kambing biasanya lagi sinkron dengan banyak repositori. Ya, sudah, saya menggunakan repositori utama BlankOn:

$ sudo debootstrap rote /mnt http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon/

Setelah selesai, seperti biasa kaitkan beberapa direktori khusus:

$ sudo mount -o bind /dev /mnt/dev
$ sudo mount -t proc none /mnt/proc
$ sudo mount -t sysfs none /mnt/sys
$ sudo mount -t devpts none /mnt/dev/pts

Yak, selanjutnya tinggal pasang-pasang.

Pasang-pasang

Eh, iya, lupa… masuk dulu:

$ sudo chroot /mnt /bin/bash

Pada saat penulisan ini, paket “blankon-desktop” tidak dapat terpasang karena membutuhkan paket-paket di luar repositori “main”. Ini wajar, karena berbeda dengan Ubuntu, Debian memutuskan untuk tidak memasukkan paket-paket firmware perangkat keras yang tidak bebas ke repositori utama. Mungkin karena Rote baru saja transisi dari Ubuntu ke Debian, maka berkas-berkas demikian tidak disunting terlebih dahulu.

Hey, sebuah desktop yang keren bukan berarti sudah sempurna. Mungkin di rilis berikutnya akan lebih sempurna. Sekarang saja sudah keren, apa lagi nanti? 🙂

Ya, sudah, saya tambahkan saja beberapa repositori sekaligus. Saya menggunakan Kambing baru kalau tak ada mencari ke Arsip Blankon. Itu sebabnya, Kambing di urutan pertama. Ini isi “sources.list” saya:

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon rote main restricted extras extras-restricted
deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon rote main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon rote-security main restricted extras extras-restricted
deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon rote-security main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon rote-updates main restricted extras extras-restricted
deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon rote-updates main restricted extras extras-restricted

Yak, perbaharui daftar paket:

# apt-get update

Pasang BlankOn:

# apt-get install blankon-desktop

Yak, pada tahap ini saatnya menyapa anak, kekasih, atau orang tua Anda. Sudahkah Anda bersosialisasi hari ini?

Pasang Paket-paket Penting

Kernel

Ada “linux-image-generic” atau “linux-image-686”. Kalau yang pertama bakal memasang kernel versi 3.0 dan terakhir memasang 3.2. Saya lebih suka kernel terbaru, apalagi ada regresi pengaturan daya di kernel-kernel terdahulu.

# apt-get install linux-image-686

Ada 24,8 MB paket yang hendak diunduh. Santai lagi….

Perkakas Sistemberkas

Yak, saya menggunakan LVM2 dan ReiserFS. Jadi, saya perlu menambahkan keduanya:

# sudo apt-get install reiserfsprogs lvm2

Saya tidak yakin apa perlu memasang “ntfs-3g” untuk membaca partisi NTFS. Nanti saja. Saya memiliki skema partisi LVM, jadi agak ribet. Mungkin Anda memiliki satu partisi khusus yang berdedikasi sehingga proses ini tidak perlu dilakukan.

Persiapan Untuk Menyalakan Ulang Komputer

Keluar dari CHROOT

Keluar dari “chroot” dan lepas semua kaitan.

# exit
$ sudo umount /mnt/proc
$ sudo umount /mnt/sys
$ sudo umount /mnt/dev/pts
$ sudo umount /mnt/dev
$ sudo umount /mnt

Saya tetap memilih GNU/Linux Ubuntu 12.04 saya sebagai sistem operasi utama. Jadi, saya perlu mengonfigurasi ulang GRUB2 saya:

$ sudo dpkg-reconfigure grup-pc

Yak, tinggal “next”-“next” saja.  Nanti pengonfigurasi akan menemukan partisi BlankOn dan entri GRUB-nya.

Dunia Tak Seindah Itu Tapi Bersyukurlah

Yak, ternyata ada konfigurasi-konfigurasi tambahan yang harus digunakan. Beberapa paket sepertinya harus dipasang. Yang pasti, shortcut tidak berfungsi di Manokwari. Namun, saya terkagum-kagum betapa cepatnya BlankOn dari posisi mati ke DM. Wow!

Kudos buat pengembang. Saya masih ingin eksplorasi lagi, tapi mata sudah berat. Ini sudah jam setengah tiga pagi. Caw!

Skrinsut BlankOn

Skrinsut BlankOn minimalis belum diperlakukan. 🙂

Ini Pensil, Ini Mint

Ini Pensil, Ini Mint

Dari pada sedot pensil, mendingan sedot Linux Mint.


Biar tidak one liner: Selamat tahun baru.

Sepertinya Linux Mint butuh PHP. Tetapi, Anda bisa langsung saja menggunakan repo Linux Mint di KAMBING misalnya:

deb http://kambing.ac.id/mint lisa main upstream import backport romeo

Saya sebenarnya malas redundansi, tetapi dari tiga mirror asal Indonesia, UNEJ, IDRepo, dan UKDW, hanya repo UKDW saja yang menyala akhir Desember kemarin. Saya mau sedot UKDW, tapi saya tidak tahu apakah dia termasuk jaringan INHERENT. Saya bingung, di situs INHERENT tidak ada informasi daftar anggota INHERENT.

Oh, setelah saya cek, UNEJ sudah menyala. Yay! Tetapi sepertinya alamat mereka berubah menjadi: repository.unej.ac.id

Demikian laporan pandangan mata.

Pengayaan Blankon: Medibuntu

Pengayaan Blankon: Medibuntu

Medibuntu adalah sebuah repositori paket-paket yang tidak mungkin masuk ke dalam repositori resmi Ubuntu. Penyebab utama hal tersebut adalah karena adanya paten algoritma di Amerika Serikat. Tetapi, negara seperti Indonesia dan sebagian negara di Eropa tidak mengenal paten algoritma.

[Hal ini akan tetap legal kecuali apabila RUU Hak Cipta yang baru yang sedang digodok nanti tiba-tiba memasukan unsur-unsur DMCA dan menolak unsur-unsur Fair Use]

Langsung saja, tambahkan “/etc/apt/sources.list.d/medibuntu.list”:

$ sudo $EDITOR /etc/apt/sources.list.d/medibuntu.list
deb http://kambing.ui.ac.id/medibuntu/ natty free non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/medibuntu/ natty-staging free non-free

Ganti $EDITOR dengan penyunting favorit Anda (vim, nano, kwrite, gedit, dll). Daftar paket yang ada:

http://kambing.ui.ac.id/medibuntu/natty/index.html

Oh, omong-omong saat ini lebih mantap menggunakan repo UGM. Mereka lebih terbaru dari Kambing. Entah mengapa situs sumber RSYNC di Kambing tak bisa dihubungi. Baru saja saya lihat ternyata sudah 77 hari tak terbaharui. Ya, saya baharui saja dari repo UGM [“Matur nuwun, mbah”]. Cukup ganti “kambing.ui.ac.id” menjadi “repo.ugm.ac.id”; sisanya sama.

Setelah selesai menambahkan berkas “/etc/apt/sources.list.d/medibuntu.list”, perbaharui daftar repositori dan unduh tanda tangan paket Medibuntu:

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install medibuntu-keyring

Selamat menikmati paket-paket Medibuntu.

Menambah Repositori Debian

Menambah Repositori Debian

Sistem yang menggunakan pemberkasan Debian seperti Debian, Ubuntu, dan Blankon secara tradisional memiliki berkas “/etc/apt/sources.list” yang berisi daftar repositori yang dipakai. Repositori adalah tempat yang menyimpan berkas-berkas paket Debian (.deb). Repositori bisa berupa server web lokal atau pun daring, media lepas seperti CD, DVD, atau USB, dan lain sebagainya.

Untuk lebih efektif, Debian dan turunannya telah menyediakan sebuah direktori “/etc/apt/sources.list.d/” sebagai tempat tambahan untuk menaruh daftar repositori. Direktori ini sangat efektif untuk memasukkan repositori-repositori yang tidak baku dalam berkas-berkas individu berekstensi “.list”. Sebagai contoh, isi direktori “/etc/apt/sources.list.d/” saya:

$ ls -al /etc/apt/sources.list.d
total 57
drwxr-xr-x 2 root root 712 2011-08-23 08:21 .
drwxr-xr-x 6 root root 448 2011-08-23 07:58 ..
-rw-r--r-- 1 root root 108 2011-08-05 18:48 canonical-partner.list
-rw-r--r-- 1 root root  60 2011-01-05 09:39 canonical-partner.list.distUpgrade
-rw-r--r-- 1 root root  60 2010-12-30 17:09 canonical-partner.list.save
-rw-r--r-- 1 root root 134 2011-01-05 09:39 kernel-ppa-ppa-maverick.list.distUpgrade
-rw-r--r-- 1 root root 134 2010-12-30 17:09 kernel-ppa-ppa-maverick.list.save
-rw-r--r-- 1 root root 230 2011-08-05 18:48 kernel-ppa-ppa-natty.list
-rw-r--r-- 1 root root 170 2011-08-23 08:21 nautilus-elementary.list
-rw-r--r-- 1 root root 140 2011-08-15 16:03 openlp.list
-rw-r--r-- 1 root root 154 2011-01-05 09:39 ubuntu-mozilla-daily-ppa-maverick.list.distUpgrade
-rw-r--r-- 1 root root 250 2011-08-05 18:48 ubuntu-mozilla-daily-ppa-natty.list
-rw-r--r-- 1 root root 141 2011-08-19 22:13 umplayer-webupd8.list
-rw-r--r-- 1 root root 119 2011-08-05 18:48 virtualbox.list
-rw-r--r-- 1 root root  71 2011-01-05 09:39 virtualbox.list.distUpgrade
-rw-r--r-- 1 root root  71 2010-12-30 17:09 virtualbox.list.save

Jika Anda perhatikan isi direktori saya, terdapat berkas-berkas dari zaman Maverick. Inilah keajaiban dari direktori tersebut. Ketika sistem hendak diperbaharui ke versi terbaru, repositori-repositori tersebut dinonaktifkan sehingga tidak mengganggu proses pembaharuan. Hal ini akan sulit dilakukan bila semua lokasi repositori tertulis hanya di “/etc/apt/sources.list”. Dulu kita harus memberi tanda komentar ke setiap baris repositori di “/etc/apt/sources.list”.

[Untung ada REGEX! :P]

Contoh salah satu berkas repositori per individu ini antara lain:

$ cat /etc/apt/sources.list.d/openlp.list
deb http://ppa.launchpad.net/openlp-core/release/ubuntu natty main
deb-src http://ppa.launchpad.net/openlp-core/release/ubuntu natty main

Lalu, apa yang menjadi isi “/etc/apt/sources.list”? Saya hanya menaruh repositori Blankon dan Ubuntu resmi.

$ cat /etc/apt/sources.list
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-security main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-security main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-updates main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-proposed main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-proposed main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-backports main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-backports main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura-security main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura-security main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura-updates main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura-updates main restricted extras extras-restricted

Dengan demikian, ketika nanti saya pindah ke Blankon 8 atau Ubuntu 11.11, saya dapat meminimalkan potensi kesulitan.

Melompat dari Ubuntu Natty ke BlankOn Pattimura

Melompat dari Ubuntu Natty ke BlankOn Pattimura

Saya ngiler melihat tulisan teman yang berhasil memasang BlankOn Pattimura. Sayangnya, tautan tidak ada karena Planet Ubuntu-ID tidak bisa terakses. Duh, kok sering, yah? Maka berbekal jiwa yang membara berhubung hendak hari merdeka, saya melakukan lompatan iman ke Blankon Pattimura.

Persiapan

Karena ini lompatan iman, saya tidak melakukan penyimpanan. Jadi, langsung saja saya tambahkan repositori BlankOn ke dalam daftar repositori saya. Berikut isi dari berkas “/etc/apt/sources.list”:

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-security main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-security main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-updates main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-proposed main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-proposed main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-backports main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu natty-backports main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura-security main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura-security main restricted extras extras-restricted

deb http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura-updates main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon pattimura-updates main restricted extras extras-restricted

Proses Lompatan

Berikut ini adalah transkrip dari sejarah terminal saya. Di dalamnya terdapat langkah-langkah yang saya lakukan. Kalau ada nomor yang lompat-lompat, itu karena saya kurangi beberapa hal yang tidak berhubungan dengan pemasangan Pattimura.

Buang semua Kubuntu dan paket-paket lama. Kalau tidak salah Kubuntu ini saya pakai semenjak zaman 8.10 kalau tidak salah. Saya membuang paket lama karena ruang yang hendak dipakai kurang. Biasanya, setiap beberapa iterasi, saya menghapus sistem Ubuntu dan memasangnya dari awal. Sayangnya, kali ini konfigurasi saya agak nyeleneh, partisi dasar (root partition) seluruhnya berada di LVM2.

  457  sudo apt-cache search blankon
  458  sudo apt-get remove kubuntu-desktop
  462  sudo apt-get autoremove
  463  sudo apt-get remove kubuntu-*
  464  sudo apt-get remove linux-image*
  465  sudo apt-get remove kubuntu-default-settings 
  466  sudo apt-get install blankon-desktop
  467  sudo apt-get clean

Saya mengonfigurasi ulang GRUB2 (grub-pc) untuk membaca ulang kernel yang tersisa. Hati-hati terhadap baris 464, itu bisa menghapus seluruh kernel Anda. Makanya, saya langsung memasang kernel baru. Saya tidak memilih kernel asli Pattimura (3.0.0), tetapi memilih kernel yang lebih baru (3.0.1).

  468  sudo dpkg-reconfigure grub-pc
  469  ls -al /boot/
  470  apt-cache search linux-image
  471  sudo apt-et install linux-image
  472  sudo apt-get install linux-image
  473  sudo apt-get install linux-image-3.0.1-0-generic
  474  sudo reboot

Saya juga berusaha melihat proses apa yang masih berjalan dan memutuskan untuk membuang setiap aplikasi yang berhubungan dengan KDE.

  475  top
  476  sudo apt-get remove virtuoso-*

Nah, ini beberapa hal yang saya lakukan yang sebenarnya tidak perlu, ternyata sudah terpasang otomatis. Saya tulis di sini sebagai bahan catatan.

  477  sudo apt-cache search blankon
  478  sudo apt-get install gfxboot-themes-blankon
  479  sudo apt-get install gfxboot-themes-pattimura 
  480  apt-cache search blankon
  481  sudo apt-get install pattimura-contextual-desktop-theme 
  482  sudo reboot

Aplikasi wajib saya, Yakuake dan Pidgin, turut musnah akibat hilangnya KDE. Huruf Ubuntu juga turut hilang. Maka, saya coba pasang ulang.

  483  sudo apt-get install yakuake
  484  apt-cache search minefield
  485  apt-cache search firefox
  486  sudo apt-get remove firefox-4.0 --purge
  487  sudo apt-get autoremove --purge
  488  sudo apt-get install ttf-ubuntu-font-family
  489  sudo apt-get dist-upgrade 
  490  sudo apt-get -f install
  491  sudo apt-get install pidgin
  492  sudo synaptc
  493  sudo synaptic
  494  history
  495  sudo apt-get install pidgin
  496  sudo apt-get update
  497  sudo apt-get dist-upgrade
  498  sudo apt-get install pidgin blankon-branding-pidgin

Saya juga berusaha mencari-cari paket yang berhubungan dengan BlankOn di Synaptic. Saya coba memasang sebisanya.

Beberapa Catatan

Secara singkat, saya puas dengan tampilan BlankOn. Saya salut terutama terhadap panduan dalam Bahasa Indonesia dalam bentuk PDF. Ini benar-benar karya bangsa yang sangat besar.

Nah, berhubung saya pengguna baru BlankOn dan terutama GNOME (setelah bertahun-tahun dimanjakan KDE4), ada beberapa catatan yang saya berharap kalau rekan-rekan sudi menjawab memberi saya gambaran:

  1. Saya belum menemukan cara untuk mengubah perintah Run dari bakunya ALT+F2 menjadi META+R.  Ternyata dengan menekan tombol kecil dipojok synapse (nama aplikasi Run yang dipakai Blankon) mengaktifkan Properti. Di sana banyak pilihan termasuk mengubah perintah aktif.
  2. Saya tidak terbiasa menggunakan menu dan tetikus. Saya masih belum bisa menemukan ringkasan papan ketik untuk membuka menu. Kalau di Windows itu biasanya tombol META. Kalau di KDE, saya menggunakan Run saja.
  3. Saya masih belum bisa menjalankan Compiz. Dulu di Ubuntu ada menu Desktop Effect untuk mengaktifkannya.
  4. Saya tidak tahu apa aplikasi untuk mengambil skrinsut, terpaksa memasang “ksnapshot”.
Sepertinya itu saja. Berhubung sekarang sudah pagi, saya harus bersiap-siap untuk kerja. Tak sabar untuk mengoprek nanti…. 😛
Berikut tampilan ala kadarnya dari laptop saya:

Desktop saya

Menu di Pattimura

Aplikasi Run di Pattimura, di sebelah kata Internet ada bulatan kecil (pojok kanan atas) yang kalau ditekan keluar menu yang salah satunya mengubah Preferensi.

  BONUS: Gambar latar yang saya pakai, dahulu saya buat dengan memodifikasi sebuah gambar di Internet demi keperluan gambar latar e-Akses untuk Sumpah Pemuda. Jangan lupa buang ekstensi “.pdf”-nya.  
Firefox 4.0 Di Sini

Firefox 4.0 Di Sini

Sebenarnya di Kambing telah ada semenjak 22 Maret. Tetapi tulisannya masih stay tuned.

Stay tuned

Tunggu terbit.

Ya, sudah. Saya diam saja. Baru hari ini dan tadi malam Firefox 4.0 resmi diterbitkan. Untuk para pengguna Ubuntu dan punya cukup lebar pita, silakan gunakan PPA resmi Mozilla. Caranya:

$ sudo add-apt-repository ppa:mozillateam/firefox-stable
$ sudo aptitude update
$ sudo aptitude safe-upgrade

Kebetulan saya juga pakai Gentoo 64bit. Saya mencoba untuk mengunduh Firefox 4.0 dari situs resmi dan mendapati bahwa versi yang terunduh untuk GNU/Linux masih 32 bit. Yah, kita harus nunggu besok baru KAMBING sudah tersinkron.

Atau… klik di sini. ;-P

Yang menarik dari penerbitan Firefox 4.0 ini adalah penggunaan teknologi Grid untuk menghitung langsung (realtime counter) dari seluruh dunia di sini. Hmm… saya tak perlu bahas ini, nanti jadi teknis.

Kembali ke topik, saya akan menggunakan Firefox 4.0 sepanjang hari ini sebagai penghormatan atas terbitnya Firefox.

RSYNC

RSYNC

Pembaharuan Berkala

$ rsync -au /home /mnt/backup

Iterasi Per Hari

$ rsync -a /home /mnt/backup/`date +%Y%m%d`

Jalankan Dengan Crontab

$ crontab -e
0 2 * * * /usr/bin/rsync -a /home /mnt/backup/`date%Y%m%d`

Simpan dan berdoa ini jalan.

Referensi

http://adminschoice.com/crontab-quick-reference

http://www.thegeekstuff.com/2010/09/rsync-command-examples/

Back up like an expert with rsync

What’s so great about rsync? First, it’s designed to speed up file transfer by copying the differences between two files rather than copying an entire file every time. For example, when I’m writing this article, I can make a copy via rsync now and then another copy later.

date(1): print/set system date/time – Linux man page

Display the current time in the given FORMAT, or set the system date. -d, –date=STRING display time described by STRING, not ‘now’ -f, –file=DATEFILE …

Selamat!

Selamat!

Akhirnya Debian 6 (Squeeze) rilis juga. Yay!

Ditandai dengan rilisnya Debian Squeeze, tampilan situs Debian berubah. Planet juga berubah. Nama proyek juga mulai humanistik, seperti Custom Debian Distribution berubah menjadi Debian Pure Blends. Walau pun tampilan Debian sekarang seperti mainan anak-anak, tetapi ini sebetulnya sebuah langkah menjadi Debian yang baru.

Oh, omong-omong, Debian tetap menjadi distro pendukung perangkat lunak bebas (free software) dengan tidak menyertakan firmware yang berupa binari saja.

Penataran Kubuntu Natty Hari Ini

Penataran Kubuntu Natty Hari Ini

Beberapa hari yang lalu Natty sempat tidak stabil dan berbahaya. Hari ini Natty lebih stabil. Berikut paket yang menjadi masukan:

  • Masuknya gtk2-engines-oxygen, sebuah GTK style khusus yang dirancang untuk berperilaku seperti Qt Oxygen. Selamat tinggal qtcurve.
  • Masuknya cryptsetup, perkakas untuk membuat ecryptfs, sebuah partisi aman untuk menyimpan data bokep, eh, sensitif. 😛

Sampai saat ini, Kubuntu belum ada yang spesial.

Repo Baru!

Repo Baru!

Dari beberapa minggu lalu, ketika saya mengunduh Fedora Linux, saya menjumpai ada situs pencerminan baru: idrepo.or.id. Saya, sih, awalnya tidak begitu ngeh. Sampai tadi, ketika saya sedang meneliti Sabayon Linux kembali. Ternyata, sudah ada nama situs ini. Saya memutuskan untuk menulisnya, supaya siapa tahu Anda ada yang belum tahu.

Daftar Repositori mereka lengkap dan mereka memiliki beberapa sub domain, yang artinya mereka terdistribusi. Mirip proyek KOMO.vlsm.org dulu.

Wow, selamat untuk Anda! Yay! Kita punya pemain yang keren di Indonesia. Semoga idrepo bisa lebih berjaya dan keren lagi.

LibreOffice di KAMBING.ui.ac.id

LibreOffice di KAMBING.ui.ac.id

KAMBING.ui.ac.id telah selesai menyedot LibreOffice dan tersedia pada alamat berikut:

http://kambing.ui.ac.id/tdf/ ftp://kambing.ui.ac.id/tdf/

Bagi situs pencerminan lain yang telah memiliki akses ke KAMBING, silakan mempergunakan rsync. Untuk yang lainnya, selamat mengunduh dan mencoba. 😀

Seperti yang kita ketahui, komunitas OpenOffice.org mengambil inisiatif untuk mengambil alih pengembangan OpenOffice.org dari Oracle. Hal ini dilakukan dengan cara menyabangkan OpenOffice.org menjadi LibreOffice. Diharapkan, dengan menggunakan LibreOffice, perkakas perkantoran ini bisa berkembang lebih netral dari vendor dan sehat.

Updating Status

Updating Status

Just trying to update with a post. I have so many things wrapped up, but I don’t have enough time to blog.

What’s new?

Ubuntu Rock! Seriously, this is the first LTS that don’t sucks on beta and I think it would later on update. Btw, Maverick Meerkat is the next Ubuntu.

SongBird dropping support on GNU/Linux! What a sad story. This iTunes replacement only support Win and Mac, just like iTunes. So, what’s it special anymore?

Lexmark silently support GNU/Linux systems! They even put GNU/Linux logo on their printer!

AMD releasing support for OpenGL 3.3 and OpenGL 4.0 on GNU/Linux with their latest 10.3 driver. Waiting for a professional game here on GNU/Linux.

NVIDIA dropping support for nv driver for their next gen GPU. FYI, nv is that ancient NVIDIA driver that can only doing 2D stuffs. They suggest us to use VESA and download their proprietary driver instead. Well, since Noveau is out there, I think this is a nothing to lose situation.

Yeah, all of them are on Phoronix, except the Ubuntu. It’s on my PC. 😀