Category Archives

128 Articles
Koneksi ke WebPAM PROe

Koneksi ke WebPAM PROe

XServe memiliki aksesori JBOD (Just a Bunch Of Disks, sebuah server penyimpan besar) Promise VTrek E610F. Ia terhubung ke XServe dengan menggunakan dua koneksi fibre channel. VTrek menyediakan RAID 0, 1, 5, 6, 10, 15.

Nah, masalah muncul ketika kita butuh untuk mengonfigurasi VTrek. Hal ini terjadi misalnya karena iseng melepas salah satu cakram penyimpan lalu memasang lagi. Atau misalnya karena kita tidak suka dengan konfigurasi RAID yang ada. Atau kombinasi keduanya.

Untungnya VTrek menyediakan konsol manajemen berbasis web, WebPAM PROe. Untuk bisa terhubung ke sana, disarankan oleh manual bahwa konsol tersebut dan komputer harus terhubung ke switch. Artinya, kalau mau laptop kita terhubung langsung ke VTrek harus menggunakan kabel RJ45 silang (cross).

Setelah terhubung, ternyata DHCP tidak berjalan. Penasaran dengan itu, saya pun melihat XServe yang masih belum terkonfigurasi. Ia bisa menggunakan DHCP untuk terhubung ke WebPAM.

Dari hasil konsultasi  Mbah Gugel dan keberuntungan orang ganteng, saya akhirnya menemukan bahwa DHCP di OSX tidak standar. Ia menggunakan protokol Bonjour. Atau bahasa standarnya sekarang: Zeroconf.

Weleh, baru kali ini saya bersyukur AVAHI secara baku terpasang dan menyala di Debian/Ubuntu/Blankon. Tadinya saya bingung bagaimana cara mengonfigurasinya. Tetapi, ternyata di Blankon sudah gampang.

Koneksi ke VTrek

Klik kanan pada ikon Network Manager dan pilih Edit Connections.

Membuka Network Manager

Selanjutnya, buat profil koneksi baru dengan menekan tombol “Add” pada bagian “Wired”. Nanti muncul dialog profil baru. Di bagian “IPv4 Settings”,  ubah “Method” menjadi “Link-Local Only”. Biasakan untuk memberi nama profil koneksi. Saya menamakan “OSX Network”. Setelah selesai, simpan.

Profil Koneksi

Profil Koneksi

Setelah itu, kita bisa klik kanan dan mengaktifkan koneksi “OSX Network”. Sebagai informasi, ternyata mereka menggunakan IP lokal dengan netmask 255.255.0.0. Pertanyaannya adalah berapa alamat IP Trek?

Kata web, dia menggunakan alamat 10.0.0.1. Tetapi, itu Trek yang versi biasa sedangkan ini adalah Trek yang sudah dipaketkan khusus untuk XServe.

Untungnya, salah satu protokol Zeroconf adalah mDNS/DNS-SD. Yay! Ini lebih gampang dari yang dikira. Saya pun pergi ke konsol dan ketik:

$ avahi-browse -a
+   eth0 IPv6 rajagukguk-laptop [00:1b:38:9e:e2:1c]         Workstation          local
+   eth0 IPv4 rajagukguk-laptop [00:1b:38:9e:e2:1c]         Workstation          local
+   eth0 IPv6 rajagukguk-laptop                             Remote Disk Management local
+   eth0 IPv4 rajagukguk-laptop                             Remote Disk Management local
+   eth0 IPv4 Promise-VTrak-E610f-2000-0001-5561-0c04 [00:01:55:61:0c:04] Workstation          local
+   eth0 IPv4 Promise VTrak E610f 2000-0001-5561-0c04       Web Site             local
^CGot SIGINT, quitting.
Perintah Avahi untuk mendapatkan layanan yang ada di dalam jaringan ini mencari layanan dengan melakukan multicastke jaringan. Nah, perhatikan keluaran yang saya garis merah. Alamat VTrek adalah "Promise-VTrak-E610f-2000-0001-5561-0c04.local". Oh, iya, di akhir pencarian saya menekan CRTL+C untuk menghentikan pencarian.

Setelah itu, tinggal nyalakan Firefox dan pergi ke halaman WebPAM.

WebPAM PROe

WebPAM PROe

Memasang Ubuntu pada XServe

Memasang Ubuntu pada XServe

Persiapan

Apple XServe menggunakan EFI untuk booting. Jadi, siapkan CD Installer yang bisa mem-boot menggunakan EFI. Omong-omong, sepertinya pendahulu saya sudah memasang rEFIt sehingga saya bisa menjalankan CD. Walau menurut situs rEFIt, hal ini sebenarnya tidak perlu, tetapi ini membantu saya. Yah, yang penting jalan saya sudah dilempengkan. Saya menggunakan CD Pemasang Ubuntu yang sudah mendukung EFI. Hadiah dari pendahulu. Jadi, saya tinggal masuk ke CD pemasangan dengan modus ahli (expert mode).

Sedikit catatan untuk CD Pemasang Ubuntu, dia sering mengakses server-server luar secara otomatis (misalnya security.ubuntu.com). Hal ini yang mengakibatkan kita sering melihat menu kosong karena proses di belakang sedang berjalan. Hal ini mengesalkan karena saya tidak tahu bagaimana pindah ke terminal. Kalau di server biasa, tombol ALT+F(n) (n = 1..6) bisa ditekan. Nah, di XServe dengan papan ketik Mac jadi bingung saya. Jadi, kalau lagi diam sejenak tak jelas, jangan keburu panik, mungkin itu karena Pemasang Ubuntu sedang berusaha mengakses server Ubuntu.

Proses Instalasi

Untung dulu saya senang main Ding Dong. Nah, pertama-tama untuk bisa masuk ke pemilih, sebelum layar putih, tekan tombol Option berulang-ulang (seperti hendak mengeluarkan jurus tendangan seribu Chun Li). Ini biasanya layarnya putih agak keabuabuan lalu setelah beberapa saat akan muncul pertama kali ikon rEFIt yang masuk ke cakram (harddisk) dan kursor tetikus. Lalu, setelah beberapa saat lagi, akan muncul ikon masuk ke CD. Nah, kalau sudah muncul, hentikan menekan tombol berulang-ulang, capek soalnya. Pilih masuk ke CD.

Nah setelah itu pilih instalasi biasa.

Oh, iya, saya memilih untuk memasang dari jauh lewat SSH. Enaknya dengan SSH adalah kita tak perlu lama-lama di ruang server. Lagipula, kita bisa memilih masuk ke dalam menu instalasi atau menjalankan terminal. Ini penting karena kita perlu secara manual untuk memilih konfigurasi GRUB. Makanya, saya buka dua terminal, satu untuk menu instalasi (pemasangan) dan satu untuk  terminal biasa.

Jangan lupa untuk memasang SSH Server pada pemilihan perangkat lunak yang diperlukan.

Pada saat selesai memasang dan hendak manyalaulangkan server, buka terminal. Ubuntu mengaitkan partisi kita ke /target. Maka:

$ chroot /target /bin/bash
$ $EDITOR /boot/grub/grub.cf

Ganti $EDITOR dengan “nano” atau “vi”. (Maaf, bukannya gak mau nyebut Emacs, yang gunain pasti gak perlu baca baris ini :P)

Pada baris kernel, buang opsi “ro silent splash …” dan ganti dengan “ro verbose”. XServe menghasilkan artifak yang membuat kita tidak bisa melihat apa yang terjadi. Walau pun menggunakan kartu grafis nVIDIA, tetapi lebih baik dimatikan saja.

TODO

Hal pertama adalah framebuffer. Tampaknya framebuffer perlu dikilik terlebih dahulu. Sebab, kendati bisa masuk ke sistem, pada saat Ubuntu mereset terminal, layar jadi hitam. Itu pentingnya server SSH telah terpasang di saat pemasangan awal.

Hal yang kedua adalah mengonfigurasi ruang penyimpan. XServe yang saya sedang oprek terhubung ke Promise VTrak E610f. Sepertinya Ubuntu hanya mengenali kontroler ini. Padahal di XServe sudah ada cakram internal. Nah, saya ingin mengenali cakram yang internal juga.

Saya tidak tahu konfigurasi VTrak, tetapi kata situsnya, sih, secara baku dia menggunakan RAID 6. Nah, beruntung dia menggunakan RJ-45 sebagai konektor kepada laman administrasinya. Saya mau lihat dulu konfigurasinya.

Yah, sekian sekilas laporan pandangan mata.

Unofficial TODO

Beliin Mac, dong, buat latihan. Ini papan ketiknya gak nyaman banget. Gak biasa….

Bacaan Lebih Lanjut

UEFIBooting – Community Help Wiki

Caution if you want to dual boot. Due to bug 769669 the boot partition will be formatted. This has resulted in the Windows bootloader being deleted for some users of Ubuntu 11.04 & 11.10. This issue has been resolved in Ubuntu 12.04.

http://kb.promise.com/KnowledgebaseArticle10084.aspx

Products – Xeon Server, Controller, Storage, Processors, Networking & More | Acmemicro

On Product Home page, customers can find the most popular server products in the market, including the latest Intel Xeon E7 V2 family, GPU Solution, Fusion-io products, GPU cards for Bitcoin, Dell product lineups, Intel Xeon Phi Cards, Nvidia Tesla & Quadro cards, storage solutions, High Density server solutions, etc.

Catatan Untuk Server HTTP

Catatan Untuk Server HTTP

Untuk menggunakan Varnish, NGINX, dan PHP-FPM di Debian Squeeze, gunakan repositori DotDeb. Dotdeb disalin di KAMBING. Untuk mengaktifkan DotDeb:

$ cat /etc/apt/sources.list.d/dotdeb.list 
deb http://kambing.ui.ac.id/dotdeb/ squeeze all

PHP-FPM adalah jawaban dunia PHP untuk mode FastCGI. Sebelumnya, FastCGI untuk PHP dilakukan dengan menggunakan sebuah server web yang berjalan di belakang. Aplikasi server yang banyak dipakai misalnya SpawnCGI, FCGId, dan NGINX itu sendiri. Skenario ini agak kurang ampuh karena PHP tidak melakukan optimasi untuk itu.

Menurut orang-orang di web, NGINX tidak begitu baik dalam hal menembolokkan isi situs (walau sebagai reverse proxy ia sangat terbukti ampuh). Untuk itu, gunakan Varnish atau Squid. Para agan situs sekarang ini sepertinya mulai banyak memilih Varnish. Terbukti, kalau kita tanyakan kepada Mbah Gugel, topik “php-fpm nginx” itu sudah banyak yang membahas.

Sejauh penemuan saya, Drupal memiliki versi yang teroptimasi untuk Varnish yang dinamakan PressFlow. Untuk WordPress, ada WP-Varnish sudah mendukung penggunaan Varnish. Untuk kedua aplikasi tersebut, Varnish sepertinya sudah mumpuni. Sayangnya, Moodle tidak begitu bagus menggunakan Varnish. Semua barangnya diberi sesi sehingga sulit untuk ditembolokkan.

Tentu saja, pemilihan sistemberkas berpengaruh. Untuk MySQL, beberapa orang menyarankan menggunakan XFS. Untuk yang eksperimentalis, Anda bisa menggunakan Reiser4 untuk direktori web. Tetapi, perlu diketahui bahwa Reiser4 tidak didukung secara resmi dan sangat berbahaya (katanya). Menurut penuturan orang, JFS juga bagus.

Sepertinya banyak yang perlu dipelajari, terutama Moodle. Dia sepertinya bisa teroptimasi bila menggunakan Memcached.

Bacaan Lebih Lanjut:

Varnish tweak: https://www.varnish-cache.org/trac/wiki/Performance

Penembolok WordPress: http://www.thewpwiki.com/extensions/cache

Pengujian penembolok WordPress: http://cd34.com/blog/scalability/wordpress-cache-plugin-benchmarks/

Studi kasus sistemberkas: http://linuxtweaks.wordpress.com/tag/reiserfs-reiser3/

Moodle tweaks: http://docs.moodle.org/20/en/Performance

Moodle, Postgre atau MySQL: http://moodle.org/mod/forum/discuss.php?d=49195

Melawan SPAM

Melawan SPAM

Di kerajaan antah-berantah seorang ksatria tengah melawan SPAM. SPAM, sebuah pesan yang tidak diinginkan dengan tujuan merusak. Ia dapat berupa promo produk pembesar alat kelamin pria hingga seorang pangeran dari sebuah negara yang tengah berkecamuk. Ia kadang menyaru bak seorang ksatria piningit yang hendak membetulkan sistem dengan menanyakan sandi kepada rakyat jelata. Yang menarik, ada juga berlaku seakan-akan menawarkan iPod gratis.

SPAM pada masa yang lampau

Dulu, SPAM hanya berupa tulisan cialis dan beberapa lainnya. Dengan menggunakan teknik bayesian sederhana, mereka dapat diberantas. Mereka dapat dikalahkan dengan mudah dengan menggunakan teknik statistika sederhana. Dengan menggunakan SpamAssassin, kita dapat membunuh mereka.

Biasanya, SpamAssassin digunakan bersama dengan antivirus ClamAV dengan menggunakan Amavis.

$ sudo apt-get install spamassassin clamav amavisd-new

SpamAssassin menggunakan Bayesian dan dulu ada SARE (SpamAssasin Rules Emporium) yang rajin menatar aturan-aturan anti-SPAM bagus. Sayangnya, sekarang sudah tak ada lagi. Katanya, lebih baik menggunakan Razor atau Pyzor.

Huruf itu bukan LATIN-1 dan UTF-8 saja, Jenderal!

Sayangnya, saat ini muncul pesan-pesan ninja. Dengan teknik 分身 mereka masuk ke dalam sistem tanpa bisa dibedakan. Admin mana pula yang bisa membaca hiragana, katakana, kanji, rusia, dan berbagai huruf-huruf tak standar lainnya? Karakterisasi penulisan romawi berbeda dengan kanji! Sudah begitu, kita tidak bisa pukul rata.

Dahulu, kita bisa saja beranggapan bahwa surat dengan bahasa Rusia, bahasa Jepang, dan bahasa Mandarin adalah SPAM-SPAM yang menyasar terkirim ke sistem surel kita. Sayangnya, (atau sebenarnya membanggakan, sih, tergantung dari sisi mana dilihat) Universitas Indonesia saat ini menjadi universitas riset berbasis internasional. Banyak sudah mahasiswa asing yang bersekolah di sini. Apalagi, banyak dosen yang kuliah di negara-negara maju yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan.

Contoh kasus, kami pernah menemukan surel yang menyangkut dengan menggunakan bahasa Thai dari seorang profesor di sana.

Untuk memeriksa surel yang menyangkut, biasanya MTA menyimpan surel SPAM di sebuah direktori dalam format UUEncode. Untuk dapat mengekstraksinya, silakan pasang uudeview:

$ sudo apt-get install uudeview

Untuk menggunakannya:

$ uudeview -i <SUREL_SPAM>

Ah, tapi siapa yang rela memperhatikan surel menyangkut satu persatu? Dalam statistik kami, surel SPAM yang masuk ke MX UI ada sekitar 50% lebih. Wow!

Tidak Ada Domain Spesifik

Hal yang paling telak adalah bagaimana menghindari tembakan teman (friendly fire, bahasa surelnya false positive). Pendekatan yang lazim dipakai selama ini di dalam dunia SPAM adalah menggunakan domain spesifik dan frekuensi kata. Nah, bagaimana jika seandainya di dalam UI terdapat banyak fakultas dengan menggunakan kata-kata yang bisa digolongkan sebagai SPAM?

Domain ui.ac.id digunakan oleh Kedokteran, Farmasi dan juga digunakan oleh Teknik. Maka, cara terbaik adalah dengan menggunakan domain spesifik berdasarkan pengguna. Wow, ada 180 ribuan lebih pengguna di UI. Bayangkan berapa sumber daya yang perlu diberdayakan? Saat ini ada sekitar 16 fakultas, belum terhitung lembaga-lembaga di bawah UI maupun fakultas.

Frekuensi kata juga tidak membantu. Kata-kata seperti universitas, penulis, dan kata-kata lain yang sering digunakan dalam SPAM banyak digunakan juga dalam surat-surat sungguhan. Saya tidak mengerti mengapa mereka menggunakan kata-kata seperti tersebut. Apalagi bila bertemu anti-SPAM masa lalu yang dapat memberi penalti hanya karena penulisan kata “analisis”.

Di hari-hari yang semakin jahat ini penggunaan Bayesian sudah tidak seefektif dahulu. Ia hanya dapat digunakan sebagai pelengkap.

Melawan Penyihir dari Barat

Dalam peperangan saat ini, para admin membentuk aliansi dan membentuk data-data inang yang sering mengirimkan SPAM. Daftar SPAM ini menggunakan sistem pelaporan dari para anggota aliansi. Kemudian, aliansi ini membentuk basisdata yang dapat diakses oleh para anggota dan juga orang-orang lain.

Contoh aliansi terkemuka ada Spamhaus, SpamCop, SORBS, Project Honey Pot, dan SenderBase. Ini belum terhitung lainnya yang dipakai spesifik di daerah tertentu dan beberapa sistem pelaporan yang hanya menggunakan buletin seperti anti-scam.de. Masing-masing dengan kebijakan berbeda.

Penyihir dari Barat tahu kelemahan mereka. Dia menggunakan cecunguk-cecunguknya untuk menginfeksi domain-domain sungguhan. Akibatnya, domain-domain tersebut diblok oleh aliansi-aliansi tersebut. Strategi ini digunakan oleh Penyihir dari Barat untuk menurunkan kredibilitas aliansi-aliansi tersebut.

Ah, entah mengapa masih banyak domain yang tidak mengonfigurasi MX-nya dengan benar sehingga menjadi open relay. Selain itu, komputer-komputer bervirus mengirimkan surel dari klien-klien mereka tanpa diputuskan. Penyihir dari Barat tahu bagaimana cara kerja Internet, namun tidak semua ksatria penjaga tahu.

Contoh nahas adalah domain-domain dari Indonesia seringkali mendapatkan blokade dari para aliansi karena ada satu atau dua domain dalam subnet yang sama menyepam dunia. Bagi Anda ksatria-ksatria gagah berani tentu mengakui beberapa minggu ini domain Anda sering diblokade, bukan? Untungnya UI memiliki ASN tersendiri, sehingga blok IP UI terpisah dari domain ID lainnya.

Contoh nahas internasional adalah Yahoo! Mail. Mereka sering menjadi korban backscatter. Hal ini yang membuat beberapa aliansi memblok Yahoo dan menganjurkan penggunanya tidak menggunakan layanan tersebut. Tentu saja, ini tidak mungkin. Banyak sudah orang yang menggunakan layanan ini dan tidak mungkin pindah ke GMail atau layanan surel lainnya.

[NB: Baru-baru ini Yahoo! tengah memperbaharui infrastruktur surelnya, mungkin dia sudah tak seburuk dulu]

Musuh dalam Selimut

Saat ini sudah ada teknik-teknik yang lebih efektif selain Bayesian seperti SPF dan DomainKey/DKIM yang mampu mengidentifikasi MX yang sesungguhnya. Biasanya teknik SPAM, terutama yang bermoduskan penipuan, menggunakan MX-MX liar yang terinfeksi untuk mengirimkan surel. Ternyata, protokol SMTP tidak mengharuskan domain pada pucuk “From: ” sama dengan domain pengirim. Akibatnya, bisa saja orang dari antah berantah mengirimkan surel sebagai berikut:

From: anakkeren@ui.ac.id
Reply-To: ejakulasi-dini@live.com
Subject: Anak Anda Cacingan?

Anda telah memenangkan Samsung Galaxy Tab 2, segera hubungi kami.

Ini bisa diatasi bila kita memasang SPF atau DomainKey/DKIM pada sistem surel kita. Masalahnya, tidak semua orang tahu SPF dan DomainKey/DKIM. Untuk SPF, tidak ada domain besar yang menganjurkannya  sebagai standar, walau pun sepertinya mereka juga menggunakannya. Berbeda dengan DomainKey/DKIM yang dikenali oleh Yahoo! Mail dan GMail untuk protektif.

Dan, seandainya pun kita bersusah payah memasang ini, ternyata ada juga penusukan dari belakang. Para pengguna yang belum paham keamanan memuat sandi mereka dengan kata-kata gampang, misalnya kata yang sama dengan login dan kata-kata sederhana. Lalu, ada juga teknik pura-pura menjadi admin untuk mencuri sandi pengguna. Akibatnya, sandi mereka tercopet dan digunakan untuk menggunakan virus.

Ah, apa yang bisa dilakukan bila konten terkirim adalah SPAM?

Pasrah dan menghapus SPAM yang tersisa, menghubungi aliansi-aliansi agar melepaskan UI dari daftar blokade, mengganti dengan paksa sandi pengguna, dan istighfar; bisa jadi admin UI banyak dosa sehingga terkena musibah itu. Ugh, paling kesal kalau sudah masuk SORBS, sudah susah daftar, lalu katanya harus bayar US$50.

Omong-omong, akhir-akhir ini Yahoo! Mail memiliki layanan yang baik. Begitu saya lapor, selang tak berapa lama surel dari UI bisa dikirimkan.

Kesimpulan

Jangan kasih sandi ke sembarang orang, admin tidak butuh sandi Anda.

Para Admin, mari bersatu, perjuangan masih panjang! Merdekaaaa….! [OST. Jangan Menyerah — lupa siapa yang nyanyi]

Omong-omong, amankah kalau MAILER-DAEMON kita arahkan ke /dev/null?

Jumping to 3.2

Jumping to 3.2

Akhirnya Blog STAFF UI ikut melompat ke WordPress 3.2.1. Setelah beberapa minggu cukup stabil, diputuskan bahwa 3.2 cukup stabil. Dulu, ketika lompat ke 3.1, betapa banyak kesalahan yang membuat berdebar. Ternyata, ada perubahan-perubahan menantang yang membuat plugin dan konfigurasi tidak berjalan. Hal ini yang membuat keraguan lompat ke 3.2. Tetapi, ternyata lompatan ke 3.2 tidak seperti sewaktu melompat ke 3.1, semua mulus.

Plugin Netblog versi 2.04 rusak, sehingga terpaksa dinon-aktifkan. Akibatnya, banyak sitasi saya yang rusak. Masalahnya, halaman-halaman dapat dibuat secara normal, tetapi ketika masuk ke dalam menu konfigurasi, WordPress gagal menampilkan panel kontrol dan kehabisan memori. Ini sepertinya ada masalah di konfigurasi. Ada yang tahu?

Tulisan Mantap dari Blog UI

Tulisan Mantap dari Blog UI

Sudah lama saya tidak membahas blog UI. Minggu ini tulisan-tulisannya mantap. Jadi, saya mau membahas.

Tulisan Tentang UI

Seperti biasa Pak Rachmat memberikan tulisan yang mantap. Khusus untuk blog dia, saya berikan satu sub topik. Kali ini RANI GRACIA memberikan tulisan tentang sidak yang dilakukan Rektor. Menariknya, kebetulan ada calon S2 yang marah-marah. Ha… ha… ha… EPIC!

Ada juga kisah tentang posisi bendera, terharu saya! UI FTW!

Nah, ada juga kisah tentang kebebasan akademik. Sedikit tentang SIMAK, saya melihat prosesnya sangat cepat. Soal-soal dipindai dan langsung keluar nilainya! Tidak ada proses aneh-aneh, semuanya terkomputerisasi. Jadi, saya setuju bahwa yang masuk UI benar-benar faktor kepintaran.

Cerita dari Blog Staff

Tulisan di blog Staff hampir semuanya serius, sesuai dengan kapasitas mereka sebagai staf UI. Dibandingkan blog mereka, blog saya mungkin yang mengotori keteknisan mereka, ha… ha… ha…. Mungkin saya akan publikasikan tulisan saya di sini untuk dapat menyamai mereka. Yah, namanya juga blog, terserah isinya mau apa.

Saya akan mulai dengan daftar blog teraktif teratas. Tulisan mereka sangat bagus:

  1. Pak Harry B. Santoso biasa membahas tentang buku dan acara.
  2. Pak Teguh Kurniawan berbicara tentang studi korupsi dan hukum regional.
  3. Pak Ibam, mbah Kambing dan bapak Internet Indonesia, jarang menulis.
  4. Pak Adila berbicara mengenai Knowledge Programming.
  5. Pak Taqyudin berbicara mengenai budidaya lokal. Sangat menarik bagi Anda yang investor. Dan sejujurnya saya salut bagaimana Beliau menceritakan penelitian yang dilakukan di daerah-daerah.
  6. Pak Komarudin bin Sayuti berbicara mengenai Simulasi Mesin.

Dan blog-blog menarik lainnya.

Cerita dari Blog Mahasiswa

Cerita-cerita dari blog Mahasiswa banyak yang bagus. Kebanyakan mahasiswa memiliki dua blog. Saya bisa mengerti dengan posisi mahasiswa yang masih gantung apakah mereka dijamin untuk masih dapat menulis blog selepas lulus. Komitmen tak tertulis PPSI, sih, mendukung mereka untuk tetap menulis. Makanya, tak ada satu pun blog yang dihapus. Cerita di blog Mahasiswa lebih santai dibandingkan dengan blog Staff.

Saya mulai dengan cerita seseorang dengan ibunya. Tulisan yang inspiratif. Ada juga tulisan tentang liburan ke Dufan.

Kalau Anda suka fan fiction, ada juga cerita fan fic Korea. Bagus cara penceritaannya.

Blog Bukan Tren Sesaat℠

Blog Bukan Tren Sesaat℠

Saya tidak sedang mendiskreditkan seseorang. Apalagi, masa kekanakan itu sudah selesai. Tetapi, judul ini tepat menggambarkan apa yang hendak saya ceritakan. Tujuan dari penulisan ini supaya penggunaan blog bisa lebih efektif. Sekali lagi, ini adalah sebuah coretan pribadi tanpa mengaitkan dengan kebijakan Universitas dan ditulis berdasarkan ingatan. Belum tentu akurat 100%.

Sekelebat Masa Lalu

Sekelebat Masa Lalu

Salah satu alasan yang mendemotivasi kami untuk mengurus blog adalah alasan bahwa blog UI, baik Blog Staff maupun Blog MHS dibuat untuk menaikkan ranking di Google mau pun Webometrik. Padahal, rencana blog ini sudah ada sebelum UI masuk ke percaturan Webometrik. Kami telah lama menimbang-nimbang apa saja yang diperlukan.

Berbagai eksperimen telah dilakukan di masa lalu sebelum blog dipublikasikan. Berbagai mesin sudah pernah dicicip. Dari Mambo/Joomla, XOOPS, bahkan hingga Drupal. Saya waktu itu sebenarnya memilih antara XOOPS dengan Drupal. Hanya saja, XOOPS belum familiar dan granularitas dari kontrol keamanannya masih asing. Drupal juga sama, sih, taxonomy-nya bujug buneng susahnya.

Oh, ya, pada masa itu sebelumnya telah terjadi perang saudara (lebay memang) antara penggemar Drupal dan Mambo (sekarang bernama Joomla!). Iang sebagai pendakwah Drupal dengan meyakinkan memenangkan hati kami. Saya, sih, secara pribadi tidak bisa PHP. Tapi dari statistik jumlah situs UI yang diserang, Joomla memang rajanya sasaran empuk. Saya pun setuju dengan Drupal.

Saya bukan pengembang web, yang saya butuhkan sebuah sistem yang dengan mudah dijaga. Drupal 4.9 jauh lebih aman dibandingkan dengan Mambo/Joomla. Hanya saja, Drupal 4.9 memiliki sebuah cacat fatal: antarmukanya lebih ditujukan kepada pengembang lanjutan dibandingkan pengguna biasa. Waktu itu menyunting tulisan di Drupal seperti menulis dengan menggunakan Notepad. Belum lagi ketika harus memasukkan gambar.

Karena penggunaan internal dan belum dipublikasikan, kami sempat mengabaikan blog. Apalagi, blog bukanlah bagian dari tugas kerja kami, sampai kini pun tidak. Untungnya FeHa mengangkat kembali ide tentang blog. Lalu dia mengusulkan:

Judul Re: realisasi blog
Pengirim Ferry Haris
Penerima Gladhi Guarddin, Jan Peter Alexander
Tanggal 30.10.2006 19:32
ok deh klo gitu....
untuk engine, Harvard dan edublogs menggunakan engine berikut:

http://mu.wordpress.org/

Ya, itulah cikal mula Blog Staff dan Blog MHS. Ah, ini kenangan pertama kali mendapatkan surel dari realisasi tersebut:

Judul New go.blog.ui.edu Blog: :: JP Banyak Kerjaan ::
Pengirim go.blog.ui.edu
Penerima Jan Peter Alexander
Tanggal 28.11.2006 10:29
Hi,

Blog Anda go.blog.ui.edu telah dibuat di:
http://go.blog.ui.edu/jpmrblood/

Berikut ini adalah akun administrator blog Anda:
 Username: jpmrblood
 Password: 39063c
Alamat Login: http://go.blog.ui.edu/jpmrblood/wp-login.php

Selamat berkarya

--Orang-orang stres @ go.blog.ui.edu

Setelah proses uji coba selesai, blog mengalami fase kedua.

Proses Inovasi dan Birokrasi

Proses birokrasi teknologi informasi di Universitas Indonesia cukup sederhana. Hal ini di satu sisi membukakan berbagai peluang dan inovasi. Tetapi, ini juga membuat sebuah problem. Setiap peluang teknologi informasi tanpa dasar SK Rektor (dalam sistem informasi) kurang memiliki dukungan kuat. Maksudnya dukungan tidak kuat itu adalah keberadaannya bisa hilang sewaktu-waktu misalnya bila pemeliharanya pindah kerja atau jadi Bapak/Ibu Rumah Tangga.

PPSI dan UI menurut saya sudah memberikan kesempatan besar untuk kami berinovasi. Sebagai bentuk tanggung jawab inovasi tersebut, tentang blog ini kami pikir ada hal-hal yang perlu dilakukan. Terutama untuk melindungi UI yang dengan niat baik mau mengadakan blog untuk para sivitasnya dan  untuk melindungi sivitas UI sendiri.

Salah satu pelindung kuat yang diciptakan adalah Disclaimer. Laman terpenting yang melindungi penulis dan penyedia (pihak UI) ini sempat kami pikir untuk digodok oleh bagian legal UI. Tetapi, waktu itu blog masih merupakan eksperimentasi, jadi kami takut sesumbar.

Untungnya Adin waktu itu mengambil laman Disclaimer dari Hotspot UI dan menjadikannya laman untuk blog UI. Tulisan disclaimer ini cukup untuk melindungi walaupun secara tulisan masih banyak kekurangan di sana-sini. [kami bukan orang hukum, jadi maaf bila tulisan agak acak kadut… :P]

Masalah berikutnya adalah penyediaan blog untuk mahasiswa. Sampai saat ini masih belum ada kesepakatan apakah akun UI mahasiswa tetap ketika ia sudah lulus. Ini sangat sulit untuk dijawab dan alasan utama keengganan mahasiswa untuk menggunakan Blog Mhs UI. Masuk akal, sih, menurut saya, kalau mereka mempertanyakan kelangsungan hasil karya mereka.

Pimpinan PPSI secara informal memberikan gestur untuk mereka tetap bisa menggunakan Blog MHS. Hal ini membuat sampai saat ini kami membiarkan mereka dan akan tetap berniat seperti itu. Apalagi, mahasiswa UI cerdas dan cukup menjaga nama baik UI. Bahkan, ada tulisan-tulisan mereka yang membanggakan sehingga kami pun sebisa mungkin mempertahankan hak mereka untuk menulis sekalipun mereka sudah lulus.

Solusi lain untuk melindungi blog mereka adalah kami menyediakan perkakas untuk mengimpor/ekspor blog. Baik di Blog Staff maupun Blog MHS, kami sudah menyediakan mekanisme sehingga apabila sivitas akademika UI hendak pindah dari Blog Staff atau pun Blog MHS, kami dapat bantu.

Kami berharap, mereka seharusnya tak perlu kuatir tentang tulisan mereka. Kecuali kalau ruang server terbakar, blog mereka tersimpan baik dalam back up berkesinambungan. Dan apabila terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan, tulisan mereka dapat diselamatkan dan ditaruh ke tempat lain. Setidaknya ini strategi yang kami sediakan.

Ada sebuah alasan kuat mengapa blog begitu diperjuangkan. Inilah sebenarnya salah satu visi ketika saya dan tim membicarakannya. Lebih tepatnya, ini alasan saya untuk tetap mengurus blog hingga kini.

Blog Sumber Pengetahuan

Ketika dalam kelas Knowledge Management, kami disuruh meneliti tentang sistem KM yang ada. Kelompok saya (bukan saya :P) memilih situs Microsoft untuk diteliti. Hal yang menarik, ternyata di dalam Microsoft sebelum ada Sharepoint, mereka ada Knowledge Base. Knowledge Base adalah  sebuah sistem tanya jawab yang melibatkan poin.

Setiap pertanyaan diberikan lebih dari satu solusi. Setiap solusi diberi poin sehingga ketika ada solusi yang paling banyak dipilih, solusi tersebut menjadi solusi yang terbaik. Solusi tersebut kemudian dipakai di dalam Help Center sebagai solusi yang direkomendasikan.  Mereka juga memliki Whitepaper dan beberapa dokumen lainnya. Lalu, mereka menyediakan pula manual. Dan tentunya, terakhir, mereka menyediakan hotline.

Dari sana saya menemukan bahwa kesulitan dalam mengonversikan dari tacit ke dalam pengetahuan eksternal atau pun sebaliknya adalah proses penangkapan itu sendiri. Proses ini memiliki faktor dominan yakni budaya tempat aktor (manusia yang terlibat dalam proses konversi. Artinya, kualitas konversi bergantung penuh terhadap budaya setempat. Budaya setempat merupakan sesuatu yang bisa berubah, tetapi tetap tidak bisa dipaksakan.

Spektrum Dokumentasi Formal dan Informal

Spektrum Dokumentasi Formal dan Informal

Sudah umum diketahui bahwa bangsa kita memiliki budaya verbal. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi banyak orang, termasuk penulis, untuk mendokumentasikan pengetahuan yang dimiliki. Bahkan, dengan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kelas tiga di negeri sendiri, setelah bahasa prokem dan bahasa Inggris, membuat bahasa menjadi kesulitan tersendiri untuk mendokumentasikan pengetahuan.

Sedikit catatan, salah satu alasan mengapa saya juga termasuk orang yang menginginkan Bahasa Indonesia dinaikkan derajat lebih lanjut adalah untuk membiasakan kita untuk mendeskripsikan sesuatu dengan jelas dalam bahasa lisan yang dekat dengan bahasa tulisan. Tentang halangan bahasa ini lebih lanjut tidak saya bahas karena ini bukan karya ilmiah dan itu bukan tujuan saya menulis tulisan ini.

Untungnya, seperti halnya teknologi lainnya, teknik pendokumentasian memiliki solusi sederhana dalam menemukannya di hati manusia: PERSONALISASI.

Personalisasi memberikan perasaan memiliki terhadap teknologi. Personalisasi menghilangkan persepsi alienasi terhadap suatu teknologi. Personalisasi membuat penerimaan terhadap sebuah teknologi. Perasaan-perasaan ini yang membuat nyaman manusia sehingga ia menggunakan teknologi tersebut secara aktif.

Dari sana, saya mendapatkan ide dalam hal proses pendokumentasian. Sebuah pengetahuan terdokumentasi sebaiknya melewati fase-fase evolusi. Berikut proses evolusi yang saya dapatkan waktu itu (microblogging belum ada):

  1. Pemilik pengetahuan tacit mengggunakan proses pendokumentasi yang terpersonalisasi seperti forum dan blog. Ini disebut zona informal tak terstruktur.
  2. Para pengumpul pengetahuan kemudian menangkap pengetahuan-pengetahuan ke struktur dokumentasi semi formal dan terstruktur. Instan dari perkakas ini adalah WIKI. Ini adalah zona semi formal terstruktur.
  3. Kemudian, pengetahuan yang sudah terdokumentasikan dalam WIKI dikumpulkan dan diformalkan menjadi bahasa formal semisal whitepaper, jurnal ilmiah, dan manual. Inilah zona formal terstruktur.

Tentu saja, dalam setiap tiga zona tersebut (zona informal tak terstruktur, semi formal tak terstruktur, dan formal) ada proses internal masing-masing zona dalam penciptaan, transfer, dan sintesis pengetahuan.

Uh, kok, tulisan ini jadi kayak paper, yah? 🙂

Pendokumentasian dengan Personalisasi

Pendokumentasian dengan Personalisasi

Belum ada microblogging pada masa lalu. Jadi, ketika saya katakan blog adalah blog yang konvensional yang tidak memiliki batas jumlah huruf.

Blog memiliki sifat berikut:

  1. Personal.
  2. Mendukung interaksi pembaca.
  3. Biasanya bahasa tidak terkungkung.

Berbeda dengan forum, blog selalu dimulai dengan pembagian sebuah pengetahuan. Hal ini membuat diskusi non-formal yang terjadi lebih bersifat menyempurnakan pengetahuan yang dibagikan. Hal ini membuat pengetahuan tersebut menjadi lebih lengkap.

Blog ditulis secara kronologis karena mendeskripsikan konsep jurnal. Berbeda dengan jurnal jenis lainnya, blog memiliki informasi meta yang membantu dalam penemuan kembali. Informasi meta ini dapat berfungsi sebagai query dalam menyintesis pengetahuan dari sekumpulan tulisan terdahulu. Contoh informasi meta yang umum adalah tanggal, kategori, tag, HTML meta, permalink, bahkan properti semantik seperti RDF dan sebagainya. Sebagian dari informasi meta tersebut dibuat secara otomatis oleh mesin blog dan bahkan transparan bagi manusia. Beberapa mesin blog memanfaatkan meta informasi ini untuk menghasilkan tautan antar tulisan. Hal ini menghasilkan navigasi pengetahuan yang lebih baik.

Untuk manusia biasanya digunakan dua informasi meta: kategori dan tag. Kategori adalah sebuah informasi meta yang membedakan setiap tulisan dalam ranah berbeda. Kategori berguna untuk melihat tipe-tipe tulisan yang ada. Sedangkan tag adalah informasi meta yang terdiri atas kata-kata kunci (keywords) yang ada dalam tulisan yang ditulis. Tag berguna untuk mencari tulisan-tulisan yang berhubungan dengan sebuah pengetahuan.

Dengan sifat pendokumentasian yang mudah dan penemuan kembali yang mudah, blog memiliki keuntungan dibandingkan alat pendokumentasi yang lain.

Kesimpulan

Jadi, blog ada bukan karena tren sesaat. Blog juga ada bukan karena ranking. Blog ada agar sivitas akademika Universitas Indonesia dapat mendokumentasikan pengetahuannya dan membagikan pengetahuan tersebut kepada orang lain. Dan dalam waktunya, melalui berbagai pengetahuan yang terkumpul tersebut, mereka dapat membuat paper ilmiah, menghasilkan ide usaha profit mau pun nonprofit, atau sekedar berefleksi untuk menentukan keputusan hidup.

Bisa jadi, mungkin ada ide lain yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Blog Bukan Tren Sesaat℠


℠ Blog bukan tren sesaat is an unofficial service mark from Universitas Indonesia’s Admin for a service to answer what is the use of blog service. [JOKE]

NB: Maaf, saya sudah memotong sebisa mungkin. Kemungkinan ada tulisan-tulisan yang tidak nyambung. Mohon komentar apa bila ada yang hendak ditambahkan atau ditanyakan.

Derita Seorang Administrator

Derita Seorang Administrator

Teknologi sekarang canggih sekali, terutama dalam usaha penerjemahan. Hal ini dimanfaatkan oleh para penyampah (SPAMMER) untuk melakukan social engineering attack. Social engineering attack adalah usaha pembobolan sebuah sistem dengan memanfaatkan kelengahan pengguna. Tekniknya banyak dan yang biasa digunakan misalnya phising dan menguntit dalam dunia maya (cyber stalking).

Dari waktu ke waktu kami mencatat penipuan yang digunakan oleh para penyampah untuk mencuri informasi login UI di sini. Perhatikan evolusi yang menakutkan surel dari waktu ke waktu. Yang paling bawah adalah yang paling terbaru saat ini. Bahasa yang digunakan sudah sangat natural sehingga tidak terasa seperti proses penerjemahan. Wow! Uhm, maksud saya: Duh! [Sebagai akademisi, saya kagum dengan teknik Temu Kembali yang semakin canggih, tapi secara administrator saya merasa sedih]

Sudah ada orang yang menjadi korban. Hal ini menyebabkan pengiriman dari Universitas Indonesia ke Yahoo! Mail tersendat-sendat. Saya bukannya sentimen kepada Yahoo! Mail, mereka berhak memblok kami karena kami kurang awas. Tapi, kok rasanya GMAIL, SpamCop, SpamHaus, SenderBase, dan beberapa anti SPAM yang harus dihubungi satu persatu tidak pernah memblok dengan begitu kuat.

Ah, entahlah, saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Yang pasti, sudah ada banyak antrian ke Yahoo! Mail sekarang. Sudah sejak lama kami pasang peringatan kepada pengguna bahwa kami tidak pernah meminta informasi akun apalagi sandi kepada pengguna. Ditulis dengan warna merah dan ditaruh paling atas.

Bagaimana strategi rekan-rekan dalam mengatasi hal ini?

Fixing WordPress Network Admin on 3.1.x

Fixing WordPress Network Admin on 3.1.x

Having upgraded from WPMU, there were problems since our blog, MHS Blog and Staff Blog, jumped to 3.x series. The biggest problem is when we jumped into 3.1. The Network Admin is no longer accessible. It always redirects us to “/wp-admin/network/” not “/admin/wp-admin/network/” even when we tried to set the address manually.

A temporary fix was to set “PATH_CURRENT_SITE” from “/” to “/admin/”. That could only enabling the Network Admin. But, all of the other user blogs became unaccessible.  So, I have to set back and forth just to switch to maintenance mode or operational.

The real solution however is to set your admin blog (usually blog id “1”) to “/”. Apparently, the problem was because the Network Admin section searched for “/” path. While, we the relic from WPMU uses “/admin/” path in our main blog.

So, in wp_blogs  table, we change the path of blogid 1 from “/admin/” to “/”. It works.

Btw, thx char101 for the solution. 🙂

Sekedar Pembaharuan

Sekedar Pembaharuan

Saya membuat sebuah halaman baru: PETA UI. Saya pikir ini fasilitas yang menarik yang dibutuhkan oleh pengguna, menurut XKCD. Dibuat dengan memanfaatkan fasilitas Google Map. Dua lokasi, Salemba dan Depok, saya sertakan dalam peta yang terpisah. Silakan ke sana bila barang kali butuh referensi peta UI.

Lokasi kantor saya di dekat Danau UI, di gedung Fakultas Ilmu Komputer yang “nyaman tapi sempit”, ha… ha… ha… (Siapa, sih, yang iseng menulis deskripsi tersebut?)

Saya juga sudah menuliskan ulasan mengenai versi terbaru dari CM7 di Android saya. Tampaknya saya perlu memberi kategori untuk halaman blog yang selalu terbaharui. Karena dari sisi ux, tampaknya visibilitas tulisan tersebut kurang.

Yang pasti, WordPress 3.1 menawarkan banyak fasilitas baru termasuk yang paling keren adalah templating. Dengan fitur tersebut, setiap halaman statis mau pun entri blog dapat didisain untuk mengikuti pola tertentu. Hal ini tergantung tematik yang dipilih, misalnya tematik suffusion yang saat ini saya pakai menyediakan opsi untuk tampilan magazine, sitemap, now reading, dan tampilan lainnya. Di tematik yang lainnya saya melihat juga ada tampilan portfolio.

Saya sedang eksplorasi visibilitas konten dan akan mencoba eksperimen-eksperimen tersebut ke blog saya.

Debunking Myth: Lives of UI Admin

Debunking Myth: Lives of UI Admin

Preface

Every now and then mere mortals tend to think we are some old guys with irresponsible attitude. They would think that we are the one that doing day to day job. They would felt a giant walls when trying to communicate.

We are even depicted as evil grand immortals that grinding from darkness, as one of Blizzard personnel said out of fear:[1]

How could you kill a man without no life?

With the instilled fear, we are often subjected to fear. It took courtesy to be human-like from us. People used to think we are demi-gods. Through this article I would assess every myth that made us looks like a feared, untouched being.

We are working as we sleep

Admin working as we dreaming

Admin works as we dreaming

Imagine if we took down some proxies and upgrade them in, let’s say,  12 o’clock. You, facebookers, would spit us in the face. I imagine if we took down a machine or two where mortals awaken. They would scream and begged, “O, great admins, thou presence is thy grace. Out of angst instill our hope in thy.”

We took time in the night to have jobs done. That’s why you would often have a mislead into thinking that we don’t rest. That we don’t have a dream. That we are engulfed with our world and severe our mortal bodies. Often we are thought as beings that works at daylight and a nocturnal also. Some said that we are “manusia siang-malam”.

That fear also happens when mere mortals often mail us at two o’clock in the morning and hope for their response. They get what they want. And that’s frightening for some, because they would in awe of the awesomeness of our response. In that fear, they would say that we are not a normal being because we don’t sleep.

That’s a false. We too have a place to sleep. We too took our time to close our eyes. To have dreams and enjoy ourselves in it.

We also try to blend in social beings

We do socialize

We do socialize

We also take pride in blend in. Like Dexter father used to say in Session 1, “Dexter, you’ve got to blend in.” We too blend in in the society. We are a group of diverse people, with multi cultural and gender. We don’t discriminate though the fact that we are über being born with great power.

There are times when mortals would seek audience with us and take our name as “Pak”, “Mas”, or any specific label toward men. Though we are one, there are many in us. We took form also in women. So, addressing gender specific to us is a prejudice you, mere mortals, tend to do.

You see, we too take our time hanging around in coffee shop. Took time to know mere beings and seeing their frailty. We also helped through the hands of Faculty admins. We spoke each other casually like other beings.

We too have affection

Affection

Admin criterion

We too have affection towards other. Like mere mortals, we have criterion for our mates. We too don’t want bad apple. Could you spend the rest of your life with someone who totally incompatible?

No, just like you, mere mortals, we take decision carefully. We have our enjoyment of having the right person. Our time is unlimited, as we are deemed to have no lives; how could you be dead if no lives in you?

We have our ideal person

We too have love

We too have love

That’s why we too have our type of someone we like. Like a saying, “there is a fetish for every part of body,” we have many ideal person as our companion. We don’t discriminate, as long as the person reliable and scalable, we don’t see any preference.

I guess because of the experience from long ago that some of us may want to have a specific person. But, that’s personal as we are one, we are also diverse.

Conclusion

We have loves, we have criterion, we are tolerable, and we too have time to sleep. Thus, we, Admin UI, are normal.

Q.E.D.

 


  1. SouthPark, eps. 1008. Make Love, Not Warcraft. 2006. ^
CLR UI

CLR UI

Di tengah insomnia ini, saya menemukan situs UI yang keren: http://www.clr.ui.ac.id/

CLR UI bukan menghapus memori register UI dalam bahasa mesin, tetapi artinya Center for Learning Resource Universitas Indonesia. [EDIT: OK, saya tahu ini lelucon gagal, ah, saatnya tidur…]

Mereka menyediakan layanan SCeLE UI, sebuah fasilitas e-learning untuk seluruh sivitas akademika Universitas Indonesia. SCeLE ini adalah sebuah layanan yang menyediakan fasilitas perkuliahan seperti forum, papan pengumuman, kalender akademik, bahkan tempat mengunggah bahan-bahan kuliah. Jadi, satu mata kuliah bisa mempunyai halamannya sendiri yang memiliki fasilitas-fasilitas tersebut. Dosen juga bisa menyiapkan layanan khusus untuk mengunggah tugas-tugas mahasiswa.

Yang paling seru, mereka ternyata memiliki fasilitas Mobile SCeLE. Kerennya lagi, mereka memiliki petunjuk cara penggunaannya. Jauh lebih lengkap dibanding cara penggunaan mesin e-Akses, ha… ha… ha….

Wogh, mereka juga memiliki kalender acara penggunaan GDLN. Wah, di situs GDLN-nya juga ada sumber-sumber yang bisa diunduh untuk setiap acara di GDLN. Setidaknya ini mirip dengan opencourseware-nya beberapa pendidikan tinggi dunia. GDLN memanfaatkan jaringan INHERENT untuk membuka kesempatan bagi universitas-universitas di Indonesia dalam melakukan teleconference, contohnya ini.

Mereka juga menyediakan pelatihan tentang webmail.  Cara untuk menyedot surel UI ke Yahoo! Mail dan GMail ada di sana. Saya akui, panduan ini lebih manusiawi dibandingkan dengan yang ada di Webmail UI.

CLR ini dikelola oleh PPSP UI. Ah! Melihat wajah mereka, jadi teringat peristiwa lampau sewaktu tim admin UI dibantai mereka di pertempuran sengit air soft gun di Sari Ater. I want rematch! 🙂

Berhubung saya sudah selesai menyalin lagu ke Android yang baru saya baharui, saatnya memaksa tidur mata ini. Saatnya tidur. Malam, semua.

Center for Learning Resources – Universitas Indonesia

RSYNC

RSYNC

Pembaharuan Berkala

$ rsync -au /home /mnt/backup

Iterasi Per Hari

$ rsync -a /home /mnt/backup/`date +%Y%m%d`

Jalankan Dengan Crontab

$ crontab -e
0 2 * * * /usr/bin/rsync -a /home /mnt/backup/`date%Y%m%d`

Simpan dan berdoa ini jalan.

Referensi

http://adminschoice.com/crontab-quick-reference

http://www.thegeekstuff.com/2010/09/rsync-command-examples/

Back up like an expert with rsync

What’s so great about rsync? First, it’s designed to speed up file transfer by copying the differences between two files rather than copying an entire file every time. For example, when I’m writing this article, I can make a copy via rsync now and then another copy later.

date(1): print/set system date/time – Linux man page

Display the current time in the given FORMAT, or set the system date. -d, –date=STRING display time described by STRING, not ‘now’ -f, –file=DATEFILE …

Stored Procedures, Anyone?

Stored Procedures, Anyone?

I’m learning to be a pragmatist. But, values that I have kept in mind always making me into the sense of rejection of almost all of the pragmatic solutions. I do love running system, but I hate unmaintainable systems.

One mind that I would love to tackle is the prohibition of using stored procedure. I would love to know how my mind playing tricks on me or is it true?

An article by Roland Bouman interestingly gives an insight: People loves stored procedures. It fast and it is more practical. Some people who hate it said that it would be not portable. But, as I read, most organizations don’t move their databases into new backend. This is because of most databases are not that compatible with standards. Some notes about CPU scalability things. But, that’s MySQL specific. So far I read, the stored procedure are in favor.

BUT

I do found an interesting fact: It was about the PROGRAMMER portability.

The most reasonable fact about portability is about programmer turnover. You have a divine programmer and you have contracts with vendor to ensure your database is up-to-date in ten years. Suddenly, Google hijack your programmer and you left with a new one. Well, let’s hope the new one is like advertized.

For instance, the new developer won’t excuse his/her new system lackiness because of database performance hits.  Using stored procedure wildly will bring your system unauditable. That’s not good.

A well designed SQL scheme will always produces great results. Results are not just results. It also speaks about underlaying systems and business logic. That’s why we implemented MVC practice.

I still believe in Ariya Hidayat’s: Don’t code what you can’t debug tommorow. Long story short, I still believe stored procedure is a bad practice. Of course, I’m not a DBA, thoughts?

Pemakaian Proxy Di Kampus Dengan iPad

Pemakaian Proxy Di Kampus Dengan iPad

Untuk berinternet ria dengan iPad menggunakan jaringan HotSpot UI, ubah konfigurasi proxy Anda. Caranya:

  1. Pergi ke Settings –> Wi Fi.
  2. Pilih HotSpot terdekat. Lalu, tekan tombol panah yang ada di sampingnya.
  3. Pilih IP Address: DHCP.
  4. Gulung layar ke bawah ada bagian HTTP Proxy.
  5. Pilih Auto.
  6. Pada bagian URL isi dengan http://proxy.ui.ac.id/proxy.pac
  7. Kembali dan mulai Safari seperti biasa. Anda sudah bisa melakukan segalanya. (kecuali kegiatan maksiat karena itu dosa, he.. he.. he.. :P)
  8. Selesai.

Selama ini kalau menurut teman saya, Proxy UI itu agak-agak sulit menggunakannya. Dia harus diset auto, lalu kemudian diset manual, dan terakhir kembali ke auto. Sayang sekali, sangat boros dan tidak cocok untuk pengguna biasa.

Beruntung, tadi malam Pak Herr, direktur SDM kita, meminjamkan iPad-nya kepada saya untuk dipermainkan. Langsung saja saya utak-atik. Akhirnya saya menemukan permasalahannya ada di skrip proxy.pac yang lama. Dia menggunakan IP, padahal proxy.ui.ac.id adalah sebuah kluster. Jadinya, saya ubah menjadi nama. Oh, iya, saya dibantu oleh Idur.

Tapi, dibandingkan mengoprek Android, ini, mah, tidak ada apa-apanya. Lumayanlah untuk penyegaran.

OpenSC di Smart Card UI: Pembuatan Kunci

OpenSC di Smart Card UI: Pembuatan Kunci

Berawal dari idaman untuk dapat menggunakan kartu pintar UI  sebagai token autentikasi untuk berbagai kebutuhan. Saya melirik kembali penggunaan MUSCLE  Card dan OpenSC.

Applet MUSCLE Card

Applet ini didapatkan dari 0.9.12. Ada juga versi SVN-nya di Allioth. Aplikasi sudah dibereskan.

OpenSC

Untuk dapat menggunakan MUSCLE sebagai salah satu token OpenSC:

Inisialisasi dengan mengisi semua PIN menjadi “00000000”. Ingatkan nanti di versi produksi untuk menggunakan angka acak.

$ opensc-tool -s 00:A4:04:00:06:A0:00:00:00:01:01 -s B0:2A:00:00:38:08:4D:75:73:63:6C:65:30:30:04:01:08:30:30:30:30:30:30:30:30:08:30:30:30:30:30:30:30:30:05:02:08:30:30:30:30:30:30:30:30:08:30:30:30:30:30:30:30:30:00:00:17:70:00:02:01

Inisialisasi kartu untuk PKCS15:

$ pkcs15-init -E --create-pkcs15 --no-so-pin

Buat profil baru. PIN yang dimasukkan harus sama dengan Master PIN.

$ pkcs15-init --store-pin --auth-id 01 --label "Jan Peter Alexander Rajagukguk"

Segera ganti PIN profil 01 dengan yang baru:

$ pkcs15-tool --change-pin -a 01

Buat kunci RSA 2048 : (penasaran apakah Kartu UI mampu 4096)

$ pkcs15-init –generate-key rsa/2048 –auth-id 01 –split-key

Wuih, tentu saja kartu UI jauh lebih canggih dibandingkan dengan BCA Flazz. Segera dioptimalkan, ah… 😀

TODO:

  1. Implementasi kunci pada SSH.
  2. Implementasi kunci pada PAM.
  3. Implementasi pada OpenOffice.org, Thunderbird, Firefox, dll.
  4. Mempelajari APDU yang digunakan oleh MUSCLE dan OpenSC.
  5. Membuat klien inisialisasi sendiri.
  6. Membuat terminal yang mendukung OpenSC.
  7. Menguasai dunia. 😛
Instalasi Oracle (SUN) Java dan Netbeans pada Ubuntu

Instalasi Oracle (SUN) Java dan Netbeans pada Ubuntu

Ubuntu menyediakan Oracle (SUN) Java pada repository Canonical Partner. Beruntung KAMBING.ui.ac.id sudah membuat cerminnya. Anda tinggal aktifkan reponya dengan membuat berkas baru

/etc/apt/sources.list.d/canonical-partner.list

yang berisi:

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu-partner maverick partner

Gunakan penyunting kesukaan Anda. Sebagai contoh dengan menggunakan penyunting sederhana:

$ echo "deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu-partner maverick partner" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/canonical-partner.list

Ubuntu menyediakan Netbeans pada repo universe. Oleh sebab itu, aktifkan repo universe. Biasanya ada di /etc/sources.list dinonaktifkan sebagai komentar. Contoh konfigurasi repo saya yang mengaktifkan repo main, restricted, universe, dan multiverse:

$ cat /etc/apt/sources.list
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.ac.id/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse

Ingat untuk mengganti maverick dengan versi ubuntu Anda (lucid misalnya)! 😛

Setelah itu, jangan lupa data APT dimutakhirkan:

$ sudo apt-get update 

Pasang kedua perangkat lunak tersebut:

$ sudo apt-get install sun-java6-jdk netbeans 

Selesai.

Agar peramban Anda dapat menggunakan Java, jangan lupa memasang sun-java6-plugin:

$ sudo apt-get install sun-java6-plugin