Search results for "nexian"

13 Articles
Pengalaman Memperbaharui LG G2 Versi Saya
Super Android, recharge!

Pengalaman Memperbaharui LG G2 Versi Saya

[themify_box style=”yellow warning rounded shadow”]SEMUA INI DAPAT MERUSAK TELEPON ANDA, LG G2. SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS RUSAKNYA TELEPON ANDA. RISIKO TANGGUNG SENDIRI![/themify_box]

Setelah mencoba-coba beberapa AOSP, LG G2 saya menjadi rusak dan tidak dapat digunakan. Saya pun mengembalikan ROM LG G2 saya ke kondisi awal seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Saya pun mencoba mengulangi menjalankan apa yang telah saya lakukan sebelumnya. Namun, kali ini saya coba jalankan versi mudah dan terintegrasi dalam satu entri agar mudah dibaca keseluruhan.

Diasumsikan kondisi awal adalah LG G2 dengan ROM Kit Kat (4.4.2) asli dari pabrikan (D80220B).

Unduh Terlebih Dahulu

Agar memudahkan tutorial ini, sebaiknya Anda sudah mengunduh berkas-berkas yang diperlukan dalam tutorial ini agar sekali jalan. Berkas-berkas itu, antara lain:

  1. D802_AutoRec.apk
  2. KK_Baseband_D802.zip
  3. CloudyG3_1.3.zip
  4. LG_G3_BIONIC.zip
  5. LG_G3_DALVIK.zip
  6. QuickWindow_Fix_V2.zip
  7. LGMessage_fix.zip

Saya berharap sebelum memulai, pastikan bahwa berkas-berkas ini sudah diunduh ke LG G2 Anda.

Memasang Recovery ROM

Sumber bacaan: AutoRec: Kit Kat Recovery Installer

Untuk dapat memasang Recovery ROM yang telah terkustomisasi perlu dilakukan dua proses secara berurutan:

  1. Memasang izin admin (rooting/jailbreaking) pada LG G2.
  2. Memasang ROM Recovery yang telah terkustomisasi. Saya menggunakan Philz Recovery ROM.

Memasang Izin Admin

Memasang izin admin (rooting/jailbreaking) adalah proses penjebolan perangkat agar dapat menjalankan tindakan yang membutuhkan kewenangan admin (root/Administrator/super user). Pada umumnya perusahaan pembuat perangkat telepon mematikan fungsi ini. Untuk dapat memodifikasi telepon, maka fungsi ini perlu diaktifkan.

ROOT LG G2 dapat dilakukan dengan menggunakan ioroot seperti yang dijelaskan pada tulisan saya yang lalu.

Memasang ROM Recovery Terkustomisasi

Untuk memasang ROM Recovery dapat menggunakan AutoRec, sebuah aplikasi yang dibuat oleh cloudyfa, seorang pengembang di Forum XDA. Sayangnya, APK aplikasi ini tak dapat ditaruh di Google Play. Android umumnya tidak secara baku mengizinkan APK selain dari Google Play Store dipasang ke perangkat. Selanjutnya mengaktifkan pemasangan dari luar Google Play Store.

Mengaktifkan Pemasangan Di Luar Google Play Store

Sebelum memasang AutoRec, pastikan LG G2 Anda dapat memasang APK dari sumber selain Google Play Store. Caranya:

  1. Masuk ke Pengaturan
  2. Pada bagian Umum pilihlah Pengamanan
  3. Pada bagian Pengamanan, pastikan pilihan Sumber tak dikenal tercentang.
    I know this is a LG G3 settings, but it is the same as LG G2.

    I know this is LG G3 settings, but it is the same as LG G2. Tick the “Unknown sources”

Setelah itu, lanjutkan dengan memasang AutoRec.

Memasang AutoRec

Pasang APK AutoRec dari Forum XDA, caranya:

  1. Pergi ke halaman unduhan AutoRec dan unduh D802_AutoRec.apk ke LG G2 Anda.
  2. Buka berkas yang sudah diunduh dengan menggunakan Pengelola File dan pilih APK tersebut untuk menjalankan aplikasi.
    Click the AutoRec APK to install it

    Click the AutoRec APK to install it

  3. Pilih Instal ketika keyakinan Anda dipertanyakan.
    Click Install to proceed

    Click Install to proceed

  4. Setelah selesai, buka aplikasi dengan menekan Buka.
    Click Open to open AutoRec after installing it.

    Click Open to open AutoRec after installing it.

Sekarang saatnya menjalankan AutoRec.

Menjalankan AutoRec

AutoRec melakukan proses-proses berikut ini; 1) memasang versi aboot.img terdahulu yang bisa digunakan untuk memasang ROM terkustomisasi; 2) memasang TWRP, salah satu ROM Recovery yang terkustomisasi. Berikut caranya:

  1. Pada saat pertama kali menjalankan aplikasi akan ditanyakan izin menjalankan AutoRec sebagai admin.
    Click Allow to allow AutoRec runs as super user.

    Click Allow to allow AutoRec runs as super user.

  2. Kalau ditanya apakah Anda benar-benar mau melakukannya, pilih saja YES.
    Select YES for confirmation.

    Select YES to confirm custom recovery installation.

  3. AutoRec akan memasang Loki (semacam pemintas agar ROM Terkustomisasi dapat dipasang). Selanjutnya, pilih Flash Recovery untuk memasang TWRP.
    AutoRec running lokifying and install a custom kernel.

    AutoRec running lokifying and install a custom kernel.

  4. Setelah memasang TWRP, akan ditanyakan untuk melanjutkan masuk ke Recovery (TWRP) atau keluar dari aplikasi. Pilih To recovery untuk masuk TWRP atau pilih exit untuk keluar.

Selanjutnya memasang Philz Touch Recovery.

(Opsional) Memasang Philz Touch Recovery

Sumber bacaan: Philz Touch 6 Recovery How to Install

TWRP Main Menu

TWRP Main Menu

Sebenarnya menggunakan TWRP pun sudah bisa. Tapi, banyak yang menyarankan untuk memasang Philz Touch Recovery untuk LG G2. Hal ini karena Philz merupakan TWRP yang dimodifikasi untuk perangkat LG G2.

  1. Masuk ke Recovery LG G2. Caranya, entah dengan cara: 1) menyolok ke komputer dan mengetik “adb reboot recovery” dari komputer;2) dengan menu di AutoRec tadi; atau3) dengan menyalakan kembali sambil menahan tombol Daya dan Volum Turun.
  2. Di TWRP tekan tombol Install.
  3. Pilih install zip from sdcard.
  4. Pilih philz_touch_6.48.4-d802.zip.
  5. Seret jari Anda pada tombol Swipe to flash untuk memasang Philz Touch Recovery.
    Swipe your finger on the blue button and drag your finger to the right.

    Swipe your finger on the blue button and drag your finger to the right.

  6. Setelah itu, tekan tombol kembali sampai ke menu utama TWRP.
  7. Terakhir, untuk masuk ke Philz, pilihlah Reboot dan lalu pilih Recovery.

Maka apa bila tak ada aral melintang, maka sistem akan masuk ke Philz Touch Recovery.

Philz Touch 6 Recovery 6.48.4 main menu

Philz Touch 6 Recovery 6.48.4 main menu

Selanjutnya memasang ROM dan konfigurasi yang saya suka.

Memasang ROM Kesukaan Saya

Setelah memasang ROM Recovery yang terkustomisasi, saatnya memasang ROM LG G2 yang menurut saya bagus. Dari awal saya memiliki Android, saya selalu menganggap sistem operasi bawaan pabrik biasanya lambat, penuh aplikasi yang tak dibutuhkan, dan lawas. Dari Nexian Journey (A890)Sony Ericsson Xperia Mini Pro (Mango/SK17i), bahkan sampai iRobot (WM8505) yang dibelikan teman di Shenzhen tak pernah lepas dari modifikasi.

Untuk LG G2, setelah saya coba-coba beberapa ROM, saya pun berkesimpulan bahwa CloudyG3 paling optimal untuk kebutuhan saya. Tentunya, versi yang saya pasang bukan versi yang begitu saja. Saya memodifikasi beberapa bagian dari CloudyG3. Saya menambahkan: 1) pustaka Bionic dan Dalvik teroptimasi; dan 2) QuickWindow (aplikasi LG G2) untuk menggantikan Quick Circle (aplikasi LG G3).

Urutan memasang ROM dengan konfigurasi kesukaan saya secara garis besar dapat dijabarkan, yaitu:

  1. Menghapus seluruh partisi (System, Data, Cache, Dalvik Cache) kecuali Internal Storage sebelum memasang ROM.
  2. Memasang Baseband Kit Kat.
  3. Memasang CloudyG3 1.3.
  4. Memasang Bionic dan Dalvik.
  5. Memasang QuickWindow.
  6. Masuk ke sistem dan mengubah Dalvik menjadi ART.

Memasang CloudyG3

Sumber bacaan: CloudyG3 1.3

CloudyG3 adalah sebuah ROM untuk LG G2. Pengembangnya mengambil ROM LG G3 dan mengonversi ROM tersebut agar dapat dijalankan ke LG G2. Dengan menggunakan CloudyG3 sebenarnya seperti menyulap LG G2 menjadi LG G3. Cuma bedanya, ROM terkustomisasi ini lebih ringan dan teroptimasi.

Saya sudah pernah membahas cara memasang CloudyG3 dengan TWRP. Kali ini saya mencoba membahasnya dengan menggunakan Philz. Asumsi saya, kita sedang berada di halaman utama Philz. Berikut langkahnya.

Hapus Semua Partisi, Kecuali Internal Storage

Internal Storage itu adalah partisi yang terlihat ketika kita mencolokkan LG G2 ke komputer atau perangkat lain. Biasanya, kita mengunduh dan menaruh berkas-berkas ke situ, termasuk ROM. Itu sebabnya, cukup sisakan partisi itu dan hapus yang lainnya. Sebab, partisi yang lainnya akan diisi dengan sistem baru dari ROM yang kita pilih.

Cara hapus:

  1. Dari menu utama, pilih Wipe Data/Factory Reset
    Select Wipe Data/Factory Reset to delete all the partitions, except Internal Partition

    Select Wipe Data/Factory Reset to delete all the partitions, except Internal Partition

  2. Pilih Clean to Install a New ROM
    Clean to Install a New ROM

    Select Clean to Install a New ROM

  3. Pilih Yes, I will install a new ROM!
    Yes, I will install a new Rom!

    Select Yes, I will install a new Rom!

Setelah proses penghapusan sistem berhasil, kembali ke halaman depan Philz dengan memilih tombol kembali. Selanjutnya, demi menghemat tulisan ini, saya tak tampilkan cuplikan menu halaman depan Philz.

Pasang Baseband Kit Kat (Stock oleh CloudyFA)

Baseband adalah sebuah partisi khusus yang berisi informasi radio dan konfigurasi pabrik yang digunakan di telepon. Baseband penting untuk setiap ROM. Ada kalanya ROM berdasarkan AOSP atau Cyanogen menggunakan baseband yang berbeda dengan baseband bawaan perangkat.

Cara pasang:

  1. Dari menu utama pilih Install Zip
    Select Install Zip to install the ROMS.

    Select Install Zip to install the ROMS.

  2. Pilih Choose zip from /sdcard
    Choose zip from /sdcard

    Select Choose zip from /sdcard

  3. Pilih KK_Baseband_D802.zip
    Pick KK_Baseband_D802.zip

    Pick KK_Baseband_D802.zip

    Pemasangan
  4. Pilih Yes – Install  KK_Baseband_D802.zip
    Yes - Install KK_Baseband_D802.zip

    Select Yes – Install KK_Baseband_D802.zip

Selanjutnya pasang CloudyG3.

Memasang CloudyG3

Cara pasangnya sama dengan memasang Baseband, yakni:

  1. Dari menu utama pilih Install Zip
  2. Pilih Choose zip from /sdcard
  3. Pilih CloudyG3_1.3.zip
    Select CloudyG3_1.3.zip

    Select CloudyG3_1.3.zip

  4. Pilih Yes – Install CloudyG3_1.3.zip

Hmm… semakin lama saya semakin malas membuat cuplikan. Kira-kira sampai poin ini pemasangan komponen yang lain hanya repetisi saja. Begitu, deh. 🙂

Memasang Pustaka Teroptimasi

Dipindahkan ke artikel tersendiri.

Selanjutnya memilih ART.

Mengaktifkan ART

Ada di artikel sebelum ini.

Intinya:

  1. Pilih Pengaturan ⇒ Umum ⇒ Opsi pengembang
  2. Pilih Pilih waktu operasi
  3. Pilih Pakai ART
  4. Nyalaulangkan LG G2 dan tunggu agak lama.

Selanjutnya memasang Quick Window.

Memasang QuickWindow

Sumber bacaan: [MOD]QuickWindow Apps for G3 Ported Roms

LG membuat QuickCircle untuk perangkat LG G3-nya dan QuickWindow untuk LG G2-nya. Kedua aplikasi ini berguna untuk menampilkan layar kecil ketika tutup telepon (tambahan yang dapat dibeli) menutup perangkat. Dengan menggunakan tutup khusus ini, pengguna tak perlu membuka teleponnya untuk mengakses beberapa informasi.

Sayangnya, tutup telepon ini berbeda bentuk antara QuickCircle dan QuickWindow. Saya juga tak tertarik membeli tutup khusus untuk QuickCircle. Itu sebabnya, saya perlu mengganti aplikasi QuickCircle dengan QuickWindow agar sesuai dengan tutup telepon yang saya miliki.

(Opsional) Memasang ZIP QuickWindow

Sayangnya, ketika saya sudah panjang lebar menjelaskan, ternyata CloudyG3 versi 1.3 sudah menyertakan QuickWindow. Ya, sudah, tetap saja memasang QuickWindow demi kepuasan batin.

 

  1. Dari menu utama pilih Install Zip
  2. Pilih Choose zip from /sdcard
  3. Pilih QuickWindow_Fix_V2.zip
  4. Pilih Yes – Install QuickWindow_Fix_V2.zip

Selanjutnya, pasang QuickWindow Message Fix:

 

  1. Dari menu utama pilih Install Zip
  2. Pilih Choose zip from /sdcard
  3. Pilih LGMessage_fix.zip
  4. Pilih Yes – Install LGMessage_fix.zip

Selanjutnya memasang aplikasi-aplikasi yang kompatibel.

Memasang Aplikasi-aplikasi QuickWindow

Sumber bacaan: Quick Circle Apps

Aplikasi QuickWindow yang dipasang masih sedikit. Untungnya, ada pengembang di XDA yang membuat aplikas-aplikasi tambahan untuk memperkaya QuickCircle/QuickWindow. Silakan saja diunduh dari Google Play Store. Nanti dapat dipilih maksimal 6 dari aplikasi-aplikasi tersebut.

Cara mengubahnya dari:

  1. Pilih Pengaturan ⇒ Umum ⇒ Aksesoris
  2. Pilih Casing QuickCircle ⇒ Pilih aplikasi
  3. Beri tanda centang untuk maksimal 6 aplikasi yang tersedia untuk aktif di QuickCircle.
  4. Pilih Simpan

Nantinya yang muncul pada QuickWindow adalah ikon-ikon dari aplikasi yang kita telah pilih.

Optimasi Baterai

Untuk bisa tahu keunggulan ROM ini perlu penyesuaian beberapa hari. Hal ini karena sistem operasi mempelajari kelakuan pemakai perangkat. Untuk mengaktifkan fitur ini, silakan:

  1. Pilih Pengaturan ⇒ Umum ⇒ Baterai
  2. Aktifkan Pengisian daya pintar dengan memberi tanda centang.
    Enable smart charging based on our behavior.

    Enable smart charging based on our behavior.

Kata Terakhir

Yak, demikian akhirnya. Panjang dan lama sekali waktu yang diperlukan untuk menulis ini. Saya sendiri sudah mencoba mengulang memasang ini dari awal. Memang, beberapa konfigurasi hilang. Tapi, saya menemukan banyak hal baru.

Hasilnya? Ya, selain banyak fitur, terutama pada pemakaian normal saya bisa mendapatkan waktu aktif lebih dari 1 hari! Cuplikan tersedia!

Battery usage with several social media and two email accounts active.

Battery usage with several social media and two email accounts active.

Beberapa media sosial yang saya aktifkan, misalnya: Telegram, WhatsApp, LINE, BBM, Twitter, dan Instagram. Ada 2 akun surel yang aktif pula. Semua itu saya aktifkan sinkronisasi akunnya. Hasilnya, tetap irit.

Selamat mencoba dan berhati-hatilah.

 

 

 

 

Bacaan Lebih Lanjut

Cicip Instagram di Android

Cicip Instagram di Android

Berhubung Intragram telah dirilis ke Android, saya termasuk yang ingin mencobanya. Katanya ini adalah sebuah aplikasi Hipster untuk berfoto-foto ria.

Saya menggunakan Bakpia untuk Nexian Journey. Aplikasi ini berjalan lancar. Namun, hati-hati sehabis mengambil foto. Jangan menggerakkan kamera dulu sebelum tampil tampilan untuk memotong gambar. Bila rotasi otomatis berjalan, aplikasi langsung mati saat tak sengaja mengubah kemiringan telepon saat gambar sedang diproses.

Konsep Instagram saya lihat sederhana: 1) jepret; 2) beri efek vintage; dan 3) publikasikan. Aplikasi ini terhubung ke beberapa sosial media lainnya seperti Tumblr, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. Saya sendiri menyambungkan foto saya ke Tumblr dan Twitter saya.

Contoh foto yang telah saya jepret secara iseng:

  1. Adorable pets from Borneo.
  2. Play stiff, a survival tool for geek against socialites.
  3. Loves Kroncong before it was Protol.

Yak, saya tertarik untuk menggunakan ini untuk ilustrasi dibandingkan harus menggambar dengan My Paint. Soalnya tetikus saya masih analog dan sulit untuk digerakkan. 🙂

Berita Apa Lagi Ini

Berita Apa Lagi Ini

Dunia tidak lagi seperti dulu. Berikut catatan hal-hal yang saya dapati.

Dunia Perangkat Rumah Tangga

Tahun lalu Mark Shuttleworth mengumumkan mimpinya untuk Ubuntu masuk ke dunia perangkat-perangkat bergerak. Pertama-tama Ubuntu masuk ke dalam dunia TV pintar. Kemudian, sekarang secara terbuka menyatakan masuk ke dalam dunia Android.

Hal ini mungkin saja. Bagi yang sering memodifikasi telepon genggam tentunya sudah lumrah pernah menggunakan kernel Linux Ubuntu. Telepon genggam Z71 saya (Nexian Journey) pun sudah didukung dengan sedikit modifikasi. Bahkan, lebih awet menggunakan itu dibandingkan bawaan CyanogenMod (CM7). Ada juga tutorial dari tahun kemarin memasang Ubuntu Karmic di telepon genggam.

Bagaimana dengan BlankOn?

Kayaknya semenjak bertemu dengan pengembang Debian yang datang ke Jakarta tahun kemarin, BlankOn juga semakin mantap untuk membuat BlankOn edisi ARM. Saya kebetulan bukan pengembang BlankOn, tapi rasa-rasanya mereka sudah mencanangkan hal tersebut untuk di versi 8. Mereka sepertinya juga pindah basis ke Debian. Ini langkah yang benar, sebab Debian menghasilkan paket yang sedikit dibandingkan dengan Ubuntu.

Paling, kalau memang benar BlankOn mau ke ARM, saya punya permintaan agar dua paket ini dipastikan berjalan:

  1. libpcsc-lite
  2. fprintd

Nanti kalau dua itu jalan, saya, mudah-mudah tapi tolong diingatkan, akan membuat tutorial menjalankan solusi keamanan berbasiskan kartu pintar dan sidik jari. Lumayan, siapa tahu ada yang berminat masuk ke dalam dunia solusi keamanan atau pembayaran mikro. Ha… ha… ha….

Hak Ekslusif Atas Adobe Flash Linux

Setelah dibuat menyerah kalah oleh alm. Steve Jobs, akhirnya Adobe memutuskan untuk tidak lagi mengejar pasar perangkat kecil. Satu lagi langkah yang mereka lakukan: setelah versi 11.2, Adobe Flash hanya akan tersedia di Google Chrome untuk Linux saja. Jadi, lagi-lagi GNU/Linux akan menjadi warga kelas dua bagi Flash.

Menurut saya, ini, sih, kabar yang menyenangkan. Daripada menulis buku-buku tentang Adobe, lebih baik menulis buku HTML5. Lumayan, mengurangi angka pembajakan di Indonesia.

Frankenstein System

Now I have a frankeinstein system, consisting of non-complete GNOME Shell. I wish to integrate these:

  1. WICD
  2. Pidgin
  3. Thunderbird
  4. Firefox

Those are the things that runs well on Ubuntu 12.04 (pre-release) when using behind proxy. That’s right, why GNOME makes it lesser and lesser compatible with proxy users? We, a.k.a academics and corporates, are getting left behind.

What? No WPAD support? ;(

Memasang ROM Android .nb0

Memasang ROM Android .nb0

PERINGATAN: TIPS INI SANGAT BERBAHAYA DAN DAPAT MERUSAK HP ANDA. ANDA SUDAH DIPERINGATI! UNTUK MENGHINDARI ‘KECELAKAAN’, SAYA SENGAJA MEMBUAT TULISAN INI DIPENUHI TAUTAN YANG HARUS DIBACA DAN TIDAK DAPAT LANGSUNG DITERAPKAN.

Motivasi

HP Nexian Journey saya layarnya sudah retak-retak karena terjatuh. Katanya biaya perbaikan 700 ribu. Lalu, secara tak sengaja saya menyolok keluaran suara dengan jack 3,5″ yang terlalu besar. Hal ini menyebabkan keluaran suara menjadi longgar. Akibatnya keluaran suara tidak bisa dipakai secara optimal.

Alasan lainnya adalah semenjak pembaharuan ke CM7 yang terbaru sering mengalami galat. HP menjadi liar apabila memori penuh. Layar sentuh tak dapat dipencet dan tombol-tombol secara acak seperti terpencet. Hal ini diperparah dengan rumor yang tersiar bahwa CM7 sedang bermasalah dengan partisi swap.

Lebih dari itu semua, motivasi saya adalah memberi alasan untuk lembiru HP ini. Saya sedang menaksir dengan HP Android SonyEricsson. Terutama semenjak SonyEricsson menyediakan fasilitas untuk oprek-oprek, bahkan mendukungnya. Apalagi, saya sebenarnya penyuka HP SonyEricsson. Itu sebabnya seperti kata orang bule, “no heart feeling” bila seandainya perjalanan ini harus berakhir.

Motivasi yang terakhir adalah saya sudah membuang Vista asli di komputer saya dan malas mencari DVD pemasangnya dan memasang di komputer hanya untuk menjalankan SUTLR. (Komputer OEM Acer Aspire sudah dari sananya terpasang.)

Persiapan

Persiapkan GNU/Linux Anda agar dapat mendeteksi perangkat Android. Caranya ada tersebar di Internet, silakan dibaca. Intinya, Anda hanya perlu membuat aturan UDEV agar perangkat memiliki perizinan yang memadai. Contoh aturan UDEV saya:

 # cat /etc/udev/rules.d/51-android.rules
SUBSYSTEM=="usb", ATTR{idVendor}=="0489", ATTRS{idProduct}=="c001", MODE="0666", OWNER=="jp" # RECOVERY MODE
SUBSYSTEM=="usb", ATTR{idVendor}=="0489", ATTRS{idProduct}=="c004", MODE="0666", OWNER=="jp" # RECOVERY MODE
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idVendor}=="0bb4", MODE="0666"
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idVendor}=="05c6", MODE="0666"

Setelah itu, unduh SDK terbaru dan taruh di tempat yang mana pun Anda suka. Caranya mudah, cukup pasang Oracle Java 6 di komputer Anda dan unduh SDK. Cara lengkap bisa dibaca di sini atau sini. Intinya:

  1. Pasang Oracle Java SDK untuk program Java.
  2. Unduh dan taruh SDK Android, misalnya saya taruh di “/opt/android-sdk”.
  3. Masukkan letak binari SDK ke dalam variabel lingkungan PATH, contoh .bashrcsaya:
    $ cat ~/.bashrc | grep PATH
    PATH=/opt/android-sdk-update-manager/platform-tools:/opt/android-sdk-update-manager/tools:$PATH
    export ANDROID_SDK_PATH=/opt/android-sdk-update-manager
    export ANDROID_NDK_PATH=/opt/android-ndk-r5b

Sekedar catatan, sepertinya tidak perlu mengunduh platform apapun karena hanya membutuhkan aplikasi ADB saja. Saya juga mengunduh NDK karena ada aplikasi yang saya kompilasi sendiri. Bila sudah benar maka saat Anda menjalankan ADB. Anda dapat melihat perangkat Anda:

$ adb devices
List of devices attached
FA1MAEU0017937  device

Kalau masih kosong, silakan Anda coba cari caranya. Kadang-kadang, mungkin Anda perlu menjalan-ulangkan ADB Server. Caranya:

$ adb kill-server
$ adb start-server

Seharusnya, sih, bisa.

Menggunakan AndroidFlasher

AndroidFlasher adalah sebuah aplikasi yang ditujukan untuk menggantikan fungsi SUTLR dengan skrip Python sederhana. Di dalam berkas unduhan hanya tersedia tiga aplikasi:

  • fastboot – sebuah aplikasi kecil yang didapatkan dari kode sumber Android. (Atau gugel saja yang sudah jadi)
  • nb0-utils.jar – aplikasi java untuk kompresi nb0 dari A688 Tools. (Silakan digugel saja aplikasi Windows ini)
  • Flasher.pyw – aplikasi kecil buatan AndroidFlasher yang melakukan otomatisasi pemasangan.

Untuk menjalankan AndroidFlasher, syaratnya HP harus dinyalakan dengan mengunakan modus Fastboot. Kombinasi tombol untuk menyalakan HP: End_call (tombol merah) + Vol_Down + Power

Kalau menurut keterangan pembuat aplikasi, taruh saja berkas nb0 pada direktori yang sama. Lalu, saat ditanyakan namanya, masukkan nama berkas tersebut di dalam tanda kutip. Misalnya Anda seperti saya yang ingin mencoba buatan negeri sendiri. Anda dapat mengunduh Android Chemplon 2.3.0 karya RadithTux. Maka, tulis nama yang hendak dimasukkan adalah “Android_Cemplon-2.3.0.nb0”.  (Ditulis beserta tanda kutip)

Tantangan

Nah, permasalahan saya adalah sistem Gentoo x64 saya menggunakan Python3. Flasher.pyw tidak dapat dijalankan. Saya terpaksa membedah isinya untuk mengetahui apa saja yang dilakukan skrip tersebut. Dari gambar yang terdapat di situs Android Flasher, ternyata skrip Python ini hanya menjalankan aplikasi-aplikasi yang tersedia. Prosesnya ternyata mudah:

  1. Mengekstraksi berkas-berkas dari berkas NB0 (misalnya Android_Cemplon-2.3.0.nb0).
  2. Memasang setiap berkas IMG. Format IMG adalah sebuah berkas rekaman partisi yang siap ditulis langsung ke cakram HP.

Berikut ini adalah cara-cara untuk memasang berkas-berkas dalam NB0. Asumsi saya berkas tersebut ada di dalam direktori yang sama dengan aplikasi fastboot dan nb0-utils.jar. Hal ini sebenarnya tidak perlu tapi agar mudah.

Ekstraksi NB0

Jalankan perintah berikut untuk mengekstraksi isi Android_Cemplon-2.3.0.nb0 ke direktori ROM:

$ java -jar nb0-utils.jar Android_Cemplon-2.3.0.nb0 ROM

Pasang IMG ke partisi bersangkutan

Kalau menurut gambar di situs AndroidFlasher, urutannya sebagai berikut:

  1. Menghapus data pengguna dan tembolok:
    $ fastboot -w
  2. Memasang partisi Splash Screen:
    $ fastboot flash splash ROM/F0X-0-225D-4014-splash.img
  3. Memasang partisi System:
    $ fastboot flash system ROM/F0X-0-225D-4014-system.img
  4. Memasang partisi Boot:
    $ fastboot flash boot ROM/F0X-0-225D-4014-boot.img
  5. Memasang partisi FTM:
    $ fastboot flash ftm ROM/F0X-0-225D-ftm.img
  6. Memasang partisi Hidden:
    $ fastboot flash hidden ROM/F0X-0-225D-4014-hidden.img
  7. Memasang partisi Recovery:
    $ fastboot flash recovery ROM/F0X-0-225D-recovery.img

Ketika saya berusaha memasang Chemplon, proses pemasangan partisi Boot ada keanehan. Dia berhasil “sending ‘boot’ (5120KB)”, tetapi saat “writing ‘boot’…” gagal. Ini saya duga karena ukuran partisi Boot Chemplon yang terlalu besar. Tetapi, ternyata saya biarkan saja tetap bisa masuk ke mode normal.

Setelah selesai, nyala ulangkan HP:

$ fastboot reboot

Catatan Tambahan

Sebenarnya kelebihan NB0 adalah ia dapat mereset ulang konfigurasi. Sepertinya itu karena ia melakukan

adb push

berkas-berkas konfigurasi.  Berkas-berkas lain yang disertakan dalam NB0 sepertinya berkas konfigurasi yang perlu ditaruh. Tetapi, saya masih malas mencari padanan berkas-berkas tersebut. Yang penting kelar.

Omong-omong, Chemplon bagus, lho…. 🙂

Google Market dari Peramban

Google Market dari Peramban

Saya memiliki perangkat Nexian Journey. Saya juga paling risih lihat perangkat vanilla. Itu sebabnya saya menggunakan CM7 sebagai perangkat dan mengambil kernel SuperAOSP 8.0-RC agar hemat energi. Masalahnya, saya kehilangan salah satu aplikasi penting: YouTube. Google Market yang saya gunakan tidak menyertakan YouTube di dalamnya.

Untungnya, saya menemukan bahwa Google Market dapat dikunjungi melalui peramban. Canggihnya lagi, ketika kita mencoba memasang aplikasi, tekan tombol Install, maka dia akan mendeteksi perangkat Android kita. Nexian Journey dikenali sebagai Commtiva Z71.

Biar gampang, ini saya kasih contoh satu cara penggunaan. Misalnya, saya hendak memasang Adobe Flash.

Ketikkan pada kotak pencarian yang terdapat di halaman depan: “Adobe Flash”

Cari

Ketikkan "adobe flash" pada pencarian.

Kemudian, cari Adobe Flash di daftar pencarian dan klik “Install”. Sayangnya, saya tidak bisa melanjutkan. Katanya aplikasi ini tidak bisa dipasang karena limitasi negara. Tapi, untuk Google Docs bisa.

Tutorial ini tidak beres dan lengkap? Biarin! 😛

(Tutorial tidak beres ini sebagai bentuk protes karena ada aplikasi yang tidak dapat dipasang pada negara Indonesia ;-()

Kalau ada yang bisa, ini contohnya ketika saya memasang Evernote (caranya sama):

 

Pasang evernote pada Android

Pasang evernote pada Android

Lihat! Jika dia boleh dipasang di negara ini, dia akan segera mendeteksi aplikasi Android kita yang sedang terhubung ke Google. Wow! Klik “Install” dan aplikasi akan dikirim secara otomatis ke telepon Anda.

Compiling Rockbox Revisited

Compiling Rockbox Revisited

Detailed process here, in Bahasa Indonesia.

This only covers the compiling stuff:

$ git clone http://git.rockbox.org/rockbox
$ mkdir rockbox/bangun && cd rockbox/bangun
$ ../tools/configure --eabi --ram=180MB --target=android
$ make -j4 && make zip && make apk

Voila, the APK is ready. Note that on my original entry the RAM was set to 256. Actually, I made a bet to set it to 180MB. I made the bet for Commtiva Z71/Nexian Journey/Boston Mania phone. I think that’s the memory available according to Settings–>About.

For those of you that unable to compile the thing or just want the APK, click here. I have put it in 4shared. [RANT: I wished I could put it in IDWS, but it kept bitching about asking my REAL NAME, ADDRESS, and a policy that let them do what they want with my PROFILE.]

Kompilasi RockBox ke Android
Rockbox on Android

Kompilasi RockBox ke Android

Rockbox on Android

Rockbox on Android

Persiapan

Perlu ada dua paket:

  • Android SDK: Untuk mengembangkan aplikasi Java biasa.
  • Android NDK: Untuk mengembangkan aplikasi yang membutuhkan pustaka Linux/alami (.so).

Android SDK

Android SDK, paket standar bagi para pengembang untuk mengembangkan Android. Untuk Ubuntu lihat ini.

Untuk Gentoo, silakan

# emerge -av dev-util/android-sdk-update-manager

Cara generik adalah mengunduhnya dan mengekstrak ke “/opt”:

$ wget http://dl.google.com/android/android-sdk_r10-linux_x86.tgz
$ sudo tar android-sdk_r10-linux_x86.tgz -C /opt

Dengan perintah di atas,  SDK diekstraksi ke /opt/android-sdk_r10. Jalankan perkakas “android” untuk mengunduh SDK Platform yang dibutuhkan. Saya menjalankan ini di terminal GUI:

$ /opt/android-sdk_r10-linux/tools/android

Pilih versi Platform, Javadoc, dan sampel (kalau-kalau mau belajar) yang mau diunduh. Saya mengunduh semua versi Platform. Tunggu sebentar, ngopi-ngopi dulu, sudahkah Anda menyapa anak/istri/suami/orang tua/tetangga Anda?

Android NDK

Paket Android NDK diperlukan untuk mengompilasi “librockbox.so”. Caranya:

$ wget http://dl.google.com/android/ndk/android-ndk-r5b-linux-x86.tar.bz2
$ tar xvfj android-ndk-r5b-linux-x86.tar.bz2 -C /opt

Nanti NDK terpasang di “/opt/android-ndk-r5b/”.

Pasang ROCKBOX

Rockbox membutuhkan ANDROID_SDK_PATH dan ANDROID_NDK_PATH ke arah kedua perkakas tersebut. Kebetulan saya menggunakan Gentoo, jadi keduanya saya buat seperti berikut:

$ export ANDROID_SDK_PATH=/opt/android-sdk-update-manager
$ export ANDROID_NDK_PATH=/opt/android-ndk-r5b

Rockbox utamanya menggunakan SVN, tetapi saya di belakang PROXY, sehingga saya menggunakan GIT dengan HTTP.

$ git clone http://git.rockbox.org/rockbox
$ cd rockbox

Mengompilasi yang baik adalah dengan membuat direktori sendiri. Hal ini agar tidak mencampur berkas-berkas kompilasi dan berkas kode sumber.

$ mkdir bangun && cd bangun

Konfigurasikan Rockbox yang hendak dibangun:

$ ../tools/configure --eabi --target=android --ram=256
Using temporary directory /tmp
Enter the LCD width (default: 320)

Enter the LCD height (default: 480)

Selected 320 x 480 resolution
Platform set to android
Build (N)ormal, (A)dvanced, (S)imulator, (B)ootloader, (C)heckWPS, (D)atabase tool, (M)anual: (Defaults to N)

Normal build selected
Building Rockbox as an Application
Using source code root directory: /home/jp/Build/GIT/rockbox
Using arm-linux-androideabi-gcc 4.4.3 (404)
Using arm-linux-androideabi-ld 2.19
Found and uses ccache (/usr/bin/ccache)
Created Makefile

Kebetulan Nexian Journey saya menggunakan resolusi 320×480 dan bermemori 256MB. Saya juga menggunakan EABI untuk antarkompilasi. Sebenarnya ada juga fasilitas “–thumb” yang mengaktifkan thumb. Tapi, karena saya sudah menggunakan Python 3, skrip-skrip Python Rockbox tidak jalan. Tetapi, kemungkinan besar sistem Anda masih memiliki Python 2.6 atau 2.7 yang kemungkinan besar bisa menjalankan skrip-skrip tersebut.

Mari kita melakukan kompilasi:

$ make -j4 && make zip && make apk

Berkas “rockbox.apk” akan ada di direktori “bangun”. Silakan ditaruh ke telepon Anda.

Rockbox Revisited

Rockbox Revisited

Saya sudah memasang BeefPlayer dan hasilnya lumayan bagus. Kekurangan dari BeefPlayer pada CM7 Build 32 adalah dia kurang multitasking. Hal ini mengakibatkan suka putus-putus pada saat memainkan musik dan melakukan hal yang lain.

Sumber RockBox yang resmi menyediakan RockBox SVN r28520. RockBox versi ini cukup untuk dimainkan, tetapi sayangnya dia ketika beberapa lama akan kehilangan suara. Telepon harus terpaksa dinyalaulangkan agar suara kembali berfungsi.

Ada dua sumber RockBox yang lebih baru yang saya berhasil temukan:

  • dfkt yang menggunakan revisi terakhir r29342. dfkt menyediakan aplikasi Rockbox pada banyak resolusi.
  • paulheu membangun secara harian untuk resolusi 480×800. Resolusi yang terlalu besar untuk Nexian Journey. Versi terakhir adalah r29655.

Saya terus terang memakai versi yang dibangun oleh paulheu. Tampilannya terlalu besar di telepon, tetapi saya sangat butuh pemutar musik yang bisa Musepack.

Ugh, saya akan coba mencari ruang kosong di komputer saya untuk dapat mengunduh NDK dan mengompilasi sendiri Rockbox.  Untuk sementara, ini sudah cukup.

Proses Pembaharuan CM7

Proses Pembaharuan CM7

Pada artikel sebelumnya dijelaskan untuk memasang CyanogenMod 7 (CM7). Di artikel tersebut disebutkan penggunaan SUTLR  untuk memasang ROM. Tetapi, sebenarnya yang saya lakukan akhir-akhir ini tidak serumit itu. Lagipula, saya banyak bekerja di GNU/Linux.

Kebetulan dengan lebar pita UI yang cukup, saya bisa mengunduh ROM CM7 yang dibuat harian. Terkadang, karena saya menggunakan paket tak terbatas dari operator, saya menggunakan koneksi HSDPA dari telepon genggam saya sendiri.  ROM tersebut berbentuk berkas kompresi ZIP.

Sebelum Memulai

Untuk sekedar mengingatkan — walau sebenarnya ini trivial — pastikan kondisi berikut terpenuhi:

  1. ROM untuk modus pemulihan (recovery) yang terpasang adalah ClockworkMod.
  2. Aplikasi ROM Manager sudah terpasang.
  3. CM7 sudah terpasang.
  4. Telepon genggam sudah di-root/jailbreak.
  5. Berkas ZIP CM7 yang hendak dipasang sudah ditaruh ke SDCard.
  6. Anda menggunakan SDCard yang berkualitas class 6 dengan ruang yang cukup. SDCard bawaan Nexian Journey sangat tidak disarankan.
  7. Untuk Nexian Journey, unduh paket terbaru di tautan ini.

Telepon genggam yang saya gunakan adalah Nexian Journey. Orang luar biasanya mengenali dengan nama Commtiva Z71. Keduanya merupakan telepon genggam identik hanya beda merek. Demi kenyamanan, saya menamai Z71.

Mohon diingat, ini paket eksperimental! Jangan protes kalau terjadi apa-apa; kalau kucing menggigit lidah Anda; dan kalau terjadi perang dunia ketiga.

Proses Pembaharuan

Berikut langkah-langkah pembaharuan:

  1. Masuk ke menu aplikasi dan jalankan ROM Manager.
  2. Pilih
    Reboot into Recovery
  3. Pilih
    OK
    saat ditanyakan apakah Anda yakin.

Pada modus pemulihan, hal yang dilakukan pertama-tama adalah membersihkan tembolok Dalvik.

  1. Pilih
    - advanced
  2. Pilih
    - Wipe Dalvik Cache
  3. Pilih
    - Yes - Wipe Dalvik Cache

Setelah selesai, kembali ke menu utama dengan memencet tombol power atau pembatal telepon (kalau pada Z71, tombol berwarna merah). Berikutnya sudah dapat dipasang berkas ZIP. Asumsi saya berkas ZIP ditaruh pada direktori dasar SDCard.

  1. Pilih
    - install zip from sdcard
  2. Pilih
    - choose zip from sdcard
  3. Pilih berkas yang telah Anda taruh, contohnya:
    - cm_z71_full-22.zip
  4. Pilih
    - Yes - install cm_z71_full-22
  5. Tunggu sebentar, ke kamar mandi, Anda sudah minum belum? Sapalah keluarga Anda.

Kembali ke menu utama dan pilih

- reboot system now

untuk menyalaulangkan sistem. Proses menyalaulang agak lama dibagian robot Android bermain papan luncur. Hal ini karena terjadi proses pembaharuan dan pembuatan tembolok Dalvik.

Bila tidak ada aral melintang, telepon Anda sudah dapat digunakan.

Galangan Yang Terbakar dan Minyak yang Keluar

Galangan Yang Terbakar dan Minyak yang Keluar

Seorang rekan memberikan sebuah tautan mengenai Apple di Engadget yang terdapat juga di blog internal Nokia. Intinya tentang nota internal CEO Nokia, Stephen Elop, yang mengeluhkan Nokia kurang kompetitif. Dia mengeluhkan bahwa Nokia telah dikalahkan di berbagai lini. Pada pasar kelas tinggi, Apple menyelak Nokia dengan iPhone dan ekosistemnya. Lalu pada pasar inovasi, Google mengalahkan Symbian dengan Androidnya. Yang paling telak, perusahaan-perusahaan kecil di Shenzen mengalahkan mereka dengan telepon-telepon genggam murah meriah. Nokia tak ada perubahan apa pun dan hanya melihat dan kehilangan banyak kesempatan.

Baguslah, semoga nota ini tidak terlambat seperti SUN Microsystem. SUN Microsystem sering kali diberikan sebagai contoh tragis sebagai perusahaan pendukung perangkat lunak bebas dan terbuka. Itu pernyataan salah kaprah! Asal tahu saja, kesalahan SUN Microsystem adalah mereka terlambat membuka teknologi mereka untuk perangkat lunak bebas dan terbuka. OpenSolaris terlambat keluar setelah orang-orang telah menggunakan GNU/Linux dan sistem BSD pada server-server mereka. Java terlambat menjadi terbuka setelah ada .NET, Python, dan berbagai bahasa inovatif lainnya. Mereka terlambat untuk mengambil keputusan dan lebih dikarenakan dorongan pasar.

Nokia, Anda telah membuat keputusan benar dengan mengakuisisi Trolltech, perusahaan pengembang utama Qt (inti dari KDE). Anda telah membuat keputusan baik dengan membuat Qt berlisensi terbuka namun bisa digunakan untuk komersial. Anda juga telah membuat keputusan bagus dengan mengadopsi Maemo dan menggabungkannya dengan Intel menjadi Meego. Seperti yang dibilang oleh Ari Jaaksi beberapa tahun lalu, Anda telah belajar untuk menjadi bagian dalam ekosistem perangkat lunak terbuka.

Masalahnya, semenjak Nokia Internet Tablet tahun 2005 lalu dan N900 yang tidak pernah diumbar ke publik, Anda tidak pernah lagi membuat perangkat lunak terbuka. Pasar OVI Anda juga tidak menarik karena para pengembang tidak tahu bagaimana cara masuk ke sana. Lagi pula, sudah beberapa kali Anda mengubah fundamental OVI sehingga orang bingung menggunakannya. Cepat sekali perangkat yang Anda produksi tidak didukung oleh OVI. Padahal, bisa jadi produk-produk yang Anda produksi tahun ini beberapa tahun lagi baru ada di negara-negara ketiga. Kendati Anda telah membuka Symbian OS, tetap saja itu karena GNU/Linux telah lebih dahulu masuk.

Mari ambil contoh Android. Kendati sekarang sudah versi 2.3 (Gingerbread), masih banyak perangkat-perangkat yang menggunakan versi 1.6 (Donut). Hal ini dikarenakan ada perusahaan brengsek yang tidak taat GPL yang tidak menyertakan kode sumbernya sehingga komunitas dan bahkan produsen pengguna chipset-nya terpaksa menggunakan versi 1.6. Tetapi, karena keterbukaan dari Android, banyak pemodifikasi yang berusaha mengoptimalkan perangkat ini. Karena bebas, produsen Android di Cina menciptakan sendiri pasar aplikasinya. Sehingga, bagi produsen yang tidak mampu menekan perjanjian dengan Google untuk menyertakan Google Market, mereka bisa membuat sendiri. Bahkan, dengan bahasa mereka sendiri sehingga pasar Cina dengan mudah dipenetrasi karena memakai bahasa ibu.

CEO Anda benar dengan menyatakan bahwa Meego bisa jadi sebuah fenomena baru. Dengan Qt sebagai dasarnya, Meego dapat menerjemahkan banyak aplikasi PC ke dalam perangkat-perangkatnya yang berbasis Meego. Tapi, ini bukan masalah teknologi, Anda punya teknologi superior. Ini bukan soal pasar, Anda punya banyak pengikut yang mau membeli. Ini tentang sikap Anda.

Sikap Anda terhadap komunitas dan para pengembang menentukan apakah Meego bisa menjadi pengembangan idaman. Apple telah menemukan momentumnya, tetapi saya rasa dalam beberapa tahun tak lama lagi mereka akan jatuh. Atau setidaknya mereka akan tetap di pasar yang itu saja.  Telah banyak pengembang mengeluhkan tentang proses masuk ke dalam pasar Apple. Pengembangan yang hanya dapat dilakukan di atas produk-produk Apple mengalienasi kemungkinan mahasiswa-mahasiswa kreatif dalam berinovasi.

Inovasi mereka semakin lama semakin terkejar oleh Android. Dengan dukungan perusahaan-perusahaan Cina yang mempekerjakan buruh murah, Android dapat masuk ke pasar mana saja dengan harga murah meriah. Dengan dukungan komunitas seperti Slatedroid dan CyannogenMod, mereka bisa membuat inovasi yang tak terbayangkan. Aplikasi-aplikasi dapat dengan mudah dibuat dan banyak orang yang dengan waktu luangnya bisa belajar SDK Android yang bisa didapatkan secara bebas.

Mari ambil contoh telepon genggam milik saya, Nexian Journey. Telepon murah meriah ini adalah sebuah perangkat murah Cina yang dibundel dengan merek Nexian Journey. Ada merek seperti Commtiva Z71, Boston, atau merek lainnya dari telepon ini menyatakan bahwa telepon ini ada di mana-mana. Akibatnya, banyak modifikasi yang dibuat oleh pemodifikasi yang bertebaran di Internet. Salah satu yang menjadi kesukaan saya adalah CyannogenMod versi 7 (CM7).

Aslinya, Nexian Journey ini lambat, bahkan versi Eclair (Android versi 2.1) suka hang. Pemodifikasi CM7 telah membuat telepon saya menjadi lebih kencang dari Galaxy S. [1]  Bayangkan, telepon seharga satu jutaan bisa membalap telepon kelas atas.

Saya suka dengan Google yang menutup mata terhadap komunitas yang menyertakan tautan kepada Google Market. Kendati secara hukum itu adalah ilegal, tetapi secara etika seharusnya hal tersebut diperbolehkan. Maksud saya, bukankah Google membuat aplikasi Google Market berjalan di perangkat-perangkat yang dia dukung saja? Pastinya, hanya orang-orang yang memiliki perangkat yang sebelumnya memiliki Google Market yang bisa menggunakan perangkat lunak tersebut. Seandainya pun ada perangkat ilegal, Google bisa menuntutnya. Buat apa membuat teknologi gagal seperti DRM yang hanya menyusahkan para pengguna aslinya?

Anda lihat, Nokia, komunitas bukanlah sosok yang saklek. Komunitas cenderung pemaaf. Kendati Google tidak sepenuhnya terbuka, mereka sebisa mungkin menjelaskan kepada komunitas mengapa mereka tidak bisa terbuka. Seperti AMD sewaktu mengakuisisi ATi, agak lama janjinya untuk terbuka kepada komunitas bisa terpenuhi. Itu pun tidak semua bisa dilakukan. Mereka memberitahukan tentang adanya perjanjian tertutup terhadap teknologi ATi yang tidak bisa dibuka untuk umum. Komunitas pun mahfum. Bagusnya lagi, AMD berusaha mengejar ketertinggalan penggerak (driver) terbuka mereka terhadap Catalyst dengan mempublikasikan spesifikasi produk terbaru mereka. Akibatnya, mereka punya kompetisi dan penggerak terbuka menjadi jauh lebih cepat.

Sekarang bukanlah masa komunitas stereotip Amerika yang memperlakukan konsumen sekedar pemakai bodoh. Sekarang adalah masanya okultisme teknologi. Orang mengaitkan pribadi mereka terhadap sebuah merek. Bukan sekedar keren atau gaya, tetapi soal eksistensi dia di dalam merek tersebut. Bukan sekedar copy cat tetapi sebuah personalisasi yang membuat setiap individu berbeda. Apalagi, generasi masa ini dan akan datang tidak memerlukan gelar sarjana teknik untuk dapat mengerti teknologi. Orang tidak lagi alergi terhadap jargon-jargon teknis. Jargon teknis pun banyak berubah sehingga lebih alami. Anda tahu, seperti jargon “Web 2.0” dan bagaimana jargon ini menjadi bagian keren dalam masyarakat. Teknologi sudah menjadi bagian tren.[2]

Ketika Nokia membuat komunitas Nokia beberapa waktu lalu dan aplikasi narsistiknya, saya sempat bertanya dalam hati. Hendak di bawa ke mana komunitas ini? Ternyata hanya seperti komunitas promo. Maaf, konsumen tidak sebodoh itu. Komunitas promo hanya akan bertahan ketika tidak ada komunitas promo tandingan lainnya. Tetapi ketika Nokia sudah menyertakan pengguna dalam pengembangan, seperti komunitas Ubuntu dan Ubuntu Brainstorm-nya, orang-orang akan merasa bahagia bisa berpartisipasi. Ketika Nokia sudah siap dengan menghadapi dinamika dan gesekan-gesekan dalam komunitas seperti komunitas Ubuntu dan Code of Conduct-nya, Nokia sudah bisa aman berinovasi.

Komunikasi viral adalah alat pemasaran paling jitu saat ini. Bermodalkan Twitter, Facebook, 4chan, dan media sosial lainnya, Anda bisa mempromosikan banyak hal. Anda bisa lihat contoh berbagai meme atau tren di Youtube. Bagaimana seorang anak kecil bernama Justin Bieber menjadi bintang setelah penampilannya di Youtube. Tetapi, berhati-hatilah terhadap komunitas. Anda tidak mau menjadi dell hell selanjutnya, kan?

Sudah bukan zamannya lagi memasarkan brand atau solusi. Ini zamannya komunitas digital. Perangkat teknologi adalah sebuah gerbang, infrastruktur. Seberapa jauh Anda mau jadi gerbang, wahai Nokia? Apa maksud Anda dengan “connecting people”?


  1. Berdasarkan hasil uji Quadrant Standard nilai saya 854, sedikit di atas Galaxy S. Uji terakhir saya menggunakan CM7 Build 33. ^
  2. Saya bahkan menemukan jargon-jargon non-teknologi yang terinspirasi seperti, Edukasi 2.0, tweeps, tweet, blog, dan lain sebagainya. ^
Perjalanan Ke Akhirat

Perjalanan Ke Akhirat

Tadinya saya ingin memperkenalkan perlahan-lahan apa saja opsi yang bisa kita lakukan. Tetapi, ternyata saya sudah gerah dan ingin segera mengoprek-oprek secepatnya. Maka, saya perkenalkan cara untuk mengoprek yang relatif aman.[1] Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Asumsi Tutorial ini A890 Anda masih perawan dan Anda sudah punya banyak aplikasi yang cukup. Anda bosan dan ingin menyentuh Android versi lain.
  2. Buat cadangan (backup)!
  3. Ganti SDCard yang asli dengan SDCard yang Anda beli sendiri. Paling bagus Anda membeli SDCard kelas 6 untuk performa dan ketahanan. SDCard yang asli berukuran 1 GB, tetapi saya sarankan untuk membeli 4GB+. Selain bisa buat menampung cadangan, Anda dapat bebas menampung banyak hal lainnya.
  4. Agar aman, usahakan Anda lakukan ini semua dengan baterai setidaknya 50%.

Persiapan di Android Asli

Pertama, pasang aplikasi z4root untuk mendapatkan akses root (rooting). Aplikasi ini memanfaatkan celah keamanan untuk memasang busybox dan su. Saya pilih untuk akses root menjadi permanen.

Setelah itu, masuk ke pasar, cari dan pasang Superuser.  Seluruh paket yang membutuhkan akses root akan diatur oleh Superuser. Maka, penting untuk memasang aplikasi ini. Aplikasi ini seperti sudo di GNU/Linux atau pun Administration Rights di Windows Vista.

Selamatkan Aplikasi

Langkah ketiga, masuk ke pasar dan pasang MyBackup Root. Ada banyak aplikasi pengatur cadangan, tetapi saya memilih yang ini karena berjalan baik dan tidak neko-neko. Dari Eclair asli Nexian Journey, saya pasang aplikasi ini. Lalu saya pindah ke CyanogenMod versi 7 RC0 Build 7, aplikasi ini memperbaiki hampir semua! Hanya Aldika Book Reader yang gagal jalan.

Ketika pertama kali kita ditanyakan oleh MyBackup Root, “Please set your Password:” . Nah, ini dilewati saja dengan memilih “Don’t Ask Again“.  Fitur menyelamatkan secara daring hanya berlaku di versi Pro. Lagipula, kita cukup menyelamatkan aplikasi-aplikasi kita ke SDCard saja.

Untuk menyelamatkan aplikasi kita, pilih “BACKUP”.  Lalu pilih “Applications & Media“. Sejujurnya, saya tidak tahu apakah data perlu diselamatkan juga. Tetapi, saya hanya perlu menyelamatkan apa yang perlu saja. Kemudian, pilih untuk menyelamatkan ke “Local (SD Card)“. Setelah itu, beri tanda centang ke “Apps” dan “Photos” untuk menyelamatkan seluruh aplikasi dan foto-foto kita. Terakhir, beri nama penyelamatan kita lalu pilih “Ok“.

Pasang ROM Manager dan Clockwork Recovery

Langkah keempat, masuk ke pasar dan pasang ROM Manager. Aplikasi ini akan memasang ClockworkMod untuk pemulihan (recovery). Android setidaknya memiliki 2 image untuk modus-modus yang dia gunakan:

  1. Image normal yang berisi bootstrap sistem operasi.
  2. Image untuk modus pemulihan.

Nah, untuk memasang sistem baru dibutuhkan image untuk modus pemulihan. Jalankan ROM Manager. Versi terbaru ROM Manager pada saat penulisan adalah v3.0.0.7.  Pilih “Flash ClockwordMod Recovery”. Pada Confirm Phone Model, pilihlah “Commtiva Z71 (Boston, Blaze, and more)“. Tunggu beberapa saat, ROM Manager akan mengunduh image ClockworkMod dan memasangnya. Sebaiknya setelah selesai Anda menyalaulangkan A890.

Catatan dari saya, jangan kuatir apa bila modus pemulihan Anda gagal. Kemungkinan proses pemasangan image tidak sempurna, jadi Anda bisa mengulang proses paragraf sebelum ini. Asumsi langkah-langkah berikutnya adalah Anda sudah memasang ClockwordMod Recovery.

Persiapan di Komputer

Anda bisa pilih banyak rasa Android, tetapi untuk ini saya memasang CyanogenMod (CM). Saat ini saya berjalan dengan versi nightly build. Pertama-tama, Anda perlu mengunduh versi nightly build dari repositori ini. Tadi malam saya mendapati versi 7.0.0 RC0 Build 7, baru saja saya periksa sudah ada yang Build 8. Silakan unduh yang terbaru.

CM tidak menyediakan aplikasi Google, Anda harus mengunduhnya terpisah. Menurut artikel Boston Mania[2], Anda dapat mengunduh aplikasi yang ada di sini atau versi lengkap yang ini.

Sampai sini, sudah ada 2 berkas yang terunduh:

  1. cm_z71_full-7.zip, sistem CM, ganti versi dengan versi yang terbaru.
  2. gapps-gb-20110115-signed.zip, kumpulan aplikasi Google.

Selamatkan ROM Asli

Sebelum melangkah lebih lanjut, terlebih dahulu lakukan penyelamatan data. Masuk ke ROM Manager, dan pilih “Backup Current ROM” untuk menyelamatkan sistem Anda. Sistem akan otomatis menyalaulangkan dirinya dan masuk ke modus pemulihan. Di modus inilah seluruh partisi internal Anda diselamatkan.

Selamatkan Isi SDCard

Setelah itu, langkah berikutnya adalah menyelamatkan data-data yang ada di SDCard ke komputer. Tidak semua data perlu diselamatkan, tetapi jika Anda paranoid, silakan saja menyelamatkan semua. Saya sendiri memilih untuk hanya menyelamatkan direktori

clockwordmod

,

eBooks

, dan

rerware

. Direktori

clockworkmod

adalah direktori pemulihan ROM Manager dan

rerware

adalah direktori MyBackup Root.

Hubungkan A890 Anda ke komputer dengan kabel USB. Lalu, tarik panel atas dan tekan pesan untuk mengaktifkan SDCard Anda sebagai penyimpan USB. Salin direktori-direktori tersebut ke komputer. Lalu, nonaktifkan kembali modus penyimpan USB. Tahap penyelamatan data ini penting karena kita mau memformat ulang SDCard.

Memasang Roti Jahe

Partisi Ulang SDCard

Masuk kembali ke ROM Manager dan pilih “Partition SD Card“. Mulai versi Froyo, Android sudah membagi partisi SDCard menjadi 3 partisi; partisi untuk program, partisi untuk swap, dan partisi biasa. Saya punya SDCard 4GB, maka partisi saya; 512MB ext2, 32MB swap, dan sisanya partisi biasa. Silakan nyalaulangkan A890 Anda.

Isi Kembali SDCard

Hubungkan kembali A890 Anda ke komputer dan aktifkan modus penyimpan USB. Salin kembali direktori-direktori yang telah diselamatkan. Salin juga 2 berkas ZIP yang telah kita unduh (CM7 dan GApps) ke direktori dasar dari SDCard Anda. Setelah itu, matikan modus penyimpan USB.

Pasang Roti Jahe Sekarang

Nyalakan kembali ROM Manager dan pilih “Install ROM from SD Card“. Rambah ke SDCard dan pilih berkas ZIP CM7 yang sudah diunduh. Jalankan seluruh proses sampai telepon dinyalaulangkan ke Android CyanogenMod normal. Saat ini aplikasi Google (GApps) belum terpasang.

Untuk memasang aplikasi Google, masuk ke ROM Manager dan pilih “Reboot into Recovery“.  A890 akan menyalaulang dan masuk ke ClockworkMod Recovery. Selanjutnya: (untuk dapat memilih Anda dapat gunakan trackball)

  1. Pilih “– install zip from sdcard
  2. Pilih “– choose zip from sdcard
  3. Pilih berkas ZIP GApps yang sudah Anda unduh.
  4. Tunggu sebentar….
  5. Tekan tombol [POWER] untuk kembali ke menu selanjutnya terus sampai ke menu utama.
  6. Pilih “– reboot system now
  7. Selesai.

Kembalikan Aplikasi Lama

Masuk ke pasar dan pasang kembali MyBackup Root. Masuk ke MyBackup Root:

  1. Pilih “RESTORE”.
  2. Pilih “Applications & Media
  3. Pilih “Local (SD Card)
  4. Pilih nama yang Anda pilih waktu menyelamatkan.
  5. Tunggu sebentar…
  6. Pilih aplikasi dan foto yang hendak diselamatkan.
  7. Pilih “Ok

Omong-omong, Anda bisa memilih aplikasi mana saja yang hendak diselamatkan. Sebaiknya Anda tidak memilih aplikasi yang sudah ada di CM7.

Selesai

-=tamat=-


  1. Tidak ada yang aman kalau berhubungan dengan firmware dan orang yang ceroboh tak mau baca. Saya tidak bertanggung jawab jika perangkat Anda tak dapat digunakan. ^
  2. Boston Mania, [Rom 2.3] Cyanogen MOD 7 for Z71 – Build 7, situs: http://boston-mania.blogspot.com/2011/01/rom-23-cyanogen-mod-7-for-z71-build-7.html ^
Dimulainya Sebuah Perjalanan

Dimulainya Sebuah Perjalanan

Akhirnya setelah lama menunggu, Nexian Journey A890 yang telah lama terpesan datang juga. Setelah lama menanti dalam kehinaan oleh si itam (:P) dan kegerahan sudah memasang/memodifikasi punya orang lain, akhirnya Nexian Journey itu datang juga. Ia datang sepaket dengan paket 3 untuk Yogya (yeah, you have the idea how badly I wanted this phone and have a friend of a friend hunted this thing). Setelah mendaftar, nomor aktif selama setahun gratis. Yay!

Nexian yang datang ini telah dilengkapi oleh Eclair. Saya sudah cukup puas dengan kinerjanya, snappier. Seperti awal saya menggunakan GNU/Linux, saya akan menjadi seperti pengguna dulu sebelum berbicara tentang SDK dan kompilasi sendiri kode sumber kernel Android. Maka, dengan bermodalkan Eclair yang asli, saya coba mengubah A890 menjadi yang lebih baik.

Aplikasi yang harus dipunyai:

  1. ZXing Barcode Scanner. Sangat menarik A890 tidak memiliki pembaca barcode! Padahal, instalasi aplikasi-aplikasi menarik biasanya menggunakan kode QR. Maka, aplikasi ini yang wajib dimiliki.
  2. Twitter for Android Anehnya,  A890 belum punya klien twitter.
  3. Andless Aplikasi ini untuk memainkan musik. Selain format asli yang didukung Android, ada juga format-format yang lain termasuk Musepack!
  4. DropBox Kalau Anda senang dengan cloud. Teknologi ruang data ini menyediakan ruang yang bisa diakses oleh telepon Anda, komputer, iPhone, dan gadget-gadget yang memiliki klien kepada DropBox.
  5. Last.FM Integrasi dengan Last.FM.

Saya memutuskan untuk memasang aplikasi yang tidak membutuhkan rooting terlebih dahulu. Oh, iya, jangan lupa setelah memasang ZXing Anda mengunjungi livewallpapers.org untuk memiliki wallpaper bergerak yang bagus. Saya jadi teringat SE 508i saya. Tetapi, yang keren dari wallpaper bergerak ini adalah mereka peka sentuhan.

Kemungkinan saya akan memutuskan memasang aplikasi-aplikasi lanjutan. Bila waktu memungkinkan dan saya tidak menjadi malas menulis.

PEMBAHARUAN

Aplikasi tambahan:

  1. Dolphin Browser HD Peramban dengan ekstensi dan tematik.
  2. aFlashlight Membuat A890 menjadi senter dengan memanfaatkan lampu kamera dan kecerahan layar.
  3. Aldiko Pengoleksi buku-buku daring, mendukung PDF dan epub.
  4. ASTRO Peramban sistem berkas.
  5. Cover Art Downloader Untuk melengkapi album-album musik Anda dengan gambar sampul.