Universitas Indonesia banyak menggunakan WordPress sebagai backend situs. Sayangnya, WordPress hanya mendukung basisdata MySQL. Untuk itu, kami memilih menggunakan MariaDB. Ada juga, sih, ingin menggunakan Percona, tetapi itu untuk kisah yang lain.

Saya mendapati bahwa akses WordPress agak lama 1 sampai beberapa detik. Dari hasil baca sana-sini, saya menemukan sepertinya masalahnya ada pada konfigurasi query cache (QCache). Oracle menyarankan QCache dimatikan saja karena tidak mendukung paralelisasi pada mesin multi-core. Bahkan, untuk Oracle versi MySQL 5.6 secara baku mematikan fasilitas ini.

Lalu bagaimana?

Menurut saya, berhubung MariaDB berada di atas ZFS yang sudah ada ZIL dan ARC/L2ARC, mengapa tidak langsung saja pertembolokan diurus oleh sistemberkas?

Akhirnya, saya pun mematikan QCache:

Sehingga:

Indikator kesuksesan saya adalah tabel yang terbuka di MariaDB tidak bertambah atau bertambah dalam jumlah yang sedikit. Hasilnya, situs berjalan dengan baik dan lebih cepat.

Saya tertarik dengan mematikan double buffer pada MariaDB. Fungsi ini dapat digantikan oleh ZFS dengan mekanisme ZIL. Untuk berkas selain ZFS (EXT4) sangat tidak disarankan karena bila MySQL OOM atau mati tiba-tiba, InnoDB bisa langsung rusak. Ya, tapi, berhubung itu untuk situs yang banyak menulis ke basisdata, saya rasa belum perlu.

Bacaan Lebih Lanjut