Kisanak pikir setelah mengerti jurus Kunyuk Melempar Pisang, Kisanak sudah bisa menguasai dunia persilatan? Kisanak harus mawas diri dan mengerti bahwa di atas langit masih ada langit lagi. Jurus itu mungkin bisa membuat Anda selamat di dunia persilatan. Camkan ini:

Di atas langit masih ada langit; ilmu yang dikuasai hanyalah setitik dari samudera.

Ketika aplikasi yang dibuat hanya sederhana, ilmu jurus Kunyuk Melempar Pisang sudah cukup. Masalah baru ketahuan setelah Kisanak naik level dengan aplikasi yang besar dan kompleksitas tinggi. Niscaya Kisanak akan menemukan bahwa Kisanak hanyalah jawara kampung.

Untuk dapat merajai dunia persilatan, ada konsep lain yang Kisanak mesti pahami: modularitas.

Kisanak harus bisa memilah. Mana yang kekhususannya untuk menghadapi basisdata. Mana yang kekhususannya menampilkan dan memroses laman web. Mana kekhususannya mengurusi logaritma. Dan berbagai kekhususan lainnya. Dengan memahami kekhususan ini, Kisanak bisa melakukan dua konsep ini: reuse dan melacak ketergantungan.

Reuse, adalah konsep sakral pemrograman. Seperti pemeo berkata, “do not invent the wheels.” Kode yang baik adalah yang bisa memisahkan dengan baik fungsi-fungsi dalam berkas/proyek terpisah sehingga dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak. Proses untuk mengubah dari kode yang kompleks dan rumit menjadi terpecah-pecah dan modular ini disebut proses decoupling.

Decoupling adalah sebuah Dao yang mendalam. Banyak yang berusaha menemukan misteri dibaliknya. Sedikit yang dapat menguasai Dao ini. Mereka yang telah mencapai pencerahan, merekalah sesungguhnya yang merajai dunia persilatan!

Di dunia persilatan, ada beberapa ilmu kanuragan untuk decoupling. Ada yang memiliki karma tinggi sehingga bisa mampu menguasai level tinggi menggunakan ilmu Pemrograman Dinamis (Dynamic Programming), ilmu Kalkulus Lambda (Lambda Programming), dan lain-lain. Banyak juga orang yang tergabung dalam sekte-sekte yang memiliki repositori Dao mendalam. Mereka ini banyak mengkultivasi ilmu Design Pattern. Pernah ada legenda bahwa sebuah ilmu ilmu legendaris yang sepertinya hilang ditelan bumi seperti KAOS bisa menguasai penuh Dao ini.

Sayangnya, untuk orang-orang biasa, yang paling banyak dikultivasi orang adalah variasi ilmu Tebak-tebak Berhadiah. Ilmu ini mudah dikuasai, namun ia takkan mampu memberikan pencerahan sampai menguasai seluruh Dao. Itu sebabnya, bagi orang-orang kebanyakan, mukadimah ini semua tidak berguna.

Mereka akan mengira bahwa apa yang ditulis ini hanyalah mengisi luang supaya entri ini banyak. Camkanlah satu rahasia langit ini, Kisanak: tutorial ini hanyalah gerbang menuju Dao decoupling. Yang perlu dipahami selanjutnya adalah melatih pikiran.

Melatih jiwa, melatih raga. Melatih roh, melatih kode. Lepas dari Samsara, lepas dari debug tak berakhir.

Pindah ke Gradle Modular

Mari dapatkan proyek yang telah dibuat sebelumnya:

wget https://github.com/jpmrblood/percuma/archive/v1.zip -qO- | jar xvf /dev/stdin && cd percuma-1

Setelah masuk ke direktori proyek terdahulu, mari ubah menjadi modular.

Buat direktori untuk menjadi sebuah submodul dan pindahkan berkas build.gradle dan seluruh kode sumber.

mkdir percuma-app
mv build.gradle src percuma-app

Ingat, build.gradle adalah seperti Makefile. Isinya adalah aturan yang diperlukan untuk mengompilasi.

Selanjutnya, beritahu percuma bahwa dia memiliki submodul percuma-app.

echo "include 'percuma-app'" >> settings.gradle

Terakhir, tambahkan modul percuma-app sebagai syarat yang dibutuhkan oleh percuma.

cat >> build.gradle << EOF
apply plugin: 'java'

dependencies {
  compile ':percuma-app'
}
EOF

Karena kita mau mengompilasi proyek ini, maka jangan lupa tambahkan plugin java pada aturan Gradle. Secara otomatis Gradle akan menjalankan perintah-perintah yang dijalankan pada proyek utama pada submodulnya nanti. Kalau tidak percaya, silakan saja coba:

./gradlew -q run

Hasilnya harusnya sama, sih.