Mengenai skema partisi yang Anda pilih, semuanya bebas. Yang penting, sisakan 100 s.d. 200MB diska untuk partisi UEFI dengan format FAT32 atau FAT16.

UEFI mandates on GPT partition.

UEFI mandates on GPT partition.

Karena Windoze dan beberapa vendor lama, UEFI masih memungkinkan untuk membuat format partisi BIOS (4 partisi utama maksimal). Namun, karena saya memasang ini di laptop saya sendiri, saya membeli kosong sehingga memformat seluruh diska dengan format partisi GPT. Saya membuat satu partisi di awal dengan besar 200MB dan format FAT16 untuk partisi UEFI.

My laptop partition as an example

My laptop partition as an example

Saya tidak menyatakan proses pemformatan karena sudah pernah dibahas di blog ini berulang kali. Lagi pula, saya memformat menggunakan Manajer Partisi KDE yang ada di CD Pemasang Kubuntu. Tak perlu menyusahkan diri dengan terminal.

Oh, iya, supaya tidak bingung, saya mengasumsikan ini semua dilakukan dari CD/USB Live Pemasang Kubuntu 16.04 Xenial.

Persiapan

Sebelum mulai, saya mengubah /etc/apt/sources.list CD/USB sehingga berisi:

Ini biar proses pemasangan menggunakan repo terdekat.

Lalu, seperti biasa saya pasang debootstrap:

Sampai sini saya mengasumsikan bahwa Anda telah memformat diska Anda dengan benar sebelum lanjut dengan Manajer Partisi KDE atau pun cara lainnya.

Pasang Sistem Dasar

Lakukan stanza yang biasa dilakukan:

Baru setelah itu, pasang KDE:

Konfigurasi zona waktu dan lokalisasi:

Tambahkan pengguna:

Pasang kernel dan GRUB EFI:

Konfigurasikan dan pasang GRUB EFI. Ingat! Dua langkah ini perlu dilakukan agar sistem dapat dinyalakan ulang.

Sisanya terserah Anda karena langkah-langkah ini sudah membuat sistem Anda berjalan.

TAMAT.