Minggu ini saya menambahkan sebuah VGA baru, HIS Radeon R7 370 IceQ H2 2GB, ke komputer saya. Secara umum spesifikasi saya menjadi AMD FX 8350 8 inti, 32 GB memori, dan R7 370.

Sebenarnya saya ingin membeli R7 270x. Namun, harga toko di Mangga Dua masih disebut sebagai R9 270x. Berarti barang tersebut belum diperbaharui di Indonesia. Memang, strategi AMD aneh sekali. Barang R9 masa lalu diterbitkan ulang menjadi seri R7. Itu sebabnya, VGA saya masih terdeteksi sebagai R9 270.

Para ahli tempat saya mengadu menyarankan saya membeli VGA nVidia. Memang diakui, implementasi OpenGL nVidia terbaik. Apalagi, ATi lebih mengarah kepada optimasi DirectX.

Lalu mengapa?

Karena AMD telah melepaskan implementasi registernya untuk diakses oleh pengembang kode bebas/terbuka sehingga bisa dibuat penggerak versi terbuka. Saat ini, implementasi terbaik untuk VGA berbasis kode bebas/terbuka dimenangkan oleh AMD. Intel tidak kalahnya untuk keterbukaan. Hanya saja, kartu grafisnya belum sepadan.

Pemasangan Kernel

Kernel yang digunakan adalah kernel 4.2 yang baru saja diterbitkan. Unduh kernel ini:

wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v4.2-unstable/linux-headers-4.2.0-040200-generic_4.2.0-040200.201508301530_amd64.deb \
 http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v4.2-unstable/linux-headers-4.2.0-040200_4.2.0-040200.201508301530_all.deb \
 http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v4.2-unstable/linux-image-4.2.0-040200-generic_4.2.0-040200.201508301530_amd64.deb

Saya mendapati pesan kesalahan ini:

[    2.242982] radeon 0000:01:00.0: Direct firmware load for radeon/TAHITI_vce.bin failed with error -2
[    2.242985] radeon 0000:01:00.0: radeon_vce: Can't load firmware "radeon/TAHITI_vce.bin"

Nampaknya karena implementasi kode terbuka/bebas untuk VCE baru diterbitkan pada Mei 2015 lalu. Saya perlu mengunduh versi terbaru firmware dari versi setelah Vivid.

wget https://launchpad.net/ubuntu/+archive/primary/+files/linux-firmware_1.147_all.deb

Setelah ini, pasang semuanya.

sudo dpkg -i *.deb
sudo update-grub

Selanjutnya pemasangan MESA dan DRM paket Gallium Nine. Oh, iya, sekalian bonus Wine yang mendukung Gallium Nine.

Pemasangan MESA dan DRM versi iXit

Dahulu saya juga pernah melakukan ini di Gentoo. Cukup rumit karena mengunduh dari GIT. Namun, nampaknya Ubuntu membuat semuanya mudah. Cukup tambahkan tiga repositori PPA ini.

sudo add-apt-repository ppa:oibaf/graphics-drivers
sudo add-apt-repository ppa:oibaf/gallium-nine
sudo add-apt-repository ppa:commendsarnex/winedri3

oibaf telah berbaik hati memaketkan MESA/DRM dan Gallium Nine. Gallium Nine adalah sebuah implementasi Gallium yang menerjemahkan perintah DirectX 9 langsung tanpa perlu diganti menjadi perintah OpenGL. Sehingga, setiap perintah DirectX 9 langsung dieksekusi ke perangkat keras. Gallium sendiri sebuah teknologi yang memanfaatkan LLVM untuk mengeksekusi serangkaian perintah ke VGA.

Sekarang, perbaharui perangkat lunak Anda.

sudo apt-get update
sudo apt-get upgrade

Ubuntu normalnya memasang libtxc-dxtn-s2tc0, sebuah implementasi S3TC yang bebas paten. Puji Tuhan, Indonesia tidak memiliki hukum paten perangkat lunak yang bodoh. Mari gunakan paket implementasi S3TC (teknik kompresi tekstur) yang sesuai implementasi OpenGL. Hidup anti paten perangkat lunak!

sudo apt-get install libtxc-dxtn0

Tambahkan DRI3 pada berkas konfigurasi X.Org /etc/X11/xorg.conf

Section "Device"
   Identifier "radeon"
   Driver "radeon"
   Option "DRI3"
EndSection

Penggunaan DRI3 masih perlu diaktifkan secara manual.

Oh, iya, sekalian saja pasang Wine yang sudah bisa mendukung Gallium Nine.

sudo apt-get install wine1.7

Jika berhasil sampai baris ini, silakan menyalakan ulang komputer Anda untuk menikmati versi yang lebih bagus.

Hasil Radeon

Hasil pandangan mata saya, RADEON jauh lebih stabil dan cepat dibandingkan dengan FGLRX, penggerak tertutup dari AMD.

Saya bermain DoTA 2 dengan konfigurasi:

-novid -console -high -dev -threads 4 +mat_autoload_glshaders 0

Semua opsi grafis menyala kecuali VSync. Oh, iya, pada FGLRX, saya mematikan ambiance occlusion agar nyaman dimainkan.

Saya juga menerapkan Unigene Heaven versi Demo untuk membandingkan. Hasil menggunakan DirectX Wine lebih cepat dibandingkan dengan OpenGL. Aneh sekali, memang.

 

Bacaan Lebih Lanjut