Sebelum ini saya telah membahas bagaimana menggunakan HHVM dengan Monit. Saat ini saya berusaha mengaplikasikan HHVM dengan Supervisord. Supervisord adalah sebuah aplikasi yang bertugas untuk mengatur proses-proses. Dia mirip dengan uWSGI, unicorn, gunicorn, systemd, dan lain sebagainya.

Eh, systemd? Bukankah systemd sebuah aplikasi init?

Iya, betul! Mereka semua memiliki fungsi yang kurang lebih sama. Namun, supervisord memiliki konfigurasi agnostik dibandingkan systemd. Maklum saja, systemd digunakan untuk sistem juga. Sekarang orang masih merasa ngeri kalau berhubungan dengan sistem. Ya, begitu, deh….

Skenario

Skenario yang digunakan sebagai contoh adalah sebagai berikut:

  • Supervisord akan dipakai untuk meluncurkan 2 proses HHVM.
  • HHVM yang pertama akan dipakai sebagai koneksi utama dengan NGINX.
  • HHVM yang kedua digunakan sebagai cadangan.

Untuk skenario pemasangan virtual host yang dipakai secara beramai-ramai, Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.

Pasang HHVM dan Supervisord

Cara memasang repositori Debian 7 dan Debian 8. Untuk Ubuntu dan distro-distro sejenis lainnya silakan cari sendiri. Saya pernah membahas di artikel terdahulu.

Mari pasang secara Debian:

sudo apt-get install hhvm supervisor

Selanjutnya konfigurasi.

Konfigurasi

Untuk konfigurasi HHVM yang sama/generik, saya akan menuliskannya dalam sebuah berkas konfigurasi HHVM. Untuk dua proses HHVM, konfigurasi supervisord akan berisi parameter yang berbeda dalam menjalankan HHVM.

HHVM

Buat sebuah berkas /etc/hhvm/hhvm_generik.ini — saya kurang kreatif memberi nama, silakan ganti dengan nama lain.

; php options

; php options


; hhvm specific
hhvm.server.type = fastcgi
hhvm.server.default_document = index.php
hhvm.log.level = Warning
hhvm.log.always_log_unhandled_exceptions = true
hhvm.log.runtime_error_reporting_level = 8191
hhvm.log.use_log_file = true
hhvm.log.file = /var/log/hhvm/error.log
hhvm.mysql.typed_results = false

hhvm.jit = 1
hhvm.eval.jit_warmup_requests = 1

hhvm.keep_perf_pid_map = 0
hhvm.perf_pid_map = 0
hhvm.perf_data_map = 0

hhvm.server.apc.enable_apc = true

Selanjutnya, konfigurasi berbeda untuk tiap proses HHVM.

supervisord

Konfigurasi untuk proses HHVM utama, /etc/supervisor/conf.d/hhvm.conf

[program:hhvm]
command=/usr/bin/hhvm -c /etc/hhvm/php.ini -c /etc/hhvm/server_wp.ini -m server
     -vPidFile=/var/run/hhvm/pid
     -vServer.FileSocket=/var/run/hhvm/hhvm.sock
     -vRepo.Central.Path=/var/run/hhvm/hhvm.hhbc
directory=/var/www/html
numprocs=1
autostart=true            ; start at supervisord start (default: true)
autorestart=unexpected    ; auto restart if HHVM dies
startretries=3
user=www-data  ; setuid to this UNIX account to run the program

Selanjutnya, saya akan buat konfigurasi untuk proses HHVM cadangan. Saya akan menandai beberapa baris yang berbeda.

[program:hhvm2]
command=/usr/bin/hhvm -c /etc/hhvm/php.ini -c /etc/hhvm/server_wp.ini -m server
     -vPidFile=/var/run/hhvm/pid2
     -vServer.FileSocket=/var/run/hhvm/hhvm2.sock
     -vRepo.Central.Path=/var/run/hhvm/hhvm.hhbc
directory=/var/www/html
numprocs=1
autostart=true            ; start at supervisord start (default: true)
autorestart=unexpected    ; auto restart if HHVM dies
startretries=3
user=www-data  ; setuid to this UNIX account to run the program

Supaya jelas, perubahan yang saya buat untuk proses HHVM kedua:

  • Baris pertama, ubah nama grup proses menjadi hhvm2. Istilah grup proses karena bisa jadi dalam hhvm2 ada beberapa proses.
  • Baris ketiga, ubah nama proses menjadi /var/run/hhvm/pid2
  • Baris keempat, ubah nama socket menjadi /var/run/hhvm/hhvm2.sock]

Saya masih menggunakan konvensi direktori yang lama, /var/run. Untuk konvensi saat ini, sebaiknya ditulis ke direktori /run. Anda sebaiknya membiasakan diri saja dengan direktori itu.

Untuk skenario yang lain, repositori kode HHVM pada baris ke-5 dapat ditaruh pada berkas yang berbeda. Kebetulan saya menggunakan pengguna yang sama, jadi saya menggunakan satu repositori saja.

Pak, itu aman, ‘kah?

Repositori HHVM itu sendiri adalah sebuah berkas SQLite3. Menurut FAQ SQLite, SQLite3 menggunakan penguncian sistemberkas saat menulis. Sehingga, hanya satu saja proses yang bisa menulis. Sayangnya, untuk sistemberkas NFS dan FAT mekanisme itu tidak terjamin. Ingatlah untuk tidak menaruh berkas repositori di NFS.

Repositori HHVM berukuran sangat besar. Hal ini dapat membebankan untuk skenario inang dengan banyak situs. Untuk menghemat, Anda dapat saja membuat repositori HHVM dengan perizinan grup dapat menulis (0660). Lalu, setiap pengguna yang menjalankan HHVM dimasukkan ke grup itu. Ah, tapi ini di luar skenario dan saya takkan membahas untuk saat ini.

nginx

Ubah upstream NGINX untuk menambahkan satu HHVM sebagai cadangan. Sebagai contoh, saya menaruh upstream dalam sebuah berkas /etc/nginx/conf.d/upstream.conf

# Upstream to abstract backend connection(s) for PHP.
upstream php {
  server unix:/var/run/hhvm/hhvm.sock;
  server unix:/var/run/hhvm/hhvm2.sock backup;
}

Kira-kira begitulah untuk setiap konfigurasi. Selanjutnya, mari menjalankan setiap proses.

Jalankan Semua

Selanjutnya, jalankan proses.

supervisord

Pertama-tama, tambahkan aturan-aturan HHVM yang baru dibuat.

sudo supervisorctl reread
sudo supervisorctl add hhvm
sudo supervisorctl add hhvm2

Baris pertama meminta supervisord untuk membaca ulang konfigurasi. Dua baris selanjutnya menjalankan HHVM.

Oh, iya, kalau misalnya ada perubahan di berkas konfigurasi, jalankan:

sudo supervisorctl update hhvm

Ganti hhvm dengan nama grup proses yang lain.

nginx

Jalankan NGINX seperti biasa.

sudo invoke-rc.d nginx restart

Selesai.

Bacaan Lebih Lanjut