Yanis Varoufakis baru saja dilantik menjadi Menteri Keuangan Yunani yang baru. Dia dikenal sebagai seorang ekonom yang menentang bail-out Yunani. Yang menarik, dia sebelumnya adalah ekonom yang disewa Valve untuk pengembangan sistem ekonomi Steam.

Dia mendeskripsikan dirinya sebagai Marxist Libertarian. Pantas saja Steam dibuat menjadi lebih sebagai ekosistem yang dibangun secara bebas untuk para pengembang dan pemain. Valve sebagai penyedia ekosistem memastikan partisipasi aktif setiap orang yang tergabung dalam ekonomi digital yang dibangunnya.

Sebagai seorang ekonom, tentunya dia lebih berpengalaman dibandingkan yang lain. Dengan menggunakan Steam, dia dapat menerapkan berbagai model ekonomi. Ditambah lagi, Valve punya kendali khusus untuk menambah/mengurangi jumlah parameter atau menetapkan konstanta-konstanta dalam menjadikan Steam sebagai pasar yang unik.

Pandangan dia yang lain yang menarik adalah mengenai ekonometrik. Bahwa ekonomi sering kali dipandang sebagai sebuah peristiwa yang dapat dicocokkan dengan berbagai teori yang mana teori-teori tersebut bisa jadi saling berkompetisi/bertentangan. Sehingga, apabila ada dua atau lebih teori yang bertentangan, setiap ekonom harus memilih salah satu dari teori yang bertentangan dan mengabaikan teori yang lainnya. Itulah sebabnya, teori-teori tersebut hanya mampu menjelaskan secara empiris fenomena-fenomena ekonomi dengan asumsi ceteris paribus.[1]

Yang menarik dari Steam adalah perubahan paradigma bahwa nilai ekonomis tidak saja dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, dan kekuatan menawar. Adanya sistem barter yang diterapkan oleh Valve di dalam Steam membuat perhitungan ekonomis menjadi kacau. Ada faktor sosial, terutama persepsi pengguna tentang barter sebagai sarana memberikan hadiah dan barter sebagai alat tukar.

Hal ini dijelaskan lebih lanjut dengan adanya salah tafsir dalam fondasi ekonomi barter dan mengapa ada suatu nilai tukar. Setidaknya, dari penemuan-penemuan arkeologis, diketemukan bahwa uang awalnya bukan sebagai murni alat tukar semata, tetapi sebagai penanda utang. Uang baru menjadi penting ketika ada pemaksaan sosial dalam mengatur produksi dan distribusi. Pemaksaan sosial melalui strata sosial (hierarki, kasta),  kewajiban, dan kekerasan terorganisasi membentuk konvensi sosial tersebut. Hal inilah yang melahirkan nilai-nilai sosial dalam masyarakat modern saat ini, termasuk penggunaan uang sebagai nilai tukar.

Ada faktor filosofis yang membentuk pertukaran ekonomi. Saya jadi teringat mengenai perbedaan antara pasar (in-game market) dalam  permainan-permainan Asia Timur dengan pasar permainan Masyarakat Barat. Nanti saya tulis, deh. Tapi, syaratnya jangan tertawakan saya bila ilmu saya masih kurang.

Aduh, saya perlu berhenti sebelum tulisan ini jauh dari ranah pengetahuan saya. Saya cuma mau bilang bahwa ekonom dibalik Steam sekarang menjadi Menteri Keuangan Yunani yang baru. Intinya, ya, itulah alasan mengapa saya memakai Steam setiap malam.

Ahem, maksud saya, penelitian Steam sebagai pasar permainan membuktikan bahwa suatu ekosistem ekonomi dibangun dengan multi-dimensi yang mana TIK salah satu pemeran di dalamnya. Saya berharap rekan-rekan dengan ranah sosial bisa menjelaskan beberapa faktor dalam Steam.


  1. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan empirical regularities dengan bahasa manusia. Tulisan ini jauh di luar ranah saya. ^

Bacaan Lebih Lanjut