Sebelum Ini

Ada beberapa syarat untuk dapat Memasang Deadlight.

  1. Sudah memasang PlayOnLinux.
  2. Sudah membeli/berniat membeli Deadlight dari STEAM. Saya tak sudi membantu pembajakan.
  3. Rasa haus mau belajar dan bermain.
  4. Semua dimulai dari Halaman Depan.
    PlayOnLinux front page

    PlayOnLinux front page

Selanjutnya proses pemasangan sederhana, kok. Intinya ada tiga kegiatan:

  1. Memasang WINE
  2. Memasang Lingkungan WINE untuk Steam.
  3. Memasang Steam
  4. Memainkan Deadlight

Gampang, bukan?

Memasang WINE

Untuk memasang WINE gunakan langkah seperti berikut.

  1. Dari Halaman Depan, buka menu Tools ⇒ Manage Wine versions
  2. Pastikan Anda ada di tab Wine versions (x86) untuk Wine 32-bit. Kebanyakan permainan masih memakai pustaka 32-bit.
    PlayOnLinux-WINE version Installer - 01 Pick Version

    PlayOnLinux-WINE version Installer – 01. Pick Version

  3. Pada tab tersebut, pada bagian Available Wine versions: pilihlah versi 1.7.24-LeagueOfLegendsCSMT dan tekan tombol “>” untuk dipasang.Saya tidak tertarik kepada LoL. Tetapi, teknologi CSMT membuat instruksi OpenGL berjalan secara paralel sehingga menghasilkan gambar lebih cepat.
  4. Terakhir, wisaya akan menanyakan konfirmasi Anda. Langsung saja Next.
PlayOnLinux-WINE version Installer - 00 Intro

PlayOnLinux-WINE version Installer – 00. Intro

 

Saya tidak sempat mengambil cuplikan proses pemasangan karena prosesnya di tempat saya terlalu cepat. Bukannya mau menyombongkan diri, tapi memang demikian. Setelah ini pun Wine yang kita inginkan telah tersedia.

Memasang Lingkungan WINE untuk Steam

Sekarang saatnya memasang Steam:

  1. Dari Halaman Utama pilih tombol Configure untuk membuka PlayOnLinux configuration
  2. Pada laman PlayOnLinux configuration, pilih tombol New untuk membuat sebuah lingkungan Wine baru. Menarik sekali kalau PlayOnLinux menamakan sebuah lingkungan Wine sebagai sebuah Virtual Drive.
    PlayOnLinux Configure page

    PlayOnLinux Configure page

  3. Pada laman Virtual Drive creator, tinggal Next saja.
    PlayOnLinux VirtualDrive creator

    PlayOnLinux VirtualDrive creator

  4. Seperti yang disebutkan sebelumnya, permainan Windows banyak menggunakan pustaka 32-bit. Maka, demi menjaga kompabilitas tinggi, langsung saja kita konfigurasikan Wine kita untuk lingkungan 32-bit.
    PlayOnLinux's Virtual Drive: Choose Architecture type

    PlayOnLinux’s Virtual Drive: Choose Architecture type

  5. Pilih Wine versi 1.7.24-LeagueOfLegendsCSMT.
    PlayOnLinux's Virtual Drive: Choose WINE Version

    PlayOnLinux’s Virtual Drive: Choose WINE Version

  6. Masukkan nama Lingkungan Wine yang baru dibuat.
    PlayOnLinux's Virtual Drive: Enter Wine's Environment name

    PlayOnLinux’s Virtual Drive: Enter Wine’s Environment name

  7. Sudah selesai.

Selanjutnya tutorial dimulai dari halaman PlayOnLinux configuration. Sebagai contoh, lingkungan WINE yang dipakai adalah “steamjp”. Iya, saya kurang kreatif dalam memberi nama. 🙂

Memasang Steam

Dari laman PlayOnLinux configuration, pilih lingkungan Wine yang baru saja kita pasang (contohnya, “steamjp”, lalu:

  1. Dengan “steamjp” terpilih, buka tab Install Components dan cari dan pilih Steam.
    PlayOnLinux configuration - Install Component - Steam

    PlayOnLinux configuration ⇒ Install Component ⇒ Steam

  2. Pilih tombol Install untuk memasang. Nanti PlayOnLinux akan menjalankan instalasi Steam. Pasang Steam seperti biasa. Oh, iya! Supaya gampang, saya memasang Steam pada direktori C:\Steam agar mudah diakses.
  3. Selesai.

Setelah itu, saatnya memainkan Deadlight.

Memainkan Deadlight

Pertama-tama, jalankan Steam pada lingkungan WINE. Ada setidaknya dua cara untuk menjalankan Steam:

  1. Cara keren dengan Command Line.
  2. Cara biasa dengan pemilih berkas.
  3. Cara unik dengan Task Manager.

Cara Keren

Cara keren dengan Command Line:

  1. Cara keren dengan menggunakan Command Line. Dapat dibuka dari tab Wine, pilih Command Prompt
    PlayOnLinux configuration - Wine - Command Line

    PlayOnLinux configuration ⇒ Wine ⇒ Command Line

  2. Dari Command Line, masuk ke direktori Steam dan jalankan Steam.exe.
    PlayOnLinux: Run Steam from command line

    PlayOnLinux: Run Steam from command line

Cara Biasa

Agar lebih mudah, sebaiknya Anda buat pintasan agar mudah diakses. Caranya, dari tab General pilih Make a new shortcut for this virtual drive untuk membuat tautan.

Selanjutnya, untuk menggunakan cara biasa dengan pemilih berkas:

  1. Buka tab Miscellaneous dan pilih Run a .exe file in this virtual drive
    PlayOnLinux: Run Steam from Miscellaneous

    PlayOnLinux: Run Steam from a file chooser

  2. Pilih Steam.exe untuk dieksekusi dan pilih Open.
    PlayOnLinux: Select Steam.exe to execute it.

    PlayOnLinux: Select Steam.exe to execute it.

  3. Steam pun berjalan.

Selesai.

Cara Unik

Steam pun dapat digunakan dengan menggunakan Task Manager. Bagi Anda yang terbiasa di Windows, Task Manager biasanya dinyalakan dengan kombinasi tombol CTRL+ALT+DEL. Untuk dapat menjalankan Task Manager:

  1. Buka tab Wine dan pilih Task manager
  2. Dari Task Manager, FileNew Task (Run…)
  3. Pilih Steam.exe dan jalankan.

Saya sengaja tidak bikin cuplikan karena gambarnya sama saja dengan Task Manager di Windows. Cuma, bedanya ini berjalan di GNU/Linux

Terakhir

Saya menggunakan MESA dari GIT dengan tambalan dari grup IXIT untuk Gallium Direct3D tracker (fitur ini tidak terpakai). Selain itu, spesifikasi komputer saya cukup tinggi:

  • AMD FX(tm)-8350 Eight-Core Processor @ 4GHz.
  • MSI 990FXA-GD80 dengan BIOS AMI versi 13.4.
  • Patriot Division 4 Viper Xtreme, 16GB (4x4GB) 1866 MHz
  • AMD Radeon HD 5770 (Juniper) dengan memori 256MB.

Selanjutnya, saya memakai konfigurasi grafis tinggi.

Deadlight's Display Settings

Deadlight’s Display Settings

Hasilnya? Tidak ada patah-patah sama sekali. Berikut galeri yang menyertai.