Basa-basi

Saya asumsikan Opera 24 dipasang seperti cara sebelum ini. Karena ini versi pengembang, Opera belum bisa menyalakan Adobe Flash. Itu sebabnya, akhir-akhir ini komputer saya stabil.

Saya mau membuang kestabilan itu demi eksperimen. Opera 24 dibangun di atas Chromium. Artinya, secara infrastruktur dia sudah menyediakan fasilitas Adobe Flash versi PPAPI (PepperFlash). Ini versi yang akan selalu diperbaharui oleh Adobe. Dan inilah cara jantan menyalakan PepperFlash Opera 24.

Pemasangan

Ada tiga bagian dalam pemasangan, memasang PepperFlash, membuat skrip pembungkus, dan membuat konfigurasi.

Memasang PepperFlash

PepperFlash didapatkan dari Chromium/Google Chrome. Kalau sudah memasang perangkat lunak tersebut, silakan saja salin direktori PepperFlash beserta isinya. Namun, saya asumsikan Anda belum memasang Chromium/Google Chrome.

Unduh Google Chrome dari saluran Unstable. Mengapa versi itu? Sebagai pengingat saja dan gaya-gayaan.

wget https://dl.google.com/linux/direct/google-chrome-unstable_current_amd64.deb

Ekstraksi PepperFlash ke /usr/local/lib/

ar p google-chrome-unstable_current_amd64.deb data.tar.lzma \
 | sudo tar xvfJ - -C/ ./opt/google/chrome-unstable/PepperFlash --xform='s,\(/opt/google/chrome-unstable/\),/usr/local/lib/,'

Selanjutnya membuat sebuah skrip tambahan.

Membuat Skrip Tambahan

Pada versi awal opera-developer merupakan tautan ke binari Opera. Saat ini saya akan membuat opera-developer sebagai skrip pembungkus. Ubah direktori jika Anda mengubah posisi instalasi.

Gunakan penyunting teks favorit Anda, kalau saya gunakan langsung:

cat > opera-developer << EOF
#!/bin/bash

# Allow the user to override command-line flags, bug #357629.
# This is based on Debian's opera-developer-browser package, and is intended
# to be consistent with Debian.
for f in /etc/opera-developer/*; do
    [[ -f ${f} ]] && source "${f}"
done

# Prefer user defined OPERA_USER_FLAGS (from env) over system
# default OPERA_FLAGS (from /etc/opera-developer/default).
OPERA_FLAGS=${OPERA_USER_FLAGS:-"$OPERA_FLAGS"}

if [[ ${EUID} == 0 && -O ${XDG_CONFIG_HOME:-${HOME}} ]]; then
    # Running as root with HOME owned by root.
    # Pass --user-data-dir to work around upstream failsafe.
    OPERA_FLAGS="--user-data-dir=${XDG_CONFIG_HOME:-${HOME}/.config}/opera-developer
        ${OPERA_FLAGS}"
fi

# Set the .desktop file name
export OPERA_DESKTOP="opera-developer.desktop"

exec -a "opera-developer" "/usr/local/lib/x86_64-linux-gnu/opera-developer/opera" --extra-plugin-dir=/usr/lib64/nsbrowser/plugins ${OPERA_FLAGS} "$@"
EOF

Ini skrip diambil dari skrip Chromium dan diubah secara barbar. Untuk saat ini, NPAPI (plugin-plugin Firefox) tidak lagi didukung oleh Chromium. Jadi, sepertinya menambah direktori NPAPI tidak perlu. Tapi saya terlalu malas untuk menghapusnya.

Mari pindahkan dan buat supaya bisa dieksekusi.

chmod +x opera-developer
sudo cp opera-developer /usr/local/bin

Nah, sekarang kita perlu mengatur OPERA_FLAGS.

Membuat Konfigurasi Tambahan

Saatnya membuat konfigurasi tambahan. Gunakan penyunting teks kesayangan atau seperti saya langsung dari terminal.

cat > default << EOF
# Default settings for chromium. This file is sourced by /usr/local/bin/opera-developer

# Options to pass to opera-developer
OPERA_FLAGS=" --ppapi-flash-path=/usr/local/lib/PepperFlash/libpepflashplayer.so --ppapi-flash-version=14.0.0.125"
EOF

Mari buat direktori /etc/opera-developer untuk berkas konfigurasi tersebut. Lalu, pindahkan ke sana.

sudo mkdir -p /etc/opera-developer
sudo cp default /etc/opera-developer/default

Selesai.

Kata Terakhir

Jalankan Opera dan akhirnya Adobe Flash pun berjalan. Sistem pun kembali tak stabil. FTW!