Opera 24 for GNU/Linux

Opera 24.0.1537.0 for GNU/Linux

Setelah kurang lebih setahun, Opera tidak lagi merilis versi GNU/Linux. Setelah berpindah ke Chromium, mereka lebih berkonsentrasi di versi Windows dan MacOS. Kemarin, mereka membuat kejutan dengan menerbitkan versi pengembang (24.0.1537.0).

Yang menarik, mereka pun tak lupa bercanda-canda (self-trolling) di komentar. Memang, para pengguna GNU/Linux merasa yang paling ditinggalkan setelah hilang dari peredaran selama setahun. Saya sendiri termasuk yang memrotes namun pada akhirnya meninggalkan Opera dan menuju peramban lain. Padahal, Opera salah satu peramban tertua yang mendukung GNU/Linux. Bahkan, sempat masuk ke repositori utama Debian.

Walau pun dibilang Opera for Linux, tapi nampaknya Opera kali ini lebih ditujukan kepada Ubuntu. Kalau dilihat dari gambar, nampak tematik yang digunakan adalah tematik Ubuntu. Itu sebabnya, berkas yang diunduh pun paket Debian.

Pemasangan

Pemasangan saya tulis untuk yang Debian dan non-Debian.

Cara Debian

Untuk Debian, Ubuntu, dan variannya (termasuk BlankOn), cukup unduh dan pasang.

sudo dpkg -i opera-developer_24.0.1537.0_amd64.deb

Kadang, kalau terpasang standar tanpa diutak-atik, biasanya begitu diunduh sudah langsung ditanyakan untuk dipasang. Perintah ini cuma sekedar jaga-jaga saja kalau harus memasang manual melalui terminal.

Cara Non-Debian

Saya memberikan metodologi untuk memasang secara bersih pada sistem. Kebanyakan orang memasang dengan menggunakan standar FHS yakni pada direktori “/usr/local”. Saya asumsikan bahwa paket Debian Opera sudah diunduh pada direktori yang sama.

ar p opera-developer_24.0.1537.0_amd64.deb data.tar.xz \
   | sudo tar xvfJ - --xform='s,\(/usr/\),\1local/,' --exclude=usr/share/{lintian,menu} -C/

Itu semua satu baris perintah. Lalu, kemudian buat SETUID pada opera_sandbox agar bisa dijalankan oleh pengguna biasa.

sudo chmod 4755 /usr/local/lib/x86_64-linux-gnu/opera-developer/opera_sandbox

Selesai.

Terakhir

Saya menulis ini dari Opera Developer. Cukup stabil dan cepat. Saya suka sekali fitur preview. Fitur ini memperlihatkan isi sebuah tab saat titik tetikus melewati tab tersebut tanpa harus membuka tab itu. Lumayan membantu untuk orang yang suka bertab-tab ria.