Seringkali orang salah kaprah dalam memperkenalkan Perangkat Lunak Bebas/Terbuka (PLBT atau FOSS, Free/Open Source Software). Mereka selalu memperkenalkannya sebagai produk gratis. Akibatnya, orang menganggap remeh produk-produk PLBT sebagai produk untuk kaum proletar.

Saya punya lisensi Windows XP Professional asli. Saya juga punya lisensi Microsoft Office 2007. Saya pun punya lisensi Microsoft Visio 2010. Tetapi, mengapa saya masih memilih GNU/Linux.

Iya, seperti yang Anda lihat saya bertahap memiliki perangkat-perangkat lunak tersebut seiring dengan kebutuhan. Kebutuhan membuka berkas-berkas tersebut dari orang lain. Dan, dari waktu ke waktu saya pasti mengeluhkan hal tersebut di media sosial. 🙂

Berapa, sih, fitur yang diinginkan kebanyakan kita dari sebuah pengolah kata? Saya rasa tak banyak dan fitur-fitur populer kebanyakan sudah diimplementasi dengan baik di produk-produk PLBT.

Kebanyakan dari kita hanya terperangkap oleh euforia produk. Padahal, ada pembelajaran yang diperlukan ketika sebuah versi baru diluncurkan. Namun, kita menganggap itu wajar dan menerimanya dengan lapang dada. Berbeda bila itu sesuatu dengan merek lain. Alergi ini yang menyebabkan kita masih ketergantungan dengan produk-produk asing dan vendor.

Kalau orang bertanya kepada saya, mengapa saya membela PLBT? Jawaban saya adalah karena PLBT memberikan kebebasan, kreativitas, dan integritas untuk berkembang. Saya percaya dengan PLBT kita bisa mandiri dan menciptakan lingkungan kerja yang terhubung satu sama lain.