BlankOn Suroboyo sudah rilis dan ada di Kambing pada hari kasih sayang. Saya pun mencoba memasang di Virtual Box. Kebetulan laptop saya tidak saya pegang, belum bisa pasang di sana.

Tampilan Depan Pemasangan

Tampilan Depan Pemasangan

Tampilan depan dibuat baku dengan bahasa Inggris. Nampaknya BlankOn juga bervisi untuk dapat digunakan oleh dunia. Tapi, untuk kasus saya, saya ubah menjadi Bahasa Indonesia. Setelah itu pilih Pasang BlankOn.

Laman Selamat Datang dalam pemasangan BlankOn 9.0

Laman Selamat Datang dalam pemasangan BlankOn 9.0

Pada langkah berikutnya, ada pemilihan ruang penyimpan yang menjadi target pemasangan. Berhubung saya menggunakan satu ruang penyimpan saja, saya langsung pilih itu saja.

Target Pemasangan

Target Pemasangan, yakni ruang penyimpan untuk memasang BlankOn.

Selanjutnya akan masuk ke laman Personalisasi. Sayangnya, ada beberapa yang saya perlu komentari di laman ini.

Berikut yang saya hendak komentari:

  1. Nama Komputer hanya boleh huruf kecil. Padahal RFC 1123 bagian 2.1, adendum dari RFC 952, menyatakan bahwa Nama Komputer boleh alfanumerik (angka dan huruf) dan simbol “-“. Seharusnya, “rajagukguk-blankon” sebuah nama yang valid.
  2. Sandi hanya diperbolehkan kombinasi alfanumerik. Untuk saat ini, praktik penggunaan sandi dengan menggunakan karakter-karakter non-alfanumerik seperti “-_# &^%!~`” adalah lumrah. Sistem pun dapat menyimpan karakter-karakter tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, saya menggunakan Nama Komputer sementara, “rajaon”, dan sandi yang alfanumerik. Toh, nanti setelah selesai saya bisa mengganti keduanya.

Ringkasan hasil konfigurasi

Ringkasan hasil konfigurasi sebelum pemasangan dimulai.

Pilih “BERIKUTNYA” untuk lanjut dan memasang BlankOn Suroboyo. Saya suka sekali tampilan pemasangan ini, sederhana dan cepat. Saya hanya mengalokasikan memori 512MB ke sistem operasi ini. Lumayanlah, ini cukup untuk nantinya dicoba ke komputer-komputer tua yang sering disumbangkan untuk amal.

Proses pemasangan

Pemasangan berlangsung dan saya bisa lanjut.

Biasanya di sini ada salindia tentang fitur-fitur sistem operasi. Kali ini aplikasi pemasangan BlankOn Suroboyo hanya memperlihatkan perkembangan proses pemasangan sistem. Apakah ini untuk menurunkan kebutuhan memori? Ya, tak penting juga, sih. Toh, biasanya saat proses pemasangan kita melakukan kegiatan lain.

Selesai

Selesai pemasangan

Untuk masuk ke sistem baru pilih “Jalankan ulang komputer dan gunakan sistem baru”.

Tampilan Selamat Datang BlankOn Suroboyo 9.0

Tampilan Selamat Datang BlankOn Suroboyo 9.0

BlankOn Suroboyo menyediakan dua sesi secara baku:

  • Sesi BlankOn
  • Sesi GNOME

Secara baku, menggunakan sesi BlankOn.

Klik pada tombol di samping untuk memilih sesi. Normalnya ini tak perlu dilakukan.

Klik pada tombol di samping untuk memilih sesi. Normalnya ini tak perlu dilakukan.

Ini tampilan Destop.

Kali ini saya sedang libur, sehingga saya punya waktu untuk melihat parade aplikasi yang ada di BlankOn. Aplikasi terlihat menyatu dengan tematik. Saya mau bilang satu kata untuk GeoBlankOn: KEREN! [Sengaja ditebalkan dan dimiringkan untuk menunjukkan kekaguman yang saya miliki untuk para pengembang BlankOn]

Omong-omong, skrinsut ini diambil dari GIMP yang ada di BlankOn Suroboyo. Lalu, berkas-berkas ditransfer ke komputer dengan menggunakan SFTP dari Peramban Berkas. Cukup intuitif bagi yang mau mencoba.

Beberapa catatan yang saya lakukan setelah sebentar mencoba BlankOn:

  1. Synaptic tidak ada. Synaptic memiliki fitur untuk membuat berkas teks yang berisi berkas-berkas yang perlu diunduh untuk memasang suatu aplikasi. Fitur daftar unduhan ini perlu agar dapat mengunduh berkas-berkas paket Debian yang diperlukan dari komputer lain (Warnet misalnya). Kalau Warsi menyediakan fitur ini, saya dan banyak orang yang punya koneksi terbatas sangat berterima kasih.
  2. Dokumentasi penggunaan aplikasi belum tersedia. Biasanya saya memberitahukan kepada rekan-rekan untuk membaca dokumentasi yang bagus tersebut. Namun, kali ini BlankOn Suroboyo belum memilikinya.
  3. Tidak ada pemulai aplikasi (runner). Fitur ini sangat diperlukan untuk memulai aplikasi tanpa harus dari menu. Yah, memang ini untuk pengguna lanjutan. Tapi, ini membuat kerja lebih cepat.
  4. Manokwari sepertinya masih belum mengimplementasi Pintasan papan ketik. Saya masih harus menggunakan tetikus untuk mengakses menu. Alangkah baiknya bila bisa menggunakan pintasan papan ketik seperti beberapa versi sebelum Suroboyo.
  5. Tematik yang streamlined sangat solid, nampak sekali bahwa pengembang BlankOn menggunakan waktu mereka untuk membuat sebuah produk solid. Kudos untuk pengembang BlankOn.
  6. Saya menjalankan GIMP dan menjalankan aplikasi yang saya tangkap secara bersamaan hanya dengan komputer 512MB. WOW!

Yak, begitulah kira-kira. Saya menyarankan untuk para pengguna pemula untuk masuk ke BlankOn Suroboyo. Saya sendiri mau mengambil laptop dan memasang BlankOn 9. 🙂