Aduh, sebenarnya saya tidak begitu suka menulis tentang Politik. Apa daya, beberapa tulisan akhir-akhir ini terlalu teknis. Semoga tulisan ringan kali ini bisa menyelip di antara tulisan-tulisan teknis.

Biasanya saya pilih calon DPR dan DPRD berdasarkan tampang yang cakep. Ya, habisnya, mereka, toh, tak pernah terlihat batang hidungnya selama menjabat. Lagipula, tak satupun menyertakan apa yang mereka perjuangkan.

Coba saja lihat di situs KPU. Tak satu pun berisi tujuan mereka dipilih. Paling banter mungkin hanya berisi penghargaan. Untuk apa saya harus memilih mereka? Entahlah, mereka pun tak tahu.

Dasar mereka mungkin karena rakyat Indonesia terlalu bodoh untuk berani memperjuangkan hak mereka sendiri. Ya, buktinya, tak ada mekanisme untuk menurunkan tokoh-tokoh yang kurang ajar. Makanya, mereka berkata seenak jidat pun tak pernah ada yang bisa menurunkan mereka.

Entahlah, bilamana memang terpilih pemimpin yang baik, sebagai seorang praktisi TIK saya rindu:

  • Presiden yang membentuk tim untuk menghasilkan Cetak Biru TIK dan menjalankannya.
  • Menteri Kominfo yang mengerti TIK. Bukti bahwa dia memang orang yang mendukung TIK demi kemajuan negera, bukan sekedar titipan:
    1. Memperjuangkan keberadaan PALAPA RING.
    2. Memperjuangkan keberadaan INHERENT.
    3. Melindungi PRIVASI pengguna telekomunikasi dari penyebar SPAM, penipuan, dan para penjual profil.
  • Anggota DPR/DPRD yang berjuang untuk Internet murah dan menurunkan biaya investasi TIK di Indonesia. Bagus lagi kalau mau menelurkan UU yang melindungi usaha-usaha swadaya semacam Internet Sehat dan OpenBTS.

Firasat saya, sih, ini cuma mimpi di siang bolong. Tapi, boleh, ‘kan, bermimpi mempunyai pemimpin yang tidak mau disuap dan disetir kepentingan tertentu? Namanya juga berangan-angan.